Bandung Barat Siapkan Regulasi Tingkatkan Potensi Ekonomi Kreatif

Bandung Barat Siapkan Regulasi Tingkatkan Potensi Ekonomi Kreatif (dok).

Bandung Barat Siapkan Regulasi Tingkatkan Potensi Ekonomi Kreatif

Prolite – Pemkab Bandung Barat bakal mengoptimalkan potensi sektor ekonomi kreatif yang ada di wilayahnya. Pasalnya, pelaku ekonomi kreatif yang ada di Bandung Barat mencapai unit usaha.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, pihaknya bersama DPRD KBB menyiapkan regulasi agar sektor ekonomi kreatif di Bandung Barat dapat terdongkrak maksimal.

“Kami memastikan akan mendorong regulasi ekonomi kreatif di tengah masih minimnya fasilitas, akses permodalan, dan perlindungan HKI bagi pelaku kreatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa sektor ekonomi kreatif (Ekraf) kini bukan lagi pelengkap, melainkan motor pertumbuhan baru yang harus menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Inisiatif regulasi ini muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan sosial-ekonomi masyarakat yang semakin bergeser pada kreativitas sebagai the new capital,” katanya.

“Kreativitas hari ini adalah sumber daya baru yang perlu dilindungi, difasilitasi, dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masa depan,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Bandung Barat sebagai “tanah subur kreativitas” dengan potensi yang tumbuh di berbagai wilayah, mulai dari Lembang, Cisarua, Parongpong, Cihampelas, Cililin, Batujajar, hingga Gununghalu. Dari unit usaha yang bergerak di bidang kreatif, tercatat pelaku kreatif khusus tersebar di 17 subsektor.

“Data dari dinas UMKM subsektor unggulan Ekraf KBB ini ada kuliner sebesar 42,1 persen, kriya dan souvenir 18,4 persen, fashion 12,6 persen, lalu musik foto videografi 11,2 persen, aplikasi dan digital marketing 4,9 persen, serta DKV dan ilustrasi 3,7 persen,” katanya.

Sejauh ini, masih banyak tantangan yang harus dibenahi, seperti minimnya creative hub, lemahnya akses permodalan, rendahnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan kebutuhan digitalisasi pemasaran, serta belum tersedianya basis data terintegrasi pelaku Ekraf.

“Regulasi ini diproyeksikan mampu mendorong ekosistem kreatif berkelanjutan, mulai dari inkubasi, pelatihan, permodalan, hingga pemasaran, serta memfasilitasi kolaborasi multipihak,” katanya.

Ia menegaskan, Pemda KBB menerima dan menyetujui Raperda Inisiatif tersebut untuk dibahas lebih lanjut. Ia berharap regulasi ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi tulang punggung sektor ekonomi kreatif.




Resmikan Jalan, Jeje Ritchie Ismail Larut dalam Kebahagiaan Warga hingga Santap Liwet Bersama

Resmikan Jalan, Jeje Ritchie Ismail Larut dalam Kebahagiaan Warga hingga Santap Liwet Bersama (dok).

Resmikan Jalan, Jeje Ritchie Ismail Larut dalam Kebahagiaan Warga hingga Santap Liwet Bersama

Prolite – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meresmikan jalan Kebon Kalapa hingga Pasir Calung, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang selesai diperbaiki.

Pada malam tersebut juga, warga setempat menyambut jalan yang rampung diperbaiki dengan kegiatan makan liwet bersama Bupati Bandung Barat (Jeje Ritchie Ismail).

Jeje Ritchie Ismail mengatakan, dirinya mengaku bahagia dengan antusias tinggi warga menyambut jalan yang rampung diperbaiki setelah sekian lama menunggu sentuhan pemerintah daerah.

“Delapan tahun rusak, alhamdulillah tahun ini sudah dikerjakan, jadi bisa bermanfaat untuk warga Kebon Kalapa,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya jalan di kawasan tersebut dalam kondisi rusak. Bahkan aktivitas warga terganggu lantaran jalan berlubang dan dipenuhi genangan air jika musim penghujan datang.

“Sebelumnya luar biasa, sudah seperti bisa mancing karena ada kubangan-kubangan. Kasihan yang jualan juga terganggu. Sekarang alhamdulillah semua jadi lancar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya bersama Wakil Bupati Asep Ismail.

“Perbaikan jalan adalah prioritas saya dan Pak Asep. Karena kalau jalan mulus, efek dominonya luar biasa terhadap perekonomian dan produktivitas warga. Semua jadi lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih hidup,” katanya.

Ia menyebut, hingga akhir tahun 2025 ini, terdapat 19 ruas jalan rusak yang tengah dikerjakan, dengan progres pembangunan mencapai 80–90 persen.

“Tadi saya survei ke Lembang, sudah 85 persen selesai. Mungkin bulan depan sudah rampung semua,” tandasnya.




Parade Foto : Dusun Bambu Cetak Rekor MURI Ketan Bakar Terbanyak di Dunia Sebanyak 2023 Potong

Rekor MURI

Prolite – Outdoor Dining Resort Restaurants Dusun Bambu telah mencapai prestasi luar biasa dengan meraih pengakuan dari Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Acara tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, yang diadakan di lokasi Dusun Bambu, Jalan Kolonel Masturi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada tanggal 19 Agustus 2023.

Tidak hanya memberikan sambutan, Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan juga turut terlibat dalam proses pembuatan ketan bakar dan meletakkan potongan pertama saat pembuatan miniatur Gedung Sate.

Raih Rekor MURI Ketan Bakar Terbanyak Di Dunia

Dalam acara ini, Dusun Bambu meraih rekor MURI untuk jumlah ketan bakar terbanyak di dunia, dengan mengusung tema ‘The New Art of Ketan Bakar 2023’.

Proses pembakaran ketan tersebut melibatkan 78 orang, yang terdiri dari berbagai kalangan, seperti chef profesional, praktisi kuliner, pelajar, mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ketan Bakar Lembang.

Total ketan bakar yang digunakan untuk membuat miniatur Gedung Sate ini mencapai 2023 potong, dan dengan angka tersebut tentunya telah menjadi suatu pencapaian yang sangat mengesankan.

Keunikan dari rekor ini semakin menonjol ketika para juru masak Dusun Bambu mengatur ketan bakar tersebut dalam bentuk miniatur Gedung Sate.

Pemilihan ketan bakar sebagai elemen untuk membuat miniatur Gedung Sate ialah dengan alasan, ketan bakar telah menjadi simbol kuliner khas Lembang dan memiliki nilai historis dan budaya yang kuat, serta menjadi bagian integral dari identitas daerah tersebut.

Sementara itu, pemilihan Gedung Sate sebagai model miniatur juga memiliki kaitan dengan perayaan HUT Provinsi Jawa Barat. Ini adalah wujud kreativitas yang unik dalam merayakan momen penting bagi daerah tersebut.

Dengan menggambarkan Gedung Sate sebagai miniatur dari ketan bakar, Dusun Bambu berhasil menggabungkan aspek kuliner dan budaya setempat dalam satu pencapaian yang kreatif.