Beberapa Bahan Pokok Tidak Mengalami Penurunan Harga Pasca Lebaran 2024

Pedagang bahan pokok di pasar tradisional (Liputan6).

Beberapa Bahan Pokok Tidak Mengalami Penurunan Harga Pasca Lebaran 2024

Prolite – Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan saat menjelang hari raya Idul Fitri, hingga kini harga beberapa bahan pokok di Kota Bandung mulai mengalami penurunan.

Namun masih ada pula komoditi yang harganya tetap atau tidak mengalami perubahan meski sudah sepekan sejah Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan banyak warga yang merasa berat dengan kenaikan beberapa bahan pokok di pasaran.

Seperti pada harga beras premium dan medium yang kini mencapai Rp dan Rp per kilonya.

Ada juga yang mengalami penurunan harga seperti daging ayam broiler yang sebelumnya mencapai Rp per kilo kini turun menjadi Rp per kilo.

Untuk harga daging ayam memang sempat mencapai angka tertinggi saat menjelang Lebaran kemarin.

Namun warga tidak bisa berbuat banyak karena kebutuhan maka dengan harga segitu mereka terpaksa membelinya.

Sedangkan untuk harga tetap tercatat pada minyak goreng curah berkisar Rp18 ribu dan minyak goreng kemasan Rp20 ribu per liter. Serupa dengan tepung terigu rata-rata seharga Rp11-14 ribu.

Namun untuk harga bawang merah terus merangkak naik hingga mencapai Rp per kilogramnya.

Harga ini terus naik sejak sebelum lebaran hingga kini lebaran telah usai harga bawang merah masih terus menaik secara gila-gilaan.

Sedangkan untuk harga daging sapi tidak begitu besar penurunan harganya, bahkan untuk daging beku harganya masih sama kisaran Rp per kilogramnya.

Bukan hanya daging sapi yang tidak mengalami perubahan harga ada juga telor ayam broiler yang juga tidak mengalami perubahan harga dengan kisaran Rp per kilogramnya.

Masyarakat berharap untuk harga-harga bahan pokok tersebut bisa terus turun.




Tingginya Harga Daging Ayam dan Telur, DKPP: Agar Peternak Sejahtera

Harga daging ayam dan telur

Harga Daging Ayam Rp40 Ribu dan Telur Rp32 Ribu

BANDUNG, Prolite – Harga daging ayam dan telur ayam masih tinggi, untuk daging ayam dikisaran Rp – Rp . Dan telor Rp sampai Rp .

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyampaikan, bahwa harga daging ayam dan telur tersebut memang distabilkan seperti itu, hal itu dilakukan guna mensejahterakan peternak.

Harga daging ayam dan telur
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.

“Saat ada Kepala Bapanas melakukan monitoring ke pasar, jadi sebetulnya bukan naik istilah mereka ini tapi disiapkan untuk menghadapi keseimbangan baru dengan harga itu, karena memang harga di peternak juga memang mulai dinaikkan karena selama ini dengan harga eceran di perternak yang Rp per kg banyak merugikan peternak,” jelas Gin Gin.

Di peternak kata Gin Gin harga pakan meningkat sehingga peternak mengeluhkannya.

“Akibatnya beberapa peternak kosong dan sudah bangkrut. Nah sekarang ini karena kesejahteraan itu bukan hanya konsumen tapi memang dari sisi peternak untuk menggairahkan peternak memang harga di peternak dinaikkan dan otomatis harga ini menjadi naik sehingga terlihat sekarang bertahan terus dengan harga seperti itu,” ucapnya.

Meski harga daging ayam dan telur distabilkan dan diharapkan suatu saat tidak menjadi masalah. Tetapi masalah yang akan dihadapi kata Gin Gin adalah daya beli masyarakat.

“Mampu gak, makanya sekarang dibarengi ada bantuan pangan murah berupa daging ayam telur dan sudah digulirkan. Sekarang tahap kedua mau digulirkan lagi di Oktober 3 bulan ke depan mau dibagikan untuk masyarakat miskin terdata dalam DTKS,” ucapnya seraya mengatakan harga eceran tertinggi (HET) untuk daging ayam di Rp sampai Rp per kg dan telur di Rp – Rp per kg dan itu kemungkinan kecil bisa turun.

Lanjutnya, pemerintah Kota Bandung sendiri nanti akan memperbaiki distribusi agar tidak terlalu panjang termasuk akses langsung ke peternak.

Masih kata dia, untuk pasokan sendiri relatif aman terbukti pada saat operasi atau dibutuhkan selalu tersedia.