Jangan Anggap Sepele Infeksi Jamur pada tubuh Penderita , Kenali 8 Faktor Penyebab

Ilustrasi Infeksi Jamur (istimewa).

Jangan Anggap Sepele Infeksi Jamur pada tubuh Penderita , Kenali 8 Faktor Penyebab

Prolite – Infeksi jamur atau yang memiliki nama ilmiah Tinea corporis merupakan masalah pada kulit yang memerlukan penanganan serius.

Infeksi jamur atau kurap yang sering terjadi di daerah kulit badan, leher, lengan, dan tungkai.

Pada masalah kulit ini penderita akan merasakan gatal serta meninggalkan ruam melingkar yang pastinya sangat terlihat jelas.

Namun yang perlu diingat dari masalah kulit ini yaitu seseorang dapat tertular kondisi ini jika kontak langsung dengan penderita infeksi jamur.

Kurap bisa terjadi di semua area kulit. Penamaannya akan disesuaikan dengan lokasinya, misalnya kurap di kaki disebut tinea pedis, di selangkangan atau lipat paha disebut tinea cruris, dan di kulit kepala disebut tinea capitis. Tinea corporis umumnya bukan penyakit yang berbahaya dan bisa sembuh.

Masalah ini kebanyakan orang menganggap sepele namun nyatanya penularannya sangat beragam.

Penularan infeksi jamur dapat melalui kontak langsung, seperti bersentuhan dengan kulit penderita tinea corporis atau kulit hewan yang terinfeksi. Di samping itu, penularan juga dapat terjadi lewat kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi jamur ini, seperti pakaian, seprai, dan handuk.

istimewa
istimewa

Selain kondisi-kondisi di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tinea corporis, yaitu:

  1. Tinggal di daerah dengan iklim yang hangat atau lembap
  2. Mengalami keringat yang berlebih
  3. Mengenakan pakaian yang terlalu sempit atau ketat
  4. Menggunakan pakaian, seprai, atau handuk penderita tinea corporis
  5. Melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik dan kulit secara langsung, seperti gulat
  6. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
  7. Menderita diabetes
  8. Pernah menderita tinea corporis sebelumnya

Jika infeksi lebih parah, penderita juga dapat mengalami gejala berupa luka lepuh atau luka yang bernanah di sekitar ruam.




Ada Bahaya Dibalik Nikmatny Petai , Gagal Ginjal Menghantui

Bahaya petai di balik kenikmatannya (freepict).

Ada Bahaya Dibalik Nikmatny Petai , Gagal Ginjal Menghantui

Prolite – Mengonsumsi petai menjadi salah satu penambah nafsu makan untuk beberapa orang namun ada juga yang tidak menyukai makanan ini.

Petai atau yang dikenal dengan nama perkia speciosa terkenal dengan memiliki harum yang khas ketika memakannya.

Makanan ini biasanya di olah dalam sejumlah masakan atau ada juga yang mengonsumsinya langsung dengan menggunakan sambal tanpa di olah kembali.

Namun tidak banyak juga orang yang malas mengonsumsi makanan yang satu ini, pasalnya ketika selesai memakannya ia mempunyai ciri khas yang membuat mulut seseorang yang mengonsumsinya menjadi bau.

Namun taukah kalian nyatanya petai ini mempunyai manfaat kesehatan dengan kaya vitamin dan mineral dalam kandungannya.

Makanan ini juga memiliki ekstrak dari polong dan biji yang mengandung polifenol, fitosterol, dan flavonoid total yang tinggi, juga kaya akan antioksidan. Manfaatnya, bisa menjaga kadar gula darah hingga melancarkan pencernaan.

Namun yang menjadi catatan agar masyarakat tetap tidak berlebihan saat mengonsumsnya. Bila terus menerus dikonsumsi setiap hari dengan jumlah berlebihan, dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan ginjal.

Mungkin hanya sebagian kecil orang yang kuat memakan makanan ini setiap hari, pasalnya bukan hanya mempunyai aroma yang khas namun juga efek mengonsumsi secara berlebihan berakibat kembung.

Nyatanya efek dari mengonsumsi secara berlebih bukan hanya perut kembung namun bisa berakibat kerusakan ginjal.

Bila dikonsumsi dalam batas normal, petai justru dinilai baik untuk gula darah, regulasi keseimbangan kadar gula darah, artinya orang-orang dengan diabetes melitus, kencing manis.




Penderita DBD Mencapai 7.146 Kasus di Kota Bandung , Kenali Penyebab dan Penangananya

Pahami gejala penyakit DBD (istimewa).

Penderita DBD Mencapai Kasus di Kota Bandung , Kenali Penyebab dan Penangananya

Prolite – Kota Bandung sudah memasuki musim penghujan banyak penyakit yang menghantui salah satunya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue).

Dalam kasus ini Kota Bandung penyumpang kasus tertinggi di Jawa Barat, Tingginya pasien yang mengalami penyakit ini.

Total kasus DBD di Kota Bandung hingga November 2024 mencapai kasus.

“Kota Bandung berdasarkan laporan saat ini (kasus DBD) mencapai kasus,” ucap Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Jabar, Rochady dikutip dari detikcom.

Menurutnya, kasus DBD tinggi biasa terjadi di wilayah perkotaan dengan pemukiman padat penduduk, pusat perdagangan, pendidikan, industri, pariwisata, dan masyarakat dengan mobilitas tinggi.

Terserang penyakit demam berdarah memang tidak bisa di anggap remeh pasalnya banyak kasus demam berdarah yang berujung kematian.

Lantas apa ciri-ciri terkena demam berdarah? Dan bagaimana menanganinya?

DBD adalah penyakit yang umum disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini dapat menyebabkan gejala yang ringan hingga sangat berat, bahkan berujung pada kematian.

Hal ini menunjukkan bahwa DBD bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Gejalanya yang bisa ringan, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, bisa berkembang menjadi lebih parah dan berakibat fatal, yang berisiko tinggi menyebabkan kematian.

Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mayoritas kasus demam berdrah yang belakangan terjadi di Kota Bandung muncul dengan gejala yang berbeda dengan gejala pada umumnya.

Gejala ini menunjukkan tanda-tanda seperti demam tidak kunjung sembuh dan tidak ada gejala bintik merah. Gejala DBD baru ini menyerupai demam pada gejala flu biasa, namun setelah dua sampai tiga hari, demam tidak turun.

Cara Mengobati Demam Berdarah Dengue

  1. Asupan Cairan Tercukupi

Salah satu langkah utama dalam mengobati adalah dengan memastikan asupan cairan tubuh tercukupi. Saat mengalami demam berdarah, tubuh cenderung mengalami dehidrasi akibat demam yang tinggi dan muntah yang berlebihan. Kondisi ini dapat menjadi lebih buruk jika tidak segera diatasi. Untuk itu, minumlah air putih secara teratur untuk mencegah dehidrasi. Selain air putih, konsumsi juga minuman elektrolit seperti oralit atau minuman isotonik untuk membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

  1. Istirahat Total atau Bed Rest

Istirahat total atau bed rest sangat diperlukan bagi penderita untuk membantu tubuh dalam proses pemulihan. Dengan istirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk melawan infeksi virus yang terjadi dan mempercepat proses penyembuhan.

  1. Hindari Minuman Kafein dan Bersoda

Saat mengalami DBD, sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein dan bersoda. Minuman tersebut dapat memperparah kondisi penderita dengan meningkatkan risiko dehidrasi. Sehingga sebaiknya fokus pada asupan air putih dan minuman elektrolit.

  1. Tindakan Medis dan Obat-obatan

Untuk kasus DBD yang parah, penderita memerlukan perawatan medis yang intensif. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi penderita.




Kenali 6 Faktor Resiko Tumor Payudara dan Penanganannya

ilustrasi tumor payudara (RS HPC Surabaya).

Kenali 6 Faktor Resiko Tumor Payudara dan Penanganannya

Prolite – Tumor payudara merupakan pertumbuhan sel-sel tidak normal pada payudara wanita dan ukurannya akan semakin membesar.

Sebagian besar penderita tumor terjadi pada perempuan namun tidak menepis kemungkinan kasus pada pria juga bisa terjadi.

Sel-sel tidak normal itu akan tumbuh dan terus membelah secara berlebihan sehingga tidak dapat terkendali.

alodokter
alodokter

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan tumbuhnya tumor yakni:

  • Faktor keturunan
  • Berlebihan konsumsi alcohol
  • Kelainan sistem imun atau kekebalan tubuh
  • Obesitas atau berat badan berlebihan
  • Terpapar polusi udara
  • Terpapar sinar matahari berlebihan serta radiasi.

Lantas ada berapa jenis tumor dan bagaimana penanganannya?

Tumor terbagi menjadi dua jenis yakni tumor jinak dan tumor ganas, apabila penderita di vonis menderita tumor jinak maka tidak berbahaya sedangkan untuk tumor ganas bersifat ganas atau disebut dengan kanker.

Pengobatan tumor pun tergantung pada jenis, tingkat keganasan tumor hingga lokasi tumbuhnya tumor. Jika tumor bersifat jinak dan tidak mengganggu bahkan tidak perlu mendapatkan tindakan medis tertentu. Namun tumor jinak juga ada yang harus diangkat karena bergejala dan bisa mempengaruhi organ lain di sekitarnya, misalnya tumor di saraf, otak atau pembuluh darah.

Ada beberapa gejala yang muncul dari penderita tumor payudara:

  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Merasakan lelah ekstrem
  • Sering merasa tidak sehat
  • Nafsu makan hilang
  • Berkeringat setiap malam
  • Demam dan menggigil.

Namun yang perlu di perhatikan ada kasus yang mengharuskan penderita melakukan pengangkatan tumor jinak. Namun ada juga kasus yang mengharuskan pengangkatan tumor jinak karena biasanya ukurannya terlalu besar atau dengan alasan tumor jinak tersebut mengganggu penampilan.




Mengurangi Resiko Terkena Kanker Serviks Bisa dengan Penggunaan IUD Loh!

Ilustrasi kanker serviks (Shutterstock).

Mengurangi Resiko Terkena Kanker Serviks Bisa dengan Penggunaan IUD Loh!

Prolite – Permasalahan kesehatan perempuan tidak hanyak hanya kanker payudara namun juga kanker serviks.

Nyatanya kanker payudara bukanlah menjadi satu-satunya momok menakutkan yang akan menyerang kesehatan wanita.

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini umumnya berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh sebab itu, penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini sebelum timbul komplikasi serius.

Serviks atau leher rahim adalah bagian rahim yang terhubung ke vagina. Fungsinya adalah untuk memproduksi lendir yang membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual. Serviks juga berfungsi melindungi rahim dari bakteri dan benda asing dari luar.

Shutterstock
Shutterstock

Namun yang menjadi ketakutan para wanita yakni informasi mengenai penyebab kanker ini ada kaitannya dengan penggunaan kontrasepsi IUD.

Beberapa orang mengatakan bahwa penggunaan IUD bisa menurunkan risikonya. Benarkah demikian? Ini ulasannya.

Penggunaan alat kontrasepsi IUD jenis apapun pada Wanita bertujuan untuk mengatur jarak kehamilan.

Namun disisi lain penggunaan IUD juga bisa signifikan mengurangi risikonya sebanyak 30 persen.

halodoc
halodoc

Para peneliti menganalisis 34 studi yang mengamati penggunaan AKDR dan kejadian kanker serviks. Mereka mengamati semua jenis IUD, di berbagai populasi wanita di seluruh dunia, dan temuan ini terbukti benar. Kanker serviks invasif sekitar 30 persen lebih jarang terjadi pada wanita yang menggunakan IUD.

Lantas adakah cara lain untuk mencegah kanker servik meski kamu menggunakan alat kontrasepsi IUD jenis apapun?

Ada beberapa Langkah yang perlu diperhatikan oleh wanita yang menggunakan IUD yakni dengan skrining.

Skrining rutin dengan pap smear dapat mendeteksi infeksi HPV dan lesi prakanker diri sehingga mereka bisa diobati secara efektif sebelum berubah menjadi kanker.

Sekitar 50 persen wanita yang didiagnosis menderita kanker serviks tidak pernah menjalani tes pap smear dan 10 persen lainnya tidak melakukan tes ini selama lima tahun terakhir.

Bisa juga dengan berhenti merokok, pasalya wanita yang merokok empat kali lebih mungkin terkena kanker ini.

Beberapa faktor yang berkaitan dengan riwayat aktivitas seksual yang tidak aman juga bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Seks yang tidak aman bisa memperbesar risiko paparan HPV. Mereka yang harus waspada adalah wanita yang sudah aktif secara seksual pada usia muda; memiliki banyak pasangan seksual; dan memiliki satu pasangan yang dianggap berisiko tinggi.




Kenali Ciri-Ciri Anak Alami Speech Delay , Disini Peran Orang Tua Sangat Penting

Ilustrasi Speech Delay (herminahospitals).

Kenali Ciri-Ciri Anak Alami Speech Delay , Disini Peran Orang Tua Sangat Penting

Prolite – Ada beberapa ciri-ciri dan cara mengatasi ketika anak mengalami speech delay dalam masa pertumbuhan.

Kondisi keterlambatan berbicara memang tidak bisa di anggap sepele, kasus ini perlu penanganan khusus baik dari orang tua amupun konsultasi ke dokter spesialis anak.

Namun nayatanya permasalahan seperti itu tidak bisa dianggap remeh, ini perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan.

Bukan hanya itu namun interaksi sosial serta kemampuan belajar saat anak mulai sekolah juga ikut berpengaruh.

Salah satu tanda awal speech delay adalah jika bayi tidak merespons suara atau jarang mengeluarkan suara.

Menurut informasi dari Expressable, anak berusia dua tahun biasanya mampu mengucapkan sekitar 50 kata dan mulai merangkai kalimat dua kata.

Sementara itu, pada usia tiga tahun, kosakata mereka berkembang hingga mencapai kata.

Jika dalam tumbuh kembang anak mengalami perbedaan dari anak-anak seusianya perlu adanya Tindakan dari

iStockphoto
iStockphoto

orang tua.

 

Ada beberapa ciri-ciri anak mengalami Speech Delay seperti berikut ini:

Usia 12 bulan: Tidak melakukan babbling, tidak menunjuk, atau tidak bereaksi terhadap gerakan orang tua.

Usia 18 bulan: Lebih memilih menggunakan gerakan daripada suara untuk berkomunikasi.

Usia 18 bulan: Kesulitan dalam menirukan suara atau bunyi.

Usia 2 tahun: Hanya mampu meniru ucapan tanpa mengucapkan kata atau frasa secara spontan.

Usia 2 tahun: Tidak bisa menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi selain untuk kebutuhan dasar.

Usia 2 tahun: Tidak mampu mengikuti instruksi sederhana.

Usia 2 tahun: Memiliki nada suara yang tidak biasa, seperti serak atau sengau.

Lantas apa peran orang tua ketika mengetahui sang anak mengalami kasus keterlambatan berbicara?

Dalam kasus seperti ini peran orang tu sangat penting dalam membantu perkembangan berbicara anak yang sedang melakukan terapi bicara.

Orang tua bisa melakukan dengan cara sering mengajak berbicara pada bayi, ajak bernyanyi hingga mengajak bayi untuk menirukan orang tua berbicara.

Bisa juga orang tua membacakan buku cerita yang bergambar kepada anak agar melatih perkembangan Bahasa di seusianya.

Atau orang tua juga bisa memperkenalkan kata-kata sederhana dengan pelafalan yang jelas agar anak terbiasa dan cepat menirukan perkataan kita.

Dengan langkah-langkah ini, orang tua dapat membantu mendukung perkembangan bahasa anak secara efektif.




Moana Anak Ria Ricis Alami Speech Delay, Ungkap Penyebabnya

Moana Anak Ria Ricis Alami Speech Delay (Instagram Ria Ricis).

Moana Anak Ria Ricis Alami Speech Delay, Ungkap Penyebabnya

Prolite – Sudah pernah dengar belum istilah speech delay yang sering terjadi pada anak kecil yang baru mulai belajar berbicara? Simak penjelasan berikut!

Speech delay adalah keterlambatan dalam kemampuan berbicara di mana anak belum mampu menggunakan kata-kata sesuai usianya.

Kondisi seperti ini sering terjadi pada anak-anak yang baru belajar berbicara, namun yang perlu diingat permasalahan ini tidak bisa di anggap remeh.

Terkadang ketika anak kecil mengalami keterlambatan berbicara orang tua jaman dulu akan beranggapan itu biasa nanti juga bisa bicara.

Namun nayatanya permasalahan seperti itu tidak bisa dianggap remeh, ini perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan.

Bukan hanya itu namun interaksi sosial serta kemampuan belajar saat anak mulai sekolah juga ikut berpengaruh.

Ilustrasi (istimewa).
Ilustrasi (istimewa).

Salah satu tanda awal speech delay adalah jika bayi tidak merespons suara atau jarang mengeluarkan suara.

Orang tua sering kali sulit membedakan apakah anak hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk bicara atau ada masalah serius yang memerlukan perhatian.

Banyak anak dengan speech delay memiliki gangguan di area otak yang bertanggung jawab untuk berbicara, yang memengaruhi koordinasi mulut, lidah, dan rahang, sehingga sulit menghasilkan suara yang jelas.

Masalah pendengaran juga bisa mempengaruhi kemampuan bicara anak, sehingga penting untuk memeriksa pendengaran anak ketika muncul masalah ini.

Seperti halnya putri dari selebritis sekaligus Youtuber Ria Ricis yakni Moana, belakangan ini ada kabar kurang mengenakan dari anak sang Youtuber.

Dalam Podcas YouTube Melaney Ricardo, Ria Ricis sempat mengungkap pengalamannya yang sang anak didiagnosis mengalami keterlambatan berbicara.

Menurut Ricis, salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan bicara Moana adalah karena ia terlalu banyak memberikan mainan kepada sang anak.

“Aku sadar Moana mengalami speech delay saat usianya sekitar satu tahun, padahal di usia tersebut biasanya anak sudah bisa mengucapkan beberapa kata,” ujar Ria Ricis.




Ada 4 Jenis Stadium Kanker Ovarium, Kenali Perbedaan Bahayanya

Ilustrasi Kanker Ovarium (istimewa).

Ada 4 Jenis Stadium Kanker Ovarium, Kenali Perbedaan Bahayanya

Prolie – Sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan apa itu kanker ovarium? Namun mungkin untuk beberapa orang masih bertanya-tanya apa perbedaannya dengan kanker yang lain?

Artikel ini akan menjelaskan ap aitu kanker ovarium? Bahaya jika terkena kanker ini dan bagai mana penyembuhannya.

Kanker ovarium adalah kanker yang muncul di jaringan ovarium atau indung telur. Kanker ini merupakan jenis kanker terbanyak ketiga yang diderita wanita di Indonesia.

Kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal lebih mudah untuk diatasi daripada kanker ovarium yang baru terdeteksi pada stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan berkala ke dokter kandungan setelah memasuki masa menopause.

Jika kanker ini lebih cepat di tangani maka akan meningkatkan peluang penderita untuk lebih lama bertahan hidup.

Pasalnya setiap penderita kanker ini hanya bertahan selama 5 tahun setelah di diagnosis, namun jiga mendapatkan penanganan lebih cepat maka sepertiga penderita memiliki harapan hidup setidaknya 10 tahun lebih lama.

Kanker ini terjadi ketika DNA di sel-sel ovarium mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi tersebut menyebabkan sel ovarium tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut.

freepict
freepict

Namun ada beberapa jenis kasus yang meningkatkan risiko seseorang menderita kanker ovarium, berikut jenisnya:

  1. Berusia di atas 50 tahun
  2. Merokok
  3. Menjalani terapi pengganti hormon saat menopause
  4. Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium atau kanker payudara
  5. Menderita obesitas, endometriosis atau sindrom Lynch

Kanker jenis ini akan mudah terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut atau ketika kanker sudah menyebar ke organ lain.

Dalam kasus ini penderita akan merasakan perut kembung, cepat kenyang, mual, sembelit, perut membuncit dan masih banyak lagi.

Ketika mendapati permasalahan seperti di tas maka penderita di minta cepat melakukan memeriksakan untuk memastikan apa penyebab dari gejala-gejala tersebut.

Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker ovarium dibedakan menjadi empat stadium, yaitu:

istimewa
istimewa

istimewa
istimewa

Stadium 1
Kanker terdapat di salah satu atau kedua ovarium dan belum menyebar ke organ lain.

Stadium 2
Kanker sudah menyebar ke jaringan dalam rongga panggul atau rahim.

Stadium 3
Kanker telah menyebar ke selaput perut (peritoneum), permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul atau perut.

Stadium 4
Kanker sudah menyebar ke organ lain yang letaknya jauh, seperti ginjal, hati, atau paru-paru.




Bayi Berusia 19 Bulan Divonis Kanker Ovarium , Kenapa Bisa? Simak Penjelasannya

Ilustrasi bayi 19 bulan mengidap kanker ovarium (iStockphoto).

Bayi Berusia 19 Bulan Divonis Kanker Ovarium , Kenapa Bisa? Simak Penjelasannya

Prolite – Seorang bayi berusia 19 bulan di Sabah, Malaysia divonis menderita kanker ovarium, lantas kenapa bisa? Simak penjelasan berikut ini.

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang terjadi pada ovarium atau indung telur. Kanker ini bisa dialami oleh wanita dari berbagai kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada wanita dengan usia lanjut.

Lantas kenapa anak bayi sudah bisa divonis menderita kanker yang biasanya dialami oleh Wanita dengan usia lanjut.

Mengutip laporan Strait Times, penyakit yang menderita bayi tersebut pertama kali disadari oleh sang ibu, Fallarystia Sintom (25). Pada Agustus lalu, dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres setelah anaknya menderita sembelit dan perut kembung. Bayi bernama Daneen Auni Riksi, juga kurang aktif dari biasanya dan hanya ingin digendong.

istimewa
istimewa

“Anak saya rewel dan karena dia belum bisa bicara, dia hanya menangis saat kesakitan,” kata Fallarystia.

Usai merasa ada yang aneh dari sang ana kia lantas membawanya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bayi mungil tersebut akhirnya di rujuk ke rumah sakit Wanita dan Anak Sabah, usai menjalani berbagai pemeriksaan dokter mendeteksi adanya tumor berukuran 13,5 cm dalam tubuh si bayi.

Daneen menjalani operasi pada 2 Oktober 2024. Setelah itu, dokter mendiagnosis bayi tersebut menderita kanker stadium tiga.

Ada empat stadium kanker, stadium empat adalah stadium terburuk. Kanker stadium tiga biasanya berarti kanker telah menyebar dari satu atau kedua ovarium ke area di luar panggul seperti perut, kelenjar getah bening di dekatnya, atau permukaan hati, menurut Aliansi Penelitian Kanker Ovarium (Ocra) nirlaba global.

“Ketika saya diberi tahu, saya merasa sangat sedih karena anak saya masih sangat kecil dan indung telur kanannya sudah diangkat,” kata Fallarystia.

Orang tua Daneen juga memiliki seorang putra berusia empat tahun dengan autisme.

Menurut Ovarian Cancer Research Alliance (Ocra), sekitar 90 persen wanita yang terkena kanker ovarium berusia lebih dari 40 tahun.

Daneen diperkirakan akan memulai kemoterapi setelah pulih dari operasi.

“Selama ada pengobatan, masih ada harapan,” ungkap Fallarystia.

Kanker ovarium terjadi ketika DNA di sel-sel ovarium mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi tersebut menyebabkan sel ovarium tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker , yakni ada anggota keluarga yang menderita kanker ovarium atau kanker payudara, obesitas, perubahan gen yang diwariskan, endometriosis dan usia lanjut.

Sementara, tumor atau kanker pada anak disebabkan perubahan tertentu pada cara sel ovarium berfungsi, terutama cara sel tersebut tumbuh dan membelah diri. Penyebab pasti dari perubahan sel ini sering tidak diketahui.




3 Cara Pemeriksaan Kanker Payudara Selagi Dini

ilustrasi kanker payudara (RS HPC Surabaya).

3 Cara Pemeriksaan Kanker Payudara Selagi Dini

Prolite – Kanker payudara merupakan permasalahan terbesar bagi kaum perempuan di manapun berada.

Kasus kanker seperti ini sangat sering terjadi ketika sel-sel abnormal pada payudara yang tumbuh tak terkendali dan membentuk tumor.

Permasalah ini jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini, sel-sel tersebut dapat menyebar ke jaringan didekatnya.

Dilansir dari Health, menurut American Cancer Society (ACS), sekitar satu dari tiga kanker yang terjadi pada orang yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir (AFAB) setiap tahun disebabkan oleh kenker payudara.

“Diperkirakan juga bahwa sekitar kasus baru kanker payudara invasif—jenis kanker yang paling umum—akan didiagnosis di AFAB pada tahun 2024,” tulis Health.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker sepenuhnya. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kondisi ini, seperti melakukan pemeriksaan rutin dan membuat beberapa perubahan gaya hidup.

Namun ada juga faktor lain yang dapat munculnya kanker seperti riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin.

Maka dari itu perlu dilakukannya pemeriksaan secara rutin baik secara mandiri maupun pemeriksaan ke dokter guna untuk pencegahan sedari dini.

Beberapa tes pemeriksaan kanker payudara yang umum meliputi:

imtb
imtb

  1. Mammogram , yang mengambil sinar-X pada payudara.
  2. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) payudara.
  3. USG payudara

Namun bukan hanya itu aja namun dengan menjaga pola hidup sehat kamu juga dapat terhindar dari munculnya kanker.

Pola hidup sehat yang bisa dilakukan seperti jauhi mengonsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga dari kelebihan berat- badan dan masih banyak lainnya.