Jeje Ritchie Ismail Pastikan Rotmut JPTP Bandung Barat Normatif

Jeje Ritchie Ismail Pastikan Rotmut JPTP Bandung Barat Normatif (dok).

Jeje Ritchie Ismail Pastikan Rotmut JPTP Bandung Barat Normatif

Prolite – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan proses rotasi mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) beberapa waktu lalu telah menempuh mekanisme sesuai aturan.

“Saya meluruskan beberapa poin rotmut yang saya lakukan bulan lalu ini murni dari keputusan saya sendiri tidak ada intervensi politik ataupun lainnya,” katanya, Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, dalam proses rotasi mutasi bdo lingkungan Pemkab Bandung Barat dipastikan tidak ada transaksional jabatan dan juga tidak ada peran Sekretaris Daerah (Sekda).

“Ini sama sekali tidak ada intervensi dari pihak manapun dan ini juga kami lakukan tidak secara pribadi dan ini sesuai prosedur dan ketentuan tidak ada yang dilanggar sama sekali. Saya punya dasar melakukan rotmut ini,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum dilantik pihaknya pun menanyakan kesiapan para pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat dalam menjalankan tugas di posisi yang baru.

“Saya juga sudah menanyakan kepada pejabat yang dilantik, bersedia memegang amanah yang diberikan dan mereka sudah mengisi secara lisan dan tertulis dan mereka siap menjalankan amanah ini,” katanya.

“Jadi jika ada yang tidak puas dengan penugasan yang saya berikan saya persilahkan para pejabat ini untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Saya sudah tegaskan kalau tidak puas silahkan mengundurkan diri,” imbuhnya.

Masih kata dia, pihaknya pastikan tidak ada transaksional jual beli jabatan dalam rotasi mutasi yang dilaksanakan di bawah kepemimpinannya.

“Tapi saya pastikan tidak akan ada. Saya pertegas kalau ada oknum yang melakukan jual beli jabatan saya akan usut sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Ia menyebut, bidang teknis sumber daya manusia, memastikan bahwasannya pelaksanaan rotmut yang dilakukan itu sudah sesuai dengan aturan.

“Pada prinsipnya sebagaimana undang undang 20 dan 23 tentang ASN dan selanjutnya PP 11 PP 17,” katanya.

“Tujuan rotmut ini guna merit sistem dalam rangka mendukung manajemen kepegawaian daerah,” tandasnya.

 




APDESI Bandung Barat Dorong Pemerintah Daerah Realisasikan Program Hasil Musrenbang

APDESI Bandung Barat Dorong Pemerintah Daerah Realisasikan Program Hasil Musrenbang (dok).

APDESI Bandung Barat Dorong Pemerintah Daerah Realisasikan Program Hasil Musrenbang

Prolite – Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) mendorong pemerintah untuk merealisasikan program hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Wakil Ketua APDESI KBB, Farhan Fauzi mengatakan, Musrenbang merupakan musyawarah yang diamanatkan undang-undang.

“Kegiatan yang sangat aspiratif, karena yang diusulkan merupakan usulan berjenjang dan hasil musyawarah yang dilakukan bersama masyarakat,” katanya, Senin (13/10/2025).

Ia menambahkan, kendati Musrenbang rutin dilaksanakan setiap tahun namun hingga saat ini realisanya tidak maksimal.

“Tetapi kondisi Musrenbang hari ini dari tahun ke tahun, sifatnya hanya seremonial saja, usulan hanya usulan, yang tidak ada pelaksanaannya,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, seharusnya Musrenbang bisa kembali sesuai tujuan awal dan Musrenbang bisa menjadi salah satu pintu dalam pemerintah daerah merumuskan program.

“Harus ada regulasi yang mendasari pemerintah daerah dalam mengolah usulan-usulan di Musrenbang,” katanya.

Ia menyebut, jika contoh usulan 10  bisa terakomodir 5, dengan adanya regulasi tersebut bisa jadi 5 usulan yang tidak terakomodir dan bisa kembali dinaikan di tahun sebelumnya.

“Dengan begitu setidaknya Musrenbang tersebut bisa mengakomodir program yang telah diusulkan oleh pemerintah desa,” katanya.

Ia berharap, Pemkab Bandung Barat bisa merealisasikan dan mengakomodir aspirasi yang disampaikan oleh APDESI Kabupaten Bandung Barat.

“Jangan sampai kegiatan yang aspiratif ini, usulan-usulannya hilang begitu saja,” tandasnya.




Jeje Ritchie Tegaskan Tak Ada Ruang bagi ASN ‘NAKAL’ di Bandung Barat

Jeje Ritchie Tegaskan Tak Ada Ruang bagi ASN (dok).

Jeje Ritchie Tegaskan Tak Ada Ruang bagi ASN ‘NAKAL’ di Bandung Barat

Prolite – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan komitmennya menerapkan aturan yang jelas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ia mengatakan, dirinya tidak menutup diri dan membuka ruang bagi semua pihak demi Kabupaten Bandung Barat lebih baik di kemudian hari.

“Tentunya, saya mendukung elemen masyarakat apabila menemukan hal janggal di Bandung Barat akan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait untuk memastikan perjalanan roda pemerintahan di Bandung Barat sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dan saya akan berkordinasi dengan Polres dan Kejaksaan untuk mengusut semua ini,” katanya.

Masih kata dia, pihaknya tidak mentolerir seluruh tindakan melawan hukum di wilayah pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan yang diterima.

“Bila ada laporan dugaan penyalahgunaan wewenang administrasi maupun korupsi, saya akan segera perintahkan Inspektorat dan meminta APH melakukan pemeriksaan detail,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas bagi para ASN di Bandung Barat yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin rasa adil kepada semua pihak.

“Jika mereka terbukti, tentunya akan segera melakukan evaluasi ataupun menggantinya, baik itu level kasi, kabid, sekdis, kabag, kepala dinas, kepala badan, para asisten, dan staf ahli, termasuk sekda,” tandasnya.




310 Siswa Keracunan MBG, Polda Jawa Barat Terus Kawal Insiden Hingga Tuntas

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H, kawal peristiwa keracunan massal yang diduga dari menu MBG (Tribatanews).

310 Siswa Keracunan MBG, Polda Jawa Barat Terus Kawal Insiden Hingga Tuntas

Prolite – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagiakan pemerintah untuk seluruh siswa di Indonesia kembali terjadi.

Kali ini keracunan menimpa ratusan siswa dari berbagai jenjang Pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seluruh siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG yang di bagi.

Hingga Senin (22/9), pukul WIB, jumlah korban sementara tercatat sebanyak 301 orang. Para korban merupakan siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Kami sangat khawatir dengan kondisi anak-anak kami. Semoga mereka segera pulih,” ujar salah seorang orang tua siswa yang anaknya menjadi korban keracunan.

Sekitar Bandung
Sekitar Bandung

Penanganan darurat dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kecamatan Cipongkor dan sekitarnya. Sebanyak 116 orang dirawat di Puskesmas Cipongkor, 13 orang mendapatkan penanganan medis di Bidan Desa Sirnagalih, 27 orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, 127 orang mendapatkan pertolongan pertama di Posko Kecamatan Cipongkor, dan 18 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Anugrah.

Hingga saat ini, korban masih terus berdatangan ke Posko Kecamatan Cipongkor, sehingga jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, ., M.H, membenarkan adanya peristiwa keracunan massal yang diduga dari menu MBG yang di konsumsinya tersebut.

“Benar, hingga malam ini jumlah korban sementara sudah mencapai 301 orang. Kami masih terus melakukan pendataan karena korban terus berdatangan. Penanganan medis sudah disiapkan di beberapa titik, termasuk di puskesmas, rumah sakit, dan posko darurat. Polda Jabar bersama instansi terkait akan terus memantau dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang optimal,” ujarnya pada Selasa (23/9).

Kombes Pol Hendra menambahkan, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini. Penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti keracunan apakah dari menu MBG yang disantap atau dari makanan yang lain.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat Kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini berjalan lancar dan transparan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring dengan adanya laporan terbaru dari lapangan. Pihak kepolisian dan instansi terkait terus berupaya untuk memberikan penanganan terbaik kepada para korban dan mengungkap penyebab pasti dari keracunan massal ini.




Aksi Bullying Selama 3 Tahun Hingga Meninggal , Pihak Sekolah Berupaya Jalur Damai

Aksi bullying di SMK Kesehatan Rajawali di KBB hingga meninggal (dok Keluarga).

Aksi Bullying Selama 3 Tahun Hingga Meninggal , Pihak Sekolah Berupaya Jalur Damai

Prolite – Aksi bullying atau tindak perundungan kembali terjadi di lingkungan sekolah, kali ini Dunganungan terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Salah seorang siswa SMK Kesehatan Rajawali yang berada di Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat bernama Nabila Fitri Nuraini.

Bullying yang di terima oleh korban Nabila Fitri Nuraini dari mulai korban duduk di kelas 1 hingga kelas 3 atau selama 3 tahun.

Diketahui, berdasarkan penuturan orang tua korban, kasus bullying yang dialami Nabila dilakukan oleh salah seorang teman kelasnya berinisial A.

Aksi bullying yang di terima korban ini berbentuk hinaan, cacian, paksaan untuk mengerjakan tugas sekolah, hingga diminta menggendong dari toilet ke ruang kelas.

dok Jabar Ekspres
dok Jabar Ekspres

Dalam kasus ini pihak sekolah mernah mempertemukan kedua belah pihak untuk melaksanakan proses mediasi agar kasus ini diselesaikan secara damai.

Upaya mediasi ini tercatat telah dilakukan sejak tanggal 15 Mei 2024 bertempat di ruang rapat sekolah, tanggal 27 Mei 2024 di rumah orang tua siswa Nabila, dan terakhir tanggal 10 Juni 2024 di ruang rapat sekolah.

“Kita sudah konsultasi juga dengan pihak kepolisian dan menyarankan agar kasus ini diambil jalur damai mediasi secara kekeluargaan. Kemarin sudah dilakukan tanggal 10 Mei 2024, tapi belum diambil kesepakatan penuh. Jadi baru secara lisan dan belum tertulis, kami mohon doanya agar tercapai perdamaian,” papar Kepala SMK Kesehatan Rajawali, Rizki Zaskia Hilmi, Selasa 11 Mei 2024.

Sebelumnya, Rizki mengklaim pihak sekolah tak pernah mendapat laporan kasus bullying dari siswa maupun orang tua selama 3 tahun Nabila mengenyam pendidikan.

“Selama kurang dari tiga tahun masa belajar kami sekolah tidak menerima laporan dari siswa A dan N, kedua orang tua siswa, juga teman-teman siswa terkait bullying,” kata Rizki saat ditemui, Selasa 11 Juni 2024.

Rizki mengatakan siswa dan orang tua bahkan pernah dikumpulkan pada bulan Desember 2023 bertepatan dengan kegiatan pembagian raport hasil belajar semester 1. Dalam kegiatan itu, pihak sekolah membuka sesi konsultasi terkait masalah atau kendala dialami siswa ataupun orang tua dalam menjalankan pembelajaran. Hasilnya mereka mengungkap tak ada hambatan apapun.

“Pada agenda pembagian raport di semester 1 bulan Desember tahun 2023, masing-masing orang tua dipanggil untuk pembagian raport hasil akademik sekaligus sesi konsultasi. Hasil penuturan kedua orang tua masing-masing anak baik-baik saja. Kedua orang tua N dan A juga berteman baik karena mereka tinggal di lingkungan desa yang sama,” papar Rizki.

Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui kasus bullying tatkala Nabila mengalami sakit usai menghadiri acara pagelaran seni tanggal 8 Mei 2024. Kemudian pada tanggal 12 Mei 2024, orang tua Nabila lapor ke wali kelas bahwa anaknya sakit usai dibully oleh temannya A.

Usai menerima laporan itu, pihak sekolah mencoba menggali dan menelusuri laporan tersebut dengan cara meminta keterangan terhadap guru seni, wali kelas dan para temannya. Hasilnya, sekolah menyimpulkan bahwa Nabila tak pernah berinteraksi dengan A baik secara fisik maupun verbal.

Tak sampai di situ, pihak sekolah kembali melakukan upaya mediasi antara siswa dan orang tua tanggal 27 Mei 2024. Saat itu siswa Nabila dalam posisi sakit, namun kedua pihak sepakat untuk damai secara lisan. Setelah itu, pada tanggal 30 Mei Nabila dilaporkan meninggal dunia dan kasusnya viral di media sosial tanggal 7 Juni 2024.

Kesimpulannya, lanjut dia, pihak sekolah hingga saat ini belum menemukan adanya bullying berupa fisik. Adapun kasus menggendong ketika terjadi di kelas 10 menurutnya itu dilakukan secara bergantian.

“Hasil telusur kami tidak ada yang mengarah ke bullying fisik. Untuk yang menggendong terjadi di kelas 10, setelah kami gali info dari teman-temannya itu dilaksanakan bergantian antara siswa A dan N. Dari sisi verbal kami masih verifikasi apakah candaan yang dulu oleh siswa A apakah menjurus ke bully, kami masih komunikasi dengan Dinas Perlindungan Anak,” tandasnya.




Motif Pembunuhan Mayat Dicor di Dalam Rumah Terungkap , Pelaku Sakit Hati

Ilustrasi penemuan mayat pria dicor di dalam rumah (net).

Motif Pembunuhan Mayat Dicor di Dalam Rumah Terungkap , Pelaku Sakit Hati

KABUPATEN BANDUNG BARAT, Prolite – Fakta baru mengenai penemuan mayat pria yang dicor di dalam rumah mulai terkuak.

Sebelumnya Bumi Citra Indah, Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat di gegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang ditemukan dicor di dalam rumah milik korban sendiri.

Korban dilaporkan hilang oleh keluarga pada 30 Maret 2024 lalu, hingga akhirnya korban di temukan pada hari Senin malam tanggal 14 April 2024.

Usai korban di temukan pada Senin kemarin pihak kepolisian tidak perlu menunggu lama pelaku pembunuhan sudah berhasil di amankan pihak kepolisian.

Ijal yang merupakan tukang kebun sekaligus pelaku dari pembunuhan mayat pria yang dicor di bawah lantai (Kompas).
Ijal yang merupakan tukang kebun sekaligus pelaku dari pembunuhan mayat pria yang dicor di bawah lantai (Kompas).

Ijal diamankan pihak kepolisian atas tudingan pembunuhan pria bernama Didi Hartanto (42).

Diketahui pelaku I merupakan tukang kebun yang bekerja di rumah korban, menurut penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian motif utama pembunuhan karena sakit hati.

Keluarga sebelumnya menyimpan rasa curiga saat mencari korban di rumahnya namun tidak menemukan.

Pihak keluarga yang membuka paksa rumah korban dengan kunci duplikat tidak menemukan kejanggalan karena posisi rumah korban yang rapih.

Namun pihak keluarga merasa ada yang aneh ketika mendapati posisi ranjang yang berubah dan kendaraan milik korban yang tidak ada di rumah.

Dari situlah keluarga melaporkan kecurigaan kepada pihak kepolisian, hingga akhirnya pihak kepolisian menemukan korban yang berada terkubur di bawah lantai rumah.

Pelaku Ditangkap Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono menuturkan, setelah proses panjang penyelidikan, ternyata korban terakhir kali berkontak dengan Ijal, seorang tukang kebun.

“Kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial I yang diduga sebagai pelaku (pembunuhan terhadap Didi),” ungkap dia.

Menurut Aldi, Ijal mengakui perbuatannya. Pelaku membunuh korban pada 24 Maret 2024 karena urusan upah yang tidak dibayar. Ijal mengaku sempat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia.




Pelaku Pengecoran Mayat di KBB Diringkus Polisi

Tim Inafis mengevakuasi korban pembunuhan yang mayatnya dikubur di rumah di Kompleks Bumi Citra Indah 2 Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (Tribunjabar).

Pelaku Pengecoran Mayat di KBB Diringkus Polisi

Prolite – Kasus penemuan mayat pria warga kompleks Bumi Citra Indah 2 RT 06 RW 13 Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat sudah mendapatkan titik terang.

Mayat pria yang bernama Didi Hartanto (45) diduga dibunuh oleh pria berinisial I di rumah korban.

Korban dilaporkan hilang oleh keluarga pada 30 Maret 2024 lalu hingga akhirnya ditemukan pada 15 April 2024 malam.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan usai melakukan serangkaian penyelidikan, pihaknya langsung mengetahui terduga pelaku pembunuhan dan berhasil menagkap pelaku.

Tribun Jabar
Tribun Jabar

“Kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial I yang diduga sebagai pelaku (pembunuhan terhadap Didi),” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan pelaku korban dianiaya hingga meninggal dunia, usai korban dipastikan meninggal dunia tersangka mengubur jasad korban.

Alasan pelaku mengubur korban dengan cara dicor di dalam rumah itu tujuannya untuk menghilangkan jejak karena kondisi kuburannya terlihat sangat rapih.

“Kemudian korban dikubur di rumahnya di belakang dan ditutup keramik (dicor),” kata Aldi saat ditemui di lokasi kejadian” jelasnya.

“Kuburannya sangat rapi sekali. Jadi setelah korban ini meninggal dunia, pelaku langsung menguburnya,” ucapnya.

Karena kerapihak pelaku keluarga yang sempat mencari korban ke rumah tersebut tidak menemukan tanda-tanda sama sekali.

Korban diketahui memang tinggal sendirian di rumah tersebut maka dari itu rumah dalam kondisi rapih dan bersih hingga keluarga tidak menyimpan kecurigaan sedikitpun.

Pelaku I melakukan aksinya dengan sangat rapih hingga susah keluarga menyadari bahwa korban sudah dicor di dalam rumah korban.

Hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengtahui motif utama pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban.




Penemuan Mayat Pria Dicor Dalam Rumah di KBB

Ilustrasi penemuan mayat pria warga Bumi Citra Indah dicor di dalam rumah (Ist).

Penemuan Mayat Pria Dicor Dalam Rumah di KBB

KABUPATEN BANDUNG BARAT, Prolite – Warga Kabupaten Bandung Barat digegerkan dengan penemuan mayat yang dicor di dalam rumah warga Bumi Citra Indah RT 06 RW 13 Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Jawa Barat.

Penemuan mayat yang dicor di dalam rumah tersebut diketahui bernama Didi Hartanto (42) yang merupakan pemilik rumah di mana mayat tersebut ditemukan.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan mayat yang ditemukan terkubur di bawah lapisan keramik yang berada di ruang belakang rumah milik korban itu sendiri.

Awal mula penemuan mayat pria tersebut berawal dari laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya pada 30 Maret 2024 lalu.

Tribun Jabar
Tribun Jabar

“Berangkat dari situ, kami membentuk tim investigasi yang juga di-backup oleh Ditkrimum Polda Jawa Barat untuk mencari tahu apakah hilang karena hal yang wajar atau tidak wajar,” kata Aldi dikutip dari .

Usai mendapatkan laporan, tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga mendapatkan adanya kejanggalan di kediaman korban.

Hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan jasad korban yang terkubur di bawah lantai tersebut pada Senin 15 April 2024 malam kemarin.

Ada beberapa kejanggalan yang berhasil ditemukan pihak kepolisian diantaranya hilangnya beberapa barang berharga milik korban serta kondisi rumah yang dirasa tidak wajar.

Korban atas nama Didi akhirnya ditemukan di bawah lantai yang sudah dicor rapi lengkap dengan dipasang lapisan keramik di ruang bagian belakang rumah.

Usai jasad korban berhasil di evakuasi pihak kepolisian langsung melakukan autopsi untuk mengungkap apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak.




Korban Keracunan Jajanan Daya Terjadi di KBB , 8 Siswa SD jalani Perawatan

Keracunan siswa SD di KBB karena jajanan Daya (istimewa).

Korban Keracunan Jajanan Daya Terjadi di KBB , 8 Siswa SD jalani Perawatan

Prolite – Jajanan anak bawa petaka, keracunan jajanan anak merek Daya kembali terjadi kali ini di Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong.

Sebelumnya kasus serupa telah terjadi di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Anak-anak yang mengalami keracunan memiliki keluhan yang sama yakni muntah, sakit perut , hingga diare terus menerus.

Sebelumnya di Desa Bojong terdapat tujuh orang siswa yang berasal dari SDN 2 Bojong mengalami keluhan pusing, muntah hingga diare pada Selasa 27 Febuari 2024.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan Widjayanto juga menyebutkan terdapat satu orang siswa SD Kartika Desa Karyawangi, Parongpong.

“Betul nggak hanya di Rongga tapi juga terjadi di Parongpong. Ini menimpa seorang siswa usai memakan jajanan merek serupa. Ia ditangani boleh petugas medis di Puskesmas Parongpong,” jelasnya.

Jajanan Daya merupakan makanan berisi aci dengan tambahan bumbu tabor cabe kering dengan dikemas dengan bungkus kecil.

Selain di Kabupaten bandung Barat ada juga kasus yang sama terjadi di SDN Nangewer, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi yang juga mengalami hal yang sama.

Sebanyak 28 siswa harus menjalani perawatan karena keracunan usai mengonsumsi jajanan merek Daya.

Dari 28 siswa yang usai menjalani perawatan sudah di pastikan pulang ke rumah masing-masing.

“Hari itu juga, anak tersebut mengaku merasakan nyeri perut dan muntah-muntah. Besoknya juga dia mengalami diare dengan intensitas sampai enam kali sehari. Akhirnya dia dirujuk ke rumah sakit,” kata Hernawan.

Karena banyaknya korban maka akan dilakukan pengecekan dengan mengambil sempel jajanan merek Daya tersebut.

Orang tua di himbau untuk tetap waspada dengan jajanan yang dikonsumsi oleh anak selama di sekolah maupun di luar sekolah.




ART Lakukan Penculikan Anak Majikan dengan Uang Tebusan 50 Juta

ART Lakukan Penculikan Anak Majikan dengan Uang Tebusan 50 Juta (inisumedang).

ART Lakukan Penculikan Anak Majikan dengan Uang Tebusan 50 Juta

BANDUNG, Prolite – Aksi penculikan yang dilakukan oleh asisten rumah tangga (ART) di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung pada Sabtu (25/11).

Pelaku ART melakukan aksi penculikan ke pada anak majikannya di salah satu rumah yang berada di Kecamatan Cibeunying Kaler tersebut sempat meminta uang tebusan kepada majikannya sebesar Rp 50 juta.

“Jadi modus operandinya tersangka yang asisten rumah tangga atas nama AF ini setelah bekerja 1,5 tahun kemudian menculik anak majikannya,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu (13/12).

Tersangka AF menjalankan aksinya tidak seorang diri masih ada satu tersangka lainnya yakni G yang hingga kini masih dilakukan pengejaran.

Kedua tersangka membawa korban yang masih berusia tiga tahun ke rumah tersangka yang berada di Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan angkutan umum.

“Dengan bekerja sama dengan pacar tersangka yaitu G untuk dibawa pada Sabtu (25/11) dan mereka merencanakan aksi ini berdua,” katanya.

Budi menuturkan pelaku meminta kepada orang tua korban untuk menyiapkan uang sebanyak Rp 50 juta agar korban bisa dikembalikan.

“Tetapi ternyata orang-orang tua korban atau majikannya tidak punya nominal sebanyak itu dan hanya memberikan Rp 3,5 juta yang kemudian ditransfer,” kata Budi.

Setelah orang tua korban mentransfer uang lantas pada 1 Desember 2023 korban yang diculik diturunkan di jalan dekat rumah orang tua korban di kawasan Cibeunying Kaler.

Korban diturunkan pada pukul WIB dan langsung diketahui oleh Linmas yang sedang berpatroli.

“Untungnya korban bisa berbicara dan bisa mengetahui rumahnya dan diantar ke rumah orang tuanya,” kata dia.

Tidak menunggu lama petugas berhasil mengamankan AF (21) dikediamnnya yang berada di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Namun G berhasil lolos dari kejaran polisi dan kini sedang diburu oleh polisi.

Budi menegaskan pihaknya akan memberikan pendampingan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung kepada korban untuk menghilangkan trauma atas kejadian ini.

Ia menyampaikan kasus penculikan itu masih terus didalami, tapi pengakuan sementara alasan pelaku menculik anak tersebut itu karena faktor ekonomi.

“Untuk pelaku AF, kita terapkan Pasal 86 Jo pasal 76F, UU RI Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman pidana paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” kata dia.