Dalam Rangka World Bicycle Day 2025, “Disdik Kota Bandung Mengapresiasi Sekolah yang Mendukung Gerakan Bersepeda”

Disdik apresiasi budaya bersepeda World Bicycle Day 2025 (Evi-Prolite).

Dalam Rangka World Bicycle Day 2025, “Disdik Kota Bandung Mengapresiasi Sekolah yang Mendukung Gerakan Bersepeda”

BANDUNG, Prolite – Membangun gerakan budaya bersepeda yang mendapatkan dukungan dari Muhammad Farhan Walikota Bandung menjadi energi bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Hal ini dinyatakan melalui dukungan kongkrit berupa pemberian apresiasi kepada sekolah yang selama ini mendukung budaya pelajar bersepeda ke sekolah.

Apresiasi berupa pemberian piagam penghargaan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan Komunitas Bike To Work (B2W) Bandung.

Evi-Prolite
Evi-Prolite

Dani Nurahman, , Dinas Pendidikan Kota Bandung mengatakan bahwa pemberian apresiasi ini sebagai upaya membangun tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan sebagai rumah peradaban.

Membangun budaya bersepeda sebagai salah satu cara dan ciri keberpihakan kita atas kondisi lingkungan yang semakin hari memerlukan perhatian bersama.

Tingginya tingkat kemacetan kota dan pencemaran udara akibat timbal dari asap buangan kendaraan bermotor adalah masalah serius setiap kota besar.
Dengan bersepeda diharapkan akan menjadi gerakan solusi atas kondisi polusi yang ada.

Sekolah sebagai rumah peradaban menjadi ruang yang tepat dalam membangun budaya baik bagi generasi yang akan datang, tegas Dani

Sementara Moch Andi Nurfauzi Ketua B2W Bandung sangat mengapresiasi Ruang kolaborasi yang dihadirkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Semoga ke depan banyak agenda yang disampaikan dikerjasamakan untuk mendukung Kota Bandung sebagai kota ramah pesepeda termasuk bagi pelajar bersepeda, tegas Andi.

Ada 4 sekolah yang mendapatkan apresiasi piagam penghargaan tersebut diantaranya SMPN 48 Kota Bandung, SMPN 51, SMPN 54 dan SMP PGRI 7.

Selain itu Rahmat Suprihat Guru SMPN 55 Kota Bandung mendapatkan apresiasi sebagai guru yang konsisten terhadap gerakan bersepeda di kalangan pelajar.




Kang Dedi: Berlakukan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.00 WIB

Pemberlakukan Jam Masuk Sekolah pukul 06.00 WIB (fimela).

Kang Dedi: Berlakukan Jam Masuk Sekolah Pukul WIB

Prolite – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab di sapa Kang Dedi ini kembali mengeluarkan kebijakan jam masuk sekolah menjadi jam WIB.

Kebijakan tersebut dikeluarkan usai sebelumnya Kang Dedi juga menerapkan jam malam untuk para pelajar di Jawa Barat.

Membatasi aktivitas di luar rumah untuk para pelajar hanya sampai pukul WIB hingga WIB.

Dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bandung masih harus menunggu regulasi dan kebijakan dari wali kota untuk perihal penerapan masuk sekolah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto mengatakan, hingga saat ini kebijakan  masuk sekolah pukul WIB tersebut masih belum digulirkan dan regulasinya pun belum ada.

“Kebijakan itu (masuk sekolah pukuk WIB), belum digulirkan, regulasinya belum ada. Nanti tunggu kebijakan pak wali kota,” ujarnya dikutip dari Tribunnews.

Kendati demikian, pihaknya menilai bahwa kebijakan itu tentunya pasti ada dasar yang jelas, sehingga aturan masuk sekolah pada pukul WIB tersebut memang bisa diterapkan termasuk di Kota Bandung.

“Tentunya yang jadi dasar, kebijakan 8 profil atau karakter lulusan, 7 kebiasaan anak indonesia hebat, standar proses, kalender akademik, dan mengurangi kemacetan antara jam masuk sekolah  dengan jam masuk kerja,” katanya.

Sebelumnya Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa kebijakan ini dirancang untuk menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan generasi muda Jawa Barat yang berkarakter.

Ia ingin mendorong terciptanya generasi Gapura Panca Waluya yang memiliki nilai-nilai cageur (sehat), bageur (berbudi pekerti), bener (berintegritas), pinter (berpengetahuan), dan singer (cekatan).




Gubernur Larang Gelar Acara Wisuda, Disdik Tak Larang Asal Tidak ada Pungutan

Ilustrasi wisuda (SHUTTERSTOCK).

Gubernur Larang Gelar Wisuda, Disdik Tak Larang Asal Tidak ada Pungutan

Prolite – Beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat mengeluarkan instruksi tentang larangan pelaksanaan study tour hingga wisuda di semua jenjang Pendidikan.

Namun ternyata Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung (Disdik) tidak melarang sekolah yang akan menggelar acara wisuda di tingkat jenjang Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin mengatakan, telah mengeluarkan surat edaran dan imbauan resmi kepada sekolah-sekolah terkait kegiatan tersebut.

“Dalam surat edaran itu, bukan berarti tidak boleh melaksanakan wisuda. Acara tersebut diperbolehkan, asal tidak memberatkan orang tua murid,” ujar Enjang di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (5/5).

Menurut Enjang, acara seperti wisuda atau samenan di tingkat SD sebaiknya digelar secara sederhana di lingkungan sekolah tanpa biaya tambahan. Ia pun mencontohkan pengalaman masa lalunya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

“Boleh melaksanakan samen kalau SD, tapi jangan memberatkan orang tua siswa. Laksanakan di sekolah seperti dulu, saya bawa nasi sendiri buat kolaborasi,” katanya.

Enjang menegaskan tidak boleh ada pungutan biaya kepada orang tua siswa dalam bentuk apapun untuk melangsungkan acara.

Pernyataan memperbolehkan acara wisuda di jenjang Pendidikan dengan syarat dilakukan dengan sederhana dan dilingkungan sekolah, serta yang paling penting tidak adanya pungutan kepada orang tua murid.

Dia juga mengingatkan, bila acara tetap digelar di luar sekolah, hal itu bukan menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Namun, sekolah dan siswa diminta terlebih dahulu melakukan musyawarah bersama.

“Jangan ada pungutan ke orang tua siswa. Terus juga kaitannya dengan kegiatan itu, kalaupun itu dilaksanakan di luar sekolah, itu bukan tanggung jawab kepala sekolah,” katanya.




Berikut Syarat dan Mekanisme SPMB 2025 yang Dirilis Disdik Kota Bandung

Instagram bdg Disdik

Berikut Syarat dan Mekanisme SPMB 2025 yang Dirilis Disdik Kota Bandung

Prolite – Dinas Pendidikan Kota Bandung (Disdik) telah merilis jadwal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 untuk tingkat TK, SD, dan SMP.

SPMB merupakan mekanisme penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2025, jika sebelumnya istilah untuk penerimaan peserta didik dengan sebutan PPDB namun kali ini berbeda.

Istilah bisa berbeda namun system penerimaannya dan persyaratan masih sama.

Setiap tahunnya, kebijakan mengenai SPMB ini menentukan masa depan pilihan sekolah para calon murid baru.

Para orang tua murid bisa mendaftarkan anaknya sesuai dengan jalur yang tersedia.

Dilansir dari siaran langsung YouTube Disdik Kota Bandung, proses SPMB 2025 ini akan dimulai pada Senin (5/5/2025).

Berikut Jadwal selengkapnya SPMB Kota Bandung:

  1. Pengumuman pendaftaran: 5 Mei 2025
  2. Pendataan calon murid Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP): 5-9 Mei 2025
  3. Verifikasi dan validasi data RMP: 12-16 Mei 2025
  4. Penetapan murid baru RMP hasil Pemetaan dan Peminatan: 23 Mei 2025
  5. Pendataan calon murid baru: 19 Mei-20 Juni 2025
  6. Pendaftaran jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi: 23-27 Juni 2025
  7. Tes Terstandar Daerah: 31 Juni-2 Juli 2025
  8. Pengumuman hasil seleksi jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi: 7 Juli 2025
  9. Daftar ulang: 8-9 Juli 2025
  10. Hari pertama masuk sekolah: 14 Juli 2025.

Jalur Penerimaan

Pada SPMB Kota Bandung 2025 ini, terdapat empat jalur penerimaan yakni:

  1. Jalur domisili

Jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid baru yang berdomisili di dalam wilayah penerimaan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

  1. Jalur afirmasi

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

  1. Jalur prestasi

Jalur prestasi diperuntukkan bagi calon murid baru yang memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau non-akademik.

  1. Jalur mutasi

Jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid baru yang berpindah domisili karena perpindahan tugas dari orang tua/wali dan bagi anak guru/tenaga pendidik yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tua mengantar/bekerja.

Persyaratan Umum

Berikut adalah persyaratan umum SPMB Kota Bandung 2025:

TK

  1. Berusia minimal 4 tahun dan maksimal 5 tahun untuk kelompok A
  2. Berusia minimal 5 tahun dan maksimal 6 tahun untuk kelompok B.

SD

  1. Berusia:
    – 7 tahun
    – minimal 6 tahun
    – maksimal 9 tahun per 1 Juli tahun berjalan
  2. Usia minimal 6 tahun dapat dikecualikan menjadi minimal 5 tahun 6 bulan bagi calon murid yang memiliki:
    – kecerdasan dan/atau bakat istimewa
    – kesiapan psikis.

SMP

  1. Berusia maksimal 15 tahun per 1 Juli tahun berjalan
  2. Telah menyelesaikan kelas 6 SD atau bentuk lain.



MGG Oleh Badan Pangan Nasional Disambut Antusias

makan bergizi gratis, mgg

MGG : Makan Gizi Gratis

BANDUNG, Prolite – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Tantan Santana membenarkan bahwa pemberian makanan bergizi gratis (MGG) dilakukan langsung oleh Badan Pangan Nasional (BPN). Pasalnya, memang pelaksana penyedia untuk makan gizi gratis atau MGG oleh BPN, dan hari ini serentak diberikan di 7 lokasi terdiri dari 5 tingkat sekolah dasar (SD) dan 2 di SMP.

“SDN 272 Sukasari, SDN 193 Caringin, SDN 096 Sarijadi, SDN 207 Cibogo, SDN 136 Sukawarna, SMPN 64, dan SMPN 26, hari ini jam 10 dibagikan. Mereka sudah dihubungi oleh BPN hari jumat lalu dan diberikan langsung ke siswa untuk masing-masing kuota berbeda-beda ya, rencana dari BPN satu kabupaten kota ada 3000 pax,” ujar Tantan usai mendampingi Pj Wali Kota Bandung dan Danlanud Husein Sastranegara monitoring MGG di SD Angkasa, Senin (6/1/2025).

“Ini hari ini pertama masuk sekolah dan ini pertama mendapat makanan bergizi gratis seperti itu, yang masak dari BPN mereka kerjasama dengan wiayah kecamatan masing-masing. Dan banyak yang kolaborasi juga karena 3000 siswa itu seluruh siswa se Kota Bandung dari lebih kan, sekali lagi banyak dari sektor lain yang berkontribusi seperti hari ini dari Lanud Husein Sastranegara meluncurkan MGG kepada sekolah SD SMP SMA Angkasa,” jelasnya.

Minggu depan pun kata Tantan ada dari pihak ojek online memberikan MGG ke SDN Neglasari peruntukan sekitar 700 siswa selama uji coba 2 minggu kedepan.

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan kesehatan siswa siswi, tentunya kita berkoordinasi dengan dinas Kesehatan dan dinas ketahanan pangan dan juga beberapa hal disiapkan oleh sekolah seperti tempat cuci tangan tempat menyimpan makanan sementara karena dibagikan jam setengah 12 dating dari jam 10. Siapkan tempat sampah juga kedepan ada timnbangan badan dan pengukur tinggi badan. Nanti sebulan sekali cek perkembangan sekaligus dilakukan resisten ke siswa terhadap makanan tertentu, kalua tidak cocok jadi tidak usah dilakukan makanan. Jadi ini awal yang baik kedepan bisa seluruh siswa di kota Bandung mendapat makanan gratis,” harapnya.

Sementara itu kelas 2 SD Angkasa Alea KR mengaku senang mendapat makan gratis. Menurut dia ada MGG mengurangi bekal jajan

“Ya uang jajan bisa ditabung kalaupun enggak jajannya gak seboros dulu, kemarin-kemarin juga bekel dari rumah sekarang gak usah,” ucapnya.