Dinkes Kota Bandung Gelar Penyusunan SOP Program Gizi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Dinkes Kota Bandung Gelar Penyusunan SOP Program Gizi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan (Eka Hospial).

Dinkes Kota Bandung Gelar Penyusunan SOP Program Gizi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan kesehatan khususnya di bidang Program gizi.

Program gizi ini memang sangat penting untuk dapat memantau warga masyarakat Kota Bandung yang masih banyak kekurangan gizi.

Melalui kegiatan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Program Gizi pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah, dan efektif.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, DR ., dr . Sony Adam, S.H ., M.M bersama Ketua Tim Kerja Kesehatan dan Gizi Keluarga, Kiki Riezki Yudistiani. Kegiatan digelar di Grand Tebu Hotel, Kota Bandung, pada selasa (16/09/2025)

Dalam sambutannya, Sony Adam menekankan perlunya penyusunan SOP sebagai pedoman kerja yang jelas dan terstruktur dalam pelaksanaan program gizi di Kota Bandung.

Dinkes Kota Bandung
Dinkes Kota Bandung

“SOP ini akan menyediakan seperangkat pedoman umum untuk menjalankan program gizi. SOP ini mencakup perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Dengan SOP ini, kita dapat memberikan layanan gizi yang lebih baik, lebih konsisten, dan lebih akuntabel. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan gizi masyarakat Bandung,” ujar Sony Adam.

Penyusunan SOP ini bertujuan untuk menghadirkan pedoman kerja yang baku dan terstandar dalam setiap tahapan pelaksanaan program gizi di Kota Bandung.

Dengan adanya SOP, pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah, dan efektif, menciptakan pemahaman dan praktik kerja yang sama di antara seluruh tenaga kesehatan, termasuk di kantin, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.

SOP ini akan mencakup berbagai bidang, seperti pengelolaan layanan gizi masyarakat, Selain itu, memastikan bahwa upaya penanggulangan permasalahan gizi seperti stunting, maupun gizi buruk, dapat dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.

SOP ini juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor. Isu gizi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga pangan, pendidikan, dan faktor sosial ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Kerja Kesehatan dan Gizi Keluarga, Kiki Riezki Yudistiani, menekankan bahwa penyusunan SOP ini merupakan langkah kunci dalam peningkatan layanan gizi.

“Dengan SOP yang jelas, kami berharap program gizi di Kota Bandung akan lebih terarah, terukur, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Bandung mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program ini. Mari kita bangun masyarakat Bandung yang lebih sehat, dan bebas dari masalah gizi.




Eka Anugrah: Semua Ambulans Di Kota Bandung Akan Diregistrasi

pembinaan relawan kesehatan-ambulans

Eka Anugrah: Semua Ambulans Di Kota Bandung Akan Diregistrasi

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan Kota Bandung kedepan akan meregistrasi atau mendata semua kendaraan ambulans milik perusahaan swasta yang bukan pelayanan kesehatan atau dikelola oleh komunitas, perorangan, partai, dan lainnya. Bahkan kedepan akan ada aturan hanya ambulans yang terdata dan sudah terstandarisasi di dinas kesehatan yang boleh berkeliaran di Kota Bandung.

Registrasi tesebut sengaja diperuntukan bagi ambulans pihak swasta yang bukan pelayanan kesehatan. Pasalnya untuk ambulans milik pelayanan kesehatan swasta semisal klinik ataupun rumah sakit sudah terbilang sesuai standar. Perlu diketahui registrasi ambulans ini gratis alias tidak berbiaya.

“Kamu ambulans emergency, kamu transport, kamu bukan transport, bukan gawat darurat mohon maaf gak bisa jalan di Kota Bandung, mungkin kedepan seperti itu,” jelas Plt Kepala UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Dinkes Kota Bandung Eka Anugrah , usai membuka pembinaan relawan 911 di Jl Cihampelas, Kamis (26/6/2025).

Eka mengatakan, hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk membina dan menseragamkan kendaraan tersebut sehingga sesuai aturan.

“Yang kami khawatir kan mereka belum terpapar terkait regulasi, terkait petunjuk teknis dan lain sebagainya makanya menurut kami urgensinya kita sadar dulu mereka kita rangkul kita rapikan,” ujar Eka.

Karena itu, pihaknya menghimbau seluruh warga Kota Bandung baik secara perusahaan, perseorangan, organisasi ataupun komunitas apapun yang memiliki kendaraan ambulans agar segera mengontak Dinas Kesehatan dengan nomor 08522889119 untuk meregistrasi ambulans nya.

“Kami akan membantu memfasilitasi agar ambulans nya itu minimal bisa terdaftar di kami. Mungkin ke depan syukur-syukur bisa terstandarisasi,” harapnya.

Pemerintah daerah sendiri melalui dinkes oleh pemerintah pusat sudah dihimbau untuk membina ambulans yang ada di daerahnya masing-masing. Pasalnya, Kementerian Kesehatan menyadari banyak sekali ambulans dengan berbagai spesifikasi dan bentuknya tidak seragam.

“Itu bukan salah masyarakat karena memang kami juga baru launching juknis itu tahun 2023, jadi masih kurang sosialisasi. Nah kami juga pernah mengumpulkan, nanti nih tanggal 8 Juli sama tanggal 19 Juli kami akan mengumpulkan khusus komunitas ambulans. Jadi supir-supir ambulans atau crew-crew ambulans di situ kami akan menyampaikan terkait safety driving bagaimana cara mengemudi yang aman ya, jangan sampai dia malah jadi korban,” tandasnya.

Masih kata Eka sudah jalan hampir dua tahun Dinas Kesehatan mengeluarkan edaran
untuk meregistrasi ambulans milik siapapun yang ada di kota Bandung.

“Ada aksesnya, ada caranya misalkan ada ambulans lewat entah milik siapa platnya hitam atau gimana terus di situ ada logo 119 dan di samping nya ada barcode itu berarti ambulans sudah terregistrasi terdaftar di dinas kesehatan,” ujar Eka.

“Harapan kami kita daftarin dulu deh registrasi dulu, next level nanti kalau payung hukum nya sudah jadi di kota Bandung perwalnya misalkan registrasi distandarisasi,” tambahnya.

Kata Eka, bahkan hebatnya lagi kedepan  akan terkoneksi, terintegrasi. Pihaknya selaku penanggung jawab layanan ambulans di Kota Bandung bisa mengintegrasikan layanan yang dimiliki oleh pihak lain.

Terlebih sekarang pun sudah berjalan meskipun baru ada satu dua atau lima komunitas ambulans yang sudah bisa  terintegrasikan.

Untuk jumlah ambulans yang terdata di Kota Bandung sendiri, kata Eka ada sekitar 55 unit sisanya dia kali lipat dari jumlah itu belum terdata.

“Bisa ratusan ambulans yang belum meregistrasi ke kita. Jadi pertanyaan kan, kenapa mereka belum meregistrasikan ke kita. Satu mungkin dia nggak tahu yang kedua mungkin dia takut. Takutnya yang coba kita tanyakan kenapa,” tanya dia.




Awasi Gejala Cacar, Segera Lapor Puskesmas

Kasus Cacar Monyet

KOTA BANDUNG, Prolite – Kepala Dinas Kesehatan Anhar Hadian mengatakan pihaknya belum menerima konfirmasi dari Kemenkes bahwa di kota Bandung terdapat warga terjangkit cacar monyet (monkey pox).

“Ya setiap hasil surveillance atau pemantauan yang kita lakukan adalah menyasar seluruh fasilitas kesehatan, rumah sakitnya, klinik utama semuanya juga sudah kita kasih peringatan apabila ada yang menunjukkan gejala seperti cacar monyet segera melaporkan kepada kami dan sampai sejauh ini belum ada yang melaporkan,” jelasnya.

Kata Anhar, pantauan di lapangan, Kota Bandung aman alias belum ditemukan
kasus tersebut.

Untuk tracking sendiri kata Anhar sebenarnya yang memutuskan kasus itu Kemenkes, jadi kalaupun ada yang bergejala akan diambil sampel untuk kirim ke Jakarta.

“Di Jakarta yang memeriksa. Kami menunggu kabar. Tapi tidak ada konfirmasi. Kalau tracing yang tracing yang pasien. Terus dicari alamat nah itu tidak ada. Maksudnya dari sana tidak ada Kalau sudah confirm baru kita lakukan Tracing terhadap Kontakernarnya Terutama keluarga terdekat,” tegasnya.

Himbau Anhar, apabila ada gejala cacar monyet sebaiknya warga langsung ke fasilitas kesehatan, bisa ke puskesmas, rumah sakit ataupun klinik.

“Yang paling gampang ya ke puskesmas
lapor itu bila sudah ada tanda-tanda seperti gejala demam, panas. Kemudian nanti diikuti dengan gejala juga cacar air gitu ya. Muncul seperti cacar baru kita mulai air. Jadi setiap yang panas dilaporkan maksud saya, ciri khasnya ya cacarnya itu. Tidak perlu memikirkan ini cacar monyet atau bukan. Karena gejala cacarnya gitu ya,” ucapnya.

Masih kata Anhar adanya penyakit ini Indonesia belum menerapkan pembatasan kunjungan kepada warga asing, warning atau travel warning.

“Apapun sejauh yang saya ketahui ya. Karena pasti Kementerian kasih tahu kami kalau misalnya seperti itu. Jadi tidak ada kewajiban orang pulang dari luar negeri harus lapor atau dideteksi suhu dan lain sebagainya,” paparnya.

Sejauh ini Indonesia belum-belum menerapkan pembatasan apapun, begitu tes-tes. Namun ia menegaskan warga sendiri harus melakukan pencegahan.

“Tidak ada yang spesifik ya, kondisi sekarang ya.

Maksud saya, apakah warga kemudian harus keluar memakai masker?

Tidak ada juga. Hal seperti itu, memakai masker bukan karena hal tersebut ya. Maksudnya, kalau mau pakai masker karena memang cuaca sedang panas, banyak debu segala macam, ya sok aja. Jadi yang penting barangkali Kalau di wilayah atau di keluarganya ada yang menunjukkan seperti cacar, segera laporkan kepada kami. Bisa ke puskesmas, bisa ke rumah sakit, bisa ke fasilitas kesehatan.

“Sebenarnya karena kami sudah memberikan peringatan juga kepada semuanya. Penularannya sendiri lebih ke cacarnya bukan seperti covid semburan bersin atau batuk. Iya, yang istimewa itu, dari cacar monyet itu cara penularannya, kita searching ya nanti ya, bisa melalui udara, bisa melalui penetrasi seksual, bisa melalui sentuhan. Jadi memang itu kemudian menyebabkan WHO mengeluarkan peringatan potensi kedaruratan bahwa penularannya bisa melalui udara juga,” pungkasnya.




Tidak Ada Catatan Kasus Cacar Monyet di Kota Bandung Hingga Agustus 2024

Ilustrasi Cacar Monyet (net).

Belum Ada Catatan Kasus Cacar Monyet di Kota Bandung Hingga Agustus 2024

Prolite – Wabah Cacar Monyet atau monkeypox merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Anhar Hadian menyebutkan belum ada laporan terkait kasus cacar monyet yang ada di Kota Bandung.

Sebelumnya pada Oktober 2023 hingga Agustus 2024 tercatat 59 kasus monkeypox yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Meski hingga kini belum ada catatan kasus monkeypox di Kota Bandung, Dinkes Kota Bandung tetap melakukan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut.

Dinkes Aceh
Dinkes Aceh

“Sejauh ini kita belum ada yang melaporkan. Artinya belum ada kasus cacar monyet di Kota Bandung. Tentunya kita terus memantau, dan sejauh ini aman,” kata Anhar Hadian Senin, 26 Desember 2024.

“Rumah sakit dan klinik utama, sudah kita berikan informasi supaya segera melapor apabila menemukan gejala seperti monkeypox. Tetapi sejauh ini kasus di Kota Bandung belum ada,” ucapnya

Adapun gejala cacar monyet, memiliki tanda-tanda cacar pada umumnya. Seseorang yang terkena cacar monyet, pada permukaan kulitnya akan muncul bintil-bintil bernanah bahkan melepuh.

Yang perlu di perhatikan virus ini  dapat menyebar ke manusia melalui luka yang terbuka dari gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi seperti tikus hingga tupai.

Selain itu, mengonsumsi daging yang terinfeksi virus penyebab cacar monyet juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit ini.

Namun yang perlu di ingat virus monkeypox ini bisa menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pengidapnya. Contohnya seperti melalui air liur yang masuk ke dalam mata, hidung, hingga mulut.

Namun, perlu diingat, penularan dari manusia ke manusia membutuhkan waktu lama dan kontak yang cukup intens. Itulah alasan penyakit ini cukup jarang terjadi antar manusia.

Untuk masyarakat yang terkena virus tersebut diminta untuk segera dilakukan pengobtan ke rumah sakit maupun puskesmas terdekat.




Covid-19 Melonjak , Dinkes Beri Vaksinasi ke Nakes

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 diberikan untuk tenaga kerja kesehatan (Inilahkoran).

Covid-19 Melonjak , Dinkes Beri Vaksinasi ke Nakes

BANDUNG, Prolite – Kasus Covid-19 mulai meningkat di Indonesia salah satunya di Kota Bandung, untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung langsung melakukan tindakan.

Tindakan yang dilakukan Dinkes Kota Bandung guna untuk mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas di Kota Bandung.

Pertama yang dilakukan Dinkes yakni melakukan vaksinasi terhadap tenaga kerja kesehatan (Nakes).

Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, seiring peningkatan kembali kasus Covid-19 di Indonesia, seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), mulai dari klinik, puskesmas, laboratorium kesehatan, hingga rumah sakit daerah, termasuk tenaga kesehatannya untuk siaga dan bersiap.

Salah satunya dengan melakukan vaksinasi lengkap terhadap para Nakes. Ia menyebut saat ini Dinkes telah menerima 290 vial vaksin untuk orang dari Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Sesuai dengan arahan Kemenkes, kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan yang belum lengkap vaksinasi nya, belum 4 kali, minggu ini kami akan sisir,” kata Anhar di Balai Kota Bandung, dikutip Selasa (19/12/2023).

“Kami akan mengirimkan ke seluruh fasilitas kesehatan, khawatir ada tenaga kesehatan yang belum lengkap vaksinasinya, semoga cukup,” imbuhnya.

Vaksinasi juga akan diberikan bukan hanaya kepada Nakes namun juga kepada Lansia dan yang memiliki Komorbid atau yang sedang terserang penyakit lainnya.

“Sesudah itu baru masyarakat yang belum lengkap, jadi memang ada tahapan. Rencananya kami akan mengajukan lagi. Maunya 1000 vaksin, karena tampaknya masyarakat juga sudah banyak yang menanyakan kepada kami,” ujarnya.

Selain kesiagaan dan perlindungan tenaga kesehatan, yakni layanan vaksinasi. Dinkes juga telah mengimbau rumah sakit menyediakan 10 persen ruang untuk pasien terpapar.

Anhar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panic, cukup ikut menerapkan protocol kesehatan terutama dalam bepergian jarak dekat maupun jarak jauh.

Sementara itu, di Kota Bandung, lanjut Anhar, data per 18 Desember 2023 ada 51 kasus konfirmasi aktif. Ia mengatakan sebagian besar tanpa gejala sehingga melaksanakan sesuai arahan kemenkes melaksanakan isolasi di rumah masing masing.

Sedangakan ada 13 orang yang dirawat, dengan rincian satu orang bergejala berat, 8 orang bergejala sedang, sisanya 4 orang bergejala ringan.

Ia mengimbau masyarakat yang sedang sakit untuk memakai masker dan menghentikan aktivitas luar ruangan dan menjaga kondisi badan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).




Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri

Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri (humas Pemkot).

Dinkes Kota Bandung Meluncurkan Program Cerdiku untuk Kesehatan Remaja Putri

BANDUNG, Prolite – Pemkot Bandung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) mempunyai program Cerdiku untuk meningkatkan kesehatan remaja putri di Kota Bandung.

Memalui program Cerdiku (Cegah Stunting, Bebas Anemia, Remaja Putri Kuat) melalui program ini membuat bukti nyata untuk mencapai perubahan yang lebih positif.

Kesehatan masyarakat teruatama kesehatan remaja putri merupakan harapan masa depan bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, remaja putri merupakan pilar utama pembangunan masa depan. Namun mereka sering kali menghadapi tantangan kesehatan yang serius, khususnya terkait dengan gizi.

“Stunting dan anemia adalah dua masalah gizi utama yang menjadi fokus Program Aksi Bergizi dan Cerdiku,” ucap Anhar dalam keterangan resminya, Selasa (28/11/2023).

Ilustrasi IDN Times
Ilustrasi IDN Times

Anhar menjelaskan, stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif remaja putri. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh defisiensi gizi jangka panjang, yang dapat berdampak pada kemampuan belajar, produktivitas, dan kesejahteraan umum.

Sedangkan Anemia, lanjut Anhar, adalah kurangnya sel darah merah yang sehat, merupakan masalah gizi lainnya yang seringkali dihadapi oleh remaja putri. Kekurangan zat besi dan vitamin tertentu dapat menyebabkan anemia, mempengaruhi daya tahan tubuh, konsentrasi, dan energi sehari-hari.

“Program Aksi Bergizi Kementerian Kesehatan telah muncul sebagai respons pemerintah pusat untuk mengatasi masalah gizi di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada edukasi gizi, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, dan pencegahan penyakit akibat gizi buruk, program ini bertujuan memberikan solusi menyeluruh,” jelasnya.

Anhar mengatakan, program Cerdiku ini mengambil langkah lebih jauh dengan mengkombinasikan upaya pencegahan stunting dan anemia. Berkolaborasi dengan Program Aksi Bergizi Kementerian Kesehatan, Cerdiku membawa pendekatan holistik untuk mengatasi tantangan gizi remaja putri.

“Melalui program ini, Cerdiku berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja putri. Program ini menyelenggarakan kegiatan langsung di sekolah-sekolah dan komunitas untuk memberikan informasi dan edukasi langsung kepada remaja putri,” tuturnya.

Melalui program ini membuktikan bahwa upaya pemerintah kota dan pusat dapat menciptakan dampak positif yang nyata pada kesehatan masyarakat.

Menurutnya, stunting dan anemia bukan hanya masalah kesehatan individual, melainkan tantangan bagi kemajuan bangsa. Program Aksi Bergizi dan Cerdiku adalah langkah menuju masa depan yang lebih sehat, membimbing remaja putri untuk mencapai potensi maksimal mereka.

“Penting bagi masyarakat untuk mendukung dan terlibat dalam inisiatif ini, karena hanya melalui kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti untuk generasi yang akan datang,” tandasnya.