Terlalu Disturbing! Game Horror Horses Ditolak Steam & Epic Games Store

Game Horror Horses

Prolite – Steam & Epic Games Store Kompak Tolak Game Horror Horses: Terlalu Disturbing untuk Dunia Maya?

Halo sobat pecinta horor! Selamat datang kembali di Edisi Malam Jumat! šŸ‘»

Kalau biasanya malam Jumat identik dengan cerita mistis, kali ini kita kedatangan kisah horor versi industri game—yang jujur saja, nggak kalah bikin merinding. Sebuah game indie berjudul Horses berhasil bikin dua raksasa toko game digital, Steam dan Epic Games Store, sepakat menolaknya bulat-bulat. Yup, dua platform yang terkenal “longgar” soal konten dewasa atau game eksperimental ini ternyata punya batasan juga.

Apa sih yang bikin Horses sampai ditolak dua-duanya? Yuk masuk lebih dalam ke dunia horor psikologis yang cukup… tidak untuk semua umur.

Apa Itu Horses? Sekilas Tentang Game Horor yang Bikin Gerah

Horses adalah game horor psikologis yang sekilas terlihat seperti simulasi peternakan biasa. Kamu akan “mengurus peternakan” selama dua minggu, mengerjakan tugas-tugas standar seperti membersihkan, memberi makan, dan menjaga lingkungan.

Tapi di sinilah letak horornya: “kuda” yang kamu urus bukanlah hewan, melainkan manusia yang memakai topeng kuda.

Konsepnya saja sudah disturbing, tapi kontennya lebih jauh dari itu. Game ini, menurut peringatan resmi developernya, memuat elemen seperti:

  • Kekerasan fisik & psikologis
  • Mutilasi
  • Darah berlebihan
  • Perbudakan & penyiksaan
  • Pelecehan
  • Bunuh diri
  • Tema-tema lain yang dapat memicu trauma atau phobia tertentu

Bahkan trailer singkatnya saja sudah cukup untuk bikin sebagian penonton langsung klik tombol close.

Kenapa Steam & Epic Sampai Kompak Menolak?

Platform seperti Steam sebenarnya terkenal fleksibel dalam menerima berbagai genre game—with some limits. Pada 2023–2024, Steam memang melakukan pengetatan terhadap game dewasa dan fetish tertentu. Namun biasanya mereka hanya menolak konten yang bersifat eksplisit seksual atau ilegal.

Yang membuat Horses unik adalah: bukan soal konten seksual, tapi tingkat kekerasan psikologisnya yang dianggap ekstrem dan berpotensi menimbulkan respon traumatis.

Sementara Epic Games Store, yang biasanya lebih selektif dibanding Steam, juga langsung menolak game ini. Dikutip dari beberapa laporan industri game (2025), kedua platform menilai game tersebut ā€œtidak cocok untuk distribusi massalā€ karena eksploitasi kekerasannya terlalu intens.

Intinya, bukan sekadar “seram”, tapi masuk kategori konten yang dirasa melampaui batas keamanan psikologis pengguna secara umum.

Tapi Horses Akan Tetap Rilis

Meski ditolak dua platform besar, Horses tetap mendapatkan tempat di dua toko game yang lebih ramah terhadap game indie eksperimental, yaitu:

  • GOG (Good Old Games)

Dua platform ini lebih terbuka terhadap konsep ekstrem dan tidak terlalu banyak melakukan kurasi berbasis sensitivitas psikologis.

Menurut developer Horses, game ini punya durasi gameplay 3–4 jam, cukup singkat tapi intens. Mereka juga menegaskan bahwa game ini memang diciptakan untuk pemain yang mencari pengalaman psikologis ekstrem—bukan untuk semua orang.

Kenapa Game Ini Begitu Mengganggu?

Beberapa game memang sengaja dirancang disturbing, tapi Horses memadukan beberapa elemen yang membuatnya terasa sangat unsettling:

1. Uncanny Horror

Manusia berkostum atau bertopeng hewan adalah salah satu bentuk horor psikologi yang memicu ketidaknyamanan mendalam. Otak kita tahu itu manusia, tapi bentuknya dimanipulasi… dan itu memicu fear response.

2. Tema Perbudakan & Manipulasi

Banyak pemain melaporkan konsep “merawat” makhluk yang sebenarnya korban penyiksaan menciptakan konflik moral. Ini bukan jumpscare—ini horor emosional.

3. Realisme Psikologis

Beberapa adegan digambarkan sangat detail, termasuk bagaimana “kuda-manusia” bereaksi secara traumatis. Banyak ahli game psychology menyebut konten seperti ini berpotensi memicu distress pada pengguna tertentu.

4. Gameplay yang Memaksa Empati

Game ini tidak memberikan opsi untuk “melawan” atau “kabur”. Kamu harus menjalankan tugas. Dan tugas itu membuatmu terlibat dalam lingkaran penganiayaan.

Jenis horor ini sering disebut empathic horror—pengalaman yang membuat pemain merasa complicit.

Reaksi Komunitas Gamer: Antara Penasaran dan Menolak

Di media sosial, terutama X dan Reddit, reaksi pemain terpecah:

  • Ada yang penasaran dan menganggap penolakan dua platform besar justru meningkatkan daya tariknya.
  • Ada yang yakin game seperti ini harus diberi pembatasan ketat karena bisa membahayakan mental pemain.
  • Ada juga yang membandingkan Horses dengan game disturbing klasik seperti LISA: The Painful atau Pathologic, tapi dengan tema yang jauh lebih eksplisit.

Hype-nya meningkat pesat terutama setelah reviewer indie mulai meng-upload first impression—yang sebagian besar hanya bisa berkata: “Ini bukan game, ini pengalaman mental yang berat.”

Berani Coba?

Horses bukan game horor biasa. Ini pengalaman psikologis ekstrem yang memang dibuat untuk mengetes batas mental pemainnya. Dengan Steam dan Epic saja sampai menolak game ini, kamu bisa bayangkan seberapa disturbing kontennya.

Kalau kamu adalah pemain yang suka eksplorasi genre horor ekstrem—silakan coba, tapi pastikan kamu siap mental. Kalau kamu hanya ingin merasakan sensasinya tanpa trauma, mungkin nonton review YouTube sudah lebih dari cukup.

Gimana, berani turun ke peternakan gelap itu? Atau cukup baca ini sambil selimutan aja? Malam Jumat tetap seram, tapi kali ini seramnya versi digital.




Hanturium: Game Horor Rumah Sakit yang Siap Bikin Merinding di Setiap Playthrough

Hanturium

Prolite – Hanturium: Game Horor Rumah Sakit yang Siap Bikin Merinding di Setiap Playthrough

Selamat datang kembali di edisi malam Jumat, Sobat Horor! Kali ini, kita akan ngebahas sebuah game horor lokal yang lagi ramai dibicarakan, yaitu Hanturium.

Game ini bukan sekadar menakut-nakuti dengan jumpscare, tapi menghadirkan perpaduan horor, misteri, dan intrik keluarga yang bikin pengalaman bermainnya terasa segar sekaligus mencekam. So, stay connect with us karena kita bakal kupas tuntas semua hal menarik dalam game ini!

Dari Studio Lokal untuk Dunia

Hanturium adalah proyek ambisius yang digarap oleh M. Iqbal Aribaskara bersama dengan Oray Studios, Plexus TechDev Studio, dan Superfiksi (yang melibatkan nama besar seperti Andi Martin & Haryadhi). Game ini membawa kita ke tahun 1985, tepatnya ke sebuah rumah sakit tua bernama Mertahita. Di sinilah seluruh teror dimulai.

Rumah Sakit Mertahita: Setting yang Penuh Misteri

Kisah Hanturium berpusat pada Ida, seorang perawat yang ditugaskan menjaga pasien kaya raya bernama Ricardo Hartowo. Tapi, bukannya tugas rutin, Ida justru dihadapkan pada kejadian-kejadian aneh: suara misterius di lorong, catatan medis yang nggak sinkron, hingga bayangan hitam yang mengintai di balik pintu. Sejak Ricardo menunjukkan gejala misterius yang sulit dijelaskan, rumah sakit Mertahita seolah berubah menjadi medan teror.

Bukan cuma hantu, tapi juga intrik manusia ikut jadi ancaman. Intrik keluarga Hartowo dan lingkaran orang-orang terdekatnya menciptakan lapisan misteri yang bikin permainan makin kompleks.

Horor Bertemu Misteri Whodunit

Yang bikin Hanturium beda dari kebanyakan game horor adalah sentuhan misteri whodunit. Alih-alih sekadar mengejar jumpscare, game ini menantang pemain untuk mencari tahu siapa dalang yang sebenarnya mencoba menghabisi Ricardo.

Uniknya, pelaku ditentukan secara acak setiap kali pemain memulai ulang permainan. Bisa jadi dokter keluarga yang tampak baik hati, penasihat spiritual yang penuh teka-teki, atau anggota keluarga yang menyimpan dendam. Artinya, setiap playthrough bakal kasih pengalaman baru, bikin pemain terus waspada dan nggak bisa menebak jalan cerita dengan mudah.

Menjadi Ida: Tugas yang Penuh Ketegangan

Sebagai Ida, pemain nggak hanya pasif menghadapi teror. Ada banyak tugas yang harus dijalani: memeriksa catatan dokter maupun dukun, mengawasi mesin life support, hingga mengumpulkan bukti dari anomali gaib yang muncul.

Dialog dan interaksi dengan karakter lain jadi kunci penting. Satu percakapan bisa membuka jalan ke kebenaran, atau justru menjerumuskan Ida ke bahaya.

Waktu juga jadi faktor menegangkan. Hanturium mendorong pemain menyelesaikan misteri secepat mungkin. Kalau terlalu lama, nyawa Ricardo—dan mungkin nyawa Ida sendiri—bisa melayang.

Sejak awal, Hanturium terasa sangat Indonesia. Dari nama rumah sakit, karakter, sampai detail kecil seperti catatan medis dan kepercayaan spiritual, semua membawa nuansa lokal yang kuat. Visualnya pun terinspirasi dari gaya komik klasik, menghadirkan kesan retro yang pas dengan setting tahun 1985.

Gabungan horor, misteri keluarga, dan estetika visual ini menghadirkan pengalaman yang bukan hanya mencekam, tapi juga penuh nostalgia. Inilah yang bikin Hanturium langsung jadi sorotan di komunitas gamer horor, baik lokal maupun internasional.

Antusiasme Publik dan Perilisan

Meski baru dalam tahap demo, Hanturium sudah berhasil bikin banyak gamer penasaran. Kritikus menyebut game ini sebagai salah satu proyek horor Indonesia paling segar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, beberapa membandingkannya dengan game horor lokal lain seperti Pamali dan DreadOut—dua judul yang sukses mengangkat horor Nusantara ke kancah global.

Menurut jadwal, Hanturium rencananya akan rilis pada tahun 2026 mendatang. Untuk sementara, publik sudah bisa me-wishlist game ini di Steam, menandakan betapa tingginya ekspektasi gamer.

Siapkah Kamu Hadapi Teror Mertahita?

Hanturium bukan sekadar game horor dengan jumpscare murahan. Ia adalah perpaduan antara teror gaib, misteri keluarga, dan intrik manusia, semua dibalut dengan nuansa lokal yang kuat. Dari sudut lorong rumah sakit yang gelap hingga percakapan samar dengan karakter lain, semuanya dirancang untuk bikin jantungmu berdegup kencang.

Pertanyaannya sekarang, apakah kamu berani melangkah ke Rumah Sakit Mertahita dan mengungkap rahasia di balik teror ini?

Karena ingat, di Hanturium, bukan cuma hantu yang bisa menghabisimu—tapi juga manusia. šŸ‘»




Narik Sukmo & Arwah – Deretan Horor Lokal yang Menghantui Juli 2025

Horor Lokal

Prolite – Narik Sukmo & Arwah – Deretan Horor Lokal yang Menghantui Juli 2025

Yap, edisi malam Jumat tiba lagi dan kali ini kita kedatangan dua tamu istimewa dari dunia perfilman horor Indonesia: “Narik Sukmo” dan “Arwah”. Dua film lokal yang siap bikin kamu was-was bahkan setelah filmnya selesai.

Bulan Juli 2025 ini, bioskop Indonesia dihiasi dengan sajian horor lokal yang makin matang dan mengakar ke budaya. Bukan cuma soal hantu-hantuan biasa, tapi juga kisah mistis dan emosional yang nyambung ke batin penonton. Penasaran kenapa dua film ini viral dan jadi bahan omongan? Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai tapi… siap-siap bulu kuduk naik!

Narik Sukmo: Ketika Tarian Membawa Arwah Pulang…

Film Narik Sukmo membawa kita masuk ke dunia seni tradisional yang penuh misteri. Cerita ini berfokus pada sebuah tarian kuno yang konon bisa “menarik sukma” alias menghubungkan dunia arwah dengan dunia manusia. Sounds creepy? Tunggu sampai kamu lihat bagaimana ritual ini dipentaskan dalam filmnya.

Dibuka dengan setting desa yang hening, jauh dari modernitas, seorang penari muda bernama Ayu mulai mengalami mimpi-mimpi ganjil setelah diminta belajar tarian sakral yang sudah lama tidak dipentaskan. Semakin dalam ia mendalami tariannya, semakin kuat pula gangguan dari dunia lain.

Atmosfer film ini dibangun dengan sangat halus—dari suara gamelan yang mengganggu, hingga mata-mata tak kasatmata yang mengawasi setiap gerak sang penari. Bukan jump scare asal-asalan, tapi horor yang perlahan masuk ke tulang.

Yang bikin menarik, “Narik Sukmo” nggak hanya bicara soal mistis, tapi juga bagaimana seni tradisional bisa jadi jembatan antara dunia fisik dan spiritual. Sentuhan budaya Jawa yang kuat membuat film ini bukan hanya menyeramkan, tapi juga penuh makna.

Arwah: Tragedi Keluarga dan Jeritan Sang Adik dari Alam Sana

Film “Arwah” mengambil pendekatan horor psikologis yang emosional. Ceritanya dimulai dari kecelakaan tragis yang merenggut nyawa satu keluarga, menyisakan satu orang—Rara, sang kakak sulung—sebagai satu-satunya yang selamat.

Tapi tragedi itu bukan akhir. Justru di sinilah semuanya bermula.

Rara mulai mengalami kejadian-kejadian aneh: mainan adiknya yang bergerak sendiri, rekaman suara tangisan anak kecil, dan mimpi berulang yang mengarah ke tempat kecelakaan. Pelan-pelan, ia sadar bahwa arwah adik bungsunya belum tenang… dan menuntut kebenaran atas apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Film ini sukses bikin penonton relate karena bermain dengan rasa kehilangan dan penyesalan. Banyak yang bilang horornya terasa banget karena kita ikut merasakan emosi tokohnya. Ditambah dengan sinematografi dingin dan naskah yang padat, “Arwah” menyentuh sekaligus menyeramkan.

Tren Horor Lokal: Kemenangan Cerita yang Dekat di Hati

Bukan rahasia lagi kalau film horor lokal sedang berada di puncak kejayaannya. Tapi kenapa, sih, film seperti Narik Sukmo dan Arwah bisa begitu nempel di hati (dan pikiran) penonton?

  • Dekat dengan budaya: Horor yang lahir dari legenda dan tradisi lokal terasa lebih nyata dan relevan. Seperti Narik Sukmo yang mengangkat tarian tradisional, atau Arwah yang bicara soal trauma keluarga—dua tema ini nggak asing di telinga kita.
  • Atmosfer > Efek Visual: Banyak film horor luar mengandalkan CGI dan visual seram, tapi film lokal belakangan ini lebih bermain dengan atmosfer. Musik gamelan yang fals, bayangan samar di belakang pintu, atau suara tangisan di tengah sunyi lebih menyeramkan daripada monster besar.
  • Resonansi Emosional: Horor bukan cuma bikin takut, tapi juga bikin mikir dan merasa. Baik Narik Sukmo maupun Arwah menyorot sisi emosional yang dalam, membuat penonton nggak cuma menjerit, tapi juga terdiam setelah lampu bioskop menyala.

Menurut data dari Asosiasi Perfilman Indonesia (Juni 2025), genre horor menyumbang hampir 40% total penjualan tiket film nasional dalam 6 bulan pertama tahun ini. Itu artinya, film-film seperti ini nggak hanya ditonton karena takut, tapi karena punya nilai narasi yang kuat.

Atmosfer, Budaya, dan Rasa: Tiga Pilar Horor Lokal yang Nempel di Tulang

 

Kalau kamu cari film horor yang hanya bikin kaget, mungkin kamu akan kecewa. Tapi kalau kamu cari cerita yang bisa bikin kamu merinding sambil mikir dan terhubung dengan akar budaya, dua film ini adalah jawabannya.

“Narik Sukmo” dan “Arwah” berhasil menggabungkan:

  • Cerita rakyat + isu modern
  • Visual etnik + teknik sinematik modern
  • Nuansa spiritual + tragedi emosional

Ini adalah arah baru horor lokal—bukan cuma tentang hantu, tapi tentang manusia, hubungan, dan sisi gelap dari rasa.

Siap Disapa Dunia Lain?

Nah, guys sudah siap menonton Narik Sukmo dan Arwah di bioskop?

Dua film ini bukan cuma ajang uji nyali, tapi juga momen untuk refleksi. Karena seringkali, hantu yang paling menyeramkan bukan yang muncul tiba-tiba dari balik pintu, tapi yang muncul dari dalam diri sendiri: rasa bersalah, dendam, dan kehilangan yang belum usai.

Jangan lupa ajak teman nonton bareng, karena… sendirian di bioskop setelah film selesai? Hmm, siapa tahu bukan cuma kamu yang pulang… šŸ‘»




5 Pamali Sunda yang Masih Hidup di Tengah Zaman Modern

Pamali Sunda

Prolite – Duduk Depan Pintu, Bersiul di Malam Hari Hingga Potong Kuku di Malam Hari: Ini Dia 5 Pamali Sunda yang Masih Hidup di Tengah Zaman Modern

Selamat datang kembali di edisi malam Jumat! Jangan kaget kalau setelah baca ini kamu jadi agak merinding! Karena kita bakal bahas, apa sih makna di balik pamali Sunda yang sering diomongin orang tua zaman dulu? Yup, di budaya Sunda ada banyak ā€œpamaliā€ seram tapi juga sarat makna.

Dalam budaya Sunda, pamali adalah semacam aturan tak tertulis—sejenis larangan yang kalau dilanggar, bisa membawa akibat buruk. Tapi tenang, kita bahas pamali Sunda ini bukan untuk nakut-nakutin, tapi untuk cari makna tersembunyinya!

Yuk kita bedah satu per satu, biar kamu bisa makin paham dan siapa tahu jadi lebih hati-hati. Stay connect with us, and let’s get to the list!Ā šŸ‘»

1. Duduk di Depan Pintu — ā€œUlah neukteukan di hareupeun lawangā€

Pernah dimarahi karena duduk selonjoran di depan pintu? Katanya sih nanti jodohnya tertutup. Pamali ini cukup populer dan masih sering dilontarkan sama orang tua, khususnya ke anak-anak muda yang suka ā€œnongkrongā€ di ambang pintu.

Tapi kalau dipikir, logis juga, ya. Duduk di depan pintu bisa ganggu lalu lintas orang di rumah. Bisa bikin orang kesandung, atau susah keluar masuk. Dan dalam kepercayaan spiritual Sunda, pintu itu simbol gerbang energi—tempat keluar masuknya berkah dan nasib. Jadi jangan sampai kamu jadi ā€œpenghalangā€ rezeki sendiri!

2. Potong Kuku Malam Hari — ā€œUlah neukteukan kuku ti peutingā€

Pamali ini mungkin pernah kamu dengar dari kakek-nenek. Katanya, potong kuku malam hari bisa mendatangkan sial, bahkan mempercepat kematian. Serem banget, ya?

Tapi ternyata larangan ini muncul dari zaman dulu, waktu listrik belum ada. Potong kuku pakai pisau atau alat tajam di malam hari itu berisiko tinggi: bisa kepotong kulit, berdarah, bahkan infeksi. Jadi bisa dibilang, pamali ini semacam safety rule versi nenek moyang.

Di zaman sekarang, pesannya masih relevan: hati-hati saat merawat tubuh, dan pastikan kondisi penerangan cukup. Jangan gegabah cuma karena ingin tampil rapi.

3. Bersiul Malam Hari — ā€œUlah ngaheot peutingā€

Nah ini pamali yang bikin banyak orang merinding… karena konon katanya, siulan di malam hari bisa mengundang makhluk halus—terutama jurig lelembut yang tersesat.

Dalam budaya Sunda, suara siulan dipercaya sebagai ā€œpemanggilā€ā€”entah itu roh penasaran, jin, atau makhluk gaib lain. Tapi kalau dilihat dari sisi sosial, pamali ini juga bisa diartikan sebagai bentuk sopan santun. Siulan malam bisa ganggu orang yang lagi tidur atau istirahat, apalagi kalau kamu tinggal di lingkungan padat. Jadi ya… simpan bakat siulmu untuk siang hari aja, ya!

4. Tidur Tengkurap Kaki Terangkat — ā€œTaya tatakrama ka kolotā€

Satu lagi pamali yang terkesan mistis adalah larangan tidur tengkurap dengan kaki terangkat—katanya bisa mempercepat kematian orang tua. Kedengarannya seram, tapi ini adalah cara leluhur menegur posisi tidur yang dianggap tidak sopan dan tidak sehat.

Secara medis, tidur tengkurap bisa bikin sesak napas, nyeri punggung, bahkan tekanan pada organ dalam. Kalau sambil kaki terangkat? Tambah aneh lagi posisinya. Jadi pamali ini semacam kode etik untuk memperlakukan tubuh sendiri dengan baik. Karena tubuh kita juga butuh diperlakukan sopan, bukan cuma orang tua.

5. Membuat Suara Keras atau Memukul di Malam Hari — ā€œTatalu peuting mah moal aya kahadeanā€

Dalam beberapa kepercayaan Sunda, memukul alat logam seperti panci atau palu saat malam bisa mengusik makhluk halus. Suara keras di waktu malam dianggap bisa “mengganggu dunia lain”.

Namun secara modern, ini bisa diartikan sebagai bentuk penghargaan terhadap ketenangan malam. Bikin suara keras malam-malam bisa ganggu tetangga, anak kecil, atau lansia yang lagi tidur. Jadi pamali ini juga menyimpan nilai sopan santun dan empati terhadap lingkungan.

Makna Terselubung: Pamali Sunda = Tata Krama + Kesehatan + Kearifan Lokal

Kalau kita kupas lebih dalam, pamali bukan cuma tentang mistis atau horor. Banyak dari pamali ini ternyata punya dasar logika dan etika. Dari cara menjaga kebersihan, keamanan, hingga penghargaan terhadap orang lain dan lingkungan.

Orang Sunda zaman dulu pintar mengemas pesan moral dengan sentuhan horor supaya lebih nancep di ingatan. Mereka tahu, kalau pakai nada tegas atau bikin takut sedikit, anak-anak jadi lebih patuh. Tapi di balik semua itu, nilai universalnya tetap keren: jaga kesehatan, jaga sikap, dan jaga relasi sosial.

Interpretasi Modern: Dari Mitos ke Mindfulness

Zaman sekarang, kita bisa melihat pamali dengan kacamata baru—sebagai bentuk kesadaran diri (mindfulness).

  • Jangan duduk di pintu? Artinya: jangan ganggu alur dan rezeki.

  • Jangan bersiul malam? Jaga suasana tenang dan damai.

  • Potong kuku malam? Hati-hati dalam merawat diri.

  • Tidur sembarangan? Jaga kualitas istirahat.

  • Jangan bikin gaduh malam-malam? Hormati waktu dan orang sekitar.

Gaya hidup modern butuh kedisiplinan dan kesadaran, dan pamali bisa jadi alat bantu kita untuk belajar nilai-nilai itu—dengan cara yang khas dan tetap menarik.

Jangan Cuma Takut, Tapi Pahami Maknanya!

Pamali bukan untuk ditakuti, tapi dimengerti. Kalau kamu masih sering dengar larangan-larangan ini, coba deh pikir ulang—bukan cuma karena ā€œkatanya bisa sialā€ tapi karena di baliknya ada nilai-nilai bijak yang bisa bikin kita jadi pribadi yang lebih sopan, sehat, dan sadar diri.

Nah, kamu sendiri punya pengalaman soal pamali Sunda? Atau pernah ngalamin sesuatu yang bikin bulu kuduk berdiri karena melanggar salah satu pamali? Ceritain di kolom komentar, yuk!




Dendam Malam Kelam Angkat Cerita Thriller Adaptasi Film Spanyol The Body

Prolite – Dendam Malam Kelam Angkat Cerita Thriller Adaptasi Film Spanyol The Body

Selamat datang di edisi malam Jumat, gengs! Waktunya ngebahas yang mencekam, bikin bulu kuduk berdiri, dan bisa bikin kamu ngerasa diawasin… padahal lagi sendirian di kamar! Kali ini, kita bakal bahas film horor psikologis yang lagi tayang di bioskop dan sukses bikin penonton nahan napas — Dendam Malam Kelam.

Film ini nggak main-main, loh. Diangkat dari film thriller Spanyol fenomenal berjudul The Body karya Oriol Paulo dan Lara Sendim, versi Indonesianya disutradarai oleh Danial Rifki dan dibintangi aktor favorit sejuta umat, Arya Saloka.

Kombinasi drama rumah tangga, perselingkuhan, pembunuhan, dan arwah penasaran — semuanya dibungkus dalam balutan misteri yang gelap dan bikin mikir. Yuk, kita kupas bareng cerita kelam di balik film ini! šŸ‘»

Film Terbaru Arya Saloka, Dendam Malam Kelam, Siap Guncang Bioskop!

Akhirnya! Film Dendam Malam Kelam resmi tayang di bioskop sejak 28 Mei dan langsung menyedot perhatian pecinta horor misteri. Disutradarai oleh Danial Rifki dan diproduksi oleh Falcon Pictures serta Globalgate Entertainment, film ini menjadi adaptasi cerdas dari The Body — sebuah thriller penuh teka-teki yang sukses secara internasional.

Buat kamu yang udah nonton The Body, pasti tahu gimana sensasi ngeri dan rasa curiga yang terus dibangun sepanjang film. Nah, versi Indonesia ini tetap mempertahankan unsur thriller psikologisnya, tapi dengan cita rasa lokal yang relatable dan bikin deg-degan!

Sinopsis: Dendam, Perselingkuhan, dan Arwah yang Tak Mau Tenang…

Jefri (Arya Saloka), seorang dosen yang kelihatannya punya kehidupan sempurna. Ia hidup harmonis bersama istrinya, Sofia (Marissa Anita), dan mendadak diangkat jadi direktur perusahaan milik keluarga sang istri. Tapi, di balik senyum manis dan rumah tangga idaman, Jefri menyimpan rahasia gelap — ia selingkuh dengan mahasiswinya sendiri, Sarah (Davina Karamoy).

Nggak cuma selingkuh, Jefri dan Sarah bahkan nekat menyusun rencana licik untuk membunuh Sofia. Dan rencana itu… berhasil. Sofia tewas. Tapi di sinilah mimpi buruk Jefri dimulai.

Beberapa saat sebelum autopsi dilakukan, jasad Sofia mendadak menghilang dari kamar mayat! Iya, kamu nggak salah baca. Mayatnya. Hilang.

Kasus ini menarik perhatian Arya Pradana (Bront Palarae), penyidik misterius dengan tatapan tajam dan masa lalu penuh trauma. Ia pun mulai mengurai simpul demi simpul misteri, sementara Jefri dan Sarah semakin terjebak dalam paranoia dan rasa bersalah.

Apakah Sofia benar-benar mati? Atau ada yang lebih menyeramkan dari sekadar kematian?

Psikologis vs Supernatural: Siap-siap Ditebak & Dibikin Merinding

Yang bikin Dendam Malam Kelam jadi makin spesial adalah keberhasilannya menggabungkan dua dunia: misteri psikologis dan horor supernatural. Kita bakal diajak menebak-nebak — ini semua akal-akalan? atau emang ada kekuatan gaib yang balas dendam?

Dari mulai suara misterius di lorong, penampakan sosok wanita berbaju putih, sampai ketakutan Jefri yang makin menggila… semuanya bikin kita ikut ketularan panik.

Dan jangan lupakan suasana yang dibangun film ini — gelap, sunyi, dan penuh ketegangan. Kayak ada yang ngintip dari balik jendela… 😨

Adaptasi Lokal yang Nggak Kaleng-Kaleng!

Meski berasal dari film Spanyol, Dendam Malam Kelam berhasil tampil sebagai karya yang punya identitas sendiri. Chemistry antar pemain kuat banget, sinematografinya keren, dan elemen horor disisipkan tanpa kesan murahan.

Arya Saloka tampil beda dari biasanya — kali ini bukan jadi suami idaman, tapi sosok dengan sisi gelap yang perlahan terkuak. Davina Karamoy juga totalitas sebagai selingkuhan manipulatif yang awalnya terlihat lemah lembut. Sementara Bront Palarae… duh, auranya cocok banget jadi penyidik misteri yang serba abu-abu.

Plot Twist-nya Nggak Main-Main!

Satu hal yang wajib di-highlight: ending-nya! Plot twist di film ini bakal bikin kamu nyesel kalau kedip. Semua petunjuk yang tersebar dari awal film, akan menemukan klimaksnya di akhir yang mencengangkan. Dan ya… mungkin kamu bakal refleksi tentang karma, pengkhianatan, dan harga dari sebuah rahasia yang disembunyikan terlalu lama.

Kalau kamu pecinta cerita-cerita kelam yang penuh kejutan dan aroma mistis, Dendam Malam Kelam adalah tontonan wajib. Apalagi buat kamu yang udah siap merayakan malam Jumat dengan suasana tegang dan lampu kamar yang diredupkan.

Tapi hati-hati ya… karena setelah nonton film ini, bisa aja kamu jadi mikir dua kali sebelum sendirian di lorong rumah. Siapa tahu… ada Sofia yang belum puas dan masih mencari keadilan.

Selamat menonton, dan selamat datang… di malam Jumat yang kelam. šŸŒ™āœØ




The Sinking City 2 Hadir Tahun Ini: Bersiap Masuki Dunia Horor Lovecraftian!

The Sinking City 2

Prolite – The Sinking City 2 Akan Rilis Tahun Ini – Kembali dengan Teror yang Lebih Mencekam!

Selamat datang di edisi malam Jumat pencinta horor! Kali ini kita akan menyelam lebih dalam ke dunia penuh kengerian, misteri, dan teror supranatural lagi.

Jika kamu seorang pecinta game horor yang menyukai sensasi ketegangan ala H.P. Lovecraft, bersiaplah! Frogwares resmi mengumumkan The Sinking City 2, sekuel dari game investigasi horor yang siap mengaduk-ngaduk nyali para pemainnya.

Kembali ke Kota Arkham yang Tenggelam

Setelah sukses dengan game pertamanya, Frogwares membawa kita kembali ke dunia The Sinking City, kali ini dengan latar yang lebih suram dan penuh ketakutan.

Arkham, kota yang dihantui oleh kekuatan tak kasat mata, kini semakin hancur dan membusuk. Sebagian kota telah tenggelam akibat banjir misterius, meninggalkan reruntuhan yang dipenuhi kegelapan dan makhluk-makhluk mengerikan.

Kota yang dulu ramai kini menjadi tempat yang ditinggalkan oleh hampir semua penduduknya. Namun, bagi mereka yang masih bertahan, setiap sudut kota menyimpan rahasia kelam dan obsesi yang berbahaya. Siapkah kamu untuk mengungkap kebenaran di balik teror ini?

Dunia Semi Terbuka yang Lebih Padat dan Mencekam

The Sinking City 2 menawarkan desain semi-dunia terbuka yang lebih kaya akan detail, dengan lingkungan yang lebih interaktif dan penuh tantangan. Pemain dapat menjelajahi reruntuhan Arkham dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu, mengungkap jalur tersembunyi dan menghadapi horor yang lebih nyata.

Yang lebih menarik? Tidak ada bantuan atau petunjuk berlebihan! Kamu harus mengandalkan observasi dan kecerdasan sendiri untuk menyatukan potongan-potongan misteri. Jadi, siapkan nyali dan kecermatanmu untuk menguak rahasia tergelap Arkham.

Sistem Pertarungan yang Dirombak – Lebih Intens, Lebih Mengerikan!

Kalau di game pertama sistem pertarungan terasa kurang memuaskan, kini Frogwares melakukan perubahan besar-besaran! The Sinking City 2 menghadirkan pertarungan survival-horror yang lebih imersif. Senjata yang digunakan tetap mengambil era 1920-an, tetapi kali ini butuh strategi lebih matang dalam penggunaannya.

šŸ’€ Musuh yang lebih cerdas dan menyeramkan: Makhluk-makhluk dari mitos Cthulhu kini memiliki perilaku yang tidak terduga dan masing-masing memiliki kekuatan serta kelemahan unik.

šŸ”« Manajemen sumber daya yang lebih ketat: Peluru dan peralatan terbatas, sehingga pemain harus berpikir dua kali sebelum menyerang atau lebih memilih untuk melarikan diri dalam kegelapan.

šŸ› ļø Sistem crafting dan upgrade baru: Pemain bisa mengembangkan alat-alat dan senjata untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri dengan gaya bermain masing-masing.

Jangan sampai kehabisan amunisi di saat genting, atau… siap-siap diterkam oleh teror tak berwujud! šŸ‘€

Investigasi yang Lebih Bebas dan Menantang

Salah satu aspek paling menarik dari The Sinking City adalah mekanisme investigasinya. Nah, di sekuel ini, sistem investigasi mengalami peningkatan besar-besaran!

šŸ•µļøā€ā™‚ļø Kamu bisa memilih sendiri cara menyelidiki! Mau mengumpulkan semua petunjuk dengan detail atau lebih mengandalkan insting dan deduksi? Semua terserah padamu!

āŒ Tidak ada teka-teki yang kaku! Pemain diberi kebebasan untuk menyusun teori dan mencapai kesimpulan mereka sendiri tanpa harus menelusuri setiap bukti terakhir.

āš–ļø Keputusanmu menentukan jalan cerita! Salah mengambil kesimpulan? Bisa jadi kamu akan mengungkap kengerian yang lebih besar dari yang dibayangkan!

Tidak hanya sekadar horor biasa, The Sinking City 2 juga membawa tema-tema psikologis yang lebih dalam. Kota yang membusuk ini tidak hanya dipenuhi monster fisik, tetapi juga obsesi manusia yang mengerikan.

Penduduk yang tersisa di Arkham bukan sekadar korban—mereka memiliki motif tersembunyi, rahasia yang mematikan, dan obsesi yang bisa berujung pada kegilaan.

Siapa yang bisa dipercaya? Siapa yang menyimpan sesuatu di balik senyuman samar mereka? Jawabannya ada di tanganmu.

Rilis 2025 – Siap untuk Menghadapi Kengerian?

The Sinking City 2 dijadwalkan rilis untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S pada tahun 2025.

Dengan peningkatan grafis menggunakan Unreal Engine 5, sistem pertarungan yang lebih imersif, dan investigasi yang lebih bebas, game ini siap memberikan pengalaman horor yang benar-benar mengguncang jiwa.

Jadi, apakah kamu siap kembali menyelami teror di Arkham?

šŸ’€ Jangan lengah. Jangan percaya siapa pun. Dan yang terpenting… jangan biarkan kegelapan menelanmu. Apakah Kamu Siap untuk Kembali ke Arkham?

The Sinking City 2 menjanjikan pengalaman horor yang lebih mencekam dan mengguncang dibanding pendahulunya. Dengan dunia yang lebih padat, sistem pertarungan dan investigasi yang lebih dalam, serta cerita yang penuh kejutan, game ini jelas menjadi salah satu horor paling dinantikan tahun depan.

Jadi, siapkan mentalmu, nyalakan lilin, dan jangan menatap terlalu lama ke dalam kegelapan. Karena di Arkham, teror selalu mengintai…

Gimana menurut kalian? Apakah kalian siap menghadapi horor di The Sinking City 2? Tulis pendapat kalian di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-teman pecinta horor lainnya! šŸŽ®šŸ’€



Janur Ireng: Prekuel Sewu Dino yang Akan Mengungkap Misteri Santet 1000 Hari!

Janur Ireng

Prolite – Janur Ireng: Prekuel Sewu Dino yang Akan Mengungkap Misteri Santet 1000 Hari!

Selamat datang di edisi Malam Jumat! Malam ini, kita akan mengupas salah satu film horor yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2025: Janur Ireng! Bagi para penggemar Sewu Dino The Universe, film ini akan menjadi jawaban atas segala misteri yang selama ini menghantui benak kita.

Dengan premis yang lebih kelam, penuh rahasia, dan pastinya mencekam, Janur Ireng siap membawa pengalaman horor yang lebih intens dari pendahulunya. Berani menyelami kisah kelam ini? Simak ulasannya di bawah!

Janur Ireng: Kembali ke Akar Santet Sewu Dino

 

Jika Sewu Dino di tahun 2023 sukses membuat bulu kuduk berdiri, maka Janur Ireng siap membawa horor ke level berikutnya! Film ini merupakan prekuel yang akan mengungkap asal-usul teror yang menimpa keluarga Atmojo.

Disutradarai oleh Kimo Stamboel, film ini diadaptasi dari novel horor karya Simpleman. Bukan sekadar film horor biasa, Janur Ireng akan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar yang selama ini menggantung sejak Sewu Dino.

Salah satu misteri yang akhirnya akan terungkap adalah rahasia di balik santet 1000 hari. Kenapa santet itu bisa begitu kuat? Siapa dalang sebenarnya? Dan bagaimana semua itu bermula? Bersiaplah untuk menyelami kegelapan yang lebih dalam!

Hampir Gagal Diproduksi, Janur Ireng Justru Jadi Lebih Menyeramkan!

Percaya atau tidak, Janur Ireng hampir tidak pernah ada! Proses penulisan skenario memakan waktu lebih dari dua tahun, membuat proyek ini nyaris batal.

Manoj Punjabi, sang produser, bahkan sempat pesimis dan berpikir untuk menghentikan proyek ini.

Namun, Kimo Stamboel tidak menyerah. Mengadaptasi novel Janur Ireng bukanlah hal yang mudah, tetapi setelah menemukan formula yang tepat, akhirnya film ini bisa diproduksi!

Dengan skenario yang matang dan nuansa horor yang lebih pekat dari Sewu Dino, film ini dipastikan akan memberikan teror yang lebih nyata bagi penonton.

Daftar Pemain: Siapa Saja yang Bakal Meramaikan Janur Ireng?

 

Tak hanya menghadirkan wajah-wajah lama dari Sewu Dino, film ini juga menampilkan beberapa bintang baru yang siap membawa kisah Janur Ireng ke level berikutnya. Berikut adalah daftar pemain yang akan menghantui layar lebar:

  • Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro
  • Ratu Rafa sebagai Intan
  • Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro
  • Masayu Anastasia sebagai Lasmini
  • Rio Dewanto sebagai Sugik
  • Givina sebagai Erna
  • Epy Kusnandar sebagai Anggodo
  • Aqi Singgih sebagai Codro
  • Gisellma Firmansyah sebagai Dela

Dari deretan pemain ini, bisa kita bayangkan bahwa kisah Janur Ireng akan memiliki banyak konflik keluarga dan rahasia kelam yang akan terungkap.

Apalagi, Sugik (Rio Dewanto) yang sebelumnya kita kenal di Sewu Dino, kini akan lebih banyak berperan dalam mengungkap asal-usul santet yang menghancurkan keluarga Atmojo.

Cerita yang Akan Menggali Rahasia Keluarga Kuncoro

Sebagai prekuel, Janur Ireng berfokus pada masa lalu sebelum kejadian dalam Sewu Dino. Saat itu, Sugik masih bekerja sebagai abdi dan sopir keluarga Arjo Kuncoro. Tanpa ia sadari, keluarga ini menyimpan rahasia besar yang nantinya akan membawa malapetaka.

Sugik akan menjadi saksi berbagai peristiwa mengerikan yang terjadi di dalam keluarga Kuncoro. Konflik keluarga yang penuh intrik, ritual-ritual gelap, dan kehadiran sosok-sosok tak kasat mata akan membuat perjalanan Sugik semakin menegangkan.

Selain itu, film ini juga akan mengungkap alasan mengapa santet Sewu Dino dikirim kepada keluarga Atmojo, menjawab pertanyaan yang selama ini membayangi para penonton.

Rating Dewasa: Lebih Mencekam dari Sewu Dino!

Jika Sewu Dino sudah cukup bikin merinding, maka bersiaplah! Janur Ireng diklaim akan jauh lebih menyeramkan. Sutradara Kimo Stamboel bahkan menyebut bahwa horor di film ini lebih “level up” dibanding pendahulunya.

“Kalau seperti bukunya gitu ya, level horornya dibanding Sewu Dino itu jauh. Ini adalah sesuatu yang pencinta horor semoga akan benar-benar suka,” ujar Kimo.

Karena unsur horor yang lebih intens dan elemen-elemen yang lebih brutal, film ini direncanakan memiliki rating dewasa. Jadi, buat kamu yang siap menantang nyali, pastikan kamu sudah cukup umur untuk menyaksikan teror yang akan tersaji di Janur Ireng!

Kapan Janur Ireng Tayang?

Sampai saat ini, belum ada tanggal rilis resmi untuk film ini. Namun, kabarnya proses syuting akan dimulai pada 3 Maret 2025. Dengan banyaknya tantangan yang sudah dilewati dalam proses produksi, kita berharap film ini bisa segera tayang dan memberikan pengalaman horor yang tak terlupakan.

Siap Menyelami Kegelapan Janur Ireng?

Janur Ireng bukan sekadar film horor biasa. Ini adalah kisah yang akan mengungkap segala teka-teki yang tersisa dari Sewu Dino. Dengan latar belakang yang lebih kelam, misteri yang lebih dalam, dan kengerian yang lebih nyata, film ini siap menjadi salah satu film horor terbaik tahun 2025!

Jadi, apakah kamu sudah siap menghadapi kengerian film ini? Atau mungkin, malam ini kamu akan mulai merasakan kehadiran mereka yang tak terlihat?




Misteri Inunaki Village: Desa Terlarang di Jepang dengan Kisah Horror Mengerikan!

Inunaki Village

Prolite – Misteri Inunaki Village: Desa Terlarang Jepang dengan Kisah Horror Mengerikan!

Selamat datang kembali di edisi malam Jumat para pencinta horor! ✨

Siapin nyali, matikan lampu, dan pasang headset sambil dengerin musik horor kalau perlu, karena kali ini kita bakal ngomongin salah satu legenda paling menyeramkan dari Jepang: Inunaki Village!

Desa misterius ini konon nggak ada di peta, dihuni oleh roh-roh penasaran, dan siap bikin bulu kuduk kamu berdiri.

Yuk, stay connect with us dan kita mulai ceritanya, tapi hati-hati… jangan sampai baca ini sendirian ya! šŸ‘»

Mitos dan Cerita di Balik Desa Inunaki

Inunaki Village, yang dalam bahasa Jepang berarti “Desa Anjing Menangis,” punya reputasi sebagai salah satu tempat paling angker di Jepang. Namanya selalu bikin bulu kuduk berdiri, bahkan bagi masyarakat Jepang.

Desa ini disebut sebagai tempat yang tidak ada di peta dan hanya bisa ditemukan oleh mereka yang ā€œberuntungā€ (atau bahkan sial?). Konon, desa ini punya aturan yang aneh banget. Katanya, hukum Jepang nggak berlaku di sini. Nah, bayangin aja, kalau ada orang yang masuk ke desa ini, mereka bisa aja nggak pernah keluar lagi.

Cerita yang beredar juga menyebutkan kalau desa ini dihantui oleh roh-roh jahat. Banyak saksi mata mengaku mendengar suara-suara aneh seperti jeritan, tangisan, atau bahkan gonggongan anjing di tengah malam.

Nggak sedikit juga yang bilang pernah melihat penampakan bayangan misterius yang mengintai dari balik pepohonan. Katanya, roh-roh ini adalah arwah penduduk desa yang mati mengenaskan akibat tragedi di masa lalu.

Legenda dan Alasan Desa Ini Terisolasi

Nah, kenapa sih desa ini sampai jadi “desa terlarang”? Ada beberapa legenda yang menjelaskan hal ini. Salah satunya, desa ini katanya pernah menjadi lokasi pembantaian massal. Penduduk desa yang tersisa akhirnya mengisolasi diri dan nggak mau ada orang luar masuk ke wilayah mereka.

Legenda lain menyebutkan bahwa desa ini dihuni oleh sekte sesat yang melakukan ritual aneh dan menyeramkan. Ritual ini konon melibatkan pengorbanan manusia, yang akhirnya membuat desa ini “dikutuk”. Nggak heran kalau sekarang desa ini dianggap sebagai tempat terlarang.

Ada juga yang bilang kalau desa ini terisolasi karena lokasinya yang super terpencil, di tengah pegunungan dan jauh dari peradaban. Tapi ya, tetap aja, cerita-cerita horor tentang Inunaki Village ini bikin para pemburu hantu gak ragu-ragu buat mendekat.

Desa Inunaki di Media Massa dan Daya Tariknya Bagi Pemburu Hantu

 

Legenda Inunaki Village nggak cuma terkenal di kalangan orang Jepang, lho. Dunia internasional juga mulai penasaran sama desa ini. Banyak film, buku, dan acara TV yang mengangkat kisah seram tentang Inunaki.

Salah satunya adalah film “Howling Village” yang disutradarai oleh Takashi Shimizu, kreator dari film horor legendaris “Ju-On”.

Selain itu, desa ini juga jadi magnet buat para pemburu hantu dan urban explorer. Mereka rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk membuktikan apakah cerita tentang desa ini benar-benar nyata.

Ada yang pulang dengan cerita seram, ada juga yang bilang nggak menemukan apa-apa. Tapi tetap aja, keberanian mereka patut diacungi jempol (atau malah dianggap nekat ya guys?).

Sekarang, pertanyaannya: apakah cerita tentang Desa Inunaki ini benar adanya, atau cuma mitos belaka? Beberapa ahli sejarah Jepang mengatakan bahwa legenda Inunaki mungkin berasal dari desa yang dulunya benar-benar ada, tetapi akhirnya ditinggalkan karena alasan tertentu, seperti bencana alam atau konflik.

Namun, sampai saat ini, belum ada bukti konkret yang bisa membuktikan keberadaan desa ini. Banyak yang bilang kalau cerita ini cuma legenda urban yang diciptakan untuk menakut-nakuti.

Di sisi lain, ada juga yang percaya kalau desa ini memang ada, tapi lokasinya sengaja dirahasiakan untuk melindungi penduduknya dari gangguan orang luar. Apapun kebenarannya, cerita tentang Inunaki Village tetap menarik untuk dibahas!

Yup kita udah jalan-jalan ke salah satu misteri terbesar Jepang: Desa Inunaki. Terlepas dari kebenarannya, cerita ini mengingatkan kita bahwa legenda dan mitos selalu punya daya tarik tersendiri.

Jadi, kalau kamu suka tantangan dan punya nyali ekstra, mungkin kamu bisa mencoba mencari Inunaki Village. Tapi, hati-hati, ya… siapa tahu, kamu menemukan sesuatu yang nggak bisa dijelaskan oleh logika.

Sampai di sini dulu cerita malam Jumat kali ini. Kalau kamu punya cerita seram lain atau mau bahas tempat angker lainnya, jangan ragu buat share di kolom komentar.

Sampai jumpa di edisi malam Jumat berikutnya, dan ingat, jangan lupa tutup jendela dan matikan lampu sebelum tidur! šŸ‘»




Agni – Village of Calamity : Game Horor Asal Indonesia yang Siap Bikin Merinding Gamer Dunia

Agni

Prolite – Agni – Village of Calamity : Game Horor Asal Indonesia yang Siap Bikin Merinding Dunia

Haloo, selamat datang kembali di edisi malam Jumat! Kali ini, kita bakal bahas game horor terbaru yang lagi jadi buah bibir di kalangan gamer. Tapi, tunggu dulu—ini bukan game horor biasa!

Indonesia kembali menunjukkan taringnya di industri game lewat karya terbaru dari Separuh Interactive yang berjudul Agni: Village of Calamity.

Game ini nggak cuma bikin gamer lokal bangga, tapi juga mencuri perhatian dunia. Yuk, kita bedah kenapa game ini wajib banget masuk wishlist-mu! Siapin nyali, ya, karena pembahasannya bakal bikin bulu kuduk berdiri.

Gebrakan Baru dari Game Studio Indonesia

Setelah sukses dengan game-game horor seperti DreadOut dan Pamali, studio game Indonesia terus berkembang. Kali ini, Separuh Interactive hadir dengan Agni: Village of Calamity, sebuah game third-person shooter horor yang langsung bikin gempar begitu diumumkan.

Beberapa hal yang bikin game ini menarik:

  • Visual memukau berkat dukungan Unreal Engine terbaru.
  • Konsep unik yang menggabungkan mitos Nusantara dengan gameplay intens.
  • Fokus pada alur cerita yang kuat, khas game Indonesia.

Kalau dulu kita terkesima dengan grafis DreadOut (rilis tahun 2013), Agni membawa pengalaman horor ke level yang jauh lebih tinggi. Game ini punya grafis realistis yang bikin kamu merasa benar-benar terjebak di dalam dunia mencekamnya.

Cerita: Kutukan, Ritual Kuno, dan Desa Penuh Misteri

Agni: Village of Calamity membawa pemain ke sebuah desa terpencil yang dilanda kutukan misterius. Kutukan ini terkait dengan ritual kuno dan legenda lokal yang mencekam.

Di sini, kamu akan berperan sebagai karakter yang ditugaskan untuk mengungkap asal-usul kutukan sambil bertahan dari ancaman supernatural. Cerita ini nggak cuma bikin deg-degan, tapi juga kaya makna karena mengangkat budaya dan mitos Nusantara.

Pendekatan ini mengingatkan kita pada game seperti Pamali, tapi Agni membawa elemen cerita lokal ke level berikutnya. Bayangkan, kamu menjelajah desa gelap penuh bayangan, suara gemerisik daun, dan makhluk-makhluk misterius yang siap menerkam. Serem banget, kan?

Visual yang Bikin Merinding

Salah satu daya tarik utama Agni adalah kualitas visualnya. Dengan Unreal Engine terbaru, Separuh Interactive berhasil menciptakan atmosfer horor yang realistis:

  • Pencahayaan dramatis yang bikin setiap sudut terasa mencekam.
  • Efek bayangan yang membuatmu merasa ada sesuatu yang mengintai.
  • Detail lingkungan seperti tekstur dinding tua dan pohon keramat yang terlihat hidup.

Bukan cuma lingkungannya, desain karakter dan makhluk supernatural juga mendapat banyak pujian. Para gamer menyebut desainnya terasa segar dan nggak klise, benar-benar bikin takut tapi nggak terasa murahan.

Gameplay yang Intens dan Unik

Agni mengusung genre third-person shooter yang jarang diangkat di game horor lokal. Kombinasi antara aksi dan horor ini memberi pengalaman baru yang bikin pemain terus waspada.

Kamu nggak cuma sekadar lari atau sembunyi, tapi juga harus melawan makhluk-makhluk menyeramkan sambil mengungkap misteri. Gameplay ini jelas jadi daya tarik bagi gamer yang suka tantangan sekaligus cerita yang seru.

Potensi Agni untuk Mendunia

Antusiasme terhadap Agni: Village of Calamity bukan cuma datang dari gamer Indonesia, tapi juga komunitas internasional. Hal ini menunjukkan bahwa:

  • Industri game Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global.
  • Dukungan teknologi dan cerita lokal bisa jadi kunci sukses di industri game.

Kalau game ini berhasil, Agni bisa jadi batu loncatan besar untuk game-game lokal lainnya. Dengan semakin banyak dukungan dari pemerintah dan komunitas, bukan nggak mungkin Indonesia jadi pemain utama di industri game dunia.

Siapkan Nyalimu!

Menurut info yang beredar, Agni: Village of Calamity direncanakan rilis pada 2025 dan bisa kamu cek di platform Steam. Walaupun tanggal pastinya belum diumumkan, antusiasme para gamer udah terasa. Banyak yang nggak sabar buat mencoba pengalaman horor epik ini.

Agni: Village of Calamity adalah bukti bahwa game lokal punya potensi besar untuk bersaing di level global. Dengan cerita yang terinspirasi dari mitos Nusantara, grafis yang canggih, dan gameplay intens, game ini jelas layak buat dinanti.

Jadi, buat kamu yang merasa punya nyali dan suka tantangan horor, jangan sampai kelewatan game ini. Siapkan waktumu di 2025, karena kutukan misterius dari Agni siap menghantuimu.

Selamat malam Jumat, dan hati-hati kalau tiba-tiba lampu kamar mulai berkedip, ya… Boo~ šŸ‘»

Baca juga:




Main Game Sekaligus Uji Nyali? Coba “Incantation,” Game Horor Terinspirasi Film Seram!

Incantation

Prolite – Main Game Sekaligus Uji Nyali? Coba “Incantation,” Game Horor Terinspirasi Film Seram!

Halo para gamers pecinta horor! Selamat datang kembali di edisi Malam Jumat—waktunya kita bicara yang seram-seram.

Kalau kamu suka nonton film horor sambil nutup mata, tapi tetap penasaran, kali ini ada cara baru buat merasakan teror yang lebih mencekam, yup lewat game!

Game “Incantation” yang baru saja dirilis, hadir membawa atmosfer horor psikologis dengan inspirasi langsung dari film Taiwan yang terkenal dengan judul yang sama.

Penasaran seperti apa game ini? So stay connect with us, kita eksplor bareng apa yang bikin Incantation wajib masuk wishlist kamu di Steam!

Horor yang Terinspirasi dari Film: Apa Itu Incantation?

Buat kamu yang belum tahu, Incantation adalah game horor psikologis yang dikembangkan oleh Softstar Entertainment. Game ini membawa pemain ke dunia kelam yang penuh misteri dengan sudut pandang orang pertama.

Hampir sama dengan filmnya, game ini berlatar di sebuah desa terpencil yang terkutuk, lengkap dengan suasana mencekam dan alur cerita yang bikin bulu kuduk berdiri.

Premis ceritanya?
Kamu akan berperan sebagai seorang ibu yang sedang mencari anaknya yang hilang. Tapi, pencarian ini nggak sederhana. Sang ibu justru tersesat di desa penuh aliran sesat yang misterius, dengan berbagai teka-teki, jumpscare, dan ancaman yang siap menghantuinya di setiap sudut.

Kenapa harus main? Karena game ini lebih dari sekadar horor. Kamu bakal diajak masuk ke cerita mendalam dengan atmosfer yang kelam, penuh ketegangan, dan rasa penasaran yang nggak ada habisnya.

Menariknya lagi, game ini udah banyak dimainkan sama YouTuber gaming terkenal seperti MiawAug dan Windah Basudara. Jadi, kalau kamu belum yakin mau coba, intip dulu gameplay mereka buat gambaran!

Fitur Utama yang Bikin Game Ini Makin Mencekam

Bukan cuma jalan-jalan dan deg-degan, “Incantation” juga dilengkapi fitur yang bikin pengalaman main jadi makin intens:

1. Eksplorasi Seram

Pecinta game eksplorasi wajib coba fitur ini. Kamu bakal ditantang buat menjelajahi setiap sudut desa untuk mencari petunjuk yang tersembunyi. Tapi hati-hati, suasananya bikin bulu kuduk merinding—kayak ada yang ngintip dari kegelapan.

2. Mode Stealth untuk Bertahan Hidup

Sebagai orang asing di desa penuh bahaya, kamu nggak bisa sembarangan. Ada musuh dan ancaman yang bakal muncul kapan saja. Untungnya, ada mode stealth yang memungkinkan kamu jalan pelan-pelan sambil menghindari suara mencolok. Pastikan langkahmu nggak mengundang perhatian, ya!

3. Teka-Teki yang Menantang

Setiap petunjuk yang kamu kumpulkan harus disusun dengan benar supaya alur cerita bisa berlanjut. Mulai dari memecahkan kode hingga mencari pola tersembunyi, semua teka-teki ini juga jadi kunci buat mengungkap rahasia besar di balik kutukan desa tersebut.

Panduan Bermain “Incantation” untuk Pemula

Buat kamu yang baru mau mencoba, berikut tips biar pengalaman bermain lebih seru dan nggak bikin frustrasi:

1. Jelajahi Lingkungan dengan Teliti

Setiap sudut bisa menyimpan petunjuk penting, mulai dari catatan kecil hingga tanda di dinding. Jangan terburu-buru melewatkan area tertentu. Kalau ragu, balik lagi ke tempat sebelumnya untuk memastikan kamu nggak ketinggalan sesuatu.

2. Gunakan Mode Stealth dengan Bijak

Saat menghadapi musuh, jangan langsung panik. Gunakan mode stealth untuk berjalan diam-diam, perhatikan pola gerakan musuh, dan manfaatkan area gelap buat bersembunyi. Kesabaran adalah kunci selamat.

3. Pecahkan Teka-Teki dengan Teliti

Puzzle dalam game ini nggak hanya soal otak, tapi juga pengamatan. Cari petunjuk dari catatan atau visual di sekitar. Kalau buntu, coba tinjau ulang item yang udah kamu kumpulkan.

4. Manajemen Sumber Daya

Jangan boros menggunakan item yang kamu punya. Simpan kunci atau alat penting untuk situasi darurat. Kalau habis di tengah jalan, bisa jadi kamu harus mengulang dari awal.

5. Perhatikan Alur Cerita

Cerita dalam game ini sangat dalam dan penuh misteri. Nikmati setiap catatan atau dialog untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Siapa tahu, itu juga jadi petunjuk buat teka-teki berikutnya.

6. Tetap Tenang di Situasi Genting

Ketika musuh mendekat, jangan langsung kabur tanpa rencana. Cari tempat aman untuk bersembunyi dan tunggu situasi kembali tenang. Ingat, taktik selalu lebih baik daripada terburu-buru.

Cara Download Game “Incantation”

Game ini udah resmi dirilis di Steam dan bisa langsung kamu mainkan. Tapi, buat yang masih ragu, tersedia juga versi demo gratis yang bisa dicoba dulu:

  • Download Demo: Steam – Incantation (Demo)
  • Download Full Game: Steam – Incantation

Sayangnya, game ini nggak gratis. Tapi tenang, ada diskon khusus sampai 2 Desember 2024:

  • Harga Diskon:
  • Harga Normal:
  • Harga Bundle (dengan 2 game horor lain): (Diskon 14%)

Siapkah Kamu Masuk ke Dunia Mencekam?

Incantation bukan sekadar game horor biasa. Atmosfernya yang gelap, alur cerita mendalam, dan fitur gameplay yang seru bikin game ini wajib dicoba, terutama buat kamu yang suka tantangan dan pengalaman bermain yang beda dari biasanya.

Jadi, siapkah kamu menjelajahi desa terkutuk dan mengungkap misteri di balik aliran sesat? Kalau berani, download gamenya sekarang dan rasakan sendiri sensasi horor yang mencekam. Tapi ingat, jangan lupa matikan lampu biar makin seru!

Selamat bermain, dan hati-hati, siapa tahu ada sesuatu yang mengawasi dari kegelapan… šŸ‘ļø