Ekosistem GREY: Memperluas Medan Seni Rupa Kontemporer Bandung

Ekosistem GREY: Memperluas Medan Seni Rupa Kontemporer Bandung
BANDUNG, Prolite – Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-3 Grey Art Gallery, GREY terus memperluas perannya sebagai penggerak ekosistem seni rupa kontemporer melalui pengembangan ruang, program, dan platform kuratorial yang saling terhubung. Dua inisiatif penting yang menandai fase ini adalah kehadiran GREY CUBE sebagai ruang baru dalam ekosistem galeri, serta penyelenggaraan GREY Award 2026, perhelatan penghargaan seni rupa yang memasuki edisi ke-2.
Sebagai sebuah ekosistem, GREY tidak dibangun untuk menghadirkan satu representasi tunggal seni rupa kontemporer, melainkan sebagai struktur berlapis yang memungkinkan beragam praktik, posisi artistik, dan model distribusi saling berkelindan. Setiap ruang dan program dirancang dengan peran, skala, dan orientasi yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu visi pengembangan yang berkelanjutan.
GREY CUBE: Simpul Baru dalam Ekosistem
GREY CUBE diperkenalkan sebagai simpul baru dalam ekosistem Grey Art Gallery, berlokasi di Jl. Dago Lantai 3, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132. Ruang ini tidak dimaksudkan untuk berdiri sendiri, melainkan memperkuat lapisan ekosistem yang telah ada melalui fokus kuratorial yang lebih terarah.
Pemilihan karya di GREY CUBE didasarkan pada praktik artistik yang telah berkembang serta relevansinya dalam lanskap seni rupa yang lebih luas. Pendekatan ini memungkinkan karya hadir dengan posisi artistik yang tegas, sekaligus mendukung sirkulasi, distribusi, dan apresiasi karya tanpa memutus kesinambungan dengan ruang-ruang Grey lainnya.
Pada edisi pembukaannya, GREY CUBE menampilkan karya dari Aryo Saloko, Eldwin Pradipta, Heri Dono, Ikie Morphacio, Joko Avianto, Mujahidin Nurrahman, RE Hartanto, dan Toni Antonius. Para seniman ini dipertemukan dalam satu ruang tanpa upaya penyamaan arah atau gaya, sehingga setiap karya dapat hadir dengan karakter dan kekuatannya masing-masing.
Grey Award 2026: Monochrome as Manifesto
Sejalan dengan penguatan ruang, Grey Art Gallery juga melanjutkan komitmennya melalui Grey Award 2026, pameran dan penghargaan seni rupa yang menempatkan eksplorasi, eksperimentasi, dan perumusan sikap artistik sebagai nilai utama. Tahun ini menandai penyelenggaraan Grey Award ke-2, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong regenerasi dan penguatan ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia.
Mengusung tema “Monochrome as Manifesto”, Grey Award 2026 memposisikan monokrom bukan sekadar pendekatan visual, melainkan posisi konseptual. Kerangka karya dibatasi pada monokromatik hitam–putih—spektrum hitam, putih, dan gradasi abu-abu—sebagai pilihan artistik dan sikap kuratorial. Pembatasan ini tidak dimaksudkan sebagai pengekangan, melainkan sebagai medan yang menuntut
ketajaman berpikir, ketegasan artikulasi visual, serta kepekaan terhadap struktur visual, cahaya, bayangan, tekstur, dan materialitas karya.
Antusiasme terhadap Grey Award 2026 tercermin dari total 931 karya yang dikirimkan oleh 710 seniman dari berbagai wilayah di Indonesia. Seluruh karya melalui proses seleksi oleh dewan juri Wiyu Wahono, Heri Pemad, dan Angga Aditya. Dari tahap awal ini, terpilih 65 karya dari 60 seniman untuk dipresentasikan dalam pameran Grey Award 2026.
Tahap selanjutnya akan menyaring 10 finalis terbaik untuk mengikuti wawancara kuratorial sebagai ruang dialog yang lebih mendalam mengenai praktik, gagasan, dan arah kerja seniman. Dari proses ini, akan ditetapkan 3 seniman terbaik sebagai penerima Grey Award 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, Grey Award dirancang sebagai jembatan yang membantu seniman—khususnya seniman muda—memasuki medan sosial seni rupa yang lebih luas. Program ini membuka akses, membangun jejaring, serta memperkenalkan praktik artistik ke publik, kolektor, kurator, dan institusi seni, sebagai bagian dari upaya penguatan karier dan keberlanjutan praktik seni.
Mengundang Publik
Pameran Grey Award 2026 dapat dikunjungi di Grey Art Gallery, Jl. Braga No. 47, Bandung. Galeri dibuka setiap hari, dengan jam kunjung weekday pukul – WIB dan weekend pukul – WIB. Publik diundang untuk hadir dan mengalami secara langsung bagaimana monokrom hitam–putih dirumuskan sebagai bahasa visual, sikap artistik, sekaligus perayaan dan respons terhadap zamannya.
Melalui GREY CUBE dan Grey Award 2026, Grey Art Gallery menegaskan posisinya sebagai ruang yang tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga membangun struktur, percakapan, dan peluang bagi pertumbuhan ekosistem seni rupa kontemporer yang lebih luas dan berkelanjutan.