5 Game Aman untuk Dimainkan Saat Puasa : Tenang, Seru, dan Bikin Hati Adem!

Game Aman

5 Game Aman untuk Dimainkan Saat Puasa: Rekomendasi Game Tenang & Wholesome Biar Ramadan Makin Chill

Prolite – Lagi cari game yang bisa dimainkan saat puasa tanpa khawatir bikin emosi naik atau terpapar konten yang nggak sesuai? Tenang, kamu nggak sendirian. Setiap Ramadan, banyak gamer Muslim mulai lebih selektif memilih hiburan digital. Bukan cuma soal seru atau nggaknya, tapi juga soal ketenangan hati.

Makanya, rekomendasi game aman untuk dimainkan saat puasa jadi topik yang selalu dicari. Game yang nggak penuh kekerasan, nggak memicu emosi berlebihan, dan tetap wholesome jelas lebih cocok menemani waktu ngabuburit atau setelah tarawih.

Untungnya, di 2026 ini pilihan game makin beragam. Dari puzzle yang estetik sampai simulasi kehidupan yang santai, semuanya bisa jadi teman setia selama bulan suci. Kali ini, UP Station merangkum 5 game aman untuk dimainkan saat puasa yang dijamin bikin pikiran rileks tanpa drama.

Kenapa Penting Memilih Game Aman untuk Dimainkan Saat Puasa?

Bulan puasa bukan cuma tentang menahan lapar dan dahaga. Kita juga belajar mengendalikan emosi dan menjaga hati tetap bersih. Game dengan kompetisi agresif, kekerasan intens, atau konten provokatif bisa memicu stres dan frustrasi—dua hal yang sebaiknya kita hindari saat Ramadan.

Menurut berbagai studi psikologi digital terbaru (2025–2026), game dengan tempo santai dan elemen relaksasi terbukti membantu menurunkan stres serta meningkatkan mood positif. Artinya, memilih game yang tepat bukan cuma soal hiburan, tapi juga bagian dari self-control.

Nah, berikut ini lima game terbaik versi UP Station yang nggak hanya aman dari unsur kekerasan atau konten negatif, tapi juga punya nilai positif dan vibe yang damai.

1. Monument Valley 2 – Puzzle Estetik yang Bikin Adem

Kalau kamu cari game aman untuk dimainkan saat puasa yang benar-benar menenangkan, Monument Valley 2 adalah jawabannya.

Game puzzle ini menghadirkan arsitektur mustahil bergaya M.C. Escher dengan visual minimalis yang super cantik. Kamu akan mengikuti perjalanan Ro dan anaknya melewati monumen penuh ilusi optik.

Nggak ada timer. Nggak ada musuh. Nggak ada kompetisi. Yang ada cuma puzzle cerdas, musik ambient lembut, dan visual yang bikin mata fresh. Cocok banget buat ngabuburit tanpa tekanan.

Platform: Mobile (Android & iOS)

2. Coffee Talk – Ngobrol Santai Sambil Jadi Barista

Game karya anak bangsa ini wajib masuk daftar. Coffee Talk dikembangkan oleh Toge Productions dan sukses go international.

Berlatar di kedai kopi alternatif di Seattle, kamu berperan sebagai barista yang mendengarkan curhat pelanggan—dari elf, succubus, sampai werewolf. Walau karakternya fantasi, cerita yang diangkat justru sangat manusiawi dan relatable.

Tidak ada kekerasan. Tidak ada adegan vulgar. Yang ada hanya dialog hangat, musik lo-fi, dan refleksi kehidupan. Main game ini saat puasa rasanya seperti duduk santai sambil merenung. Slow, cozy, dan meaningful.

Platform: PC, PlayStation, Xbox, Nintendo Switch

3. TheoTown – Bangun Kota Tanpa Drama

Buat kamu yang suka city building tapi nggak mau ribet, TheoTown bisa jadi pilihan. Game ini memungkinkan kamu membangun kota impian dengan pace yang bisa diatur sendiri. Fokusnya pada tata kota, infrastruktur, dan manajemen traffic.

Nggak ada perang. Nggak ada invasi alien. Nggak ada skenario destruktif kecuali kamu sendiri yang memicunya. Karena tempo permainannya fleksibel, game ini termasuk game aman untuk dimainkan saat puasa tanpa bikin stres.

Platform: Mobile & PC

4. Stardew Valley – Farming Simulator Paling Wholesome

Siapa yang nggak kenal Stardew Valley? Farming simulator legendaris ini masih jadi comfort game jutaan pemain hingga 2026.

Kamu berperan sebagai petani yang mewarisi lahan di Pelican Town. Aktivitasnya santai: bertani, memancing, beternak, menambang, dan membangun hubungan sosial.

Tidak ada tekanan waktu yang bikin panik. Semua bisa dijalani sesuai ritme kamu.

Game ini bahkan sering direkomendasikan dalam diskusi komunitas kesehatan mental karena efek relaksasinya yang kuat.

Platform: PC, Konsol, Mobile

5. Unpacking – Zen Game yang Diam-diam Bikin Nagih

Kalau kamu suka aktivitas simpel tapi satisfying, Unpacking wajib dicoba. Game ini cuma tentang membongkar kardus dan menata barang di rumah baru. Kedengarannya sederhana, tapi justru di situlah letak magisnya.

Tanpa dialog, tanpa timer, tanpa game over. Melalui barang-barang yang ditata, kamu perlahan memahami perjalanan hidup karakter utama. Musik piano lembut dan pixel art hangat bikin suasana makin damai. Main Unpacking setelah seharian puasa terasa seperti terapi ringan.

Platform: PC & Konsol

Game Aman untuk Dimainkan Saat Puasa = Hiburan yang Lebih Berkualitas

Memilih game aman untuk dimainkan saat puasa bukan berarti kamu jadi kurang seru. Justru sebaliknya.

Game yang tenang dan wholesome membantu menjaga fokus, mengontrol emosi, dan membuat waktu luang terasa lebih berkah. Ramadan tetap produktif, tapi tetap fun.

Itulah lima game aman untuk dimainkan saat puasa versi UP Station. Dari puzzle estetik sampai farming simulator, semuanya punya satu kesamaan: damai dan nggak bikin emosi naik.

Nah, dari kelima game di atas, mana yang paling menarik buat kamu coba saat puasa tahun ini? Atau kamu punya rekomendasi game aman lainnya?

Yuk, share dan ajak teman mabar yang lebih chill Ramadan ini. Karena hiburan yang baik bukan cuma soal seru—tapi juga soal hati yang tetap tenang.




Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa: Ramadan Tetap Tenang dan Bahagia

Menjaga Kesehatan Mental

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Puasa: Ramadan Tetap Tenang dan Bahagia

Prolite – Ramadan selalu identik dengan momen refleksi, ibadah, dan kebersamaan. Tapi di sisi lain, perubahan pola makan, jam tidur yang bergeser, hingga tuntutan aktivitas bisa memengaruhi kondisi psikologis.

Tidak sedikit orang merasa lebih mudah lelah, sensitif, bahkan cemas selama bulan puasa. Hal ini wajar, karena tubuh dan pikiran sedang beradaptasi.

Menjaga kesehatan mental selama Ramadan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Dengan strategi yang tepat, Ramadan justru bisa menjadi momen healing dan reset emosional.

Berikut beberapa tips menjaga kesehatan mental selama Ramadan yang efektif dan relevan diterapkan di 2026.

1. Atur Pola Tidur yang Teratur, Jangan Asal Begadang

Perubahan jadwal sahur sering membuat waktu tidur berantakan. Kurang tidur terbukti berdampak langsung pada suasana hati, konsentrasi, dan kemampuan mengelola stres.

Penelitian terbaru di bidang psikologi tidur menunjukkan bahwa kurang dari 6 jam tidur secara konsisten dapat meningkatkan risiko mood swing dan kelelahan mental.

Tips praktisnya:

  • Usahakan tidur lebih awal agar tetap mendapatkan 7–8 jam total waktu istirahat (termasuk tidur siang singkat jika perlu).
  • Hindari scrolling media sosial terlalu lama setelah tarawih.
  • Batasi konsumsi kafein menjelang malam.

Tidur yang cukup membantu otak memproses emosi dengan lebih stabil. Kalau tidur terjaga, emosi pun lebih terkendali.

2. Mindfulness dan Ritual Spiritual untuk Kesejahteraan Psikologis

Ramadan sebenarnya adalah momen yang sangat mendukung praktik mindfulness. Saat berpuasa, kita belajar menahan diri, memperlambat ritme, dan lebih sadar terhadap pikiran serta perasaan.

Mindfulness terbukti secara ilmiah membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Praktik sederhana seperti fokus pada napas, membaca doa dengan penuh kesadaran, atau menikmati momen berbuka tanpa distraksi bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Kamu bisa coba:

  • Luangkan 5–10 menit setelah sahur untuk refleksi diri.
  • Kurangi multitasking saat ibadah.
  • Praktikkan rasa syukur setiap malam sebelum tidur.

Ritual spiritual bukan hanya kewajiban, tapi juga sarana menenangkan sistem saraf dan memperkuat regulasi emosi.

3. Lakukan Kegiatan Ringan yang Menenangkan

BERIBADAH

Berpuasa bukan berarti harus pasif. Justru aktivitas fisik ringan bisa membantu menjaga stabilitas mood.

Olahraga ringan seperti jalan santai menjelang berbuka atau stretching setelah sahur dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang membantu memperbaiki suasana hati.

Selain itu, meditasi singkat atau latihan pernapasan dalam selama 5 menit juga bisa membantu mengurangi ketegangan.

Beberapa ide kegiatan ringan:

  • Jalan santai 20–30 menit sebelum magrib.
  • Journaling untuk menuangkan perasaan.
  • Mendengarkan murottal atau musik instrumental yang menenangkan.

Aktivitas kecil tapi konsisten bisa membuat Ramadan terasa lebih ringan dan tidak penuh tekanan.

4. Jaga Komunikasi dengan Keluarga dan Teman

Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial. Ramadan adalah momen yang tepat untuk mempererat hubungan.

Luangkan waktu berbuka bersama keluarga, mengirim pesan ke teman lama, atau sekadar berbagi cerita ringan.

Penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa interaksi positif dapat meningkatkan hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa aman dan nyaman.

Kalau merasa lelah atau overwhelmed, jangan ragu untuk bercerita. Berbagi bukan berarti lemah. Justru itu bentuk self awareness.

5. Atur Ekspektasi dan Jangan Terlalu Perfeksionis

Sering kali tekanan datang dari diri sendiri. Ingin ibadah sempurna, produktif maksimal, tetap aktif sosial, dan semuanya berjalan ideal.

Padahal tubuh sedang beradaptasi. Wajar kalau energi sedikit berbeda dari hari biasa.

Coba atur ekspektasi secara realistis:

  • Prioritaskan hal yang paling penting.
  • Beri ruang untuk istirahat.
  • Maafkan diri sendiri kalau ada target yang belum tercapai.

Ramadan bukan kompetisi. Ini perjalanan personal.

Ramadan Bisa Jadi Momen Reset Emosional

Menjaga kesehatan mental selama Ramadan bukan hal yang rumit, tapi membutuhkan kesadaran dan konsistensi.

Dengan pola tidur teratur, praktik mindfulness, aktivitas ringan yang menenangkan, serta komunikasi yang hangat dengan orang terdekat, Ramadan bisa menjadi momen untuk memperkuat ketahanan mental.

Tahun ini, yuk jalani puasa dengan lebih sadar dan penuh keseimbangan. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga belajar memahami diri sendiri dengan lebih baik.

Bagaimana kondisi mentalmu hari ini? Sudahkah kamu memberi ruang untuk dirimu sendiri?




Menuju Ramadan Lebih Sehat: Persiapan Kecil yang Dampaknya Besar Untuk Kesehatan

Ramadan

Prolite – Menuju Ramadan Lebih Sehat: Persiapan Kecil yang Dampaknya Besar Untuk Kesehatan

Ramadan selalu datang dengan suasana yang khas. Selain sisi spiritualnya, perubahan pola makan dan tidur saat puasa juga membawa tantangan tersendiri buat tubuh.

Tidak sedikit orang yang baru beberapa hari puasa sudah merasa lemas, pusing, gampang emosi, atau susah fokus. Padahal, kondisi ini sering kali bukan karena puasanya, tapi karena tubuh belum siap beradaptasi.

Kabar baiknya, tubuh manusia itu adaptif banget. Dengan persiapan yang tepat sejak 1–2 bulan sebelum puasa, kamu bisa menjalani Ramadan dengan lebih nyaman, bertenaga, dan fokus.

Yuk, kita bahas satu per satu apa saja yang perlu dipersiapkan supaya puasa nggak jadi ‘shock therapy’ buat tubuh.

Kenapa Tubuh Perlu Adaptasi Sebelum Puasa?

Puasa Tasua dan Asyura

Puasa mengubah ritme biologis tubuh secara signifikan. Jam makan bergeser, pola tidur berubah, asupan cairan dibatasi waktunya, dan energi harus dikelola lebih efisien. Tanpa adaptasi, tubuh akan merasa seperti “dipaksa” bekerja dengan sistem baru secara tiba-tiba.

Menurut berbagai literatur kesehatan dan nutrisi, adaptasi bertahap membantu tubuh menyesuaikan kadar gula darah, hormon lapar (ghrelin), hormon kenyang (leptin), serta ritme sirkadian. Kalau perubahan ini dilakukan mendadak, wajar kalau muncul gejala seperti cepat lelah, sakit kepala, atau mood swing di awal puasa.

Intinya, persiapan sebelum puasa bukan soal diet ekstrem, tapi soal membantu tubuh bertransisi secara halus.

Mengatur Ulang Jam Makan dan Tidur Secara Bertahap

Salah satu kunci sukses puasa adalah menggeser jam makan dan tidur pelan-pelan. Mulai sekitar 1–2 bulan sebelumnya, kamu bisa:

  • Mengurangi kebiasaan makan larut malam
  • Membiasakan sarapan lebih pagi
  • Mengurangi ngemil tengah malam

Tujuannya agar tubuh nggak kaget saat nanti hanya makan di waktu sahur dan berbuka. Begitu juga dengan tidur. Kalau kamu terbiasa tidur lewat tengah malam, cobalah memajukan jam tidur 15–30 menit setiap beberapa hari.

Adaptasi kecil seperti ini sangat membantu menjaga energi, fokus, dan kualitas tidur selama Ramadan.

Mengurangi Konsumsi Gula, Kafein, dan Makanan Ultra-Proses

Kalau kamu termasuk tim “nggak bisa hidup tanpa kopi dan manis-manis”, bagian ini penting banget. Gula dan kafein memang memberi energi instan, tapi juga bisa bikin tubuh gampang ‘crash’ saat puasa.

Mengurangi konsumsi gula berlebih sebelum puasa membantu menstabilkan gula darah dan mencegah rasa lemas ekstrem. Begitu juga dengan kafein. Menghentikan kopi secara tiba-tiba saat puasa sering memicu sakit kepala dan lelah berlebihan.

Coba lakukan secara bertahap:

  • Kurangi takaran gula di minuman
  • Ganti minuman manis dengan air putih atau infused water
  • Batasi kopi jadi 1 cangkir sehari, lalu selang-seling dengan teh herbal
  • Kurangi makanan ultra-proses seperti snack kemasan, fast food, dan minuman tinggi gula

Sebagai gantinya, perbanyak makanan utuh seperti buah, sayur, protein, dan karbohidrat kompleks.

Mulai Membiasakan Minum Air Putih Teratur

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa. Karena itu, kebiasaan minum air sebaiknya sudah dibangun jauh sebelum Ramadan.

Mulailah dengan memastikan kebutuhan cairan harian tercukupi. Jangan menunggu haus. Biasakan minum air secara berkala sepanjang hari.

Tips sederhana:

  • Selalu sediakan botol minum
  • Minum segelas air setelah bangun tidur
  • Minum sebelum dan sesudah makan

Kebiasaan ini akan memudahkan tubuh beradaptasi dengan pola minum terbatas saat puasa nanti.

Persiapan Mental dan Fisik Menjelang Puasa: Bukan Cuma Soal Makan

Berbuka Puasa Sehat

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang pengelolaan emosi dan energi mental. Stres, tekanan kerja, dan emosi yang tidak stabil bisa memperberat kondisi fisik saat puasa.

Hubungan Stres, Emosi, dan Kondisi Fisik Saat Puasa

Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memengaruhi metabolisme dan daya tahan tubuh. Saat puasa, stres yang tidak dikelola bisa membuat tubuh cepat lelah dan sulit fokus.

Mulai sekarang, coba perhatikan pola stres harianmu. Apakah kamu sering overthinking, sulit rileks, atau membawa beban kerja sampai malam? Ini saat yang tepat untuk mulai memperbaikinya.

Mengatur Ekspektasi Tubuh di Awal Ramadan

Banyak orang berharap tubuh langsung “fit” di hari pertama puasa. Padahal, beberapa hari awal biasanya memang masa adaptasi. Dengan memahami ini, kamu bisa lebih menerima sinyal tubuh tanpa panik.

Daripada memaksakan diri, fokuslah pada ritme. Energi mungkin naik turun, dan itu normal.

Tidur Cukup sebagai Kunci Stamina

Kurang tidur bisa memperburuk rasa lelah saat puasa. Mulai biasakan tidur 7–8 jam per hari. Kurangi screen time sebelum tidur dan ciptakan rutinitas malam yang menenangkan.

Tidur yang berkualitas membantu pemulihan fisik, keseimbangan hormon, dan stabilitas emosi selama puasa.

Latihan Mindfulness atau Refleksi Ringan

Latihan sederhana seperti menarik napas dalam, journaling, atau refleksi harian bisa membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesadaran diri. Aktivitas ini mendukung kesiapan mental menjelang puasa.

Mindfulness membantu kamu lebih peka terhadap sinyal tubuh, emosi, dan kebutuhan diri selama Ramadan.

Mulai Pelan-Pelan dan Rasakan Perbedaannya!

Persiapan kesehatan menjelang puasa bukan soal perubahan drastis, tapi tentang konsistensi kecil yang dilakukan lebih awal. Dengan mengatur pola makan, tidur, hidrasi, serta kesiapan mental sejak 1–2 bulan sebelumnya, tubuh punya waktu untuk beradaptasi tanpa stres.

Yuk, mulai dari sekarang. Dengarkan tubuhmu, lakukan perubahan kecil, dan sambut Ramadan dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap. Puasa pun jadi lebih ringan, fokus, dan bermakna.




Puasa Sehat, Kulit Glowing Terhidrasi: Rahasia Kulit Tetap Cantik Saat Ramadan

Kulit Glowing

Prolite – Puasa Sehat, Kulit Glowing Terhidrasi: Rahasia Kulit Tetap Cantik Saat Ramadan

Bulan Ramadan sudah di depan mata! Saatnya menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Tapi, ada satu tantangan yang sering dihadapi banyak orang, terutama perempuan: kulit kering!

Yup, selama puasa, kulit kita bisa jadi lebih kusam, kering, dan kehilangan kelembapannya. Tapi, tenang! Dengan pola makan yang tepat dan hidrasi yang cukup, kulitmu tetap bisa glowing meski berpuasa. Yuk, simak tipsnya!

Kenapa Kulit Bisa Lebih Kering Saat Puasa?

 

Saat berpuasa, tubuh kita mengalami perubahan karena:

  • Kurangnya asupan cairan selama lebih dari 12 jam membuat kulit kehilangan kelembapannya.
  • Perubahan pola makan yang kurang seimbang bisa berdampak pada kesehatan kulit.
  • Kurang tidur akibat sahur dan ibadah malam juga bisa membuat kulit terlihat lebih kusam dan lelah.
  • Paparan sinar matahari dan AC sepanjang hari dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah kekurangan cairan.

Makanya, penting banget untuk menjaga asupan nutrisi dan tetap terhidrasi selama Ramadan agar kulit tetap sehat dan bercahaya!

Nutrisi yang Dibutuhkan Kulit Selama Puasa

Kulit glowing tidak hanya berasal dari skincare, tapi juga dari makanan yang kita konsumsi! Berikut beberapa nutrisi yang penting untuk kulit sehat saat puasa:

  • Vitamin C (jeruk, stroberi, paprika) untuk membantu produksi kolagen dan mencerahkan kulit.
  • Vitamin E (alpukat, kacang-kacangan, biji bunga matahari) sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas.
  • Omega-3 (ikan salmon, chia seeds, kenari) untuk menjaga elastisitas dan kelembapan kulit.
  • Zinc (daging tanpa lemak, telur, susu) untuk mempercepat penyembuhan kulit dan mengatasi jerawat.
  • Air dan elektrolit (air putih, kelapa, semangka) untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Makanan yang Bisa Membantu Kulit Tetap Sehat dan Glowing

Mau kulit glowing, tetap lembap dan sehat selama puasa? Yuk, konsumsi makanan berikut ini saat sahur dan berbuka:

  • Buah-buahan dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan mentimun agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli yang kaya akan antioksidan untuk melindungi kulit dari penuaan dini.
  • Yogurt dan kefir yang mengandung probiotik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh, sehingga kulit tetap sehat.
  • Kurma yang tidak hanya memberi energi saat berbuka, tapi juga mengandung mineral penting untuk kulit.
  • Kacang-kacangan seperti almond dan kenari yang kaya akan vitamin E untuk menjaga kelembapan kulit.

Minuman Terbaik Saat Sahur dan Berbuka

 

Selain makanan, minuman juga punya peran penting dalam menjaga kesehatan kulit selama puasa. Berikut beberapa pilihan minuman terbaik yang bisa kamu konsumsi:

  • Air putih: Tetap nomor satu! Minimal 8 gelas per hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, 2 gelas sebelum tidur).
  • Air kelapa: Mengandung elektrolit alami yang membantu menghidrasi tubuh lebih cepat.
  • Infused water: Bisa dicampur dengan lemon, timun, atau mint untuk tambahan kesegaran dan manfaat detox.
  • Jus buah tanpa gula: Jus semangka, jeruk, atau alpukat bisa menjadi pilihan yang sehat dan menyegarkan.
  • Susu almond atau susu kedelai: Kaya akan nutrisi yang baik untuk menjaga kelembapan kulit.

Cara Memastikan Tubuh Tetap Terhidrasi Meski Tidak Minum Sepanjang Hari

Puasa bukan alasan untuk dehidrasi! Berikut beberapa cara agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari:

  1. Gunakan metode 2-4-2 dalam minum air untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
  2. Hindari minuman berkafein dan bersoda karena bisa menyebabkan dehidrasi lebih cepat.
  3. Konsumsi makanan tinggi air seperti semangka, mentimun, dan sup bening saat berbuka dan sahur.
  4. Gunakan skincare yang menghidrasi seperti serum hyaluronic acid dan pelembap berbahan dasar air agar kulit tetap segar.
  5. Kurangi makanan asin dan berminyak karena bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Shalat Lima Waktu: Rahasia Kecantikan yang Sering Dilupakan!

Tahukah kamu kalau shalat juga bisa membantu menjaga kesehatan kulit? Wudhu yang dilakukan lima kali sehari dapat membantu membersihkan kotoran dan minyak berlebih di wajah.

Selain itu, gerakan shalat juga meningkatkan aliran darah, yang bisa membuat wajah lebih segar dan bercahaya. Jadi, selain ibadah, shalat juga bisa jadi perawatan kulit alami yang sering kita abaikan!

Puasa bukan alasan untuk kulit jadi kering dan kusam, ya! Dengan pola makan sehat, asupan cairan yang cukup, serta kebiasaan baik seperti wudhu dan shalat, kulitmu tetap bisa sehat dan glowing selama Ramadan.

Jadi, jangan lupa untuk menjaga hidrasi tubuh dan konsumsi makanan bergizi agar tetap fresh sepanjang hari! Selamat menjalankan ibadah puasa, and stay glowing girls! 🌙✨




5 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Indonesia: Dari Padusan hingga Pawai Obor!

Menyambut Ramadan

Prolite – Intip 5 Tradisi Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah: Mulai Dari Padusan hingga Pawai Obor!

Bulan Ramadan bukan sekadar waktu untuk berpuasa, tapi juga momen penuh kebersamaan dan keberkahan yang selalu dinanti. Menariknya, setiap daerah di Indonesia punya cara unik dalam menyambut datangnya bulan suci ini.

Ada yang mandi di sumber mata air, ada yang menggelar pawai meriah, bahkan ada yang membunyikan meriam sebagai tanda awal Ramadan. Yuk, kita intip tradisi-tradisi unik ini!

1. Padusan di Yogyakarta: Ritual Penyucian Diri Sebelum Ramadan

Salah satu tradisi khas yang masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta adalah padusan. Ritual ini berupa mandi di sumber mata air sebagai simbol membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci.

Biasanya, masyarakat berbondong-bondong ke tempat-tempat seperti Sendangsono atau Umbul Ponggok untuk melakukan tradisi ini. Maknanya sederhana namun mendalam, yakni agar memasuki Ramadan dengan tubuh yang bersih dan hati yang suci.

2. Balimau di Sumatera Barat: Mandi dengan Jeruk Nipis dan Rempah-Rempah

Kalau di Yogyakarta ada padusan, di Sumatera Barat ada balimau. Tradisi ini juga berupa mandi, tapi yang unik adalah air mandinya dicampur dengan jeruk nipis dan berbagai rempah-rempah.

Masyarakat percaya bahwa mandi balimau bukan hanya untuk menyucikan diri tetapi juga menyegarkan tubuh dan pikiran sebelum menjalani ibadah puasa. Biasanya, tradisi ini dilakukan bersama keluarga besar di sungai atau pemandian umum.

3. Munggahan di Jawa Barat: Kumpul Keluarga Sebelum Puasa

Masyarakat Sunda punya tradisi munggahan, yang intinya adalah berkumpul bersama keluarga dan teman-teman sebelum Ramadan tiba. Biasanya, acara ini diisi dengan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan ajang mempererat silaturahmi.

Selain itu, masyarakat juga sering mengirim makanan ke orang tua, saudara, atau tetangga yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Menu yang disajikan dalam munggahan biasanya sederhana tapi penuh makna, seperti nasi liwet, ayam goreng, dan kue-kue tradisional.

4. Dugderan di Semarang: Bedug, Meriam, dan Pasar Malam Meriah

Di Semarang, ada satu tradisi yang super meriah dalam menyambut Ramadan, yaitu dugderan. Tradisi ini diawali dengan bunyi bedug dan dentuman meriam sebagai tanda bahwa Ramadan sudah dekat.

Yang membuat dugderan makin seru adalah adanya pasar malam yang menjual berbagai macam makanan khas, pakaian, hingga pernak-pernik Ramadan. Selain itu, ada pula pawai budaya yang menampilkan kesenian daerah sebagai bentuk rasa syukur menyambut bulan suci.

5. Pawai Obor: Tradisi yang Menerangi Malam Ramadan

Di banyak daerah di Indonesia, pawai obor menjadi tradisi yang tak bisa dilewatkan saat menyambut Ramadan. Warga akan berjalan kaki sambil membawa obor atau lampion, menerangi jalan dengan cahaya yang indah.

Pawai ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dan remaja sebagai bentuk kegembiraan dalam menyambut bulan puasa. Selain obor, ada juga yang menambahkan tabuhan bedug atau shalawat sebagai bagian dari perayaan.

Tradisi Lain yang Tak Kalah Unik

Selain lima tradisi di atas, masih banyak cara lain yang dilakukan masyarakat untuk menyambut Ramadan. Di Aceh, ada meugang, yaitu tradisi memasak dan menikmati daging bersama keluarga sebagai tanda syukur.

Di Madura, ada toron, yakni tradisi mudik lebih awal sebelum puasa untuk berkumpul bersama keluarga besar. Sementara di Lombok, ada tradisi maleman, di mana masyarakat menyalakan lampion dan lampu-lampu hias sebagai simbol cahaya Ramadan yang penuh berkah.

Menjaga dan Melestarikan Tradisi Ramadan

Tradisi-tradisi ini bukan hanya sekadar kebiasaan turun-temurun, tapi juga bentuk kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Dengan menjaga dan melestarikannya, kita turut menghormati warisan budaya yang kaya sekaligus menambah keberkahan dalam menyambut Ramadan.

Jadi, bagaimana tradisi di daerahmu? Yuk, ceritakan pengalamanmu dalam menyambut Ramadan dan sebarkan semangat kebersamaan kepada orang-orang di sekitarmu! 😊




Sebelum Ramadhan Tiba, Yuk Saling Memaafkan & Perbanyak Amal Baik!

Ramadhan tiba

Prolite – Sebelum Ramadhan Tiba, Sudah Siap Menyambut dengan Hati Bersih dan Bahagia?

Dalam hitungan hari, umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Tapi, apakah kita sudah benar-benar siap menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh kebahagiaan?

Sebelum masuk ke bulan yang suci ini, ada dua amal penting yang sering terlupakan, yaitu saling memaafkan dan menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita. Kedua hal ini mungkin terlihat berbeda, tapi sebenarnya saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kenapa? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Saling Memaafkan: Bersihkan Hati Sebelum Memasuki Ramadhan

Berbuka Puasa Sehat

Salah satu amal baik yang sangat dianjurkan sebelum Ramadhan adalah meminta maaf dan memberikan maaf. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti ada kesalahan yang kita lakukan, baik sengaja maupun tidak.

Mungkin kita pernah menyakiti hati orang lain, bertengkar dengan teman, atau bahkan menyimpan dendam lama yang belum terselesaikan.

Islam mengajarkan bahwa meminta maaf terlebih dahulu memiliki keutamaan lebih. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 178, Allah berfirman:

“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula).”
(QS. Al-Baqarah: 178)

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa di akhirat nanti, semua tanggungan yang belum diselesaikan di dunia akan diperhitungkan dengan amal kebaikan. Kalau kita masih punya masalah dengan seseorang dan belum meminta maaf, bisa jadi amal kita akan berkurang sebagai tebusan atas kesalahan tersebut. Nggak mau kan, sudah puasa sebulan penuh tapi masih ada ganjalan di hati?

Jadi, yuk mulai dari sekarang! Kita bisa memulai dengan:

  • Menghubungi teman atau keluarga yang mungkin pernah kita sakiti
  • Memaafkan orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan balasan
  • Tidak gengsi untuk meminta maaf lebih dulu

Dengan hati yang bersih, ibadah kita di bulan Ramadhan akan lebih tenang dan penuh keberkahan!

Bahagia Menyambut Ramadhan: Bukan Sekadar Formalitas

Selain saling memaafkan, ada satu hal lagi yang penting, yaitu menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan. Ini bukan sekadar formalitas atau basa-basi, tapi benar-benar merasakan kegembiraan karena akan bertemu dengan bulan yang istimewa.

Rasulullah SAW selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya saat Ramadhan tiba. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau bersabda:

“Bulan Ramadhan telah datang. Ramadhan adalah bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan puasa atas kalian. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat dan setan-setan dibelenggu di dalamnya. Di dalam bulan Suci Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan bukan bulan yang biasa-biasa saja. Ini adalah bulan di mana kita bisa mendapatkan pahala berlipat, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan tentunya lebih dekat dengan Allah SWT. Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa orang yang berbahagia menyambut Ramadhan akan diselamatkan dari api neraka!

Lalu, bagaimana cara kita menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita?

  • Mempersiapkan hati dan niat dengan penuh keikhlasan
  • Mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat untuk berbagi kebahagiaan
  • Mempersiapkan fisik agar kuat menjalankan ibadah puasa
  • Mengatur waktu agar Ramadhan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya

Saat Ramadhan Tiba, Momen untuk Memulai dengan Hati yang Baru

Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga soal memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan saling memaafkan dan menyambut Ramadhan dengan bahagia, kita bisa menjalani bulan suci ini dengan hati yang bersih dan penuh semangat.

Jadi, yuk mulai dari sekarang! Maafkan dan minta maaf, sambut Ramadhan dengan senyum dan kebahagiaan. Karena Ramadhan adalah hadiah istimewa yang tidak boleh kita sia-siakan.

Selamat menyambut Ramadhan! Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini. Aamiin! 😊




5 Alasan Mengapa Buah Kurma Harus Jadi Pilihan untuk Kesehatan

Buah kurma

Prolite – Buah kurma, seringkali menjadi santapan istimewa saat berbuka puasa selama bulan Ramadan, ternyata tidak hanya enak tapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh kita, lho!

Dengan daging buahnya yang lembut dan manis, kurma merupakan sumber nutrisi yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Pada artikel kali ini, mari kita telusuri lebih dalam apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengonsumsi kurma.

Siapa tahu, setelah membaca artikel ini, kita akan semakin menyadari betapa pentingnya memasukkan kurma ke dalam menu kita sehari-hari. Yuk langsung saja kita mulai bahas!

Buah Kurma dengan Segudang Manfaatnya

Ilustrasi berbagai macam buah kurma – Freepik

  1. Pencernaan 

Kandungan serat dalam Buah kurma membantu melancarkan pencernaan dan memperlancar buang air besar. Selain itu, asam amino dalam kurma merangsang pencernaan makanan, membuat proses pencernaan lebih efisien dan meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tubuh.

  1. Kesehatan Tulang 

Mineral seperti fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium dalam kurma menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Kandungan potasiumnya juga membantu meningkatkan kepadatan tulang dengan mengurangi kehilangan kalsium melalui ginjal.

  1. Baik untuk Ibu Hamil dan Janin

Kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, serat, dan protein, kurma sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Asupan nutrisi yang mencukupi dapat mencegah berbagai masalah kesehatan pada janin, serta memberikan tambahan energi pada ibu hamil.

  1. Kekebalan Tubuh

Antioksidan dalam kurma, seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolat, membantu menjaga kekebalan tubuh dengan mencegah peradangan dan meredakan radikal bebas. Ini dapat mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, Alzheimer, kanker, dan penyakit jantung.

  1. Pencegahan Anemia

Kandungan zat besi dalam kurma membantu dalam pembentukan sel darah merah, sehingga dapat membantu mencegah anemia ketika dikonsumsi secara rutin.

Ilustrasi buah kurma – Freepik

Dengan demikian, buah kurma tidak hanya sekadar menjadi makanan khas saat berbuka puasa di bulan Ramadan, tetapi juga merupakan tambahan yang berharga dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, kurma memberikan kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita.

Dengan mengonsumsi kurma secara baik dan bijak, kita dapat memanfaatkan manfaat kesehatan yang berlimpah dari buah yang manis ini.

Mari jadikan kurma sebagai bagian rutin dalam pola makan sehari-hari kita, sehingga kita dapat merasakan manfaatnya secara maksimal. Ayo, jaga kesehatan tubuh kita dengan mengonsumsi buah kurma secara teratur! 😇




7 Tips Berbuka Puasa Sehat: Jaga Kebugaran Tubuh di Bulan Ramadhan

Berbuka Puasa Sehat

Prolite – Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama pada saat berbuka puasa.

Selain sebagai waktu untuk meningkatkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah, Ramadhan juga menjadi kesempatan yang tepat untuk merawat kesehatan tubuh kita.

Salah satu kuncinya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat saat berbuka puasa.

Di artikel ini, kita akan membahas tips-tips buka puasa sehat yang dapat kita terapkan selama bulan Ramadhan.

Dengan mengikuti tips-tips ini, kita dapat menjaga kesehatan tubuh serta meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini. Yuk, mari kita jelajahi bersama-sama!

7 Tips Berbuka Puasa Sehat

1.  Hindari Makan Berlebihan

ilustrasi porsi makan yang tidak berlebihan – Freepik

Saat berbuka puasa, rasa lapar yang melanda terkadang membuat kita ingin makan berlebihan. Hal ini sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mual. Sebaiknya, buka puasa dengan porsi kecil dan perhatikan rasa kenyang tubuhmu.

2. Makan Perlahan dan Kunyah Makanan dengan Baik

ilustrasi wanita yang menikmati makanannya – Freepik

Makan dengan perlahan dan mengunyah makanan dengan baik dapat membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi. Hal ini juga membantu untuk merasa lebih cepat kenyang dan terhindar dari makan berlebihan.

3. Hindari Makanan yang Digoreng dan Tinggi Lemak

ilustrasi junkfood – Freepik

Makanan yang digoreng dan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, sehingga berisiko menyebabkan penyakit jantung. Sebaiknya pilih makanan yang diolah dengan cara direbus, dibakar, atau dipanggang.

4. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah

ilustrasi buah & sayur – Freepik

Sayur dan buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sayuran dan buah-buahan juga rendah kalori dan lemak, sehingga cocok untuk menu buka puasa.

5. Minum Air Putih yang Cukup

ilustrasi buah & sayur – Freepik

Selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, penting untuk minum air putih yang cukup saat berbuka puasa. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

6. Awali Buka Puasa dengan Kurma atau Makanan Manis Alami Lainnya

ilustrasi buah kurma yang tumpah dari wadah – Freepik

Kurma dan makanan manis alami lainnya seperti buah-buahan dapat membantu mengembalikan kadar gula darah yang turun selama berpuasa.

7. Hindari Minuman Manis yang Tinggi Gula

Ilustrasi minuman tinggi gula – Freepik

Minuman manis yang tinggi gula dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Sebaiknya pilih minuman yang lebih sehat seperti air putih, teh herbal, atau jus buah tanpa gula.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, kita dapat berbuka puasa dengan sehat dan tetap menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadhan.

Melalui pemilihan makanan yang tepat dan pola makan yang seimbang, kita bisa menjaga energi serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kita semua menjalani ibadah puasa dengan lebih baik dan sehat!




Tips Pola Makan Sehat di Bulan Puasa

Prolite – Menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat saat menjalankan ibadah puasa memang sangat penting. Kita perlu memperhatikan pola makan di bulan puasa agar tubuh tetap sehat.

Sebagaimana kata nabi: Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.” (Hadis diriwayatkan Ath Thabrani dalam Mu’jam al Awsath)

Meski tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama beberapa jam, puasa justru memberi berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu manfaat puasa bagi kesehatan tubuh adalah menurunkan berat badan.

Baca Juga : Amalan untuk Wanita Haid di Lailatul Qadar

Manfaat tersebut sering kali dijadikan sebagai metode diet. Segerakan berbuka dengan yang manis-manis seperti kurma, madu dan lainya. Makanan manis dapat cepat mengembalikan energi yang hilang sehingga tubuh bisa segera segar.

Bahkan Rasulullah saat buka puasa cuma makan yang manis saja seperti kurma bahkan dengan air minum saja.

Sebagaimana hadis Nabi: Dari Anas Bin Malik ra berkata, “Nabi saw biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

Baca Juga : 7 Tips Puasa Agar Tubuh Tetap Fit

Oleh karena itu, marilah kita menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan, serta dibarengi dengan pola hidup dan pola makan yang seimbang agar puasa dapat meningkatkan imunitas spiritual dan imunitas tubuh. Nabi Bersabda “Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“.(Al-Hadis).

Banyak orang berpuasa tapi tidak menjaga pola makanannya sehingga ia tidak mendapatkan kesehatan. bahkan sebagian masyarakat kita menjadikan Ramadan sebagai bulan makan.

Maksudnya dari hadis di atas yaitu kaum muslimin itu hemat dan sederhana. Faidahnya, bahwa seseorang baru makan sebaiknya jika sudah lapar atau sudah membutuhkan. Dan ketika makan, tidak boleh berlebihan sampai kekenyangan sehingga menyulitkannya untuk ibadah, tutupnya. (*/ino)

 




Amalan untuk Wanita Haid di Lailatul Qadar

JAKARTA, Prolite – Malam Lailatul Qadar adalah malam yang ditunggu oleh seluruh umat islam yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini. Lailatul qadar disebut sebagai malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Bahkan, keistimewaan malam lailatul qadar hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Pada malam yang diprediksi jatuh pada 10 hari terakhir Ramadhan itu, umat islam berbondong-bondong meraih keutamaan dengan mengerjakan berbagai amalan.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa para nabi terdahulu ingin kembali hidup meski tidak membawa ajarannya hanya demi menjadi umat Rasulullah SAW dan mendapatkan malam lailatul qadar.

Dimalam lailatul qadar Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk turun ke Bumi dan menuliskan segala urusan seperti takdir, rezeki dan ajal yang ada pada tahun tersebut. Hal ini didasarkan dalam surat Al-Qadr ayat 4 yang berbunyi:

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan,”

Baca Juga : 7 Doa Pembuka Pintu Rezeki

Namun, bagaimana dengan wanita haid? Seperti yang kita ketahui, wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan untuk mengerjakan ibadah salat ataupun membaca Al-Qur’an.

Amalan bagi Wanita Haid untuk Meraih Malam Lailatul Qadar
Muhammad Adam Hussain SPd MQHi dalam bukunya yang bertajuk Sukses Berburu Lailatul Qadar menjelaskan bahwa ada sejumlah amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid untuk meraih malam lailatul qadar.

Salah satunya membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf, ini sesuai dengan pendapat dalam at Tamhid (17/397), Ibnu Abdil Barr berkata:

“Para pakar fiqh dari berbagai kota baik Madinah, Irak, dan Syam tidak berselisih pendapat bahwa mushaf tidaklah boleh disentuh melainkan oleh orang yang suci dalam artian berwudhu. inilah pendapat Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, Sufyan ats Tsauri, al Auzai, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Merekalah para pakar fiqh dan hadits di masanya,”

Baca Juga : Doa agar Hati Tenang, Sabar, dan Diberi Kemudahan

Selain membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf, ada juga amalan lainnya yang dapat dikerjakan. Antara lain sebagai berikut:

  • Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan zikir lainnya
  • Memperbanyak istighfar
  • Memperbanyak doa
  • Menurut buku Ibadah Penuh Berkah Ketika Haid dan Nifas karya Himatu Mardiah Rosana, wanita dalam kondisi haid bisa mengerjakan amalan-amalan tersebut karena tergolong ibadah mahdhah yang tidak mensyaratkan kesucian dalam melakukan istighfar, zikir, dan doa. Ada juga yang menyarankan untuk perbanyak doa yang dilafalkan oleh Aisyah RA sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. (*/ino)