Ne Zha 2 Guncang Box Office! Animasi Epik Ini Berpotensi Masuk Daftar Film Terlaris Dunia!

Ne Zha 2

Prolite – Ne Zha 2 Guncang Box Office! Animasi Epik Ini Berpotensi Masuk Daftar Film Terlaris Dunia!

Siapa sangka, film animasi Ne Zha 2 yang awalnya hanya diprediksi sukses di pasar domestik China, kini justru bersiap mencatatkan sejarah baru!

Film ini resmi masuk dalam lima besar film terlaris sepanjang masa setelah meraup pendapatan fantastis sebesar US$2,085 miliar atau sekitar Rp34,1 triliun.

Dengan angka ini, Ne Zha 2 sukses menggeser dua film raksasa, yakni Star Wars: The Force Awakens dan Avengers: Infinity War, dari posisi lima besar.

Lalu, apakah Ne Zha 2 mampu menyalip Titanic yang berada di posisi empat? Yuk, kita kupas lebih dalam!

Melewati Star Wars dan Avengers, Apa Selanjutnya?

Berdasarkan laporan dari Deadline pada Minggu (16/3), Ne Zha 2 kini berada di peringkat lima daftar film terlaris dunia dengan perolehan box office US$2,085 miliar. Film ini berhasil:

  • Menggeser Star Wars: The Force Awakens (2015) yang meraih US$2,068 miliar
  • Melampaui Avengers: Infinity War (2018) yang mengumpulkan US$2,048 miliar

Pendapatan ini sebagian besar berasal dari penayangan di China, yang menyumbang US$2,054 miliar, serta pasar internasional yang menyumbang US$31 juta. Namun, perjalanan belum berakhir! Ne Zha 2 kini hanya terpaut US$170 juta dari Titanic (US$2,257 miliar), yang masih bertahan di posisi empat besar.

Dengan film ini masih tayang di China dan segera merambah pasar global seperti Indonesia, Jepang, dan beberapa negara Eropa, peluang untuk menyalip Titanic masih sangat terbuka!

Tiga Besar Film Terlaris Sepanjang Masa, Siapa Lawan Selanjutnya?

Jika Ne Zha 2 berhasil mengalahkan Titanic, maka tantangan berikutnya akan lebih berat. Saat ini, tiga besar film terlaris sepanjang masa dipegang oleh:

  1. Avatar (2009)US$2,9 miliar
  2. Avengers: Endgame (2019)US$2,7 miliar
  3. Avatar: The Way of Water (2022)US$2,3 miliar

Bisakah Ne Zha 2 melampaui angka-angka ini? Dengan tren yang masih kuat dan respon positif dari penonton, bukan tidak mungkin film ini terus meroket!

Sinopsis Ne Zha 2: Kisah Epik yang Memukau!

Sekuel dari Ne Zha (2019) ini masih mengangkat kisah seorang anak laki-laki bernama Ne Zha, yang lahir dengan kekuatan iblis namun berusaha menjadi pahlawan bagi desanya, Chentangguan.

Di film sebelumnya, Ne Zha menghadapi takdir tragis saat ia kehilangan tubuhnya setelah tersambar petir surgawi. Kini, ia hanya hidup sebagai jiwa tanpa raga, menanti kesempatan untuk kembali ke bentuk fisiknya.

Namun, ancaman baru datang! Shen Gong Bao, seorang tokoh licik, membebaskan Empat Raja Naga yang telah lama dipenjara. Dipimpin oleh Ao Guang, mereka berencana menghancurkan desa manusia sebagai balas dendam.

Dengan bantuan gurunya, Taiyi Zhenren, Ne Zha berusaha membangun kembali tubuhnya menggunakan teratai tujuh warna. Namun, di tengah pertarungan melawan pasukan monster laut dan naga raksasa, kekuatan iblis dalam dirinya mulai bangkit! Akankah Ne Zha tetap menjadi pahlawan atau justru berubah menjadi ancaman bagi dunia?

Produksi Spektakuler dengan Skor Hampir Sempurna!

Tak hanya sukses secara finansial, Ne Zha 2 juga mendapat respon luar biasa dari penonton. Film ini:

  • Diproduksi dengan anggaran US$80 juta
  • Mendapat skor penonton 99% di Rotten Tomatoes – hampir sempurna!
  • Resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 21 Maret

Dengan visual memukau, cerita yang mendalam, dan aksi yang spektakuler, tak heran jika film ini terus mendominasi box office!

Akankah Ne Zha 2 Berhasil Menggeser Titanic?

Melihat performa yang terus meningkat, peluang Ne Zha 2 untuk melampaui Titanic sangat besar. Jika angka box office terus bertambah dalam beberapa minggu ke depan, film ini bisa saja masuk dalam empat besar film terlaris sepanjang masa.

Jadi, apakah kamu siap menyaksikan sejarah baru di dunia perfilman? Jangan sampai ketinggalan! Yuk, tonton Ne Zha 2 di bioskop terdekat dan jadi bagian dari kesuksesannya! 🎬🔥




Dibalut Komedi, Film Barbie Sukses Mengangkat 3 Isu Gender Equality

Barbie

Prolite – Halo, udah pada nonton film Barbie belum nih? Film ini udah tayang di bioskop kita pada tanggal 19 Juli kemarin dan dari trailer aja udah ramai curi perhatian orang.

Tapi ternyata film komedi karya Greta Gerwig ini juga bikin kita mikir terus bahkan setelah keluar dari bioskop! Kira-kira kenapa ya?

Katanya nih, di balik film Barbie yang seru banget dengan durasi selama 1 jam 54 menit itu, Greta Gerwig mau coba sampein isu feminisme dengan gaya yang santai dan gaul.

Banyak momen yang bikin kalian ngakak, tapi juga bikin mikir. Kadang, apa yang kita ketawain itu sebenernya bener-bener susah banget dikehidupan nyata! Penasaran di scene mana aja? Yuk kita simak bareng-bareng!

Tapi disclaimer dulu nih buat yang belum nonton, di artikel ini mungkin ada beberapa spoiler jalan ceritanya! So, happy reading guys!

Film Barbie Mengangkat Beberapa Isu Feminisme

1. Isu Gender Equality di Dunia Nyata

Cr. Warner Bros. Pictures

Di awal scene, Barbie Stereotipikal (Margot Robbie) panik banget kan waktu dia ngalamin masalah dan jadi nggak “sempurna” lagi. Dia mikirin soal kematian, ada selulit di paha, dan enggak bisa lagi berjinjit.

Karena situasi ini, dia akhirnya ketemu sama Weird Barbie (Kate McKinnon). Terus si Weird Barbie saranin Barbie Stereotipikal buat pergi ke dunia nyata dan ketemu sama pemiliknya.

Akhirnya, Barbie sama Ken berpetualang ke dunia nyata, tepatnya di California. Tapi jujur, kehidupan nyata bagi Barbie nggak semanis yang dia kira. Dia dihadapkan sama perlakuan yang nggak enak, dapet tatapan tak nyaman, di cat calling, sampe dihina di kantor polisi pula.

Barbie ngerasa ada yang nggak beres dengan sikap orang-orang ke dia, tapi dia nggak tahu istilahnya apa. Rasanya beda banget dari Barbieland, tempat asalnya, yang selalu penuh kedamaian dan dukungan satu sama lain.

Sayangnya, perasaan aneh itu nggak dipahami sama Ken. Dia malah ngerasa nyaman banget dengan keadaan di dunia nyata ini. Ken seneng karena jadi perhatian dan tahu kalo cowok lebih dominan disana.

2. Sindiran Keras Tentang Patriarki

Cr. Heyday Films

Bagian di mana Ken (Ryan Gosling) kenalan sama dunia nyata dan belajar soal patriarki juga gak kalah kocak. Ken berusaha ngajak para Ken lain di Barbieland buat kenalan sama patriarki juga. Greta Gerwig berhasil banget nampilin Ken yang kocak, tapi tetap ngena dengan sindiran-sindiran keras tentang patriarki.

Di salah satu scene, Ken berusaha dapetin jabatan di salah satu kantor di dunia nyata tapi gagal karena cuma modal sebagai laki-laki aja, tanpa ada gelar atau apa. Terus dia komentar kalo kantor itu nggak menjalankan patriarki dengan baik.

Tapi ternyata, laki-laki yang diajak ngobrol ngasih jawaban yang kocak banget, “Kami tetap menjalankannya, tapi lebih pintar menyembunyikannya,” sambil berbisik. Ken ngangguk dan langsung ngerti maksudnya.

Percakapan ini cuma salah satu dari banyak sindiran cerdas yang ada di film ini tentang dunia nyata. Keren gak sih cara Greta Gerwig nampilinnya?

3. Semua Bos Mattel Semuanya Laki-laki

Cr.

Di dunia nyata, Barbie mampir ke Mattel, perusahaan pencipta para Barbie, dan ketemu sama para petinggi perusahaannya. Ternyata, fakta yang dia temuin bikin dia kaget, karena nggak ada satu pun perempuan di jajaran direksi perusahaan itu.

Kan aneh ya, boneka Barbie sendiri itu simbol femininitas dan kecantikan perempuan, tapi kok di perusahaannya sendiri malah nggak ada perempuan di posisi tinggi. Pasti jadi tanda tanya besar banget dalam benak Barbie.

CEO Mattel (Will Ferrell) cari-cari alasan. Dia berusaha ngegambarin kalo jajaran direksi peduli sama perempuan dengan ngungkapin kalo perusahaan dulu sempat ada perempuan-perempuan hebat yang menjabat.

Tapi yang jelas, jumlahnya masih jauh banget kalah sama laki-laki yang menduduki posisi selama ini. Tetep aja kenyataannya itu menunjukkan ketimpangan gender yang besar di perusahaan tersebut.

Saking pengennya dapet pengakuan dari Barbie, CEO itu terus cari-cari alasan sampe ngelantur. Coba aja dia bilang dia anak dari seorang ibu, keponakan dari seorang bibi, dan semua jajaran petinggi yang laki-laki suka sama perempuan. Tapi jelas, itu nggak bisa menggambarkan betapa pedulinya perusahaan terhadap perempuan.

Kenyataannya, dukungan terhadap perempuan bukan cuma soal hubungan keluarga atau preferensi pribadi, tapi tentang memberikan kesempatan yang setara dan mendukung perempuan untuk berprestasi dan berkembang di dunia kerja.

Potongan-potongan film Barbie di atas berasa gak asing ya kan? Film ini emang sukses banget mengangkat isu-isu penting tentang ketidaksetaraan gender dengan cara yang kocak dan menyegarkan. Greta Gerwig emang jago banget mengemas ceritanya sehingga penonton bisa ngakak dan menikmati filmnya.

Walaupun filmnya lucu dan bikin ketawa, tapi ceritanya juga ada pesan penting yang bikin kita mikir dan merenung. Kadang ada perasaan aneh yang muncul di hati, tapi justru itu bisa jadi peluang buat kita mikirin masalah-masalah serius yang beneran ada di dunia nyata, khususnya soal kesetaraan gender.

Gabungan antara komedi sama pesan seriusnya bisa bikin kita ngerasa senang tapi juga bikin kita lebih peka sama isu-isu sosial yang rumit. So, apa pendapat kamu tentang film ini? Tolong komen di kolom komentar ya!