Meriah, 91 Kendaraan Hias Ikut Memeriahkan HJKB ke-214

Pawai Kendaraan Hias memeriahkan HJKB ke-214 (Rizki Prolitenews.com).

Meriah, 91 Kendaraan Hias Ikut Memeriahkan HJKB ke-214

Ptolite – Ribuan warga Bandung berbondong-bondong memenuhi ruas jalan untuk menyaksikan pawai kendaraan hias dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-214.

Sebanyak 91 kendaraan ikut memeriahkan HJKB ke-214 yang berlangsung pada hari Minggu 15 September 2024 kemarin.

Pawai kendaraan hias yang dimulai dari Kawasan Gedung Sate atau Jalan Diponegoro menuju Jalan IR H Djuanda, Jalan Merdeka dan berakhir di kawasan Balai Kota Bandung.

Beragam bentuk dan tema kendaraan hias ramaikan acara ini, ada kendaraan berbentuk Masjid Agung Bandung, Gedung Merdeka hingga Masjid Al Jabbar.

Rizki
Rizki

Tak hanya itu, ada juga kendaraan hias yang berbentuk Gedung Isola, Pendorong Kota Bandung, Gedung Sate, Bandung Creative Hub (BCH) hingga kendaraan berbentuk merak dan reak.

Kendaraan-kendaraan yang dihias ini berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bandung, BUMD, BUMN, Kecamatan dan masih banyak lagi.

Rizki
Rizki

“Hari ini (kemarin) kita laksanakan kegiatan Pawai Kendaraan Hias. Dari sekian banyak kegiatan, kita gelar karnaval, pesertanya tak hanya dari pemerintah kota tapi ada juga dari luar. Kita perhatian begitu antusias, juga warga yang melihat,” kata Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono.

Dalam acara ini, Bambang meminta maaf kepada warga karena lalu lintas Bandung terganggu dengan ada cara Pawai.

“Saya ucapkan mohon maaf karena di beberapa ruas jalan terjadi kemacetan, terbayarkan dengan rasa syukur yang sangat meriah, ada harapan besar ini jadi momentum yang dijadikan daya tarik wisata, tapi bukan hanya tingkat kota tapi nasional,” ungkapnya.




Dinsos Perpanjang Pendaftaran Nikah Massal Gratis Memperingati HJKB ke-214

Ilustrasi Nikah Massal (Istock).

Dinsos Perpanjang Pendaftaran Nikah Massal Gratis Memperingati HJKB ke-214

Prolite – Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-214, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menggelar acara nikah massal.

Salah satu rangkayan acara untuk memeriahkan HJKB ke-214 yakni nikah massal yang akan di selenggarakan pada 21 September 2024 mendatang.

Dinas Sosial Kota Bandung memperpanjang pendaftaran nikah massal hingga 14 September 2024 mendatang karena melonjaknya animo pendaftaran.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Soni Bakhtiar mengatakan, hingga hari ini, Selasa (10/9), sudah ada 75 pasangan yang mendaftar.

Adapun pendaftaran nikah massal di Kota Bandung, seharusnya ditutup hari kemarin. Namun karena animo masyarakat yang terus tinggi, pendaftaran diperpanjang hingga akhir pekan nanti.

“Ini masih kita buka karena kemarin rencananya kita tutup tanggal 10. Ini kita perpanjang sampai hari Sabtu depan. Jadi masih ada kesempatan walaupun sudah banyak (yang daftar), masih boleh,” ucap Soni.

Soni menjelaskan, acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan memberi pelayanan kepada warga Kota Bandung yang ingin menikah namun mengalami kendala. Selain itu, nikah massal tersebut juga untuk menghindari terjadinya hubungan seks di luar nikah.

“Ya kita mengantisipasi banyak warga Kota Bandung yang tidak dapat melakukan proses pernikahan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan melakukan hubungan di luar nikah. Untuk memitigasi banyaknya hubungan yang dilakukan di luar nikah,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam nikah massal nanti, pasangan pengantin akan diberi sejumlah fasilitas seperti rias, baju pengantin, seserahan, mas kawin, dokumentasi foto hingga uang transport.

“Fasilitas yang diberikan tempat pernikahan direncanakan di aula pendopo. Lalu diberikan mas kawin untuk mempelai prianya. Rencananya ya seperangkat alat salat ditambah dengan ada emas ya. Lalu difasilitasi juga untuk makanan pestanya, pernikahannya, tata riasnya, baju pengantinnya itu berserta dengan kedua orang tuanya,” kata Soni.

Namun Soni menyebut, pasangan pengantin akan dibatasi maksimal 25 pasangan. Karena itu, Dinsos akan lebih dulu menyeleksi seluruh pendaftar di nikah massal gratis tersebut.

“Rencananya 25 pasang berarti yang lain terpaksa tidak bisa ikut. Sepanjang memenuhi persyaratan bisa saja nanti melebihi 25 pasang ya rencana target kita 25 pasang begitu. Dari 75 itu memang tidak semuanya masuk kriteria,” tutup Soni.