Mbah Petruk Kembali Muncul di Atas Gunung Merapi

Prolite – Gunung Merapi kembali erupsi pada hari Minggu (12/3) pagi hari. Sementara itu dalam pantauan BPPTKG hingga kini telah mengeluarkan awan panas sebanyak 6 kali.

BPPTKG juga mengimbau agar pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Merapi yang terjadi.

Ditengah Merapi mengeluarkan awan panas, ada hal yang menarik perhatian warga net. Pasalnya awan yang dikeluarkan oleh Merapi berbentuk Mbah Petruk.

Baca Juga : Dua Korban Gempa Turki Asal WNI Dimakamkan

Mbah Petruk adalah salah satu tokok dalam wewayangan yang dihubungkan dengan misteri Gunung Merapi, terutama yang berkaitan denagn erupsi. Mbah Petruk Juga diyakini sebagai sosok gaib yang berpenghuni di puncak Merapi.

Bagi masyarakat di sekitar Merapi, khususnya di desa Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sosok Mbak Petruk adalah sosok gaib. Hal ini berbeda dengan sosok Mbah Marijan yang merupakan juri kunci dan berwujud nyata.

Mbah Petruk diyakini kerap muncul berupa bentukan awan dari erupsi yang terjadi di Gunung Merapi sebagai pesan agar masyarakat waspada. Pada tahun 2010 lalu, sosok awan berbentuk Mbah Petruk ini juga pernah viral ketika Merapi meletus. Saat itu, dipercaya kedatangan Mbah Petruk membawa perlindungan.

Baca Juga : Bogor Diguncang Gempa

Sementara itu BPPTKG mengimbau kepada pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten untuk melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi.

Namun dengan situasi yang dinilai kurang kondusif, pengelola Balai Taman Nasional atau BTN Merapi memutuskan menutup sementara beberapa kawasan wisata yang berada di sekitar Gunung Merapi. (*/ino)

 




Gunung Semeru Erupsi

LUMAJANG, Prolite – Pascaerupsi Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 6 kilometer mengguyur tiga kecamatan.

Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Yadi Yuliandi  menjelaskan Semeru mengeluarkan APG berakibat ke tiga kecamatan di kabupaten Lumajang terkena hujan abu.

Tiga kecamatan yang terkena hujan abu akibat erupsi gunung semeru diantaranya kecamatan Pasruhjambe, Kecamatan Senduro dan Kecamatan Sandipuro.

Yadi mengatakan hujan abu yang diakibatkan ini mengarah kearah utara karena arah anginnya ke utara. Erupsi APG berada jauh dari kawasan pemukiman warga, maka dari itu warga masih melakukan aktifitas seperti biasa.

Hujan abu yang turun memang tidak tebal namun akan mengganggu aktivitas warga. Maka dari itu dihimbau untuk warga tetap harus waspada dan mengikuti arahan dari petugas.

Akibat APG yang terpantau dengan tinggi kolom abu meter di atas puncak Semeru. Hujan abu vulkanik ini bisa dibilang intensitas ringan tapi cukup mengganggu untuk pengendara motor.

Sebelumnya, Semeru pernah erupsi di tahun 2022 lalu. Erupsi pertama Gunung Semeru pada Minggu, 4 Desember 2022 terjadi pada pukul WIB.

Letusan menyemburkan awan setinggi kurang lebih 15 kilometer di atas puncak. Seismograf mencatat, erupsi menyebabkan getaran amplitudo maksimum 35 milimeter dan durasi 0 detik.

Kemudian pada pukul WIB statusnya dinaikkan dari Level III atau Siaga menjadi Level IV atau Awas.

(*/ino)