TMMD Ke 127, Pemkab Alokasikan 10 Miliar Untuk Pembangunan Jalan

TMMD 127 Kabupaten Bandung

TMMD Ke 127, Pemkab Alokasikan 10 Miliar Untuk Pembangunan Jalan

, Prolite – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi sasaran terpusat TMMD kali ini di mana akan dibangun jalan beton di Cipelah yang menembus perbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Jalan yang dibangun sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 3 meter dengan ketebalan beton sekitar 20 sentimeter.

Bupati menyebut keberpihakan APBD Kabupaten Bandung kepada masyarakat untuk pembangunan jalan melalui dua skema, salah satunya melalui Program TMMD ke-127 ini di mana Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD 2026.

“Kami berkolaborasi dengan TNI AD untuk membangun jalan di Program TMMD ke-127 tahun 2026 ini juga berdasarkan instruksi Pak Presiden Prabowo dan Program Strategisnya Pak Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) untuk bisa membantu masyarakat dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi,” jelas Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini.

Menurutnya pembangunan jalan tersebut akan memperlancar pertumbuhan ekonomi di Cipelah karena Rancabali memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi dengan para petaninya.

Bupati Kang DS mengakui masih ada sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan jalan. Bukan hanya di Cipelah, termasuk di Kampung Londok Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu pun jalan sepanjang 20 km menjadi prioritas untuk diselesaikan pembangunannya pada tahun ini.

“Total kita anggarkan untuk pembangunan jalan tahun ini sekitar Rp200-300 miliar. Pada triwulan pertama di angka Rp127 miliar dulu dan nanti kita tambah lagi Rp100 miliar,” sebut Kang DS.

Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah mengatakan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari ini merupakan wujud sinergi antara Pemkab Bandung dengan Kodim 0624 beserta stakeholder terkait di wilayah Kabupaten Bandung dan masyarakat Desa Cipelah.

“Melalui TMMD ini diharapkan terwujud suatu kebersamaan dalam membantu masyarakat mengatasi kendala-kendala seperti di bidang infrastruktur, transportasi, pendidikan dan kesejahteraan. Sasaran fisik utama TMMD ke-127 ini adalah pembangunan jalan Cipelah,” jelas Dandim.

Selain itu dalam TMMD ini juga ada karya bhakti non fisik seperti penyuluhan, sosialisasi wawasan kebangsaan dengan melibatkan 150 pesonil TNI.

“TMMD merupakan kegiatan manunggalnya TNI dengan rakyat. Jatidiri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional,” tandas Letkol Kav. Samto.




7 UKM Kabupaten Bandung Partisipasi di INACRAFT 2026

UKM

7 UKM Kabupaten Bandung Partisipasi di INACRAFT 2026

JICC, Prolite – Sedikitnya tujuh usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung ikut serta di ajang tahunan pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara INACRAFT 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat 6 Februari 2026.

Ketujuh UKM tersebut antara lain Zelia (fashion muslim)-Lia; Decopage (produk kriya)-Dewi; Batiqyunik (produk bordir manual)-Safa; Florita (produk rajut)-Ririn; T’Qis (produk rajut handmade)-Netty; Padaringan (produk tenun)-Rini, dan ketujuh, Blazer Ibun (produk blazer berbahan tenun)-Yanti.

Ketujuh peserta tersebut adalah perempuan, sesuai tema Inacraft kali ini “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang lebih menonjolkan karya perempuan.

Ketujuh peserta mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati yang turut hadir menyaksikan langsung dan memberikan support.

Emma Dety didampingi para kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung dan PKK kecamatan, turut mendukung peserta Inacraft Kabupaten Bandung dengan berkunjung both-nya masing-masing dan berbelanja produk-produk Kabupaten Bandung.

Produk-produk lokal dari Kabupaten Bandung yang dipamerkan tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki desain yang kreatif dan menarik.

“Perajin atau UKM peserta INACRAFT asal Kabupaten Bandung di Inacraft ini merupakan UKM terpilih yang telah lolos seleksi dan dikurasi sebelumnya, sehingga mereka diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Emma Dety.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah menambahkan, melalui INACRAFT ini produk unggulan Kabupaten Bandung diharapkan dapat dipromosikan di pasar global. Apalagi menurutnya produk UKM Kabupaten Bandung tidak diragukan lagi kualitasnya.

Pada kesempatan tersebut Emma Dety juga memperkenalkan Batik Kina sebagai produk khas motif batik asal Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah sejak tahun 2021, Batik Kina ini sudah menjadi motif batik resmi Kabupaten Bandung,” ucap Emma.

Emma menuturkan, Motif Batik Kina desainnya berupa daun kina yang merupakan pepohonan yang banyak tumbuh di Kabupaten Bandung sejak zaman pendudukan Belanda yang dipakai sebagai bahan obat malaria.

“Dulu pada jaman pendudukan Belanda, Pohon Kina ini memiliki perkebunan khusus di Gambung Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Bahkan hingga kini pohon kini menjadi salah satu simbol dalam logo Pemerintah Kabupaten Bandung, selain Gunung Tangkuban Parahu dan Sungai Citarum.

Sebelumnya pun, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming meninjau proses pembuatan batik motif Kina dan produk UMKM di Griya Dekranasda Kabupaten Bandung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Rabu (22/10/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional 2025, di mana istri dari Wapres Gibran ini bersama para anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), berkomitmen turut melestarikan warisan budaya batik Indonesia, termasuk Batik Kina khas Kabupaten Bandung yang memiliki kekayaan filosofi dan nilai tradisi.

Kedatangan Selvi disambut Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Emma Dety, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, dan Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bandung Dicky Anugrah.




Pengembangan Koperasi, Kuatkan Sinergi dengan Pusat

koperasi

KAB BANDUNG, Prolite – Dorong pengembangan koperasi dan ketahanan pangan daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.

Dalam pertemuan digelar di kantor Kemenkop RI, Bupati Dadang menekankan pentingnya arah kebijakan pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang difokuskan pada sektor-sektor strategis, khususnya pengembangan usaha ayam petelur di Kabupaten Bandung.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan telur di Kabupaten Bandung diproyeksikan meningkat signifikan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga penguatan sektor peternakan menjadi sangat krusial.

“Oleh karena itu, pembiayaan LPDB diarahkan untuk mendukung pengembangan peternakan ayam petelur sebagai komoditas prioritas, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, bupati yang akrab disapa Kang DS ini menjelaskan bahwa pengembangan ayam petelur tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat yang tergabung dalam koperasi. Skema ini sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi desa berbasis produksi pangan strategis.

Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga telur di masa mendatang. Dengan meningkatnya kapasitas produksi lokal, Kabupaten Bandung diharapkan mampu mengendalikan pasokan sehingga risiko inflasi akibat lonjakan harga telur dapat ditekan sejak dini.

Melalui sinergi antara KDKMP, LPDB, dan program MBG, Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis koperasi desa dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.




Cuaca Ekstrem, Pemkab Lakukan Langkah Preventif

cuaca ekstrem

Cuaca Ekstrem, Pemkab Lakukan Langkah Preventif

KAB BANDUNG, Prolite – Menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung.

Surat edaran ini ditujukan secara luas kepada seluruh pemerintah kecamatan, desa/kelurahan se-Kabupaten Bandung, serta langsung kepada masyarakat untuk menjadi dasar dalam melakukan antisipasi dini.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada mengingat cuaca ekstrem yang terjadi akhir bulan Januari ini,” ujar Bupati Bandung dalam keterangan resmi yang disampaikan Kamis (29/1/2025).

Menurut informasi yang diterima dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, lanjut Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna, wilayah Kabupaten Bandung diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dalam intensitas curah hujan, mulai dari sedang hingga sangat lebat.

Periode cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung mulai tanggal 23 Januari hingga awal Februari mendatang. Bahkan, menurut BMKG, curah hujan tinggi tersebut dapat disertai dengan petir/kilat dan angin kencang.

Bupati Bedas juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dipicu oleh kombinasi fenomena La Nina lemah, aktivitas gelombang atmosfer yang meningkat, serta suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah sekitar Jawa Barat.

Semua faktor ini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang akhirnya menyebabkan potensi curah hujan tinggi di Kabupaten Bandung.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem ini.

“Kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi terutama banjir, longsor dan angin kencang,” tutur Kang DS.

“Masyarakat diminta tetap tenang dan silakan beraktivitas seperti biasa. Namun tetap waspada serta senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG,” tambahnya.

Selain itu, melalui surat edaran yang telah dikeluarkan, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan juga diminta untuk melakukan pemantauan secara berkala di wilayah masing-masing, dan segera berkoordinasi jika terjadi kejadian darurat akibat cuaca ekstrem.




Peringatan Hardesnas, Bupati Dadang Supriatna Sampaikan Bedas Membangun Desa, Menjaga Alam, Melayani Rakyat

Peringatan Hardesnas, Bupati Dadang Supriatna Sampaikan Bedas Membangun Desa, Menjaga Alam, Melayani Rakyat (dok).

Peringatan Hardesnas, Bupati Dadang Supriatna Sampaikan Bedas Membangun Desa, Menjaga Alam, Melayani Rakyat

KAB. BANDUNG, Prolite – Pada peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Bupati Dadang Supriatna mengatakan Hari Desa Nasional merupakan momentum mengingatkan kembali bawah desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan, pusat pemberdayaan masyarakat, sekaligus benteng pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Dan ia, sepakat desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek dan aktor utama pembangunan.

“Hardesnas diperingati setiap tanggal 15 Januari, sebagai penanda lahirnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026 pertama kali dilakukan di Lapangan Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan,” jelasnya, Jumat (23/1/2026).

Pada hardesnas Kabupaten Bandung kali ini juga dirangkaikan dengan program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa).

“Dari desa lahir ketahanan pangan, ketahanan sosial, ketahanan budaya, dan kekuatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya

Oleh karena itu, ia mengungkapkan Hardesnas bukan sekadar seremonial, melainkan ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus memajukan Kabupaten Bandung mulai dari desa.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengatakan peringatan Hardesnas dan Bunga Desa tahun 2026 ini mengusung tema, “Bedas Membangun Desa, Menjaga Alam, Melayani Rakyat'”.

“Tema ini menegaskan bahwa desa yang maju dan mandiri merupakan kunci utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Lanjutnya, program bunga desa ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian program kerja Bandung lebih BEDAS tahun 2026.

“Tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, sekaligus media menyerap aspirasi, masukan, dan keluhan masyarakat, khususnya terkait dengan pelayanan pemerintah desa, kecamatan, hingga pelayanan publik pemerintah daerah,” tuturnya.

Selain acara Hardesnas dan Bunga Desa turut dilaksanakan penanaman pohon sebagai komitmen menjaga kelestarian alam dan lingkungan, gelar UMKM sebagai penguatan ekonomi desa, gembrong liwet sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong serta pagelaran seni dan budaya, termasuk wayang golek, sebagai upaya merawat identitas dan warisan budaya Sunda serta bantuan perbaikan rutilahu bagi masyarakat.

“Melalui momentum ini juga saya luncurkan program “Sapoci Kades” atau Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa sebagai gerakan penghijauan yang dimotori oleh para kepala desa bersama istri dengan menanam sepasang pohon baik di lingkungan kantor maupun rumah masing-masing secara serempak,” ujarnya.

Kang DS mengatakan program Sapoci Kades ini untuk menjaga dan merawat hingga bertumbuh dengan baik sebagai bentuk keteladan pemimpin, tanggung jawab dan kesetiaan.

“Sapoci kades hendaknya diteruskan ke seluruh perangkat desa juga diikuti dengan Sapoci Camat dan perangkat daerah,” harapnya.

Melalui momentum Hardesnas, kata bupati, Sapoci Kades diharapkan menjadi gerakan inspiratif yang menegaskan bahwa mencintai desa berarti menjaga alamnya, hari ini dan untuk masa depan.

Menurutnya, sepasang pohon yang tumbuh akan menjadi saksi waktu, mengingatkan bahwa kepemimpinan yang baik meninggalkan jejak bukan dalam bentuk bangunan semata.

“Tetapi dalam kehidupan yang terus tumbuh, lestari, dan memberi harapan,” katanya.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri. Melainkan harus tumbuh seiring dengan pelestarian alam, pemajuan kebudayaan, serta pelayanan publik yang humanis dan berkeadilan.

“Inilah pondasi desa yang kuat, berdaya saing dan berkelanjutan, desa yang maju tanpa kehilangan jatidiri, dan sejahtera tanpa mengorbankan masa depan,” katanya.

Lebih lanjut Kang DS menyampaikan kabar yang membanggakan bahwa berdasarkan indeks desa, desa-desa di Kabupaten Bandung terus menunjukkan kemajuan yang sangat positif.

“Saat ini, terdapat 199 desa berstatus desa mandiri, 69 desa berstatus desa maju, dan hanya 2 desa yang masih berstatus desa berkembang. Capaian ini menegaskan bahwa di Kabupaten Bandung sudah tidak terdapat lagi desa berstatus tertinggal. Ini sebuah prestasi hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa,” tuturnya.

Dikatakannya, “Capaian itu patut kita syukuri bersama. Namun demikian ini bukan akhir, melainkan tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa secara merata dan berkelanjutan”.




Dadang Supriatna Sapa Warga di Pelosok Kabupaten Bandung dalam Program Bunga Desa

Dadang Supriatna Sapa Warga di Pelosok Kabupaten Bandung dalam Program Bunga Desa (dok).

Dadang Supriatna Sapa Warga di Pelosok Kabupaten Bandung dalam Program Bunga Desa

KABUPATEN BANDUNG, Prolite – Masyarakat Kabupaten Bandung kembali akan disapa langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna melalui Program Bunga Desa. Program ini menjadi wadah bagi Bupati untuk menyapa warga di pelosok Kabupaten Bandung secara bergilir.

Melalui kegiatan Bunga Desa, bupati yang akrab disapa Kang DS ini tidak hanya menyampaikan program kerja Bedas Lanjutkan tahun 2026, tetapi juga menyerap aspirasi serta keluhan masyarakat, khususnya terkait pelayanan yang diberikan oleh pemerintah desa, kecamatan, hingga pelayanan publik Pemerintah Daerah.

“Bunga Desa merupakan salah satu cara saya untuk bisa bertemu langsung dengan masyarakat. Tidak mungkin saya mengundang seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat dari setiap RW dan desa dalam satu waktu. Karena itu, melalui Bunga Desa, saya bersama OPD turun langsung menemui masyarakat, sesuai dengan janji saya saat kampanye dulu,” ujar Kang DS, Kamis (22/01/2026).

Mengawali pelaksanaan Bunga Desa tahun 2026, Kang DS menggelar kegiatan tersebut di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, pada Jumat (23/01/2026). Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan pentas seni Wayang Golek yang dibawakan oleh Ki Dalang Dadang Sunandar Sunarya.

“Bunga Desa ini juga menjadi salah satu upaya saya untuk ngamumule (merawat) desa. Desa harus terus kita rawat dan perhatikan karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Bandung tinggal di wilayah pedesaan,” tambahnya.




Rakernas APKASI, DS: Penguatan Sinergi Untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan

APKASI

Rakernas APKASI, DS: Penguatan Sinergi Untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan

BATAM, Prolite – Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan.

Hal ini demi mendorong pembangunan daerah yang mandiri, berdaya saing, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Kang Dadang sapaan akrabnya menyampaikan bahwa rakernas ini forum strategis penguatan sinergi pemerintah pusat dan kabupaten dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.

“Forum ini mengangkat tema “Penguatan Infrastruktur Dasar Kabupaten untuk Mendukung Konektivitas Layanan Publik, dan Hilirisasi Ekonomi Daerah dalam Kerangka Asta Cita, karenanya kolaborasi sangat dibutuhkan,”, ujar Kang DS usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII APKASI Tahun 2026 yang digelar di Grand Lotus Ballroom, Hotel Aston Batam, Senin (19/1/2026).

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan sebagai program prioritas nasional.

Percepatan target swasembada pangan didukung deregulasi pupuk bersubsidi yang berhasil menurunkan harga hingga 20 persen, meningkatkan ketersediaan sarana produksi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Capaian produksi beras nasional 2025 mencapai 34,71 juta ton dan stok tertinggi sepanjang sejarah menegaskan keberhasilan kebijakan ini.

Rakernas juga menyoroti peluang pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi wilayah melalui pemaparan solusi teknologi energi dari AMPACE, yang menghadirkan sistem Solar BESS Diesel untuk mendukung pasokan listrik andal dan berkelanjutan, khususnya di wilayah terpencil.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dasar kabupaten dalam mendukung konektivitas, layanan publik, dan hilirisasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Pembangunan infrastruktur diarahkan pada ketahanan air, jalan dan jembatan, kawasan permukiman, serta wilayah swasembada pangan dan energi, dengan pendekatan kolaborasi pentahelix.




Wonderful Angklung in Harmony Peringatan 15 Tahun Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Wonderful Angklung in Harmony Peringatan 15 Tahun Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO (Rizki Oktaviani/Prolitenews).

Wonderful Angklung in Harmony Peringatan 15 Tahun Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Prolite – Acara yang di selenggarakan oleh Saung Angklung Udjo dengan tema Wonderful Angklung in Harmony berlangsung dengan meriah di Udjo Ecoland, Kabupaten Bandung.

Perayaan meriah ini sebagai pengingat kita bahwa sudah 15 tahun sejak Angklung ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Dengan sudah di tetapkannya sebagai warisan budaya maka dari itu sangat penting untuk memberikan edukasi kepada para masyarakat tentang pentingnya perjalanan angklung hingga di akui oleh UNESCO.

Peran kita sebagai generasi muda untuk terus melestarikan dan terus mengenalkan kepada generasi selanjutnya tentang apa itu angklung.

Penampilan Arumba Cicit (Rizki Oktaviani Prolitenews).
Penampilan Arumba Cicit (Rizki Oktaviani Prolitenews).

Tahun ini, momentum tersebut akan dipresentasikan di Udjo Ecoland, ruang baru kami yang menghadirkan pengalaman budaya di tengah alam. Melalui rangkaian pertunjukan, helaran, hingga peresmian Living Museum Angklung, Wonderful Angklung in Harmony menjadi wadah untuk melihat kembali evolusi angklung sekaligus menyimak arah pelestariannya ke depan.

Dalam acara Wanderful Angklung in Harmony ini bukan hanya memperkenalkan musik bambu saja namun Saung Angklung Udjo yang didirikan oleh Udjo Ngalagena (alm) dan Uum Sumiati (Almh) juga mengenalkan budaya Sunda.

Pengenalan beragam budaya Sunda juga terlihat pada acara ini seperti tarian tradisional, permainan tradisional, hingga kreasi yang terbuat dari janur.

Rizki Oktaviani/Prolitenews
Rizki Oktaviani/Prolitenews

Pembuka acara Wonderful Angklung in Harmony ada penampilan tari Topeng Rehe dilanjutkan dengan penampilan dari Arumba Cicit yang merupakan cicit generasi ke empat dari Udjo.

Bukan hanya itu kemeriahan terus berlangsung dengan menampilkan ibu-ibu yang tergabung dalam Layung Wanoja Udjo.

Tidak berhenti sampai disitu para penonton diajak keliling Indonesia dengan penampilan lagu-lagu daerah hingga tarian daerah dari penjuru Nusantara oleh anak-anak didik dari Saung Angklung Udjo.

Penutup acara ini tidak kalah menarik dari penampilan-penampilan sebelumnya pasalnya di pengujung acara penonton kembali di bikin terkesima oleh penampilan dari Babendjo.

Kalau kamu datang, kamu bukan cuma nonton acara. Kamu ikut ngagungkeun angklung, ngahudangkeun jagat.




Job Fair Spirit Bedas 2025 Sediakan 300 Loker di Rancaekek

Job Fair Spirit Bedas

Job Fair Spirit Bedas 2025 Sediakan 300 Loker di Rancaekek

KAB. BANDUNG, Prolite – 10 perusahan di Kabupaten Bandung turut serta menjadi peserta “Job Fair Spirit Bedas 2025” yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung di Dome Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (24/6/2025).

Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad melalui Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Informasi Pasar Kerja Disnaker Kabupaten Bandung, Moh. Zumhan mengatakan pelaksanaan Job Fair Spirit Bedas 2025 ini untuk memberikan kesempatan kepada para pencari kerja di 300 lowongan kerja di 9 perusahaan terbaik dan 2 lembaga pelatihan kerja di Kabupaten Bandung.

“Mereka cukup menyiapkan berkas lamaran kerja softcopy pdf/jpg untuk formasi staff, marketing, admin, operator, packing, store crew, mekanik, maintenance dan lain-lain,” kata Zumhan kepada wartawan di sela-sela Job Fair.

Zumhan mengatakan peluang kerja itu untuk para pencari kerja dengan disiplin ilmu pendidikan SMP, SMA/SMK diploma dan sarjana.

“Job Fair Spirit Bedas di Rancaekek adalah job fair kelima tahun, sebelumnya kita melaksanakan di Kecamatan Pangalengan,” ujar Zumhan.

Menurutnya, melaksanakan Job Fair dengan cara turun langsung ke lapangan untuk menyasar para pencari kerja, supaya mereka tidak datang ke Soreang yang jaraknya lebih jauh.

“Mengingat Kabupaten Bandung ada 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan. Mudah-mudahan dengan adanya Job Fair ke daerah ini, kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah untuk mensukseskan program Pak Bupati Bandung,” ujarnya.

Job Fair Spirit Bedas

Zumhan berharap kegiatan Job Fair Spirit Bedas dengan cara jemput bola ke lapangan ini bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja yang merupakan warga masyarakat Kecamatan Rancaekek.

Zumhan berharap dengan adanya pelaksanaan Job Fair Spirit Bedas ini bisa memfasilitasi para pencari kerja dan mereka bisa bertemu langsung dengan perusahaan yang menyediakan lowongan kerja.

“Nanti soal penerimaan akan kita monitoring setelah pelaksanaan Job Fair ini. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh warga usia produktif di Kecamatan Rancaekek,” harapnya.

Lanjutnya, Job Fair kali ini ada bagi pemula, selain yang sudah memiliki skill untuk siap kerja.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Bandung mengalami penurunan, yang saat ini mencapai 6,36 persen pada tahun 2024 dan sebelumnya berada di angka 6,58 persen pada tahun 2023. Bahkan sebelumnya diangka 8 persen pada awal Bupati Bandung Dadang Supriatna menjabat pada tahun 2021.

“Mudah-mudahan tahun 2025 terus menurun angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Target minimal di 6,26 persen, dan mudah-mudahan bisa tercapai di angka 6 persen. Untuk itu, Disnaker akan terus melaksanakan Job Fair, dan bagi masyarakat pencari kerja bisa memantau melalui Instagram Disnaker Kabupaten Bandung untuk mendapatkan informasi Job Fair,” katanya.

Sementara itu Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung yang melaksanakan Job Fair tersebut.

“Ini adalah momen yang sangat ditunggu oleh khususnya warga Kecamatan Rancaekek. Kenapa? Karena warga kami di Kecamatan Rancaekek adalah kedua terbanyak setelah Kecamatan Baleendah,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Diar, para pencari kerja di Kecamatan Rancaekek yang baru lulus di SMA/SMK atau kuliah, perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk bisa masuk ke akses pengguna jasa kerja atau perusahaan-perusahaan.

“Alhamdulilah sekarang bisa dipertemukan dengan 10 perusahaan di Kecamatan Rancaekek. Mudah-mudahan kedepan bisa lebih banyak lagi dari perusahaan lain yang bisa ikut serta dalam memberikan kesempatan bagi para pencari kerja,” katanya.

Camat Diar mengatakan bahwa setelah konsultasi dengan pihak perusahaan, mereka para pencari kerja apabila sudah memenuhi administratifnya dan yang diterima akan diberikan pelatihan lagi nantinya.

“Jadi tentunya mereka akan lebih siap lagi untuk bekerja. Bagi mereka yang sudah memiliki ilmu kejuruan akan lebih mudah lagi bisa bekerja ke perusahaan tersebut. Tetapi yang lebih penting tidak hanya memiliki skill dan ilmu pengetahuan, tetapi memiliki akhlak yang baik supaya mereka bisa mengikuti budaya dan kehidupan di perusahaan tersebut,” ujarnya.




BUMDes Niagara Jadi Salah Satu yang Berhasil, Desa Wangisagara Dikunjungi Menko Pemberdayaan Masyarakat

Dadang Supriatna - BUMDes Niagara

BUMDes Niagara Jadi Salah Satu yang Berhasil, Desa Wangisagara Dikunjungi Menko Pemberdayaan Masyarakat

KAB. BANDUNG, Prolite – BUMDes Niagara Desa Wangisagara dinilai berhasil dalam pengelolaan, Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan monitoring dan cek lokasi kesiapan acara Rembuk Desa Bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar di Lapangan Mini Soccer Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat (20/6/2025).

Kunjungan kerja Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI diagendakan hadir di Kabupaten Bandung pada Sabtu (21/6/2025).

Pengecekan lokasi itu turut didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Hilman Kadar, Kepala Satpol PP M. Usman, Kepala DPMD Tata Irawan Subandi, Kepala Diskop UMKM Dindin Syahidin, Camat Majalaya Gugum Gumilar dan para pihak lainnya. Hadir pula jajaran Forkopimcam Majalaya, kepala desa dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Desa Wangisagara sebagai tuan rumah dalam kunjungan kerja Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI itu adalah sebagai salah satu desa dengan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berhasil. Pemerintah Desa Wangisagara ini dinilai berhasil dan maju dalam mengelola BUMDes Niagara dengan omset laba kotor capai miliaran rupiah.

Pada kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna sangat mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Desa Wangisagara dalam mengelola BUMDes Niagara. Bupati Bandung pun melihat langsung lapangan mini soccer yang akan digunakan rembuk desa tersebut, selain meninjau lapangan sepakbola yang akan dijadikan tempat parkir untuk kelangsungan kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna meninjau dapur yang akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak jauh dari lokasi lapangan mini soccer yang dikelola BUMDes Niagara Pemerintah Desa Wangisagara.

Di sela-sela monitoring dan cek lokasi kesiapan acara rembuk desa, Kang DS mengungkapkan bahwa ia sangat bahagia dan memang sangat menunggu kehadiran Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar ke Kabupaten Bandung.

“Kehadiran Pak Menko itu nantinya untuk lebih berdiskusi, terutama nanti akan dihadiri oleh para kepala desa. Para kepala desa bisa menyampaikan langsung kepada Pak Menko kira-kira kebijakan apa yang akan diturunkan di Kabupaten Bandung melalui kebijakan Pak Menko itu sebagai implementasi dari perintah Pak Presiden,” tuturnya.

Lebih lanjut Kang DS mengungkapkan bahwa BUMDes Niagara yang dikelola Pemerintah Desa Wangisagara ini adalah ternyata BUMDes yang berhasil.

“Karena omset laba kotornya di angka Rp 4 miliar. Bisa memberikan deviden ke desa Rp 1,2 miliar. Yang saya harapkan, sebenarnya BUMDes seperti ini,” kata Kang DS.

Nantinya, lanjut orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini, jika ada kebijakan yang sifatnya khusus, pihaknya bisa menambah program-program yang kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi terutama.

“Kalau BUMDes-nya seperti di Desa Wangisagara, ya saya sangat berbahagia,” tuturnya.

Bupati Bedas ini menyebutkan ada hal yang menarik menurut data SEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, bahwa desanya sudah desa mandiri dan BUMDes-nya berhasil. Tetapi data desil satu sampai limanya hampir 53 persen.

“Ini persoalan yang harus kita selesaikan. Apakah ini data yang eror atau seperti apa, sehingga nanti kita di kroscek. Kalau ternyata benar, maka ini harus selesai dalam waktu yang relatif singkat antara satu atau dua tahun kedepan ini harus selesai desil satu sampai lima ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menggunakan program-program baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten Bandung, sehingga nantinya kroyokan saja.

“Supaya desil satu sampai lima ini bisa berkurang. Dan bahkan bisa naik status untuk menjadi masyarakat yang mapan,” katanya.

Ia juga mengajak dan mengingatkan kepada para pengelola BUMDes lainnya di Kabupaten Bandung jangan berkunjung ke wilayah lain.

Ternyata di Kabupaten Bandung ada lima BUMDes yang berhasil dan bahkan dari luar pun datang ke sini (BUMDes Niagara Desa Wangisagara),” ucapnya.

“Tentunya di Kabupaten Bandung, saya berharap kepada para kepala desa untuk studi banding. Coba kira-kira seperti apa BUMDes Niagara di Desa Wangisagara ini bisa berhasil. Nah ini menjadikan contoh untuk bisa lebih baik lagi BUMDes-BUMDes yang ada di desa yang lain,” pungkasnya.