Beralih ke Kendaraan Listrik Yuk! Langkah Nyata Menuju Green Lifestyle!

Kendaraan Listrik

BANDUNG, Prolite – Wah, sekarang ini masyarakat udah mulai pake kendaraan listrik, nih! Keren banget, kan? Di Bandung sudah mulai sering terlihat kendaraan listrik baik roda dua atau roda empat yang berlalu lalang dijalanan.

Di era yang serba digital ini, masyarakat sudah mulai sadar dan paham akan bahayanya polutan yang dapat menimbulkan polusi udara dari gas buangan kendaraan bermotor. Kendaraan listrik merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini memang sebuah kemajuan teknologi yang mau tidak mau harus bisa dipahami fungsinya dan diterima oleh masyarakat.

Akan tetapi, tak jarang juga keberadaannya di tengah masyarakat hingga saat ini masih dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat (Jabar) terus mendorong program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penerapan green energy atau energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Penerapan Green Energy Melalui Event Kendaraan Listrik

Penerapan green energy juga dibuktikan dengan diadakannya kegiatan Electric Vehicle (EV) Fun Trip di Kota Bandung, pada Minggu (25/6/2023). EV Fun Trip merupakan ajang untuk memperkenalkan sekaligus mengajak masyarakat menggunakan kendaraan listrik.

Di hari itu, sebanyak 150 motor listrik dari berbagai bentuk dan merek terlihat berkonvoi ria dengan menempuh jarak 6,1 km dari Gedung Sate menuju Bank Indonesia.

Foto : Istimewa

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat Jawa Barat, Susiana Mutia menjelaskan, selain menjadi green energy, pihaknya juga mengarahkan masyarakat untuk menuju green lifestyle.

“Kalau dengan acara seperti ini, paling tidak bisa mengarahkan masyarakat jika pengguna Electric Vehicle (EV) itu sudah banyak. Jumlahnya kami batasi karena banyak komunitas yang ingin ikut. Pemerintah Provinsi Jabar memesan 30 item motor listrik. Sedangkan sisanya sebagian besar dari PT. PLN Pusharlis. Setengahnya konversi dari motor BBM ke motor listrik” ucap Susiana Mutia, usai acara EV Fun Trip bersama Gubernur Ridwan Kamil dan Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Erwin G. Hutapea.

Menurutnya, manfaat menggunakan kendaraan listrik jauh lebih besar dibandingkan menggunakan kendaraan BBM. Jika kita mengendarai sejauh 400 km memakai mobil yang menggunakan BBM, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai lebih dari Rp1 juta, sedangkan jika kita menggunakan mobil listrik, jarak sejauh itu hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar saja.

Jika berbicara soal net zero emisi, kendaraan EV ini sudah tidak mengeluarkan emisi, tidak bising, dan tidak mengeluarkan asap. Dengan kendaraan listrik dirasa akan jauh lebih baik untuk lingkungan anak cucu kita di masa depan nanti.

Foto : Istimewa

“Untuk mengisi baterai kendaraan listrik, pengemudi bisa mengunjungi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) contohnya di Gedung Sate. Hingga saat ini kita sudah bangun – 127 SPKLU dan 470 SPLU di Jabar. Itu akan terus bertambah, seiring dengan bertambahnya penggunaan kendaraan listrik, dan juga kolaborasi dengan pihak swasta,” ujar Susiana.

Semua SPKLU sudah aktif dan bisa digunakan oleh pengemudi kendaraan listrik. Semua lokasinya bisa dilihat di PLN mobile. Dan jika kamu ingin charge, kamu bisa menggunakan aplikasi yang namanya .

Kendaraan Listrik

Selain itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil juga ingin memaksimalkan produktivitas dengan mengurangi mobilitas. “Ambil lah keputusan untuk masa depan anak cucu kita. Produktif tapi mobilitasnya rendah. Maka dari itu Pemprov Jabar sudah melakukan work from anywhere. Kalau harus mobilitas, pilihlah kendaraan listrik hari ini. Sudah tidak zaman lagi memilih kendaraan yang full bensin, minimal hybrid ” ujar Kang Emil.

Ia juga menjabarkan, untuk memiliki kendaraan listrik tak perlu membeli unitnya, tapi bisa juga dengan mengubah motor yang sehari-hari digunakan menjadi motor listrik. Pemerintah juga akan memperbanyak bengkel dan montir yang memiliki dua keahlian dalam memperbaiki kendaraan.

“Para montir harus punya dua ilmu, montir konvensional dan listrik. Kita fasilitasi juga surat menyurat (administrasi kepemilikan kendaraan bermotor listrik) ya supaya bisa berubah ke plat putih bergaris biru,” lanjutnya.

Selain bikin lingkungan sehat, hemat energi, juga hemat uang, menggunakan kendaraan listrik juga gak kalah keren dari kendaraan konvensional. Jadi, yuk dukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terutama di Kota Bandung, agar kita semua bisa ikut berkontribusi dalam menjaga bumi kita untuk masa depan yang lebih baik!




Kepala Daerah Se-Jabar Tandatangani Naskah Kesepakatan Tentang Komponen Pendanaan Bersama Pilkada 2024

Kepala Daerah Se-Jabar Tandatangani Naskah Kesepakatan Tentang Komponen Pendanaan Bersama Pilkada 2024

Dihadiri Juga Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Selaku Kepala Daerah

BANDUNG, Prolite – Bertempat di Aula Gedung Sate, Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bersama Kepala Daerah se- Provinsi Jawa Barat, tandangani Naskah Kesepakatan Bersama Tentang Komitmen Pendanaan Bersama pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024, Rabu (21/06).

Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto hadir dan tandatangani naskah kesepakatan bersama tersebut.

Naskah kesepakatan bersama berisikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendanai 7 (tujuh) komponen Pilkada 2024 dari total 9 (sembilan) komponen yang ada, sehingga Pemerintah Kota/Kabupaten se- Jawa Barat hanya mendanai 2 (dua) komponen yang tersisa.

Hal tersebut selaras disampaikan Gubernur Ridwan Kamil, “Pilkada 2024 serentak di Jawa Barat dibiayai bersama oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dimana dari sembilan komponen pembiayaaan Pilkada, Pemerintah Provinsi memutuskan untuk mengambil alih tujuh komponen, dan dua komponen lainnya dibiayai oleh Pemda setempat, sehingga Pemprov mengeluarkan sekitar 700 Miliar Rupiah dengan perkiraan anggaran untuk Kabupaten/Kota rata-rata ada mulai dari 30 Miliar Rupiah dan tidak lebih dari 100 miliar rupiah,” ujarnya.

Ridwan Kamil juga berharap agar masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat menggugah partisipasi para pemilih untuk menyumbangkan hak pilihnya dengan sosialisasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

“Berikan informasi tentang Pilkada kepada masyarakat dengan tepat, ajak dan tingkatkan partisipasi mereka untuk gunakan hak pilihnya nanti, lakukan langkah-langkah preventif akan penyebaran hoax sehingga tidak timbul pemahaman yang misleading di tengah-tengah masyarakat, jadikan Pilkada sebagai pesta demokrasi yang bersih dan jujur serta bisa dinikmati dengan gembira oleh masyarakat,” tambah Ridwan Kamil.

Plt. Wali Kota Bekasi menanggapi baik kesepakatan pendanaan bersama Pilkada 2024 tersebut. Ia menyampaikan bahwa, “Kita secara komitment semarakan pesta demokrasi secara aman nyaman dan kondusif, semoga semua dapat berjalan dengan lancar,” Pungkas Tri Adhianto.




BKKBN Jabar Ke Komisi V DPRD Bahas Stunting

BKKBN Jabar Bahas Stunting ke DPRD

BANDUNG, Prolite – Komisi V DPRD Jawa Barat terima audiensi Badan Kependudukan dan Kelurga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar terkait permohonan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Percepatan Penurunan Stunting, Bandung, Senin (19/6/2023).

Audiensi dengan BKKBN Jabar diterima oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Hadi Wijaya,, Sekretaris Komisi V H. Memo Hermawan, Anggota Komisi V Tedi, dan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Hj. Siti Muntamah,.

Abdul Hadi Wijaya menuturkan, dalam audiensi tadi BKKBN Jabar mengusulkan dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) tentang Percepatan Penurunan Stunting. Usulan tersebut muncul dilatarbelakangi belum terakomodasinya beberapa poin Perpres 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Kami menerima audiensi dengan BKKBN Jabar. Dalam audiensi dibahas soal usulan dibentuknya payung hukum yang kuat (Perda) dalam rangka penyelarasan penanganan penurunan stunting,” tutur Abdul Hadi Wijaya, Bandung, Senin (16/6/2023).

Setelah Komisi V bersama BKKBN Jabar, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, Dinas Kesehatan Jabar dan Satgas TPPS membahas usulan tersebut. Komisi V DPRD Jawa Barat merekomendasikan perubahan Pergub Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting dibandingkan harus membuat Perda dengan mempertimbangkan banyak hal.

Perubahan Pergub Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting dinilai lebih efektif dan cepat untuk melakukan proses sinkronisasi dan mengakomodasi Perpres 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang terbit belakangan.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal, rapat ini akhirnya mengusulkan atau merekomendasikan proses sinkronisasi (melalui) perubahan Pergub Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting, perubahan ini bisa mengintegrasikan Perpres 72 Tahun 2021 dengan baik,” jelas Abdul Hadi Wijaya.

Selain itu, dalam audiensi tersebut Komisi V DPRD Jawa Barat pun merekomendasikan dilaksanakan rapat kerja dengan pihak terkait penanganan penurunan stunting, termasuk mengundang Komisi V DPRD Jawa Barat dan komisi lainnya yang berkelindan dengan penanganan penurunan stunting.

“Selama ini Satgas TPPS mencakup semua aspek perangkat daerah (OPD atau pihak terkait). Maka perlu komunikasi dengan DPRD Jawa Barat secara lengkap karena ini lintas komisi. Sehingga perlu rapat kerja membahas ini khususnya hal-hal yang disorot selama pembahasan dalam audiensi ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Memo Hermawan. Menurutnya, rapat kerja terkait percepatan penurunan stunting dengan pihak terkait sebaiknya segera dilaksanakan. Sebab, dalam waktu dekat Gubernur dan Wakil Gubernur serta Sekretaris Daerah Jabar akan segera berhenti, belum lagi jelang tahun politik.

“Saya mengusulkan dipercepatnya rapat kerja untuk membahas hal ini. Rapat kerja harus dengan berbagai pihak terkait, dan lintas komisi (DPRD Jawa Barat) untuk membahas percepatan penurunan stunting, dan bahas soal kebijakan anggaran dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” kata Memo Hermawan.

Sama halnya Enjang Tedi dan Siti Muntamah yang sependapat terhadap perubahan Pergub Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Namun Siti Muntamah menekankan perubahan peraturan gubernur tersebut harus disertai dengan inovasi kebijakan dalam Pergub tersebut.

“Saya minta ada inovasi (kebijakan) dalam perubahan Pergub Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Seperti dimunculkannya gerakan pangan lokal aman dan sehat,” tegas Siti Muntamah.

Sedangkan, Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga BKKBN Jabar Hendra Kurniawan mengatakan, usulan pembentukan Perda ini baru inisiasi awal, dan pihaknya ingin melihat sejauh mana kemungkinan Perda ini dibentuk.

Sementara latar belakang diusulkannya Perda tentang Percepatan Penurunan Stunting ini karena sebagai bentuk komitmen dalam mengatasi stunting, dan belum terakomodirnya beberapa hal terkait penanganan stunting dalam Peraturan Gubernur Nomor 107 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Daerah Provinsi Jawa Barat.

“Usulan Perda ini baru sebatas obrolan awal, dan untuk melihat apakah pembentukan Perda ini memungkinkan atau tidak,” kata Hendra Kurniawan.




Hadiri MORING, Uu Ruzhanul Ulum: Menuju Jabar Zero Stunting

Jabar zero Stunting

KOTA BEKASI, Prolite – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Plt. Wali Kota Bekasi hadir di Aula Nonon Sonthanie Pemkot Bekasi untuk mengikuti Rangkaian Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Aksi Stunting (Moring) dengan tema “Menggali Potensi Corporate Social Responsibility Menuju Jabar Zero Stunting”, Kamis 15/06/2023.

Turut hadir beberapa Kepala Daerah atau yang mewakili antara lain Wakil Wali Kota Depok, H. Imam Budi Hartono, Pj. Bupati Bekasi, H. Dani Ramdan, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, H. Iwan Setiawan, Pj. Sekda Kota Bekasi Junaedi, Kepala Dinas PPPKB3A mewakili Wakil Bupati Cianjur dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, Kepala Bappelitbangda Kota Bekasi Dinar dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan Penandatanganan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat yang berlangsung secara lancar dengan membubuhkan tandatangan dari masing masing daerah untuk mendukung program Jabar Zero New Stunting.

Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto selaku tuan rumah memberikan sambutan selamat kedatangan untuk para kepala daerah atau yang mewakili terutama kepada Wakil Gubernur Jawa Barat yang sudah hadir dalam mendukung program baik ini.

Dirinya mengatakan bahwa di Kota Bekasi telah memiliki 1800 Posyandu yang setiap RW nya memiliki 2 atau 3 posyandu untuk memantau pelayanan untuk balita dan ibu hamil, ini merupakan program terbaik dukungan untuk new stunting yang akan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat. Kita ketahui bahwa stunting adalah permasalahan besar nasional saat ini dan kita harus fokus untuk penanganannya.

“Tentunya ini adalah keterlibatan kita semua baik dari Forkopimda nya juga, tanpa adanya komitmen dan kemauan kuat kita bisa menyelamatkan generasi bangsa.” Ujar Tri.

Di Kota Bekasi pun telah mengupgrade dan mulai bergerak untuk penanganan atau pemantauan usia balita terutama bayi dalam pengembangannya, melakukan sosialisasi bagi pasangan pra nikah untuk nantinya mendapatkan pembinaan jika masuk dalam usia hamil saat menikah dan telah memiliki seorang anak sampai usia 3 bulan.

“Peran penting kita bersama dalam mengadakan sosialisasi agar pencegahan stunting ini bisa sampai ke masayarakat, untuk itu kami kepala daerah pasti mendukung penuh program Jabar Zero New Stunting ini.” Tegas Tri.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat juga mengatakan bahwa program pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin untuk membebaskan setiap anak Indonesia dari resiko terhambatnya perkembangan otak anak yang menyebabkan tingkat kecerdasannya tidak maksimal.

“Sebagai salah satu upaya penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat, dibentuk tim percepatan penurunan stunting yang memiliki tugas mengkoordinasikan, sinergikan dan evaluasi penyelenggaraannya secara efektif konvergen dan terintegritas melibatkan semua stakeholder.” Ujar Uu.

Selanjutnya, diharapkan divisi research and development dapat berkolaborasi dengan baik dalam mengawal ketersediaan data dan melakukan kajian penelitian sehingga dihasilkan rekomendasi kebijakan penurunan stunting yang berbasis saintifik.

“Mohon kerjasamanya untuk tiap tiap daerah di Jawa Barat dalam mensukseskan program ini, dan berikan inovasi dalam pengendalian stunting ini untuk menjadikan generasi bangsa emas di tahun 2045.” Kata Uu.




Galeri Rasulullah, Fasilitas Baru di Masjid Al-Jabbar

Galeri Rasulullah- Masjid Al-Jabbar 2

BANDUNG, Prolite – Libur sekolah segera tiba. Mungkin sebagian dari kita ingin ke Masjid Raya Al-Jabbar yang telah menjadi ikon baru Kota Bandung.

Ternyata kini Masjid Raya Al-Jabbar semakin lengkap dengan hadirnya fasilitas baru yaitu Galeri Rasulullah.

Di galeri ini, pengunjung bisa menambah wawasan tentang perkembangan agama Islam, bahkan hingga di Jawa Barat.

Di Galeri Rasullulah ini, terdapat sejumlah diorama kehidupan sosial masyarakat Timur Tengah di masa syiar Islam. Menariknya, sebagian besar informasi bisa diakses hanya dengan sekali sentuh di layar melalui perpaduan teknologi visual dan cahaya yang memikat.

Galeri Rasullah yang terletak Masjid Al Jabar Kecamatan Gedebage Kota Bandung ini telah diresmikan 27 Maret Silam. Di dalamnya terbagi atas 15 ruangan dengan masing-masing tema yang berbeda.

Kelimanya akan menampilkan kisah perkembangan agama Islam mulai dari perkenalan, zaman sebelum kenabian, era Makkah, Madinah serta masuknya Islam di Jawa Barat.

Selain ditampilkan melalui kekuatan visual, di sana juga terdapat deskripsi dari masing-masing visual, sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami masing-masing tema yang disuguhkan.

Tak kalah menarik, replika perabotan serta baju perang di era masa tersebut juga tersimpan rapi.

Manager Operasional Galeri Rasulullah, Edian Rudiana mengatakan, teknologi canggih tersebut dimaksudkan agar pengunjung Galeri Rasulullah semakin tertarik mempelajari sosok Rasullulah SAW dan perkembangan Islam di seluruh dunia.

“Kami berharap dengan adanya galeri Rasulullah ini dapat menjadi ruang edukasi bagi pengunjung. Sekitar 70 persennya disematkan teknologi canggih agar semakin menarik untuk dilihat dan dipelajari,” paparnya.

Untuk menunjang tampilan informasi, pengguna bisa membaca berbagai deskripsi seputar perkembangan Islam, termasuk memahami Al Quran menggunakan teknologi interactive touch read. Melalui teknologi ini, hal-hal yang ingin diketahui bisa diakses hanya dengan menyentuhnya.

Rudi menjelaskan, bagi calon pengunjung harus mendaftarkan diri secara online untuk berkunjung ke Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar. Pendaftaran bisa diakses melalui website resmi DKM Masjid Raya Al Jabbar:

“Warga sangat antusias, tiket akan dibuka setiap pukul WIB untuk lima hari ke depan. Sekitar 30 menit, kadang sudah habis, antreannya cukup banyak,” terangnya.

Berikut ini jadwal operasional Galeri Rasulullah

1. Galeri Rasulullah hanya dibuka setiap Rabu hingga Minggu

2. Waktu pukul hingga WIB.

3. Untuk sementara, kunjungan ke galeri Rasulullah masih gratis.

4. Akses menuju Galeri Rasulullah dibatasi 120 orang per hari, untuk menghindari kapasitas berlebihan.

Tunggu apalagi, yuk kita ke Galeri Rasulullah di Masjid Al-Jabbar.




Seribu Peserta IDA Camp 3 Dijamu Komunitas Marbot Masjid Muda

Marbot Masjid Muda

Prolite – Kemah Adaptasi Bencana Indonesia Disaster Adaptive (IDA Camp) #3, telah usai digelar pada Selasa s.d Kamis, (11 s.d 13/04/23) di Masjid Raya Al-Jabbar. Giat yang mengusung tema 1000 Relawan Marbot Masjid Muda se-Jawa Barat, diikuti oleh 1050 peserta yang dihadirkan dari seluruh pelosok se-Provinsi Jawa Barat.

Ketua Marbot Masjid Muda (MMM) Ahmad Fauzan Fatthurohman selaku penyelenggara kegiatan, menyatakan, pihaknya sangat bersyukur dapat menjamu tamu-tamu Allah yang merindukan itikaf di 10 malam terakhir ramadhan di Masjid kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

“IDA Camp 3 ini kami desain sedemikian rupa, sehingga para peserta dari berbagai pelosok, yang selama ini hanya bisa bermimpi untuk mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar, bisa melaksanakan Itikaf 3 hari pertama 10 malam terakhir Ramadhan di Masjid Al-Jabbar. Itikaf dapat dilaksanakan sambil tholabul ilmi, berkegiatan positif melaksanakan konsolidasi merancang program-program yang memang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas, dan dalam hal ini, mengikuti pelatihan adaptasi kebencanaan dan bootcamp peningkatan kapasitas marbot melalui metode simulasi dan seminar,” tutur Ahmad.

Baca Juga : Fokus Berkhidmat Sembuhkan Umat, FUN Terapis_Herbalis Raih Penghargaan

Ahmad melaporkan, bahwa setiap harinya selama 3 hari kegiatan tersebut, panitia membagikan 1050 paket ifthar dan 1050 paket sahur untuk peserta.

“Ini belum termasuk yang kami bagikan untuk tamu-tamu undangan dari lintas komunitas, Pos Gabungan Siaga Bencana Jawa Barat, FUN Terapis Herbalis yang memberikan pelayanan terapi kesehatan gratis di spot acara, serta elemen pendukung TNI, Operator Bandros, pengelola kebersihan dan keamanan Masjid Raya Al-Jabbar, serta masyarakat sekitar yang sedang mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar,” tutur Ahmad.

“Kami bersyukur dapat menjadi penjamu tamu-tamu Allah yang senantiasa mencintai dan merindukan masjid. Para marbot masjid ini adalah golongan mukhlisin yang bergerak murni karena kecintaan terhadap Allah. Sangat patut kami jadikan contoh dan ini nampak jelas pada saat pelaksanaan kegiatan kami, di mana para marbot tetap antusias mengikuti pelatihan dan seminar meski sedang diuji dengan simulasi kebencanaan di tengah-tengah situasi berpuasa,” ungkap Ahmad.

Sementara itu, ketua Panitia Penyelenggara, dr. Ahmad Nurhadi yang juga merupakan Ketua Tim Gabungan IDA menyampaikan, bahwa pihaknya mengucapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya pada para tokoh pendukung IDA Camp 3, yaitu Bapak Gubernur Ridwan Kamil dan Pangdam 3 Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, serta Kapolda Jawa Barat yang mendukung kegiatan IDA Camp masing-masing dengan perizinan menggunakan Masjid Raya Al-Jabbar sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, Mobilisasi peserta dari seluruh koramil sampai dengan di pelosok Jawa Barat, serta pengamanan kegiatan sehingga acara berjalan secara kondusif mesti dalam kondisi simulasi bencana.

Baca Juga : PBB Ajak 50 Anak Yatim Ngabuburit

“Kami juga hendak melaporkan bahwa seluruh penyelenggaraan kegiatan terlaksana berkat urun kekuatan para relawan sehingga terkumpul 1050 lebih nasi box untuk dibagikan setiap sesinya. Dibantu juga oleh Rumah Zakat, Rumah Makan Ponyo, Rumah Gemilang (BINGKAI), Wilson Hospitality Nuswantara, Forum UMKM Nuswantara (FUN), Masyarakat Kuliner Nuswantara (MAKAN), Komunitas Santri Nuswantara (KOSAN), Masyarakat Kopi dan Tembakau Jawa Barat (MASKOBAR), Sumedang Community (SC), Yayasan Perguruan Al-Karomah, Relawan Masyarakat Peduli Gempa (REMPUG) Pondok Pesantren Al-Kautsar Cipaku Cianjur, FUN Karate Club Indonesia (FUNKI), Komunitas Cinta Sarung Indonesia (KCSI), Gading Command Center dan Jupiter Command Center, serta para anggota Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami dengan bangga ingin menyampaikan bahwa tidak 1 rupiah pun kami membebankan anggaran pemerintah untuk penjamuan terhadap 1050 Tamu Allah ini, semua murni dari sumbangan para mukhlisin yang memasak semalaman dan mengeluarkan hartanya di jalan Allah, untuk mensukseskan TNI manunggal dengan Rakyat dan Jawa Barat Juara, tahan terhadap bencana. Ini murni dari kecintaan kami terhadap Rasulullah, terhadap Jawa Barat dan juga terhadap TNI,” ungkap Ahmad.

Sementara itu, Penanggung Jawab Acara sekaligus Ketua IDA Foundation, Ahmad Sugih Mukti, menyampaikan bahwa hasil dari kegiatan IDA Camp ini dilaporkan secara resmi dan tertulis kepada Pangdam III/Slw, Gubernur Jawa Barat dan Kapolda Jawa Barat.

“IDA Camp 3 ini memiliki dimensi assessment, di mana kami telah membuat simulasi yang menunjukkan situasi psikologis otentik para peserta, seandainya terjadi pengungsian dalam jumlah massif di Jawa Barat dan para pengungsi terputus dari jalur komando dengan pusat. Hasil dari assessment ini diharapkan dapat dijadikan dasar dari Training Need Analysis, yang menunjukkan bahwa kita masih perlu dilatih secara lebih intensif untuk dapat beradaptasi menghadapi bencana,” tutup Ahmad.(**/red)




Tol Bocimi Seksi II Tidak untuk Truk dan Bus

SUKABUMI, Prolite — Kabar baik untuk para pemudik yang akan melakukan perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi. Pasalnya kini Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) sudah dibuka.

Namun tidak semua kendaraan bisa menggunakan Tol Bocimi, seksi II Cigombong – cibadak saat dibuka secara fungsional. Artinya hanya kendaraan tertentu saja yang diperbolehkan menggunakan jalan Tol Bocimi seksi II tersebut.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu. Menurutnya Tol Bocimi seksi II yang memiliki panjang 11,9 kilometer hanya digunakan oleh kendaraan golongan I saja. Artinya kendaraan golongan II, III dan IV tidak diperbolehkan masuk.

Baca Juga : Untuk Tol Getaci, Pemkot Serahkan Lahan Gedebage

“Tol Bocimi Seksi 2 akan dibuka dengan lajur fungsional 2×2 mulai pukul (pukul 7 pagi) sampai dengan (pukul 5 sore) secara situasional. Hanya dilewati oleh kendaraan Golongan 1 seperti Sedan, MVP, dan Jeep,”terangnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Pengatur Jalan Tol, untuk daftar golongan kendaraan di Tol meliputi Golongan I : sedan, mobil jip, pick up atau truk kecil, dan bus. untuk Golongan II : truk besar dengan dua gandar. Golongan III meliputi truk besar dengan tiga gandar. Golongan IV meliputi truk besar dengan empat gandar dan Golongan V : truk besar dengan lima gandar.

Dengan begitu truk besar dan bus dipastikan tidak diperbolehkan melintasi jalan Tol Bocimi Seksi II tersebut.

Sebelumnya Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi II Cigombong-Cibadak dipastikan bisa digunakan dua arah secara fungsional saat mudik lebaran 2023, namun pembukaan tol sepanjang 11,9 kilometer kemungkinan hanya dibuka delapan jam saja. Artinya tidak dibuka secar full 24 jam untuk digunakan pemudik lebaran.

Baca Juga : Tol Cisumdawu Siap Beroprasi Lebaran 2023

Menurut Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono, pembukaan tol bocimi pada waktu-waktu tertentu akan dimulai sejak Pukul 07:00 WIB pagi hingga pukul 17:00 WIB atau pada jam 05 sore.

Hal tersebut dilakukan mengingat tol Bocimi seksi II ini belum sepenuhnya selesai, masih ada banyak pekerjaan yang belum selesai seperti marka jalan dan penerangan di beberapa titik.

Seperti halnya terjadi di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) menuju arah Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang hanya digunakan pada jam 06:00 pagi hingga pukul 15:00 WIB. (*/ino)

 




DPRD Jabar Dukung Penuntasan Konflik Pertanahan

DPRD Jabar-Konflik Pertanahan

BANDUNG, Prolite – DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung, upaya-upaya pemerintah dalam penyelesaian konflik pertanahan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khususnya di Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Hasim Adnan usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Desk 2 Mekanisme Penyelesaian Konflik Pertanahan di Provinsi Jawa Barat, di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/4/2023).

Menurut Hasim, melalui FGD ini diharapkan dapat melahirkan solusi-solusi untuk menuntaskan permasalahan atau pun konflik pertanahan di Jawa Barat.

Baca Juga : Belum Ada Pengaduan, DPRD Tinjau Posko THR

“Forum FGD yang barusan itu sesuatu yang luar biasa, karena menyangkut banyak persoalan yang bisa difasilitasi untuk dicarikan solusinya, terutama konflik-konflik pertanahan baik yang dimiliki oleh BUMN maupun BUMD yang berkonflik dengan masyarakat atau warga sekitar dimana tanah itu berada” ujar hasim.

Pihaknya mendukung penuh, dilakukannya FGD seperti dan diharapkan kedepan melalui forum ini dapat mempertemukan pihak-pihak yang selama ini mengalami permasalahan soal pertanahan.

Baca Juga : Pansus 38 Rapat Konsultasi Kemenkumham Jabar

“Saya juga sangat mendukung forum-forum FGD seperti ini yang bisa kedepannya mempertemukan juga diantara para pihak, terutama dengan warga atau masyarakat yang selama ini juga sering laporan ke saya atau menyampaikan aspirasi terkait dengan konflik yang dihadapi oleh masyarakat dengan para pihak terutama di lahan-lahan yang dikelola oleh temen-temen BUMN maupun BUMD” kata Hasim.

Selain itu Hasim pun berharap, melalui FGD yang telah digelar ini semua permasalahan pertanahan khususnya di Jawa Barat dapat dengan cepat diselesaikan.

“Saya berharap pasca forum ini ada progress atau Langkah-langkah yang bisa mempercepat proses penyelesaian konflik pertanahan” pungkas Hasim.(rls/red)




Ridwan Kamil: Ada Perundungan, Lapor!

Stop Perundungan

KOTA BEKASI, Prolite – Dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kunjungi SMK Negeri 2, Bantargebang, Kota Bekasi bersama Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pada Rabu, (29/03)

Kedatangan Gubernur Jawa Barat dan Plt. Wali Kota Bekasi disambut hangat oleh para perwakilan siswa/i SMA/SMK se- Kota Bekasi yang hadir disana untuk menyimak arahan dan materi yang akan disampaikan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat KCD Wilayah III, Camat Bantargebang, Cecep Miftah Farid, dan Kepala Bagian Humas, Amsiyah.

Baca Juga : Bunda Literasi: STOP Bullying!

“Di era digital dan dengan segala kemudahan akses mendapatkan informasi terutama dari Media Sosial, adik-adik harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Ambil informasi dari sumber-sumber terpercaya dan pandai memilah informasi yang berimbang. Jangan termakan clickbait negatif yang cenderung menyudutkan satu pihak, penting juga perbanyak sumber bacaan yang tentunya berkredibilitas,” ucap Ridwan Kamil.

Selain berhati-hati dalam menggali informasi dari Media Sosial, Ridwan Kamil pun fokus kepada hal-hal terkait perlindungan siswa/i terhadap tindakan perundungan/bullying di lingkungan sekolah.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper) yang bertujuan untuk meminimalisir aksi perundungan sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa/i yang mana platform Stopper tersedia sebagai media pelaporan atau pengaduan.

Baca Juga : Perbaikan Jalan Provinsi Dipantau Gubernur Jabar

Ada empat komponen dalam sistem Stopper. yakni konsultasi, laporan aduan, edukasi, dan pendampingan.

“Kami punya sistem Stopper yang mana siswa/i bisa melapor via WhatsApp, via QR Code, via website, maka sekarang siswa/i di Jabar bisa tenang, setiap pelaporan atau pengaduannya akan direspon, karena kalau tidak direspons akan jadi catatan, dan pesan saya, tanamkan dan praktikan pertemanan yang positif, stop perundungan, justru sesama teman saling bangun sikap-sikap positif yang berdampak baik bagi karakter diri dan juga kejarlah prestasi dan cita-cita, hilangkan hal-hal negatif yang dapat mengganggu belajar mengajar di sekolah,” imbuh Ridwan Kamil.

Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyambut baik kehadiran Ridwan Kamil dan juga mengapresiasi kehadiran program Stopper dan berharap dapat meminimalisir perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Perundungan Terhadap Siswi SMAN 1 Ciwidey

“Program Stopper dari Jabar dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para siswa/i sehingga bersekolah pun menjadi lebih nyaman dan siswa/i pun lebih termotivasi untuk belajar lebih rajin serta lebih semangat mengejar prestasi,” ujar Tri Adhianto.

Terakhir, Tri Adhianto pun berpesan, “jaga keamanan dan persatuan dengan tidak tawuran. Stop tawuran mulai dari sekarang, karena sebagai Warga Negara Indonesia, dengan berbagai suku, ras, agama yang beragam, penting bagi generasi penerus Bangsa untuk memperkuat, memperkokoh, dan mempertahankan keutuhan NKRI, agar tidak terpecah belah. Jadikanlah perbedaan untuk menyatukan diri, sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia,” pungkasnya.(rls/red)




Perbaikan Jalan Provinsi Dipantau Gubernur Jabar

Perbaikan jalan

KOTA BEKASI, Prolite – Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sambut kedatangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang melihat langsung proses perbaikan Jalan Provinsi yang berada di Jalan Kartini Bekasi Timur Margahayu Kota Bekasi, Rabu (29/03/23).

Perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat guna untuk melancarkan aktivitas kendaraan yang melintas pada Jalan Kartini Bekasi Timur Kota Bekasi.

Baca Juga : 6 Rumah dan Jalan Kereta Terdampak Longsor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengecek langsung jalan yang sedang dilakukan penambalan berupa aspal Hotmix yang terlihat banyak lubang pada jalan Kartini.

Ridwan kamil memastikan jalan provinsi ini akan selesai dalam perbaikan sebelum lebaran, sehingga masyarakat yang melewati jalan kartini ini bisa aman nyaman tanpa adanya hambatan jalan berlubang ataupun rusak yang sedemikian rupa.

Baca Juga : Survei CSI, Anies Kuat, Ridwan Kamil dan Yana Mulyana Bisa Dua Periode

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jawa Barat dalam memperhatikan jalan provinsi yang berada di Kota Bekasi, perbaikan yang dilakukan bersama Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat tentu sangat berkualitas juga nyaman untuk dilewati.

“Allhamdulillah sebelum lebaran jalan provinsi di Kota Bekasi tepatnya di jalan Kartini nantinya akan mulus tanpa adanya lubang bahkan kualitas aspal yang tebal membuat nyaman berkendara. Suatu apresiasi dari Pemerintah Kota Bekasi juga masyrakat Kota Bekasi yeng terus di perhatikan oleh Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.(rls/red)