NASA Buka Sayembara Unik ! Hadiah Rp46,7 Miliar untuk Solusi Kotoran Manusia di Bulan

NASA

Prolite – NASA Bikin Sayembara Berhadiah Rp46,7 Miliar untuk Atasi Kotoran Manusia di Bulan!

Kalian pernah ngebayangin gimana astronot buang sampah di luar angkasa, khususnya di Bulan? Ternyata, masalah sampah manusia di luar angkasa jadi tantangan serius loh!

Bahkan, NASA sampai bikin sayembara bertajuk LunaRecycle Challenge dengan hadiah yang nggak main-main: Rp46,7 miliar! Gimana nih, udah penasaran kan? Yuk, kita bahas lebih lanjut soal tantangan unik ini!

Sampah Manusia di Bulan, Kok Bisa Jadi Masalah?

Sejak misi Apollo dimulai dan manusia pertama kali menginjakkan kaki di Bulan, para astronot nggak cuma meninggalkan jejak sepatu mereka di sana.

Ternyata, ada juga 96 kantong kotoran manusia yang ditinggalkan oleh para pahlawan luar angkasa tersebut! Kantong-kantong itu berisi kotoran, urine, dan sampah lainnya yang mereka bawa selama perjalanan.

Bukan cuma kotoran manusia aja, mereka juga meninggalkan peralatan sains, pakaian, kemasan makanan, dan banyak lagi benda anorganik lainnya di permukaan Bulan.

Kenapa semua itu ditinggal di sana? Simple, astronot butuh ruang lebih banyak di pesawat untuk membawa sampel Bulan yang jauh lebih penting untuk penelitian.

Tapi ternyata, dalam jangka panjang, sampah-sampah ini bisa jadi masalah besar. Misi luar angkasa yang berkelanjutan berarti harus mempertimbangkan bagaimana menangani limbah di luar angkasa, termasuk di Bulan.

LunaRecycle Challenge : Solusi untuk Sampah Luar Angkasa

 

NASA nggak main-main dalam menangani masalah ini. Mereka membuka kompetisi LunaRecycle Challenge dengan total hadiah mencapai USD 3 juta atau sekitar Rp46,7 miliar!

Tantangan ini nggak cuma buat para ilmuwan atau ahli teknologi, loh. Siapa pun yang punya ide brilian bisa ikut berkontribusi!

Tujuan utama dari tantangan ini adalah mencari inovasi baru dan solusi praktis untuk mendaur ulang sampah, termasuk kotoran manusia, di permukaan Bulan.

Selain itu, teknologi yang dikembangkan dari tantangan ini diharapkan bisa diterapkan di Bumi nantinya, biar kita semua bisa hidup lebih berkelanjutan.

Menurut Amy Kaminski, eksekutif program untuk program Hadiah, Tantangan, dan Crowdsourcing NASA, tantangan ini sangat penting buat masa depan eksplorasi luar angkasa dan kehidupan di Bumi.

“Beroperasi secara berkelanjutan adalah pertimbangan penting bagi NASA saat kami membuat penemuan dan melakukan penelitian, baik jauh dari rumah maupun di Bumi,” katanya.

Tantangan Terbagi Menjadi Dua Kategori

Nggak cuma sekedar ide, sayembara ini terbagi menjadi dua bagian yang masing-masing punya fokus berbeda:

  1. Prototype Build Track
    Di kategori ini, peserta ditantang untuk merancang dan mengembangkan perangkat keras serta sistem yang bisa mendaur ulang satu atau lebih aliran limbah padat di permukaan Bulan. Jadi, di sini butuh teknologi nyata yang nantinya bisa digunakan secara langsung oleh astronot di misi masa depan. Kira-kira, gimana ya caranya mengolah kotoran di Bulan biar jadi lebih bermanfaat? Hmm, menarik banget kan?
  2. Digital Twin Track
    Nah, kalau di bagian ini, peserta fokus untuk membuat replika virtual dari sistem lengkap untuk mendaur ulang limbah padat di Bulan. Mereka harus merancang sebuah model digital yang bisa mensimulasikan proses daur ulang tersebut. Dengan begitu, NASA bisa melihat bagaimana sistem itu akan bekerja tanpa harus langsung mengujinya di luar angkasa.

Dampak Besar untuk Misi Masa Depan

Kenapa ini penting banget buat masa depan? Well, keberlanjutan di luar angkasa adalah masalah serius.

Kalau NASA mau menjalankan misi luar angkasa yang lebih panjang dan berkelanjutan—misalnya mengirim manusia ke Mars atau bahkan mendirikan koloni di Bulan—mereka perlu memastikan bahwa sampah dan limbah bisa dikelola dengan baik.

Sampah di Bumi aja udah bikin pusing, apalagi kalau di luar angkasa, di mana nggak ada tempat pembuangan akhir yang mudah dijangkau.

Dengan menemukan cara efektif buat mendaur ulang sampah di luar angkasa, bukan cuma misi NASA yang terbantu, tapi juga kehidupan manusia di Bumi.

Kesempatan Buat Kamu Ikut Berkontribusi!

Gimana, tertarik buat ikutan? Kompetisi ini terbuka untuk siapa aja yang punya ide brilian. LunaRecycle Challenge nggak cuma sekedar kompetisi, tapi juga peluang buat kamu yang tertarik sama teknologi dan lingkungan untuk benar-benar bikin perubahan.

Bayangin, solusi yang kamu temukan bisa jadi digunakan dalam misi luar angkasa di masa depan dan bahkan diterapkan di Bumi!

Jadi, buat kamu yang kreatif dan punya ide gila tentang gimana cara daur ulang sampah di Bulan, inilah kesempatan emasmu!

Siapa tahu, bukan cuma dapat Rp46,7 miliar, tapi kamu juga bisa jadi bagian dari sejarah luar angkasa dan membantu menyelamatkan planet kita dari masalah limbah.

Jadi, siap bikin inovasi keren buat NASA dan luar angkasa? Yuk, kembangkan ide-ide terbaikmu dan jadilah pahlawan dalam mengatasi sampah di luar angkasa!




Raih Peringkat Satu Teknologi Tepat Guna, Kota Bekasi Terus Berprestasi

Perlombaan dan Gelar Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan di Cimahi Techno Park Jl. Baros Utama No.78 Kota Cimahi (dok).

Raih Peringkat Satu Teknologi Tepat Guna, Kota Bekasi Terus Berprestasi

Prolite – Perlombaan dan Gelar Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan di Cimahi Techno Park Jl. Baros Utama Kota Cimahi telah meraih peringkat satu untuk Posyantek Alamanda 28 Kota Bekasi dengan menampilkan produk daur ulang sampah plastik pada Pameran Expo di Teknologi Tepat Guna. Selasa, (28/5/24).

Perlombaan yang diikuti oleh Pemerintah Kota Bekasi ini menampilkan banyak produk yang ditampilkan seperti daur ulang sampah plastik menjadi bantal, Dispenser Otomatis yang bisa mengetahui jumlah air pada tumbler (Tempat Minum) serta macam-macam produk makanan khas bekasi.

Posyantek Alamanda 28 Kota Bekasi ini telah meraih peringkat satu dalam produknya yakni daur ulang sampah plastik menjadi pernak-pernik ataupun bantal untuk tidur merupakan suatu ciptaan terbaik serta menampilkan kerapihan yang terlihat rapih dan nyaman untuk dipakai.

dok
dok

Pj Wali Kota Bekasi Gani Muhamad menyampaikan apresiasi setingginya terhadap tim yang berkerja keras dalam mengikuti perlombaan ini selama dua hari di Cimahi ini membuahkan hasil yang terbaik buat Kota Bekasi menjadi harum dan terus mendapatkan penghargaan terus menerus.

“Saya bangga terhadap capaian yang di gapai oleh rekan-rekan bersama, terkhusus kepada Posyantek Alamanda 28 yang sudah membuahkan hasil karyanya hingga sampai ke Tingkat Provinsi Jawa barat, dengan peringkat kesatu yang diraih ini adalah bukti nyata Kota Bekasi yang terus bisa meraih prestasi-prestasi.” Ungkap Gani.

dok
dok

Penyerahan penghargaan peringkat satu langsung diberikan oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin di Aula Lantai Dua Gedung Cimahi Techno Park Kota Cimahi Jawa Barat.

Gani menyampaikan teknologi tepat guna ini adalah bentuk dari karya-karya masyarakat yang bisa digulirkan atau di ombakan sehingga produk maupun alat-alat canggihnya bisa ditampilkan pada expo lainnya. Sehingga Kota Bekasi akan terus mencerminkan Kota yang mempunyai Inovasi yang tinggi dalam menciptakan sebuah produk maupun alat canggihnya hingga ke tingkat Nasional.




90% Warga Panjunan Berhasil Kelola Sampah

Panjunan

BANDUNG, Prolite – Kelurahan Panjunan Kecamatan Astana Anyar berhasil menjadi salah satu Kelurahan Kawasan Bebas sampah (KBS).

Lurah Panjunan Iya Sunarya menyampaikan warga masyarakat Kelurahan Panjunan sudah 90% Sudah disiplin melakukan memilah sampah.

“Alhamdulillah sudah dua hari tanggal 21 November dan rabu tanggal 22 November biasa 670 kg/hari sekarang sudah mencapai 1 ton/hari dari 6 RW dan 32 RT dari Jumlah rumah 1670 rumah dan jumlah penduduk 6567 Jiwa, rata-rata sampah organik rumah tangga 3 ton/hari,” ujar Iya usai menerima study tiru DLH Provinsi Aceh.

Masih kata Iya, agar warga disiplin memilahan sampah ini membutuhkan perjalanan yang cukup panjang selama 18 bulan.

Kata Iya, bukan tidak ada kendala dan tantangan tetapi dengan konsep terus menerus terjun ke masyarakat bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menyampaikan pemahaman.

Karena ternyata masih banyak warga yang masih belum paham terkait regulasi atau perda No. 09 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, pengurangan dan pemilahan sampah mulai dari sumber, artinya semua warga masyarakat yang memproduksi sampah harus bisa mengelolanya.

“Sehari yang memproduksi, alhamdulillah dengan konsep ngeureuyeuh nikreuh memilah sampah mimiti ti imah dan pengolahan sampah organik mengunakan mesin gibrik hasil sampah organik dijadikan Kompos, Magot dan eco enzim juga mol,” tutupnya.




Di Balik Kode Kemasan Plastik : 7 Simbol yang Harus Konsumen Kenali

Prolite – Di era konsumsi masa kini, kita seringkali melibatkan diri dengan berbagai produk yang datang dalam kemasan plastik. 

Namun, seberapa banyak dari kita yang benar-benar memahami makna di balik simbol-simbol kecil yang tertera pada kemasan tersebut? 

Simbol-simbol yang tertera pada botol air minum, serta pada tempat makanan itu ternyata mempunyai arti penting. 

Mari kita gali pengetahuan mengenai 7 simbol kemasan plastik yang seharusnya tidak luput dari perhatian kita.

Jenis-jenis Simbol Kemasan Plastik

Simbol-simbol yang ada pada kemasan plastik – ruparupa

Berikut penjelasan lebih rinci untuk masing-masing simbol tanda panah  dengan nomor 1 hingga 7 pada kemasan plastik:

Nomor 1 (PETE atau PET – Polyethylene Terephthalate)

  • Penggunaan Umum: Botol air minum, botol minuman ringan.
  • Daur Ulang: Bisa didaur ulang menjadi serat dan kain.

Nomor 2 (HDPE – High-Density Polyethylene)

  • Penggunaan Umum: Botol susu, botol sampo.
  • Daur Ulang: Bisa didaur ulang menjadi botol, pipa, dan produk plastik lainnya.

Nomor 3 (PVC – Polyvinyl Chloride)

  • Penggunaan Umum: Kemasan pipa, mainan anak-anak, beberapa kemasan makanan.
  • Daur Ulang: Tidak semua tempat memiliki fasilitas daur ulang untuk PVC.

Nomor 4 (LDPE – Low-Density Polyethylene)

  • Penggunaan Umum: Kantong plastik, kemasan makanan ringan.
  • Daur Ulang: Bisa didaur ulang menjadi kantong plastik dan produk lainnya.

Nomor 5 (PP – Polypropylene)

  • Penggunaan Umum: Wadah makanan, tutup botol.
  • Daur Ulang: Bisa didaur ulang menjadi wadah, tali, dan produk plastik lainnya.

Nomor 6 (PS – Polystyrene)

  • Penggunaan Umum: Wadah makanan ringan, foam packing.
  • Daur Ulang: Daur ulang terbatas karena tidak semua fasilitas daur ulang menerima polystyrene.

Nomor 7 (Other)

  • Penggunaan Umum: Produk terbuat dari campuran bahan atau jenis plastik lainnya.
  • Daur Ulang: Tergantung pada jenis plastik yang digunakan; perlu pengecekan lebih lanjut.

Simbol beserta contoh barangnya –

 

Memahami simbol-simbol pada kemasan plastik penting untuk konsumen bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

Meskipun beberapa plastik dapat didaur ulang, hal ini tidak selalu terjadi di semua tempat. Kesadaran akan jenis plastik dan upaya mengurangi plastik sekali pakai membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih. 

Kesadaran dan tindakan bersama mampu menciptakan lingkungan berkelanjutan bagi generasi mendatang.




HPSN 2023, Sampah Jadi Kostum Unik

HPSN 2023

KOTA BEKASI, Prolite – Pelaksanaan HPSN 2023 (Hari Peduli Sampah Nasional) Kota Bekasi yang dirangkaikan dengan pawai bersama aparatur Pemerintah Kota Bekasi dimulai dari Plaza Pemerintah Kota Bekasi diawali dengan senam bersama menjadi kemeriahan tersendiri.

Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto didampingi Plt. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono bersama jajaran kepala perangkat daerah hadir bersama dengan mengikuti senam peduli sampah.

Kegiatan HPSN 2023 (Hari Peduli Sampah Nasional) pada kali ini bertepatan dengan digelarnya Car Free Day di Jalan Ahmad Yani. Pawai di sepanjang jalan tersebut dengan tujuan agar bersama menikmati bersama warga Kota Bekasi yang ikut dalam CFD pada pekan ini.

Plt. Wali Kota Bekasi dengan menggunakan baju Eco Print termasuk para jajaran perangkat daerah dengan menggunakan kostum unik daur ulang sampah berupa sampah plastik menjadi kemeriahan pawai pada kali ini.

“Melalui perayaan HPSN tahun ini, kami ingin tunjukkan dan menggugah khalayak luas terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah melalui 3R menjadi produk-produk yang kreatif, bernilai praktis, memiliki estetika tinggi, dan tentunya berguna, agar volume sampah yang dibuang setiap harinya ke TPST Bantargebang semakin berkurang sehingga tidak menumpuk di sana, dan hasil pengolahannya bisa digunakan untuk kemaslahatan bersama,” ujar Tri Adhianto.

Hampir seluruh perangkat daerah mengikuti dengan kostum unik yang berbeda, para aparatur menggunakan baju daur ulang baik dari sampah plastik, sampah daun juga ada yang menggunakan kreasi topi ataupun rok dari sampah plastik.

Para peserta pawai berjalan untuk menampilkan kostum terbaik bagi perangkat daerah, berjalan menuju panggung yang bertempat di Taman Hutan Kota Stadion Patriot Candrabhaga.(**/rls)