Viral di Medsos Tamparan Guru Madrasah Berujung Denda Rp 12,5 Juta, Simak Kronologisnya!

SM dan D meminta maaf ke Ahmad Zuhdi guru madrasah diniah usai viral di media sosial (TribunJateng).

Viral di Medsos Tamparan Guru Madrasah Berujung Denda Rp 12,5 Juta, Simak Kronologisnya!

Prolite – Beberapa waktu lalu heboh di media sosial guru Madrasah Diniah (Madin) mendapatkan denda dari orang tua murid sebesar Rp 25 Juta.

Salah satu orang tua santri dari Madin yang terletak di Demak, Jawa Tengah membuat geram warganet karena perbuatannya yang sewenang-wenang kepada sang guru.

Kejadian bermula saat anak SM diduga melempar sendal kearah Ahmad Zahdi yang merupakan seorang guru di Madrasah Daniah tersebut.

Karena kejadian tersebut Ahmad Zahdi melepaskan tamparan kepada anak SM yang sudah melempar sendal kepadanya.

Karena kejadian tersebut SM yang merupakan orang tua tidak terima dan meminta denda kepada sang guru sebesar Rp 25 Juta.

Selanjutnya Ahmad Zuhdi bernegosiasi dengan SM agar uang denda itu turun hingga berakhir di angka Rp 12,5 Juta.

Usai viral kejadian tersebut SM bersama sang anak yang berinisial D ditemani rombongan mendatangi kediaman sang guru pada Sabtu (19/7).

Tujuan dari rombongan tersebut mendatangi kediaman Ahmad Zuhdi yakni untuk meminta maaf dan mengembalikan uang denda yang sempat SM minta.

SM yang diwakili oleh paman D, Sutopo meminta maaf kepada Ahmad Zuhdi atas peristiwa tersebut.

“Bu SM meminta maaf kepada Bapak Zuhdi, kalau ada langkah salah, perkataan salah, ya ke depannya biar untuk istilahnya kebaikan, pembelajaran ke depannya,” kata Sutopo, dikutip dari .

Selain meminta maaf, ia juga menyampaikan niat untuk mengembalikan uang yang pernah diterima dari keluarga Zuhdi.

“Kita dari wakil keluarga saya minta maaf, ini sekadar kemarin telah terima uang Rp 12,5 juta, ini uangnya dikembalikan ke Pak Zuhdi lagi,” ungkapnya.

Namun, uang tersebut ditolak oleh Ahmad Zuhdi.

Menurut Ahmad Zuhdi, ia telah memaafkan peristiwa yang terjadi jauh sebelumnya.

“Saya ikhlas, apa yang keluar sudah,” ujar Zuhdi.

Beberapa saat kemudian, Ahmad Zuhdi pun meminta Kepala Desa Cangkring B, Zamharir untuk menjadi juru bicara keluarganya.

Guru Madrasah tersebut sudah mengajar selama 30 tahun menjadi guru honorer dengan gaji Rp 450 ribu setiap empat bulan.

Diketahui kejadian yang terjadi pada 10 April 2025 lalu namun tuntutan uang denda terjadi pada 12 Juli 2025 kemarin.

Usai viral kejadian pelemparan di media sosial mengetuh sejumlah tokoh untuk mendatangi kediaman guru Madrasah tersebut untuk memberikan dukungan mulai dari Gus Miftah, Anggota DPRD Jateng, Arif Wahyudi, Ketua DPRD Demak Zayinul Fata, hingga Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin.

Gus Miftah memberi bantuan Rp25 juta, satu sepeda motor hingga menawarkan keberangkatan umrah saat menemui guru madrasah tersebut pada Sabtu (19/7).

Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata juga memberikan bantuan uang tunai untuk meringankan biaya denda.

Sejumlah warga menggalang donasi untuk guru Ahmad Zuhdi, namun total nominal donasi belum terungkap.




Gus Miftah Mundur dari Jabatannya , Presiden RI Segera Cari Penggantinya

Gus Miftah Mundur dari Jabatannya (istimewa).

Gus Miftah Mundur dari Jabatannya , Presiden RI Segera Cari Penggantinya

Prolite – Buntut video viral Gus Miftah yang berkata tidak pantas kepada pedagang es teh keliling saat mengisi acara di Magelang, Jawa Tengah.

Usai videonya di kecam banyak masyarakat Indonesia kini dikabarkan Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatannya.

Penceramah yang di angkat sebagai Utusan Khusus Presiden dari Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Melalui konferensi pers dirinya mengumumkan mundur dari jabatan yang sudah di kasih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sekertariat Kabinet
Sekertariat Kabinet

Gus Miftah mengatakan bahwa dirinya mundur bukan atas tekanan siapapun melainkan atas kesadaran diri.

Gus Miftah pun menangis saat mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kepada Bapak Presiden saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya, atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, saya seorang anak yang berlatar belakang dari jalanan dan bergaul dengan dunia marjinal, telah diangkat derajat setinggi-tingginya oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Dengan pengunduran diri tersebut, artinya Gus belum sampai dua bulan menjadi Utusan Khusus Presiden.

Gus sendiri diangkat menjadi Utusan Khusus Presiden pada 22 Oktober 2024 lalu.

Kabar mundurnya Gus dari Utusan Khusus Presiden sudah diketahui oleh Presiden RI kita.

Prabowo Subianto mengaku sudah mengetahui terkait pengunduran diri Miftah Maulana Habiburrahman

Kemunduran yang di umumkan oleh Gus tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas pernyataan yang dilontarkan saat mengisi tausiah di Magelang.

“Saya sendiri belum lihat langsung, tapi di laporan beliau sudah mengundurkan diri. Komentar saya, saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan persnya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta dikutip dari Tribunnews.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa dirinya kemungkinan tidak memiliki niat buruk atau niat untuk menghina. Meski demikian, Gus menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.

“Tapi terlepas mungkin ya salah ucap, beliau sadar beliau salah, beliau bertanggung jawab, beliau mengundurkan diri,” ungkap Presiden.

Tak lupa Prabowo Subianto juga akan segera mencari pengganti Gus untuk mengisi kekosongan jabatannya.




108.497 Tandatangan Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Kepresidenan

Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden (Tangapan Layar Change.org).

Tandatangan Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Kepresidenan

Prolite – Usai beberapa waktu lalu ramai cuplikan ceramah Gus Miftah yang berkata tak pantas kepada pedagang es teh keliling pada pengajian di Magelang.

Kejadian yangmembuat geger warganet tersebut dinilai tidak pantas di ucapakn di tengah-tengah sedang mengisi tausiah.

Warganet yang melihat cuplikan tersebut merasa geram dengan Gus Miftah yang merupakan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan

Masyarakat membuat petisi yang isinya mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mencopot jabatan Gus Miftah.

Sebanyak orang telah menandatangani petisi Copot dari Jabatan Utusan Khusus Presiden.

youtube @GusYusufChannelTegalrejo
youtube @GusYusufChannelTegalrejo

Masyarakat yang meneken petisi tersebut marah atas kelakuan Gus Miftah yang menghina penjual es teh Sunhaji.

Peristiwa Gus mengolok-olok ternyata bukan lah kali pertama bahkan kata kurang panatas tersebut juga sering diucapkannya saat mengisi tausiyah.

Maka dari itu banyak masyarakat yang geram dengan perbuatan Gus yang harusnya di contoh namun ini malah tidak patut untuk di contoh.

Sebagian yang hadir di acara itu berteriak meminta Gus Miftah memborong dagangan pria yang menyaksikan dakwah sambil berdiri itu. Namun, Gus nyeletuk mengolok-olok pedagang minuman itu.

“Es tehmu jik okeh ora (es  tehmu masih banyak enggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), g*bl*k,” kata Miftah dalam potongan video.

“Dolen ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),” sambungnya.

Pernyataan Miftah itu pun diikuti gelak tawa dari sejumlah orang yang ada di atas panggung. Video itu pun menuai kecaman dari warganet di berbagai platform media sosial.

Kejadian yang terjadi tersebut padatanggal 20 November 2024 lalu, namun cuplikan video tersebut baru viral beberapa hari lalu.




Viral Pedagang Es Teh yang Diolok Gus Miftah Dapat Umroh Gratis, Beasiswa Hingga Donasi Rp 100 Juta

Pedagang es teh di olok-olok Gus Miftah dapat umrah gratis hingga beasiswa (Tangkap layar YouTube PCNU Kabupaten Magelang).

Viral Pedagang Es Teh yang Diolok Gus Miftah Dapat Umroh Gratis, Beasiswa Hingga Donasi Rp 100 Juta

Prolite – Sempat ramai cuplikan video yang memperlihatkan ulama kondang Gus Miftah yang mengucapkan kalimat tak pantas saat mengisi acara pengajian.

Acara pengajian Gus Miftah yang di selenggarakan dalam rangka “Magelang Bersholawat” di Lapangan Drh. Soepardi, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Usai cuplikan video tersebut viral kini dikabarkan pedagang es teh keliling tersebut mendapatkan solidaritas dari para netizen.

Pasalnya netizen merasa marah dan merasa iba melihat ekspresi pedagang yang tampak datar saat diejek, mendorong mereka untuk mencari tahu identitasnya dan menggalang solidaritas. Tak lama kemudian, identitas pedagang itu terungkap.

istimewa
istimewa

Ialah Sunhaji, seorang bapak asal Magelang yang berjualan es teh untuk menyokong keluarganya. Diketahui, sebelumnya, ia bekerja sebagai tukang kayu. Namun, harus beralih ke pedagang es teh setelah mengalami cedera.

Sunhaji memiliki dua anak yang masih bersekolah, dan penghasilannya yang terbatas digunakan untuk biaya pendidikan serta kebutuhan sehari-hari. Aksi solidaritas yang digalang untuk Sunhaji mendapat banyak dukungan dari netizen. Alhasil, kejadian tersebut membawa berkah bagi Sunhaji yang mendapat perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.

Diketahui Sunhaji pedagang es yang diolok-olok Gus Miftah mendapatkan umroh gratis dari Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar.

Dalam unggahan video yang tersebar di media sosial menyebutkan bahwa pedagang es teh yang sedang viral tersebut mendapatkan ibadah umrah gratis pada bulan Ramadan memiliki pahala setara dengan berhaji bersama Rasulullah.

Ustaz Fakhrurrazi berharap doa terbaik untuk kelancaran niat baik ini. Langkah ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat, yang melihatnya sebagai bentuk empati dan dukungan kepada penjual es teh yang menjadi sorotan publik.

Bukan hanya itu Sunhaji pun mendapatkan donasi Rp 100 juta dari konten kreator Willie Salim serta uang donasi dari netizen Indonesia.

Nyatanya bukan hanya di berangkatkan umroh dan mendapatkan donasi saja, Sunhaji pun ditawari beasiswa untuk anaknya.

Arif Nursalim, seorang tokoh sosial terkenal mengunggah sebuah postingan di Instagram yang menarik perhatian banyak orang. Dalam postingannya, ia bertanya, “Ada yang tahu informasi tentang si Bapak? Saya ingin memberikan beasiswa untuk anaknya.”

Unggahan tersebut langsung menjadi viral. Banyak netizen yang mengapresiasi niat baik Arif, berharap anak yang dimaksud dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tindakan ini membuktikan betapa besar pengaruh media sosial dalam menggalang dukungan untuk tujuan yang mulia.




Heboh Ucapan Gus Miftah yang Tidak Pantas kepada Pedagang Es Teh Saat Mengisi Ceramah

youtube @GusYusufChannelTegalrejo

Heboh Ucapan Gus Miftah yang Tidak Pantas kepada Pedagang Es Teh Saat Mengisi Ceramah

Prolite – Ramai di media sosial perihal ucapan Gus Miftah yang mengucapkan kalimat tidak pantas saat mengisi ceramah.

Insiden kurang mengenakan tersebut terjadi ketika Miftah mengisi pengajian dalam rangka “Magelang Bersholawat” di Lapangan Drh. Soepardi, Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Rabu (20/11).

Dalam cuplikan video yang tersebar memperlihatkan Gus yang menanyakan kepada salah seorang pedagang es teh panggul yang sedang berjualan di tengah-tengah kerumunan.

Ulama berusia 43 tahun itu awalnya ada penonton meminta Miftah untuk memborong dagangan es teh seorang penjual.

dok Warga Dusun Gesari Magelang
dok Warga Dusun Gesari Magelang

Namun, ia justru mengeluarkan kata tak pantas yang sepatutnya tidak di ucapkan oleh seorang ulama saat mengisi ceramah.

“Es tehmu jik okeh ora (es tehmu masih banyak enggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), g*bl*k,” kata Miftah dalam potongan video.

“Dolen ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),” sambungnya.

Pernyataan Miftah itu pun diikuti gelak tawa dari sejumlah orang yang ada di atas panggung. Video itu pun menuai kecaman dari warganet di berbagai platform media sosial.

Potongan video tersebut yang membuat ramai platorm media sosial.

Usai potongan video tersebut viral bahkan Gus juga mendapatkan teguran dari Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.

Pasalnya Gus merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Gus Miftah merespons reaksi publik soal ucapannya kepada salah satu pedagang es teh bakulan saat ceramah.

“Dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya. Saya memang sering bercanda dengan siapapun,” kata Gus Miftah dalam video permintaan maafnya, Rabu (4/12/2024).

“Atas candaan kepada yang bersangkutan saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,” sambungnya.

Gus Miftah juga meminta maaf kepada masyarakat karena kegaduhan yang terjadi. Menyebut apa yang diucapkan hanya candaan, Gus Miftah menerima masyarakat menilai kata ‘goblok’ itu berlebihan.

“Ini juga merupakan introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati berbicara di depan publik dan masyarakat. Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab dari Kupang, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum,” tutupnya.