HJKB ke-214 , Pemkot Akan Gelar Bandung Great Sale dan Pawai Kendaraan Hias

Pemkot Bandung menggelar Bandung Great Sale dan Pawai Kendaraan Hias untuk memperingati HJKB ke-214 (dok Pemkot).

HJKB ke-214 , Pemkot Akan Gelar Bandung Great Sale dan Pawai Kendaraan Hias

BANDUNG, Prolite – Untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) yang ke-214, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggelar beberapa acara.

Demi untuk memeriahkan HJKB ke-214 Pemkot Bandung kembali menggelar Bandung Great Sale dan Pawai Kendaraan Hias.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, rencananya Bandung Great Sale akan digelar selama tiga hari mulai 13-15 September 2024.

Nantinya, selama tiga hari tersebut baik mal, retail, pusat perbelanjaan, hingga market place yang telah terdaftar turut serta meramaikan program HJKB ke-214 ini akan memberikan potongan harga untuk berbagai produk hingga 80 persen.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Sebagai rangkaian HJKB, Bandung Great Sale ini akan kembali hadir. Kali ini waktunya kita selenggarakan selama tiga hari, tapi harus menjadi daya tarik luar biasa. Tentunya event ini akan kita ‘create’ agar menjadi daya tarik luar biasa,” kata Bambang saat Rapat Koordinasi persiapan Bandung Great Sale dan Pawai Kendaraan Hias di Pendopo Kota Bandung, Jumat 19 Juli 2024.

Bambang berharap, penyelenggaraan Bandung Great Sale ini akan menjadi salah satu daya tarik wisata yang luar biasa di Kota Bandung.

“Salah satu upaya untuk membuat wisatawan menjadi ‘Bandung Addict’ dengan adanya Bandung Great Sale ini,” ujarnya.

Sementara itu, masih dalam rangkaian HJKB ke-214 Pemkot juga akan menggelar pawai kendaraan hias. Rencananya, pawai kendaraan hias tersebut akan dilaksanakan pada 15 September 2024.

“Kita sedang mematangkan persiapan berbagai hal mulai tema, judul, tata tertib, hadiah, rute, waktu pelaksanaannya dan pesertanya,” kata Bambang.

Pawai kendaraan hias tersebut rencananya akan menghadirkan lebih dari 80 kendaraan dari 30 perangkat dan 30 Kecamatan serta unsur lainnya (BUMD, BUMN, perguruan tinggi, komunitas) dengan tema Bandung ICONIC. Rute pawai yakni menyusuri Jalan Diponegoro menuju Balai Kota Bandung.

“Semua rangkaian ini untuk mewujudkan ‘Bandung addict’.  Ini harus kita gaungkan agar wisatawan terus datang ke Kota Bandung. Sambil berjalan kota benahi infrastruktur dan SDM nya,” ujarnya.




Masih Banyak Titik Banjir, Pemkot Audit Titik Banjir

ilustrasi banjir di Kota Bandung (TribunJabar).

Masih Banyak Titik Banjir, Pemkot Audit Titik Banjir

BANDUNG, Prolite – Di sejumlah titik wilayah Kota Bandung masih terjadi banjir, bahkan salah satunya di persimpangan jalan Gedebage saat hujan besar terjadi banjir hingga jalanan menjadi macet.

Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengakui bahwa titik banjir di Gedebage tersebut belum tertangani, oleh karenanya dia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga melakukan audit titik banjir.

“Dengan fenomena yang sekarang ini banjir titiknya secara faktual bertambah itu harus dilakukan proses audit itu tugas dari kita supaya kita faham secara koperhensif ini faktor banjir yang terjadi itu kenapa. Artinya proses audit belum dilakukan kita minta supaya itu dilakukan supaya tahu persis,” ujar Ema di Balai Kota, Selasa (20/2/2024).

Pasalnya, persimpangan jalan di Gedebage, pemkot Bandung sudah berupaya dengan mengelontorkan dana untuk pembangunan kolam retensi tapi ternyata tidak memadai.

“Ditambah dengan kolam retensi yang untuk membelokkan aliran air dari sungai Cinambo masuk ke akses pasar itu Gedebage dibawah sutet nah itu anggarannya sudah aman tahun 2024 kurang lebih seingat saya hampir 16 miliar.
Kita bikin kaya kolam retensi yang di Margahayu termasuk juga aliran air yang biasa keluar dari pasar itu nanti beloknya ke kolam retensi yang sudah ada sekarang ternyata itu kan belum ada salurannya waktu infeksi kalau tdk ada saluran pasti air meluap ke jalan,” tegas Ema.

Nah dengan kasus itu, Ema meminta agar DSDABM lakukan audit secara keseluruhan.
Menurutnya sudah ada upaya penangan banjir di Pasar Leuwipanjang, sudah dibuat rumah sumur pompa untuk nanti didorong ke sungai Citepus.

“Kita sudah cek ke lapangan dan saya yakin itu sudah berfungsi sehingga nanti sudah tidak ada lagi genangan air yang di depan pasar Leuwipanjang itu contoh termasuk yang di Pasir Koja itu kan sudah dibuatkan rumah sumur pompa yang di Babakan Ciparay itu bisa langsung menyedot air yang menggenang sering terjadi di persimpangan yang keluar dari tol Pasir Koja tapi kan yang lain masih banyak di titik-titik yang lain,” ucap Ema.

Lantas bagaimana yang di Kopo, pasalnya imbas dirasakan di Cibaduyut dan dipinggir fly over Kopo ternyata sekarang air menggenang, karenanya Ema minta agar dilakukan audit.

“Sekarang saya mau ke dsdabm mau menegaskan, saya kumpulkan. Sebagai pembina asn, koordinator pembangunan saya harap program ini sentuh saat ini terjadi. Saya tidak ingin dengar banjir cileuncang tapi selutut, kalau banjir bilang saja banjir tapi tangani,” jelasnya.

“Seperti di Gedebage hujan gede langsung macet. Disana bisa lintas koordinasi dengan institusi terkait, kita selalu terjebak persoalan status jalan. Kan kalau rakyat tidak tahu tetap disalahin kepala daerah seolah-olah kota tidak berbuat,” pungkasnya.

Sementara itu tersiar kabar di salah satu titik banjir akibat disumbat oleh oknum agar mendatangkan pemasukan.

“Jangan menari diatas penderitaan orang lain, jangan mengais rejeki tapi dampak masyarakat dirugikan, tapi kita secara infrastruktur tanggungjawab kita. Saya nanti akan tekankan masalah banjir tidak ansih dsdabm, banjir dlh menangangi hulu bagaimana apa abrasi, konservasi masih terjaga kah. Kalau luar kota atensi dari pemerintah lebih tinggi, belum perilaku masyarakat membuang sampah ke sungai itu bukan urusan dsdabm saja tapi cross cuting lintas antar opd,” gerutunya.

Sementara itu Kepala DSDABM Didi Rustandi mengatakan untuk audit titik banjir yang besar sebenarnya sudah dilakukan.

Seperti di Gedebage, karena itu persimpangan ada penyempitan dihilir, sehingga mau tidak mau harus ada parkir air.

Namun masalahnya pembangunan baru akan dilakukan tahun ini yakni di dibawah sutet.

“Di Cipamulihan ada dua sungai, ada kolam retensi dan rumah pompa plus ada penambahan crosing oleh PJN, jadi relatif yang Cipamulih lancar cuma yang dari Cinambo bermasalah, mudah-mudahan kalau sudah dibereskan kolam retensi yang bawah sutet di pasar induk itu bisa menyelesaikan banjir di persimpangan gedebage,” tegasnya.

Kemudian titik banjir yang besar kedua diaudit adalah di Cibaduyut, itupun sudah dilakukan sehingga meski ada genangan namun relatif kecil dan bisa dilalui kendaran roda 4 dan roda 2.

“Mudan-mudahan terselesaikan,” harapnya.

Masih kata Didi, ada rumah pompa dan setiap banjir selalu dipompa untuk di persimpang Pasirkoja tetapi ternyata penyebab banjir bukan hanya di jalan Cibuntu saja tapi di jalan Soekarno Hatta bagian selatan cukup besar.

“Akan kami telusuri dari mana. Audit ini lebih ke momentum harus tepat karena kalau audit dalam tanda kutip masalahnya drainase bisa diukur dimensi sama artinya 5 meter 5 meter semua kalau sekarang banyak tertutup dimana bottle neck itu momentum harus tepat harus disaat hujan, agar tahu dimana masalahnya,” ungkap Didi.

“Kalau diatas tidak ada dibawah kan ada pipa ada kabel nah itu harus kita cari tahu,” ucapnya lagi.

Sementara itu anggapan oknum warga menutup aliran sungai, Didi menyampaikan di titik jalan Kopo – Citarik luapan Citarip barat tidak meluap malah di fly over Kopo meluap besar sekali.

“Tidak semata-mata dari sana, itu harus ada antisipasi dari tempat lain yang membuatnya banjir jadi kami mencari lagi banjir itu dari mana asalnya,” tegasnya.




Isu Lingkungan Jadi Spirit Pembangunan Jangka Panjang Kota Bandung

Isu Lingkungan

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung serius menetapkan isu lingkungan sebagai spirit pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan.

Hal ini tergambar dalam Fokus Grup Disscution (FGD) Rancangan Peraturan Daerah Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Raperda RPPLH) di Prime Park Hotel, Rabu 29 November 2023.

– Humas Kota Bandung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi mengatakan, pelaksanaan FGD bertujuan mengumpulkan masukan, saran dan pendapat terkait Rancangan Peraturan Daerah Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Raperda RPPLH).

“Isu lingkungan mulai dari degradasi lingkungan, kualitas udara dan limbah menuntut kita mencari solusi strategi. Raperda ini merupakan komitmen bersama untuk melindungi dan mengelola Lingkungan Hidup,” kata Dudy.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi – Humas Kota Bandung

 

 

Menurutnya, dengan aturan yang jelas tentang perlindungan lingkungan hidup dalam dinamika pembangunan berkelanjutan, akan menjadikan investasi jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam Raperda tersebut, kata Dudy, kebijakan RPPLH disusun berdasarkan hasil analisis tantangan utama dan isu lingkungan yang strategis meliputi acuan dan dasar dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah Kota Bandung.

Terdapat 2 strategi yang akan dibuat yakni strategi umum dan strategi implementasi. Serta akan ada tiga skenario RPPLH yang disusun menjadi 3 periode tahunan.

Skenario 10 tahun pertama, kata Dudy, ditujukan untuk penyelarasan perencanaan pembangunan dengan pelestarian dan perbaikan kualitas lingkungan hidup di Kota Bandung.

Selanjutnya, skenario 10 tahun kedua ditujukan untuk peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup melalui perbaikan lingkungan hidup dan pengembangan teknologi.

“Di 10 tahun terakhir ditujukan untuk peningkatan ketahanan lingkungan hidup dari tekanan pembangunan dan iklim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menyebut, tantangan pembangunan ke depan akan sangat sulit terutama terkait dengan isu lingkungan.

Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi – Humas Kota Bandung

“Banyak isu strategis salah satunya isu kondisi air tanah, RTH, kemacetan, polusi udara air dan tanah supaya kebijakan relevan dengan pembangunan keberlangsungan keberlanjutan di Kota Bandung,” kata Yudi.

Harapannya, kata Yudi, RPPLH bisa masuk ke seluruh OPD yang punya kewajiban terkait pembangunan kota Bandung. Semua OPD harus mengacu pada RPPLH.

“Pentingnya aspek lingkungan hidup dalam rencana pembangunan kota yang berkelanjutan. Semoga ini menjadi momentum dan menjadi acuan kita untuk memastikan rencana pembangunan dan kebijakan kita dapat berpijak juga pada isu lingkungan,” ujarnya.

Sebagai informasi, FGD ini merupakan bagian dari pembahasan Raperda RPPLH Kota Bandung. Acara ini diikuti berbagai lapisan masyarakat mulai dari pemerintah, DPRD, Akademisi, dan masyarakat. (rob)**




27 Lampu di Teras Cihampelas di Gondol Pencuri , Humas Pemkot Bandung Umumkan Sayembara Berhadiah

Humas Pemkot Bandung mengumumkan sayembara berhadiah untuk menemukan pencuri lampu di Teras Cihampelas (Instagran Humas Pemkot Bandung)

27 Lampu di Teras Cihampelas di Gondol Pencuri , Humas Pemkot Bandung Umumkan Sayembara Berhadiah

BANDUNG, Prolite – Sayembara untuk menemukan pria si pencuri lampu di teras Cihampelas terekam oleh CCTV.

Seorang pria yang belum diketahui siapa itu sudah mencuri 27 lampu penerangan teras Cihampelas pada Kamis 5 Oktober 2023 lalu.

Pasalnya sang pria menjalankan aksinya dengan menutup sebagian wajahnya dengan menggunakan masker hingga topi.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar si pencuri penjalankan aksinya di pagi-pagi buta sekitar pukul WIB.

Si pria terlihat mencopot lampu-lampu yang menerangi teras Cihampelas sebanyak 27 buah lampu.

Setelah berhasil mengambil lampu-lampu tersebut tersangka langsung memasukan lampu tersebit ke dalam tas yang sudah ia siapkan.

Karena wajah dari sang pencuri tidak terlihat dengan jelas maka dari itu Pemerintah Kota Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mencari tersangkanya.

Instagram Humas Pemkot Bandung
Instagram Humas Pemkot Bandung

Pengumuman yang dibagikan melalui akun Instagram @humas_bandung ini bak sayembara pasalnya bukan hanya mengajak bersama-sama untuk menangkap sang pencuri lampu di teras Cihampelas.

Namun Pemkot Bandung juga menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

“WANTED. DICARI PENCURI LAMPU TERAS CIHAMPELAS. Hubungi kami di @humas_bandung. Ada hadiah bagi yang berhasil menemukan,” kata Humas Bandung melalui video Instagram, pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Selain itu, akun Instagram Humas Bandung, memberikan imbauan agar tidak merusak maupun mencuri fasilitas publik di wilayah tersebut.

STOP mencuri dan merusak fasilitas publik!! Kota Bandung tanggungjawab kita bersama,” jelasnya.

Hingga hari ini sudah komentar dari netizen sudah membanjiri kolom pedas untuk si pencuri.

Ada komentar nasehat hingga komentar pedas setelah melihat video CCTV yang sudah dibagikan melalui Instagram humas pemkot bandung ini.