Musim Hujan Segera Tiba! BMKG Mengungkap Prakiraan Cuaca untuk Bulan Oktober

musim hujan

JAKARTA, Prolite – Prakiraan Musim Hujan 2023/2024, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan akan mengalami Awal Musim Hujan pada bulan Oktober hingga Desember 2023.

Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 477 ZOM atau 68,24% diprakirakan akan mengalami awal musim hujan pada periode tersebut.

Namun, jika dibandingkan dengan normal awal musim terdapat 446 ZOM atau 63,81% yang diprakirakan mengalami mundur dalam awal musim hujan.

Wilayah lainnya, sebanyak 56 ZOM atau 8,01%, diperkirakan akan sama dengan normalnya, sementara 22 ZOM atau 3,15% diprakirakan akan mengalami awal musim yang lebih awal dari biasanya.

Berikut Peta Perbandingan Prakiraan Awal Musim Hujan 2023/2024 dari BMKG

Perkiraan cuaca selama Musim Hujan 2023/2024 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu sebanyak 566 Zona Musim (ZOM), sekitar 80,97%, diperkirakan akan mengalami sifat hujan normal.

Ini menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah-wilayah ini akan berada dalam rentang yang dianggap normal untuk musim yang akan menyapa bulan Oktober ini.

Di sisi lain, sekitar 64 ZOM atau sekitar 9,16% diperkirakan akan mengalami hujan bawah normal. Ini berarti wilayah-wilayah ini mungkin akan mengalami curah hujan yang lebih rendah dari yang biasanya terjadi.

Ada juga sekitar 69 ZOM atau sekitar 9,87% yang diprakirakan akan mengalami hujan atas normal. Ini menunjukkan bahwa di wilayah-wilayah ini, curah hujan dapat melebihi rata-rata yang biasanya terjadi selama musim hujan.

Puncaknya di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2024, dengan sebanyak 385 ZOM atau 55,08%.

Dibandingkan dengan normal puncak musim 351 ZOM atau 50,21% dari wilayah ini diprakirakan akan sama dengan normalnya, sementara 203 ZOM atau 29,04% akan mengalami puncak musim hujan yang mundur dari biasanya, dan 145 ZOM atau 20,74% akan mengalami puncak musim yang lebih awal dari normal.

Durasi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung selama 10 hingga 24 dasarian, dengan sebanyak 430 ZOM atau 61,52%.

Ilustrasi hujan – iStockphoto

Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, Anda dapat mengakses laporan lengkap Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 dari BMKG melalui tautan berikut: Buku Prakiraan Musim 2023/2024.

Dengan demikian, berdasarkan prakiraan BMKG, Indonesia dapat bersiap-siap menghadapi hujan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 dengan sebagian besar wilayah mengalami hujan normal, meskipun ada variasi di beberapa daerah terkait dengan awal, puncak, dan durasinya.




Parade Foto : Komunitas Legend 93 Gelar Donor Darah di PMI Bandung

Komunitas Legend 93

BANDUNG, Prolite – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September, komunitas Legend 93 pada 16 September menggelar kegiatan donor darah di PMI Kota Bandung.

Kegiatan yang berlangsung di lantai tiga PMI Kota Bandung ini dimulai pada pukul WIB dan diikuti oleh puluhan anggota Legend 93, serta kerabat mereka.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Lebih dari 25 kantong darah yang berhasil didonorkan. Darah yang disumbangkan akan digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah di PMI Kota Bandung.

Dokumentasi Komunitas Legend 93 (Took by Adrian)

 

 

 

 

 




Kementerian Perhubungan Luncurkan Tema Harhubnas 2023 : “Melaju untuk Transportasi Maju”

harhubnas

JAKARTA, Prolite – Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) kembali tiba dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Dalam peringatan tahun ini, Kementerian Perhubungan telah meluncurkan tema dan logo yang menginspirasi, menandai momen penting bagi sektor transportasi Indonesia.

Dilansir dari Website resmi Kementerian Perhubungan yang dipublikasikan pada tanggal 22 Agustus 2023, tema Harhubnas Tahun 2023 adalah “Melaju Untuk Transportasi Maju.”

Tema ini dipilih dengan pertimbangan yang matang, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 yang mengharuskan kita untuk terus melakukan perbaikan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan pelayanan di bidang transportasi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, yang berbicara di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, menjelaskan pentingnya tema ini.

“Tema ini juga sejalan dengan semangat Kemerdekaan Indonesia, yang diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan dorongan kepada kita para insan transportasi. Bahwa kita harus terus belajar dan semangat untuk maju,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Pemerintah Juga Luncurkan Logo Harhubnas

Logo Harhubnas – Kementerian Perhubungan RI

Selain tema yang memotivasi, Kementerian Perhubungan juga meluncurkan logo Harhubnas 2023 yang unik, berjudul “Segitiga Ungu Dengan Arah Panah Ke Atas.”

Simbol panah pada logo ini mewakili kemajuan yang cepat dan akurat dalam sektor transportasi, dimana pembangunan harus tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

Warna ungu pada logo melambangkan tekad dan kesungguhan untuk melayani masyarakat dan berbakti kepada negara dengan sepenuh hati.

Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa Harhubnas bukanlah hanya ajang hura-hura, melainkan juga waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi di antara para insan transportasi di seluruh Indonesia.

“Mari kita semangat untuk bekerja lebih keras lagi untuk melayani masyarakat dan memajukan transportasi Indonesia,” ujarnya dengan semangat.

Dalam rangka memperingati Harhubnas, Kementerian Perhubungan telah mengatur serangkaian kegiatan utama, termasuk Acara Puncak yang digelar hari ini, 17 September 2023.

Selain itu, ada juga Pameran dan Travel Fair yang berlangsung di Jakarta, serta Fun Run 5K & 10K yang akan diadakan di Surabaya.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting di lingkup Kementerian Perhubungan, termasuk Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto, Inspektur Jenderal Kemenhub Arif Toha, Plt Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi, Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi, Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal, serta sejumlah perwakilan dari BUMN perhubungan.

Hari Perhubungan Nasional tahun ini menjadi momentum penting untuk merayakan prestasi sektor transportasi Indonesia dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan pelayanan demi kemajuan bangsa.

Tema dan logo yang menginspirasi ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam mencapai transportasi yang lebih maju dan efisien di tanah air. Selamat Hari Perhubungan Nasional!




Salju Abadi Puncak Jaya Terancam Punah, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

puncak jaya

JAKARTA, Prolite – Salju abadi di Puncak Jaya, Papua, terancam punah dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang semakin parah.

Dilansir dari , luas tutupan es di Puncak Jaya telah menyusut dari 10,6 kilometer persegi pada tahun 1939 menjadi 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022.

Penipisan salju abadi di Puncak Jaya disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain meningkatnya suhu udara, berkurangnya curah hujan, dan perubahan pola angin.

Perbandingan Puncak Jaya Dulu dan Sekarang akibat perubahan iklim -cenderawasihpos

Kepunahan salju abadi di Puncak Jaya akan memiliki dampak yang sangat signifikan bagi Indonesia.

Dampak tersebut antara lain:

  • Hilangnya salah satu keajaiban alam yang menjadi kebanggaan Indonesia
  • Perubahan ekosistem di sekitar salju abadi
  • Peningkatan tinggi muka laut

Menanggapi hal ini, pemerintah pun diminta untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim dan mencegah kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.

Upaya-upaya tersebut antara lain:

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim
  • Melakukan penelitian dan pengembangan untuk mencari solusi mengatasi perubahan iklim

“Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim. Hilangnya salju abadi di Puncak Jaya merupakan peringatan bagi kita semua bahwa perubahan iklim adalah ancaman serius bagi kehidupan kita,” kata aktivis lingkungan, Angga Dwi Putra.

Angga menambahkan, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim. Masyarakat perlu memahami bahwa perubahan iklim adalah tanggung jawab kita bersama.

Potret Pendaki saat di Puncak Jaya, Papua – gaetlokal

Selain Angga, sejumlah aktivis lingkungan lainnya juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim.

Mereka menilai bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi ancaman kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.

“Pemerintah harus segera membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan anggaran untuk penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat membantu mengatasi perubahan iklim,” kata aktivis lingkungan lainnya, Bakti Adi Putra.

Bakti menambahkan, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim.

Masyarakat perlu memahami bahwa perubahan iklim adalah masalah global yang harus dihadapi bersama.

Pemerintah sendiri telah mengakui bahwa perubahan iklim merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

  • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan
  • Meningkatkan efisiensi energi
  • Melakukan reboisasi

Namun, upaya-upaya tersebut dinilai masih belum cukup. Pemerintah perlu meningkatkan upaya-upayanya untuk mengatasi perubahan iklim dan mencegah kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.




Dinilai Kurang Efektif : Kebijakan Tilang Kendaraan Tidak Lolos Uji Emisi Dihentikan

Tilang Kendaraan

JAKARTA, Prolite – Kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mulai dihentikan dari hari kemarin, Selasa (12/9/2023). Kebijakan ini dihentikan karena dinilai tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Jakarta.

Kombes Nurcholis, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pengendalian Polusi Udara, mengemukakan pandangannya bahwa kebijakan tilang (penindakan hukum dengan denda) tidak selalu efektif dalam mengatasi masalah kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan personel dan sarana prasarana yang tersedia bagi pemerintah.

Seorang petugas sedang melakukan Uji Emisi pada kendaraan roda 4 – Aditya Pradana Putra

Nurcholis menjelaskan, “Ternyata penilangan tidak efektif, maka setelah ada Satgas yang tidak lulus uji diimbau untuk diservis, dan kita berusaha komunikasi dengan dealer untuk membantu servis.”

Dalam konteks ini, Satgas berusaha lebih mengedepankan pendekatan pemahaman dan kerja sama dengan pemilik kendaraan serta dealer mobil untuk memastikan bahwa kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi dapat segera diperbaiki dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Nurkholis mengatakan bahwa kebijakan baru akan diberlakukan untuk kendaraan yang tidak lolos uji emisi. Kebijakan baru tersebut adalah berupa sanksi administratif berupa surat teguran.

“Nanti akan ada surat teguran,” kata Nurkholis.

Kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mulai diberlakukan pada tahun 2022. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Jakarta.

Perpanjangan Masa Uji Emisi

Aplikasi e-Uji Emisi Roda 4 untuk mengecek Hasil Uji Emisi – Aditya Pradana Putra

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya menghentikan kebijakan tilang, tetapi mereka juga telah memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku uji emisi kendaraan hingga tanggal 31 Desember 2023.

Keputusan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih kepada masyarakat untuk melakukan uji emisi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan, “Kami memperpanjang masa berlaku uji emisi hingga 31 Desember 2023.”

Sebelumnya, masa berlaku uji emisi ini berlaku selama 1 tahun. Namun, dengan penghentian kebijakan tilang, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang periode uji emisi hingga akhir tahun 2023.

Asep juga menambahkan bahwa akan ada evaluasi lebih lanjut setelah masa berlaku uji emisi diperpanjang.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kelonggaran kepada masyarakat sambil tetap memastikan kendaraan di Jakarta memenuhi standar emisi yang ditetapkan.

Respons Masyarakat Saat Kebijakan Tilang Kendaraan Dihentikan

Potret uji emisi kendaraan dinas polisi – Rifkianto Nugroho

Keputusan untuk menghentikan kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mendapat respons positif dari sebagian besar masyarakat.

Mereka melihat bahwa kebijakan tilang sebelumnya tidak efektif dalam mengurangi polusi udara dan malah menambah beban ekonomi masyarakat.

Andi, seorang warga Jakarta, menyatakan pandangannya bahwa kebijakan tilang tidak efektif dan justru memberikan beban tambahan kepada masyarakat.

Ia lebih setuju dengan pendekatan baru berupa sanksi administratif berupa surat teguran. Menurutnya, kebijakan ini lebih efektif dalam memotivasi masyarakat untuk melakukan uji emisi secara sadar.

“Pemberian surat teguran akan membuat masyarakat lebih aware atau sadar akan pentingnya uji emisi,” kata Andi.

Pendapat seperti ini mencerminkan harapan bahwa dengan pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif, masyarakat akan lebih terdorong untuk berpartisipasi dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan secara keseluruhan.




3 Wanita Cekoki Kucing dengan Miras Divonis Ringan, Publik Kecewa

Kucing

PADANG, Prolite – Pengadilan Negeri (PN) Padang Kelas lA menjatuhkan hukuman 2 bulan penjara kepada tiga wanita yang mencekoki seekor kucing dengan minuman keras (miras) berjenis soju. Putusan ini dibacakan pada Kamis (7/9/2023).

Ketiga wanita tersebut adalah Syinta Ade Putri (24), Lenni Marlina (25), dan Sisri Annisa Wahida (22). Mereka terbukti bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap hewan.

3 Pelaku Penganiayaan Kucing Hanya Divonis dengan Hukuman yang Ringan

Suasana pada terdakwa yang memberikan miras kepada kucing di Persidangan ~ Afdal Afrianto

Dalam persidangan tersebut, hakim tunggal, Juandra, menyatakan bahwa “Ketiga pelaku telah terbukti bersalah atas tindakan penganiayaan berat terhadap hewan.”

“Sebagai hukuman, masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 2 bulan, dengan ketentuan bahwa hukuman ini tidak perlu dijalani kecuali jika dalam waktu 4 bulan mereka melakukan pidana lain.” sambungnya.

Hakim Juandra juga menyatakan bahwa ketiga terdakwa masih berusia muda dan memiliki potensi untuk memperbaiki perilaku mereka di masa mendatang.

Selain itu, menurutnya, ketiga terdakwa telah menunjukkan penyesalan atas perbuatan mereka.

“Penyesalan ini telah diwujudkan dalam bentuk permintaan maaf kepada masyarakat luas dan melalui media sosial,” kata Juandra.

Menurut hakim, selain janji ketiga terdakwa untuk tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang, ini merupakan faktor yang meringankan hukuman mereka.

Detik-detik pelaku cekoki kucingnya dan wajah ketiga pelaku – Kolase Tribunnnewswiki

Namun, ada juga faktor yang memberatkan ketiga terdakwa, yaitu niat mereka untuk mengunggah tindakan kekerasan terhadap hewan di media sosial. Tindakan ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Selain menjatuhkan hukuman 4 bulan percobaan terhadap terdakwa, pengadilan juga memutuskan bahwa kucing persia yang bernama Flow akan dirawat oleh Indonesian Cat Association.

Keputusan ini tampaknya mengecewakan beberapa peserta sidang yang merasa bahwa hukuman yang dijatuhkan terlalu ringan.

Mereka menganggap bahwa hukuman ini tidak sebanding dengan tindakan penyiksaan terhadap kucing tersebut.

“Kami kecewa dengan putusan ini. Hukuman ini tidak setimpal dengan perbuatan mereka yang telah menyiksa kucing,” kata salah satu peserta sidang.

Peserta sidang bahkan mencoba mencari terdakwa di beberapa ruangan Pengadilan Negeri Padang, tetapi mereka tidak berhasil menemukan mereka.

Ini mengakibatkan rasa kecewa di kalangan peserta sidang yang merasa bahwa keputusan pengadilan tidak mencerminkan keadilan yang seharusnya.




Perpusnas Writers Festival 2023 : Wadah Literasi di Bandung yang Sajikan Berbagai Agenda Menarik

Perpusnas Writers Festival

BANDUNG, Prolite – Perpusnas Writers Festival (PWF) sukses digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, selama periode 6-8 September 2023. Festival ini menawarkan berbagai agenda literasi yang berlangsung selama tiga hari penuh.

PWF di Kota Bandung ini merupakan hasil kerja sama antara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA). Festival ini berpusat di dua lokasi utama, yaitu Gedung De Majestic dan Museum KAA.

Perpusnas Writers Festival untuk Tingkatkan Kegiatan Literasi di Indonesia

Salah satu kegiatan di PWF – Humas Kota Bandung

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan Perpusnas Writers Festival adalah untuk meningkatkan ketersediaan bahan bacaan di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan buku bacaan yang signifikan.

Dalam perbandingan yang mengkhawatirkan, di Jakarta, satu buku hanya tersedia untuk 90 orang, sementara di luar Jakarta, satu buku harus dibagi oleh 15 ribu orang.

Padahal, standar UNESCO menyarankan bahwa satu buku seharusnya dapat diakses oleh tiga orang.

Melalui PWF, Syarif berharap dapat mendorong generasi muda, khususnya, untuk menciptakan karya tulis, termasuk yang mempromosikan kearifan lokal.

Dengan cara ini juga, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah bahan bacaan yang tersedia untuk masyarakat.

“Kami ingin menanamkan budaya membaca kepada masyarakat. Kami sedang melakukan segala upaya untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia,” ujar Syarif.

Upaya seperti PWF memiliki potensi besar untuk merangsang minat membaca dan menumbuhkan minat menulis di kalangan masyarakat, yang pada gilirannya akan memperkaya sumber daya literatur Indonesia dan meningkatkan tingkat literasi secara keseluruhan.

Menulis, Mengukir Peradaban

Tema Perpusnas Writers Festival 2023 – Humas Kota Bandung

Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Humas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Sri Marganingsih, menyatakan bahwa PWF yang digelar kali ini merupakan yang pertama di luar Jakarta.

Keputusan untuk memilih Kota Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan festival ini disebabkan oleh sejarah dan signifikansi kota tersebut dalam konteks dunia.

Perpusnas Writers Festival di Kota Bandung mengusung tema “Menulis, Mengukir Peradaban”. Menurut Sri, terdapat setidaknya 19 kegiatan yang telah direncanakan dalam rangkaian PWF ini.

Kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan beragam aspek literasi, seperti talk show, bedah buku, workshop, kompetisi menulis, pemutaran film, musikalisasi puisi, pameran buku, pertunjukan seni sastra, dan penelitian sejarah.

Tema yang dipilih dan beragamnya kegiatan diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi yang luas kepada para pengunjung dan peserta PWF.

Sri mengungkapkan harapannya melalui Perpusnas Writers Festival adalah untuk memperkuat literasi di Indonesia.

Buku bacaan di event PWF – Humas Kota Bandung

Dalam upaya mencapai tujuan ini, festival ini mendorong lahirnya berbagai karya tulis yang dapat dihasilkan oleh berbagai kalangan peserta, dan nantinya karya-karya ini dapat diterbitkan oleh Perpusnas Press.

“Karena PWF adalah sebuah festival, maka materi yang dibahas sangat beragam dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari penulis, seniman, hingga pemangku kebijakan,” jelasnya.

Sri juga menetapkan target peserta sebanyak seribu orang yang diharapkan hadir selama tiga hari penyelenggaraan PWF ini.

Semakin banyak peserta yang terlibat, semakin besar dampak yang dapat dihasilkan dalam upaya memperkuat literasi di Indonesia.

Masih ada satu hari tersisa untuk mengikuti beragam kegiatan menarik di Perpusnas Writers Festival (PWF) Bandung.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan wawasan baru, berpartisipasi dalam diskusi, mengeksplorasi dunia literasi, dan menikmati berbagai acara yang ditawarkan!




Mengenal Suku Baduy : Kearifan Lokal dalam Melestarikan Alam di Banten

Suku Baduy

BANTEN, Prolite – Suku Baduy merupakan salah satu suku adat yang masih bertahan di Indonesia. Suku ini terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Tradisi dan Adat Istiadat Leluhur yang Tidak Pernah Luntur

Masyarakat baduy – Cr.

Suku Baduy Dalam merupakan kelompok yang paling tradisional dan memegang teguh adat istiadat leluhur. Mereka tinggal di dalam hutan dan tidak mengenal teknologi modern.

Sementara Suku Baduy Luar, merupakan kelompok yang lebih terbuka dan sudah mengenal teknologi modern, tetapi masih memegang teguh sebagian besar adat istiadat leluhur.

Suku Baduy memiliki hubungan yang sangat dekat dengan alam. Mereka percaya bahwa alam merupakan sumber kehidupan dan harus dijaga kelestariannya.

Oleh karena itu, masyarakat Baduy memiliki berbagai tradisi dan adat istiadat yang bertujuan untuk menjaga alam, antara lain:

  • Tidak menebang pohon secara sembarangan : Masyarakat Baduy hanya menebang pohon jika benar-benar diperlukan, misalnya untuk membangun rumah atau membuat alat-alat pertanian.
  • Tidak membuang sampah sembarangan : Masyarakat Baduy tidak mengenal istilah sampah. Sampah mereka olah kembali menjadi pupuk atau digunakan kembali.
  • Melestarikan sumber air : Masyarakat Baduy memiliki sistem irigasi yang sangat baik untuk mengairi sawah dan ladang mereka.

Suku Baduy Memiliki Kemampuan Merajut Tenun yang Luar Biasa

Sejumlah Pendudukan sedang jalan berpakaian khas sederhananya di Kampung Baduy – Alvian Hasby

Kemampuan merajut tenun Suku Baduy merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang patut untuk dilestarikan.

Tenun Suku Baduy terbuat dari bahan katun yang dipintal sendiri oleh para wanita Baduy. Proses tenun dilakukan dengan tangan dengan menggunakan alat tenun tradisional

Ciri khasnya ialah, tenunan ini memiliki berbagai macam motif dan warna yang indah dan mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi mereka. Biasanya digunakan untuk pakaian sehari-hari, seperti sarung, baju, dan ikat kepala.

Kain tenun Baduy penuh nilai historis – istockphoto

Tenunan ini juga memiliki nilai simbolis dalam masyarakat Baduy, sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, dan acara penting lainnya.

Keahlian merajut tenun Baduy bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya mereka.

Ini adalah salah satu cara mereka mempertahankan warisan budaya mereka dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Keterampilan ini juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat Baduy, karena produk tenun mereka sering dicari dan dihargai oleh kolektor seni dan wisatawan.

Kain tenun Baduy dihasilkan oleh penenun perempuan Baduy yang berdasar kepada adat istiadat – Cr. ist

Kemampuan merajut tenun Baduy merupakan salah satu aset berharga dalam kekayaan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan.

Hal ini mencerminkan warisan budaya yang telah ada selama berabad-abad dan mencakup nilai-nilai, tradisi, dan identitas budaya unik dari Suku Baduy.

Pelestarian kemampuan merajut tenun ini memiliki berbagai manfaat, termasuk pelestarian warisan budaya, pemeliharaan identitas budaya, penciptaan penghasilan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan keterampilan tradisional.

Selain itu, ini juga merupakan cara untuk memperkaya keanekaragaman budaya Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga dan melestarikan kemampuan merajut tenun Suku Baduy adalah investasi penting dalam mempertahankan kekayaan budaya Indonesia yang berharga.




Patut Diapresiasi : Warga Kelurahan Sukamiskin Bandung Berhasil Selesaikan Masalah Sampah

Kelurahan Sukamiskin

BANDUNG, Prolite – Berhasil menyelesaikan masalah sampah bahkan warga di RT 04 RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik ini kekurangan sampah organik, membuat Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan ingin meninjau kegiatan pengolahan sampah disana.

“Kebetulan saya hari ini berkesempatan bertemu dengan warga di RW 10 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik,” ujar Tedy.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, tinjau kegiatan pengolahan sampah – Cr.

Tedy mengatakan sangat mengapresiasi warga Kelurahan Sukamiskin yang mau menyiapkan lubang pembuangan sampah organik di lahan kosong di sekitar rumahnya. Sehingga bisa mengurangi produksi sampah di Kota Bandung.

“Apa yang dilakukan oleh warga di sini, sudah sesuai dengan program Pemjkot Bandung untuk mengurangi dampak sampah dalam kondisi darurat sampah sekarang. Yaitu dengan membuat lubang untuk menimbun sampah organik,” paparnya.

Kepada seluruh warga Kota Bandung, Tedy menyampaikan harapannya, agar bisa mengolah dan memilah sampah sehingga menjadi kebiasaan. Hal ini yang sementara bisa dilakukan pemkot Bandung untuk mengurangi masalah sampah.

“Karena ini merupakan langkah yang paling efektif dan mudah untuk mengatasi masalah darurat sampah sekarang,” jelasnya.

Warga Kelurahan Sukamiskin Mengolah Sampah Dengan Berbagai Cara

75 persen warga Kelurahan Sukamiskin telah berhasil olah sampah di rumahnya masing-masing – Cr. Humas Kota Bandung

Selain di RW 10, Tedy juga berkesempatan melihat RW 09 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, di mana mereka mengolah sampah organik menjadi komoditi yang bisa dimanfaatkan, seperti menjadi eco enzim, sabun cuci dan lain sebagainya.

Lewat tempat yang diberi nama Kampoeng Takakura, warga memamerkan bagaimana cara mereka mengolah sampah organik menjadi barang yang lebih berguna.

“Saya akan memberikan rekomendasi, agar banyak wilayah yang belajar ke Kampoeng Takakura ini. Sehingga di sini bisa dijadikan percontohan,” katanya.

Selain itu, baik warga RW 10 dan RW 09 mempunya mesin pencacah, yang bisa mengolah sampah menjadi bubur magot.

Bahkan untuk RW 09 Kelurahan Sukamiskin ini kerap kekurangan sampah organik, sehingga harus meminta sanpah dari rumah makan setempat.

Budi daya magot di Kelurahan Sukamiskin, Bandung – Cr.

Hal itu dipertegas oleh Camat Arcamanik Willy Yudia Laksana, yang mengatakan bahwa warga Kelurahan Sukamiskin menggunakan lahan kosong bantaran Sungai Cironggeng, untuk temapat pengolahan sampah.

“Salah satu upaya pengolahan sampah yang dilakukan warga adalah dengan membuang sampah organik ke lubang yang digali di bantaran Sungai Cironggeng. Lubang yang digali sedalam dua meter tersebut sekarang sudah ada di beberapa titik. Khusus di RW 10 saja, ada sekitar 10 titik dan kami upayakan akan bertambah dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Menurut Willy, kesadaran warganya dalam memilah dan mengolah sampah sudah sangat baik. Salah satu indikatornya, adalah berkurangnya tumpukan sampah di TPS di wilayahnya.

“Walaupun memang ada tumpukan sampah di TPS, namun tidak sampai meluber. Itu menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengolah sampah sendiri di rumah,” tambahnya.

Untuk kawasan bebas sampah (KBS) di wilayahnya, Willy mengatakan dari 54 RW yang ada di wilayahnya sudah 22 RW yang amsuk dalam kategori KBS.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah, bahkan targetnya bisa semua RW menajdi KBS,” terangnya.

Disinggung mengenai upaya mengatasi kondisi darurat sampah di Kota Bandung, Willy mengatakan pihaknya tengah melakukan patroli sampah, di mana petugas dibagi menajdi tiga sift, dan memastikan tidak ada sampah yang dibuang di jalanan.




Kualitas Udara Kota Bandung Tetap Tidak Sehat dalam 3 Hari ke Depan

Kualitas Udara Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kualitas udara Kota Bandung akan tetap tidak sehat untuk kelompok sensitif dalam 3 hari ke depan.

Berdasarkan pantauan IQAir, kualitas udara Bandung pada hari ini, Senin, 1 September 2023, berada pada angka 121 AQI US, yang tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Penyebab utama kualitas udara yang buruk adalah polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah.

BMKG memprediksi kondisi cuaca di Bandung dalam 3 hari ke depan akan didominasi oleh cuaca cerah berawan dan hujan ringan.

Cuaca cerah berawan berpotensi meningkatkan konsentrasi polutan udara, sedangkan hujan ringan berpotensi membersihkan polutan udara.

Berikut Prediksi Kualitas udara Kota Bandung dalam 3 Hari ke Depan

  • Selasa, 2 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (121 AQI US)
  • Rabu, 3 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (122 AQI US)
  • Kamis, 4 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (123 AQI US)

Meskipun Kota Bandung tidak masuk dalam 10 besar kualitas udara terburuk secara real-time, namun hal ini harus diwaspadai.

Kualitas udara yang buruk dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit pernapasan, dan ibu hamil.

Live-Map Kota Bandung dan sekitarnya – Cr. IQAir

Ini perlu diingat bahwa negara Indonesia merupakan negara polusi udara terburuk sejauh ini.

Menurut data IQAir, kualitas udara Indonesia pada tahun 2022 rata-rata berada pada tingkat tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti emisi kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kualitas udara Kota Bandung yang buruk dan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti:

  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika Anda termasuk kelompok sensitif, seperti orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit pernapasan, dan ibu hamil.
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari, saat polutan udara biasanya lebih tinggi.
  • Kurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan beralihlah ke transportasi umum atau berjalan kaki.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan, masyarakat dapat melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara Kota Bandung yang kian hari kian tak sehat.