Ribuan Unggas Masuk, Dipastikan Aman Flu Burung

Ilustrasi unggas bebas flu burung

BANDUNG, Prolite – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Wilsandi Saefulloh menyampaikan sebagai dalam rangka kewaspadaan penyakit flu burung, pihaknya mencoba cek ternak yang masuk ke Kota Bandung khusunya hewan unggas.

“Kita coba cek dari sisi kelengkapan administrasinya, kita juga cek dari sisi pemeriksan termasuk sampling juga untuk pemeriksaan melalui rapid test,” jelas Wily saat dihubungi, Senin (27/3/2023).

Baca Juga : Bertekad Wujudkan Pemerintah Daerah Anti Korupsi

Pengecekan dilakukan Jumat (24/3) lalu di pintu masuk Pasar Ciroyom atau jalan Rajawali.

Menurut dia terdapat 26 mobil truk pengangkut hewan unggas atau sekitar 43000 ekor ayam yang diperiksa.

“Alhamdulilah segi pemeriksaan tidak terdapat gejala-gejala ke arah flu burung termasuk hasil rapid test nya juga. Hewan ternak ini dari Priangan timur seperti Camis, Tasik,” pungkasnya.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Terima Baznas Award 2023

Kedepan pemeriksaan ini kata Wily akan coba dirutinkan berdasarkan acuan peraturan baru lalu lintas hewan ternak unggas yakni permentan tahun 2023 tentanf lalin hewan ternak unggas.

“Jadi acuan selanjutnya termasuk koordinsi daerah asal ternak tersebut,” tutupnya.(kai)

Baca Juga : 

  • Cuti Lebaran Maju Mulai 19 April
  • Akibat Cuaca Ekstrem di Kota Bandung

  • AC Pesawat Super Air Jet Mati dalam Perjalanan

  • Mudik Gratis Menggunakan Kapal Laut




Kasus Flu Burung Kembali Merebak

BANDUNG, Prolite – Kasus flu burung yang dapat menular ke manusia ini kini dilaporkan sudah kembali merebak luas di beberapa Negara Eropa, Amerika, dan Asia tepatnya Kamboja.

Terkait virus H5N1 varian belum ditemukan kasus di Jawa Barat. Namun ada varian influenza yang terdeteksi di Jawa barat yakni di Kota Cirebon dan Kota Cimahi, namun biasanya varian ini masih belum berbahaya.

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karna membunuh hewan ternak dalam jumlah yang besar. Namun ada bahaya yang lebih besar lagi yaitu jika tertular ke manusia dapat menyebakkan kematian.

Konfirmasi H5N1 biasa ini hasil dari laboratorium Balai Veteriner Subang yang kemudian dikirimkan ke Kementerian Kesehatan.

Meski varian itu tidak berbahaya tapi kita tetap harus waspada untuk seluruh peternak ungags maupun masyarakat untuk mengantisipasi varian terbaru.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Arifin Soedjayana, kewaspadaan terutama untuk menghindarkan kerugian ekonomi akibat kematian massal unggas. Serta memastikan kebutuhan daging ungags untuk masyarakat mencukupi.

Tentang Flu Burung

Flu burung (Avian influenza) adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A sub tipe H5N1, yang pada umumnya menyerang unggas, dan dapat juga menular dari unggas ke manusia.

(*/ino)