Polemik PPDB Kota Cimahi 2023: Guru Sekolah Swasta Serukan Transparansi dan Keadilan

PPDB Kota Cimahi

CIMAHI, Prolite – Pelaksanaan PPDB Kota Cimahi tahun 2023 memunculkan berbagai polemik.

Puncaknya pada Senin, 17 Juli 2023, hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024 diwarnai aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cimahi.

Aksi tersebut digelar oleh Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kota Cimahi, puluhan guru swasta dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cimahi.

Mereka menuntut perbaikan penerapan PPDB Kota Cimahi yang justru memicu pelanggaran aturan oleh sekolah.

Mereka mengecam seleksi PPDB Kota Cimahi 2023/2024 yang diduga penuh kecurangan oleh sekolah negeri dan dianggap tidak memperhatikan nasib sekolah swasta SD-SMP.

Diketahui, pelanggaran dan kecurangan ini bukan hanya terjadi di daerah Jawa Barat saja, namun banyak juga di daerah-daerah lainnya.

Ada 3 Tuntutan yang Disampaikan Dalam Aksi Unjuk Rasa Terkait PPDB Kota Cimahi

hilman kamaludin/tribun jabar

Aksi tersebut dimulai pada pukul WIB, di mana peserta aksi membentangkan spanduk dan pamflet serta secara bergantian menyuarakan tuntutan mereka.

Ketua FMPP Kota Cimahi, Ahmad Rofi’i, menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut ada tiga tuntutan yang disampaikan.

Pertama, mereka menuntut agar PPDB Kota Cimahi dievaluasi secara menyeluruh.

Kedua, mereka menginginkan adanya sanksi bagi kepala sekolah negeri yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan Wali Kota Cimahi tentang PPDB Kota Cimahi.

Dan ketiga, mereka meminta evaluasi terhadap sistem zonasi yang berlaku saat ini, karena diduga terjadi banyak kecurangan. Ahmad menegaskan pentingnya pemenuhan tuntutan-tuntutan tersebut.

Pasalnya, menurut Ahmad, kuota rombongan belajar di sekolah negeri telah melanggar SK Wali Kota Cimahi nomor 420 tentang PPDB Kota Cimahi.

Meskipun standar pelayanan minimal (SPM) rombongan belajar telah ditetapkan, namun faktanya kuota tersebut justru melebihi standar yang telah ditentukan.

Ahmad juga mengungkapkan dugaan bahwa sekolah negeri melakukan penambahan siswa per rombongan belajar antara 1 hingga 3 orang.

Selain itu, mereka diduga juga membuat kelas bayangan untuk memfasilitasi siswa-siswa titipan.

Hal ini memberikan dampak negatif bagi sekolah swasta yang mengalami penurunan minat pendaftaran setiap tahunnya.

Pada tahun ini, hanya sekitar siswa lulusan SD yang memilih masuk ke 32 sekolah SMP swasta di Kota Cimahi.

Sementara total lulusan SD mencapai siswa, yang berarti sekitar siswa memilih sekolah negeri.

Hal ini menunjukkan bahwa sekolah negeri memiliki jumlah siswa yang sangat banyak.

“Pelanggaran sudah turun-temurun, kami sekolah swasta sangat sabar tapi sekolah negeri semakin serakah. Dugaan kecurangan kami sebut zonatif atau zona titipan. Hal itu merusak sistem penerimaan di sekolah swasta, dimana sudah tidak kebagian murid akibat ulah sekolah negeri,” ujar Ahmad.

Foto : peserta aksi

Menurut Ahmad, sistem zonasi dalam PPDB Kota Cimahi juga justru memunculkan potensi kecurangan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan orangtua siswa.

Mereka mencari celah agar anak-anak mereka dapat diterima di sekolah negeri.

“Zonasi justru saya kira tidak efektif, dengan niat mendekatkan siswa dengan sekolah di dekat rumahnya, justru yang terjadi untuk mencari siswa tambahan dengan alasan dari masyarakat,” tutur Ahmad.

Terakhir, pihak FMPP Kota Cimahi meminta agar Pemerintah Kota Cimahi melakukan penyelidikan dan tindak lanjut terhadap dugaan kecurangan dalam PPDB Kota Cimahi tahun 2023.

“Jika terbukti, kepala sekolah negeri yang diduga melakukan pelanggaran terhadap surat keputusan Wali Kota harus ditindak secara tegas sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Ahmad.

Tak Terlalu Membuahkan Hasil Yang Manis

Sayangnya, aksi tersebut tidak terlalu membuahkan hasil positif karena tidak ada anggota dari Komisi 4 DPRD Kota Cimahi, terutama Ketua DPRD Kota Cimahi Ir. H. Achmad Zulkarnain, MT yang menemui peserta aksi.

Namun setelah menunggu beberapa saat, Sekretaris DPRD Kota Cimahi, Totong Solehudin, akhirnya menemui peserta aksi.

Ia menjelaskan bahwa jajaran DPRD Kota Cimahi sedang berada di luar daerah karena sedang melaksanakan tugas kunjungan kerja (kunker) atau dinas luar daerah untuk kegiatan komisi.

Foto : peserta aksi

Meskipun anggota DPRD tidak hadir secara langsung, kehadiran Sekretaris DPRD Kota Cimahi memberikan kesempatan bagi peserta aksi untuk menyampaikan tuntutan mereka dan juga menandatangani aspirasi atau tuntuan tersebut.

“Kami bagian dari Pemkot Cimahi, namun bertugas mendampingi jajaran DPRD Kota Cimahi. Setiap tamu yang hadir akan kami terima, begitu juga dengan aspirasi akan disampaikan kepada pihak yang dituju,” kata Totong.

Setelah itu, peserta aksi akhirnya membubarkan diri dengan niat untuk kembali ke gedung DPRD Kota Cimahi di lain waktu.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi belum memberikan respons atau konfirmasi terkait permintaan yang diajukan.




Penegakan Aturan dalam PPDB Jabar : 4.791 Pendaftar Dibatalkan, Ridwan Kamil Lakukan Tindakan Tegas

PPDB Jabar

BANDUNG, Prolite – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengambil langkah tegas terkait proses PPDB Jabar.

Ia mengumumkan langkah tegas dalam menangani kasus penyalahgunaan domisili atau kartu keluarga (KK) oleh pendaftar peserta didik baru (PPDB Jabar) tingkat SMA sederajat tahun 2023. Dalam tindakan tersebut, terdapat ribuan calon peserta didik baru yang terbukti melakukan kecurangan telah didiskualifikasi.

Pada hari pertama masuk sekolah di SMKN 12 Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (17/7/2023), Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, mengungkapkan bahwa sebanyak calon siswa telah dibatalkan pendaftarannya karena mencoba mengelabui domisili dan kartu keluarga (KK)-nya.

Ridwan Kamil
Foto: Edi Yusuf/Republika

Dalam upaya untuk mencapai tujuan memeratakan pendidikan, Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, telah mengambil sikap tegas tersebut dengan harapan dapat memberikan efek jera.

Namun demikian, Kang Emil juga mengakui bahwa ia tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat yang menginginkan fasilitas pendidikan yang merata di setiap sekolah. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Barat terus melakukan evaluasi dan pembenahan setiap tahunnya.

Kang Emil menyatakan bahwa akan ada evaluasi yang dilakukan bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelesaikan permasalahan, terutama jika terdapat kekurangan fasilitas di beberapa wilayah. Hal ini juga menjadi perhatian yang akan diselesaikan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Wahyu Mijaya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, menyampaikan informasi tambahan di lokasi yang sama.

Menurutnya, dari total pendaftar yang ditolak, tidak semuanya tergolong dalam kategori ilegal. Beberapa di antaranya ditolak karena masalah nilai rapor atau ketidaksesuaian dokumen prestasi.

Wahyu menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penolakan tersebut, seperti nilai rapor yang tidak memenuhi syarat, program penanganan kemiskinan, dan ketidaksesuaian dokumen prestasi.

Saat ini, Disdik Jawa Barat masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menentukan wilayah mana yang memiliki jumlah pemalsuan dokumen paling banyak dalam PPDB 2023.

Disdik Jabar Telah Membentuk Tim Evaluasi Terkait Perbaikan Sistem PPDB Jabar

Berdasarkan pengalaman tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Barat telah membentuk tim evaluasi yang bertugas untuk melakukan penilaian dan perbaikan terhadap sistem PPDB Jabar pada tahun depan. Hal ini sejalan dengan evaluasi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya untuk pelaksanaan PPDB 2023.

Foto : Okky firmansyah/DiswayJabar

Wahyu Mijaya menegaskan bahwa, “Kami telah membentuk tim evaluasi untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem PPDB Jabar di tahun 2024. Kami akan menentukan elemen-elemen yang perlu dipertahankan dan yang perlu diperbaiki,”

Pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada calon siswa tidak mampu yang tidak lolos masuk sekolah negeri, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Dalam hal ini, pemerintah akan menyediakan bantuan keuangan untuk memfasilitasi proses pendaftaran di sekolah swasta.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua calon siswa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan calon siswa tidak mampu tetap dapat mengakses pendidikan yang mereka butuhkan.

“Kita anggarkan sebesar Rp2 juta per siswa, yang kita berikan satu kali saja di awal masuk sekolah dan tahun ini kita mengalokasikan untuk siswa,” ujar Wahyu.

Tim evaluasi akan segera memulai tugasnya untuk merumuskan perbaikan yang diperlukan dalam proses PPDB Jabar pada tahun depan. Wahyu menyatakan bahwa evaluasi tersebut akan mempertimbangkan perbaikan yang dapat dilakukan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun tingkat pusat. Ia optimistis bahwa hasil evaluasi akan segera dirilis.

“Kami akan mengevaluasi perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat. Insya Allah, hasil evaluasi akan segera diumumkan,” sambungnya.




Ridwan Kamil Ramaikan MPLS di SMKN 12 Bandung, Bagi-bagi Topi hingga Ponsel Gratis !

Ridwan Kamil

BANDUNG, Prolite – Senin (17/07/2023), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau langsung kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 12 Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Dalam kunjungannya, Kang Emil, panggilan akrab untuk Gubernur, tidak datang sendiri ke sekolah tersebut, melainkan didampingi oleh istri tercintanya, Atalia Praratya Ridwan Kamil, serta beberapa pejabat dari Pemprov Jabar.

Pukul WIB, Kang Emil memasuki lapangan tempat MPLS berlangsung dan disambut dengan antusiasme oleh ratusan siswa yang berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan tersebut.

Setelah memberikan sambutan, Kang Emil melanjutkan bercengkrama dengan para siswa, ia pun menjanjikan hadiah sepeda dan handphone sambil melemparkan beberapa pertanyaan.

Sambil memberikan hadiah, Kang Emil juga terlihat memberikan topi berwarna kuning yang bertuliskan “RK” kepada para siswa.

Potret Ridwan Kamil Saat Bercengkrama Bersama Siswa/i SMKN 12 Bandung

Ridwan Kamil
Foto : Ist

Para siswa yang berada di lapangan sekolah tersebut sangat antusias dan berebut untuk mendapatkan topi dari Gubernur Jawa Barat tersebut.

Kang Emil, dengan penuh canda, mengatakan kepada salah satu siswa yang mendapatkan topi, “Kalau pas di jalan ditilang polisi, pakai topi ini.”

Tidak hanya itu, Kang Emil juga memberikan tiga unit sepeda dan handphone kepada beberapa siswa dengan tantangan yang berbeda. Siswa yang menerima sepeda menceritakan tentang perilaku baik yang dilakukan selama perjalanan menuju sekolah.

Sementara itu, siswa lain yang juga mendapatkan sepeda harus menyelesaikan tantangan dari Kang Emil untuk melakukan push up sebanyak 75 kali. Kemudian, siswa yang mampu membaca ayat suci Al-Quran diberikan handphone oleh Kang Emil.

Hingga saat ini, Kang Emil masih terus memantau kegiatan MPLS di sekolah tersebut sebelum melanjutkan agenda selanjutnya di Pendopo Gedung Pakuan Bandung.




Operasi Penertiban Reklame di Bandung : Tindakan Tegas Terhadap Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

BANDUNG, Prolite – Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengadakan operasi penertiban reklame di beberapa lokasi, termasuk di Jalan A.H. Nasution, Lodaya, dan Jalan Terusan Buahbatu pada 12-13 Juli 2023.

Kepala Seksi Penertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, R. Satriadi Buana, mengungkapkan bahwa operasi tersebut berlangsung pada malam hari untuk menghindari kemacetan yang bisa saja terjadi.

Operasi tersebut melibatkan 68 orang serta 6 unit armada. Armada tersebut terdiri dari 2 mobil boks Tim Penertiban Reklame Kota Bandung, 1 truk dalops, 3 truk angkut, 1 mobil patroli, dan 1 unit crane.

Foto : Humas Pemkot Bandung

Saat dihubungi pada Minggu (16/7/2023), Satriadi menginformasikan bahwa “Kami memulai penertiban di Jalan Lodaya pada pukul WIB. Pada lokasi tersebut, kami menertibkan reklame berukuran 4×6 meter yang berupa naskah perumahan menggunakan alat berat crane. Selanjutnya, kami melanjutkan penertiban di Jalan AH Nasution, di mana terdapat reklame neon boks berukuran 3×1 meter,”

Selain itu, Satriadi juga menyebutkan bahwa ada reklame lain yang ditertibkan di wilayah AH Nasution, yaitu neon boks berukuran 3×2 meter sebanyak dua buah dan reklame berukuran 2×0,8 meter satu buah.

Pada hari berikutnya, yaitu Kamis (13/7/2023), timnya melanjutkan penertiban dengan menertibkan reklame berukuran 2×4 meter yang berisi naskah partai politik di Terusan Buahbatu (Simpang Pasar Kordon).

Satriadi juga menjelaskan bahwa penertiban reklame ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat, Perda Kota Bandung Nomor 002 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Reklame, dan Peraturan Walikota Kota Bandung Nomor 005 Tahun 2019.

“Saat melakukan penertiban reklame, semua proses berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa barang bukti hasil penertiban akan diangkut ke gudang penyimpanan barang bukti yang berlokasi di Jalan Pasirluyu.

Pemerintah Sudah Menghimbau Kepada Seluruh Parpol Terkait Reklame

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung telah mengimbau seluruh partai politik untuk mempertimbangkan aspek estetika kota saat memasang alat peraga kampanye.

Ema Sumarna, yang menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, menekankan bahwa pemasangan alat peraga harus memperhatikan beberapa hal, termasuk penempatan yang tepat dan tidak sembarangan di tempat yang tidak sesuai.

Pada Kamis (13/07/2023), Ema menjelaskan, pemasangan yang tidak tepat dapat membahayakan masyarakat. Sebagai contoh, jika reklame dipasang secara miring di median jalan, itu dapat menggores kendaraan.

Selain itu, pemasangan di tempat yang tidak tepat, seperti di lingkungan pemerintahan, juga tidak diperbolehkan karena pemerintah harus netral. Selain itu juga tidak boleh dipasang di lingkungan TNI, rumah sakit, dan sekolah.

Oleh karena itu, ia meminta partai politik untuk bersama-sama menyetujui titik mana saja yang boleh digunakan untuk memasang alat peraga kampanye sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kesepakatan ini juga harus memudahkan petugas. Kita tidak ingin pihak kewilayahan dan petugas Satpol PP bingung saat melakukan penertiban. Kita khawatir ada potensi konflik,” tambahnya.

Ema menambahkan bahwa jumlah maksimum alat peraga kampanye juga perlu diatur agar tidak ada partai politik yang mendominasi. Ia juga berharap alat-alat kampanye tersebut tidak akan mencemari keindahan Kota Bandung, terutama di sektor-sektor wisata.

Menurut Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Parpol Dirjenpolhum Kemendagri, Rama Ardi Segara, diperlukan kesepakatan antara pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), partai politik, dan aparat penegak hukum lainnya mengenai pemasangan alat peraga kampanye.

Ia menekankan bahwa pemasangan alat peraga kampanye telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, terutama dalam Pasal 275 dan 280. Sanksi terkait juga diatur dalam Pasal 284 ayat 1 dan 2.

“Jika ada parpol yang melanggar, sanksinya bisa berupa penurunan, pelepasan, pembongkaran alat peraga kampanye pemilu oleh Satpol PP yang telah berkoordinasi dengan Bawaslu dan instansi terkait,” tegasnya.

Selain itu, dalam kasus tertentu, izin reklame juga dapat dicabut jika isi kontennya tidak sesuai dengan peruntukan yang ditentukan dan hal-hal lain yang relevan.




Pemkot Bandung Perbarui Kamera CCTV dengan 2 Teknologi Analitik Terkini

Pemkot Bandung

BANDUNG, Prolite – Pemkot Bandung telah melakukan pembaruan teknologi analitis di sejumlah kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) yang terdapat di Kota Bandung.

Pembaruan ini meliputi penggunaan teknologi pengenalan wajah atau face recognition serta penghitungan kendaraan (Vehicle Counting).

Pemkot Bandung

Dengan adanya teknologi ini, Pemkot Bandung dapat lebih efektif dalam melakukan pemantauan dan pengawasan di wilayah kota, memberikan manfaat yang signifikan dalam hal keamanan dan penegakan hukum serta meningkatkan pelayanan publik.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin, dalam sebuah pernyataannya di kompleks Balai Kota Bandung pada hari Jumat (14/07/2023), mengatakan bahwa;

“Dengan adanya CCTV ini, pihak berwenang dapat meminimalkan risiko kejadian teror dan juga memudahkan proses penyelidikan. Data yang dihasilkan dari rekaman CCTV tersebut dapat direkam dan disimpan di database untuk keperluan selanjutnya.”

Mahyudin mengungkapkan bahwa fitur analitis ini saat ini hanya terpasang pada beberapa CCTV yang dianggap strategis, namun ia menyatakan bahwa ke depannya teknologi ini dapat diterapkan di seluruh CCTV Kota Bandung sesuai dengan kebutuhan.

Langkah awal yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada operator untuk menggunakan fitur tersebut.

Selain itu, Pemkot Bandung juga telah menerapkan teknologi NVR (Network Video Recorder) menggunakan IP kamera dengan format H264, H264+, H265, serta menggunakan kabel RJ-45 dan teknologi Ptz yang memungkinkan CCTV memiliki daya jelajah 360 derajat.

Perlu diketahui bahwa upaya percepatan pembangunan Kota Bandung menuju smart city semakin maju. Saat ini, masyarakat dapat mengakses CCTV yang terdistribusi di lebih dari 357 titik di Kota Bandung. Hal ini membantu memudahkan aktivitas dan memberikan manfaat dalam meningkatkan keamanan.

Cara mengaksesnya pun cukup mudah, yaitu dengan masuk ke halaman Google dan mencari website Pelindung Bandung, atau melalui tautan berikut: .




Mengagumkan ! Naini, Pemuda Indonesia Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun!

Gelar Doktor

Prolite – Al Arofatus Naini sukses dapet gelar Doktor di Program Doktor Ilmu Kimia Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran. Yang bikin makin keren, Naini dapat gelar Doktor pada usia muda yaitu, 26 tahun.

Promosi Doktornya digelar di Ruang Einstein Kampus FMIPA Unpad, Jatinangor, pada hari Rabu (12/07/2023) kemarin. Pada promosi itu, Naini berhasil mempertahankan disertasinya di depan tim dosen pembimbing, tim dosen lawan, dan beberapa guru besar.

Dengan disertasinya yang bertajuk “Terpenoid dari Kulit Batang Dyxoxylum parasiticum dengan Imunomodulator Toll-Like Receptor 4 (TLR4) dan Sifat Nge-Cel Sel Kanker Payudara (MCF-7) serta Sel Kanker Serviks (HeLa)”, Naini berhasil dapet gelar Doktor dengan predikat “Dengan Pujian”.

Strategi Naini Untuk Dapatkan Gelar Doktor

Foto :

Naini merupakan mahasiswa Sarjana Kimia di Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2015. Dan dia berhasil ngelesain studinya cuma dalam waktu 3,5 tahun aja. Setelah itu, langsung deh dia sibuk nyiapin diri buat daftar program beasiswa PMDSU.

“Masuk Sarjana pada 2015 dan lulus awal 2019, jadi bisa ada waktu mempersiapkan diri sebelum pembukaan beasiswa PMDSU. Begitu beasiswa dibuka saya sudah siap, jadi tidak ada gap year,” kata Naini.

Naini Penerima Program Beasiswa PMDSU

Sampai akhirnya Naini berhasil juga mendapatkan beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemendikbudristek RI pada tahun 2019. Keren banget!

Saat mendapat beasiswa itu, dia memilih calon promotor Prof. Dr. Unang Supratman, ., dari Unpad. Dasarnya, karena topik riset Prof. Unang cocok dengan minatnya, berfokus pada proses pencarian senyawa baru sumber daya alam asli Indonesia. Dia pun langsung mendaftar, dan berhasil bergabung menjadi tim riset Unang melalui program PMDSU.

Perempuan yang lahir di Lamongan tanggal 21 April 1997 ini bener-bener nggak buang-buang kesempatannya setelah dapet beasiswa PMDSU. Dia langsung ngebutbuat ngelakuin studi dan risetnya.

Sebagian besar risetnya dilakuin di Laboratorium Sentral Unpad. Nah, riset yang dia lakuin tuh fokusnya di isolasi senyawa dari kulit batang Dyxoxylum parasiticum yang berasal dari alam. Dia ngadepin kajian fitokimia, hasilnya 28 terpenoid, termasuk delapan senyawa sesquiterpenoid dan sesquiterpenoid dimer baru, serta tujuh senyawa tetranortriterpenoid baru.

Penemuan senyawa baru yang nggak cuma itu aja, tapi juga punya aktivitas biologisnya, itu penting banget buat perkembangan dunia farmakologi, khususnya dalam nyari senyawa baru dari tumbuhan endemik Indonesia buat pengobatan kanker payudara dan kanker serviks.

Menghasilkan 13 Publikasi Internasional Bereputasi

Kerja keras Naini dapet hasil yang memuaskan. Walaupun studi dan risetnya keganggu sama pandemi Covid-19, dia berhasil lulus dari Program Magister di awal tahun 2021, terus dilanjutin ke Program Doktor sampe lulus di bulan Juli 2023.

Tapi nggak cuma lulus aja, Naini juga punya target lain yang berhasil dia capai, yaitu bikin publikasi internasional. Gila nih, dia bisa hasilin 13 publikasi internasional yang punya reputasi bagus. Dari 13 publikasi itu, dia jadi penulis pertama di empat publikasi, dan jadi penulis kedua di yang lainnya.

Sepuluh publikasi dari situ masuk ke kategori Q1, yang artinya yang paling top lah. Naini bilang, “Selalu ada target, karena kalau mahasiswa PMDSU itu tidak bisa lulus tanpa publikasi, sehingga dari awal sudah didesain seperti itu,” ujar Naini

Dia juga cerita bahwa artikel ilmiahnya sempet ditolak beberapa kali sebelum akhirnya diterima. Selain itu, dia juga berhasil jadi mahasiswa Sandwich Program di Ubon Ratchatani University, Thailand dari Juli 2022 sampe Agustus 2023, trus di Osaka University, Jepang dari Desember 2022 sampe Juni 2023. Keikutsertaannya dalam program ini pun berpengaruh banget buat dia nyelesain studinya dengan sukses.

Bercita-Cita Menjadi Dosen dan Punya Potensi

Dari dulu, Naini udah punya tekad kuat buat dapetin gelar Doktor di usia muda. Tujuannya biar bisa nyampein cita-citanya jadi dosen yang udah dia niatin sejak awal kuliah Sarjana.

Dia cerita, “Saat memilih prodi Kimia sebagai jurusan perkuliahan, saya sudah targetkan ingin jadi dosen di prodi Kimia. Untuk bisa mewujudkan hal itu, satu-satunya cara pastinya harus dapatkan gelar Doktor, sehingga beasiswa PMDSU ini cocok buat tujuan hidup saya,”

Nah, setelah itu, Naini bakal melanjutkan program Postdoctoral selama setahun di Unpad dengan bimbingan dari Prof. Unang Supratman.

Dengan prestasi meraih gelar Doktor di usia 26 tahun, Prof. Unang yakin banget bahwa Naini bakal lebih gampang mengembangkan ilmunya, khususnya di bidang kimia organik bahan alam.

“Setelah ada chemistry-nya, akselerasi belajarnya yang cepat. Ini menandakan jika yang berpotensi kalau difasilitais dengan baik tentu akan bisa lulus lebih cepat,” ujar Prof. Unang.

Mereka berharap dengan adanya masa pengabdian yang lebih lama, potensi akademik di Indonesia bisa bersaing sama negara-negara lain.

“Saya menangkap program PMDSU ini untuk menjaring bibit unggul indonesia, dan diberi kesempatan, karena S-2 dan S-3 itu kan sesuatu yang mahal. Karena itu, pemerintah sediakan beasiswa ini. Ini kesempatan terbaik,” sambung Prof. Unang.




Kronologi Hilangnya 1 Keluarga Di Bekasi, Pencarian Mulai Temukan Titik terang

Bekasi

JAKARTA, Prolite – Kabar tentang keluarga yang menghilang di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya mulai ada perkembangan positif meskipun keberadaanya masih menjadi sebuah misteri.

Keluarga yang terdiri dari empat orang, yaitu suami dengan inisial KF (35), istri GSR (34), serta kedua anak mereka, GAF (7) dan KAF (2), dilaporkan menghilang sejak tanggal 20 Mei 2023, yang artinya sudah 2 bulan lamanya keluarga ini menghilang.

Kronologi Hilangnya Satu Keluarga di Bekasi

Keluarga
Foto :

Awal Mula

Kejadian hilangnya satu keluarga di Kranggan, Kota Bekasi ini dimulai ketika warga sekitar tidak mendapatkan kabar dari mereka selama beberapa hari sejak dini hari tanggal 20 Mei 2023.

Natalia Rotinsulu, saudara kandung GSR, mengungkapkan bahwa dia baru mengetahui tentang kepergian saudaranya pada tanggal 25 Mei 2023. Ia juga mengungkapkan bahwa mereka terakhir kali berkomunikasi pada 12 Mei 2023 melalui panggilan video WhatsApp.

“Kami baru mengetahuinya setelah seminggu mereka tidak memberikan kabar. Jadi, saya baru diberitahu oleh ibu dari suami adik saya (KF),” ujar Natalia seperti yang dilaporkan oleh pada Senin (10/7/2023).

Kesaksian Tetangga

Menurut informasi dari tetangga bernama Ineke (22), dia melihat keluarga tersebut membawa barang-barang mereka sekitar pukul WIB pada tanggal 20 Mei 2023.

Ineke mengungkapkan, “Sekitar setengah satu malam, kan saya belum tidur, tiba-tiba bapaknya GAF (KF) datang dengan mobil pickup. Malam itu, saya melihat bapak GAF sedang pindahan dan saya bertanya, ‘Bapak GAF pindah? Pindah ke mana?’ Bapak GAF hanya tersenyum sambil berkata, ‘Iya, teh’.”

Ineke memberi pengamatan bahwa proses perpindahan keluarga tersebut terjadi dengan cepat dan terlihat terburu-buru. Mobil pickup yang membawa barang-barang mereka langsung berangkat pukul WIB dan hanya melakukan satu kali angkutan.

Karena tidak sempat bertemu dengan GSR saat proses perpindahan barang, Ineke mengirim pesan WhatsApp sebagai salam perpisahan sekitar pukul WIB.

Pesan tersebut berbunyi, “Mama GAF pindah? Enggak sempat perpisahan kita, maafin Keke kalau ada salah.” Namun, pesan tersebut hanya menampilkan satu centang atau tidak terkirim. Padahal, sehari sebelumnya, pada tanggal 19 Mei, Ineke dan GSR sempat saling bertukar pesan.

Sempat Terlacak

Kedua belah pihak keluarga GSR dan KF pun meminta bantuan anggota Polsek di Jakarta Selatan untuk mencari keberadaan KF sekeluarga pada saat keluarga tersebut tak kunjung ada kabar.

Saat dilacak oleh polisi, diketahui mereka sedang berada di Tapos, Depok, Jawa Barat. Pihak keluarga kemudian langsung mendatangi lokasi, dan menemukan banyak kontrakan.

“Malam itu (1 Juni 2023), saya ke Tapos, dan area titik itu banyak kontrakan. Kami sudah ketemu tiga pengurus kontrakan, tapi enggak ada orang (penghuni) baru,” ujar Natalia. “Saya cari di waktu yang berbeda-beda, enggak ketemu juga karena titik lokasi itu padat kontrakan,” imbuhnya.

Rumah Ditinggalkan Dalam Kondisi Rapi

Bekasikinian

Pada tanggal 28 Mei 2023, rumah tempat tinggal keluarga di Bekasi yang dilaporkan menghilang itu diperiksa oleh pihak keluarga dan aparat setempat.

Ineke, tetangganya, mengungkapkan bahwa keadaan sempat heboh karena terjadi pendobrakan. “Waktu orangtuanya datang, pintunya didobrak. Tapi karena tidak bisa, mereka harus masuk lewat jendela yang kemudian dicongkel. Didobrak dari dalam,” kata Ineke.

Sementara itu, Andi, Ketua RT 002/RW 004 di Kelurahan Kranggan, Kota Bekasi, yang merupakan lokasi rumah tersebut, menyatakan bahwa ia dan anaknya turut menyaksikan pendobrakan tersebut.

“Anak saya dan saya sendiri yang membongkar rumah ini (KF), karena dia meminta saya sebagai saksi. Setelah dibongkar, tidak ada apa-apa di dalam, semuanya rapi,” ungkap Andi.

Pendobrakan itu juga disaksikan oleh kedua pihak keluarga, baik dari KF maupun GSR. Ineke menyebut bahwa di dalam rumah masih tersisa kasur, lemari, dan kompor, dan rumah tersebut dalam keadaan rapi.

Di teras samping rumah, juga terdapat beberapa barang lain, seperti dua sepeda anak, satu jemuran besi, beberapa pasang sandal, dua jaket ojek daring, sepatu, helm, sapu, hanger, dan mesin cuci mini.

Pencarian Mulai Temukan Titik Terang

dialograkyat

Kabar terbaru datang dari Natalia Rotinsulu, kakak kandung GSR. Ia mengungkapkan bahwa dia telah menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari adiknya sekitar pukul WIB pada Selasa (11/7/2023).

Natalia berkata bahwa mereka telah memberikan kabar bahwa mereka dalam keadaan baik-baik saja. Adiknya memberikan kabar tersebut karena mereka melihat berita yang beredar.

Namun, belum ada informasi tambahan mengenai lokasi GSR dan keluarganya saat ini. Situasi ini membuat Natalia dan keluarganya masih menunggu kabar selanjutnya dari GSR.

Jika mereka tidak segera mendapatkan kabar pasti dari GSR, mereka akan melanjutkan upaya pencarian sendiri.

Natalia mengatakan, “Saya masih akan mencari lokasinya jika adik saya belum ingin memberikan informasi. Saat ini, upaya pencarian akan melibatkan keluarga saja.”




Ga Punya AKHLAK! Aksi Mesum Pria Paruh Baya Kepada 3 Pegawai Bank di Bandung

BANDUNG, Prolite – Warga Bandung, Jawa Barat, dikejutkan oleh aksi mesum seorang pria paruh baya kepada 3 orang wanita yang terekam dalam video menggunakan ponsel.

Kejadian ini memicu kegemparan publik karena pria paruh baya tersebut dengan sengaja mempertontonkan dan memainkan alat kelaminnya di depan tiga wanita yang merupakan pegawai sebuah bank swasta.

Salah satu korban yang bernama ”M”, mengungkapkan bahwa insiden tersebut dialaminya pada hari Selasa (11/7/2023) di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

”M” mengkonfirmasi melalui pesan singkat bahwa saat kejadian itu, dia bersama dua temannya sedang dalam kunjungan ke nasabah.

Namun, sebelum insiden terjadi, ”M” mengungkapkan bahwa mereka merasa diikuti oleh pria paruh baya tersebut. Merasa terus diikuti, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan membeli makanan ringan di sisi jalan.

M melanjutkan, “Saat kami sedang membeli makanan, pria itu juga berhenti dan tiba-tiba mengeluarkan alat kelaminnya. Dia memainkan alat kelaminnya sambil menatap kami.”

Aksi Mesum yang Sempat Terekam

Mesum
Foto: Dok. Istimewa

Aksi mesum tersebut kemudian direkam oleh kamera ponsel korban dan menyebar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

Dalam video yang beredar, pria paruh baya itu terlihat mengenakan stelan pakaian berwarna merah dengan sepatu hitam, sambil duduk di atas sepeda.

Namun, sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat dalam video ketika ia melakukan tindakan yang tidak pantas dengan memainkan alat kelaminnya. Sehingga sampai saat ini identitas si pelaku masih belum diketahui.

”M” mengaku terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh si pelaku. Meskipun begitu, ”M” mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi.

“Enggak (melapor), cuman mengingatkan saja agar semua orang tetap waspada. Kasihan jika ada anak-anak yang menjadi korban,” ujar ”M”, mengakhiri penuturannya.

Ia berharap agar pelaku dapat ditindak oleh instansi terkait sehingga tindakan mesum yang serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.




Kunjungan Presiden Jokowi ke Bandung: Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Nasional

Presiden Jokowi

BANDUNG, Prolite – Presiden Joko Widodo, hari ini, Selasa (11/07/2023) melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, hingga besok.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau sejumlah infrastruktur nasional yang sedang dibangun dan ditingkatkan di wilayah tersebut.

Agenda Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo akan meninjau sejumlah proyek infrastruktur nasional di Bandung. Beberapa proyek yang akan diperiksa adalah perkembangan pembangunan Bandara Kertajati.

Saat ditanya apakah Presiden akan mengecek dan menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memastikan bahwa Presiden Jokowi tidak memiliki agenda tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Bandung hari ini.

Pada kunjungan hari ini, Presiden Jokowi hanya direncanakan sholat Ashar di Masjid Raya Al-Jabbar. Setelah itu pada esok harinya, Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau Stadion Si Jalak Harupat.

Selain kunjungan kerja di Bandung, Jokowi juga akan menyempatkan diri untuk mengunjungi Sumedang. Di Sumedang, Presiden Jokowi juga akan meresmikan Tol Cisumdawu.

Tol Cisumdawu merupakan jalan tol yang mencakup Cileunyi–Sumedang–Dawuan dan terbentang sepanjang 61,75 km dan akan menjadi akses utama menuju Bandara Kertajati di Majalengka. Tol Cisumdawu adalah salah satu proyek dari PSN yang ada di Jawa Barat.

Dengan meresmikan tol ini, diharapkan akan terjadi peningkatan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.




Kasus Anthraks Gunungkidul: Tradisi Masyarakat Diduga Jadi Faktor Pemicu

Anthraks

YOGYAKARTA, Prolite – Ternyata tradisi ini diduga jadi penyebab kasus anthraks di Gunungkidul yang baru-baru ini bikin heboh semua orang. Yuk simak penjelasannya!

Bicarain tentang penyakit anthraks, masyarakat biasanya tau kalo itu lebih sering menyerang hewan ternak kayak sapi. Tapi kenyataannya, manusia juga bisa kena, lho. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Gunungkidul, Yogyakarta, hampir seluruh warganya tertular penyakit ini akibat mengonsumsi daging hewan ternak tersebut.

Freepik

Ternyata, wabah ini bukan yang pertama kali terjadi di sana. Menurut Kompas TV (7/7/2023), kasus wabah ini pertama kali muncul di Kecamatan Karangmojo pada bulan Mei 2019. Lalu, kasusnya juga menyebar ke Kecamatan lain, seperti Pojong, pada bulan Desember 2019 dan Januari 2020.

Pada tahun 2022 kemarin, kasus anthraks juga terjadi di Kecamatan Gedang Sari. Dan yang terbaru, pada bulan Mei-Juni 2023 ini, kasusnya muncul di Dusun Jati, Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak satu orang meninggal dunia positif antraks dan 87 orang lain suspect.

Tradisi Mbradu Menjadi Pemicu Wabah Anthraks

Nuryani Zaenuddin – rmolsumut

Menurut keterangan yang diberikan oleh Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementrian Pertanian, Nuryani Zaenuddin, ada salah satu tradisi di salah satu wilayah Gunungkidul yang diduga menjadi faktor yang meningkatkan resiko terjadinya anthraks.

“Mereka mengkonsumsi dan membagi hewan yang sudah mati atau hewan yang sudah kelihatan sakit, kemudian mereka sembelih lalu membagikannya secara gratis kepada tetangga-tetangganya, nah itu yang disebut sebagai mbradu atau purak.” jelas Nutyani.

Wibawanti Wulandari

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan bahwa tradisi ini dilakukan warga sebagai bentuk gerakan warga untuk mengganti rugi ketika ada ternak yang mati atau sakit kemudian dikonsumsi bersama.

Dalam tradisi ini, kadang dagingnya juga dijual murah dan uangnya diberikan untuk membantu pemilik sapi.

“Mungkin karena faktor ekonomi, jadi ketika ada sapi mati dibiarkan atau dikubur itu sangat disayangkan. Padahal, kalau tradisi (brandu atau porak) ini diakhiri, kasus ini tak akan berulang setiap tahun karena penyebab utamanya warga mengonsumsi daging ternak yang terpapar,” sambung Wibawanti.

Dalam penanganan kasus antraks ini, Kementan sudah ngirim logistik, obat-obatan, antibiotik, vitamin, sama cairan desinfektan sebagai perangkat utama ke dinas setempat.

Nuryani juga mengatakan bahwa mereka juga sudah memberikan suntik antibiotik ke semua hewan yang rentan terkena di daerah yang terancam. Mereka juga melakukan dekontaminasi lokasi penyembelihan dan penguburan ternak pake desinfektan.