Tekan Inflasi, Dishub dan Tirtawening Diminta Evaluasi

ilustrasi - inflasi kota bandung

BANDUNG, Prolite – Demi tekan inflasi, Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta Perumda Tirtawening melakukan evaluasi kenaikan tarif air bersih yang sudah berlaku sejak bulan Desember 2022 lalu. Begitupun untuk kenaikan tarif parkir yang kini sedang dibahas di bagian hukum Pemkot Bandung agar ditunda.

“Kami apresasi pemkot akan evaluasi tarif air bersih Tirtaweng maupun parkir. Untuk tarif parkir sudah dirilis ditunda berarti tarif menggunakan yang lama dan kepada pihak ketiga agar ditunda. Sedang untuk tarif air bersih kini sedang mencari informasi terbaik sehingga inflasi mudah-mudah bisa ditekan,” jelas Tedy.

Disinggung apakah tarif air akan diturunkan kembali atau tidak, menurut Tedy kemungkinan tetap naik.

“Tetapi secara proporsional dan lebih berkeadilan,” ucap Tedy.

Sementara itu Yana menyampaikan kenaikan kedua tarif tersebut menyumbang kenaikan inflasi 1,77%, karena itu ia menyarankan Perumda Tirtawening dan Dinas Perhubungan mengkaji lagi untuk ditunda untuk tekan inflasi.

“Parkir off street itu kita ingatkan lagi ya bukan parkir di badan jalan tapi parkir dilahan-lahan swasta milik swasta, harapannya ada penyesuaian itu baik menggunakan tarif bawah 4000 dan tarif atas 7000. Mudah-mudahan semakin banyak pemilik lahan-lahan swasta berinvestasi di gedung-gedung parkir.

Sehingga mengurangi parkir di badan jalan dan mengurai kemacetan. Penundaan kenaikan tarif parkir sudah ada dibagian hukum, tapi yang penting kita sudah kaji, insyaallah ada penundaan,” harap Yana.

Sementara itu untuk tarif air bersih, kata Yana belum sampai ke bagian hukum. Pasalnya saat ini masih dievaluasi perumda Tirtawening.

“Kan komponennya ternyata banyak, ada penyesuaian tarif air bersihnya, ada pengolahan limbahnya, dan satu lagi ada minimal penggunaan 10 meter3. Tapi saya ingin luruskan 1 meter3 itu bukan 1 liter tapi 1000 liter jadi kalaupun tarif ada penyesuain sampai angka 9000 per meter3 berarti sebetulnya per liter itu 9 rupiah. Orang kan kadang gak tahu 1 meter3 itu 1 liter 9000 padahal air minum saja mineral itu kan 3000 an, ini 9000 jadi terasa mahal apalagi hanya air bersih belum bisa minum tapi kalau orang tahu bahwa 1 meter kubik itu 1000 liter berarti 3000 dengan 9 rupiah,” jelas Yana.

Terlebih lanjut Yana, sudah 10 tahun ini perumda Tirtawening tidak pernah melakukan menaikan tarif.

“Itu sejak 2012 belum ada penyesuaian sementara investasi kimianya terus ya. Nah itu yang kita kaji, pada dasarnya kita pahami 1 meter3 itu 1000 liter itu penting sehingga kalau 9 rupiah mah gak kerasa mahal,” pungkasnya.

Dan terkait apakah pembayaran tagihan pelanggan dua bulan ini akan dikembalikan atau tidak, Yana mengaku mekanisme itu dikembalikan ke Perumda Tirtawening.(*/kai)




DKPP Genjot Komoditi Bawang dan Cabai Merah

BANDUNG, Prolite – DKPP Kota Bandung memaksimalkan ketersediaan bawang merah dan cabe merah di Kota Bandung. Bawang Merah dan Cabai merupakan komoditi sayuran yang menjadi salah satu penyebab inflasi.

“Karenanya kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menggungkan buruan sae di tengah warga agar bisa menanam bawang dan cabe merah,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar kepada wartawan Jumat (20/1).

Gin Gin mengatakan, kali ini DKPP bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk membagi 1500 OTG (Organic Tower Garden,red), yang disebar 30 kecamatan. Gin Gin mengatakan, 16 titik di antaranya menanam bawang merah.

“Ya bawang merah kan menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi, jadi kita engupayakan, agar ketersediaan bawang ini bisa gerbantu, minimal untuk kebutuhan warga,” tambah Gin Gin.

Dari 16 titik ini, Gin Gin menambahkan bisa menghasilkan 1,2 ton dalam 2-3 bulan. Sala salah satunya dalah di buruan sae Rw 08 kelurahan Kujangsari Kecamatan Bandung Kidul.

“Kita memang bisa menghasilkan bawang merah dalam jumlah yang cukup banyak, dengan hasil yang cukup memuaskan, karena memang selama penanaman kami mendapatkan bimbingan dri petani bawang,” tegasnya.

Sehingga, hasil panen ini, sebagian bisa digunakan untuk kebutuhan warga, sebagian lagi bisa untuk dijual. Untuk penjualan, Gin Gin mengatakan pihaknya bekerjasama dengan KADIN untuk bisa mendistribusikan hasil panen kepada pengusaha.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, harapannya dengan semakin berkembangnya Buruan Sae di Kota Bandung, bisa memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan pangan di Kota Bandung.

“Seperti kita ketahui, pemenuhan pangan Kota Bandung 96,47% di antaranya dipenuhi dari luar kota,” katanya.

Ditambah kemugkinan terjadinya resesi global dan penurunan produksifitas pangan di daerah penghasil. Dengan sulitnya ketersediaan pangan, sangat mungkin harga bahan pangan akan mengalami kenaikan.

“Sehingga kemungkinan besar mereka memenuhi kebutuhan pangan daerah mereka dulu, sebelum mengirim ke kita,” tambahnya.

Untuk itu, Yana menegaskan, Kota Bandung harus bisa memenuhi kebutuhan pangan. Terutama untuk komoditi yang paling besar menyumbang inflasi, seperti bawang merah dan bawang putih.

“Dengan adanya buruan sae ini, yang tersebar di berbagai wilayah, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga,” harapnya,

Jika warga membutuhkan modal, Yana mengatakan bukan tidak mungkin mendapat bntuan dari BasNAz. Sedangkan jika memutuhkan distribusi dan penjualan, mmenurut Yana bisa meminta bantuan KADIN.

“Kalu butuh pemsaran, ada pihak-pihak yang bisa membantu meyalurkan hasil panen,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Buruan Sae Taruna, RW 08, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Supriadi, mengatakan, waega sektar memanfaatkan lahan seluas 1000 meter persegi untuk Buruan Sae.

“Kami bisa memanfaatkan hasil panen sebagian untuk dijual sebagia lagi untuk kebutuahn warga,” terangnya.

Tanaman yang ditanam diantaraya, bawang merah, cabe rawit, pakcoy, sawi hijau, kangkung, nangka dan mangga.

“Jadi, kami menananm 9 jenis tanaman termasuk tanaman obat, seperti yang memang sudah diperintahkan,” teranngnya.

Supriadi mengatakan, karena warga sangat terbantu dengan keberadaan Buruan Sae ini, sehingga keberadaannya jauh dari tangan-tangan usil, sehingga jauh keberadaannya tetap terpelihara dengan baik. (*/red)