Kemacetan Meningkat: Kota Bandung Harus Siap Hadapi Ancaman Macet Total pada 2037

Macet

BANDUNG, Prolite – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan tegas menyatakan bahwa kawasan Bandung Raya menghadapi ancaman serius akan kemacetan total pada tahun 2037.

Beliau mengaitkan masalah ini dengan tren meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor setiap tahun, yang sayangnya tidak diimbangi dengan peningkatan infrastruktur jalan yang memadai.

Permasalahan tersebut semakin diperparah dengan fakta bahwa saat ini Kota Bandung telah melampaui tingkat kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta, sebuah peringkat yang menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas yang mengkhawatirkan

Kota Bandung Mendapat Predikat Kota Ter-Macet di Indonesia

cr. kilasbandungnews

Dalam peringkat kemacetan, Kota Bandung telah mengambil peringkat yang lebih tinggi daripada DKI Jakarta yang duduk di posisi ke-17. Ibu Kota Jawa Barat ini mendapat predikat kota paling macet di Indonesia dan menduduki posisi ke-14 di dunia.

Hal ini mengindikasikan bahwa Kota Bandung kini menghadapi tantangan kemacetan yang lebih kompleks daripada ibu kota negara, Jakarta.

Populasi penduduk Kota Bandung sendiri kini mencapai 2,4 juta individu, sementara jumlah kendaraan yang beredar mencapai 2,2 juta unit. Secara matematis, perbandingan satu banding satu tercipta di mana setiap warga kota rata-rata memiliki satu kendaraan.

Penyajian ini menggambarkan dinamika yang mencolok di tengah hiruk-pikuk keseharian kota ini. Lebih rinci, dari total kendaraan yang ada, sebanyak 1,7 juta unit diantaranya adalah sepeda motor, sementara sisanya terdiri dari 500 ribu kendaraan lainnya.

Data ini menggambarkan betapa tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, dalam menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kota yang semakin padat.

Keadaan ini pun jelas mengindikasikan tingkat kesulitan dan urgensi yang harus segera diatasi untuk memastikan masa depan lalu lintas di kawasan Bandung Raya dapat diatasi dengan efektif.

Bahkan Ridwan Kamil juga menegaskan ini merupakan tingkat eskalasi masalah yang serius dan mendesak. Menurutnya, jika tidak ada tindakan yang segera dilakukan untuk menangani masalah ini, maka seluruh wilayah di dalam kota akan menghadapi kondisi kemacetan yang parah, bahkan mencapai tingkat macet total.

Lalu Bagaimana Solusi dari Pemerintah Terkait Kemacetan Ini?

Cr. kompas

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah mengadakan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas Rencana Transportasi Massal di Cekungan Bandung Raya.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah kemacetan di wilayah tersebut melalui pengembangan sistem transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan.

Pihaknya menyebut ada lima solusi yang tengah disiapkan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. Gubernur Ridwan Kamil telah secara rinci memaparkan dua dari solusi-solusi tersebut.

Pertama, ia menyoroti pentingnya pengelolaan transportasi di wilayah Cekungan Bandung. Lalu, pihaknya juga tengah mempersiapkan moda transportasi massal berupa cable car.

Adapun wilayah Cekungan Bandung, yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan 5 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Dalam usahanya mengatasi permasalahan ini, Gubernur Jawa Barat merancang solusi melalui pendirian Badan Pengelola Cekungan Bandung. Salah satu strategi utama yang diusulkan adalah pembangunan infrastruktur transportasi modern, seperti Bus Rapid Transit (BRT) dan sistem kereta gantung.

“Pada awalnya, BRT diajukan sebagai solusi. Namun, mengingat banyaknya warga Bandung yang tinggal di daerah perbukitan, cable car tampaknya menjadi pilihan terbaik,” ungkapnya.

Solusi ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan transportasi publik yang efisien dan nyaman bagi warga, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang merupakan salah satu penyebab utama kemacetan.

Pentingnya transportasi publik dalam mengurangi kemacetan di Kota Bandung menjadi poin sentral dalam rencana ini. Kekurangan pilihan transportasi publik yang layak dan nyaman seringkali mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan adanya solusi transportasi massal yang lebih efektif dan terjangkau, diharapkan masyarakat akan lebih tertarik untuk beralih menggunakan transportasi publik, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi kemacetan dan dampak negatif lainnya terutama di wilayah Cekungan Bandung.

Diperlukan Setidaknya Lebih dari Rp100 Triliun Untuk Menyelesaikan Masalah

Cr. Milenianews

Ridwan Kamil menyatakan bahwa salah satu dari gagasan solusi transportasi yang telah dipersiapkan akan disampaikan dalam sebuah presentasi kepada Presiden Joko Widodo pada akhir bulan ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya bertekad untuk meminta masukan Presiden mengenai gagasan mana yang paling dapat diimplementasikan dengan mudah.

“Sehingga di masa Presiden Jokowi, ada satu dua transportasi publik di Bandung Raya yang bisa diselesaikan.” imbuh Ridwan Kamil.

Pentingnya dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam proyek transportasi massal ini diakui sangat penting oleh Ridwan.

Menurutnya, sumber dana dari APBD provinsi dan kota/kabupaten tidak akan mencukupi untuk membiayai pembangunan fasilitas transportasi yang skala besar seperti ini.

Menurut perhitungan Ridwan Kamil, diperlukan setidaknya lebih dari Rp100 triliun untuk menyelesaikan masalah transportasi di wilayah Bandung Raya. Angka tersebut mencakup target untuk meningkatkan persentase warga Bandung yang menggunakan transportasi umum dari 13% menjadi 50%.

“Kami akui anggaran daerah tak pernah bisa cukup untuk membiayai proyek semacam ini,” ujarnya.




Hasil Uji Lab Terungkap : Ada 4 Bakteri Penyebab Keracunan Makanan di Cimahi

Hasil Uji Lab

CIMAHI, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Jawa Barat, telah mengungkap hasil uji laboratorium sampel makanan dan air terkait kasus keracunan massal usai kegiatan reses DPRD Kota Cimahi, pekan lalu.

Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, bersama dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Dwihadi Isnalini, menyatakan bahwa pihaknya baru menerima hasil pemeriksaan sampel makanan dari insiden keracunan tersebut.

Cr. Pikiran Rakyat

“Pihak kami telah menerima hasil dari laboratorium, dan selanjutnya kami akan menyerahkannya kepada Polres Cimahi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Mulyati saat berada di Kantor Dinkes Kota Cimahi pada hari Senin, tanggal 31 Juli 2023.

Menu makanan yang disajikan dalam kasus keracunan massal terdiri dari nasi putih, ayam suwir, telur balado, capcay, perkedel jagung, dan sambel. Sementara itu, menu snack boks terdiri dari tuna panada, burger ayam, dan minuman teh kemasan.

Hasil Uji Lab Menunjukan Terdapat Beberapa Jenis Bakteri Yang Terkandung Di Dalam Sampel Makanan

Cr. shutterstock

Melalui pengujian yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), terdapat temuan bakteri Salmonela pada sampel makanan perkedel jagung dan bakteri Staphylococcus aureus pada sampel telur balado.

Sementara itu, pemeriksaan pada sampel air juga menemukan adanya bakteri Coliform. Mulyati menjelaskan bahwa bakteri Coliform yang terdapat pada air tidak bercampur ke dalam makanan karena sampel makanan yang diuji menunjukkan hasil negatif untuk bakteri .

Hasil uji lab pada sampel air baku menunjukkan adanya koloni Escherichia coli (E. coli) di dua titik lokasi vendor penyedia makanan dan snack. Namun, pada pemeriksaan tersebut tidak ditemukan bakteri Salmonella, shigella, atau cholerae.

Meskipun terdapat temuan E. coli sebanyak 1 koloni dan 46 koloni di dua lokasi tersebut, pada pemeriksaan mikrobiologi makanan tidak ditemukan kandungan tersebut kembali. Hal ini menandakan bahwa dalam proses pemasakan, kadar bakteri tersebut tidak masuk ke dalam makanan.

Selain itu, hasil pemeriksaan kimia kesehatan lingkungan juga mengungkapkan adanya nitrit pada sampel makanan capcai. Namun, hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan lainnya seperti nasi putih, sambal, ayam isian burger, ayam suwir, ikan tuna isian panada, serta selada bokor menunjukkan hasil negatif.

Mulyati menjelaskan bahwa. “Pada menu nasi putih, telur balado, ayam suwir, dan sambel kandungan kimiawinya negatif. Pada pemeriksaan sampel toksikologi ditemukan pada menu perkedel jagung dan capcay. Secara besaran angka, jumlah tersebut tidak signifikan dan masih di ambang batas wajar,”

Bakteri Salmonela Diduga Menjadi Penyebab Utama Keracunan Makanan

Cr. halodoc

Ia juga menyatakan bahwa kemungkinan besar penyebab keracunan yang terjadi adalah bakteri Salmonela, mengingat temuan bakteri tersebut pada sampel makanan perkedel jagung.

Sementara itu, Dwihadi Isnalini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, menjelaskan bahwa bakteri Salmonela merupakan salah satu pemicu dari permasalahan diare dan infeksi pada saluran usus manusia, yang juga dapat menyebabkan gejala keracunan makanan.

“Salmonela ini juga dapat menyebabkan penyakit tifus. Jadi, gejalanya mirip dengan yang tergambarkan pada pasien (keracunan makanan), seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, dan adanya demam,” kata Dwihadi.

Meskipun begitu, pihak Dinkes menyatakan bahwa mereka tidak berwenang untuk menyimpulkan hasil uji laboratorium sebagai penyebab keracunan yang dialami oleh warga Padasuka dan sekitarnya.

Mulyati menegaskan bahwa perannya adalah untuk menyajikan data dan temuan dari hasil uji lab kepada pihak berwenang, dalam hal ini adalah Polres Cimahi, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Saya tidak dalam kapasitas menyimpulkan penyebab keracunan. Hasil uji lab ini kami serahkan ke Polres Cimahi untuk kepentingan penyelidikan,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak Dinkes bertindak sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab mereka sebagai instansi kesehatan yang melakukan uji laboratorium.

Tanggung jawab untuk menyimpulkan dan mengungkap penyebab keracunan berada di bawah wewenang penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Cimahi.




Keberanian Pengemudi Ojol : Berhasil Menyelamatkan Penumpang dari Penyanderaan

Pengemudi Ojol

JAKARTA. Prolite – Seorang pengemudi ojol bernama Achmad Rifyannur (26) telah berhasil menyelamatkan penumpangnya yang bernama Gira dari penyanderaan komplotan penipu yang menyamar sebagai perusahaan lowongan kerja di Kota Bekasi.

Kronologi Awal Dari Sudut Pandang Pengemudi Ojol

Semua dimulai ketika pengemudi ojol yaitu Achmad menerima pesanan ojol dari seseorang bernama Gira dengan alamat di ruko Grand Central Galaxy, Bekasi Selatan, pada hari Selasa (25/7/2023) pagi.

Achmad menceritakan, “Awalnya, setelah saya selesai makan nasi kuning di daerah Galaxy, sekitar jam 8 pagi, saya mendapat order atas nama Gira. Jarak tempuhnya sekitar 800 meter untuk menjemput CS (customer).” ungkap Achmad saatdihubungi pada Kamis (27/7/2023).

Achmad merasa curiga dengan isi chat personal yang dikirim oleh penumpangnya. Alasannya adalah karena sang penumpang secara langsung mengungkapkan rasa ketakutannya ketika tengah berada di dalam ruko tersebut.

isi chat pengemudi ojol dengan penumpangnya –  Cr.

Setelah membaca pesan dari Gira, Ahmad merasa bingung dan ingin mengetahui alasan di balik kegemetarannya dan niatnya untuk kabur.

Tak berlangsung lama, Gira pun segera memberikan penjelasan tentang kondisinya. Dia menceritakan bahwa saat itu dia berada di dalam sebuah ruko, sedang berusaha melamar pekerjaan.

“Akhirnya dia menjelaskan bahwa dia berada di dalam ruko sedang melamar kerja tetapi tempat tersebut diindikasi sebagai loker (lowongan kerja) penipuan,” jelasnya.

Mendengar cerita Gira, Ahmad langsung memahami situasi dan menyadari bahwa ada banyak kasus penipuan loker di ruko-ruko di sekitar tempat tersebut. Tanpa ragu, Ahmad mengambil tindakan cepat dan segera menuju tempat di mana Gira berada untuk menjemputnya.

Setelah tiba di depan pintu masuk ruko, Ahmad langsung berhadap-hadapan dengan dua atau tiga penjaga keamanan yang menatap wajahnya dengan tajam. Dengan tekad bulat, dia siap menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.

“Saat itu, saya lillahi ta’ala saja. Saya siap untuk mengambil resiko apa pun,” ucap Ahmad.

Beruntungnya, situasi tersebut tidak berakhir dalam perkelahian fisik. Ahmad dengan cerdik dan tenang berhasil membawa Gira keluar dari ruko tersebut tanpa harus berselisih dengan para penjaga keamanan.

Saat dalam perjalanan mengantar penumpangnya untuk kabur dari lokasi, Ahmad tidak melepaskan pertanyaan. Dia ingin mengetahui secara kronologis bagaimana Gira bisa terjebak di dalam ruko dan menjadi korban dari penipuan loker tersebut.

Kronologi Dari Sudut Pandang Korban Melalui Pengemudi Ojol

sosok pengemudi ojol bernama Achmad – Cr. Tribunnews

Achmad mengungkapkan bahwa Gira, penumpangnya, berniat melamar pekerjaan di Kota Bekasi dan berangkat pagi-pagi buta dari kosannya di wilayah Jakarta Barat dengan menaiki kereta api.

Gira mengungkapkan bahwa dia mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan dari sebuah aplikasi pencari kerja online.

“Dia bilang sebelumnya ia melamar pekerjaan melalui Jobstreet, dengan nama perusahaan A dan lokasi di Jakarta, dan di Jobstreet disebutkan bahwa pelamar tidak dikenai biaya apapun,” jelas Achmad.

Namun, ketika dia menerima panggilan untuk wawancara, dia menyadari bahwa alamat dan nama perusahaan yang tertera dalam panggilan tersebut berbeda dengan informasi yang dia lihat di aplikasi Jobstreet.

“Alamat perusahaan tersebut ternyata berada di Bekasi dan nama PT-nya juga berbeda dari yang dia apply di Jobstreet,” tambahnya.

Gira mengungkapkan kepada Ahmad bahwa dia merasa seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD (Human Resources Department). Bahkan saat dia datang untuk melamar kerja, dia langsung dipaksa membayar Rp 1,5 juta sebagai biaya administrasi.

Meskipun takut, Gira berharap bahwa dengan membayar biaya tersebut, dia memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Akibatnya, dia merelakan uang sebesar Rp 350 ribu untuk membayar biaya tes.

Namun, kekecewaan pun datang karena tidak ada tes apapun yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap para pelamar. Alih-alih mendapat peluang kerja, Gira bersama dengan para pelamar lainnya, dipaksa untuk naik ke lantai dua.

Di sana, HRD menjelaskan bahwa ada biaya administrasi yang bisa dicicil, tetapi mereka menekankan agar para pelamar membayar Rp 1,5 juta pada hari itu juga.

“Disuruh bayar Rp 1,5 juta hari ini harus ada. Kalau enggak ada, diperintahkan untuk pinjam uang ke orangtua, saudara, atau tetangga. Maka dari itu sebabnya kenapa customer saya mau kabur,” ujar Achmad.

Merasa tertipu dan terjebak di dalam Ruko, Gira mengambil inisiatif dengan memesan ojek online agar bisa kabur dari situasi berbahaya tersebut.

Awalnya, ketika ditanya oleh komplotan penipu, Gira menyatakan bahwa dia sedang memesan makanan melalui ojek online dan meminta izin untuk keluar dari Ruko. Namun, usaha tersebut gagal karena para komplotan melarangnya untuk meninggalkan tempat tersebut.

Tidak menyerah, Gira mencari cara lain untuk melarikan diri. Dia berpura-pura meminta izin untuk pergi ke toilet yang terletak di lantai satu Ruko, sambil mengatur rencana dengan Ahmad untuk menjemputnya di depan pintu Ruko.

Begitu dia mengetahui bahwa Ahmad sudah ada di depan pintu, Gira segera berlari dari dalam toilet menuju pintu keluar, dan dengan bantuan Ahmad, mereka berhasil kabur dari Ruko yang berlokasi di Kota Bekasi tersebut.

Kecerdikan Gira serta keberanian Ahmad yang merupakan seorang pengemudi ojol dalam situasi yang menegangkan ini berhasil menyelamatkan Gira dari bahaya dan penipuan yang mengancamnya.

Kisah ini menunjukkan pentingnya berhati-hati dan bijaksana dalam menghadapi situasi yang tidak aman. Tetaplah berhati-hati terhadap penipuan lowongan kerja yang sedang marak terjadi saat ini.

Mari kita apresiasi pengemudi ojol ini sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya. Kita juga ucapkan terimakasih kepada para pengemudi ojol yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk membantu para penumpangnya.




Penanaman 1000 Mangrove : Kota Cirebon Perkuat Langkah Perlindungan Lingkungan

mangrove

CIREBON, Prolite – Merayakan Hari Mangrove Dunia Tingkat Nasional, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara (FLHBN) terus menunjukkan semangatnya dalam menjaga lingkungan sekitar pesisir pantai Cirebon.

Tahun ini merupakan tahun ke-5 mereka kembali mengadakan inisiasi penanaman pohon mangrove.

Cr.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi 200 orang dari berbagai unsur masyarakat dan berlokasi di Jalan Kalijaga Raya Api-Api, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada tanggal 26 Juli 2023.

Ketua FLHBN Cirebon, Dany Jaelany, menyatakan bahwa tema yang diusung pada kegiatan penanaman pohon bakau tahun 2023 adalah “Mamo My Darling” (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan).

“Ini acara tahun ke-5 ya, dan tentunya berharap bisa memberikan manfaat yang baik untuk lingkungan pantai di Cirebon, kita jaga pantai kita dengan Mangrove,” ujar Dany.

Berbagai Unsur Pimpinan Daerah Mengikuti Kegiatan Menanam Pohon Mangrove

mangrove
Cr. radarcirebon

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Moh. Dhani Jaelani SSos, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bukti nyata bahwa elemen masyarakat peduli terhadap kelestarian ekosistem lingkungan, terutama di kawasan pantai.

“Insya Allah hari ini kita akan menanam 1000 pohon bakau dalam rangka pelestarian lingkungan dan rasa sukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat makanya kita harus menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.

Maka dari itu, sebagai upaya untuk menarik perhatian masyarakat terhadap kegiatan ini, seluruh unsur pimpinan daerah diajak untuk berpartisipasi dalam upaya peduli terhadap lingkungan, terutama di sekitar pantai yang belakangan ini mengalami ancaman akibat abrasi dan banjir.

Tak lupa ia pun mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan hidup untuk keberlangsungan generasi mendatang.

Dra. Hj. Eti Herawati, Wakil Wali Kota Cirebon, hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan yang ke-5, yang menunjukkan komitmen yang kuat untuk selalu melakukan pelestarian lingkungan.

“Kami tentunya Pemerintah Kota Cirebon mendukung terus aksi-aksi yang berkaitan dengan penghijauan dan Mamo my darling ini sudah berjalan selama 5 tahun, saya sangat mengapresiasi itu dan kita juga unsur pemerintah selalu mencoba untuk melakukan berbagai penghijauan terlebih disekitar pantai Cirebon,” ucap Hj. Eti.

Cr. koranprogresif

Beliau mengajak semua orang untuk menyayangi dan merawat lingkungan, khususnya dalam hal penanaman 1000 mangrove kali ini. “Siapa lagi kalo bukan kita yang menyayangi dan merawat lingkungan, untuk penanaman mangrove hanya satu yaitu, perawatan untuk sama bagaimana kita dan merawat 1000 mangrove yang akan dan sudah kita tanam kali ini,” tambahnya.

Menurutnya, penanaman saja tidak cukup, tapi perawatan juga sangat penting. Diperlukan upaya perawatan yang baik agar pohon-pohon mangrove dapat bertahan dan tetap berfungsi dengan baik meskipun dihadapkan dengan ombak dan perubahan iklim. Dengan demikian, hasil dari upaya penanaman ini dapat tetap maksimal.

Prabu Diaz, Ketua Pelaksana penanaman 1000 ribu Pohon Mangrove Mamo, juga menyatakan semangat yang sama. Beliau mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi masyarakat dan unsur lainnya dalam kegiatan Penanaman Pohon Mangrove Mamo My Darling atau Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan yang telah berhasil terlaksana dengan baik.

“Alhamdulilah acara sukses dan mari kita semangat jaga lingkungan pantai dan usai penanaman Pohon Mangrove ia dan sejumlah piha akan konsen dan fokus dalam menjaga dan merawatnya sampai tumbuh besar,” tegas Prabu Diaz.




Yayat Hendayana Berpulang : Tanah Sunda Kehilangan Tokoh Budayawan dan Jurnalis Senior

Yayat Hendayana

BANDUNG, Prolite – Rabu, 26 Juli 2023, tanah sunda kehilangan seorang tokoh budayawan Kota Bandung sekaligus sorang wartawan senior, Yayat Hendayana.

Berita duka menyatakan bahwa beliau meninggal dunia pada usia 80 tahun. Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum berpulang.

Saat ini, jenazah Yayat Hendayana disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Buana Sari 1 No 6, Jalan Logam, Kota Bandung, sebelum akhirnya dikebumikan.

Plh Wali Kota Bandung, Ema Surmarna, turut menyampaikan belasungkawa atas kabar duka tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya turut berduka. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ucap Ema.

Selain itu, Ema juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.

Kehidupan dan Kiprah Yayat Hendayana Sebagai Seorang Budayawan dan Wartawan

Facebook Yayat Hendayana

Yayat Hendayana, seorang tokoh budayawan dan wartawan senior, dilahirkan di Bandung pada tanggal 7 Juni 1943.

Di masa mudanya, ia mengejar pendidikan di Akademi Teater dan Film Bandung pada tahun 1965. Selain itu, ia juga mengambil kuliah di bidang Sastra Sunda di Universitas Padjadjaran.

Perjalanan pendidikan Yayat tidak hanya berhenti di dalam negeri. Ia mendapatkan kesempatan yang luar biasa ketika menerima beasiswa dari UNESCO untuk melanjutkan studi di International Institute of Journalism di Berlin, Jerman. Di sana, ia menimba ilmu dan pengalaman yang berharga dalam dunia jurnalisme internasional.

Selain aktif di dunia teater, Yayat Hendayana juga merupakan seorang penyair dan penulis cerita pendek yang berbakat. Karyanya yang penuh inspirasi sering dimuat di berbagai media terkemuka seperti Pikiran Rakyat, Budaya Jaya, Horison, Majalah Sunda, Mangle, dan Gondewa.

Pengakuan atas kualitas karyanya tidak hanya datang dari pembaca, tetapi juga dari Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBBS) yang memberikan penghargaan kepadanya pada tahun 1998.

Buku kumpulan sajak Sunda karyanya, antara lain, adalah “Katiga” (Kemarau, 1979), “Sasambat” (2005), dan “Doa Angkatan Kami”.

Tidak hanya berkarier sebagai penyair dan penulis, Yayat juga memiliki peran penting dalam dunia editorial. Ia pernah menjabat sebagai redaktur majalah Mangle dari tahun 1968 hingga 1972, redaktur Gondewa dari tahun 1972 hingga 1975, dan redaktur di Pikiran Rakyat.

Tak hanya berkiprah dalam dunia sastra dan jurnalisme, Yayat Hendayana juga terlibat aktif di berbagai organisasi dan bidang kebudayaan.

Ia merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia dan terlibat dalam Pengurus Badan Pertimbangan Kebudayaan Jawa Barat. Selain itu, ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandung dari tahun 1982 hingga 1987.

Kehidupan dan kiprah Yayat Hendayana sebagai seorang budayawan, wartawan, penyair, penulis, dan aktivis budaya memberikan sumbangan berarti bagi perkembangan seni dan budaya, serta jurnalisme di Indonesia.

Ia adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dan warisan karyanya akan tetap dikenang dan diapresiasi oleh generasi-generasi mendatang. Kami, segenap tim redaksi mengucapkan turut berbela sungkawa.




Seorang Siswi Berani Utarakan Aspirasi ke Jokowi Mengenai PPDB 2023

Siswi

JAKARTA, Prolite – Sebuah video yang menampilkan seorang siswi di Bantar Gebang, Bekasi, sedang menyampaikan curahan hati kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjadi viral di media sosial.

Dalam curhatannya, siswi tersebut mengungkapkan betapa banyak temannya yang tidak dapat melanjutkan sekolah akibat polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Menurutnya, banyak dari mereka curiga bahwa ada pungutan dalam proses PPDB yang membuat mereka tak bisa diterima di sekolah negeri.

Dengan penuh semangat, Key, demikian nama siswi tersebut, kemudian mengundang Jokowi untuk mengunjungi Bantar Gebang dan melihat sendiri kondisi anak-anak yang menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan.

cr.

Dalam video yang beredar, terlihat Key memegang foto Jokowi, sebagai simbol harapannya agar permasalahan PPDB di daerahnya dapat diperhatikan dan diatasi dengan bijaksana.

Pada Selasa (25/7/2023), Stafsus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini menyatakan akan mengecek informasi terkait video viral yang telah disebutkan sebelumnya.

Dengan tanggapannya, “Saya coba cek ya,” Faldo menunjukkan komitmen untuk memverifikasi kebenaran konten dalam video tersebut sebelum memberikan respons lebih lanjut terkait isu yang sedang berkembang.

Pemkot Buka Suara Terkait Curhatan Siswi Tersebut

cr. gobekasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memberikan tanggapan terhadap video viral yang menampilkan seorang anak perempuan yang melaporkan sulitnya teman-teman seumurannya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di Bantar Gebang kepada Presiden Jokowi.

Kepala Disdik Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar, menganggap video tersebut sebagai bentuk kepedulian dari siswa dan warga Kota Bekasi terhadap rekan-rekan mereka yang menghadapi kesulitan tersebut. Dia menyatakan sangat mengapresiasi inisiatif siswi tersebut dalam menyuarakan permasalahan ini.

Selain memberikan apresiasi, Pemkot Bekasi berharap agar seluruh lulusan SD di 12 kecamatan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, baik itu di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Dengan demikian, Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih baik dan merata bagi seluruh anak-anak di wilayahnya.

Data Jumlah Lulusan Siswa SD di Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi

kumparan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar, juga memberikan data yang mengklarifikasi situasi terkait jumlah lulusan siswa dan siswi SD di Kecamatan Bantar Gebang.

Jumlah lulusan siswa dan siswi SD se-Kecamatan Bantar Gebang mencapai anak dengan persentase kelulusan 100 persen dari total 26 SD yang terdiri atas 17 SD negeri dan 9 SD swasta.

Sementara, daya tampung sekolah SD negeri hanya mencapai siswa kelas 7 yang telah diterima di SMPN 27, 31, 49, dan USB 59, serta siswa yang bersekolah di 7 SMP swasta yang berada di Kecamatan Bantar Gebang.

Menanggapi data ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar, menyatakan bahwa kurang tepat apabila ada kesan bahwa ribuan siswa tamatan SD di Bantar Gebang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP.

Hal ini dikarenakan daya tampung SMP negeri yang terbatas. Untuk siswa yang tidak dapat diterima di SMP negeri, mereka tetap bisa bersekolah di SMP swasta dengan bantuan dari pemerintah.

Pemkot Bekasi Telah Menyiapkan 3 Program

Cr. Karawang Bekasi Ekspres

Pemkot Bekasi memiliki tiga program yang dapat disalurkan untuk pembiayaan pendidikan di sekolah swasta.

Program tersebut meliputi Bantuan Operasional Sekolah Pusat (BOSP) yang bersumber dari dana APBN, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dari dana APBD Pemkot Bekasi, dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari APBD Pemkot Bekasi.

Dengan adanya program-program ini, diharapkan para siswa dapat tetap melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dan mendapatkan bantuan yang diperlukan untuk mengakses pendidikan dengan lebih baik.

Komitmen Pemkot Bekasi dalam menyediakan berbagai program bantuan pendidikan untuk siswa di sekolah swasta menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa setiap anak di Bantar Gebang memiliki kesempatan yang sama dalam meraih akses dan kualitas pendidikan yang layak.

Selain program bantuan dari Pemkot Bekasi, terdapat pula bantuan beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada siswa SMPS (Sekolah Menengah Pertama Swasta) di Bantar Gebang sebesar Rp 2,4 juta per siswa per tahun.

Beasiswa ini merupakan tambahan khusus untuk siswa kurang mampu di Bantar Gebang, dan menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pendidikan bagi siswa yang membutuhkan di wilayah tersebut.

Selanjutnya, rincian hak siswa di SMP swasta di Kota Bekasi adalah sebagai berikut:

  1. Bantuan Operasional Sekolah Pusat (BOSP) dari APBN sebesar Rp per tahun.
  2. Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dari APBD Pemkot Bekasi sebesar Rp per siswa per bulan.
  3. Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari APBD Pemkot Bekasi sebesar Rp per siswa per bulan.

Dengan menggabungkan bantuan-bantuan tersebut, maka biaya sekolah di sekolah swasta dapat mendapatkan subsidi sekitar Rp 275 ribu per bulan.

Selain itu, Pemkot Bekasi telah menjalankan kerja sama dengan 109 sekolah swasta untuk dapat menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Dengan demikian, upaya Pemkot Bekasi untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa di wilayahnya terus ditingkatkan melalui berbagai program dan bantuan yang tersedia.

“Artinya jika digabung, biaya sekolah di swasta per bulan sudah dapat subsidi sekitar Rp 275 ribu per bulan. Dinas Pendidikan saat ini sudah kerja sama dengan 109 sekolah swasta untuk dapat menampung siswa yang tidak lolos di sekolah negeri,” ujar Uu Saeful.




Asia Africa Festival 2023 Siap Digelar Lebih Meriah Setelah Vakum Selama Pandemi

Asia Africa

BANDUNG, Prolite – Kabar gembira untuk warga Kota Bandung! Pemerintah Kota Bandung akan kembali menggelar “Asia Africa Festival (AAF)”!

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, acara ini akan digelar pada 29 Juli 2023 mendatang. Event ini kini hadir kembali setelah sebelumnya vakum selama pandemi Covid-19.

AAF 2023 diprediksi akan menjadi lebih meriah daripada tahun 2020 lalu. Pasalnya, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, telah menyatakan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dari negara tetangga dan kabupaten kota lain.

Jadwal Asia Africa Festival Bandung 2023

Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna – Berita majalengka

“Melalui kegiatan ini, kita juga dapat memperkenalkan potensi yang ada di Kota Bandung. Akan ada 4-5 negara yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Semoga semuanya berjalan dengan baik,” ujar Ema pada Minggu (23/7/2023).

Gelaran AFF 2023 ini akan berlangsung hanya sehari, yaitu pada tanggal 29 Juli saja dan terjadwal dari pukul hingga WIB.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas selama acara berlangsung.

“Sudah dilakukan oleh Disbudpar dan Kepolisian. Sudah ada kesepakatan mengenai bagaimana pengalihan arus lalu lintas nanti. Saya juga tidak akan mengizinkan acara berlangsung hingga malam. Acara ini hanya berlangsung sampai pukul WIB. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Ema.

Persiapan Festival Sudah Mencapai 70%

Ratnarahayu Pitriyati – Humas Kota Bandung

Sementara itu, Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian Pertama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ratnarahayu Pitriyati, menjelaskan bahwa memasuki H-7 (tujuh hari sebelum acara) menjadi periode yang mendebarkan baginya sebagai penyelenggara teknis.

“Langkah yang sedang kami lakukan saat ini adalah memastikan kembali koordinasi dengan pihak kepolisian terkait arus lalu lintas di sekitar Asia Afrika. Sebab, ketika jalan ini ditutup, tentunya akan ada rekayasa lalu lintas antara kepolisian dengan Dishub Kota Bandung,” jelas Ratna.

Ratna juga menekankan bahwa Jalan Asia Afrika termasuk jalan strategis di Kota Bandung, sehingga saat jalan ini ditutup, perlu dilakukan pengalihan arus lalu lintas yang efektif.

JurnalMedia

Dari segi kesiapan, ia menyatakan bahwa pihaknya sudah siap sebesar 70 persen. Saat ini, sudah ada konfirmasi partisipasi dari beberapa negara yang akan ikut serta dalam acara tersebut.

Saat ini, sudah ada konfirmasi dari 4 negara yang akan berpartisipasi dalam acara ini. Negara-negara lainnya masih menunggu undangan resmi dari Kementerian Luar Negeri sebelum dapat mengkonfirmasi keikutsertaannya.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara akan memaksimalkan partisipasi dari negara-negara yang sudah terkonfirmasi. “Bagaimanapun juga ini merupakan hajat pertama yang cukup lumayan besar setelah pandemi,” ujar Ratna.

Selain negara-negara, ada juga 13 komunitas yang akan berpartisipasi dalam pawai di sepanjang Jalan Asia Africa. Total peserta pawai berjumlah 250 orang.

Mereka akan mengenakan pakaian khas dari masing-masing negara yang mereka wakili, sehingga akan menjadi sebuah perwakilan kultural yang menarik.

Selain itu, terdapat juga 6 kabupaten kota lainnya yang berminat untuk ikut serta dalam acara Asia Africa Festival ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut event tersebut.

Dia juga memastikan bahwa acara yang akan digelar ini akan dimulai dari pukul WIB hingga sebelum waktu Magrib. Artinya, saat azan Magrib berkumandang, semua kegiatan akan berakhir.

Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi yang terlalu ramai jika acara masih berlangsung hingga malam hari. Penyelenggara menganggap penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan semua peserta.

Ia juga menambahkan, salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan AAF adalah untuk memperkenalkan kembali Konferensi Asia Africa yang pernah berlangsung di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955.

“Mengingatkan juga kepada masyarakat jika Kota Bandung ini juga punya sejarah dulunya, ada momen penting saat itu. Ini juga bisa mempererat negara-negara inisiasi Asia Afrika dan melakukan historical work,” ucapnya.




Menghadapi Musim Kemarau, Plh Wali Kota Bandung Tekankan 2 Hal Penting

prakiraan musim kemarau 2023

BANDUNG, Prolite – Akan memasuki musim kemarau, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan selalu waspada terhadap potensi bencana alam.

Hal ini terkait dengan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kota Bandung, yang mencatat suhu minimum Bandung telah mencapai 17 derajat celsius dalam 5 hari terakhir (14-18 Juli 2023), meskipun seharusnya memasuki musim kemarau.

Jaga Kesehatan dan Waspada Bencana Untuk Hadapi Musim Kemarau

Musim Kemarau
Foto : Humas Kota Bandung

“Kita merasakan ada perubahan iklim yang tidak seperti biasanya, dengan udara yang sangat dingin. Kemungkinan ini menandakan masuknya musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan,” ujar Ema Sumarna dalam keterangannya di Balai Kota Bandung, pada Kamis, 20 Juli 2023.”

Selain itu, Ema juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran saat musim kemarau tiba.

Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, Ema Sumarna meminta Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin dapat terjadi.

Tindakan proaktif ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran dan membantu melindungi lingkungan dari ancaman yang bisa timbul selama musim kemarau.

“Kita saling berbagi untuk mengingatkan, biasanya dalam masa seperti ini, potensi kebakaran cukup tinggi. Untuk Diskar, diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi, terutama dengan terpaan angin yang lebih kencang,” ungkap Ema Sumarna.

Tak hanya itu, Ema juga memberikan instruksi kepada aparat kewilayahan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai upaya mitigasi bencana.

“Para relawan di kewilayahan juga dapat dioptimalkan agar mereka dapat terus mengingatkan warga di sekitar,” tambah Ema Soemarna.

Dengan menggalakkan kesadaran dan kerja sama antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan risiko bencana kebakaran saat musim kemarau bisa diminimalisir dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana alam dapat ditingkatkan.

Baca juga artikel berikut terkait informasi serupa :

BMKG : Ada 2 Faktor Suhu Udara di Bandung Terasa Lebih Dingin




BMKG : Ada 2 Faktor Suhu Udara di Bandung Terasa Lebih Dingin

Suhu Udara

BANDUNG, Prolite – Suhu udara di Bandung Raya terasa lebih dingin belakangan ini terutama pada malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut.

Menurut Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, suhu udara yang lebih dingin di Bandung adalah fenomena alamiah yang terjadi saat memasuki puncak musim kemarau, yang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh BMKG sejak Jumat (14/7) hingga Rabu (19/7), terjadi penurunan suhu udara di Bandung. Berikut adalah data suhu tersebut:

  • Tanggal 14: Suhu di Bandung mencapai 19 ⁰C, sedangkan di Lembang mencapai 16,80 ⁰C.
  • Tanggal 15: Suhu di Bandung mencapai 19,9 ⁰C, sedangkan di Lembang mencapai 16,8 ⁰C.
  • Tanggal 16: Suhu di Bandung mencapai 20 ⁰C, sedangkan di Lembang mencapai 16,8 ⁰C.
  • Tanggal 17: Suhu di Bandung mencapai 19,4 ⁰C, sedangkan di Lembang mencapai 16,2 ⁰C.
  • Tanggal 18: Suhu di Bandung mencapai 17 ⁰C, sedangkan di Lembang mencapai 15,4 ⁰C.

Faktor yang Menyebabkan Suhu Udara Terasa Dingin

Suhu Udara
Foto: antara foto/Raisan Al Farisi

Siang Hari yang Terik Tanpa Adanya Awan

Menurut Teguh, ada beberapa faktor yang menyebabkan suhu udara di Bandung terasa lebih dingin. Pertama, sinar matahari yang terik pada siang hari tanpa adanya awan.

Hal ini menyebabkan permukaan bumi menerima radiasi matahari secara maksimal. Pada malam hari, bumi melepaskan energi yang disimpannya akibat radiasi tersebut.

Teguh menjelaskan, “Karena tidak ada awan, radiasi yang terperangkap di permukaan bumi akan dilepaskan secara maksimal pada malam hari hingga dini hari.”

Hal ini mengakibatkan cepatnya pendinginan permukaan bumi karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum yang sangat rendah atau udara dingin yang ekstrem terjadi pada malam hingga dini hari.

Adanya Angin Monsun Australia

utakatikotak

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan suhu udara menjadi dingin adalah adanya musim dingin di wilayah Australia. Teguh menjelaskan bahwa pola tekanan udara yang tinggi di Australia berperan dalam pergerakan massa udara dingin ke Indonesia, yang dikenal sebagai angin monsun Australia.

“Angin monsun Australia juga merupakan penyebab utama musim Kemarau di Indonesia. Angin ini membawa suhu dingin dari wilayah Australia ke wilayah Indonesia, terutama di Belahan Bumi Selatan (BBS),” jelasnya.

Fenomena suhu dingin yang sedang terjadi di Kota Bandung dan sekitarnya diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus 2023, dan suhu akan kembali menghangat pada bulan September.

Teguh menekankan, “Masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena ini, karena suhu dingin saat puncak musim kemarau adalah hal yang wajar terjadi, terutama di wilayah Indonesia di BBS. Masyarakat diharapkan untuk bersiap dengan menggunakan jaket atau selimut di malam hari, serta menjaga stamina tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit potensial,” ujarnya.




Polemik PPDB Kota Cimahi 2023: Guru Sekolah Swasta Serukan Transparansi dan Keadilan

PPDB Kota Cimahi

CIMAHI, Prolite – Pelaksanaan PPDB Kota Cimahi tahun 2023 memunculkan berbagai polemik.

Puncaknya pada Senin, 17 Juli 2023, hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024 diwarnai aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cimahi.

Aksi tersebut digelar oleh Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kota Cimahi, puluhan guru swasta dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cimahi.

Mereka menuntut perbaikan penerapan PPDB Kota Cimahi yang justru memicu pelanggaran aturan oleh sekolah.

Mereka mengecam seleksi PPDB Kota Cimahi 2023/2024 yang diduga penuh kecurangan oleh sekolah negeri dan dianggap tidak memperhatikan nasib sekolah swasta SD-SMP.

Diketahui, pelanggaran dan kecurangan ini bukan hanya terjadi di daerah Jawa Barat saja, namun banyak juga di daerah-daerah lainnya.

Ada 3 Tuntutan yang Disampaikan Dalam Aksi Unjuk Rasa Terkait PPDB Kota Cimahi

hilman kamaludin/tribun jabar

Aksi tersebut dimulai pada pukul WIB, di mana peserta aksi membentangkan spanduk dan pamflet serta secara bergantian menyuarakan tuntutan mereka.

Ketua FMPP Kota Cimahi, Ahmad Rofi’i, menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut ada tiga tuntutan yang disampaikan.

Pertama, mereka menuntut agar PPDB Kota Cimahi dievaluasi secara menyeluruh.

Kedua, mereka menginginkan adanya sanksi bagi kepala sekolah negeri yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan Wali Kota Cimahi tentang PPDB Kota Cimahi.

Dan ketiga, mereka meminta evaluasi terhadap sistem zonasi yang berlaku saat ini, karena diduga terjadi banyak kecurangan. Ahmad menegaskan pentingnya pemenuhan tuntutan-tuntutan tersebut.

Pasalnya, menurut Ahmad, kuota rombongan belajar di sekolah negeri telah melanggar SK Wali Kota Cimahi nomor 420 tentang PPDB Kota Cimahi.

Meskipun standar pelayanan minimal (SPM) rombongan belajar telah ditetapkan, namun faktanya kuota tersebut justru melebihi standar yang telah ditentukan.

Ahmad juga mengungkapkan dugaan bahwa sekolah negeri melakukan penambahan siswa per rombongan belajar antara 1 hingga 3 orang.

Selain itu, mereka diduga juga membuat kelas bayangan untuk memfasilitasi siswa-siswa titipan.

Hal ini memberikan dampak negatif bagi sekolah swasta yang mengalami penurunan minat pendaftaran setiap tahunnya.

Pada tahun ini, hanya sekitar siswa lulusan SD yang memilih masuk ke 32 sekolah SMP swasta di Kota Cimahi.

Sementara total lulusan SD mencapai siswa, yang berarti sekitar siswa memilih sekolah negeri.

Hal ini menunjukkan bahwa sekolah negeri memiliki jumlah siswa yang sangat banyak.

“Pelanggaran sudah turun-temurun, kami sekolah swasta sangat sabar tapi sekolah negeri semakin serakah. Dugaan kecurangan kami sebut zonatif atau zona titipan. Hal itu merusak sistem penerimaan di sekolah swasta, dimana sudah tidak kebagian murid akibat ulah sekolah negeri,” ujar Ahmad.

Foto : peserta aksi

Menurut Ahmad, sistem zonasi dalam PPDB Kota Cimahi juga justru memunculkan potensi kecurangan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan orangtua siswa.

Mereka mencari celah agar anak-anak mereka dapat diterima di sekolah negeri.

“Zonasi justru saya kira tidak efektif, dengan niat mendekatkan siswa dengan sekolah di dekat rumahnya, justru yang terjadi untuk mencari siswa tambahan dengan alasan dari masyarakat,” tutur Ahmad.

Terakhir, pihak FMPP Kota Cimahi meminta agar Pemerintah Kota Cimahi melakukan penyelidikan dan tindak lanjut terhadap dugaan kecurangan dalam PPDB Kota Cimahi tahun 2023.

“Jika terbukti, kepala sekolah negeri yang diduga melakukan pelanggaran terhadap surat keputusan Wali Kota harus ditindak secara tegas sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Ahmad.

Tak Terlalu Membuahkan Hasil Yang Manis

Sayangnya, aksi tersebut tidak terlalu membuahkan hasil positif karena tidak ada anggota dari Komisi 4 DPRD Kota Cimahi, terutama Ketua DPRD Kota Cimahi Ir. H. Achmad Zulkarnain, MT yang menemui peserta aksi.

Namun setelah menunggu beberapa saat, Sekretaris DPRD Kota Cimahi, Totong Solehudin, akhirnya menemui peserta aksi.

Ia menjelaskan bahwa jajaran DPRD Kota Cimahi sedang berada di luar daerah karena sedang melaksanakan tugas kunjungan kerja (kunker) atau dinas luar daerah untuk kegiatan komisi.

Foto : peserta aksi

Meskipun anggota DPRD tidak hadir secara langsung, kehadiran Sekretaris DPRD Kota Cimahi memberikan kesempatan bagi peserta aksi untuk menyampaikan tuntutan mereka dan juga menandatangani aspirasi atau tuntuan tersebut.

“Kami bagian dari Pemkot Cimahi, namun bertugas mendampingi jajaran DPRD Kota Cimahi. Setiap tamu yang hadir akan kami terima, begitu juga dengan aspirasi akan disampaikan kepada pihak yang dituju,” kata Totong.

Setelah itu, peserta aksi akhirnya membubarkan diri dengan niat untuk kembali ke gedung DPRD Kota Cimahi di lain waktu.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi belum memberikan respons atau konfirmasi terkait permintaan yang diajukan.