Disdik Pastikan Program RMP 2026 Berjalan dengan Lancar

Disdik Pastikan Program RMP 2026 Berjalan dengan Lancar
Prolite – Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) yang di berikan untuk pelajar jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan Program RMP tetap berjalan pada 2026 untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan penyesuaian kebijakan hasil evaluasi (31/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron menyatakan program tersebut difokuskan agar siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengakses pendidikan.
Program Rawan Melanjutkan Pendidikan memberikan dukungan operasional sekolah serta intervensi bagi siswa yang berisiko putus sekolah.
“RMP masih berlaku seperti biasa untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tapi ada evaluasi dari pelaksanaan 2025 sampai sekarang,” ujar Asep Saeful Gufron.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menghentikan skema bantuan RMP yang sebelumnya disalurkan langsung kepada orang tua murid.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah tumpang tindih bantuan dengan Program Indonesia Pintar dari pemerintah pusat.
“Yang RMP untuk keperluan murid yang diberikan langsung ke orang tua kami hentikan karena sudah ada Program Indonesia Pintar,” ujar Asep Saeful Gufron.
Anggaran RMP pada 2026 berada di kisaran hampir Rp40 miliar, turun dari tahun sebelumnya yang mendekati Rp43 miliar.
Jumlah penerima manfaat tetap meningkat seiring bertambahnya kuota penerimaan peserta didik baru.
“Kalau peningkatan jumlah penerima pasti ada karena sejalan dengan penerimaan peserta didik baru,” kata Asep Saeful Gufron.
Penyaluran RMP dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bandung diarahkan khusus ke sekolah swasta.
Sekolah negeri dibiayai melalui skema pembiayaan pendidikan lain yang telah tersedia.
Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan.
Penetapan penerima manfaat mengacu pada data Dinas Sosial dan akan diperkuat basis data sosial ekonomi nasional dengan segmentasi desil satu hingga desil lima.
Orang tua murid mengapresiasi program ini karena membantu kebutuhan pendidikan keluarga rentan.
Hasil evaluasi menemukan sebagian kecil penerima menyalahgunakan bantuan seperti seragam, sepatu, tas, dan buku.
“Walaupun tidak semuanya, ini menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujar Asep Saeful Gufron.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menegaskan bantuan rawan melanjutkan pendidikan hanya boleh digunakan untuk mendukung kegiatan belajar siswa dari keluarga tidak mampu.
“Rawan Melanjutkan Pendidikan ini amanat untuk membantu anak didik yang kurang mampu dan harus digunakan sesuai mekanisme,” ujar Asep Saeful Gufron.