Kesalahan Input Data Suara Capres: KPU Minta Maaf dan Siap Melakukan Koreksi

KPU

Prolite – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia secara resmi meminta maaf kepada publik mengenai temuan kesalahan dalam penginputan data formulir C hasil perolehan suara Pemilu.

KPU menemukan bahwa sebanyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah melakukan kesalahan dalam menginput data formulir C hasil perolehan suara ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Hasyim Asy’ari, sebagai Ketua KPU, mengungkapkan permohonan maaf atas kesalahan tersebut dan menegaskan komitmen KPU untuk melakukan koreksi segera.

Hal ini diungkapkan oleh Hasyim pada hari Kamis, tanggal 15 Februari, sebagai langkah tanggung jawab dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses pemilihan umum.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari – Media Indonesia

Hasyim menegaskan bahwa KPU tidak memiliki niat ataupun tindakan untuk memanipulasi hasil penghitungan suara, terutama ketika terjadi kesalahan konversi angka dari Formulir C ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

“Tidak ada niat dan tindakan KPU beserta jajaran penyelenggara pemilu untuk melakukan manipulasi hasil perolehan suara per-Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui unggahan Formulir C hasil TPS dalam Sirekap,” jelas Hasyim, menekankan bahwa kesalahan tersebut murni bersifat teknis dan bukan disengaja.

Hasyim mengungkapkan bahwa kesalahan konversi data hanya mencapai 0,64 persen dari total Formulir C yang sudah diunggah dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Aplikasi Sirekap Pemilu – ist

KPU mencatat bahwa jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah mengunggah Formulir C ke dalam Sirekap sebanyak , dan hanya di antaranya yang mengalami kesalahan konversi.

Hasyim menjelaskan, “Jumlah TPS yang mengalami kesalahan konversi adalah dari total , atau setara dengan 0,64 persen.”

Dia juga menambahkan, “Patut disyukuri bahwa ada Sirekap yang memungkinkan unggahan data tersebut, sehingga hasil penghitungan di setiap TPS dapat diketahui oleh publik. Dengan begitu, tidak ada yang disembunyikan atau disimpan secara diam-diam, tetapi segala sesuatunya dipublikasikan secara transparan.”

Hasyim menjelaskan bahwa sistem yang dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum RI memantau dengan cermat setiap unggahan formulir C dan konversinya.

Gedung Komisi Pemilihan Umum Republik Inodnesia – lensakini

“Kami di KPU pusat, melalui sistem yang ada, dapat memantau dengan jelas mana saja unggahan formulir C yang mengalami kesalahan konversi,” ujarnya.

Selain itu, Komisi Pemilihan Umum RI juga telah melakukan pemantauan terhadap kemungkinan kesalahan dalam proses perhitungan suara.

Sebagai tanggapan, langkah koreksi akan segera dilakukan untuk memperbaiki kesalahan konversi yang terjadi.

“Oleh karena itu, kami sebenarnya mengetahui dan tentu saja kami akan segera melakukan koreksi terkait kesalahan konversi formulir ke angka-angka perhitungan sesegera mungkin,” pungkasnya




Kode Etik Tak Tertib: Anggota KPPS Dukung Prabowo dengan 2 Jari Akhirnya Dipecat

Anggota KPPS

Prolite – Kontroversi yang melibatkan seorang anggota KPPS di Desa Pagerbumi, Kabupaten Pangandaran, menjadi sorotan tajam setelah munculnya sebuah video yang menampilkan anggota tersebut mengacungkan dua jari sambil menyebut nama capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Video tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial, menarik perhatian masyarakat luas.

Respons negatif dari warganet pun tak terelakkan, dengan banyaknya komentar yang mengecam tindakan anggota KPPS tersebut, menilainya sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan netralitas yang seharusnya dimiliki oleh penyelenggara pemilu.

Anggota KPPS
Anggota KPPS Helmi Hermawati saat dimulainya dua jari dan menyebut nama Prabowo – Istimewa

Wanita yang terlibat dalam kontroversi tersebut kini harus menanggung konsekuensi serius yakni dipecat dari KPPS, menyusul terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.

Anggota Komisioner KPU Pangandaran Divisi Hukum dan Pengawasan, Sukandar, secara resmi mengumumkan keputusan tersebut.

Sukandar menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap video yang menampilkan wanita tersebut, dan hasilnya menunjukkan bahwa tindakannya dengan jelas melanggar kode etik yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap penyelenggara pemilu.

“Dengan jelas terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu. Sementara ini, Surat Keputusan (SK) terkait pemecatan sedang dalam proses penerbitan,” ungkap Sukandar pada Senin (29/1/2024).

Anggota KPPS Helmi Hermawati saat dimulainya dua jari dan menyebut nama Prabowo – Istimewa

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cigugur, Puji, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menantikan surat keputusan (SK) terkait pemecatan anggota KPPS yang terlibat dalam kontroversi tersebut.

Puji menjelaskan, “Kita tinggal menunggu SK pemberhentian orang bersangkutan hasil kajian.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa proses pemecatan sedang dalam tahap finalisasi, dan pihak berwenang sedang menyelesaikan langkah-langkah administratif terkait keputusan tersebut.

Puji juga menambahkan bahwa pengganti untuk anggota KPPS yang dipecat sudah disiapkan.

“Pelantikan anggota KPPS sudah dilakukan pekan kemarin, jadi untuk orang yang bermasalah itu kami sudah menyiapkan penggantinya,” ungkapnya.

Video kontroversial ini menjadi viral setelah diunggah oleh Helmy Ocess, seorang penyelenggara Pemilu, di story Facebook, dan telah menarik perhatian masyarakat dan memicu pertanyaan serius terkait netralitas penyelenggara pemilu.

Skandal ini tidak hanya menciptakan keprihatinan terhadap integritas proses demokrasi, tetapi juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa penyelenggara pemilu mematuhi etika dan prinsip netralitas dalam melaksanakan tugas mereka.




Milenial Creative Bandung Berikan Dukungan Kuat untuk Pasangan Prabowo-Gibran

Milenial Creative Bandung

BANDUNG, Prolite – Ratusan milenial di Bandung, Jawa Barat, yang tergabung dalam komunitas Milenial Creative Bandung, menyelenggarakan acara deklarasi dukungan bagi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Mereka memberikan dukungan ini karena mereka melihat Prabowo sebagai seorang pemimpin yang sangat memperhatikan generasi muda Indonesia.

Deklarasi Milenial Creative Bandung Dukung Prabowo-Gibran – Istimewa

Koordinator dari Milenial Creative Bandung, Gilang Ramadhani Rachma, mengungkapkan keyakinan mereka bahwa Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap generasi muda Indonesia.

Dukungan dari komunitas ini mencerminkan pandangan positif mereka terhadap visi dan program yang ditawarkan oleh pasangan Prabowo-Gibran untuk generasi muda Indonesia.

Dengan memilih Gibran, seorang tokoh pemuda Indonesia, sebagai calon wakil presiden, Prabowo telah menunjukkan komitmennya kepada generasi muda.

Milenial Creative Bandung Deklarasi Dukung Prabowo – Gibran – Tribunnews

“Kita membutuhkan pemimpin yang secara konkret mendukung generasi muda seperti kami, dan Prabowo adalah contohnya,” kata Gilang dalam pernyataannya pada 1 November lalu.

Menurutnya, keputusan Prabowo ini memiliki dampak positif yang signifikan pada pemuda. Ini memungkinkan generasi muda merasa lebih terlibat dalam upaya mereka untuk berkontribusi langsung pada kemajuan negara.

“Prabowo memilih Kang Gibran sebagai calon wakil presiden adalah bukti nyata pemberdayaan pemuda dalam kepemimpinan nasional,” tambah Gilang.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat pendaftaran pencalonanya sebagai capres dan cawapres di Kantor KPU Pusat, Jakarta – Jawapos/Dery 

 

Selain itu, Prabowo telah menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda melalui berbagai program, salah satunya adalah pendanaan startup yang sangat dinantikan oleh generasi muda Indonesia saat ini.

Melalui program tersebut, pemuda akan semakin mampu mengembangkan diri mereka. Program-program semacam ini juga memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan generasi muda.

“Bahkan bisa membantu menciptakan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan para pemuda,” jelas Gilang.