Resmi Harga Gas Elpiji 3 Kg Naik menjadi Rp 19.000 per Tabung

Kenaikan harga gas elpiji 3 kg (metro).

Resmi Harga Gas Elpiji 3 Kg Naik menjadi Rp per Tabung

Prolite – Harga eceran gas elpiji 3 kilogram resmi mengalami kenaikan dari sebelumnya seharga Rp kini naik menjadi Rp per tabungnya.

Kenaikan harga elpiji ini karena adanya pengurangan subsidi dari pemerintah pusat untuk gas hijau yang diperuntukan untuk masyarakat miskin.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa stok elpiji tetap aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

“Alhamdulillah, menurut data dari Disdagin, stok elpiji aman dan distribusinya lancar. Jadi tidak perlu panik,” ujar Farhan di Graha Manggala Siliwangi.

Farhan mengakui distribusi elpiji memang sempat tersendat karena adanya spekulan yang menahan pasokan barang. Pemkot Bandung pun tengah melakukan operasi pengawasan untuk menindak para spekulan.

Menurut Farhan, yang paling penting saat ini bukan semata penetapan harga, tetapi kelancaran distribusi barang agar masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji dengan mudah. “Warga umumnya lebih memikirkan ketersediaan barang. Mau harga berapapun, asal barangnya ada dan aman, itu yang utama,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa kenaikan harga energi, termasuk gas, sangat dipengaruhi oleh situasi global dan kondisi fiskal nasional. Permintaan gas terus meningkat, sementara subsidi tergantung pada kemampuan fiskal pemerintah pusat.

Farhan menyebutkan bahwa kenaikan harga gas elpiji dari menjadi berarti hampir 20 persen. Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan patroli dan pengawasan untuk mencegah penimbunan oleh spekulan.

“Insya Allah, kita patroli setiap hari untuk pastikan tidak ada spekulan yang menahan barang. Kalau ada, akan kita tindak tegas,” ujarnya.




Aman ! Stok Gas Elpiji 3 Kg di Kota Bandung Tersedia Hingga Akhir Tahun

Ilustrasi Gas elpiji langka

Gas Elpiji 3 Kg Tersedia Hingga Akhir Tahun

BANDUNG, Prolite – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau gas melon terjadi di beberapa daerah.

Sementara di Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengklaim gas elpiji 3 kg atau gas melon tersedia bahkan hingga akhir tahun.

Sehingga di Kota Bandung dipastikan tidak akan terjadi kelangkaan ataupun pembatasan pembelian gas.

“Kami menanyakan bagaimana kondisi ketersediaan gas elpiji 3 kg di kota Bandung, sehubungan di beberapa kota lainnya seperti Medan, Malang, kan ada kekurangan. Alhamdulillah berdasarkan laporan dari Pertamina kondisi di kota Bandung dalam kondisi aman dan tersedia tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 Kg, warga kota Bandung aksebilitas untuk mendapatkan Gas 3 kg sangat mudah koutanya masih sangat banyak tidak perlu khawatir,” ujar Elly di Paskal 23, Selasa (1/8/2023).

Kuota gas satu tahun ini kata Elly sebanyak metrix ton ralisasi sampai 30 Juli itu metrix ton, jadi masih ada sisa sekitar 39 metrix ton lebih.

Elly juga menyampaikan untuk harga sesuai dengan keputusan surat edaran wali kota Bandung yakni untuk di agen harganya Rp untuk ukuran gas 3 kg, dipangkalan Rp .

“Jadi kalau dipangkalan ada yang menjual melebihi Rp laporkan kepada kami nanti kami laporkan kepada pertamina. Surat wali kota itu hanya mengatur sampai pangkalan. Sedang pangkalan ke pengecer atau ke warung-warung itu tidak diatur, tapi wajarnya di kisaran Rp19 ribu hingga 20 ribu,” ucap Elly.

Apabila dipengecer harga berbeda-beda hal itu karena tidak diatur.

“Di daerah kota sampai Rp 19 ribu hingga 20 ribu. di daerah Bandung timur ada yang sampai Rp 23 ribu, kita tidak bisa apa-apa. Tapi kalau agen dipangkalan menjual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) laporkan kepada kami dan kita akan laporkan pada Pertamina, karena Pertamina yang punya sanksi kepada agen dan pangkalan. Kalau kita ingin harga Rp belilah ke pangkalan, di kota Bandung ada pangkalan sedangkan agen ada 65,” tuturnya.