Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Giat Gabungan Terhadap PPKS

BANDUNG, Prolite – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung kembali menggelar kegiatan penjangkauan gabungan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Sabtu 14 Februari 2026 dini hari.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari beuatifikasi untuk mengantisipasi meningkatnya PPKS di jalanan menjelang bulan Ramadan.

“Alhamdulillah ini adalah bagian dari kegiatan justifikasi sesuai arahan pimpinan. Hari ini kita melakukan kegiatan penjangkauan gabungan. Ini yang kedua kalinya, dan sesi ini menghadapi Ramadan,” ujarnya.

Penjangkauan dilakukan dalam dua regu. Regu pertama mulai bergerak pukul WIB dari kawasan Simpang Lima Bandung, menyusuri sejumlah ruas jalan dan berkumpul di Masjid Raya Bandung.

Sedangkan regu kedua memulai kegiatan dari Jalan Suniaraja dan berkumpul di Pendopo Kota Bandung atau Masjid Raya Bandung.

Dari sesi pertama, sekitar 50 orang terjaring dalam dua tim dan langsung menjalani proses asesmen oleh tim gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

PPKS ini kemudian dikumpulkan untuk dibawa ke kantor tim asesmen guna penanganan lebih lanjut. Adapun tim gabungan melibatkan Dinsos, DP3A, KPAD, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DPMKP, DPKP, DLH, DSDABM, serta Satpol PP Kota Bandung.

Lebih lanjut, data Dinsos Kota Bandung menunjukkan hasil rekapitulasi penjangkauan mencatat total 79 PPKS yang terdata.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 53 gelandangan, 17 pemulung, 4 lansia, 2 penyandang disabilitas mental, dan 3 anak terlantar.

Dari sisi usia, 1 orang balita, 2 anak, 52 dewasa, dan 24 lansia. Sementara berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 68 orang laki-laki dan 11 perempuan.

Sebagian besar yang terjaring berasal dari luar Kota Bandung, dengan persentase sekitar 75 persen. Hingga pagi hari, sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dikembalikan ke daerah asalnya.

Rencana tindak lanjut yang dilakukan antara lain pemeriksaan biometrik bagi PPKS yang tidak memiliki identitas oleh Disdukcapil, pemulangan warga luar Kota Bandung melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Sentra Wyata Guna dan Dinas Perhubungan Kota Bandung, serta layanan rehabilitasi sosial lanjutan dan pemberdayaan sosial bagi warga Kota Bandung, baik di dalam maupun di luar panti.

Yorisa juga memastikan bahwa kegiatan penjangkauan akan terus dilakukan secara rutin.

“Kegiatan ini akan terus rutin. Jangan sampai memberi ruang untuk adanya PPKS dan sudah tidak ada lagi kotoran manusia yang ditemukan,” tutur Yorisa.




Dari Tungku ke Kafe Estetik: Kisah Surabi Bandung yang Makin Hits

Surabi Bandung

Dari Tungku ke Kafe Estetik: Kisah Surabi Bandung yang Makin Hits

Prolite – Kalau bicara soal Bandung, rasanya nggak lengkap tanpa menyebut surabi. Jajanan tradisional yang dulu identik dengan tungku tanah liat dan daun pisang ini sekarang naik kelas jadi menu kekinian di banyak kafe estetik.

Dari yang polos gurih sampai topping modern seperti keju, cokelat, bahkan varian asin kekinian, surabi Bandung punya perjalanan panjang yang seru buat dikulik.

Yuk, kita telusuri sejarah dan transformasi surabi Bandung, lengkap dengan rekomendasi tempat hits di tahun 2026.

Asal-Usul Surabi di Jawa Barat

Surabi sudah dikenal sejak lama di tanah Sunda. Kata “surabi” dipercaya berasal dari kata Sunda yang merujuk pada makanan berbahan dasar tepung beras yang dimasak di atas tungku. Pada masa lalu, surabi dibuat sederhana: tepung beras, air, dan sedikit garam atau gula, lalu dipanggang menggunakan wajan tanah liat. Proses memasaknya pun khas, menggunakan api kayu bakar yang menghasilkan aroma smokey alami.

Surabi dulu bukan sekadar jajanan, tapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Biasanya disajikan sebagai sarapan atau camilan sore, ditemani kopi atau teh panas. Kesederhanaan ini justru jadi ciri khas yang bertahan hingga sekarang.

Makna Surabi dalam Budaya Sunda

Dalam budaya Sunda, surabi punya makna kebersamaan dan kesederhanaan. Proses pembuatannya yang dilakukan di rumah, sering kali sambil berbincang dengan keluarga atau tetangga, membuat surabi jadi simbol kehangatan. Di beberapa daerah, surabi juga kerap hadir dalam acara hajatan atau syukuran sebagai sajian ringan yang mudah dinikmati semua kalangan.

Selain itu, penggunaan bahan lokal seperti beras mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang dekat dengan alam. Surabi bukan makanan mewah, tapi justru dari situlah nilai budayanya terasa kuat.

Perjalanan Surabi Bandung hingga Populer

Masuk ke era modern, surabi Bandung mulai mengalami transformasi. Sekitar awal 2000-an, muncul inovasi topping yang membuat surabi makin digemari anak muda. Dari yang awalnya hanya oncom atau kinca gula merah, kini berkembang jadi surabi keju, cokelat, sosis, hingga telur.

Popularitas surabi Bandung makin melonjak seiring berkembangnya wisata kuliner di kota ini. Media sosial juga punya peran besar. Foto surabi dengan tampilan menarik dan topping melimpah sering muncul di timeline, bikin banyak orang penasaran buat coba. Di tahun 2026, surabi bukan cuma jajanan tradisional, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup kuliner Bandung.

Rekomendasi Tempat Surabi Bandung Paling Hits di 2026

1. Surabi Enhaii

Surabi Enhaii masih jadi ikon sampai sekarang. Terletak di kawasan Setiabudi, tempat ini terkenal dengan surabi oncom dan surabi telur yang gurih.

  • Keunggulan: rasa autentik, dimasak dengan tungku tradisional
  • Menu favorit: surabi oncom, surabi telur
  • Kisaran harga: –

2. Surabi Imut

Kalau kamu suka surabi versi mini dengan banyak pilihan topping, Surabi Imut wajib masuk daftar.

  • Keunggulan: ukuran kecil, topping variatif
  • Menu favorit: surabi keju cokelat, surabi green tea
  • Kisaran harga: – per buah

3. Surabi Cihapit

Surabi Cihapit menawarkan suasana klasik dengan rasa yang konsisten sejak dulu.

  • Keunggulan: resep turun-temurun, lokasi strategis
  • Menu favorit: surabi polos kinca
  • Kisaran harga: –

4. Surabi Modern Cafe

Tempat ini jadi favorit generasi muda karena memadukan surabi dengan konsep kafe estetik.

  • Keunggulan: tempat nyaman, varian kekinian
  • Menu favorit: surabi mozzarella, surabi beef
  • Kisaran harga: –

5. Surabi Urban Spot

Pendatang baru yang viral di 2026. Mengusung konsep open kitchen dan plating modern.

  • Keunggulan: tampilan menarik, inovasi rasa
  • Menu favorit: surabi salted caramel, surabi tuna mayo
  • Kisaran harga: –

Surabi Bandung membuktikan bahwa jajanan tradisional bisa tetap relevan di tengah tren kuliner modern. Dari tungku sederhana hingga kafe estetik, surabi terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.

Kalau kamu berkunjung ke Bandung, jangan ragu buat menjelajahi berbagai varian surabi yang ada. Siapa tahu, dari satu gigitan surabi, kamu bisa merasakan sejarah, budaya, dan kreativitas yang berpadu dalam satu sajian.

Yuk, dukung kuliner lokal dengan terus mencicipi dan mengenal ceritanya!




Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577

Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 (jabarprov).

Pemkot Bandung Gelar Silaturahmi Tokoh Agama Menyambut Tahun Baru Imlek 2577

Prolite – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pendopo Kota Bandung saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar silaturahmi tokoh agama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Kota Bandung tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama sekaligus perayaan keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Bandung.

Wakil Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia, Fam Kiun Fat dalam sambutannya mengajak hadirin memahami makna Imlek dari perspektif sejarah dan spiritual umat Konghucu.

Ia menjelaskan, penanggalan Kongzili berakar dari ajaran Nabi Kongzi yang lahir pada 551 sebelum Masehi, dengan sistem kalender yang mengikuti peredaran bulan dan musim.

Menurutnya, bagi umat Konghucu, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum keagamaan yang sarat nilai refleksi dan pembaruan diri.

Ia juga mengingatkan perjalanan panjang pengakuan hak-hak umat Konghucu di Indonesia yang kini semakin terbuka, serta mengapresiasi komitmen Kota Bandung dalam merawat toleransi.

“Keberagaman adalah kekuatan. Imlek mengajarkan kita untuk memulai tahun baru dengan semangat kebajikan dan persaudaraan,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Selasa, (10/2/2026).

Fam Kiun Fat turut mengundang masyarakat untuk menikmati perayaan malam Imlek di kawasan Cibadak dan klenteng sebagai wisata religi dan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen pemkot menjadikan Bandung sebagai kota inklusif dan toleran.

Ia mengingatkan, sejak akhir 2024, Pendopo rutin menjadi ruang doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan.

“Kota Bandung adalah rumah bagi semua. Kerukunan bukan hanya slogan, tetapi fondasi kehidupan sosial kita,” kata Farhan.

Ia juga menyampaikan rencana dukungan operasional bagi rumah ibadah lintas agama sebagai bentuk penguatan kehidupan beragama yang setara dan harmonis.

Dalam sambutannya, Farhan mengaitkan pentingnya toleransi dengan kerja kolektif menyelesaikan persoalan kota, terutama pengelolaan sampah.

Menurutnya, masalah lingkungan hanya bisa diselesaikan melalui partisipasi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

“Sampah adalah masalah bersama. Penyelesaiannya pun harus bersama-sama. Toleransi bukan hanya soal keyakinan, tapi kerja nyata untuk masa depan kota,” ucapnya.

Pemkot Bandung saat ini menjalankan program pemilahan sampah berbasis wilayah hingga kawasan zero waste sebagai bagian dari transformasi lingkungan kota.

Perayaan Imlek tahun ini mengusung semangat nasional Harmoni Imlek Nusantara, yang mendorong ekspresi budaya dan kreativitas.

Bandung, sebagai kota kreatif, didorong untuk menjadikan momen Imlek sebagai ruang kolaborasi seni, busana, dan budaya.

Farhan menyebut perayaan Imlek sebagai momentum mempererat persaudaraan sekaligus merayakan identitas keberagaman Indonesia.

“Bandung tumbuh dari kebersamaan. Perbedaan justru memperkaya kita,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis dari perwakilan komunitas Konghucu kepada Pemkot Bandung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dilanjutkan foto bersama sebagai simbol persatuan lintas iman.




Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

Farhan_Wisata Halal

Ekonomi dan Wisata Halal di Kota Bandung Berkembang Baik

BANDUNG, Prolite – Pengembangan ekonomi dan wisata halal di Kota Bandung diklaim Wali Kota Bandung masih berjalan baik dan tidak ada isu apa pun.

“Saya enggak mau orang salah menangkap, ya, karena saya pernah dituduh rasis. Pada prinsipnya, sertifikat halal itu sudah menjadi bagian dari perekonomian Indonesia. Itu sudah clear. Karena itu presiden membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal,” jelas dia.

Disinggung setiap pengusaha harus memiliki sertifikasi halal Farhan kembali menekankan bahwa sertifikasi halal ini merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Kalau mau tahu lebih banyak soal bentuknya dan kewajibannya seperti apa, silakan langsung ke badan sertifikasi halal. Kita punya kerja sama yang sangat kuat untuk membantu semua dunia usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi halal,” ucapnya.




71 Ribu BPJS PBI di Kota Bandung Dicabut, Farhan: Sudah Masuk Desil 6 Sampai 10

Farhan_BPJS PBI_Wali Kota BAndung

BANDUNG, Prolite – Sebanyak 71 ribu peserta BPJS PBI di Kota Bandung dicabut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan hal itu karena ke 71 ribu peserta tersebut sudah terdaftar di DTSEN dan naik ke desil 6 sampai 10.

“Desil itu kan 1 sampai 10. Desil 1 sampai 5 itu miskin dan dapat BPJS PBI. Tapi orang kan enggak mau miskin selamanya dong, maka dia juga berhak untuk naik.

Ketika DTSEN menunjukkan kelompok desil 5 sudah naik ke desil 6, maka dengan sendirinya hak untuk mendapatkan PBI-nya hilang. Itu konsekuensinya,” jelasnya.

“Lalu bagaimana dengan yang masih belum mendapatkan? Kita sudah melakukan rekonsiliasi data, 72 ribu penerima baru atau pemulihan sudah didaftarkan ke BPJS PBI. Tapi proses administrasinya tidak serta-merta langsung jadi, butuh waktu beberapa hari. Nah, ketika proses administrasi pemulihan BPJS PBI inilah terjadi kekosongan,” ujar Farhan.

Ketika terjadi kekosongan itu maka aka diganti sementara waktu dengan UHC.

“Jadi misalnya saya tadinya penerima PBI, lalu masuk desil 6 dan ingin memulihkan kembali, itu butuh waktu beberapa hari. Dalam waktu itu, kalau tiba-tiba saya sakit berat, saya boleh datang ke rumah sakit dan menyatakan ingin menggunakan UHC. Itu harus dilayani. Syaratnya cuma satu KTP-nya Kota Bandung,” tegasnya.

Farhan mengingatkan kalau sampai ada rumah sakit menolak pasien miskin dengan alasan UHC, maka jika rumah sakit negeri sanksinya akan dipecat sedang rumah sakit swasta sanksinya cabut izin.




Pembangunan BRT, Wali Kota Akan Berkomunikasi Dengan Semua Yang Terdampak

Bus Rapid Transit _ BRT

Farhan: Pembangunan BRT Akan Menimbulkan Konsekuensi Yang Berat

BANDUNG, Prolite – Pembangunan Bandung Rapid Transportasi (BRT) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku harus menghadap terlebih dulu ke Dirjen Perhubungan Darat, kemudian komunikasi dengan warga yang terdampak.

“Baik itu di sepanjang jalan dari Ahmad Yani sampai ke Cibereum, Rajawali sampai ke Tegalega, hingga Pasar Baru. Itu juga sering dilaksanakan sekarang,” ujarnya seraya menyampaikan koordinasi ini cukup seru.

Farhan pun menyampaikan ingin melihat gambar teknisnya terlebih dulu. Pasalnya bagaimanapun BRT itu akan membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat.

“Ini saya peringatkan, pembangunan konstruksi BRT akan membawa konsekuensi ketidaknyamanan dan kemacetan yang sangat berat. Jadi kita harus mampu menanggungnya bersama-sama,” tuturnya.

Namun demikian Farhan mengaku belum menemukan strateginya hanya saja ia akan berkomunikasi dengan semua orang yang terdampak.

“Karena banyak yang membayangkan sekarang masih lancar-lancar saja. Tiba-tiba separuh jalan ditutup, baru protes. Kita akan cari solusi. Saya masih membuka komunikasi dengan banyak calon investor yang akan membangun gedung-gedung parkir. Kalau hanya itu satu-satunya solusi, memang enggak ada cara lain,” paparnya.

Disinggung nasib juru parkir saat banyak lokasi parkir kata Farhan juru parkir tersebut akan bekerja dilokasi parkir.

“Kalau cuma kompensasi dikasih tiga bulan, terus bulan keempat gimana. Nah itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Masih Farhan yang terdampak tidak hanya parkir tapi banyak yang lain. Karenanya kita harus memastikan jangan sampai BRT ini pembangunannya tidak menimbulkan kenyamanan.

“Lalu setelah terjadi, ternyata banyak yang harus menyesuaikan diri dan jadi repot. Nah ini yang harus kita kelola lewat sebuah rekayasa sosial,” tutupnya.

Termasuk pihaknya sedang komunikasi dengan pedagang kaki lima. Kata Farhan, beberapa sudah mencapai kata sepakat, tapi kepastiannya nanti akan disampaikan sekaligus oleh Dinas KUKM.




MAMAT SUNDA, Mapag Maghrib di Tatar Sunda , by Grand Tebu Hotel Bandung

MAMAT SUNDA, Mapag Maghrib di Tatar Sunda , by Grand Tebu Hotel Bandung (net).

MAMAT SUNDA, Mapag Maghrib di Tatar Sunda , by Grand Tebu Hotel Bandung

BANDUNG, Prolite – Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, Grand Tebu Hotel Bandung dengan bangga menghadirkan “MAMAT SUNDA – Mapag Maghrib di Tatar Sunda” pengalaman berbuka puasa lebih istimewa.

Sebuah perayaan cita rasa dan budaya Sunda yang konsep tradisional khas Jawa Barat, program iftar ini menghadirkan ragam menu khas Sunda dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Menu khas sunda yang di sediakan Grand Tebu Hotel Bandung beragam mulai dari hidangan legendaris hingga sajian favorit keluarga yang kaya rempah dan penuh nostalgia.

Para tamu akan dimanjakan dengan pilihan menu seperti aneka olahan nasi khas Sunda, lauk pauk tradisional, sayuran segar, sambal khas daerah, jajanan pasar, hingga takjil manis yang menggugah selera.

Program iftar “MAMAT SUNDA” ini ditawarkan dengan yang pastinya ramah di kantong cukup dengan harga ,- nett/pax, pengunjung sudah bisa menikmati lezatnya sajian iftar di Grand Tebu Hotel Bandung.

dok
dok

Lantas apa ada promo spesial di bulan Ramadhan ini? Tenang saja pada program iftar MAMAT SUNDA ini juga akan memebrrikan promo menarik BUY 1 GET 1 untuk periode tertentu.

Promo yang diberikan kepada pengunjung BUY 1 GET 1 ini memeiliki ketentuan berlaku bukan hanya itu saja sebuah kesempatan emas untuk menikmati sajian istimewa dengan nilai lebih.

Sebagai penutup yang penuh kejutan, Grand-Tebu Hotel Bandung juga menghadirkan Grand Prize 1 Paket Umroh bekerja sama dengan SS Umroh, yang akan diundi bagi para tamu beruntung yang mengikuti program iftar ini.

Jangan lewatkan pengalaman berbuka puasa penuh rasa, budaya, dan keberkahan hanya di Grand Tebu Hotel Bandung. Mari Mapag Maghrib di Tatar Sunda bersama “MAMAT SUNDA”.




Miris Korban Bunuh Diri di Pasupati Pelajar 17 Tahun Warga Cimahi

Ilustrasi bunuh diri pelajar di Pasupati (net).

Miris Korban Bunuh Diri di Pasupati Pelajar 17 Tahun Warga Cimahi

Prolite – Korban bunuh diri di temukan usai lompat dari atas flayover Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati, Kota Bandung pada Selasa (10/02).

Aksi nekat seorang remaja yang diketahui masih berstatus seorang pelajar dengan usia 17 tahun warga Kota Cimahi.

Korban yang ditemukan sudah meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala.

Sebelum kejadian bunuh diri sempat ada saksi mata yang melihat dua anggota TNI yang melintas dan berupaya untuk melakukan penyelamatan terhadap korban tersebut.

Saksi mata, Cahyadi (38), mengatakan “Tidak keburu diselamatkan, sempat berdiri baru jatuh korbannya,” ujar Cahyadi.

Menurutnya, sebelum peristiwa mengenaskan itu, korban menggunakan motor beat hitam, dengan wajah tampak pucat dan terlihat bingung.

Kejadian yang menggemparkan warga sekitar dan warga yang sedang melintas di area tersebut sontak membuat perhatian.

Kejadian ini tengah ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung. Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung, untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Bandung Wetan AKP Bagus Yudo menuturkan, berdasarkan hasil identifikasi awal, korban merupakan warga Kota Cimahi. “Warga Cimahi, masih berstatus pelajar, berusia 17 tahun,” kata Bagus, Selasa (10/2/2026).

Bagus menjelaskan motif kejadian tersebut belum diketahui secara pasti. Saat disinggung mengenai keberadaan surat wasiat, pihaknya mengaku akan melakukan pendalaman, termasuk memeriksa ponsel milik korban. “Motif belum dapat kami sampaikan. Masih kita cek,” ujarnya.




Cuaca Kota Bandung Diprediksi Mendung dan Hujan, Farhan: Tetap Waspada

cuaca Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Prediksi cuaca Kota Bandung saat ini oleh BMKG akan terasa mendung hujan hingga jarang tersinari matahari.

Menanggapi itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku telah melakukan. pertemuan bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat di Kuningan dan Kepala BMKG Jawa Barat yang mengatakan bahwa cuaca Kota Bandung dan sekitarnya hujannya adalah menengah ke rendah.

“Namun, kita tidak boleh tidak waspada. Bencana pergerakan tanah, kita lihat ini sudah mulai terjadi. Saya sudah curiga, dari sejak April tahun lalu, jalan-jalan Kota Bandung ini sudah mulai pergerakan tanah mikro. Kenapa? Indikasinya adalah, walaupun cuaca Kota Bandung lagi tidak ada apa-apa, itu ada rumah rubuh. Rumah-rumah yang memang umurnya sudah lebih rentan, ini sekarang kita sedang waspadai untuk menghadapi risiko bencana longsor di sempadan sungai,” ujar Farhan.

Untuk itu, Pemkot Bandung sekarang terus membereskan dan memperbaiki drainase ataupun dinding sempadan sungai dititik-titik rawan.

“Jangan sampai ketika cuaca Kota Bandung curah hujannya sudah sangat besar, baru kita bertindak, ya akan terlambat. Nah, salah satu yang paling menantang sekarang ini, kalau teman-teman mau lihat, di depannya Hotel Grand Tjokro, di Jalan Ciamplas, itu kirmirnya selalu longsor. Jalan tidak tergangunya juga selalu longsor, kenapa? Enggak hujan saja, airnya sangat deras. Itu salah satu tantangan yang kita hadapi,” ucapnya.

Untuk daerah-daerah yang tidak curam. Farhan Menyampaikan yang paling bermasalah itu ada di dua titik. Pertama di daerah Rancanumpang, dan di daerah Cibaduyut.

Hasil analisisnya menunjukkan itu perlu ada perbaikan drainase. Namun, menurutnya ada masalah sistem hidrologi yang jauh lebih luas dari itu.

“Contohnya di Rancasari, itu menyangkut masalah pengelolaan sistem sungai Cinambo, itu mesti kita perhatikan. Nah, sementara di Cibaduyut itu adalah masalah bagaimana drainase kemudian mengarah ke daerah yang lebih rendah, di daerah selatan kota Bandung, yang merupakan perbatasan kota dan Kabupaten. Maka, kita harus bisa memikirkan sebuah cara agar aliran sungai dan hidrologinya itu tidak semuanya terbuang ke arah kabupaten,” tuturnya.

“Karena kita juga tidak mau saudara-saudara kita di Kabupaten itu kemudian menilai banjirnya ialah kirimannya dari Kota Bandung. Nah, itu mesti ada pengelolaan hidrologinya yang sama,” ucapnya.

Masih kata Farhan saat ini yang bisa dilakukan adalah memperbaiki drainase dan membangun kolam retensi. Tetapi kolam retensi juga ada batasnya, sedang untuk sungai tidak ada batasnya.

“Nah, ini bahaya yang sedang kita olah terus sedemikian rupa, sehingga masalah banjir bisa diminimalisir. Apakah bisa hilang tahun ini? Saya khawatir enggak. Tapi apakah bisa diminimalisir? Insya Allah. Terutama di daerah-daerah pemukiman yang sudah kami sentuh melalui program Prakarsa. Karena Prakarsa sudah merata sekarang, di 1597 RW. Sedangkan untuk banjir di jalanan, itu memang masih kita bereskan, terutama masalah drainase, belum 100%,” tegasnya.




BPJS PBI Nonaktif, Farhan : Tak Perlu Khawatir

Ilustrasi pembuatan SKCK menyertakan BPJS Kesehatan sebagai syarat (Shutterstock)/ BPJS PBI

BPJS PBI Dinonaktifkan, Farhan : Tak Perlu Khawatir

BANDUNG, Prolite – Penonaktifan BPJS PBI di Kota Bandung tidak perlu dikhawatirkan menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Malah kata dia pelayanan bagi pengguna BPJS PBI tetap berjalan seperti biasa.

“Saya besok akan rapat langsung ya dengan Dinkes, dengan RSUD, untuk memastikan bahwa pemerintah tetap harus memberikan layanan kesehatan terbaik, dengan akses yang mudah kepada masyarakat. Nah, detailnya, saya lagi cek dlu berapa banyak yang ada di kota Bandung, yang tetap harus kita berikan aksesnya,” tegas Farhan kepada wartawan.

Farhan menyampaikan bahwa sebenarnya sudah ada skema lain selain BPJS PBI, salah satu diantaranya Universal Health Covarage ( UHC). Namun Farhan ingin memastikan dahulu bahwa UHC itu bisa meng-cover.

“Salah satu yang parah itu kan thalassemia, cuci darah, itu bisa seberapa sering dan berapa lama, karena bagaimanapun juga memang ada keterbatasan,” lanjutnya.

Pengobatan bagi thalasemia sendiri kata Farhan sampai hari ini tidak ada masalah.

“Kalau sejauh ini sih nggak ada masalah apa-apa. Siapapun yang sudah terjadwal untuk melakukan cuci darah, ya cuci darah. Di RSUD Ujungberung, walaupun kapasitasnya sedikit, tapi antriannya tetap dilayani,” ucapnya.

Anggaran UHC sendiri kata dia masih ada, selain itu Farhan memastikan tidak ada pemangkasan anggaran seperti disampaikan menteri keuangan.

“Enggak ada hubungannya ini. Kan kita masih bisa memanfaatkan beberapa ruang fiskal yang ada di Kota Bandung, tapi bukan juga masuk ke dalam biaya tidak terduga atau dana darurat. Masih dalam kerangka anggaran untuk layanan kesehatan. Anggaran UHC Dinkes yang hafal, tapi perkiraam 200-an,” ujarnya.