#Cari_Aman Movement Ajak Pengendara Lebih Peduli terhadap Keselamatan di Jalan Raya

Pengendara

Jatinangor, Prolite – #Cari_Aman Movement Ajak Pengendara Lebih Peduli terhadap Keselamatan di Jalan Raya

Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat, Safety Riding Center Honda PT Daya Adicipta Motora (DAM) bersama sejumlah instansi pemerintah menggelar kegiatan “Cari Aman Movement” di jalur Bandung–Cirebon, kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi melalui Forum Keselamatan Lalu Lintas (FKLLL) antara Jasa Raharja Jawa Barat, Satlantas Polres Sumedang, Dinas Perhubungan Jawa Barat, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Barat. Sinergi lintas instansi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam kegiatan ini, instruktur Safety Riding Honda DAM memberikan edukasi langsung kepada para pengendara sepeda motor yang melintas. Edukasi berfokus pada pentingnya menerapkan semangat #Cari_Aman, yaitu berkendara dengan waspada, tertib, dan menghargai pengguna jalan lainnya. Bersama jajaran kepolisian dan Jasa Raharja, tim menyampaikan berbagai tips berkendara aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan pengendara, tim juga melakukan pemasangan plang himbauan kecepatan di salah satu titik jalur utama Jatinangor–Cirebon. Upaya ini diharapkan dapat mengingatkan para pengendara agar selalu menjaga kecepatan, mengutamakan keselamatan, dan lebih berhati-hati saat melintas di kawasan dengan lalu lintas padat.

Tak hanya edukasi langsung, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian buku saku keselamatan berkendara yang berisi panduan praktis mengenai etika, perilaku aman di jalan, serta pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, dan sarung tangan. Buku saku tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi masyarakat untuk lebih disiplin dan memahami aturan dasar lalu lintas.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head DAM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam menumbuhkan budaya aman berkendara di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin terus menanamkan semangat #Cari_Aman kepada seluruh pengendara, agar selalu waspada dan tertib di jalan. Karena keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengendarai motor, tetapi juga tentang kesadaran dan kepedulian terhadap diri sendiri serta pengguna jalan lainnya. Dengan memahami pentingnya keselamatan, kami berharap angka kecelakaan di wilayah Sumedang dan sekitarnya dapat terus menurun,” ujar Ludhy.

Melalui semangat #Cari_Aman, Safety Riding Center Honda DAM berkomitmen untuk terus mengedukasi generasi muda dan masyarakat luas agar selalu menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.




Jangan Asal Gas, Jaga Keseimbangan Biar #Cari_Aman

Jangan Asal Gas, Jaga Keseimbangan Biar #Cari_Aman (dok Honda).

Jangan Asal Gas, Jaga Keseimbangan Biar #Cari_Aman

Prolite – Keseimbangan merupakan salah satu aspek paling krusial dalam berkendara sepeda motor. Tanpa keseimbangan yang baik, risiko kecelakaan bisa meningkat, bahkan di jalan yang tampak aman sekalipun.

Melalui program edukasi yang rutin digelar oleh tim Safety Riding Center Honda Jawa Barat, masyarakat terus diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan sebagai bagian dari budaya keselamatan berkendara, sejalan dengan semangat kampanye #Cari_Aman.

Para instruktur safety riding menegaskan bahwa keseimbangan bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga berkaitan dengan postur tubuh, kondisi motor, dan tingkat konsentrasi pengendara. Berikut beberapa tips praktis untuk menjaga keseimbangan saat mengendarai motor:

dok Honda
dok Honda

● Posisi duduk di tengah jok
Hindari duduk terlalu ke depan atau ke belakang agar distribusi berat tubuh merata.

● Pandangan lurus ke depan
Fokus pada arah jalan dan kondisi sekitar, hindari terlalu sering melihat ke bawah.

● Gunakan tangan dan kaki dengan benar
Pegang setang dengan rileks dan letakkan kaki di footstep agar stabil.

● Jaga kecepatan tetap stabil
Hindari kecepatan terlalu rendah atau tinggi, terutama di jalan bergelombang atau sempit.

● Gunakan perlengkapan berkendara yang tepat
Helm, jaket, dan sarung tangan yang nyaman membantu menjaga posisi tubuh tetap stabil.

● Periksa kondisi dan tekanan ban secara rutin
Ban yang aus atau tekanan tidak sesuai dapat mengurangi kendali dan keseimbangan.

● Latihan manuver ringan secara berkala
Seperti slalom, zig-zag, atau manuver lambat di area aman untuk meningkatkan kendali tubuh dan motor.

“Menjaga keseimbangan bukan soal gaya, tapi soal keselamatan. Pengendara yang tidak seimbang bisa terjatuh kapan saja, bahkan saat posisi motor sedang berhenti,” jelas salah satu instruktur dari Safety Riding Center Honda Jawa Barat.

Edukasi ini menjadi bentuk komitmen Honda dalam menanamkan kesadaran bahwa berkendara aman bukan ditentukan dari seberapa cepat atau jauh perjalanan kita, tetapi dari seberapa siap dan seimbang kita dalam mengendalikan motor.

Ingat, apapun tujuannya, pastikan untuk selalu #Cari_Aman saat naik motor!




Kartini Muda Tetap Cantik dan #Cari_Aman di Jalan Raya Bersama Honda dan Universitas Ikopin

kartini - safety riding

Kartini Muda Tetap Cantik dan #Cari_Aman di Jalan Raya Bersama Honda dan Universitas Ikopin

BANDUNG, Prolite – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Daya Adicipta Motora (DAM) sebagai Main Dealer Motor Honda di Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Ikopin menghadirkan sebuah acara penuh inspirasi bertajuk “Kartini Muda Tetap Cantik dan #Cari_Aman di Setiap Perjalanan.”

Acara ini digelar khusus untuk 60 mahasiswi Universitas Ikopin yang antusias mengikuti berbagai sesi edukatif dan aktivitas seru yang berlangsung pada momentum istimewa ini.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat Kartini masa kini agar tetap percaya diri, tangguh, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan berkendara.

kartini - safety riding

Safety Riding Development Section Head DAM, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Perempuan bukan hanya bisa tampil cantik, tapi juga harus tangguh dan cerdas dalam menjaga keselamatan diri di jalan raya. Edukasi ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.

Tiga sosok inspiratif turut hadir sebagai pembicara, yaitu Instruktur Safety Riding DAM Nofa Ismiati, Kompol Dewi H. S., selaku Kasi Dikmas Ditlantas Polda Jabar, serta Kak Cindi, influencer sekaligus atlet balap motocross. Mereka membagikan wawasan tentang keselamatan berkendara, termasuk pentingnya memahami titik rawan kecelakaan seperti persimpangan, dan juga pengalaman pribadi yang membangkitkan semangat para peserta.

kartini - safety riding

Keseruan acara semakin lengkap dengan aktivasi media sosial bertema #Cari_Aman, di mana peserta diajak mengunggah momen terbaik mereka selama kegiatan. Tiga unggahan terpilih berhak mendapatkan hadiah total . Tak hanya itu, kuis interaktif dalam sesi seminar juga memperebutkan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, dan sarung tangan bagi tiga peserta beruntung.

“Melalui kegiatan ini, DAM berharap semangat #cari_aman bisa menjadi bagian dari gaya hidup perempuan muda masa kini. Karena tampil stylish dan percaya diri tak lengkap tanpa kesadaran akan pentingnya keselamatan di setiap perjalanan,” tutup Ludhy.




Pertama Kali Touring? Ini 5 Tips Dasar Yang Perlu Kamu Perhatikan

tips touring

Tips Dasar Touring Menggunakan Sepeda Motor Bagi Pemula agar Aman dan Menyenangkan

Prolite – Touring dengan sepeda motor kini menjadi hobi yang semakin digemari banyak orang. Namun, bagi pemula, penting untuk memahami bahwa touring bukan hanya soal berangkat dan sampai. Diperlukan persiapan yang matang agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tentunya menyenangkan.

Berikut beberapa tips dasar yang bisa dijadikan panduan bagi kamu yang baru ingin memulai perjalanan touring:

1. Pilih Motor yang Sudah Kamu Kuasai
Gunakan motor yang kondisinya prima dan sesuai untuk perjalanan jauh. Lakukan servis rutin sebelum berangkat, dan pastikan kamu sudah terbiasa mengendarai motor tersebut. Hindari menggunakan motor yang belum pernah kamu pakai sebelumnya, karena setiap motor punya karakter berbeda yang butuh penyesuaian.

2. Kenakan Perlengkapan Berkendara yang Tepat
Keselamatan adalah prioritas utama. Gunakan helm berstandar SNI dengan ukuran pas, pilih warna cerah agar mudah terlihat. Lengkapi diri dengan jaket pelindung, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup. Selain melindungi, perlengkapan ini juga membuat berkendara terasa lebih nyaman.

3. Bawa Barang Penting Saja
Jas hujan, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan darurat seperti tool kit atau ban serep mini adalah barang yang sebaiknya selalu dibawa. Jangan membawa barang berlebihan yang bisa mengganggu keseimbangan motor atau mengurangi kenyamanan selama berkendara.

4. Riset Rute dan Perkirakan Cuaca
Sebelum berangkat, cari tahu kondisi jalur yang akan dilalui, titik-titik istirahat, dan potensi perubahan cuaca. Untuk pemula, disarankan memilih destinasi yang tidak terlalu jauh, misalnya cukup dua jam perjalanan dari titik awal. Dengan rute yang ringan, kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan dan belajar mengenal ritme touring.

5. Jaga Stamina dan Fokus Berkendara
Touring bisa menguras tenaga, jadi pastikan tubuh dalam kondisi bugar sebelum berangkat. Jangan paksakan diri jika mulai merasa lelah. Istirahatlah secara berkala untuk menjaga konsentrasi dan keselamatan di jalan.

touring

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan bahwa dengan persiapan yang tepat, touring bukan hanya jadi perjalanan biasa, tapi pengalaman yang penuh cerita. Ingat, touring bukan hanya tentang sampai di tujuan, tapi tentang bagaimana kita menikmati setiap kilometer perjalanan.

“Selalu gunakan helm dan jaket mu saat naik motor, karena tanpa #cari_aman hal-hal yang berharga dalam hidup tak dapat kita temukan,” ujar Ludhy.




Tips Aman Duduk Berboncengan Di Sepeda Motor

berboncengan

Prolite – Tips Aman Duduk Berboncengan Di Sepeda Motor. Sepeda motor merupakan kendaraan yang sering digunakan untuk keperluan sehari-hari. Berbeda dengan kendaraan lain, sepeda motor umumnya memiliki dua tempat duduk, yaitu untuk pengendara dan penumpang. Karena itu, tidak jarang sepeda motor digunakan untuk berboncengan, baik untuk mengantar teman atau keluarga.

Berkendara berboncengan memerlukan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan dan keamanan. Selain memastikan kondisi sepeda motor tetap prima, pengendara juga harus memahami teknik berkendara yang baik dan benar agar perjalanan lebih nyaman dan aman di jalan raya.

Safety Riding Development Section Head PT. Daya Adicipta Motora (DAM), Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa berkendara berboncengan memiliki risiko yang sama bagi pengendara dan penumpang. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus memperhatikan aspek keselamatan, salah satunya dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Kapasitas yang disarankan untuk berkendara berboncengan adalah maksimal dua orang, yakni pengendara dan seorang penumpang. Pastikan penumpang dapat memegang tubuh pengendara untuk menjaga keseimbangan selama perjalanan.

berboncengan

Penumpang yang berboncengan juga perlu memperhatikan tiga hal terkait postur berkendara yang aman, yaitu :

Tangan berpegangan pada jaket pengemudi bagian pinggang.
Penumpang harus memegang pinggang pengendara, agar tubuh penumpang dapat mengikuti pergerakan sepeda motor dengan baik, terutama saat berbelok. Hindari berpegangan pada behel motor, karena hal ini dapat mengganggu keseimbangan sepeda motor dan meningkatkan risiko terguling saat pengendara melakukan manuver.

Ujung lutut menempel pada pinggul pengemudi
Lutut penumpang sebaiknya menempel atau berada dalam posisi menutup pada pinggul pengemudi. Jangan membuka lutut karena hal ini dapat membahayakan keseimbangan sepeda motor dan meningkatkan risiko terserempet oleh kendaraan lain.

Kedua kaki bertumpu pada pijakan kaki (footstep)
Penumpang harus memastikan bahwa kedua telapak kakinya selalu menempel pada pijakan kaki belakang sepeda motor. Jangan biarkan kaki menggantung karena bisa berisiko terkena rantai motor atau terserempet kendaraan lain.

Selain itu, sangat penting bagi pengendara dan penumpang untuk menghindari penggunaan gadget saat berkendara. Menggunakan ponsel dapat mengalihkan perhatian dan membahayakan keselamatan.

Untuk keselamatan bersama, pastikan untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap dan #Cari_Aman setiap saat di jalan.




Marka Jalan, Kenali Arti dan Fungsinya

marka jalan

Kenali Arti dan Fungsi Marka Jalan : Panduan Penting untuk Pengendara

Prolite – Marka Jalan. Saat berkendara di jalan raya, baik di dalam kota maupun luar kota, kamu pasti sering melihat berbagai garis yang tergambar di atas permukaan jalan, baik itu jalan beraspal maupun jalan beton. Garis-garis ini ada yang berwarna putih, ada juga yang berwarna kuning. Tapi, apa sebenarnya arti garis-garis tersebut? Dan kenapa penting bagi kita sebagai pengendara untuk memahaminya?

“Garis-garis ini disebut marka jalan. Fungsinya sangat vital, yaitu sebagai panduan, pengatur lalu lintas, sekaligus alat peringatan bagi pengendara. Marka jalan membantu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar. Marka ini bisa ditemukan di mana saja bukan hanya di tengah kota, tapi juga di jalan antar kota, jalan tol, hingga jalur pedesaan,” jelas Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma.

Info Otomotif: 7 Arti Marka Jalan

Nah, sebagai pengendara, bukan hanya keterampilan mengemudi dan kepatuhan pada rambu yang penting, tetapi juga pemahaman terhadap jenis-jenis marka jalan. Yuk, kenali beberapa marka jalan yang paling umum ditemui di Indonesia berikut ini:

1. Marka Putih Putus-putus
Marka ini biasanya terdapat di jalan satu arah maupun dua arah. Artinya, pengendara diperbolehkan berpindah jalur atau mendahului kendaraan lain—tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar, terutama kendaraan di depan dan belakang.

2. Marka Putih Utuh (Garis Lurus)
Kalau kamu melihat garis putih yang tidak terputus, ini artinya dilarang berpindah jalur atau mendahului kendaraan lain. Marka ini biasanya ditempatkan di area rawan kecelakaan seperti tikungan tajam atau area dengan blind spot besar.

3. Marka Putus-putus Menjelang Marka Utuh
Biasanya ditemui sebelum tikungan. Selama masih berada di bagian yang putus-putus, kamu masih diperbolehkan menyalip. Tapi begitu memasuki bagian garis utuh, jangan sekali-kali pindah jalur atau menyalip.

4. Marka Putih Ganda Utuh
Dua garis utuh sejajar ini adalah peringatan keras: dilarang keras berpindah jalur. Biasanya terdapat di jalan yang sangat rawan, dan pengendara diharuskan tetap di jalur kiri (untuk lalu lintas normal di Indonesia).

5. Marka Kuning Utuh di Tepi Jalan
Marka ini sering luput dari perhatian, padahal penting banget. Jika kamu melihat garis kuning lurus di tepi jalan, itu tandanya dilarang berhenti atau parkir di area tersebut. Cocok jadi perhatian saat kamu touring dan ingin berhenti untuk foto-foto.

6. Marka Kuning Putus-putus di Tepi Jalan
Meskipun masih jarang ditemukan di Indonesia, marka ini punya arti bahwa pengendara diperbolehkan mendahului dari sisi tepi, asalkan kondisi lalu lintas memungkinkan dan tetap hati-hati.

7. Marka Putus & Utuh
Kendaraan yang berada di sisi garis utuh tidak diperbolehkan melintasi garis ganda tersebut, sementara kendaraan di sisi garis putus-putus diperbolehkan melintas.

8. Yellow Box Junction
Marka kotak kuning ini sering dijumpai di perempatan besar, khususnya di kota-kota besar. Fungsinya adalah mencegah kemacetan di tengah persimpangan. Saat lampu merah menyala dan jalanan padat, jangan berhenti di dalam kotak kuning ini karena bisa mengunci arus lalu lintas dari arah lain.

Jangan Lupakan #Cari_Aman di Jalan!

Selain memahami marka jalan, kamu juga harus selalu memperhatikan keselamatan berkendara. Pastikan selalu menggunakan helm standar, jaket, sarung tangan, sepatu, dan perlengkapan lainnya demi keselamatan. Ingat, tujuan utama kita bukan cuma sampai, tapi sampai dengan selamat.




Pengen Mudik Aman dan Nyaman Pakai Sepeda Motor? Ini Tipsnya…

Mudik Aman & Nyaman Ala Honda

Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor Ala Honda

Prolite – Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor. Mudik merupakan salah satu budaya yang sudah melekat pada masyarakat Indonesia. Berbagai kalangan melakukan tradisi ini dengan menggunakan beragam jenis kendaraan, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh pemudik setiap tahunnya. Kelebihan menggunakan sepeda motor untuk mudik antara lain biaya operasional yang lebih hemat serta fleksibilitas dalam memilih rute untuk menghindari kemacetan, sehingga perjalanan dapat menjadi lebih cepat dibandingkan dengan transportasi lainnya.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Namun, mudik menggunakan sepeda motor memiliki berbagai risiko, terutama dari segi keselamatan. Oleh karena itu, meskipun tidak dilarang, sangat disarankan agar pemudik mempertimbangkan opsi transportasi yang lebih aman.”

Jika tetap memilih menggunakan sepeda motor, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar perjalanan mudik aman dan nyaman.

1. Batasi Jumlah Penumpang dan Barang Bawaan
Sepeda motor idealnya hanya digunakan oleh dua orang, yaitu pengendara dan satu orang pembonceng. Mengendarai sepeda motor dengan lebih dari dua orang sangat berisiko dan berbahaya. Selain itu, daya angkut barang juga terbatas. Jika barang bawaan tidak cukup disimpan di bagasi motor, pemudik dapat menggunakan tas gendong atau menambahkan boks tambahan seperti side box dan rear box.

Pastikan ukuran boks sesuai dengan kapasitas motor dan tidak mengganggu keseimbangan berkendara. Untuk boks samping, lebarnya tidak boleh melebihi stang kemudi atau spion, sementara boks belakang sebaiknya tidak lebih panjang dari 30 cm.

Jika membawa barang berlebih, cara terbaik adalah mengirimkannya terlebih dahulu menggunakan jasa ekspedisi sebelum mudik. Dengan begitu, beban motor tetap ringan dan lebih mudah dikendalikan, sehingga meningkatkan faktor keselamatan selama perjalanan.

2. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Lengkap dan Sesuai Standar
Saat mudik dengan sepeda motor, kenakan perlengkapan keselamatan standar. Gunakan helm SNI dengan pengait terkunci, jaket, celana panjang, serta sarung tangan untuk kenyamanan dan perlindungan. Pilih sepatu tertutup daripada sandal, dan gunakan jas hujan setelan agar mudik aman saat hujan.

3. Istirahat Secara Berkala
Berkendara dalam jarak jauh menggunakan sepeda motor dapat menyebabkan kelelahan yang meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, untuk perjalanan mudik aman, pemudik sebaiknya beristirahat setiap 2 jam sekali atau ketika mulai merasa lelah. Gunakan area istirahat yang aman seperti rest area, SPBU, atau tempat yang ramai untuk menghindari tindak kejahatan.

4. Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat
Agar mudik aman dan nyaman menggunakan sepeda motor, sebelumnya pastikan kendaraannya dalam kondisi prima. Periksa tekanan dan kondisi ban, pastikan rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, serta pastikan oli mesin dalam jumlah yang cukup. Selain itu, cek juga lampu depan, belakang, dan lampu sein agar berfungsi optimal, serta pastikan klakson bekerja dengan baik sebagai alat komunikasi di jalan.

5. Patuhi Peraturan Lalu Lintas dan Berkendara dengan Bijak
Keselamatan adalah prioritas utama saat mudik dengan sepeda motor. Selalu patuhi peraturan lalu lintas, seperti tidak melawan arus, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Nyalakan lampu utama baik siang maupun malam untuk meningkatkan visibilitas, dan jangan memaksakan diri berkendara jika merasa mengantuk atau kelelahan demi perjalanan mudik aman dan nyaman.

Mudik menggunakan sepeda motor memang memiliki beberapa keuntungan, namun juga memiliki risiko yang tinggi. Jika memungkinkan, gunakan transportasi umum atau kendaraan yang lebih aman untuk perjalanan jauh. Namun, jika tetap memilih mudik dengan sepeda motor, pastikan untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman dengan berkendara secara bijak dan mengutamakan keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya.




Mekanisme Reaksi Berkendara, Kunci Aman di Jalan Raya

mekanisme reaksi berkendara

Mekanisme Reaksi Berkendara, Kunci Aman di Jalan Raya

Prolite – Saat berkendara sepeda motor, tanpa disadari kita terus menerus melakukan mekanisme reaksi yang berulang.

Ya, sepeda motor merupakan alat transportasi yang mudah digunakan dan sangat mudah dijumpai di Indonesia. Dengan kemampuan akomodasi yang praktis, sepeda motor menjadi pilihan utama masyarakat sebagai alat transportasi untuk bepergian ke berbagai tempat.

Mekanisme ini adalah serangkaian respons yang terjadi secara otomatis ketika kita menghadapi potensi bahaya di jalan raya.

Mekanisme reaksi pertama adalah proses identifikasi, yaitu mengamati dan memahami kondisi lalu lintas di depan kita. Banyaknya potensi bahaya di jalan raya menuntut kita untuk menentukan ancaman mana yang paling berpotensi menyebabkan kecelakaan. Dalam melakukan identifikasi ini, penting bagi kita untuk dapat memperkirakan dengan baik dan cepat apa yang mungkin terjadi di depan saat berkendara.

Mekanisme reaksi kedua adalah pengambilan keputusan. Ketika kita menghadapi bahaya di jalan, seperti pengendara lain yang tiba-tiba memotong jalur karena hendak berbelok ke kiri, kita harus segera menentukan tindakan yang tepat. Keputusan yang mungkin diambil bisa berupa melakukan pengereman, membunyikan klakson, menambah kecepatan, atau bahkan mengungkapkan ketidakpuasan. Keputusan ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, pengalaman, dan kesehatan pengendara. Namun, yang terpenting adalah mengambil keputusan secara tepat dan cepat untuk menghindari kecelakaan.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Jika keputusan kita adalah melakukan pengereman, maka langkah selanjutnya adalah melakukan reaksi terhadap keputusan tersebut. Dalam hal ini, reaksi yang diperlukan adalah menutup gas dan menarik tuas rem depan dan belakang secara bersamaan. Mekanisme reaksi ini sangat penting karena tanpa reaksi yang baik, keputusan yang tepat sekalipun dapat menjadi sia-sia dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.”

mekanisme reaksi berkendara

“Mekanisme ini terus terjadi secara berulang setiap kali kita berkendara. Waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi bahaya hingga melakukan reaksi sangat singkat, bahkan kurang dari satu detik. Semakin tinggi kecepatan sepeda motor yang kita kendarai, maka semakin sempit pula jarang pandang kita kedepan dan area sekitar sehingga membuat kita untuk semakin cepat dalam mengambil keputusan di dalam siklus mekanisme reaksi ini,” ujar Ludhy.

Selalu kenali potensi bahaya di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Gunakan helm dan jaketmu setiap kali naik motor, serta selalu #Cari_Aman demi keselamatan saat berkendara.




Tips Aman Berkendara Sepeda Motor di Jalan Sempit, Tetap Waspada dan #Cari_Aman

Tips Aman Berkendara Sepeda Motor di Jalan Sempit, Tetap Waspada dan #Cari_Aman (dok Honda).

Tips Aman Berkendara Sepeda Motor di Jalan Sempit, Tetap Waspada dan #Cari_Aman

Prolite – Sepeda motor menjadi pilihan populer di kalangan masyarakat karena kepraktisannya dalam berkendara. Motor memungkinkan pengendara bergerak lebih cepat dan fleksibel, terutama di kota-kota besar yang sering kali padat lalu lintas. Dengan motor, seseorang dapat dengan mudah menavigasi kemacetan, mencapai tujuan lebih cepat, dan menemukan tempat parkir tanpa kesulitan berarti.

Namun, di balik kenyamanan ini, pengendara sepeda motor seringkali dihadapkan pada berbagai jenis medan dan kondisi jalan yang berbeda-beda. Mulai dari jalan raya yang luas hingga gang-gang kecil yang sempit, setiap jalan memiliki tantangan dan risiko tersendiri, sehingga pengendara perlu selalu waspada dalam perjalanan mereka.

Salah satu tantangan yang sering ditemui pengendara motor adalah jalan sempit. Jalan sempit dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari gang kecil di perumahan, jalan pedesaan, hingga lorong-lorong di kawasan perkotaan. Jalan sempit tidak hanya mengurangi ruang gerak, tetapi juga sering kali dipenuhi dengan blindspot dan menjadi tempat munculnya bahaya secara tiba-tiba.

Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan, “Blindspot dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kendaraan lain yang terparkir, tikungan tajam, atau bahkan pejalan kaki yang melintas secara tiba-tiba. Dalam kondisi seperti ini, pengendara dituntut untuk lebih waspada dan memprioritaskan keselamatan di atas segalanya.”

dok Honda
dok Honda

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat berkendara di jalan sempit :

Pertama, selalu berhati-hati saat berkendara di jalan sempit. Perhatikan setiap detail di sekitar, termasuk kondisi jalan, keberadaan kendaraan lain, dan potensi hambatan seperti tiang listrik atau pohon. Jangan terburu-buru, pastikan untuk selalu waspada terhadap perubahan situasi di sekitar. Hindari penggunaan ponsel atau perangkat lainnya yang dapat mengalihkan perhatian saat berkendara.

Selanjutnya, mengemudi dengan kecepatan yang rendah di jalan sempit sangat penting untuk menghindari kecelakaan. Dengan kecepatan yang lebih lambat pengendara motor memiliki banyak waktu untuk bereaksi terhadap situasi yang tidak terduga, seperti kendaraan yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan atau pejalan kaki yang melintas. Kecepatan rendah juga meminimalkan resiko kehilangan kendali saat berkendara di ruang yang terbatas.

Saat berkendara sepeda motor di jalan sempit, terutama yang memiliki banyak tikungan tajam atau blindspot, menggunakan klakson dapat menjadi cara efektif untuk memberitahu pengendara lain tentang keberadaan pengendara motor. Namun, gunakanlah klakson dengan bijak dan hindari penggunaan klakson yang berlebihan karena dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Selalu ingat, berkendara sepeda motor dengan hati-hati dan waspada adalah kunci mengatasi berbagai tantangan di jalan, termasuk jalanan sempit. Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap agar selalu #Cari_Aman. Berkendara dengan aman tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.