Highlight Festival LIKE 2023 Tersedia di YouTube

Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menghadiri kegiatan Highlight Festival LIKE 2023.

Jakarta, Prolite– Highlight Festival LIKE 2023, sebuah acara tiga hari yang menampilkan pencapaian Indonesia di bidang lingkungan, iklim, kehutanan, dan energi terbarukan, kini tersedia di YouTube.

Festival tersebut berlangsung dari tanggal 16-18 September 2023 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Acara tersebut menampilkan berbagai kegiatan dan atraksi, termasuk pameran, ceramah, seminar, pertunjukan budaya, dan kegiatan anak-anak.

Playlist YouTube tersebut mencakup video upacara pembukaan dan penutupan festival, serta highlight dari berbagai ceramah dan seminar yang diadakan. Ada juga video pertunjukan budaya dan kegiatan anak-anak.

Festival LIKE 2023 sukses besar, menarik lebih dari pengunjung. Acara tersebut dipuji karena kontennya yang mendidik dan informatif, serta suasananya yang menyenangkan dan meriah.

istimewa
istimewa

Joko Widodo (Presiden Indonesia) ditemani juga dengan Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menghadiri kegiatan tersebut.

istimewa
istimewa

Penutupan festival dimeriahkan oleh berbagai penampilan, termasuk musik angklung, pertunjukan tarian daerah, hingga band music seperti Slank.

Live YouTube ini merupakan cara yang bagus bagi orang-orang yang melewatkan festival untuk mengalaminya. Ini juga merupakan sumber yang baik bagi orang-orang yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang pencapaian lingkungan Indonesia.

Tonton highlight Festival LIKE 2023 di YouTube:




La Nina Panjang, Kota Bandung Dingin

la nina

La Nina Panjang, Kota Bandung Dingin

BANDUNG, Prolite – La Nina. Belakangan ini cuaca Kota Bandung terasa lebih dingin dibanding biasanya. Curah hujan pun masih sering terjadi. Menurut Prakirawan Cuaca BKMG, Yan Firdaus Permadhi, hal ini ada kaitannya dengan kejadian La Nina panjang yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut.

“La Nina panjang menyebabkan suhu permukaan laut di sekitar Jabar itu rendah,” ujar Yan.

Meskipun begitu, menurutnya suhu saat ini sebenarnya lebih hangat dibandingkan suhu normal sepanjang 30 tahun terakhir.

Suhu di Februari yang normalnya berada di 20 derajat celcius sepanjang 30 tahun terakhir, saat ini suhu minimumnya 21 derajat.

“Bulan Januari juga suhu minimum normalnya 20 derajat celcius. Kalau kita rata-ratakan 20,8 derajat celcius, lebih hangat dari suhu normalnya,” ungkapnya.

Namun, cuaca dingin yang terasa belakangan ini diakibatkan dari angin kencang yang sering terjadi sejak awal Februari.

Untuk curah hujan, menurutnya, masih sesuai dengan angka normal. Sepanjang November-Desember lalu nilainya masih normal. Namun, untuk Januari memang berkurang 75 persen dari normalnya.

“Untuk Februari kita masih tunggu nilainya. Namun, ada peluang di Maret dan April ini akan normal juga,” ucapnya.

Ia memprediksi, pada bulan Ramadan nanti masih ada potensi hujan. Untuk itu, pihaknya masih akan terus memantau dinamika cuaca ke depannya.

Untuk saat ini, Yan mengimbau agar masyarakat lebih waspada dengan angin kencang yang berpotensi bencana alam.

“Masyarakat hati-hati dalam perjalanan karena bisa menyebabkan pohon tumbang yang mencelakai pengendara di jalan,” imbaunya.