Colenak, Camilan Legendaris Bandung yang Bertahan di Tengah Serbuan Jajanan Kekinian

Colenak

Prolite – Dari Singkong Bakar ke Ikon Kuliner Kota: Colenak, Cita Rasa Bandung yang Tak Lekang Waktu

Kalau ngomongin Bandung, rasanya nggak afdol kalau cuma bahas udara sejuk, factory outlet, atau kafe estetiknya saja. Kota ini juga punya segudang kuliner khas yang legendaris dan tetap eksis sampai sekarang. Salah satu yang wajib masuk daftar adalah colenak.

Meski tampilannya sederhana dan berbahan dasar singkong, colenak punya cita rasa khas yang bikin kangen. Uniknya lagi, jajanan tradisional ini masih bertahan di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner kekinian.

Colenak bukan sekadar camilan. Ia adalah cerita tentang kreativitas masyarakat Sunda, tentang bagaimana bahan sederhana bisa diolah menjadi sajian yang berkarakter. Dari gerobak kaki lima hingga kedai legendaris di Bandung, colenak tetap jadi primadona lintas generasi.

Colenak, Makanan Unik Khas Bandung yang Tetap Eksis hingga Kini

Colenak merupakan makanan tradisional khas Bandung yang terbuat dari singkong yang dibakar, lalu disajikan dengan kinca atau saus gula merah dan kelapa parut. Sekilas terlihat sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaannya. Proses pembakaran singkong memberikan aroma smokey yang khas, berpadu dengan manis legit gula aren dan gurihnya kelapa.

Di tengah tren dessert modern seperti croffle, boba, hingga dessert box, colenak tetap punya tempat di hati masyarakat. Banyak wisatawan yang menjadikan colenak sebagai kuliner wajib saat berkunjung ke Bandung. Bahkan, beberapa penjual colenak legendaris masih bertahan sejak puluhan tahun lalu dan tetap ramai pembeli hingga 2026.

Asal Usul Nama Colenak

Nama colenak ternyata punya makna yang cukup unik. Dalam bahasa Sunda, colenak merupakan singkatan dari “dicocol enak”. Artinya, makanan ini disantap dengan cara dicocol dan rasanya enak. Singkong bakar dicocolkan ke saus gula merah yang sudah dicampur kelapa, lalu disantap selagi hangat.

Konon, colenak mulai dikenal sejak masa kolonial Belanda. Saat itu, singkong menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang banyak dikonsumsi masyarakat. Dari kreativitas sederhana inilah, lahir colenak yang kemudian berkembang menjadi jajanan khas Bandung. Hingga kini, filosofi kesederhanaan itu masih melekat pada colenak.

Colenak sebagai Identitas Kuliner Kota Bandung

Bandung dikenal sebagai kota kreatif, termasuk dalam hal kuliner. Colenak menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas tidak selalu harus modern. Jajanan ini sering masuk dalam daftar kuliner khas Bandung bersama batagor, siomay, surabi, dan cireng.

Keberadaan colenak di berbagai sudut kota membuatnya menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung. Beberapa kedai legendaris bahkan menjadikan colenak sebagai menu utama sejak dulu. Bagi warga lokal, colenak bukan hanya makanan, tapi juga nostalgia masa kecil. Sementara bagi wisatawan, colenak adalah pengalaman autentik mencicipi rasa Bandung yang sesungguhnya.

Cita Rasa Colenak: Perpaduan Manis, Gurih, dan Aroma Bakar

Salah satu daya tarik utama colenak tentu ada pada cita rasanya. Singkong yang dibakar hingga bagian luarnya sedikit karamelisasi menghasilkan tekstur empuk di dalam dan aroma khas di luar. Saat dicocol ke saus gula merah yang legit dan kelapa parut yang gurih, terciptalah perpaduan rasa yang seimbang.

Tak heran jika colenak sering disebut comfort food. Rasanya sederhana, tapi menghangatkan dan memuaskan. Bahkan, menurut beberapa penikmat kuliner, aroma bakaran singkong justru menjadi elemen penting yang membedakan colenak dari olahan singkong lainnya.

Colenak Masih Diminati di Tengah Maraknya Jajanan Modern

Meski dunia kuliner terus berkembang, colenak tidak kehilangan penggemarnya. Generasi muda justru mulai kembali melirik jajanan tradisional sebagai bentuk apresiasi budaya lokal. Tren “back to local food” yang semakin kuat hingga 2026 ikut membantu colenak tetap relevan.

Selain itu, harga colenak yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan rasa yang autentik dan porsi yang mengenyangkan, colenak mampu bersaing dengan jajanan modern yang harganya jauh lebih mahal.

Inovasi Colenak: Makanan Tradisional yang Beradaptasi dengan Zaman

Agar tetap diminati, beberapa pelaku kuliner mulai melakukan inovasi pada colenak. Misalnya dengan menambahkan topping keju, cokelat, atau bahkan es krim. Ada juga yang mengemas colenak dalam tampilan lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Inovasi ini membuktikan bahwa makanan tradisional bisa beradaptasi dengan zaman. Selama nilai dan rasa dasarnya tetap dijaga, colenak justru bisa menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk generasi muda dan wisatawan internasional.

Colenak bukan sekadar jajanan singkong bakar. Ia adalah bagian dari sejarah, identitas, dan kekayaan kuliner Bandung. Di tengah derasnya arus modernisasi, colenak berhasil bertahan dengan caranya sendiri.

Yuk, mulai sekarang kita lebih bangga dan peduli dengan kuliner tradisional. Kalau sedang ke Bandung, jangan lupa mencicipi colenak dan berbagi ceritanya. Dengan begitu, kita ikut menjaga agar cita rasa lokal seperti colenak tetap hidup dan dikenal oleh generasi selanjutnya.




Asuransi Jasindo Perkuat Literasi AUTP, Dorong Petani Lebih Tangguh Hadapi Risiko

Asuransi Jasindo Perkuat Literasi AUTP, Dorong Petani Lebih Tangguh Hadapi Risiko (dok).

Asuransi Jasindo Perkuat Literasi AUTP, Dorong Petani Lebih Tangguh Hadapi Risiko

BANDUNG – Asuransi Jasindo terus memperkuat komitmennya dalam memperluas literasi keuangan dan perlindungan asuransi hingga ke sektor produktif melalui kegiatan Literasi Asuransi bertajuk “Sharing Session h Sinergi Asuransi Usaha Tani Padi” (AUTP) yang dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang pada 4 dan 5 Februari 2026.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menyampaikan perlindungan asuransi hadir sebagai bentuk pendampingan nyata bagi petani dalam menjaga keberlanjutan usaha taninya.

“Melalui literasi AUTP, petani diajak untuk lebih memahami berbagai risiko yang dapat terjadi dalam proses budidaya, seperti gagal panen akibat cuaca, serangan hama, maupun faktor lain yang berpotensi menimbulkan kerugian. Dengan perlindungan asuransi, petani diharapkan memiliki rasa aman dalam menjalankan usahanya sehingga dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para petani saja, tetapi juga keluarga, masyarakat, hingga pasokan pangan daerah. Karena itu, AUTP Asuransi Jasindo hadir untuk membantu petani tetap bangkit, melanjutkan usaha, dan terus berkontribusi bagi ketahanan pangan.

Kabupaten Tasikmalaya (dok).
Kabupaten Tasikmalaya (dok).

Kegiatan berlangsung secara interaktif, terbuka dan hangat. Peserta diajak berdialog langsung, berbagi pengalaman, sekaligus memahami perlindungan asuransi sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Dalam kesempatan ini, Asuransi Jasindo juga menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan komunitas petani agar program perlindungan yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Brellian.

Kabupaten Sumedang dan Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi kegiatan literasi karena keduanya dikenal memiliki aktivitas pertanian padi yang cukup aktif serta peran strategis dalam mendukung pasokan pangan di wilayah Jawa Barat.

“Selain memiliki potensi produksi yang besar, kedua daerah ini juga merepresentasikan karakteristik wilayah pertanian yang beragam, sehingga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam memetakan tantangan, memahami kebutuhan riil petani, serta merancang program perlindungan yang relevan berbasis kondisi wilayah,” jelas Brellian.

Ke depan, Asuransi Jasindo akan terus menghadirkan berbagai program literasi dan pendampingan serupa di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk senantiasa membersamai masyarakat, menghadirkan perlindungan yang mudah diakses, serta mendukung tumbuhnya kesejahteraan melalui layanan yang inklusif dan berkelanjutan.




RINSO & SUNLIGHT LUNCURKAN KERJA SAMA DENGAN PERSIB

RINSO & SUNLIGHT LUNCURKAN KERJA SAMA DENGAN PERSIB (dok).

Peluncuran Rinso Beckham Special Edition dengan Fragrance Baru

TANGGERANG, Prolite – Unilever Indonesia resmi mengumumkan kemitraan strategis antara dua brand ikoniknya Rinso dan Sunlight dengan klub sepak bola profesional kebanggaan Jawa Barat, PERSIB Bandung. Kolaborasi ini menyatukan kekuatan dua brand rumah tangga yang telah dipercaya keluarga Indonesia dengan klub yang memiliki salah satu basis pendukung terbesar dan paling loyal di tanah air.

Selama lebih dari 90 tahun, Rinso telah menjadi pilihan utama keluarga untuk memastikan kebersihan maksimal pakaian, sementara Sunlight hadir sebagai solusi pencuci piring yang efektif dengan formula yang membersihkan lemak 10 kali lebih cepat. Sementara itu, PERSIB yang telah berdiri lebih dari satu abad melintasi enam generasi Bobotoh, telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

dok Unilever
dok Unilever

Kemitraan ini menjadi momentum penting yang menggabungkan kekuatan brand, komunitas, dan kedekatan emosional, menghadirkan kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi konsumen maupun pendukung PERSIB.

Berto Kotze, Home Care Marketing Director Unilever Indonesia, menyampaikan, “Kami bangga dapat menghadirkan kolaborasi antara Unilever Indonesia dan PERSIB. Kami melihat PERSIB bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi sebagai simbol kebanggaan dan kekuatan komunitas Jawa Barat. Dengan kolaborasi ini, Unilever Indonesia, melalui brand Rinso dan Sunlight, ingin membangun hubungan jangka panjang yang bermakna dengan masyarakat untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.”

Melalui kemitraan ini, Rinso menghadirkan Rinso Beckham Special Edition yang dilengkapi dengan fragrance terbaru, wangi bunga mawar, sebagai wujud nyata semangat kebersamaan dan loyalitas. Lebih dari sekadar produk eksklusif, special edition ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman mencuci yang bersih maksimal sekaligus merepresentasikan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar PERSIB. Sepanjang periode kerja sama, berbagai aktivitas kolaboratif juga akan dihadirkan, seperti peluncuran Special Edition Rinso x PERSIB khusus Jawa Barat dan special merchandise, terutama di wilayah Jawa Barat sebagai rumah bagi komunitas Bobotoh.

“Kolaborasi ini saling menguntungkan bagi kedua pihak. Kami optimis Rinso dan Sunlight akan menjadi top of mind dan nomor satu, khususnya di Jawa Barat. PERSIB bukan sekadar klub, tapi identitas masyarakat kota Bandung. Melalui kerja sama ini, kami akan menghadirkan berbagai aktivitas. Harapan kami, kemitraan ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional antara PERSIB dengan para bobotoh, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat luas, serta menjadikan Rinso dan Sunlight sebagai pilihan utama yang menemani setiap momen keluarga Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” ujar Glenn Sugita, CEO PERSIB.

Sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkontribusi pada masyarakat luas, Unilever Indonesia memandang kemitraan ini sebagai langkah awal untuk mendukung pertumbuhan ekosistem sepak bola nasional.

“Kami berharap kemitraan ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi lebih banyak komunitas di Indonesia. Melalui kolaborasi strategis seperti ini, Unilever Indonesia berkomitmen tidak hanya memberikan nilai bagi bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam memajukan sepak bola dan menginspirasi generasi muda untuk mengejar mimpi mereka,” tutup Berto.

 




Film Sunda Emperor Hadirkan Budaya Sunda dengan Sentuhan Modern

Sunda Emperor

Prolite – Film Sunda Emperor Hadirkan Budaya Sunda dengan Sentuhan Modern

Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan angin segar dari ranah budaya daerah. Setelah beberapa tahun terakhir film bertema lokal mulai mendapat tempat di hati penonton, kini hadir sebuah judul yang siap mencuri perhatian: Sunda Emperor.

Diproduksi oleh Sapawave Films, film ini dijadwalkan tayang pada 2026 dan langsung mencuri atensi karena keberaniannya mengangkat sejarah serta budaya Sunda dengan pendekatan yang modern, ringan, dan relevan dengan generasi sekarang.

Berbeda dari film sejarah yang kerap terasa berat atau terlalu formal, Sunda Emperor justru mengajak penonton untuk menyelami budaya Sunda lewat kisah petualangan, persahabatan, dan pencarian jati diri. Sebuah kombinasi yang bikin penasaran, terutama buat penonton muda yang ingin menikmati tontonan bermakna tanpa merasa sedang “digurui”.

Produksi Perdana Sapawave Films yang Penuh Ambisi

Sunda Emperor menjadi film perdana dari Sapawave Films, rumah produksi yang langsung tancap gas dengan konsep berani. Film ini diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran, sosok kreatif yang ingin menghadirkan cerita budaya dengan kemasan lebih segar.

Menurut Angling, ide film ini lahir dari keresahan melihat generasi muda yang mulai jauh dari cerita daerahnya sendiri. “Film ini memang berangkat dari sejarah dan nilai budaya Sunda, tapi kami kemas dengan cara yang lebih ringan dan modern. Tujuannya supaya generasi muda tidak merasa jauh dengan cerita daerahnya sendiri,” ujarnya.

Pernyataan ini terasa relevan dengan kondisi saat ini, ketika budaya global begitu mudah diakses, sementara cerita lokal sering kali terpinggirkan. Sunda Emperor hadir sebagai pengingat bahwa budaya daerah bisa tetap keren, menghibur, dan relate dengan kehidupan modern.

Drama Petualangan Berbalut Komedi yang Relate

Dari segi genre, Sunda Emperor mengusung drama petualangan yang dipadukan dengan unsur komedi. Kombinasi ini membuat ceritanya terasa cair dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Film ini berkisah tentang tiga sahabat—Miheng, Ece, dan Ohim—yang memulai perjalanan penuh makna. Awalnya, petualangan mereka dipicu oleh sebuah simbol misterius berupa koin kerajaan Sunda. Dari sinilah cerita berkembang menjadi eksplorasi tentang sejarah, identitas, dan nilai persahabatan.

Perjalanan fisik yang mereka lalui perlahan berubah menjadi perjalanan batin. Mereka tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga memahami siapa diri mereka di tengah dunia modern yang serba cepat. Tema pencarian jati diri ini menjadi benang merah yang membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama anak muda.

Bahasa Sunda 100 Persen: Autentik dan Berani

Salah satu hal paling mencolok dari Sunda Emperor adalah penggunaan bahasa Sunda secara penuh sepanjang film. Di tengah industri film Indonesia yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau campuran, keputusan ini jelas terbilang berani.

Angling menegaskan bahwa penggunaan bahasa Sunda merupakan bentuk komitmen terhadap autentisitas cerita. “Penggunaan bahasa Sunda secara penuh adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga autentisitas cerita. Tapi penonton tidak perlu khawatir, karena alur ceritanya tetap universal dan mudah dipahami,” jelasnya.

Langkah ini tidak hanya menjadi nilai jual unik, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian bahasa daerah melalui medium populer. Dengan bantuan subtitle dan narasi yang universal, film ini tetap bisa dinikmati oleh penonton non-Sunda tanpa kehilangan esensi ceritanya.

Deretan Pemain Muda yang Segar dan Potensial

Untuk menghidupkan cerita, Sunda Emperor menggandeng sejumlah aktor dan aktris muda yang tengah naik daun. Beberapa nama yang terlibat antara lain Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem.

Pemilihan pemain muda ini bukan tanpa alasan. Selain memberi warna segar, kehadiran mereka diharapkan mampu menjangkau penonton lintas generasi. Karakter-karakter yang mereka perankan digambarkan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pesan tentang identitas dan budaya terasa lebih membumi.

“Kami ingin menghadirkan karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi tetap membawa pesan tentang identitas dan budaya Sunda,” tambah Angling.

Menjembatani Tradisi dan Kehidupan Modern

Di balik kisah petualangannya, Sunda Emperor membawa misi yang lebih besar: menjadi jembatan antara tradisi dan realitas modern. Film ini tidak sekadar mengulas sejarah, tetapi juga mengajak penonton untuk merefleksikan posisi budaya Sunda di tengah perubahan zaman.

Nilai-nilai seperti persahabatan, rasa ingin tahu terhadap asal-usul, dan pentingnya mengenal identitas diri menjadi pesan utama yang dibawa. Dengan pendekatan yang ringan dan humoris, pesan-pesan tersebut disampaikan tanpa kesan menggurui.

Sapawave Films sendiri berharap Sunda Emperor bisa membuka jalan bagi lebih banyak film lokal berbasis budaya daerah untuk tampil di panggung nasional. Jika mendapat sambutan positif, bukan tidak mungkin film ini akan memicu lahirnya karya-karya serupa dari daerah lain di Indonesia.

Film Lokal yang Layak Dinanti

Dengan konsep yang berani, cerita yang relevan, serta pendekatan modern terhadap budaya daerah, Sunda Emperor layak masuk daftar film Indonesia yang paling ditunggu pada 2026. Film ini membuktikan bahwa cerita lokal tidak harus ketinggalan zaman, justru bisa tampil segar dan dekat dengan generasi sekarang.

Buat kamu yang rindu tontonan berkualitas dengan sentuhan budaya, Sunda Emperor bisa jadi jawaban. Yuk, dukung film lokal dan ikut merayakan kekayaan budaya Indonesia lewat layar lebar. Siapa tahu, dari film ini kita jadi makin bangga dengan cerita daerah kita sendiri.




Mubes IMHJB 2026 Tetapkan Ketua Umum Periode 2026–2029

IMHJB

BANDUNG, Prolite – Mubes IMHJB 2026 Tetapkan Ketua Umum Periode 2026–2029

Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB) kembali menorehkan sejarah baru dalam perjalanan organisasinya. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Gedung Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora (DAM), Bandung, Goy resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum IMHJB untuk periode 2026–2029.

Terpilihnya Goy bukan sekadar melanjutkan estafet kepemimpinan, melainkan juga menjadi mandat kepercayaan dari seluruh paguyuban kota/kabupaten se-Jawa Barat terhadap kepemimpinan dan visi yang diusungnya.

Mubes Ikatan Motor Honda Jawa Barat 2026 dibuka dengan suasana khidmat dan penuh semangat persatuan. Acara diawali dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat sebagai wujud kebanggaan terhadap identitas nasional dan solidaritas komunitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari PIC Community PT DAM, Bro Iponk. Dalam sambutannya, Iponk mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini antara Ikatan Motor Honda Jawa Barat dan PT DAM.

“Mubes kali ini diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, organisasi, dan seluruh lini agar kedepannya bisa menjadi lebih baik. Selamat menjalankan Mubes IMHJB 2026, semoga IMHJB semakin jaya,” ujarnya.

Tak ketinggalan, perwakilan Founder IMHJB, Bapak Hendri De Keizer, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap keberlangsungan organisasi. “Saya bangga IMHJB masih bertahan dan konsisten menjalankan pesta demokrasi. Dengan pelaporan yang transparan, saya berharap IMHJB ke depan semakin baik dan mampu menentukan ketua umum terbaik,” ungkapnya.

Mubes Ikatan Motor Honda Jawa Barat 2026 diisi dengan berbagai agenda penting, salah satunya adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan IMHJB periode 2022–2025.

Dalam suasana yang kondusif, LPJ tersebut diterima dengan baik tanpa adanya interupsi maupun penolakan dari peserta Mubes. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kepengurusan sebelumnya telah menjalankan amanah organisasi secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi dari dua calon Ketua Umum IMHJB. Masing-masing calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan program kerja serta strategi dalam memajukan IMHJB ke depan. Sesi ini dilengkapi dengan tanya jawab interaktif dari perwakilan paguyuban kota/kabupaten, yang menunjukkan antusiasme serta komitmen bersama dalam memilih pemimpin terbaik.

Pesta demokrasi IMHJB dimulai tepat pukul WIB dengan total 21 hak suara dari paguyuban kota/kabupaten se-Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 18 paguyuban hadir dan menggunakan hak pilihnya, sementara 3 paguyuban berhalangan hadir.
Setelah melalui proses penghitungan suara yang berlangsung secara adil dan transparan, hasil akhir menunjukkan Bro Goy (calon nomor urut 1) memperoleh 12 suara, unggul atas Bro Prabu (calon nomor urut 2) yang meraih 6 suara.

Dengan hasil tersebut, Goy resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Honda Jawa Barat periode 2026–2029. Kemenangan ini menjadi bukti kuat kepercayaan mayoritas anggota terhadap kepemimpinan, integritas, serta visi Goy dalam membawa IMHJB menghadapi tantangan ke depan.

Dalam pernyataannya usai penetapan, Goy menyampaikan pesan penuh kerendahan hati dan semangat kebersamaan. “Pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen dan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama untuk menghadapi tantangan ke depan. Mari bersama-sama bersinergi demi Ikatan Motor Honda Jawa Barat yang lebih baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Mubes IMHJB 2026. IMHJB Jawa Barat tetap bersatu!”




YouTuber Resbob Akhirnya Ditangkap, Hukuman 6 Tahun Penjara Menanti

Polda Jawa Barat menangkap penyebar ujaran kebencian melalui media sosial, Adimas Firdaus alias Resbob di Semarang, Jawa Tengah (metro).

YouTuber Resbob Akhirnya Ditangkap, Hukuman 6 Tahun Penjara Menanti

Prolite – YouTuber Adimas Firdaus atau yang sering disebut Resbob akhirnya di tangkap saat berada di kawasan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Kabar ini di benarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rachmawan bahwa tersangka ujaran kebencian terhadap suku sunda dan pendukung klub sepak bola Persib Bandung (viking).

Video pendek siaran live Resbob tersebar di berbagai media sosial, warganet di buat resah dengan ucapan yang dilontarkan oleh pria tersebut.

Dalam potongan video singkat berisi hinaan tersebut di lontarkan dengan tegas tentang kebencencian dan ketidak sukaan terhadap suku sunda.

“Viking an***, Viking an***. Bonek Viking sama aja, tapi yang an*** hanya Viking,” kata kata Resbob.

Usai melontarkan kebencian untuk pendukung club sepak bola Viking dia juga melontarkan hinaan kepada suku sunda.

“Pokonya semua Sunda an***, semua orang Sunda an***,” imbuhnya.

Meski dirinya sudah membuat video permohonan maaf namun kasus hukun atas ujaran kebencian terhadap suatu suku terus berlanjut.

Setelah berhasil diamankan Resbob lalu diterbangkan menuju Jawa Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penangkapan dilakukan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang dinilai cukup untuk menetapkan status tersangka.

“Saat itu tersangka diduga akan terbang ke Jakarta melalui bandara tersebut,” imbuhnya.

Menurut Kombes Hendra, penetapan tersangka terhadap Resbob sebenarnya telah dilakukan sejak Sabtu (14/12).

Penyidik menilai unsur pidana dalam perkara dugaan ujaran kebencian tersebut telah terpenuhi.

Dalam kasus ini, ia akan dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal tersebut mengatur larangan penyebaran informasi yang mengandung unsur kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Ancaman pidananya maksimal enam tahun penjara, dan terhadap tersangka akan dilakukan penahanan,” tegas Kombes Hendra.




Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit: Menguatkan Karakter Pesilat Muda

Perguruan Maung Ciumbuleuit

Prolite – Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit: Menguatkan Karakter Pesilat Muda

Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan para pesilat muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat karakter.

Bertempat di Villa Bellevue Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kegiatan ini berlangsung pada 8–9 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai tingkatan sabuk. Selain menjadi ajang evaluasi keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan nilai-nilai luhur Pencak Silat.

Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat

Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit

Ujian kenaikan tingkat tahun ini dirancang sebagai proses komprehensif untuk menilai aspek fisik, teknik, mental, dan kedisiplinan peserta. Para pesilat mengikuti serangkaian ujian yang disesuaikan dengan tingkatan masing-masing.

Tingkatan Sabuk yang Diujikan

Beberapa tingkatan sabuk yang diujikan dalam kegiatan ini antara lain:

  • Sabuk putih strip hijau
  • Sabuk putih strip kuning
  • Sabuk putih strip 3 (hijau, kuning, dan merah)
  • Sabuk merah strip merah
  • Sabuk merah polos
  • Sabuk merah + logo bintang

Setiap tingkatan memiliki standar penilaian tersendiri, mulai dari penguasaan jurus dasar, variasi serangan dan tangkisan, hingga pemahaman nilai etik seorang pesilat.

Misi dan Visi Perguruan

Kegiatan ini selaras dengan misi perguruan untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pencak Silat seperti sportivitas, hormat, tanggung jawab, serta persaudaraan antar pesilat. Melalui proses ujian yang menantang, peserta diharapkan mampu menjalani setiap tahapan dengan kejujuran, semangat, serta sikap saling mendukung.

Visi perguruan yaitu “Mewujudkan pesilat yang berkarakter, berdisiplin, berilmu, dan berjiwa tangguh dalam melestarikan serta mengembangkan seni bela diri Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa” tercermin dari keseluruhan rangkaian kegiatan. Setiap peserta dipandu untuk menjadi pesilat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam moral dan etika.

Suasana Pelaksanaan

Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit

Suasana lingkungan Villa Bellevue Cibodas yang sejuk dan alami memberikan kenyamanan bagi para peserta dalam mengikuti ujian. Setiap sesi dilaksanakan dengan tertib, dimulai dari pemanasan, ujian teknik individu, ujian berpasangan, hingga evaluasi mental dan pemahaman filosofi Pencak Silat. Para pelatih dan instruktur memberikan arahan secara langsung untuk memastikan peserta dapat menunjukan kemampuan terbaiknya.

Tidak hanya menguji kemampuan gerak, kegiatan ini juga menekankan aspek mental melalui berbagai tantangan yang mengharuskan peserta menunjukkan ketahanan, kesabaran, dan kedisiplinan tinggi. Hal ini menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai pesilat yang unggul.

Perguruan Maung Ciumbuleuit
Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit

Ujian Kenaikan Tingkat 2025 Perguruan Maung Ciumbuleuit menjadi bukti nyata komitmen perguruan dalam melahirkan pesilat yang berkompeten dan berkarakter. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan teknik, tetapi juga memperkuat sikap dan nilai luhur sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Sebagai masyarakat yang peduli pada kelestarian seni bela diri tradisional, mari kita dukung upaya positif seperti ini agar generasi muda semakin mencintai dan melestarikan Pencak Silat sebagai identitas bangsa. Dengan semangat persaudaraan dan sportivitas, Pencak Silat akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.




Lisa Mariana Hanya Jalani Penyelidikan Selama 5 Jam Tanpa Ditahan, Kenapa?

Lisa Mariana sudah jalani penyelidikan atas penetapannya sebagai tersangka

Lisa Mariana Hanya Jalani Penyelidikan Selama 5 Jam Tanpa Ditahan, Kenapa?

Prolite – Selebgram Lisa Mariana sudah menjalani pemeriksaan terkait penetapannya sebagai tersangka atas pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ridwn Kamil.

Beberapa waktu lalu sang selebgram ditetapkan sebagai tersangka atas pencemaran nama baik Ridwan Kamil.

Sdikit info bahwa kasus Lisa Mariana dan Ridwan Kamil sempat mencuri perhatian public beberapa waktu lalu, pasalnya sang selebgram sempat mengaku bahwa dirinya hamil dan melahirkan anak dari RK.

Bahkan Lisa sempat meminta tes DNA untuk membuktikan bahwa anak yang dilahirkannya anak dari RK, namun hasil tes DNA  menyatakan negative yang berarti RK bukan ayah biologis dari anak yang dilahirkan oleh Lisa.

detikcom
detikcom

Karena tuduhannya tersebut pihak RK melaporkan balik Lisa Mariana atas pencemaran nama baik dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada panggilan pertama Lisa tidak hadir karena masalah Kesehatan, dan kini sang selebgram sudah memenuhi panggilan pada Jumat (25/10) kemarin.

Selama lima jam Lisa menjalani pemeriksaan 44 pertanyaan diberikan penyidik untuk dijawab Lisa pada pemeriksaan pertama status tersangka sang Selebgram.

Namun usai lima jam menjalani penyelidikan Lisa nampak tak langsung ditahan, dia keluar ruangan penyidik pada pukul WIB.

Kuasa hukum Lisa, Jhon Boy Nababan, mengungkapkan, Lisa menjalani pemeriksaan dengan lancar.

“Bapak-bapak yang di atas (penyidik) juga baik-baik banget,” ujar Jhon setelah pemeriksaan.

Salah satu hasil dari pemeriksaan ini adalah Lisa tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Kuasa hukumnya, Bertua Hutapea, memastikan kliennya juga tidak dikenai wajib lapor dan dapat beraktivitas seperti biasa.

“Sekali lagi, tidak ada penahanan terhadap Lisa, tidak ada wajib lapor. Kita kooperatif,” ujar Bertua menegaskan.

Meski pemeriksaan telah selesai, tim kuasa hukum kembali menyinggung hak kliennya yang dianggap belum terpenuhi. Bertua menyatakan, pihaknya hingga kini belum menerima salinan resmi hasil tes DNA dari Pusdokkes Polri dan masih memperjuangkan hak untuk tes DNA pembanding atau second opinion.

Di tengah statusnya sebagai tersangka, Lisa justru mengaku kasus ini membawa rezeki baginya. Ia mengeklaim bahwa semakin banyak haters, jumlah endorsement yang ia terima juga semakin meningkat.

“Alhamdulillah makin haters-nya banyak, makin juga endorse-nya banyak,” kata Lisa sembari berjalan meninggalkan awak media.




Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu di Luncurkan KDM Donasi Rp 1.000 dari Warga Untuk Warga

Ilustrasi Gerakan rereongan Sapoe Sarebu (Courtesy ShutterStock).

Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu di Luncurkan KDM Donasi Rp dari Warga Untuk Warga

Prolite – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu di wilayah Jawa Barat.

Arti dari gerakan ini yaitu partisipatif berbasis gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal “silih asah, silih asih, silih asuh”.

Gerakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/ tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

SE tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 1 Oktober 2025.

SE ini ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemda Provinsi Jabar, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar.

satunews
satunews

Melalui gerakan ini, KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan masyarakat untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial serta memperkuat pemenuhan hak dasar di bidang pendidikan dan kesehatan yang masih terkendala keterbatasan anggaran maupun akses.

Melalui Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu, kami mengajak ASN, pelajar, dan masyarakat menyisihkan per hari. Kontribusi sederhana ini menjadi wujud solidaritas dan kesukarelawanan sosial, demi membantu kebutuhan darurat masyarakat.

Rereongan Poe Ibu menjadi wadah donasi publik resmi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sifatnya darurat dan mendesak dalam skala terbatas, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Prinsip dasar pelaksanaannya adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Gerakan ini dilaksanakan di lingkungan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, instansi pemerintah maupun swasta, sekolah dasar hingga menengah, serta di lingkungan masyarakat RT dan RW.

Dana Rereongan Sapoe Sarebu dikumpulkan melalui rekening khusus Bank BJB dengan format nama rekening Rereongan Poe Ibu – nama instansi/sekolah/unsur masyarakat.

Pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, dan pelaporan dana dilakukan oleh pengelola setempat yang bertanggung jawab penuh terhadap akuntabilitasnya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk keperluan darurat di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan transparansi, laporan penggunaan dana akan disampaikan kepada publik melalui aplikasi Sapawarga dan Portal Layanan Publik Pemda Provinsi Jawa Barat, serta dapat diumumkan melalui akun media sosial masing-masing dengan mencantumkan tagar resmi #RereonganPoeIbu #nama instansi/sekolah/unsur masyarakat. Monitoring pelaksanaan gerakan dilakukan sesuai lingkup masing-masing.

Di lingkungan perangkat daerah, pengawasan dilakukan oleh kepala perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Di instansi pemerintah lainnya dan swasta, pengawasan berada di tangan pimpinan instansi.

Di sekolah, pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah dengan koordinasi Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama.

Sedangkan di lingkungan atau RT/RW, dilaksanakan oleh Kepala Desa/Lurah, serta koordinasi keseluruhannya dilaksanakan oleh Camat.

Gubernur KDM juga menghimbau Bupati/Wali Kota serta kepala perangkat daerah untuk aktif mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan gerakan ini kepada ASN, non-ASN, pelajar, pegawai instansi swasta, serta masyarakat luas.

Selain itu, mereka juga diminta untuk memastikan seluruh proses pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, hingga pelaporan dana berlangsung lancar, transparan, dan akuntabel.

Gerakan ini harus berjalan baik agar benar-benar menjadi kekuatan solidaritas masyarakat Jawa Barat. Dengan rereongan, kita wujudkan Jawa Barat istimewa.




Usai 657 Siswa Keracunan, Dapur MBG Ditutup Sementara untuk Penyelidikan  

Dapur MBG ditutup sementara untuk penyelidikan (Kompas).

Usai 657 Siswa Keracunan, Dapur MBG Ditutup Sementara untuk Penyelidikan

Prolite – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sudah terlaksana di beberapa sekolah di Indonesia.

Namun dalam pelaksanaannya tersebut banyak juga terjadi masalah salah satunya keracunan.

Baru-baru ini terjadi keracunan MBG di Jawa Barat tepatnya di Garut sebanyak 657 siswa diduga keracunan usai santap menu Makan Bergizi Gratis yang dibagikan.

Usai kejadian yang mengakibatkan ratusan siswa harus mendapatkan perawatan dapur penyedia menu MBG di tutup sementara.

“Ya, di-pending itu kan berarti ditutup sementara,” kata Bupati Garut Jawa Barat Abdusy Syakur Amin, kepada wartawan di Garut, dikutip dari Antara, Senin (22/9).

TribunJabar
TribunJabar

Ia mengatakan kewenangan program MBG tersebut sepenuhnya ada di Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan daerah merupakan penerima manfaat dari program tersebut.

Dengan adanya insiden itu, kata dia, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadungora, yang sajiannya dikonsumsi siswa tersebut, untuk sementara tidak beroperasi dulu sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“Itu kan ranahnya BGN, jadi semua mulai dari izin pendirian, kemudian juga pengawasan, itu sampai saat ini masih dikontrol oleh BGN,” katanya.

Begitu juga tim Dinkes Garut, kata dia, sudah melakukan uji sampel makanan yang disajikan dalam menu MBG tersebut untuk mengetahui penyebab keracunannya. Juga belum bisa diduga-duga faktor penyebabnya.

Kita semua tau bahwa program tambahan makan bergizi ini di lakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya anak-anak di sekolah.

Namun karena banyaknya korban yang diduga mengalami keracunan aka dari itu dapur penyedia menu untuk anak sekolah ditutup, hingga menemukan apa penyebabnya.

Sebelumnya Dinkes Garut sudah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium dan sudah menangani siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari 657 orang, 19 di antaranya dirawat dan sudah pulih.

Kejadian itu berawal dari sejumlah siswa mengeluh sakit, seperti pusing, mual, dan muntah-muntah, setelah menyantap makanan yang disajikan di sekolahnya, yakni MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, dan SMP Siti Aisyah, kemudian SDN 2 Mandalasari di Kecamatan Kadungora pada Selasa (16/9).