Film Rumah Tanpa Cahaya: Drama Keluarga yang Menguras Air Mata Jelang Ramadan

film rumah tanpa cahaya

Film Rumah Tanpa Cahaya: Drama Keluarga yang Menguras Air Mata Jelang Ramadan

Prolite – Sepekan sebelum Ramadan 2026, perfilman Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya yang siap membuat penonton terdiam, merenung, sekaligus menitikkan air mata.

Film Rumah Tanpa Cahaya hadir bukan sekadar sebagai tontonan drama keluarga, tetapi juga sebagai pengingat lembut tentang betapa besarnya peran seorang ibu dalam kehidupan.

Lewat kisah yang sangat dekat dengan realitas sehari-hari, film ini mengajak kita menengok kembali rumah—tempat yang terasa hangat dan utuh karena ada sosok ibu di dalamnya.

Digarap oleh sutradara Odi Harahap dan diproduksi melalui kolaborasi Citra Sinema dan Sinemart, Rumah Tanpa Cahaya menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti di awal 2026. Bukan hanya karena jajaran pemainnya yang solid, tetapi juga karena tema kehilangan dan keluarga yang selalu relevan, apalagi menjelang bulan suci Ramadan.

Suasana Haru di Balik Layar: Press Screening yang Penuh Emosi

Suasana haru sudah terasa bahkan sebelum film ini resmi tayang di bioskop. Pada Senin, 9 Februari 2026, Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, menjadi saksi bagaimana Rumah Tanpa Cahaya pertama kali dipertontonkan kepada publik lewat konferensi pers dan press screening.

Tangis penonton dan awak media pecah di beberapa adegan kunci. Banyak yang mengaku teringat sosok ibu mereka masing-masing. Momen ini menjadi bukti bahwa film Rumah Tanpa Cahaya berhasil menyentuh emosi secara jujur dan manusiawi, tanpa perlu dramatisasi berlebihan.

Jadwal Tayang yang Tepat: Refleksi Jelang Ramadan

Film Rumah Tanpa Cahaya dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 12 Februari 2026, tepat sepekan sebelum Ramadan. Timing ini terasa sangat pas. Ramadan identik dengan refleksi diri, keluarga, dan hubungan kita dengan orang-orang terdekat—terutama orang tua.

Menonton film ini bersama keluarga bisa menjadi momen diskusi yang hangat. Tentang bagaimana kita selama ini memandang peran ibu, tentang kehilangan, dan tentang cara bertahan saat hidup tiba-tiba berubah arah.

Jajaran Pemeran yang Menghidupkan Cerita

Kekuatan Rumah Tanpa Cahaya juga terletak pada para pemainnya yang mampu menghadirkan emosi secara natural dan mendalam:

  • Ira Wibowo sebagai Ibu, sosok sentral yang menjadi “cahaya” keluarga.
  • Donny Damara sebagai Bapak, figur ayah yang berusaha tegar di tengah duka.
  • Ridwan A. Ghani sebagai Samsul, anak sulung yang memikul tanggung jawab besar.
  • Lavicky Nicholas sebagai Azizi, anak yang berusaha berdamai dengan kehilangan.
  • Dea Annisa sebagai Alia, sosok yang merepresentasikan luka dan harapan sekaligus.

Akting mereka terasa sangat membumi, membuat penonton mudah terhubung dengan konflik yang disajikan.

Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya

Rumah Tanpa Cahaya mengisahkan sebuah keluarga yang awalnya hidup harmonis. Selama sosok Ibu masih ada, rumah mereka ibarat selalu terang. Ibu mengatur segalanya—dari urusan besar hingga detail kecil seperti letak remot TV atau baju yang harus dipakai. Hal-hal sederhana ini terasa sangat relatable karena begitu dekat dengan keseharian kita.

Namun, semuanya berubah ketika Ibu meninggal dunia. Cahaya yang selama ini menerangi rumah itu tiba-tiba padam. Sang Bapak dan kedua anaknya harus menghadapi duka sekaligus kenyataan pahit bahwa hidup tidak lagi berjalan semudah sebelumnya.

Usaha empal gentong keluarga yang dulu laris manis mulai goyah. Tanpa sosok Ibu sebagai pengatur utama, resep sering gagal, manajemen berantakan, bahkan mereka sempat menjadi korban penipuan. Duka yang belum selesai bertabrakan dengan tuntutan ekonomi dan konflik internal keluarga.

Di tengah keterpurukan, film ini memperlihatkan bagaimana setiap anggota keluarga berjuang menemukan perannya masing-masing. Hingga akhirnya, penonton diajak memahami satu pesan penting: meski ibu telah tiada, kasih dan ajarannya akan selalu hidup dan menemani langkah anak-anaknya.

Refleksi Mendalam tentang Sosok Ibu

Salah satu kekuatan utama Rumah Tanpa Cahaya adalah refleksi mendalam tentang sosok ibu. Dalam sesi tanya jawab, Deddy Mizwar yang terlibat dalam pengembangan skenario menyampaikan pesan yang sangat menohok namun jujur.

Ia mengatakan bahwa kehadiran seorang ibu sering kali baru benar-benar terasa setelah ia tiada. Saat masih ada, cinta ibu dianggap wajar dan biasa. Namun ketika pergi, ruang kosong di hati keluarga menjadi nyata dan menyakitkan.

Deddy juga menyoroti betapa kompleksnya peran seorang ibu. “Seorang ibu bisa mengurus sepuluh anak, tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat ibunya,” ujarnya. Kalimat ini menjadi tamparan halus bagi banyak penonton untuk lebih menghargai orang tua selagi masih ada.

Warisan Terbesar Orang Tua Menurut Film Ini

Lavicky Nicholas menambahkan bahwa pesan moral Rumah Tanpa Cahaya tidak berhenti pada kesedihan semata. Film ini juga mengingatkan kita tentang arti warisan orang tua yang sesungguhnya.

Menurutnya, warisan terbaik bukanlah harta atau materi, melainkan keikhlasan dan kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang justru menjadi pegangan hidup anak-anak ketika harus berjalan tanpa sosok ibu di samping mereka.

Pesan ini terasa sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana kesibukan sering membuat kita lupa bahwa kehadiran dan perhatian jauh lebih berharga daripada apa pun.

Kenapa Film Rumah Tanpa Cahaya Wajib Ditonton?

Ada banyak alasan kenapa Film Rumah Tanpa Cahaya layak masuk daftar tontonan kamu:

  1. Ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Mengangkat tema keluarga dan ibu dengan cara yang jujur dan emosional.
  3. Akting para pemain terasa natural dan menyentuh.
  4. Cocok ditonton bersama keluarga menjelang Ramadan.
  5. Memberikan ruang refleksi tanpa menggurui.

Sebelum Cahaya Itu Benar-Benar Padam

Rumah Tanpa Cahaya bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang belajar menghargai. Film ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, menengok rumah, dan bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita cukup hadir untuk ibu kita?

Sebelum cahaya itu benar-benar padam, mungkin ini saat yang tepat untuk memeluk ibu, meneleponnya, atau sekadar mengucapkan terima kasih. Dan jika ibu sudah tiada, film ini mengingatkan kita untuk terus mendoakan dan melanjutkan nilai-nilai kasih sayangnya dalam hidup.

Jadi, jangan lewatkan Film Rumah Tanpa Cahaya di bioskop mulai 12 Februari 2026. Ajak keluarga, siapkan tisu, dan biarkan film ini menghangatkan hati kamu menjelang Ramadan.




Siap Bikin Sesak Napas, Film LIFT Hadirkan Horor Psikologis yang Intens

Prolite – Terjebak di Antara Lantai dan Rasa Bersalah: Film LIFT Hadirkan Teror Psikologis yang Bikin Deg-degan

Bayangkan kamu terjebak di dalam lift kantor pada malam hari. Lampu redup, sinyal hilang, dan suara asing tiba-tiba muncul dari interkom. Bukan sekadar gangguan teknis tapi ancaman. Inilah atmosfer mencekam yang ditawarkan film LIFT, sebuah film teror psikologis yang mengandalkan tekanan batin, rahasia masa lalu, dan ruang sempit sebagai sumber horor utamanya.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026, LIFT hadir dengan pendekatan yang berbeda dari film horor kebanyakan. Tidak mengandalkan jumpscare berlebihan, film ini justru bermain di ranah psikologis—mengulik rasa bersalah, ketakutan, dan dilema moral yang pelan-pelan menghantui para karakternya.

Teror yang Berakar dari Kecelakaan Masa Lalu

Cerita LIFT berpusat pada sebuah kecelakaan lift maut yang terjadi enam tahun lalu di sebuah perusahaan konstruksi besar. Insiden tersebut menewaskan direktur utama perusahaan dan, hingga kini, menyisakan banyak pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab di ruang publik.

Waktu berlalu, kasus itu seolah terkubur. Namun luka lama ternyata belum sembuh. Teror kembali muncul ketika Hansen, direktur pengganti, menghilang secara misterius di kantor pada suatu malam kerja. Hilangnya Hansen menjadi pemicu rangkaian peristiwa ganjil yang menyeret banyak pihak yang terlibat—langsung maupun tidak—dalam kecelakaan lift enam tahun silam.

Terjebak di Lift, Terjebak oleh Rahasia

Ketegangan utama film ini terpusat pada dua karakter: Linda, staf humas perusahaan, dan Anton, mantan jurnalis yang pernah menjadi rekanan perusahaan. Keduanya terjebak di dalam lift kantor yang tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan.

Situasi yang awalnya terlihat seperti masalah teknis biasa berubah menjadi mimpi buruk saat suara misterius muncul melalui interkom lift. Suara itu bukan hanya mengintimidasi, tapi juga tahu terlalu banyak. Ia mengancam akan membuka peran Linda dan Anton dalam menutupi fakta kecelakaan lift enam tahun lalu.

Tekanan meningkat drastis ketika Linda mengetahui bahwa anaknya ikut disandera oleh pelaku tak dikenal tersebut. Ancaman yang tadinya bersifat reputasional kini berubah menjadi sangat personal. Pilihan Linda menjadi semakin sempit: melindungi citra perusahaan atau menyelamatkan nyawa anaknya.

Doris dan Tekanan di Balik Layar Kekuasaan

Sementara itu, teror tidak hanya berhenti di dalam lift. Doris, istri Hansen, menerima pesan-pesan aneh yang memaksanya datang ke kantor pada malam hari. Tanpa ia sadari, Doris ikut terseret ke dalam pusaran ancaman yang sama—rahasia lama yang selama ini disembunyikan perusahaan.

Melalui karakter Doris, film LIFT memperluas konflik dari sekadar ruang sempit lift menjadi jejaring kekuasaan dan kebohongan yang lebih besar. Penonton diajak melihat bagaimana keputusan di balik meja direksi bisa berdampak panjang, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Horor Psikologis dalam Ruang Sempit

Salah satu kekuatan utama LIFT terletak pada penggunaan ruang terbatas sebagai alat naratif. Lift bukan hanya lokasi kejadian, tapi juga simbol tekanan psikologis. Tidak ada tempat lari, tidak ada ruang bernapas, dan waktu terasa berjalan lambat.

Pendekatan ini sejalan dengan tren horor psikologis modern yang lebih menekankan pada ketegangan emosional dan konflik batin, bukan sekadar visual menyeramkan. Rasa takut dibangun melalui dialog, suara, dan keheningan yang menekan—membuat penonton ikut merasakan sesaknya situasi yang dialami karakter.

Dilema Moral: Reputasi atau Nyawa?

Di balik teror dan misteri, LIFT mengangkat tema yang relevan dengan dunia modern: etika, tanggung jawab, dan konsekuensi dari menutup kebenaran. Linda, sebagai humas perusahaan, merepresentasikan wajah korporasi yang terbiasa mengelola citra. Namun ketika nyawa anaknya dipertaruhkan, semua strategi komunikasi menjadi tidak berarti.

Film ini mengajak penonton bertanya: sejauh mana seseorang rela berbohong demi stabilitas dan reputasi? Dan apakah rahasia benar-benar bisa dikubur selamanya?

Deretan Pemeran dan Jadwal Tayang

Film LIFT diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama seperti Verdi Solaiman, Ismi Melinda, Max Metino, dan Shareefa Daanish, serta sejumlah pemeran lainnya. Kehadiran mereka menambah bobot emosional dan intensitas cerita, terutama dalam menghadirkan karakter dengan konflik batin yang kompleks.

Dengan cerita yang padat, atmosfer mencekam, dan tema psikologis yang kuat, LIFT dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026. Film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan horor psikologis lokal yang patut dinantikan awal tahun depan.

Siap Masuk Lift?

LIFT bukan sekadar film horor tentang kecelakaan atau teror misterius. Ini adalah kisah tentang rasa bersalah yang tertunda, kebohongan yang menumpuk, dan harga mahal dari menutup kebenaran. Jika kamu pencinta horor psikologis yang mengandalkan cerita dan tekanan emosional, film ini layak masuk daftar tontonan wajib.

Berani nggak naik lift bareng rahasia masa lalu? Jangan lewatkan LIFT di bioskop Februari 2026—dan siapkan mental sebelum pintu lift tertutup.




Promo & Diskon Bioskop Desember 2025: Tiket Murah, Film Seru, Dompet Aman!

Diskon Bioskop Desember 2025

Prolite – Akhir Tahun Makin Seru! Buruan Klaim Promo Bioskop Desember 2025 Sebelum Sold Out!

Akhir tahun selalu jadi momen paling seru buat para penonton film. Selain banyak film baru yang rilis menjelang liburan, Desember 2025 juga diramaikan dengan berbagai promo gila-gilaan dari Cinema XXI.

Mulai dari diskon 50 persen, buy 1 get 1, buy 1 get 2, sampai cashback 100 persen pun ada! Cocok banget buat kamu yang lagi cari hiburan murah meriah sambil mengisi libur Natal dan Tahun Baru.

Kalau kamu termasuk orang yang senang nonton film di bioskop tapi sering mikir dua kali karena harga tiket naik menjelang akhir tahun, tenang. Promo-promo ini bisa jadi penyelamat dompet kamu.

Dalam artikel ini, kita bahas lengkap semua promo bioskop Cinema XXI di bulan Desember 2025, cara klaimnya, dan tips biar kamu bisa dapetin semua benefitnya dengan maksimal.

Diskon 50 Persen Setiap Kamis

Promo & Diskon Bioskop Desember 2025 – Cinema XXI

Buat kamu yang suka nonton di hari kerja, ini saatnya memanfaatkan diskon 50 persen dari Cinema XXI. Promo ini berlaku setiap hari Kamis untuk pembelian tiket Deluxe lewat aplikasi dengan menggunakan Kartu Kredit Jenius (BIN 437896).

Periode promo: 4 September–25 Desember 2025 Minimal transaksi: Limit: 1 kali transaksi

Cara Mendapatkan Promo:

  1. Unduh aplikasi dari Google Play Store atau App Store.
  2. Pilih film, bioskop, jadwal tayang, jumlah tiket, dan kursi.
  3. Pilih pembayaran via cards, lalu masukkan nomor kartu Jenius kamu + CVV/CVC.
  4. Klik Pay — banner promo akan muncul otomatis jika syarat terpenuhi.
  5. Masukkan OTP & cek kembali nominal pembayaran.
  6. Tiket berhasil dipesan.

Promo ini cocok banget kalau kamu pengen healing tipis-tipis sebelum weekend datang.

Promo Buy 1 Get 1 Free Film Qorin 2

Promo & Diskon Bioskop Desember 2025 – Film Qorin 2

 

Buat penggemar film horor, Cinema XXI kasih promo menarik buat film Qorin 2. Kamu bisa dapat Buy 1 Get 1 Free khusus di studio Deluxe.

Berlaku: Jumat–Minggu Metode pembayaran: Kartu Kredit Bank Mega Syariah Periode: Sampai 10 Desember 2025 Limit: 1 kali transaksi

Cara Menggunakannya:

  1. Buka aplikasi , pilih film Qorin 2.
  2. Pilih bioskop, jadwal, dan kursi.
  3. Klik Use Voucher dan pilih banner e-voucher promo.
  4. Kalau berhasil, akan tampil status Voucher Applied.
  5. Klik Confirm Order untuk lihat ringkasan.
  6. Cek ulang lalu masukkan PIN .
  7. Transaksi selesai.

Siapa bilang akhir pekan harus mahal? Nikmati dua tiket sekaligus dengan harga satu.

Promo Buy 1 Get 2 untuk Film Zootopia 2

Promo & Diskon Bioskop Desember 2025 – Film Zootopia 2

Kalau kamu lebih suka film keluarga atau animasi, promo ini wajib banget dicoba.

Buy 1 Get 2 berlaku untuk pembelian tiket Zootopia 2 di studio Deluxe dan IMAX (tidak termasuk The Premiere).

Periode: 21 November 2025 hingga film turun layar Metode pembayaran: Kartu Kredit OCBC Voyage, Platinum, dan Nyala

Cara Klaim Promo:

Caranya sama seperti promo diskon sebelumnya:

  1. Buka aplikasi & pilih film Zootopia 2.
  2. Tentukan bioskop, jadwal, dan kursi.
  3. Pilih pembayaran cards → masukkan nomor kartu + CVV.
  4. Klik Pay, banner promo akan muncul otomatis.
  5. Masukkan OTP.
  6. Tiket selesai dipesan.

Promo kayak gini jarang banget, jadi jangan sampai kelewat apalagi buat kamu yang mau nonton bareng keluarga atau teman.

Promo Buy 2 Pay 1 The Premiere

Buat kamu yang suka nonton dengan suasana premium, ada juga promo spesial The Premiere.

Promo: Buy 2 Pay 1 Berlaku: Setiap Jumat Periode: 21 November 2025–30 Januari 2026 Metode pembayaran: Kartu Kredit BRI Infinite & World Access (BIN 468740 & 518856)

Kalau biasanya nonton The Premiere lumayan menguras kantong, sekarang kamu bisa ajak partner atau bestie dan bayar cuma setengahnya.

Cashback untuk Pengguna Baru GoPay

Buat pengguna GoPay yang baru pertama kali transaksi di aplikasi , ada cashback menarik.

Cashback: GoPay Coins Berlaku: Setiap hari Periode: 1 Oktober–31 Desember 2025 Kategori: Tiket Deluxe, IMAX, dan FnB Limit: khusus transaksi pertama menggunakan GoPay

Promo ini cocok banget buat kamu yang belum pernah bayar pakai GoPay di —langsung dapat keuntungan.

Promo Cashback 50 Persen Agak Laen: Menyala Pantiku!

Promo & Diskon Bioskop Desember 2025 – Agak Laen: Menyala Pantiku!

Film komedi-horor dari Agak Laen juga punya promo eksklusif.

Cashback: 50 persen Metode bayar: QRIS myBCA Periode: 27 November–11 Desember 2025 Minimal transaksi: Kategori: Tiket Deluxe

Cara menggunakan promo:

  • Beritahu kasir bahwa kamu ingin pakai promo myBCA.
  • Kode unik “2” akan ditambahkan pada nominal.
  • Lakukan pembayaran via QRIS myBCA.

Cocok buat kamu yang suka nonton langsung di outlet tanpa ribet aplikasi.

Cashback 100 Persen Agak Laen: Menyala Pantiku! (BSya)

Buat kamu yang punya akses ke QRIS BSya by BCA Syariah, cashback-nya lebih dahsyat lagi.

Cashback: 100 persen Metode: QRIS BSya by BCA Syariah Periode: 27 November–11 Desember 2025 Kategori: Tiket Deluxe (tidak berlaku IMAX & The Premiere)

Seperti promo myBCA, kamu tinggal memberi tahu kasir dan kode unik “2” akan ditambahkan.

Promo-promo bioskop Desember 2025 ini benar-benar bikin pengalaman nonton jadi lebih hemat, fun, dan fleksibel. Mulai dari diskon besar, promo keluarga, promo premium, sampai cashback yang jumlahnya lumayan banget.

Akhir tahun adalah momen terbaik buat rehat sejenak, nonton film favorit, dan menikmati waktu bareng orang-orang terdekat tanpa bikin kantong bolong.

Kalau kamu nggak mau ketinggalan promo, buruan cek aplikasi atau langsung ke bioskop terdekat. Selamat menikmati liburan Nataru dan semoga film yang kamu tonton makin seru dengan harga yang jauh lebih hemat!




Film “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat” Siap Diproduksi

Si Buta dari Gua Hantu

Prolite – Film “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat” Siap Diproduksi – Era Baru Sang Legenda Silat Tanah Air

Dunia perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kabar besar yang bikin para pecinta komik lawas dan penonton film tanah air heboh. Setelah sekian lama dinanti, karakter ikonik Si Buta dari Gua Hantu akhirnya bersiap kembali ke layar lebar lewat film baru berjudul “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat”.

Proyek ambisius ini digarap oleh Bumilangit Entertainment bekerja sama dengan MAGMA Entertainment, dan dijadwalkan tayang pada 2027. Pengumuman resminya mencuat pada gelaran JAFF Film Market 2025, langsung mencuri perhatian publik.

Dengan rekam jejak Bumilangit yang cukup solid dalam mengangkat pahlawan lokal ke layar lebar, plus kolaborasi dengan sutradara ternama Charles Gozali, film ini diprediksi bakal jadi salah satu proyek layar lebar Indonesia yang paling ditunggu dalam beberapa tahun ke depan.

Legenda Komik yang Tak Pernah Padam

Buat kamu yang mungkin baru mendengar atau belum terlalu familiar, Si Buta dari Gua Hantu adalah tokoh ciptaan Ganes TH yang muncul pertama kali pada tahun 1967. Nggak main-main, karakter ini termasuk salah satu Intellectual Property (IP) terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 180 volume komik yang tersebar selama puluhan tahun.

Komiknya sendiri tercatat telah dibaca lebih dari 20 juta orang, menjadikannya salah satu tokoh fiktif paling populer sepanjang sejarah komik Indonesia. Bahkan sebelum era film superhero modern menjamur, Si Buta sudah lebih dulu diadaptasi ke berbagai medium, termasuk sembilan film layar lebar dan 86 episode serial televisi. Bisa dibilang, ia adalah pelopor genre heroik lokal.

Dengan sejarah panjang dan basis penggemar yang kuat, kehadiran film baru ini bukan cuma nostalgia, tapi juga peluang untuk mengenalkan kembali ikon silat Indonesia ke generasi penonton yang lebih muda.

Proyek Baru dengan Napas Segar

Film terbaru ini bakal disutradarai oleh Charles Gozali, sosok yang dikenal lewat film horor religi sukses seperti Qodrat dan Qodrat 2. Charles membawa pendekatan yang segar untuk menghidupkan kembali karakter legendaris ini. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak berkaitan dengan pengembangan film Si Buta yang pernah diumumkan oleh Joko Anwar sebelumnya.

“Ini menjadi awal baru yang memungkinkan terbentuknya franchise tersendiri,” ujar Charles. Pernyataan ini bikin banyak fans makin penasaran — apakah kisah baru ini akan jadi pondasi untuk sebuah universe film yang lebih besar? Melihat tren perfilman dunia dan pengalaman Bumilangit yang sudah menggarap beberapa film dalam Jagat Sinema Bumilangit, kemungkinan itu jelas terbuka lebar.

Kolaborasi Dua Rumah Produksi Besar

Kerja sama antara Bumilangit Entertainment dan MAGMA Entertainment diumumkan secara resmi pada 30 November 2025, lewat unggahan di media sosial mereka. Pengumuman tersebut juga diperkuat saat keduanya tampil di JAFF Film Market 2025, sebuah ajang yang memang sering menjadi tempat peluncuran proyek film besar di Indonesia.

“Kami meresmikan kerja sama pada JAFF Film Market 2025. Ini dimulai dengan produksi film layar lebar Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat yang direncanakan tayang pada 2027,” tulis keterangan resmi itu.

Kolaborasi ini menarik karena menggabungkan kekuatan dua perusahaan hiburan yang sama-sama ambisius dalam mengembangkan cerita lokal ke level yang lebih besar. Melihat rekam jejak Bumilangit yang telah merilis Gundala, Sri Asih, Virgo and the Sparklings, hingga Tira, film baru ini jelas punya potensi untuk mendapatkan perhatian besar — bahkan mungkin sampai ke pasar internasional.

Harapan dan Ekspektasi Penonton

Banyak yang berharap film ini bisa menghadirkan pengalaman sinematik yang keren, dengan koreografi silat yang solid, storytelling yang kuat, dan pembangunan dunia yang rapi. Karakter Si Buta yang punya kisah tragis namun penuh nilai keberanian dan moralitas memang sangat potensial untuk dieksplorasi dengan pendekatan modern.

Penggemar setia komiknya tentu menunggu apakah film ini akan mengambil inspirasi dari arc tertentu dalam komik, seperti perjalanan Barda Mandrawata, konflik dengan perampok yang membutakan matanya, atau tema spiritual dan petualangan khas seri aslinya. Sementara itu, penonton baru pasti mengincar visual yang memikat, aksi yang intens, dan cerita yang mudah diikuti.

Dengan jadwal tayang yang masih dua tahun lagi, kita bisa berharap proses produksi akan dilakukan dengan matang — terutama untuk adegan pertarungan, desain kostum, efek visual, hingga pembangunan atmosfer pedesaan dan hutan yang khas dunia Si Buta.

Kembalinya Si Buta dari Gua Hantu ke layar lebar lewat film “Mata Malaikat” adalah kabar menggembirakan buat dunia hiburan Indonesia. Ini bukti bahwa cerita lokal punya potensi besar untuk terus dikembangkan, diperbarui, dan diperkenalkan kembali ke generasi baru.

Kalau kamu salah satu penggemar komik lawas, pencinta film aksi, atau penonton yang suka eksplorasi karakter ikonik Indonesia, ini adalah proyek yang wajib kamu pantau. Sambut era baru sang legenda — dan siapa tahu, ini bisa jadi langkah awal kebangkitan kembali jagat cerita heroik khas Nusantara!




Siap Ketawa Sekaligus Merinding! ‘Pesugihan Sate Gagak’ Tayang November Ini

Pesugihan Sate Gagak

Prolite – Siap Ketawa Sekaligus Merinding! ‘Pesugihan Sate Gagak’ Tayang di Bioskop November Ini!

Haloo kembali lagi di edisi malam Jumat, gengs! Ada kabar segar buat kamu para pencinta film horor komedi. Siap-siap, karena film Pesugihan Sate Gagak bakal segera tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025!

Yup, kamu nggak salah baca, film ini siap bikin kamu ketawa, tegang, sekaligus mikir dua kali sebelum makan sate di malam hari.

Film ini diproduksi oleh Cahaya Pictures dan digarap oleh duet sutradara Etienne Caesar dan Dono Pradana, dua nama yang udah dikenal punya gaya storytelling nyeleneh tapi tetap nendang. Lewat kombinasi unik antara horor dan komedi, Pesugihan Sate Gagak berhasil mencuri perhatian publik sejak trailer perdananya dirilis.

Kisah Absurd Tiga Sahabat

Cerita film ini berpusat pada tiga sahabat kocak: Anto (Ardit Erwandha), Dimas (Yono Bakrie), dan Indra (Benedictus Siregar). Mereka adalah trio yang hidupnya serba apes — dari masalah kerjaan, cinta, sampai keuangan yang nggak pernah stabil. Tapi, hidup mereka berubah drastis ketika muncul ide gila: melakukan pesugihan tanpa tumbal.

Caranya? Jual sate dari daging burung gagak kepada… para demit! Iya, kamu nggak salah dengar. Mereka bukan jualan sate buat manusia, tapi buat makhluk gaib yang kelaparan di dunia lain. Aneh? Jelas. Tapi di situlah keunikan film ini.

Awalnya, usaha mereka justru sukses besar. Para demit antre panjang buat beli sate gagak, dan trio sahabat itu mendadak jadi kaya raya. Namun, seperti pepatah klasik, “segala yang terlalu manis pasti ada pahitnya.” Dari sinilah petaka mulai mengintai. Rasa lapar dan kerakusan para demit berubah jadi teror yang menghantui kehidupan mereka.

Hantu Lokal, Komedi Lokal, Cerita yang Menggelitik

 

Trailer perdananya langsung viral karena menampilkan adegan yang unik: pocong, genderuwo, hingga kuntilanak antre dengan sabar di warung sate gagak! Pemandangan absurd itu justru jadi daya tarik utama film ini — menghadirkan humor di tengah kengerian khas horor Indonesia.

Selain trio pemeran utama, film ini juga dibintangi oleh deretan komedian kawakan seperti Nunung, Arief Didu, dan Ence Bagus. Kombinasi mereka menjanjikan adegan-adegan ngakak di sela ketegangan yang bikin jantung deg-degan. Menurut sang sutradara, film ini terinspirasi dari fenomena nyata praktik pesugihan di Indonesia, tapi disampaikan dengan cara yang ringan, satir, dan tetap menghibur.

Pesan Moral di Balik Tawa dan Teror

Meski dikemas dengan komedi, Pesugihan Sate Gagak sebenarnya punya pesan yang cukup dalam. Film ini menyinggung sisi gelap manusia yang rela melakukan apa saja demi kekayaan instan. Praktik pesugihan masih kerap terjadi di masyarakat, dan film ini ingin mengajak penonton untuk berpikir ulang: “Apakah harta benar-benar sepadan dengan harga diri dan ketenangan jiwa?”

Dengan nuansa mistik yang kental, film ini juga menyentuh aspek budaya lokal — bagaimana kepercayaan terhadap makhluk halus dan ritual pesugihan masih melekat kuat dalam masyarakat modern. Namun, di balik semua itu, Pesugihan Sate Gagak juga jadi bentuk kritik sosial yang dibalut dengan humor cerdas.

Teknologi dan Sinematografi yang Bikin Merinding Tapi Ngangenin

Dari sisi teknis, film ini digarap dengan efek visual modern yang memadukan nuansa klasik dan digital. Menurut laporan dari CinemaTalk Indonesia (2025), tim produksi menggunakan efek practical untuk menciptakan suasana yang lebih realistis, terutama saat menampilkan interaksi manusia dan makhluk halus. Hasilnya? Visual horor yang bikin bulu kuduk berdiri, tapi tetap terasa “Indonesia banget”.

Soundtrack-nya pun nggak kalah menarik. Musik latar bernuansa gamelan dan instrumen Jawa dikombinasikan dengan beat modern yang memberikan kesan horor sekaligus absurd. Pendeknya, ini bukan sekadar film horor komedi biasa — tapi sebuah pengalaman sinematik yang unik.

Menghibur, Menegangkan, dan Sarat Makna

Di tengah banyaknya film horor yang fokus pada jumpscare atau cerita sadis, Pesugihan Sate Gagak hadir dengan warna baru. Ia menertawakan ketakutan kita sendiri terhadap dunia mistis, sekaligus mengingatkan bahwa setiap keinginan manusia selalu punya konsekuensi.

Sutradara Etienne Caesar mengatakan dalam wawancaranya bersama Popcorn Asia (2025), “Kami ingin bikin film yang bisa bikin penonton menjerit sekaligus ngakak. Karena di balik horor, ada sisi absurd dari hidup yang patut kita rayakan.”

Siap Ketawa dan Merinding Bareng?

Nah, buat kamu yang suka sensasi campur aduk antara takut dan ngakak, wajib banget masukin Pesugihan Sate Gagak ke daftar tontonan bulan November ini. Catat tanggalnya: 13 November 2025 di seluruh bioskop Indonesia!




Film Tukar Takdir: Drama Emosional di Balik Selamatnya Satu Penumpang Tragedi Pesawat

Film Tukar Takdir

Prolite – Film Tukar Takdir: Drama Emosional di Balik Selamatnya Satu Penumpang Tragedi Pesawat

 

Bayangkan kamu naik pesawat bersama ratusan orang lain, lalu tiba-tiba pesawat itu hilang kontak dan hanya satu orang yang selamat. Pertanyaan pertama yang muncul pasti: kenapa dia? Pertanyaan besar inilah yang jadi inti dari film terbaru karya Mouly Surya, Tukar Takdir, yang akan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025.

Dibintangi aktor papan atas seperti Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara, film ini diadaptasi dari novel best seller karya Valiant Budi dengan tema besar: takdir, kehilangan, dan resiliensi manusia.

Tragedi Pesawat yang Mengubah Segalanya

Film ini mengisahkan penerbangan Jakarta Airways 79 yang mengalami hilang kontak. Ketika ditemukan, hanya ada satu penumpang yang selamat: Rawa (Nicholas Saputra). Rawa pulang dengan luka fisik dan trauma yang dalam. Namun, selamatnya Rawa justru membuka babak baru yang lebih rumit. Ia bukan hanya saksi kunci dalam investigasi, tapi juga harus berhadapan dengan keluarga korban.

Salah satunya adalah Zahra (Adhisty Zara), putri tunggal dari pilot pesawat yang tewas dalam tragedi itu. Ada juga Dita (Marsha Timothy), seorang istri yang kehilangan suaminya dan tak bisa menerima kenyataan bahwa justru orang lain yang hidup. Hubungan emosional yang pelik pun terjalin antara mereka.

Terhubung oleh Kenyataan Pahit

Dalam teaser trailer yang dirilis di kanal YouTube Starvision, kita diperlihatkan potongan hubungan emosional Rawa dengan Zahra. Ada adegan Rawa memeluk Zahra, seolah memberi kekuatan untuk bertahan. Namun di sisi lain, Rawa juga terlihat begitu dekat dengan Dita, bahkan mengusap air matanya saat keduanya berdua di mobil.

Nicholas Saputra menyebut bahwa setiap karakter dalam film ini terhubung lewat satu kenyataan pahit yang sama: kehilangan. “Rawa, yang selamat dari tragedi pesawat, bertemu dengan orang-orang yang harus kehilangan orang terdekat. Penonton akan melihat bagaimana resiliensi setiap karakter diuji,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Kolaborasi Kelas A: Mouly Surya, Nicholas Saputra, dan Marsha Timothy

Sutradara Mouly Surya menekankan bahwa film ini bukan sekadar drama bencana, tapi juga eksplorasi psikologis. Setiap karakter membawa luka dan penyesalan masing-masing. Ada yang merasa seharusnya bisa mencegah tragedi, ada yang merasa menanggung takdir orang lain.

“Kami ingin menggambarkan beban emosional yang tak kasat mata. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan bahwa ada harapan di balik setiap kehilangan. Bahwa manusia bisa saling menopang untuk bertahan,” kata Mouly.

Tukar Takdir jadi ajang reuni Mouly Surya dengan beberapa aktor dan produser papan atas. Mouly kembali bekerja sama dengan Marsha Timothy setelah film legendaris Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), dan dengan Nicholas Saputra setelah Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013).

Film ini juga jadi kolaborasi Mouly bersama produser Chand Parwez Servia dan Rama Adi, dengan dukungan Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures. Selain tiga pemeran utama, film ini juga didukung ensemble cast yang luar biasa: Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, hingga Revaldo.

Drama Petaka Pesawat: Genre yang Jarang di Indonesia

Chand Parwez Servia, produser film ini, menyebut bahwa Tukar Takdir membawa warna baru ke perfilman Indonesia. Drama berlatar tragedi pesawat masih jarang dieksplorasi, padahal punya potensi besar untuk menghadirkan ketegangan sekaligus kedalaman emosional. “Film ini akan menghadirkan kisah penuh luka, menegangkan, tapi juga menyegarkan untuk perfilman Indonesia,” ungkapnya.

Dengan latar cerita yang jarang disentuh sineas Indonesia, Tukar Takdir berpotensi menjadi film yang bukan hanya menyayat hati, tapi juga membuka percakapan lebih luas soal trauma, kehilangan, dan bagaimana manusia merespons takdir yang tak bisa diubah.

Siapkah Kamu Menyaksikan Kisah yang Menguji Emosi?

Tukar Takdir bukan sekadar film tentang kecelakaan pesawat, melainkan kisah mendalam tentang luka, cinta, kehilangan, dan pertanyaan besar soal takdir. Dengan arahan Mouly Surya yang dikenal detail dan emosional, serta deretan aktor papan atas, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang bikin dada sesak tapi juga membuka mata.

Jangan lewatkan perilisan resminya pada 2 Oktober 2025 di bioskop seluruh Indonesia. Siapkan hati, karena film ini bisa jadi bikin kamu merenung: kalau berada di posisi Rawa, apakah kamu sanggup menanggung beban sebagai satu-satunya yang selamat?




Wajib Masuk Watchlist! 4 Film Lokal yang Rilis di 21 Agustus 2025

Film Lokal

Prolite – Wajib Masuk Watchlist! 4 Film Lokal yang Rilis di 21 Agustus 2025

Tanggal 21 Agustus 2025 jadi salah satu momen spesial buat para pecinta film lokal. Pasalnya, ada empat film Indonesia baru yang resmi rilis di bioskop tanah air.

Mulai dari horor yang bikin merinding, thriller dengan sentuhan balas dendam, sampai drama keluarga penuh emosi—semua ada di minggu ini.

Jadi, buat kamu yang lagi nyari tontonan segar, keempat film lokal ini wajib banget masuk daftar nontonmu. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Labinak: Mereka Ada di Sini – Horor dengan Misteri Kanibalisme

Film garapan Azhar Kinoi Lubis ini membawa horor lokal ke level baru dengan sentuhan legenda gelap. Ceritanya tentang Najwa (Raihaanun), seorang guru dari kota kecil yang pindah ke Jakarta bersama putrinya, Yanti (Nayla Denny Purnama).

Ia mendapat tawaran mengajar di sekolah elite, tapi rumah barunya ternyata menyimpan rahasia kelam. Arwah korban praktik kanibalisme kuno yang terhubung dengan yayasan sekolah mulai menampakkan diri.

Menjelang sebuah ritual mengerikan, Najwa harus berjuang melindungi dirinya dan anaknya agar tidak dijadikan tumbal. Dengan bintang seperti Raihaanun, Arifin Putra, Jenny Zhang, hingga Giulio Parengkuan, film ini menjanjikan ketegangan tanpa henti. Kalau kamu penggemar horor psikologis dengan bumbu budaya lokal, Labinak jelas jadi pilihan pas.

2. Hanya Namamu dalam Doaku – Drama Keluarga yang Bikin Nangis

Kalau kamu lebih suka drama penuh emosi, karya Reka Wijaya ini siap menguras air mata. Film ini mengisahkan Arga (Vino G. Bastian), seorang ayah dan suami penyayang yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah divonis menderita ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit langka yang belum ada obatnya.

Alih-alih terbuka, Arga memilih menyembunyikan penyakitnya demi melindungi keluarganya—istrinya Hanggini (Nirina Zubir) dan putri mereka, Nala (Anantya Kirana). Tapi keputusannya justru memicu konflik besar dalam rumah tangga. Selain Vino dan Nirina, film ini juga dibintangi Naysilla Mirdad, Ge Pamungkas, hingga Marcell Darwin, yang menambah kedalaman cerita.

Tema tentang penyakit serius dan pengorbanan cinta dalam keluarga membuat film ini bukan sekadar tontonan, tapi juga refleksi hidup.

3. Darah Nyai – Horor-Thriller dengan Sentuhan Mistis Laut Selatan

Film ketiga, Darah Nyai, menggabungkan horor supranatural dengan kisah balas dendam penuh darah. Cerita dimulai dari sebuah pembunuhan brutal yang membangkitkan amarah Laut Selatan. Sosok mistis Nyai (Jessica Katharina) muncul dan memilih Rara (Violla Georgie) sebagai perpanjangan tangannya.

Dengan kekuatan supranatural, Rara memburu geng perdagangan manusia yang dipimpin Boni (Rory Asyari). Di sisi lain, Inspektur Yati (Vonny Anggraini) mencoba mengurai misteri pembunuhan keji itu, sampai akhirnya bertemu Mbak Endang (Nai Djenar Maisa Ayu), sosok yang menyimpan rahasia kelam Laut Selatan.

Disutradarai Yusron Fuadi, film ini menarik karena bukan cuma menakutkan, tapi juga punya lapisan pesan sosial tentang keadilan dan keberanian.

4. The Sun Gazer: Cinta dari Langit – Drama Spiritual yang Menyentuh

Film besutan Jastis Arimba ini mengangkat drama keluarga dengan sentuhan spiritual. Kisahnya tentang Moyer (Mario Irwinsyah) dan Asiyah (Ratu Anandita), pasangan suami istri yang lama mendambakan anak tapi tak kunjung dikaruniai. Setelah berbagai usaha gagal, Moyer akhirnya memutuskan menceraikan Asiyah, keputusan pahit yang menghancurkan keduanya.

Di tengah kehancuran itu, hadir dua perempuan baru yang memberi cahaya harapan. Namun, dilema besar muncul: Moyer sadar ia tidak akan pernah mampu memberi keturunan. Dengan jajaran pemain seperti Revalina S. Temat, Dewi Yull, Niniek L. Karim, hingga Miqdad Adausy, film ini menawarkan kisah reflektif tentang cinta, pengorbanan, dan makna sejati sebuah keluarga.

Film Lokal Mana yang Jadi Pilihanmu di Bioskop?

Lebaran 2025

Empat film ini jelas menunjukkan keragaman warna perfilman Indonesia. Dari kengerian Labinak dan Darah Nyai, sampai haru-biru Hanya Namamu dalam Doaku dan The Sun Gazer, semua punya kekuatan sendiri-sendiri. Menariknya, jadwal tayang yang barengan bikin kamu bisa pilih genre sesuai mood.

Kalau kamu suka uji nyali, horor jadi pilihan. Kalau butuh drama emosional yang bikin hati terenyuh, drama keluarga ini pasti cocok banget.

Jadi, film lokal mana yang bakal kamu tonton dulu minggu ini? Yuk, langsung ajak teman, keluarga, atau pasangan buat isi akhir pekan dengan film-film keren karya anak bangsa!




Narik Sukmo & Arwah – Deretan Horor Lokal yang Menghantui Juli 2025

Horor Lokal

Prolite – Narik Sukmo & Arwah – Deretan Horor Lokal yang Menghantui Juli 2025

Yap, edisi malam Jumat tiba lagi dan kali ini kita kedatangan dua tamu istimewa dari dunia perfilman horor Indonesia: “Narik Sukmo” dan “Arwah”. Dua film lokal yang siap bikin kamu was-was bahkan setelah filmnya selesai.

Bulan Juli 2025 ini, bioskop Indonesia dihiasi dengan sajian horor lokal yang makin matang dan mengakar ke budaya. Bukan cuma soal hantu-hantuan biasa, tapi juga kisah mistis dan emosional yang nyambung ke batin penonton. Penasaran kenapa dua film ini viral dan jadi bahan omongan? Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai tapi… siap-siap bulu kuduk naik!

Narik Sukmo: Ketika Tarian Membawa Arwah Pulang…

Film Narik Sukmo membawa kita masuk ke dunia seni tradisional yang penuh misteri. Cerita ini berfokus pada sebuah tarian kuno yang konon bisa “menarik sukma” alias menghubungkan dunia arwah dengan dunia manusia. Sounds creepy? Tunggu sampai kamu lihat bagaimana ritual ini dipentaskan dalam filmnya.

Dibuka dengan setting desa yang hening, jauh dari modernitas, seorang penari muda bernama Ayu mulai mengalami mimpi-mimpi ganjil setelah diminta belajar tarian sakral yang sudah lama tidak dipentaskan. Semakin dalam ia mendalami tariannya, semakin kuat pula gangguan dari dunia lain.

Atmosfer film ini dibangun dengan sangat halus—dari suara gamelan yang mengganggu, hingga mata-mata tak kasatmata yang mengawasi setiap gerak sang penari. Bukan jump scare asal-asalan, tapi horor yang perlahan masuk ke tulang.

Yang bikin menarik, “Narik Sukmo” nggak hanya bicara soal mistis, tapi juga bagaimana seni tradisional bisa jadi jembatan antara dunia fisik dan spiritual. Sentuhan budaya Jawa yang kuat membuat film ini bukan hanya menyeramkan, tapi juga penuh makna.

Arwah: Tragedi Keluarga dan Jeritan Sang Adik dari Alam Sana

Film “Arwah” mengambil pendekatan horor psikologis yang emosional. Ceritanya dimulai dari kecelakaan tragis yang merenggut nyawa satu keluarga, menyisakan satu orang—Rara, sang kakak sulung—sebagai satu-satunya yang selamat.

Tapi tragedi itu bukan akhir. Justru di sinilah semuanya bermula.

Rara mulai mengalami kejadian-kejadian aneh: mainan adiknya yang bergerak sendiri, rekaman suara tangisan anak kecil, dan mimpi berulang yang mengarah ke tempat kecelakaan. Pelan-pelan, ia sadar bahwa arwah adik bungsunya belum tenang… dan menuntut kebenaran atas apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Film ini sukses bikin penonton relate karena bermain dengan rasa kehilangan dan penyesalan. Banyak yang bilang horornya terasa banget karena kita ikut merasakan emosi tokohnya. Ditambah dengan sinematografi dingin dan naskah yang padat, “Arwah” menyentuh sekaligus menyeramkan.

Tren Horor Lokal: Kemenangan Cerita yang Dekat di Hati

Bukan rahasia lagi kalau film horor lokal sedang berada di puncak kejayaannya. Tapi kenapa, sih, film seperti Narik Sukmo dan Arwah bisa begitu nempel di hati (dan pikiran) penonton?

  • Dekat dengan budaya: Horor yang lahir dari legenda dan tradisi lokal terasa lebih nyata dan relevan. Seperti Narik Sukmo yang mengangkat tarian tradisional, atau Arwah yang bicara soal trauma keluarga—dua tema ini nggak asing di telinga kita.
  • Atmosfer > Efek Visual: Banyak film horor luar mengandalkan CGI dan visual seram, tapi film lokal belakangan ini lebih bermain dengan atmosfer. Musik gamelan yang fals, bayangan samar di belakang pintu, atau suara tangisan di tengah sunyi lebih menyeramkan daripada monster besar.
  • Resonansi Emosional: Horor bukan cuma bikin takut, tapi juga bikin mikir dan merasa. Baik Narik Sukmo maupun Arwah menyorot sisi emosional yang dalam, membuat penonton nggak cuma menjerit, tapi juga terdiam setelah lampu bioskop menyala.

Menurut data dari Asosiasi Perfilman Indonesia (Juni 2025), genre horor menyumbang hampir 40% total penjualan tiket film nasional dalam 6 bulan pertama tahun ini. Itu artinya, film-film seperti ini nggak hanya ditonton karena takut, tapi karena punya nilai narasi yang kuat.

Atmosfer, Budaya, dan Rasa: Tiga Pilar Horor Lokal yang Nempel di Tulang

 

Kalau kamu cari film horor yang hanya bikin kaget, mungkin kamu akan kecewa. Tapi kalau kamu cari cerita yang bisa bikin kamu merinding sambil mikir dan terhubung dengan akar budaya, dua film ini adalah jawabannya.

“Narik Sukmo” dan “Arwah” berhasil menggabungkan:

  • Cerita rakyat + isu modern
  • Visual etnik + teknik sinematik modern
  • Nuansa spiritual + tragedi emosional

Ini adalah arah baru horor lokal—bukan cuma tentang hantu, tapi tentang manusia, hubungan, dan sisi gelap dari rasa.

Siap Disapa Dunia Lain?

Nah, guys sudah siap menonton Narik Sukmo dan Arwah di bioskop?

Dua film ini bukan cuma ajang uji nyali, tapi juga momen untuk refleksi. Karena seringkali, hantu yang paling menyeramkan bukan yang muncul tiba-tiba dari balik pintu, tapi yang muncul dari dalam diri sendiri: rasa bersalah, dendam, dan kehilangan yang belum usai.

Jangan lupa ajak teman nonton bareng, karena… sendirian di bioskop setelah film selesai? Hmm, siapa tahu bukan cuma kamu yang pulang… 👻




Gabungin Aksi dan Komedi, Film Agen +62 Hadirkan Cerita Seru nan Kocak!

Film Agen +62

Prolite – Gabungin Aksi dan Komedi, Film Agen +62 Hadirkan Cerita Seru nan Kocak!

Buat kamu penggemar film Indonesia yang suka aksi tapi tetap ingin ketawa ngakak, ada kabar baik nih! Film Agen +62, karya terbaru yang menggabungkan aksi seru dan komedi kocak khas lokal, siap tayang di bioskop mulai 3 Juli 2025.

Film ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sindiran satir yang segar tentang dunia agen “rahasia” yang pastinya relate banget dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dengan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Keanu Angelo, Rieke Diah Pitaloka, dan Cinta Laura Kiehl, film ini diprediksi akan jadi salah satu tontonan favorit sepanjang pertengahan tahun ini.

Disutradarai oleh Dinna Jasanti, sineas muda yang sebelumnya sukses lewat My Annoying Brother dan My Ice Girl, serta ditulis oleh duet penulis kreatif Candra Aditya dan Diva Apresya, Agen +62 menjanjikan cerita unik yang nggak biasa.

Sinopsis Film Agen +62: Misi Rahasia Penuh Canda Tawa

Film Agen +62 bercerita tentang sepasang agen yang bukan sembarang agen. Mereka berasal dari lembaga intelijen paling bawah di Indonesia, yaitu PUANAS (Pusat Usaha Nasional)—iya, namanya aja udah bikin senyum geli, kan?

Dua karakter utama, Dito (Keanu Angelo) dan Martha (Rieke Diah Pitaloka), adalah agen yang sering diremehkan. Alih-alih tampil keren seperti James Bond, mereka lebih mirip agen pulsa atau agen galon di kompleks rumah.

Tapi justru karena gaya “biasa-biasa aja” inilah, mereka ditugaskan untuk menangani kasus super penting yang penuh jebakan: perjudian online ilegal yang meresahkan warga.

Dalam menjalankan misinya, Dito dan Martha harus menyamar dan menyusup ke dunia malam yang penuh intrik. Di sanalah mereka bertemu dengan Jessica (Cinta Laura), seorang pemilik salon glamor yang ternyata menyimpan rahasia gelap dan berkaitan langsung dengan sindikat judi online tersebut.

Konflik demi konflik muncul, bukan cuma dari musuh di lapangan, tapi juga dari hubungan antara Dito dan Martha sendiri. Komunikasi mereka yang sering gagal, salah paham terus, dan gaya kerja yang sangat bertolak belakang bikin misi mereka makin sulit tapi juga makin kocak.

Dengan bumbu aksi penuh ledakan (dan ketawa), film ini jadi sajian komplet yang bisa bikin kamu gregetan sekaligus ngakak.

Pertanyaannya: mampukah duo kocak ini menyelesaikan misinya dan mengungkap rahasia besar di balik judi online?

Daftar Pemain Film Agen +62: Meriah & Bertabur Bintang!

Film ini nggak main-main soal cast. Selain deretan aktor utama yang udah nggak asing, Agen +62 juga memperkenalkan beberapa wajah baru dan kolaborasi unik dari berbagai latar belakang entertainment. Ini dia deretan pemainnya:

  • Keanu Angelo sebagai Dito – agen receh tapi punya insting tajam
  • Rieke Diah Pitaloka sebagai Martha – agen senior yang sabar tapi galak
  • Cinta Laura Kiehl sebagai Jessica – pemilik salon misterius dengan latar belakang gelap
  • Olga Lydia – belum diketahui perannya, tapi dijamin tampil ikonik
  • Fadil Jaidi – siap menambah kekonyolan di setiap adegan
  • Dara Arafah – aktris muda dengan energi segar
  • Tenno Ali
  • Tasos Rasiti
  • Chandra Satria
  • Fanny Fadillah
  • Nafiza Fatia Rani

Dengan komposisi pemain yang lengkap—dari yang berpengalaman hingga influencer generasi baru—Agen +62 menjanjikan kombinasi akting yang luwes, segar, dan penuh chemistry.

 

Yuk, Jadi Saksi Aksi Ngakak Duo Agen Terkocak!

Film Agen +62 bisa jadi pelarian terbaik kamu dari rutinitas yang membosankan. Apalagi kalau kamu lagi butuh hiburan yang nggak hanya bikin tertawa tapi juga menyentil isu sosial secara cerdas. Catat ya, tayang mulai 3 Juli 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

Ayo ajak teman, gebetan, atau bahkan orang rumah buat nonton bareng. Siapa tahu kamu juga punya “agen-agen rahasia” di hidupmu yang butuh dukungan!

Sudah siap menyamar bersama Dito dan Martha? Jangan lupa kasih tahu pendapatmu setelah nonton nanti—karena misi rahasia ini, bakal lebih seru kalau dijalani rame-rame!🎬💥😆




Akhirnya Datang Juga: Superman Siap Tayang Juli 2025!

Superman

Prolite – Superman Siap Terbang ke Bioskop Global Juli 2025! Di Balik Drama Hukum & Kejutan Sang Manusia Baja

Kabar gembira buat kamu penggemar superhero, khususnya si Man of Steel! Film Superman terbaru produksi Warner Bros Discovery dan DC Studios resmi dijadwalkan tayang secara global pada 11 Juli 2025. Setelah penantian panjang dan drama hukum yang sempat bikin fans deg-degan, akhirnya jalan menuju layar lebar terbuka lebar.

Tapi tunggu dulu… sebelum kita nonton Superman beraksi di layar besar, yuk kita ngulik dulu proses di balik layarnya—yang ternyata gak kalah penuh aksi, intrik, dan drama kayak di filmnya! Siapa sangka film superhero bisa hampir gagal tayang gara-gara… sengketa hak cipta?

Drama Hak Cipta: Si Manusia Baja Hampir “Gagal Terbang”

Yup, film Superman sempat hampir gagal tayang karena konflik hukum yang cukup rumit. Semua berawal dari klaim keluarga Joe Shuster, salah satu pencipta asli karakter Superman. Mereka mengajukan gugatan kepemilikan atas karakter ikonik ini, yang katanya seharusnya kembali ke mereka.

Pada April 2025, gugatan awal mereka ditolak oleh pengadilan AS karena masalah yurisdiksi. Tapi keluarga Shuster gak tinggal diam, dan pada bulan berikutnya, mereka kembali melayangkan gugatan baru. Ini sempat bikin ketar-ketir karena ada kemungkinan film ini diblokir di beberapa negara seperti Inggris, Irlandia, Kanada, dan Australia, akibat perbedaan undang-undang hak cipta.

Untungnya, pada awal Juni 2025, hakim di New York menolak gugatan lanjutan tersebut, dan film Superman pun resmi punya “green light” untuk tayang global! Tapi tenang, meskipun konflik hukumnya belum sepenuhnya berakhir, rilis film ini tetap lanjut sesuai jadwal. Puji Krypton!

Pemeran Baru, Nuansa Baru: Superman dengan Sentuhan Emosional

Salah satu hal paling menarik dari film ini adalah pilihan pemain dan arahan baru dari James Gunn, yang sekarang menjabat sebagai salah satu petinggi DC Studios. Film Superman ini juga jadi proyek pembuka dari semesta baru DC Universe (DCU)—jadi bisa dibilang ini adalah langkah awal dari sesuatu yang besar banget!

  • David Corenswet dipilih untuk memerankan Superman/Clark Kent. Dalam wawancaranya, Corenswet mengaku sempat gak percaya diri saat pertama kali dipilih. Tapi dia juga bilang proses syuting ini sangat menyenangkan dan jadi pengalaman yang mengubah hidupnya.

  • Di sisi antagonis, ada Nicholas Hoult yang memerankan Lex Luthor. Kalau kamu ngebayangin Lex Luthor yang karismatik dan licik seperti versi sebelumnya, siap-siap deh. Versi Hoult ini kabarnya bakal jauh lebih gelap dan intens!

  • Film ini juga akan memperkenalkan Lois Lane versi Rachel Brosnahan, yang katanya punya chemistry kuat banget dengan Clark Kent.

Superman Versi Baru: Aksi, Humor, dan Banyak Hati

Di bawah arahan James Gunn, film Superman kali ini gak cuma soal terbang, nendang, dan ngelawan alien. Gunn bilang bahwa dia pengen Superman ditampilkan sebagai sosok yang penuh empati, optimisme, dan rasa kemanusiaan. Jadi siap-siap, kita gak cuma akan melihat aksi bombastis, tapi juga momen-momen emosional yang bikin baper.

Dari bocoran trailer yang sempat dirilis tertutup untuk media, nuansa film ini terlihat lebih cerah, penuh harapan, dan diselingi humor yang ringan tapi tetap bermakna. Buat kamu yang suka film superhero tapi juga pengen deep feel, film ini bisa jadi paket komplit!

Penayangan Global: Simpan Tanggalnya, Guys!

Setelah segala drama dan ketegangan soal hukum, akhirnya Superman siap menyapa fans di seluruh dunia mulai 11 Juli 2025. Dan bukan cuma tayang biasa, film ini juga tersedia di berbagai format premium seperti IMAX, Dolby Cinema, dan 4DX—siap bikin pengalaman menonton kamu makin maksimal!

Kabar ini disambut antusiasme luar biasa dari para penggemar. Tiket pre-sale di beberapa negara bahkan sudah mulai terjual habis hanya dalam beberapa jam pertama. Jadi, kalau kamu gak mau kehabisan, mulai pantau deh jadwal penjualan tiket di bioskop langganan kamu!

Apa yang Bisa Kita Harapkan?

Selain jalan cerita yang lebih menyentuh, film ini juga diyakini akan membuka jalan untuk karakter-karakter DC lainnya. James Gunn sebelumnya sempat bilang kalau ini adalah langkah awal untuk memperkenalkan “Gods and Monsters”, fase pertama dari DC Universe yang baru.

Jadi bisa jadi, di akhir film nanti bakal ada teaser-teaser kejutan dari karakter lain kayak Batman, Wonder Woman, atau bahkan Supergirl!

Dan kalau kamu bertanya-tanya, “Apakah ini reboot penuh atau kelanjutan dari DC sebelumnya?” Jawabannya: reboot total. Jadi tenang aja, kamu gak perlu nonton film DC sebelumnya buat ngerti jalan ceritanya.

Siap Nonton Superman Terbang Lagi?

Nah, itu dia semua bocoran dan drama seru seputar film Superman yang siap tayang Juli 2025 ini. Dari sengketa hukum sampai nuansa baru yang ditawarkan James Gunn, semuanya bikin film ini jadi salah satu yang paling dinanti tahun ini.

Kalau kamu fans lama Superman atau bahkan baru tertarik sama DC Universe, film ini cocok banget buat jadi pintu masukmu ke dunia superhero yang lebih manusiawi. Jangan lupa catat tanggalnya: 11 Juli 2025 di bioskop seluruh dunia!

Udah siap nonton Superman terbang di layar lebar? Atau kamu justru penasaran bakal kayak apa si Lex Luthor versi Nicholas Hoult? Yuk share opini kamu di kolom komentar, atau mention temen kamu yang wajib nonton bareng! 🚀💬