Korban Keracunan Jajanan Daya Terjadi di KBB , 8 Siswa SD jalani Perawatan

Keracunan siswa SD di KBB karena jajanan Daya (istimewa).

Korban Keracunan Jajanan Daya Terjadi di KBB , 8 Siswa SD jalani Perawatan

Prolite – Jajanan anak bawa petaka, keracunan jajanan anak merek Daya kembali terjadi kali ini di Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong.

Sebelumnya kasus serupa telah terjadi di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Anak-anak yang mengalami keracunan memiliki keluhan yang sama yakni muntah, sakit perut , hingga diare terus menerus.

Sebelumnya di Desa Bojong terdapat tujuh orang siswa yang berasal dari SDN 2 Bojong mengalami keluhan pusing, muntah hingga diare pada Selasa 27 Febuari 2024.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan Widjayanto juga menyebutkan terdapat satu orang siswa SD Kartika Desa Karyawangi, Parongpong.

“Betul nggak hanya di Rongga tapi juga terjadi di Parongpong. Ini menimpa seorang siswa usai memakan jajanan merek serupa. Ia ditangani boleh petugas medis di Puskesmas Parongpong,” jelasnya.

Jajanan Daya merupakan makanan berisi aci dengan tambahan bumbu tabor cabe kering dengan dikemas dengan bungkus kecil.

Selain di Kabupaten bandung Barat ada juga kasus yang sama terjadi di SDN Nangewer, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi yang juga mengalami hal yang sama.

Sebanyak 28 siswa harus menjalani perawatan karena keracunan usai mengonsumsi jajanan merek Daya.

Dari 28 siswa yang usai menjalani perawatan sudah di pastikan pulang ke rumah masing-masing.

“Hari itu juga, anak tersebut mengaku merasakan nyeri perut dan muntah-muntah. Besoknya juga dia mengalami diare dengan intensitas sampai enam kali sehari. Akhirnya dia dirujuk ke rumah sakit,” kata Hernawan.

Karena banyaknya korban maka akan dilakukan pengecekan dengan mengambil sempel jajanan merek Daya tersebut.

Orang tua di himbau untuk tetap waspada dengan jajanan yang dikonsumsi oleh anak selama di sekolah maupun di luar sekolah.




Kabel Listrik Memakan Korban , Dodih Tewas Usai Tersangkut Kabel

Ilustrasi tewas tersangkut kabel listrik (net).

Kabel Listrik Memakan Korban , Dodih Tewas Usai Tersangkut Kabel

BANDUNG, Prolite – Kabel listrik lagi-lagi memakan korban pengendara motor yang sedang melintas di jalan Kota Bandung.

Kali ini korban bernama Dodih (59) warga Cipamokolan Kota Bandung tewas karena tersangkut kabel saat sedng mengendarai sepeda motornya.

Kabel yang berada di persimpangan Jalan Peta-Kopo Kota Bandung memakan korban pada hari Minggu malam 25 Febuari 2024 kemarin.

Korban Dodih tersangkut kabel pada bagian leher hingga mengakibatkan korban terjatuh.

Menurut keterangan Kapolsek Bojongloa Kidul, Kompol Ari Purwanto menyebutkan korban yang tersangkut kabel listrik itu meninggal di lokasi kejadian perkara (TKP).

Ayobandung
Ayobandung

“Tersangkut Kabel di bagian leher, terjatuh. Korban meninggal di tempat,” jelasnya di kutip ayobandung.

Usia kejadian, korban yang merupakan warga Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Insiden seperti ini bukanlah kali pertama terjadi pasalnya sudah banyak korban yang meninggal hingga mengalami cacat permanen karena terjerat kabel listrik yang menjuntai di jalan.

Sebelumnya ada Sultan Rif’at Alfatih yang sudah lebih dari 7 bulan tidak bisa hidup normal usai mengalami kecelakaan akibat tersangkut kabel fiber optik yang menjuntai.

Mahasiswa semester VII di Universitas Brawijaya (UB) Malang mengalami kecelakaan pada 5 Januari 2023 tahun lalu.

Dirinya yang hendak pulang kerumah dengan mengendarai motor bersama rekan-rekannya mengalami keelakaan karena kabel yang menjuntai di jalan.

Karena kejadian tersebut pemuda berusia 20 tahun itu harus menerima pil pahit karena dokter menyatakan tulang tenggorokannya putus.

Tlang mudanya putus, lepas dari laring faring jakunnya kemudian saluran makan dan napas pun ikut putus semua.




Ayah Dante Kesal Melihat Aksi Tersangka dalam CCTV

Angger Dimas bersama dengan sang anak Dante (Instagram anggerdimas).

Ayah Dante Kesal Melihat Aksi Tersangka dalam CCTV

Prolite – Angger Dimas yang merupakan ayah dari Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante, yang beberapa hari lalu meninggal karena tenggelam.

Diketahui Dante sapaan akrabnya meninggal akibat tenggelam saat berenang di Kolam Renang yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (27/1) lalu.

Karena meninggalnya sang anak ini banyak pertanyaan dari sang ayah karena diketahui anaknya ini bisa berenang.

Sangat tidak mungkin jika bocah 6 tahun tersebut meninggal karena tenggelam di kolam renang.

Usai melaporkan ke pihak kepolian atas tak wajar meninggalnya Dante, pihak kepolian mencari CCTV di lokasi kejadian.

Kolase Yutube
Kolase Yutube

Usai pihak kepolisian mendapatkan CCTV dan melakukan penyelidikan terlihat dengan jelas bahwasannya anak dari Angger meninggal karena di tenggelamkan.

Usai video CCTV terungkap sang ayah merasa kesal dan marah terhadap tersangka yang tega merenggut nyawa putra kesayangannya itu.

Tersangka yang berinisial YA diketahui merupakan kekasih dari mantan istri Angger.

Hingga saat ini pihak kepolian yang baru menetapkan satu-satunya tersangka yakni YA.

Masih dilakukan pendalaman lagi apakah ada tersangka lainnya yang juga ikut dalam kasus tenggelamnya putra dari Angger dan Tamara.

Pada saat ditemui di Polda Metro Jaya, Angger Dimas mengaku sudah melihat rekaman CCTV itu.

Ia merasa marah dan menganggap apa yang dilakukan YA, bukanlah perbuatan manusia.

“Sudah (melihat rekaman CCTV), dan ya itu bukan kelakuan manusia sih yang pasti, sangat sangat kelakuan mungkin manusia purba atau binatang,” kata Angger Dimas.

“Dan maaf gue pakai masker sekarang karena enggak bisa menahan emosi tapi satu sisi lega semua itu cepat. Dan kita masih akan terus telusuri lagi,” tambahnya.

Saat mendatangi Polda Metro Jaya tidak lupa Angger Dimas mengucapkan terimaksih kepada pihak Kepolisian Polda Metro Jaya karena telah mengungkap tersangka di balik meninggalnya sang buahati.

“Yang pasti mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang sudah bekerja dari pagi sampe pagi lagi, sama teman-teman media yang sudah support,” kata Angger Dimas.




Miras Oplosan Memakan Korban , 4 Orang Warga Pasir Impun Meninggal

4 orang warga Cimeunyan Kabupaten bandung tewas karena miras oplosan (Tribun Jabar).

Miras Oplosan Memakan Korban , 4 Orang Warga Pasir Impun Meninggal

BANDUNG, Prolite – Kembali terjadi korban meninggal karena miras oplosan, kasus kali ini terjadi pada  empat warga Cimeunyan, Kabupaten Bandung.

Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, AKP Siska Arina membenarkan adanya korban yang berjumlah empat orang warga Pasir Impun Kecamatan Cimeunyan, Kabupaten Bandung meninggal karena miras oplosan.

Sebelumnya korban berjumlah 6 orang melakukan pesta minuman keras oplosan namun empat diantaranya meninggal dan dua lainnya di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Usai kejadian naas tersebut polisi mangamankan pemilik kios yang menjual miras oplosan tersebut.

Namun pemilik kios yang menjual miras oplosan belakangan di kabarkan tidak di tahan karena masih berstatus sebagai saksi.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kelima saksi terkait peristiwa tewasnya 4 orang klarena minuman keras oplosan tersebut.

Lima orang saksi yang merupakan satu orang perempuan san empat lainnya merupakan laki-laki.

Keempat korban yang meninggal itu masing-masing bernama Wandi Mulyana, Tedy alias Robet, Asep Ahmad dan Asep Bule, semuanya merupakan warga Cimeunyan, Kabupaten Bandung.

“Pada Kamis 18 Januari 2024 sekitar jam WIB Wandi meninggal di rumah kontrakan, Tedi meninggal dirumahnya, Asep Ahmad dan Asep bule meninggal jam di RS Ujungberung Berung,” katanya.

Selain korban meninggal, Siska menyebut ada beberapa korban yang lainnya yang selamat yakni Nizar dan Wandi. Keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung, Kota Bandung.

Siska mengatakan, saat ini pihaknya tengah lakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut. Pihaknya pun sudah memeriksa sejumlah saksi.

Untuk mengetahui kandungan minuman keras oplosan yang terkandung pihak kepolisan melakukan otopsi kepada ke empat korban tersebut.




Terjadi Lagi Ledakan Gas LPG 3 kg , 7 Orang Warga Arcamanik Alami Luka bakar

Ledakan tabung gas LPG 3 kg di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung (Diskominfo).

Terjadi Lagi Ledakan Gas LPG 3 kg , 7 Orang Warga Arcamanik Alami Luka bakar

BANDUNG, Prolite – Insiden meledaknya tabung gas LPG 3 kg kembali terjadi, kali ini terjdi di rumah warga Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Kasus meledaknya gas 3 kg atau yang sering masyarakat sebut gas melon ini terjadi di mana-mana, bahkan tidak banyak kasus hingga memakan korban karena ledakannya.

Kali ini gas LPG 3 kg kembali memakan korban di salah satu warga Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik Kota Bandung pada Rabu (10/1).

Karena ledakannya tersebut dikabarkan 7 orang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar ringan.

“Kejadian tadi sekitar jam 2 siang (kemarin). Ada 7 orang yang dibawa ke RS Hermina,” kata Kapolsek Arcamanik Kompol Adi Surjanto.

Kejadian tragis tersebut terjadi saat siang hari, untuk korban yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke RS Hermina.

Kompol Adi Surjanto mengatakan, para korban ledakan tabung elpiji tidak mengalami luka serius namun luka bakar ringan.

“Lukanya tidak ada yang serius. Luka bakar ringan,” ujar Kompol Adi Surjanto.

Menurut Kapolsek Arcamanik menjelaskan awal mula kejadian ledakan Gas tersebut karena Eko sang pemilik rumah mencium bau gas dari dapur.

Pemilik rumah yang pertama kali mencium bau gas dari arah dapur tersebut sontak langsung melepas selang tabung gas.

Usai melepas selang tabung gas tersebut sang pemilik rumah langsung membawa tabung ke luar rumah.

Eko yang kemudian memanggil Entis yang menjual tabung gas tersebut untuk memasangkan tabung baru di rumahnya.

Namun setelah Entis berusaha memasangkan selang ke pada tabung ledakan pun terjadi.

Kompol Adi Surjanto mengatakan, belum diketahui penyebab tabung elpiji itu meledak.

“Inafis baru selesai (melakukan olah tempat kejadian perkara). Nanti disampaikan kesimpulan penyebabnya,” ucap Kompol Adi Surjanto.

Karena seringnya terjadi ledakan gas melon tersebut masyarakat di minta selalu waspada ketika mencium bau gas bocor.




Polisi Berhasil Amankan 5 Tersangka Pengeroyokan di Rancaekek

Lima tersangka pengeroyokan berhasil diamankan (Tribunjabar).

Polisi Berhasil Amankan 5 Tersangka Pengeroyokan di Rancaekek

BANDUNG, Prolite – Pengeroyokan seorang pemuda hingga mengakibatkan korban meninggal di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (30/12).

Pengeroyokan yang terjadi pada 30 Desember lalu tepatnya pukul WIB dilakukan oleh lima orang tersangka hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Polisi Kusworo Wibowo menjelaskan bahwa berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan.

Kelima terduga pelaku yang berhasil diamankan diantaranya berinisial RP (55), RS (20), SS (24), SS (38), dan AK (23).

Korban meninggal setelah di keroyok secara bersama-sama oleh kelima pelaku dengan disaksikan oleh warga sekitar hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Kronologi kejadian saat korban berinisial A memasuki rumah seorang warga bernama Jelita dan tidak berselang lama korban terlibat perselisihan dengan Jelita.

“Pada saat itu ada keributan. Putri dari Jelita berteriak minta tolong sehingga warga sekitar keluar dari rumahnya masing-masing dan mendekat ke arah teriakan tersebut,” kata Kusworo.

Pada saat warga mendatangi rumah tersebut, tampak Jelita dalam kondisi luka parah di bagian kepala. Korban A yang merasa panik dengan teriakan anak Jelita, langsung bersembunyi di balik mobil hingga ditemukan oleh lima pelaku yang langsung mengeroyoknya hingga tewas.

“Saat korban ditarik keluar dari persembunyiannya dan dianiaya oleh para pelaku, pada saat itu ada salah satu warga yang mengaku aparat mengimbau warga agar menghentikan pemukulan dan menyerahkan kepada pihak berwajib. Namun, nyawa korban A sudah tidak tertolong,” kata Kusworo.​​​​​​​

Para pelaku yang menganiaya korban hingga tewas tersebut diduga karena merasa kesal terhadap korban.

Pihak kepolisian akan meminta keterangan Jelita setelah menjalani perawatan karena luka di bagian kepalanya.

Karena kasus ini kelima terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.




Terungkap Dugaan Kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung , Korban Tewas Bertambah Jadi 4 Orang

Proses evakuasi korban meninggal dunia akibat kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung (KompasTV).

Terungkap Dugaan Kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung , Korban Tewas Bertambah Jadi 4 Orang

BANDUNG, Prolite – Penyebeb kecelakaan antara KA Turangga relasi Surabaya-Bandung dengan KA Lokal Bandung di petak Stasiun Cicalengka Haurpugur Kabupaten Bandung pada Jumat (5/1).

Kecelakaan dua kereta api tersebut menelan 4 korban jiwa yang salah satu diantaranya merupakan masinis KA Lokal Bandung Raya.

Dugaan penyebab dua kereta terlibat adu banteng tersebut karena diduga ada yang menghalangi jalur komunikasi.

Saat kejadian berlangsung masinis dari kedua kereta api tersebut tidak dapat melihat dan berkomunikasi.

Menanggapi hal ini, Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus menjelaskan dugaan penyebab kecelakaan kereta api masih diselidiki.

“Sejauh ini kami belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Karena tentu harus kita dalami dan kita lakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut,” ungkap Joni, dikutip dari siaran langsung KompasTV.

Sedangkan untuk korban Polda Jawa Barat melaporkan kini menjadi 4 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Berdasarkan data Polda Jabar, keempat korban meninggal yakni masinis KA KRD Lokal Padalarang Cicalengka atas nama Julian Dwi Setiono, asisten masinis KA KRD Lokal Padalarang – Cicalengka atas nama Ponisan, pramugara KA Turangga atas nama Andrian, dan pegawai PAM atas nama Enjang Yudi.

Insiden itu juga menyebabkan 37 korban luka-luka dan saat ini dalam proses perawatan.

“Korban luka-luka 37 orang dievakuasi ke RSUD Cicalengka, AMC, Edelweis, Sentosa,” ucap dia.

Untuk keempat korban kecelakaan sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

PT KAI akan memberikan santunan untuk korban baik melalui uang duka untuk keluarga korban tewas dan perawatan hingga sembuh untuk semua korban yang menderita luka-luka.




Tragis Baru 3 Hari Menikah Yaris Meninggal Karena Kecelakaan

Kisah viral Yaris Meninggal setelah 3 hari menikah (TikTok).

Tragis Baru 3 Hari Menikah Yaris Meninggal Karena Kecelakaan

BANDUNG, Prolite – Kisah viral Yaris dan Sipa sepasang suami istri yang di pisahkan karena kecelakaan setelah 3 hari melangsungkan akad nikah.

Yaris dan Sipa kisahnya viral setelah salah satu keluarga membagikan kisah mereka berdua melalui akun TikTok @erinanayy.

Dalam unggahan yang dibagikn oleh erina memperlihatkan video dirinya dan beberapa warga lainnya terlihat mengantar alrmarhum Yaris ke peristirahatan yang terakhir.

Pengantin baru ini meninggal dunia karena kecelakaan di Gedebage Kota Bandung.

Dalam keterangan unggahannya itu Erina menyebut bahwa saudaranya baru saja menggelar akad nikah pada 21 Desember 2023.

@erinanayy/video/7316679410793336069?q=%40erinanayy&t=1703723807897

Kemudian rencana menggelar resepsi pernikahan pada 30 Desember 2023 mendatang.

“Ris, kenapa seserahan malah ke makam,”

“Yang nganter banyak. Udah ya soleh semua keinginan kamu sudah terkabul. Tinggal bibi dan keluarga belajar ikhlas kepergian kamu,”

“Bibi sayang pisan (bibi sayang banget),” tulis Erina.

Di video berikut, Erina mengunggah momen saat keponakannya tersebut menggelar akad nikah.

Dalam video tersebut terlihat suasana akad nikah yang digelar secara sederhana di kediaman mempelai wanita yang berada di Garut.

Bahkan dalam unggahan video berikutnya sang bibi menceritakan kronologi keponakannya meninggal dunia.

Dikatakannya sehari setelah akad nikah, ia langsung berangkat ke Nagreg, Kabupaten Bandung untuk bekerja.

Namun pada tanggal 24 Desember kemarin ia izin untuk mengantar undangan pernikahannya ke tempat atasannya.

Namun naas berkata lain pada pukul WIB keluarga mendapatkan kabar bahwa Yaris menagalami kecelakaan di Gedebage dan dilarikan ke ruamah sakit Al Islam bandung karena mengalami koma.

Dimalam harinya Yaris dinyakan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan koma di rumah sakit Al Islam Bandung.

Pihak keluarga belum tau kronologi jelasnya kecelakaan yang dialami mempelai pria karena pihak kepolisian belum menjelaskan kepihak keluarga.




Insiden Bocah 4 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Masjid Al Jabbar Bandung , PJ Gubernur Jabar Bertindak

Ilustrasi tenggelam bocah 4 tahun di kolam Masjid Al Jabbar Bandung (Shutterstock via Kompas).

Insiden Bocah 4 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Masjid Al Jabbar Bandung , PJ Gubernur Jabar Bertindak

BANDUNG, Prolite – Insiden tenggelamnya bocah berusia 4 tahun ke dalam kolam yang berada di sekitar Masjid Al Jabbar Kota Bandung.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu 17 desember 2023 lalu, bocah 4 tahun tersebut datang ke Masjid Al Jabbar bersama orng tuanya.

Sebelum akhirnya di temukan tewas bocah tersebut sempat menghilang namun ternyata bocah tersebut tenggelam ke dalam kolam bundar area tugu depan pintu masuk masjid.

Pihak kepolisian yang baru menerima laporan atas meninggalnya bocah tersebut pada Selasa 19 Desember 2023 tepatnya dua hari setelah kejadian.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, bocah perempuan itu meninggal setelah tenggelam ke kolam sekitar pukul WIB. Budi tak menjelaskan secara detail perisitiwa itu.

Tvonenews
Tvonenews

“Tercebur ke dalam kolam airmancur di area Al Jabbar yang mengakibatkan meninggal dunia,” kata Budi, Minggu (24/12/2023).

Menurut hasil pengumpulan data dari para saksi polisi menduga insiden tersebut merupakan kelalaian dari orang tua yang tidak mengawasi anaknya dengan baik.

“Hasil keterangan saksi, memang kelalaian orangtua mungkin tidak mengawasi anaknya di bawah umur 4 tahun dianggap hilang ternyata tercebur di kolam,” ujarnya.

Setelah kejadian yang merenggut nyawa anak perempuan tersebut kini Pejabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan memasang pagar pembatas serta rambu di area tersebut.

Pemasangan pgar pembatas serta rambu di tempat kolam bundar area tugu depan Masjid Al Jabbar tersebut bertujuan sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Harus ada pengamanan, saya sudah lihat kolamnya memang, harusnya ada rambu-rambu yang jelas, sampai di mana pengunjung boleh dan sampai mana tidak boleh,” kata Bey dalam keterangan resminya.

“Kita akan segera membangun penahan untuk melindungi, dan juga ditambah rambu-rambu. Kami akan rapatkan khusus tentang Al-Jabbar, bagaimana pengelolaannya,” tambahnya.

Meski pemasangan pagar dan rambu tersebut bisa mengurangi nilai estetika kolam di area masjid, namun menurut Bey yang paling utama adalah keselamatan pengunjung atau jamaah.




Trending Topic , Aksi Gagal Begal yang Terjadi di Antapani Bandung

Video CCTV aksi begal yang terjadi di Antapani Bandung (Instagram Bandungseru).

Trending Topic , Aksi Gagal Begal yang Terjadi di Antapani Bandung

BANDUNG, Prolite – Aksi kejahatan kian meresahkan, kini aksi begal terjadi di Jalan Randasuri Antapani Kota Bandung pada Sabtu (23/12).

Aksi pembegalan yang trending topic di media sosial X ini melihatkan rekaman CCTV detik-detik aksi keji terjadi.

Dalam video yang diunggah akun X @txtdaribandung menunjukkan detik-detik begal di Jl. Randasuri, Antapani, Kota Bandung.

Video tersebut bukan hanya di unggah di akun X saja namun video tersebut juga di unggah di Instagram @bandungseru.

Aksi pembegalan yang semakin ke sini semakin meresahkan masyarakat serta pengguna jalanan.

Dalam unggahan yang di bagian melalui media sosial tersebut melihatkan sebuah sepeda motor yang berboncengan tiga tiba-tiba dihentikan oleh sepeda motor lain.

Instagram Bandungseru
Instagram Bandungseru

Dalam video CCTV yang berdurasi 2 menit tersebut melihatkan sepeda motor pelaku yang tiba-tiba menghentikan korban yang sedang mengendari sepeda motor juga.

Setelah diberhentikan pelaku juga sempat berbincang-bincang dengan korban.

Berdasarkan keterangan pada unggahan tersebut menjelaskan bahwa tersangka memang sudah membuntuti motor korban mulai dari Dewa Futsal Parakan Saat.

Hingga di Jalan Randusari tersangka langsung memepet motor korban yang sudah ia buntuti itu.

Setelah berhasil menghentikan korban pelaku menuduh korban adalah seorang anggota gangster.

Namun korban yang menjawab bukan, karena tidak percaya dengan jawaban korban tersangka meminta liat wallpaper yang terdapat di handphone dari salah satu Koran.

Setelah melihatkan wallpaper korban tersangka moncoba mengambil paksa handphone korban namun aksinya gagal.

Dua perempuan itu pun lari ketakutan, sementara korban pria yang mengendarai sepeda motor itu ditahan oleh pelaku.

Pelaku pun disebut melukai pria itu dengan senjata tajam (sajam) yang sudah dibawa oleh tersangka.

“Laporan min kenapa jadi byk yg kyk gini, dr dewa futsal parakan saat mulai ngebuntutin, nah pas pudunan randu sari dia mepet min trus nanya ‘kamu gengster?’ korban jawab bukan. Pelaku ga percaya minta liat wallpaper hape sm galeri hape. Pas mau di liatin kaya mau di jambret namun gagal tapi si cowo dilukai sajam, kejadian tadi malam ada di video waktunya, tkp nya di Jl randusari raya Antapani min,” tulis akun tersebut.

Kemudian, di rekaman CCTV yang diduga rumah warga itu tampak dua perempuan yang nyaris dijambret begal itu lari dan teriak minta tolong.

“Tolong, bapak tolong itu begal bapak,” uajr salah satu perempuan.

Sejumlah warga pun langsung berdatangan dan mencoba menolong perempuan yang berteriak tersebut.