Dosen FISIP UNIBBA Raih Anugerah di Malaysia

Dosen FISIP UNIBBA Raih Anugerah di Malaysia

Kampus Daerah, Prestasi Internasional: Dosen FISIP UNIBBA Raih Anugerah di Malaysia

BANDUNG, Prolite – Prestasi akademik kembali ditorehkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bale Bandung (FISIP UNIBBA) di level internasional. Dalam forum akademik yang digelar di Malaysia, salah satu dosen FISIP UNIBBA berhasil meraih penghargaan prestisius dan bersaing dengan puluhan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada pertengahan Desember 2025, tepatnya 17 Desember, dalam rangka implementasi kerja sama antara Irwan Abdullah (IA) Scholar Foundation bersama Program Doktor Politik Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Acara diselenggarakan di Gedung Fakulti Pengajian Islam UKM, Selangor.

Dosen FISIP UNIBBA Raih Anugerah di Malaysia

Kerja sama berkelanjutan ini melahirkan sejumlah kegiatan akademik, di antaranya pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah melalui sesi berbagi pengalaman, serta presentasi karya ilmiah yang melibatkan mahasiswa pascasarjana dari kedua institusi dan pendaftar terbuka. Kegiatan tersebut juga dikemas dalam bentuk international conference.

Hadir dalam agenda ini para pimpinan redaksi jurnal bereputasi internasional asal Indonesia yang merupakan alumni IA Scholar Foundation, yang saat ini dipimpin oleh Dr. Hasse Jubba. Para narasumber berbagi pengalaman terkait strategi pengelolaan jurnal ilmiah serta kiat menembus indeksasi bereputasi internasional seperti Scopus dan Web of Science (WoS).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rendy Adiwilaga, dosen FISIP Universitas Bale Bandung, berhasil meraih penghargaan kategori “Anugerah Pembentang Terbaik” atau presenter artikel terbaik, mengungguli puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Dosen FISIP UNIBBA Raih Anugerah di Malaysia

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa tenaga pengajar FISIP UNIBBA, meskipun berasal dari kampus swasta di wilayah Bandung Selatan, mampu bersaing dan diakui kredibilitasnya dalam forum akademik internasional, khususnya dalam pengembangan ilmu politik.

Selain Rendy Adiwilaga, sejumlah akademisi asal Indonesia juga meraih penghargaan bergengsi lainnya. Anugerah Artikel Berimpak diraih oleh Hamrun (Universitas Muhammadiyah Makassar), Tholhah (Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung), dan Ismed Kelibay (Universitas Muhammadiyah Sorong). Sementara itu, Anugerah Kertas Terbaik diberikan kepada Muhammad Wahdini (Universitas Muhammadiyah Palangkaraya) dan Muhammad Hibatul Wafi (IAIN Kerinci Jambi). Adapun penghargaan Pembentang Terbaik lainnya diraih oleh Halifa Haqqi (Universitas Slamet Riyadi Solo).

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peneliti dan cendekiawan Indonesia untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan serta percaya diri berkiprah di tingkat internasional, tanpa dibatasi oleh reputasi institusi, wilayah geografis, maupun sikap inferior dalam pergaulan akademik global.




Mengawal Demokrasi Lokal: FISIP UNIBBA Hadirkan Ketua Bawaslu

Mengawal Demokrasi Lokal FISIP UNIBBA Hadirkan Ketua Bawaslu (dok).

Mengawal Demokrasi Lokal: FISIP UNIBBA Hadirkan Ketua Bawaslu

Prolite – FISIP Universitas Bale Bandung (UNIBBA) menggelar kuliah umum bertajuk “Mengawal Demokrasi di Tingkat Lokal: Temuan Bawaslu dalam Dinamika Politik Kabupaten Bandung” pada hari Sabtu (27/9). Dalam kesempatan ini, Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung hadir sebagai pembicara utama untuk membedah berbagai dinamika politik lokal, termasuk tantangan pengawasan pemilu serta upaya menjaga kualitas demokrasi di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Bandung, didampingi Dosen Tetap dari FISIP UNIBBA, yakni .

Ketua Bawaslu periode 2023-2028, yakni Kahpiana, menjelaskan secara komprehensif terkait temuan-temuan maupun pelanggaran pemilu yang terjadi menjelang pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2024 di Kabupaten Bandung. Ragam temuan secara komprehensif dijelaskan mulai dari temuan dan persentasi politik uang, pelanggaran alat peraga kampanye, hingga konflik terbuka antara tim sukses di lapangan. Bawaslu mengklaim bahwa pemilu 2024 telah terwujud secara kondusif, jujur, dan adil.

dok
dok

Sebagai bagian dari iron stock, peserta yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Pemerintahan dari seluruh angkatan, bergantian memberikan pertanyaan, sekaligus keluh kesah yang terjadi di lapangan. Mengingat, tidak sedikit pula mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNIBBA yang pada saat pemilihan umum 2024 berlangsung, bertugas sebagai petugas pemilu baik di tingkat Desa maupun Kecamatan. Kegiatan berlangsung hidup karena adanya agenda pertukaran opini, sharing pengalaman, dan pembagian cindera mata dari penyelenggara maupun narasumber dari Bawaslu. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNIBBA juga banyak berbagi pengalaman dari kegiatan belajar mengajar, mengingat, bagian dari kurikulum FISIP UNIBBA mendorong mahasiswa untuk terjun ke lapangan dalam program magang, baik di Partai Politik, KPU, maupun Bawaslu. Sehingga, kehadiran Kahpiana beserta rombongan Bawaslu bukanlah pertemuan baru, melainkan reuni kecil bagi sebagian mahasiswa.

Dekan FISIP UNIBBA, Rendy Adiwilaga, yang juga aktif menulis tentang demokrasi dan partai politik baik Jurnal maupun buku, menanggapi kegiatan ini secara positif. Menurutnya “kami menginisiasi acara ini sebagai upaya kami mempersiapkan lulusan yang tidak cuma fasih dalam teori, tapi juga peka terhadap situasi dan dinamika lapangan sebagai bagian dari serunya demokrasi. Saya berharap, apa yang saya tulis, juga kami dosen-dosen yang concern di bidang ini, dapat dibuktikan oleh mahasiswa dari pengamatannya melalui point of view pelaksana langsung. Alhamdulillah, respon teman-teman juga positif. Memang ini acara kita bersama”

Di waktu yang berbeda, ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Rifi Rivani Radiansyah, juga menjelaskan “ya acara ini memang acara rutin kami, setiap awal semester kami melaksanakan kuliah umum tidak hanya sebagai seremoni belaka, tapi kami juga mempersiapkan mahasiswa agar ‘meregangkan’ otaknya untuk bersiap menyambut semester yang seru ke depannya. Kuliah bukan sesuatu yang menakutkan, tapi sesuatu yang men-challenge teman-teman mahasiswa agar selalu terus updating dan menjadi manusia lebih baik lagi di hari esok”.

FISIP UNIBBA merupakan fakultas yang fokus pada keilmuan sosial politik, dan merupakan satu-satunya di Bandung Selatan. Selain mengusung tagline “harmonis, humanis, progresif”, FISIP UNIBBA juga memperkenalkan dirinya sebagai kampus “sadar HAM, ramah gender, dan anti korupsi”. Dekan FISIP UNIBBA dalam wawancara lanjutan juga menjelaskan bahwa ke depan, FISIP UNIBBA akan dirancang sebagai laboratorium negarawan, sebagai lanjutan dari visi misinya menciptakan lulusan berintegritas dan anti korupsi.

Kegiatan kuliah umum sendiri merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap awal semester baik genap maupun ganjil. Setelah sebelumnya mengundang praktisi birokrasi, anggota legislatif, maupun pakar bereputasi nasional, di tahun ini, FISIP UNIBBA mengundang perwakilan praktisi dari kalangan profesional. Diharapkan ke depan, FISIP UNIBBA mampu melebarkan sayap dan reputasinya dengan mengundang narasumber skala nasional maupun internasional. Dari Bandung Selatan, untuk Indonesia dan dunia, salam hangat dari FISIP UNIBBA.