Ridwan Kamil: Ada Solusi Salah, Gak Ada Salah,,

BANDUNG, Prolite – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di platform sosial media Instagram pribadinya memposting gambar buatannya terkait akses masuk Masjid Al Jabbar.

Postingan itu rupanya mendapat komentar netizen dan suka. Kebanyakan komentar menyayangkan kondisi masjid terapung itu, dibuat seperti kurang dipersiapan. Pasalnya akses yang sulit, banyak warga yang malah kesana mengutamakan selfie dan makan bersama alias botram. Bukan hanya warga, pedagang kaki lima pun berdatangan.

Dari komentar itu sempat beberapa dijawab Ridwan Kamil. Seperti dikomentari akun @oppie_adam “yang ditakutkan ini cuma euforia sesaat karena lagi booming.. nanti² setelah menjadi biasa mungkin gak semacet ini.. sayang juga apbd, mending dipake untuk sektor lain yang lebih long term“.

Dan dijawab Emil sapaan akrab gubernur satu ini “@oppie_adam tidak ada solusi salah. Ada solusi salah juga. Punya gagasan apa kang?”.

Dibalas lagi oleh akun budisutisna88 “@ridwankamil gagasan ? Bangun rumah sakit umum kang, daripada uang 1 T bangun masjid, mending bangun rumah sakit umum besar jawa barat.”

Dalam keterangan postingan itu Emil pun menyampaikan ada beberapa akses yakni alternatif pertama melalui Gedebage selatan via Summarecon. Lalu 3-4 bulan kedepan jalan tol Padaleunyi KM 149 saat ini diperbaiki akan segera dibuka. Terakhir sodetan Soekarno-Hatta sedang diupayakan bersamaan dengan akses tambahan yakni melipir ke rel KA dari jalan Gedebage Selatan.(*/kai)




Warga Miskin di Jawa Barat Menurun?

Warga Miskin di Jawa Barat Menurun?

Prolite, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar melaporkan, menurunnya jumlah warga miskin di Jawa Barat pada enam bulan terakhir.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Jawa Barat, Isti Larasati Widiastuty dalam keterangan persnya, Senin (16/1) menyebutkan jumlah perubahan warga miskin Jabar yang turun itu terjadi pada periode pada Bulan Maret 2022 hingga September 2022.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebesar 4,05 juta orang, menurun sebanyak orang terhadap posisi bulan Maret 2022,” ungkapnya.

Presentase mengalami kenaikan pada jumlah penduduk miskin jika dibandungkan dengan posisi September 2021 hingga sekarang September 2022 naik 0,01 persen. Jadi presentase penduduk miskin pada September 2022 sebesar 7,98 persen.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 7,48 persen, naik menjadi 7,52 persen pada September 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 9,76 persen, turun menjadi 9,75 persen pada September 2022.

Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar (73,94 persen) dan Garis Kemiskinan Non Makanan sebesar (26,06 persen). (*/ino)

 

Tentang Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik.

Sebagai pengganti kedua UU tersebut, ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan UU ini menindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik menjadi Badan Pusat Statistik.




Gubernur Jabar Resmikan Alun-alun Singaparna

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil resmikan Alun-alun Singaparna.

Prolite – Peresmian alun-alun Singaparna, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, meresmikan Alun-Alun Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (14/01).

Ridwan Kamil menyebut, penataan Alun-alun Singaparna ini merupakan salah satu program Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Peresmian Alun-Alun Singaparna tersebut menjadi wajah baru yang memiliki daya tarik tersendiri, sehingga bisa dijadikan tempat wisata untuk dikunjungi masyarakat.

“Ini salah satu program dan janji kami hari ini diresmikan, yaitu Alun-alun Singaparna, mudah-mudahan bermanfaat,” ucap Ridwan Kamil.

Alun-alun ini merupakan program strategis Gubernur Jawa Barat yang pertama di Kabupaten Tasikmalaya.

Pembangunan ini tidak hanya di kawal oleh Pemda saja, tetapi oleh pak Gubernur Jawa Barat yakni dengan menurunkan supervisi khusus, agar bisa selesai tepat waktu.

Sebelum adanya penataan alun-alun Singaparna terlihat kumuh dan kurang terawat.

Namun setelah dilakukan penataan, Alun-alun Singaparna kini terlihat lebih rapi, indah, dan nyaman untuk dijadikan tempat transit favorit warga.

Meski demikian, Gubernur Jabar berharap warga dapat menjaga kebersihan dan ketertiban alun-alun.

“Titip seperti biasa jaga kebersihan dan ketertiban karena ini jadi kebanggaan baru, biasanya hanya dilewati, sekarang jadi tempat transit yang nyaman,” katanya.

Selain itu, penataan alun-alun yang dibangun dalam kurun waktu satu tahun tersebut, dilengkapi dengan beberapa fasilitas umum seperti ruang terbuka, amfiteater, plaza, jogging track, serta arena bermain anak. (*/ino)

 




Tedy: Akses ke Masjid Al Jabbar Harus Diperlebar

BANDUNG, Prolite – Pasca diresmikannya masjid AL Jabbar milik pemerintah provinsi Jawa Barat, kemacetan lalu lintas di daerah Gedebage meningkat. Akibatnya warga sekitar sangat terdampak.

Seperti disampaikan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan dampak peningkatan arus lalu lintas di lokasi akses menuju masjid Al Jabbar terjadi penambahan durasi waktu kemacetan sekitar 15 menit.

“Setelah saya lihat dan rasakan sebagai warga sana yang memanfaatkan setiap hari jalan sana memang harus ada tindakan cepat. Sekarang bertambah spare time (waktu luang,red) 15 menit karena dari Adipura ada penumpukan mobil 5 menit begitupun di rel kereta api Gedebage, dan perempatan baypas Soekarno-Hatta ,” jelas Tedy ditemui di ruang kerjanya.

Adapun rekayasa jalan yang dua hari ini dilakukan, Tedy mengapresiasi dan berharap menjadi solusi kemacetan tersebut.

“Mudah-mudahan mengurangi macet. Saya ingin mendorong akses ke Al Jabbar dilebarkan aksesnya. Ada akses baru samping barat Polda, disana ada lahan kosong sawah begitu. Nah nanti kalau dari baypas bisa langsung ke akses baru itu,,” jelasnya.

Terkait anggarannya sendiri diakui Tedy dari provinsi Jabar. Pasalnya pada acara talk show di salah satu radio, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah sepakat untuk mendanai akses tersebut.

Lanjut politi PKS itu dampak skunder yang dirasakan terparah adalah di daerah Cempaka Arum. Sehingga pelebaran jalan Gedebage selatan dan Cimencrang merupakan solusi terbaik saat ini.

Pelebaran jalan sendiri diakui Tedy sangat dimungkinkan terjadi tahun ini terlebih itu permintaan warga dan mengguna anggaran provinsi, sebab akses itu milik Kabupaten Bandung.

“Kita mendorong dan ini aspirasi warga, namun kesepakatan dengan pak Emil itu agar ditindaklanjuti OPD terkait,” imbuhnya.(kai)




Keluhkan Akses Menuju Masjid Raya Al Jabbar

BANDUNG, Prolite – Belakangan ini ramai diperbincangkan oleh warga Bandung mengenai buruknya akses menuju ke Masjid Raya Al Jabbar yang buruk.

Jalan menuju Masjid Raya Al Jabbar di Jalan Cimincrang No. 14 Gedebage Kota Bandung, Masjid yang sudah diresmikan sebagai Masjid Raya Provinsi Jawa Barat pada 30 Desember 2022.

Masjid megah dengan kapasitas 50 ribu jemaah itu pun mendadak menjadi destinasi wisata religi. Akses ke masjid itupun jadi masalah, pasalnya Jalan Cimincrang di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung menjadi problem utamanya. Jalur itu terbilang kecil dan hanya bisa dilewati dua mobil sedang.

Jika ada motor di kedua arah dan ada mobil bersimpangan maka si pemotor harus minggir terlebih dahulu. Tak hanya itu, Jalan Cimincrang juga sangat terbatas lebarnya dan pemobil harus sangat berhati-hati saat bersimpangan.

Ada beberapa komentar dari warga masyarakat kota Bandung salah satunya dari gilang mahesa.

“Mesjid ini memang didesain untuk jadi mesjid Wisata, yang tidak didesain adalah akses ke daerah ini bagaimana. Kebayang ketika banyak yang ‘ziarah’ ke mesjid ini ( ibu2 pengajian pakai bus besar misalnya ) bakal serudet apa jalan Cimencrang, Gedebage, Ciwastra, Derwati, Soeta,” cuit gilangmahesa.

Jika ditelusuri, persoalan angkutan umum di Bandung, sarana dan prasarananya bukan sekali ini dikeluhkan oleh warganet. Bahkan, ada yang membanding-bandingkan dengan kota lain, di antaranya dengan Solo dan Semarang.(*/ino)