Film Pabrik Gula Tembus 3 Juta Penonton dalam Sepekan Penayangan

Film Pabrik Gula Tembus 3 Juta Penonton dalam Sepekan (Wikipedia).

Film Pabrik Gula Tembus 3 Juta Penonton dalam Sepekan Penayangan

Prolite – Film horor Indonesia Pabrik Gula yang sedang tayang di Bioskop mendapatkan antusias lebih dari para masyarakat.

Film garapan MD Pictures ini berhasil meraih lebih dari 3 juta penonton dalam waktu seminggu penayangan di Bioskop di Indonesia.

Kabar gembira ini diumumkan langsung oleh pihak rumah produksi melalui akun media sosial resmi mereka pada Rabu, 9 April.

Angka ini menjadikan Pabrik Gula sebagai salah satu film Indonesia terlaris di awal tahun 2025, dan semakin mengukuhkan posisi film horor sebagai genre yang digemari oleh penonton Tanah Air.

Film yang di disutradarai oleh Awi Suryadi, yang sebelumnya sukses dengan film horor terlaris KKN di Desa Penari, Pabrik Gula diadaptasi dari kisah horor viral yang ditulis oleh SimpleMan.

Film ini mengisahkan tentang sekelompok pekerja musiman di sebuah pabrik gula tua yang mengalami serangkaian kejadian mistis dan teror mencekam. Dengan premis yang kuat dan sentuhan horor khas Indonesia, film ini berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.

Capaian lebih dari 3 juta penonton ini tentu menjadi angin segar bagi industri perfilman Indonesia. Kesuksesan film ini diharapkan dapat memicu semangat para sineas untuk terus menghasilkan karya-karya berkualitas dan menarik minat lebih banyak penonton ke bioskop. Dengan dukungan cerita yang kuat dan produksi yang apik, bukan tidak mungkin film ini akan terus menambah jumlah penontonnya dan mencatatkan rekor baru.




Sinopsis Film Pabrik Gula yang Sedang Tayang di Bioskop sejak 31 Maret 2025

Film Pabrik Gula sedang tayang di Bioskop (Instagram MD Picture).

Sinopsis Film Pabrik Gula yang Sedang Tayang di Bioskop sejak 31 Maret 2025

Prolite – Beberapa Film Indonesia terbaru resmi tayang di berbagai Bioskop di tanah air untuk menemani momen Libur Lebaran 2025.

Banyak judul film yang di tayangkan di Bioskop salah satunya horor Indonesia yang berjudul Pabrik Gula.

Penasaran dengan jalan cerita film horor yang sedang ramai di perbincangkan.

Film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini mncuri banyak masyarakat untuk menonton jalan critanya.

Kemudian untuk penulis naskah film ini adalah Lele Laila dan juga SimpleMan. Sebagai informasi, SimpleMan adalah sosok pengguna X (sebelumnya Twitter) yang begitu populer karena sering kali mengangkat kisah-kisah horor ke dalam sebuah thread.

Salah satu yang belakangan ini cukup menarik perhatian adalah film Pabrik Gula. Film horor adaptasi dari salah satu thread yang sempat viral di X (sebelumnya Twitter) ini mengajak pemirsa menyelami kisah mistis yang tersimpan di sebuah bangunan pabrik gula yang tua.

Penasaran seperti apa sinopsis film Pabrik Gula yang dibintangi oleh sederet pesohor Tanah Air ini? Mari simak ulasannya berikut ini, yuk!

Merujuk dari video trailer final yang ditayangkan di saluran YouTube MD Pictures, dapat diketahui gambaran singkat mengenai apa yang akan terjadi pada film Pabrik Gula. Melalui trailer tersebut menunjukkan sinopsis film ini diawali dengan kisah para buruh musiman yang dipekerjakan pada sebuah pabrik gula.

Dikisahkan bahwa para pekerja tersebut berbondong-bondong datang untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik. Mereka ingin mencoba peruntungan bekerja di pabrik gula demi mengubah nasib. Semua berjalan dengan begitu baik dan para buruh pabrik gula dapat mengerjakan tugasnya begitu lancar.

Namun, hal tersebut berubah saat seorang buruh memasuki sebuah area gudang yang begitu gelap dan sepi. Di sana dirinya menemukan sebuah hal yang ganjil dan sulit dijelaskan dengan nalar manusia.

Selanjutnya sejak kejadian tersebut, ada berbagai teror yang datang silih berganti dan dialami oleh para pekerja di pabrik gula tersebut. Hal ini mau tak mau membuat seorang pekerja senior memberikan gambaran kisah yang pernah terjadi di masa lalu.

Dahulu para pekerja pabrik banyak yang mengalami kecelakaan saat bekerja, sehingga membuat pihak pabrik harus mengikat perjanjian dengan Maharatu agar tidak lagi mengganggu. Sosok tersebut merupakan pemimpin kerajaan demit yang menguasai tempat tersebut.

Sayangnya, Maharatu dan pengikutnya justru tampak dibuat murka. Entah apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi, tetapi yang pasti para pekerja kini harus dihadapkan pada situasi berbahaya yang membuat nyawa mereka dipertaruhkan.

Akankah para buruh pabrik yang masih tersisa mampu bertahan hidup di tengah-tengah teror yang terus menerus ditunjukkan oleh Maharatu? Temukan jawabannya dengan menyaksikan film tersebut di bioskop secara langsung.




Diboikot Netizen, Karier Abidzar Terancam? Ini Kata Pakar Soal Cancel Culture!

Abidzar

Prolite – Diboikot Netizen, Karier Abidzar Terancam? Ini Kata Pakar Soal Cancel Culture!

Industri film Indonesia kembali dihebohkan dengan polemik yang melibatkan aktor muda Abidzar Al Ghifari. Pemeran utama dalam adaptasi A Business Proposal versi Indonesia ini menuai kritik tajam setelah mengungkapkan bahwa ia tidak membaca Webtoon maupun menonton drama Korea versi aslinya.

Pernyataan tersebut menimbulkan gelombang kekecewaan dari para penggemar, yang menganggap bahwa Abidzar kurang menghormati sumber asli dari karya yang ia perankan.

Akibatnya, film ini mendapat serangan dari warganet, mulai dari penurunan drastis rating di IMDb hingga pemutaran film yang mulai dihentikan di beberapa bioskop. Fenomena ini pun memicu perbincangan luas mengenai cancel culture dan dampaknya terhadap industri film di Indonesia.

Abidzar dan Kontroversi yang Mengguncang Industri Film

Sebagai seorang aktor yang sedang meniti karier, pernyataan Abidzar menjadi bumerang baginya. Keputusannya untuk tidak merujuk pada materi asli dianggap sebagai bentuk kurangnya persiapan serta sikap yang meremehkan penggemar setia karya tersebut.

Tidak sedikit yang menyatakan bahwa hal ini mencederai ekspektasi mereka terhadap film adaptasi, yang seharusnya tetap mempertahankan esensi cerita asli.

Dampaknya sangat cepat terasa. Rating film di IMDb merosot drastis hingga 1/10, menandakan gelombang ketidakpuasan yang besar.

Bahkan, beberapa bioskop dilaporkan mulai menarik film ini dari daftar penayangan mereka karena respon negatif yang terus meningkat.

Cancel Culture dan Pengaruhnya di Industri Film

Fenomena cancel culture bukanlah hal baru dalam dunia hiburan. Pakar industri kreatif, Meilinda, yang merupakan dosen English for Creative Industry di Universitas Kristen Petra (UK Petra), menjelaskan bahwa cancel culture telah menjadi alat bagi masyarakat untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap tindakan atau pernyataan figur publik.

Namun, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi individu yang terkena boikot, tetapi juga bagi seluruh produksi film yang terlibat.

“Efeknya tidak hanya mengenai satu aktor, tetapi juga seluruh tim produksi yang bekerja keras dalam proyek tersebut. Jika reaksi publik terlalu negatif, film yang sebenarnya memiliki potensi baik pun bisa tenggelam akibat citra buruk salah satu pemainnya,” ujar Meilinda dalam sebuah diskusi di Surabaya.

Sebagai figur publik, aktor diharapkan memiliki kesadaran akan pentingnya citra dan cara berkomunikasi dengan audiens. Di Indonesia, sikap rendah hati dan apresiasi terhadap karya seni sangat dijunjung tinggi.

Ketika seorang aktor dianggap kurang menghargai sumber asli, masyarakat pun cenderung merespons dengan reaksi yang keras.

Adaptasi vs Interpretasi: Sejauh Mana Aktor Boleh Berkreativitas?

Dalam dunia perfilman, ada dua pendekatan yang sering digunakan dalam proyek adaptasi, yaitu mempertahankan esensi asli atau memberikan sentuhan baru terhadap karakter dan cerita.

Dalam kasus Abidzar, ia memilih untuk menginterpretasikan karakternya sendiri tanpa merujuk pada sumber asli.

Meilinda menyoroti bahwa meskipun kebebasan berekspresi dalam akting sangat penting, pemahaman terhadap materi sumber tetap krusial dalam sebuah adaptasi.

“Jika film adaptasi ingin tetap mempertahankan nuansa dan karakteristik dari sumbernya, maka pemahaman mendalam dari aktor sangat diperlukan. Namun, jika tujuannya adalah untuk memberikan perspektif baru, maka kebebasan berinterpretasi memang bisa dilakukan dengan tetap mempertimbangkan ekspektasi penonton,” jelasnya.

Reputasi Publik dan Kesuksesan Film

Seorang aktor bukan hanya dinilai dari bakat aktingnya, tetapi juga dari citra publik yang mereka bangun. Meilinda menambahkan bahwa kontroversi yang melibatkan aktor dapat secara langsung berimbas pada kesuksesan film di pasaran.

“Di era media sosial, reputasi seorang aktor sangat berpengaruh terhadap bagaimana masyarakat menerima sebuah film. Oleh karena itu, produser tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akting, tetapi juga bagaimana seorang aktor dapat membangun hubungan yang baik dengan publik,” ujarnya.

Dampak Negatif Cancel Culture: Apakah Ruang Diskusi Mulai Tertutup?

Meski cancel culture sering kali dianggap sebagai cara bagi masyarakat untuk menegakkan standar etika dan moral, fenomena ini juga memiliki sisi negatif.

Meilinda mengingatkan bahwa budaya boikot yang semakin masif dapat menghambat ruang diskusi yang sehat dalam masyarakat.

“Jika masyarakat terlalu mudah melakukan cancel culture, maka ruang untuk memahami perspektif yang berbeda akan semakin sempit. Opini yang bertentangan dengan keyakinan mayoritas bisa langsung ditolak tanpa adanya dialog atau upaya untuk mencari titik tengah,” jelasnya.

Dalam kasus Abidzar, kritik terhadapnya bisa menjadi pelajaran bagi aktor-aktor lain dalam memahami pentingnya menghormati sumber asli dan ekspektasi penonton.

Namun, perlu juga ada keseimbangan dalam menilai sebuah kesalahan—apakah masih bisa diperbaiki atau harus berujung pada penghapusan total dari industri.

Kasus Abidzar Al Ghifari menjadi cerminan bagaimana cancel culture bisa memberikan dampak besar terhadap industri hiburan. Di satu sisi, fenomena ini mengingatkan para aktor dan pekerja seni untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.

Namun, di sisi lain, terlalu cepat membatalkan atau memboikot seseorang juga dapat membatasi ruang kreativitas dan diskusi publik.

Sebagai penonton, kita memiliki kekuatan untuk menentukan keberlanjutan suatu karya. Namun, sebelum terburu-buru melakukan boikot, ada baiknya mempertimbangkan sejauh mana kesalahan yang dibuat dan apakah ada ruang bagi sang aktor untuk belajar dan memperbaiki diri.

Dunia hiburan akan terus berkembang, dan bagaimana kita menyikapinya akan menentukan arah masa depan industri film Indonesia.

Bagaimana menurut Anda? Apakah cancel culture lebih banyak membawa dampak positif atau justru negatif? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!




Lebaran 2025 Makin Seru! Ini Daftar Film Indonesia yang Wajib Kamu Tonton

Lebaran 2025

Prolite – Seru-Seruan di Bioskop: Deretan Film Indonesia yang Siap Temani Lebaran 2025

Halo, Movie Lovers! 🎬✨

Lebaran 2025 sudah di depan mata! Selain jadi momen spesial buat kumpul bareng keluarga dan sahabat, ini juga waktu yang pas buat nonton film-film keren di bioskop.

Tahun ini, sineas Indonesia nggak mau ketinggalan dengan menghadirkan berbagai genre film yang siap menghibur kamu selama liburan. Yuk, kita intip deretan film yang bakal tayang saat Lebaran 2025!

1. Jumbo: Petualangan Seru Si Anak Besar

Film Jumbo

 

Don, seorang anak bertubuh besar yang sering diremehkan, siap menunjukkan petualangan serunya di film animasi “Jumbo”.

Sinopsis Singkat:

“Jumbo” adalah film animasi yang mengisahkan Don, seorang anak dengan tubuh besar yang kerap diremehkan oleh teman-temannya. Dalam upayanya membuktikan diri, Don berencana menampilkan sandiwara dari buku karya almarhum orang tuanya di sebuah ajang bakat lokal. Namun, tantangan muncul ketika buku tersebut dicuri oleh perundung, dan Don dibantu oleh seorang anak misterius untuk mendapatkannya kembali.

Fakta Menarik:

  • Sutradara: Ryan Adriandhy, yang sebelumnya memenangkan Piala Citra FFI 2020 untuk Film Animasi Pendek Terbaik.
  • Pengisi Suara: Deretan bintang ternama seperti Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH, Cinta Laura Kiehl, Angga Yunanda, dan Prince Poetiray turut ambil bagian sebagai pengisi suara karakter dalam film ini.

2. Pabrik Gula: Teror di Pabrik Tua

Siap-siap merinding dengan kisah horor dari “Pabrik Gula” yang diangkat dari thread viral karya SimpleMan.

Sinopsis Singkat:

Film ini mengisahkan sekelompok buruh musiman yang bekerja di pabrik gula tua untuk mempercepat proses penggilingan tebu saat panen. Awalnya, semua berjalan normal hingga suatu malam, salah satu dari mereka terbangun dan mengikuti sosok misterius. Sejak saat itu, teror mulai menghantui para buruh, dari kecelakaan kerja hingga kematian tragis.

Fakta Menarik:

  • Sutradara: Awi Suryadi, yang dikenal dengan karya-karya horornya.
  • Pemeran: Erika Carlina, Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, dan banyak lagi aktor berbakat lainnya.

3. Komang: Kisah Cinta dan Perjuangan Raim Laode

Terinspirasi dari kisah nyata, “Komang” mengangkat perjalanan karir dan cinta Raim Laode.

Sinopsis Singkat:

“Komang” adalah film drama romantis yang diadaptasi dari perjalanan hidup Raim Laode, mulai dari perjuangan karir hingga kisah cintanya dengan Komang, yang kini menjadi istrinya. Film ini menawarkan pandangan mendalam tentang lika-liku kehidupan dan cinta sejati.

Fakta Menarik:

  • Sutradara: Naya Anindita, yang dikenal dengan sentuhan khasnya dalam film drama.
  • Pemeran: Aurora Ribero dan Keisha Alvaro membawakan peran utama dengan apik.

4. Norma: Antara Mertua dan Menantu

Drama mengharukan yang diangkat dari kisah nyata perselingkuhan antara suami dan ibu kandung.

Sinopsis Singkat:

Film ini mengisahkan perjuangan seorang wanita yang menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan ibunya sendiri. Sebuah cerita yang menggugah emosi tentang pengkhianatan dan upaya menemukan kembali makna keluarga.

Fakta Menarik:

  • Sutradara: Naya Anindita kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mengarahkan drama emosional.
  • Pemeran: Tissa Biani, Yusuf Mahardika, Wulan Guritno, dan Rukman Rosadi memberikan penampilan yang memukau.

Nah, itu dia deretan film Indonesia yang siap meramaikan bioskop saat Lebaran 2025. Dari animasi yang menghangatkan hati hingga horor yang menegangkan, semuanya siap menemani liburan kamu.

Jadi, sudah tentukan film mana yang bakal kamu tonton bareng keluarga atau teman-teman? Jangan lupa catat tanggal tayangnya dan pastikan untuk mendukung perfilman Indonesia dengan menonton di bioskop terdekat. Selamat menikmati liburan dan selamat menonton! 🎥🍿




Film Ambyar Mak Byar: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Harmoni Wong Cilik yang Menyentuh Hati

Film Ambyar Mak Byar

Prolite – Film Ambyar Mak Byar: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Harmoni Wong Cilik yang Menyentuh Hati

Siapa yang nggak kenal dengan musik campursari? Alunan musik yang penuh perasaan ini sering bikin kita merenung sekaligus tersenyum. Nah, sekarang bayangkan kalau musik itu dihadirkan dalam sebuah film yang nggak cuma menghibur, tapi juga mengangkat perjuangan hidup wong cilik.

Inilah yang coba ditawarkan oleh Ambyar Mak Byar, sebuah film terbaru dari BION Studios dan Universal Mediatainment yang resmi merilis poster, trailer, dan soundtrack-nya pada 10 Desember 2024 di Metropole XXI, Jakarta.

Bukan sekadar drama biasa, film ini membawa kita menyelami perjuangan hidup, konflik budaya, dan tentunya kisah cinta yang bikin hati ambyar tapi juga mak byar (bersinar). Yuk, kita bahas lebih dalam tentang film yang katanya bakal jadi game-changer di perfilman Indonesia!

Kisah Cinta Dua Dunia: Keraton vs Anak Band

Ceritanya berpusat pada Bethari (diperankan oleh Happy Asmara), perempuan keraton yang hidupnya penuh aturan dan tradisi. Hidup Bethari berubah drastis setelah bertemu Jeru (Gilga Sahid), seorang anak band yang enerjik dan penuh semangat.

Meski berasal dari dunia yang berbeda, mereka menemukan kesamaan: cinta pada musik dan semangat juang.

Film ini juga memperkenalkan grup musik bernama Konco Seneng yang menjadi pusat cerita. Melalui irama campursari, mereka menggambarkan kebahagiaan sederhana wong cilik di tengah kerasnya kehidupan.

Tapi jangan salah, konflik yang hadir nggak cuma soal cinta beda kasta, tapi juga perjuangan menghadapi kerasnya realitas hidup.

“Ini cerita tentang keberanian mengejar cinta dan mimpi, meski harus melawan dunia,” ungkap Happy Asmara saat peluncuran.

Musik Campursari: Elemen Utama yang Membawa Rasa

 

Nggak lengkap rasanya ngomongin Ambyar Mak Byar tanpa membahas musiknya. Film ini benar-benar memberikan penghormatan pada musik campursari, warisan budaya yang sering terlupakan.

“Musik campursari membawa rasa yang unik. Film ini adalah ruang untuk merayakan kekayaan budaya kita,” kata Ajeng Parameswari, produser film ini.

Bukan cuma sebagai latar cerita, musik di Ambyar Mak Byar juga menjadi simbol perjuangan. Melalui lagu-lagu yang dibawakan oleh para tokoh, penonton diajak merasakan emosi yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Happy Asmara dan Gilga Sahid: Chemistry yang Menghidupkan Cerita

Untuk pertama kalinya, Happy Asmara menjajal dunia seni peran. Perannya sebagai Bethari nggak cuma menantang, tapi juga memberikan pengalaman personal yang berharga.

“Ini pengalaman luar biasa. Selain berakting, saya juga bisa menyanyi bareng suami dalam film ini. Semoga cerita Bethari dan Jeru bisa menyentuh banyak hati,” ujar Happy.

Gilga Sahid, yang memerankan Jeru, juga merasa cerita film ini sangat dekat dengan kehidupan nyata. “Jeru adalah cerminan kita semua. Kita yang berjuang, terluka, tapi tetap maju demi cinta dan mimpi,” ungkapnya.

Sutradara dan Visual yang Berkelas

Puguh P.S. Admaja, sang sutradara, menghadirkan sentuhan visual yang memanjakan mata sekaligus membawa rasa. Tantangan menyatukan elemen musik dan cerita menjadi momen spesial bagi Puguh.

“Musik campursari itu penuh emosi. Saya ingin film ini memberikan perasaan yang sama. Tawa, haru, dan rasa ambyar semuanya ada di sini,” jelasnya.

Kenapa Kamu Harus Nonton?

  1. Cerita yang Dekat dengan Kehidupan
    Perjuangan hidup wong cilik yang diangkat dalam film ini pasti bikin kamu merasa relate.
  2. Musik Campursari yang Menghanyutkan
    Bukan sekadar soundtrack, musik di film ini jadi elemen penting yang membawa rasa dan emosi.
  3. Chemistry Pemain yang Natural
    Happy Asmara dan Gilga Sahid menghadirkan hubungan yang penuh cinta dan perjuangan, bikin baper maksimal!
  4. Visual dan Nuansa Budaya yang Kental
    Dari suasana keraton hingga panggung musik anak band, semuanya digarap dengan detail yang mengesankan.

 

Ambyar Mak Byar adalah film yang nggak cuma menghibur, tapi juga membawa pesan mendalam tentang cinta, perjuangan, dan kebersamaan. Cocok banget buat kamu yang butuh hiburan berkualitas dengan sentuhan budaya lokal.

Jadi, tunggu apa lagi? Catat tanggal tayangnya, ajak teman, pasangan, atau keluarga buat nonton bareng. Siapa tahu, kamu juga bakal terinspirasi untuk mengejar mimpi dan cinta, seperti Bethari dan Jeru!

Jangan lupa siapkan tisu, ya, karena film ini bakal bikin kamu haru sekaligus bahagia. Yuk, rayakan kisah hidup dengan Ambyar Mak Byar! 🎶❤️




Miles Films Siap Hadirkan AADC 3: Perjalanan Baru Rangga & Cinta Akan Dimulai!

AADC 3

Prolite – Rangga dan Cinta kembali! Kisah legendaris dari Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) siap memulai babak baru dengan film ketiga yang bertajuk Rangga & Cinta. Udah nggak sabar kan? Yuk, simak info lengkapnya di sini!

Masih inget sama Rangga dan Cinta? Duo yang bikin generasi awal 2000-an baper berat ini siap bikin kejutan lagi, lho!

Setelah sukses dengan Ada Apa Dengan Cinta? (2002) dan sekuelnya di 2016, Miles Films resmi mengumumkan proyek film ketiga mereka, yang berjudul Rangga & Cinta.

Kabar ini pertama kali diumumkan pada 5 Desember 2024, bertepatan dengan hari terakhir Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Market.

Tentu aja, pengumuman ini langsung disambut antusiasme tinggi dari para penggemar AADC yang udah nungguin kelanjutan kisah cinta mereka.

Rangga & Cinta: Siap Produksi Awal 2025

 

1. Kolaborasi Keren Tiga Negara

Film Rangga & Cinta bakal mulai produksi pada awal 2025. Proyek ini nggak cuma dikerjakan oleh Miles Films, tapi juga bekerja sama dengan beberapa rumah produksi ternama, termasuk:

  • Imajinari
  • Barunson E&A (Korea Selatan)
  • Trinity Entertainment Network
  • Jagartha
  • Dwidaya Amadeo Gemintang

Bahkan, ada eksekutif produser perorangan seperti Melyana Tjahyadikarta, Ignatius Andy, dan Niken Rachmad yang ikut terlibat. Wah, kolaborasi ini bikin film ketiga AADC ini makin ditunggu-tunggu!

2. Pengumuman via Instagram Miles Films

Pengumuman soal proyek ini juga diunggah di akun Instagram resmi @milesfilms. Dalam unggahannya, mereka menyebut film ini sebagai “kelahiran kembali kisah Ada Apa Dengan Cinta?” dan mengungkap bahwa jajaran pendukung proyek ini akhirnya lengkap setelah bertemu di JAFF Market.

Audisi Terbuka: Mencari Rangga dan Cinta Baru!

Sebelum memulai tahap produksi, film Rangga & Cinta sempat membuka audisi terbuka pada Juni 2024. Miles Films mencari talenta baru untuk memerankan karakter di film musikal ini.

Syarat dan Klasifikasi Peserta Audisi:

  1. Laki-laki atau perempuan dengan passion di seni peran.
  2. Punya kemampuan akting, bernyanyi, dan menari.
  3. Memiliki penampilan usia 16–17 tahun, dengan rentang usia asli 14–22 tahun.
  4. Terbuka untuk peserta dari seluruh Indonesia.

Audisi ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @filmranggacinta. Buat yang tertarik, calon peserta diminta mengisi formulir via link bio Instagram tersebut. Hingga kini, pemeran utama dan pendukung film ini masih dirahasiakan. Wah, makin bikin penasaran, ya!

Kejutan di Jogja-Netpac Asian Film Festival

Selain pengumuman produksi, ada momen spesial lainnya di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF). Siswa-siswi dari SMKN 2 Kasihan Bantul dan SMM Yogyakarta memberikan penampilan khusus dengan menyanyikan dua lagu dari soundtrack AADC.

Suasana nostalgia langsung terasa, apalagi buat penggemar setia yang udah tumbuh besar bersama film ini.

Belum Ada Bocoran Jadwal Rilis

Walaupun waktu produksi sudah diumumkan, Miles Films belum memberikan detail tentang jadwal tayang Rangga & Cinta. Jadi, buat kamu yang udah nggak sabar, harap bersabar dulu ya.

Yang jelas, dengan penggarapan sekelas Miles Films dan dukungan kolaborator internasional, film ini dipastikan bakal jadi salah satu film Indonesia paling dinanti di tahun mendatang.

Kenapa Film Ini Wajib Ditunggu?

  • Legenda yang Kembali Hidup: AADC bukan cuma film biasa; ini adalah ikon generasi. Melihat kelanjutan kisah Rangga dan Cinta tentu bikin banyak orang penasaran.
  • Kolaborasi Internasional: Dengan keterlibatan Barunson E&A (produser Parasite), kualitas film ini pasti bakal memukau.
  • Film Musikal: Elemen baru yang menambah kesegaran pada franchise AADC.
  • Audisi Nasional: Ada kemungkinan wajah-wajah baru Indonesia bakal mencuri perhatian lewat film ini.

Film Rangga & Cinta nggak cuma tentang nostalgia, tapi juga soal bagaimana kisah cinta yang ikonis bisa hidup kembali dalam format yang lebih segar dan berbeda. Kalau kamu adalah penggemar AADC, pastikan untuk terus pantau update dari Miles Films, ya!

Jangan lupa ajak teman-temanmu untuk nonton bareng nanti saat film ini tayang. Yuk, siapkan hati dan tisu karena kisah Rangga dan Cinta pasti bakal bikin kita baper lagi! Stay tuned, AADC lovers! 😊




Film Jumbo : Petualangan Seru dan Menyentuh Karya Anak Bangsa!

Film Jumbo

Prolite – Film Jumbo : Petualangan Seru dan Menyentuh Karya Anak Bangsa!

Halo, pencinta film animasi!

Siapa yang udah nggak sabar buat nonton karya-karya anak bangsa yang keren? Nah, kabar baik nih! Di tahun 2025, bioskop Indonesia bakal kedatangan film animasi terbaru berjudul “Jumbo”.

Film ini nggak cuma menghibur, tapi juga membawa pesan penting tentang perundungan anak. Disutradarai oleh Ryan Andriandy dan didukung sederet bintang ternama seperti Ariel NOAH, Angga Yunanda, Cinta Laura, hingga Bunga Citra Lestari, “Jumbo” dijamin bakal bikin kamu terpesona.

Penasaran gimana kisahnya? Yuk, kita intip sinopsis dan fakta menarik tentang film ini!

Kisah Don, Si “Jumbo” yang Penuh Keajaiban

“Jumbo” mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki bernama Don. Sejak kecil, Don sering dirundung oleh teman-temannya karena memiliki tubuh gemoy. Mereka menjulukinya “Jumbo”, sebuah panggilan yang awalnya membuat Don merasa minder.

Tapi, bukannya terus-terusan sedih, Don justru bertekad membuktikan bahwa dirinya juga punya kelebihan yang bisa Don diuji saat suatu hari, muncul sesosok hantu misterius dari dunia lain yang meminta dua sahabat setianya, Mae dan Nurman, Don pun memulai petualangan ajaib yang mengubah hidupnya.

Yang bikin kisah ini makin menarik adalah bagaimana buku dongeng peninggalan orangtuanya menjadi petunjuk bagi Don. Sebagai anak yang sejak kecil suka dibacakan dongeng, Don nggak menyangka kalau cerita-cerita itu akan menjadi panduan untuk menghadapi petualangan besar yang penuh tantangan dan pelajaran hidup.

Lawan Perundungan Lewat Keberanian

Film “Jumbo” bukan cuma soal petualangan seru. Di balik kisah ajaibnya, ada pesan mendalam tentang dampak perundungan dan bagaimana kita bisa menghadapinya. Lewat Don, penonton diajak untuk memahami bahwa setiap orang punya bakat dan kelebihan yang unik.

Selain itu, film ini juga mengajarkan tentang persahabatan dan keberanian. Mae dan Nurman selalu ada untuk mendukung Don, membuktikan bahwa sahabat sejati adalah mereka yang nggak cuma hadir di saat senang, tapi juga di saat sulit.

Sederet Artis Ternama Jadi Pengisi Suara

Salah satu daya tarik utama film “Jumbo” adalah kehadiran sederet artis papan atas sebagai pengisi suara. Kamu pasti penasaran, kan, siapa aja yang terlibat? Berikut daftar lengkapnya:

  • Angga Yunanda
  • Ariel NOAH
  • Cinta Laura Kiehl
  • Bunga Citra Lestari
  • Ariyo Wahab
  • Kiki Narendra
  • Ratna Riantiarno
  • Quinn Salman
  • M. Adhiyat
  • Yusuf Ozkan
  • Graciella Abigail
  • Den Bagus
  • Satrio Sasono
  • Prince Poetiray

Kolaborasi artis ternama ini tentunya memberikan warna dan emosi yang lebih hidup dalam setiap karakter. Kebayang dong, gimana serunya mendengar suara Ariel NOAH yang khas memerankan salah satu tokoh dalam petualangan Don?

Sneak Peek di Festival Film Asia

Sebelum tayang di bioskop, Visinema Studios sudah memberikan sneak peek eksklusif film “Jumbo” dalam acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 yang digelar di Empire XXI, Yogyakarta, pada Rabu, 4 Desember 2024.

Antusiasme penonton yang hadir menunjukkan bahwa film ini sangat dinantikan. Dengan animasi yang berkualitas dan cerita yang kuat, “Jumbo” diharapkan menjadi salah satu film animasi lokal terbaik yang mampu bersaing di pasar internasional.

Siap Tayang di Bioskop 2025

Meskipun belum ada tanggal pasti, kabarnya “Jumbo” akan dirilis secara resmi di bioskop pada tahun 2025. Jadi, pastikan kamu pantau terus jadwalnya, ya!

Sementara menunggu, kamu bisa mulai ajak teman-teman, keluarga, atau pasangan untuk nonton bareng. Karena film ini bukan cuma cocok untuk anak-anak, tapi juga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Yuk, Dukung Karya Anak Bangsa!

“Jumbo” adalah salah satu bukti bahwa industri animasi Indonesia semakin maju dan kreatif. Dengan cerita yang menyentuh, animasi yang memukau, dan dukungan dari para artis ternama, film ini nggak boleh kamu lewatkan!

Jadi, catat jadwalnya, kosongkan agenda, dan jangan lupa ajak orang-orang tersayang untuk nonton bareng film ini. Selain menghibur, “Jumbo” juga mengajarkan kita tentang arti keberanian, persahabatan, dan menerima diri sendiri.

Selamat menantikan, Film Jumbo ya! 🎬✨




Film Bila Esok Ibu Tiada Mencapai 1,2 Juta Penonton , Penasaran Kseruannya Berikut Sinopsisnya!

Film 'Bila Esok Ibu Tiada' (Dok Leo Pictures).

Film Bila Esok Ibu Tiada Mencapai 1,2 Juta Penonton , Penasaran Kseruannya Berikut Sinopsisnya!

Prolite – Film Bila Esok Ibu Tiada menggegerkan penonton dengan kisah yang ada di dalam film Garapan Rudi Soedjarwo.

Film yang baru tayang pada 14 November 2024 lalu tersebut digadang-gadang sudah mencapai 1,2 juta penonton.

Sejak tayang di Bioskop film Bila Esok Ibu Tiada mendapatkan respon positif dari para penonton.

“Hari keempat, penonton sudah hanyut menunggu Rania pulang dari penjara,” tulis akun Instagram @leopictures_official, Senin (18/11).

Torehan itu melanjutkan tren impresif Bila Esok Ibu Tiada sejak hari pertama perilisan. Angka debut film terbaru Christine Hakim itu bahkan mencapai penonton.

Pendapatan itu kemudian bertambah pada hari kedua menjadi penonton. Capaian Bila Esok Ibu Tiada semakin melesat pada hari ketiga yang bertepatan dengan akhir pekan, yakni menjadi sebesar penonton.

Bila Esok Ibu Tiada diarahkan Rudi Soedjarwo dengan naskah garapan Oka Aurora. Sutradara itu dikenal lewat berbagai film hit, seperti Ada Apa dengan Cinta? (2002), Mengejar Matahari (2004), Mendadak Dangdut (2006), 5 Elang (2011), hingga Sayap Sayap Patah (2022).

Film itu dibintangi Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, Yasmin Napper, Baim Wong, Nunu Datau, hingga Immanuel Caesar Hito.

Film yang mengisahkan sosok seorang ibu yang menginginkan keempat anaknya hidup rukun.

Cerita bermula dari kematian Haryo (Slamet Rahardjo), sang kepala keluarga dan suami Rahmi (Christine Hakim). Kepergian Haryo meninggalkan duka yang mendalam bagi Rahmi.

Ia juga berpulang dengan meninggalkan empat anaknya, yakni Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), serta Hening (Yasmin Napper).

Hubungan keluarga itu juga berubah setelah kepergian sang ayah. Ranika sebagai sulung harus menjadi tulang punggung keluarga.

Tugas itu membuatnya menjadi seseorang yang otoriter dan terlalu mengatur adik-adiknya. Keempat bersaudara itu pun menjadi renggang akibat interaksi yang tidak harmonis.

Masalah lain ikut muncul di tengah persoalan yang belum tuntas. Sebut saja ketika Hening diam-diam berpacaran tanpa sepengetahuan tiga kakaknya, hingga Rania dan Ranika yang harus terjerat konflik hubungan segitiga.

Situasi itu membuat hubungan mereka semakin parah. Rahmi yang menyaksikan segala macam konflik juga ikut terdampak karena kondisi kesehatannya memburuk.

Padahal, ia berharap anak-anaknya itu bisa menjadi saudara yang akur, terutama ketika kelak dirinya berpulang menyusul sang suami. Harapan itu pun semakin ciut ketika Rahmi melihat keempat anaknya.




‘Sampai Nanti, Hanna!’: Kisah Cinta dan Kebebasan yang Akan Menginspirasi di Awal Desember 2024!

Sampai Nanti, Hanna

Prolite – Kalau kamu penggemar kisah romantis Indonesia yang mendalam dan penuh makna, film Sampai Nanti, Hanna! bakal jadi sajian menarik untuk menutup akhir tahun.

Dibuat oleh Pic[k]Lock Films, bekerja sama dengan Azoo Projects, Fortius Films, dan City Vision, film ini siap membawa kamu masuk ke perjalanan batin dua karakter utamanya, Gani dan Hanna.

Disutradarai oleh Agung Sentausa, film yang dibintangi oleh Juan Bio One dan Febby Rastanty ini mengisahkan cinta yang tertahan, kebebasan yang sulit diraih, dan perjuangan pribadi yang penuh emosi.

Buat kamu yang sudah nonton trailer-nya, pasti terasa ada kesan emosional mendalam dari pertemuan-pertemuan Gani dan Hanna.

Ini bukan sekadar cerita cinta biasa—di sini, kamu akan diajak menyelami konflik batin yang begitu kompleks, yang mungkin relatable buat banyak orang.

Yuk, kita kupas tuntas tentang apa yang bikin film ini wajib masuk watchlist kamu Desember nanti!

Gani dan Hanna: Kisah Cinta Sederhana yang Rumit dan Menyentuh Hati

Film Sampai Nanti, Hanna!

Film ini berfokus pada Gani, seorang mahasiswa Bandung yang pendiam dan tulus. Karakter yang diperankan oleh Juan Bio One ini menyimpan rasa cinta mendalam pada Hanna, seorang perempuan yang bagi Gani adalah sosok penuh keberanian.

Kecintaan Gani pada Hanna tumbuh seiring waktu, tapi dia memilih untuk mencintai dalam diam.

Baginya, Hanna adalah sosok yang selalu mampu menghidupkan hari-harinya, meskipun ia hanya bisa menuliskan perasaannya dalam buku harian.

“Gani adalah karakter yang begitu tulus, dia menyimpan semua perasaannya hanya untuk Hanna. Ia lebih memilih mencintai dalam diam, dan itu membuat karakternya kuat namun juga tragis,” jelas Bio One tentang perannya sebagai Gani.

Sementara itu, Hanna, diperankan oleh Febby Rastanty, adalah perempuan yang berusaha melepaskan diri dari masa lalunya.

Tumbuh dalam lingkungan yang mengekang, Hanna merasa hidupnya tak sepenuhnya miliknya sendiri.

Meskipun dia tampak berani, di balik keberaniannya itu ada luka batin yang mendalam, sesuatu yang terus menghantuinya di sepanjang cerita.

“Hanna adalah karakter yang kompleks, menghadapi ketakutan dan luka batin. Perjuangannya adalah cerminan dari banyak orang yang terjebak dalam hubungan tidak sehat tetapi tidak tahu cara untuk lepas,” ungkap Febby Rastanty mengenai perannya sebagai Hanna.

Cinta yang Tak Terungkap dan Keinginan untuk Meraih Kebebasan

Trailer Sampai Nanti, Hanna! berhasil membawa penonton dalam emosi yang terasa begitu kuat—pertemuan Gani dan Hanna penuh kehangatan, tapi juga menyimpan ketegangan.

Setiap adegan memperlihatkan perjuangan mereka untuk meraih kebahagiaan, meskipun cinta mereka dipenuhi rintangan yang tidak mudah.

Gani yang terus mencintai Hanna dari jauh, dan Hanna yang terperangkap dalam hidup yang tidak sepenuhnya ia inginkan, menciptakan konflik batin yang menguras emosi.

“Film ini mengangkat topik-topik yang jarang dibicarakan dalam romansa, seperti tekanan dalam hubungan, luka batin, dan keberanian untuk keluar dari masa lalu,” kata Agung Sentausa, sang sutradara.

Gani, dengan segala harapannya yang tertahan, adalah simbol kekuatan cinta yang tak terucap, sementara Hanna adalah cerminan dari mereka yang berusaha keluar dari bayang-bayang masa lalu.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, kita akan melihat momen penuh intensitas di mana ada kesempatan untuk menemukan kebahagiaan yang mungkin belum mereka rasakan sebelumnya.

Perspektif Baru tentang Cinta, Keberanian, dan Harapan

Film Sampai Nanti, Hanna!

Melalui Sampai Nanti, Hanna!, Agung Sentausa ingin menghadirkan romansa yang bukan hanya sekadar tentang kebahagiaan atau kesedihan.

Ini adalah cerita tentang perjalanan dua jiwa yang mencoba menemukan makna kebebasan dan harapan dalam cinta yang rumit.

Dewi Umaya Rachman, produser film ini, menyampaikan bahwa Sampai Nanti, Hanna! juga mengajak penonton merenungi pilihan hidup mereka sendiri.

“Kisah ini adalah tentang bagaimana setiap keputusan bisa membentuk masa depan kita. Kalaupun ada kesempatan kedua, maka akhirnya pun harus lebih baik dari yang sebelumnya,” ungkap Dewi Umaya.

Setiap pertemuan antara Gani dan Hanna menggambarkan kelegaan sekaligus rasa sakit yang mendalam.

Bagi Gani, Hanna adalah harapan yang ia simpan dalam diam, sedangkan bagi Hanna, Gani adalah tempat ia bisa merasa sedikit lebih bebas, meskipun tidak mudah.

Sampai Nanti, Hanna! – Perjalanan Emosional yang Wajib Ditonton!

Dengan berbagai dinamika emosional dan konflik batin yang diangkat, Sampai Nanti, Hanna! bukan sekadar film cinta biasa.

Ini adalah kisah tentang betapa beratnya mengatasi rasa takut dan menemukan keberanian untuk meraih kebahagiaan yang sejati.

Setiap adegan dalam trailer membuat kita ikut merasakan betapa intensnya cinta yang tertahan dan perjuangan mereka untuk merdeka dari luka masa lalu.

Sampai Nanti, Hanna! akan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Desember 2024, jadi siapkan dirimu untuk menyelami kisah penuh makna ini!

Jangan sampai ketinggalan ya, apalagi kalau kamu pecinta kisah romansa yang mendalam dan penuh emosi. Untuk update terbaru, kamu bisa follow Instagram mereka di @sampainantihanna.

Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk menyaksikan cerita yang akan membuatmu merenung tentang cinta, keberanian, dan harapan.

Saksikan di bioskop kesayanganmu, dan mari ikut menyelami emosi yang dihadirkan Gani dan Hanna dalam perjalanan mereka!




Sampai Jumpa Selamat Tinggal : Performa Memukau Putri Marino dan Jourdy Pranata, Simak Sinopsisnya!

film sampai jumpa selamat tinggal

Prolite – Putri Marino dan Jourdy Pranata Bintangi ‘Sampai Jumpa Selamat Tinggal’, Intip Sinopsis Kisahnya!

Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan gebrakan baru dengan film drama romantis yang siap bikin kamu baper!

Film berjudul “Sampai Jumpa Selamat Tinggal” ini dibintangi oleh dua aktor berbakat, Putri Marino dan Jourdy Pranata, yang bakal menyuguhkan kisah cinta penuh emosi dengan latar belakang Korea Selatan yang memukau.

Buat kamu yang suka film romantis, jangan lewatkan film ini karena cerita dan akting para pemainnya dijamin bikin hati kamu bergetar. Yuk, kita intip lebih lanjut tentang film ini!

Sinopsis “Sampai Jumpa Selamat Tinggal”: Perjalanan Cinta yang Penuh Misteri

Disutradarai oleh Adriyanto Dewo, “Sampai Jumpa Selamat Tinggal” membawa penonton ke dalam kisah Wyn (diperankan oleh Putri Marino), seorang perempuan muda yang tengah menghadapi krisis cinta.

Kisah dimulai ketika Wyn ditinggalkan begitu saja oleh pacarnya, Dani (diperankan oleh Jourdy Pranata). Dani menghilang tanpa jejak—tanpa kabar, tanpa pesan, bahkan tanpa alasan yang jelas.

Tentu saja, hal ini membuat Wyn merasa kecewa, bingung, dan bertanya-tanya: “Kenapa Dani menghilang?”

Berbekal rasa sakit hati dan banyaknya pertanyaan di kepala, Wyn pun memutuskan untuk terbang ke Korea Selatan demi mencari jawaban atas kejadian pahit yang menimpanya.

Di negeri ginseng tersebut, Wyn bukan hanya mencari Dani, tetapi juga mencari dirinya sendiri. Perjalanan Wyn di Korea ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Ia bertemu dengan berbagai karakter baru yang perlahan-lahan membantu mengubah hidupnya.

Film ini nggak cuma soal Wyn dan Dani, loh. Di Korea, Wyn bertemu dengan dua karakter penting lainnya yang memperkaya cerita:

  1. Ben (diperankan oleh Jerome) – Ben adalah karakter yang ceria dan penuh semangat. Kehadiran Ben memberikan warna baru dalam hidup Wyn yang suram. Chemistry antara Ben dan Wyn, yang diperankan oleh Putri Marino dan Jerome, pasti bakal bikin penonton gemas!
  2. Anya (diperankan oleh Lutesha) – Anya adalah karakter misterius yang penuh rahasia. Sosoknya membawa dimensi baru dalam cerita, membuat penonton penasaran dengan rahasia apa yang disembunyikannya dan bagaimana pengaruhnya terhadap perjalanan Wyn.

Perjalanan Wyn dalam mencari Dani dan menghadapi orang-orang baru di Korea penuh dengan emosi campur aduk.

Sementara itu, Dani yang diperankan oleh Jourdy Pranata juga memberikan karakter yang penuh teka-teki. Misteri di balik menghilangnya Dani membuat penonton terus bertanya-tanya: Apa yang sebenarnya terjadi?

 

Walaupun terlihat sebagai kisah cinta romantis, “Sampai Jumpa Selamat Tinggal” juga mengangkat isu-isu sosial yang relevan untuk anak muda masa kini.

Salah satu isu yang diangkat adalah fenomena ghosting—ketika seseorang tiba-tiba memutuskan semua komunikasi dalam hubungan tanpa penjelasan.

Film ini mengeksplorasi bagaimana ghosting bisa berdampak pada kehidupan seseorang dan bagaimana orang yang mengalaminya bisa bangkit kembali.

Selain itu, film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan.

Seringkali, masalah dalam hubungan terjadi bukan karena kurangnya cinta, tapi karena kurangnya komunikasi yang baik.

Film ini juga menyoroti pencarian jati diri, di mana Wyn mencoba memahami lebih dalam tentang dirinya sendiri melalui perjalanan yang penuh makna di Korea Selatan.

Akting Para Pemain: Bikin Penonton Ikut Terhanyut!

Tak bisa dipungkiri, Putri Marino sebagai Wyn benar-benar memukau. Aktris berbakat ini mampu memerankan karakter Wyn dengan sangat emosional, mulai dari rasa sakit, bingung, hingga akhirnya bangkit kembali.

Ekspresi dan gesturnya yang mendalam membuat penonton merasa seolah-olah ikut merasakan kekecewaan dan kesedihan yang dialami Wyn.

Jourdy Pranata sebagai Dani juga sukses membuat karakter Dani terasa penuh misteri. Meski sering kali tidak muncul di layar, kehadirannya tetap terasa melalui rasa penasaran yang disampaikan ke penonton.

Jerome dengan karakternya sebagai Ben membawa energi positif dalam film ini, sementara Lutesha sebagai Anya berhasil menciptakan suasana misterius yang bikin cerita makin menarik.

Tayang Perdana di Jakarta Film Week 2024

Sebelum resmi tayang di bioskop pada awal tahun 2025, “Sampai Jumpa Selamat Tinggal” akan menjadi film pembuka dalam perhelatan Jakarta Film Week 2024 yang akan digelar pada 23 Oktober 2024.

Kalau kamu penasaran, kamu bisa mendapatkan tiketnya secara gratis di website Jakarta Film Week, yang mulai dibuka pada 17 Oktober 2024. Tapi ingat, tiketnya terbatas ya, jadi jangan sampai ketinggalan!

Ayo, Siapkan Hatimu untuk Terhanyut di “Sampai Jumpa Selamat Tinggal”!

Untuk kamu yang suka kisah romantis penuh misteri, “Sampai Jumpa Selamat Tinggal” adalah film yang wajib kamu tonton!

Perpaduan akting memukau dari Putri Marino, Jourdy Pranata, Jerome, dan Lutesha dijamin bikin kamu baper sekaligus berpikir tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan.

Ditambah dengan latar Korea Selatan yang indah, film ini nggak cuma memanjakan hati, tapi juga mata.

Jadi, siapkan dirimu untuk terhanyut dalam kisah Wyn yang mencari jawaban atas kekecewaannya. Jangan lupa cek jadwal tayang dan buruan amankan tiket kamu! Sampai jumpa di bioskop, selamat tinggal kegalauan!