Kota Bandung Lakukan Upaya Minimalisir Kerusakan Bencana

Rajia Tempat Prostitusi

BANDUNG, Prolitenews – Wakil Wali Kota Bandung Erwin menanggapi pelaksanaan Geo track  Sesar Lembang beberapa waktu lalu diikuti para Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh daerah Jawa Barat berguna untuk melakukan minimalisir kerusakan berat apabila terjadi bencana.

“Ya intinya begini, posisinya udah jelas bahwa kota Bandung ini adalah daerah Sesar Lembang. Kita tidak berharap tidak ada kejadian sih,” ujar Erwin.

Disampaikannya BPPD punya usulan agar nanti di tiap RW ada penanggung jawab yaitu Ketua RW, di Kelurahan oleh Lurah dan di Kecamatan oleh camat.

“Nanti kami akan latih RW, Lurah, Camat ini terkait penanggung jawaban nah, kebetulan kalau edukasi itu kan sudah dilaksanakan ya baik di tingkat SD, SMP, SMA, berapa usaha masuk kemarin untuk di tingkat masyarakat bagaimana di saat mereka terkena bencana ini bisa langsung ditangani,” paparnya.

Lanjutnya, seperti contoh saat simulasi di Balai Kota semua sudah terintegrasi ke tiap sekolah sampai ke tingkat kantor.

” Nah, polanya seperti apa? Kalau yang di wilayah yang secara bangunannya tidak terintegrasi. Mumpuni itu mungkin ada bantuan terkait nanti kayak meja gitu kan. Nanti ada pemetaan satu rumah itu ada lima orang sepertinya. Nah nanti ada satu sembunyi di bawah meja, satu di bawah apa gitu. Jadi kita lagi seperti itu. Itu sebagai bentuk mereka supaya tidak panik gitu kan,” tegasnya.

Masih kata Erwin,  geo track itu melibatkan praktisi dari ITB, di mana mereka memang sudah ahlinya di bidangnya agar tidak sampai salah.

“Termasuk sekarang penempatan-penempatan orang. Makanya ini ide pak Kalak atau jadi harus dilatih dulu. Jadi masyarakat tidak kemana sih minta bantuan itu. Malah saya menyarankan di rumah itu ditempel stiker cara mengatasi disaat ada bencana. Jadi tahu tahapan-tahapan apa itu masyarakatnya seperti itu. Apakah untuk pendeteksi dininya kebencanaan terutama menghadapi sesar Lembang,” ucapnya.

“Kalau tidak salah kejadian ini sudah 400 sekian tahun. Nah ini kan sudah lama nih.

Secara sariatnya, ini harus hati-hati. Karena tahun 1400 sekian kan terjadi sesar lembang, bencana gempa ini kan. Kita harus hati-hati, karena dulu juga sekitar tahun segituan kan, makanya perlu, tapi potensi detektif itu memang sudah ada kan dari BPD juga alatnya,” paparnya.

Terkait alat sendiri kata Erwin BPBD Kota Bandung sudah punya dan canggih. Layanan sudah canggih termasuk juga mungkin dari pusat juga sudah ada, terlebih di perubahan sudah dianggarkan untuk BPD ini termasuk di murni tahun 2026.

“Sekitar 120-an kalau nggak salah ya, ini untuk tahun 2026 ya, kalau untuk tahun sekarang saya lupa berapa. Itu untuk alat perlu kan, alat-alat pendeteksi, dan lainnya,” tegasnya




Kentongan Sebagai Kearifan Lokal, Bupati Bandung Himbau Masyarakat Gunakan Saat Terjadi Bencana

Dadang Supriatna - Bupai Bandung - Bencana ALam - Kentongan

Kentongan Salah Satu Cara Tradisional untuk Menyadarkan Warga Saat Terjadi Bencana

KAB. BANDUNG, Prolite – Bupati Bandung Dadang Supriatna menghimbau semua lapisan masyarakat untuk kembali memfungsikan kembali bunyi kentongan.

“Mulai dari tingkat RT, RW, hingga tingkat desa sekitar untuk mengaktifkan kembali kearifan lokal dengan cara memfungsikan kembali bunyi kentongan disaat bencana alam terjadi,” ujar Dadang, usai peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Sabtu 26 April 2025.

Kang DS sapaan akrabnya mengatakan membunyikan kentongan salah satu cara tradisional untuk menyadarkan warga bahwa sedang terjadi bencana.

Dadang Supriatna - Bupai Bandung - Bencana ALam - Kentongan

“Selamat memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2025, mari kita wujudkan masyarakat yang tangguh bencana dan siap untuk selamat. Kabupaten Bandung Bebas, Bedas, Bedas, lebih Bedas,” katanya.

Dadang mengingatkan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana bukan peringatan seremonial semata. Akan tetapi merupakan momentum mengingatkan bahwa bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja.

“Kita senantiasa waspada akan berbagai macam bencana. Mari kita kenali tanda-tanda bencana. Pahami jalur evakuasi. Lakukan simulasi bencana secara berkala. Tanamkan budaya siap siaga bencana mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja hingga ruang publik,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.




Longsor, 32 Warga Jalan Industri Dievakuasi

longsor jalan industri

Longsor Akibat Pergeseran Tanah, 3 Rumah Hancur

BANDUNG, Prolite – Akibat pergeseran tanah atau longsor, dua rumah di Jalan Industri Dalam, RT 8/8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung amblas. Sedikitnya 32 warga sekitar dievakuasi ke tempat aman menghindari longsor lanjutan.

Sekertaris RT Yopi Setiawati (50) menyampaikan saat kejadian pukul WIB, sebenarnya sebagian warga pria dewasa tengah melakukan kerja bakti di anak sungai Citepus. Tetiba seorang warga merasakan ada getaran atau pergesaran tanah.

“Saat itu juga suami saya dan beberapa bapak-bapak yang lain naik sambal mau memindahkan motor, nah saat itu juga terdengar suara bangunan jatuh dan suami saya juga jatuh hingga ada luka lecet sedikit,” jelas Yopi saat ditanya wartawan, Minggu (17/11/2024).

Kejadian yang tiba-tiba itu tidak diketahui penyebab pastinya apa, hanya saja tanh bangunan tersebut terus longsor bahkan hingga siang hari masih terjadi jatuhan-jatuhan bangunan hingga suaranya cukup membuat kaget warga yang tengah evakuasi.

longsor jalan industri

Keluarga yang dievakuasi kata Yopi ada sebanyak 32 jiwa, di antaranya 3 keluarga dari yang rumahnya hancur, yakni keluarga bu Wiwin, pak Dede Sumpena, dan pak Ujang Sutisna. Sementara ini dievakuasi ke SD Industri tak jauh dari lokasi kejadian.

“Ya kerugian satu rumah sekitar Rp 50 juta ya, dan yang satu itu bangunannya baru,” jelasnya.

Yopi dan para korban longsor sangat berharap perbaikan kirmir atau benteng segera dilakukan pasalnya khawatir saat hujan terjadi Kembali longsor dan akibatnya korban semakin banyak.

“Ini saja yang dievakuasi 32 jiwa karena rumah di belakang rumah rusak itu khawatir kena dampak. Bahkan pernah disini hujan hingga banjir mencapai kepala orang dewasa. Makanya kami berharap segera diperbaiki,” harap Yopi.

Pantauan di lapangan, warga berkerumun di lokasi kejadian longsor, sebagian tengah membantu mengangkut barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Sementara petugas kepolisian terus berjaga-jaga dan memasang garis agar warga tidak banyak yang keluar masuk wilayah tersebut terutama di jembatan Industri akses keluar masuk jalan.

Anggota Tagana dan TNI pun tampak berada di lokasi melakukan evakuasi awal, guna antisipasi terjadi longsoran kembali. Sementara itu kondisi salah satu rumah tampak porak-poranda bahkan bangunan dan barang-barangnya berjatuhan masuk ke sungai tersebut.




Turut Prihatin, PKS Bangun Posko Bantuan Banjir Di Lokasi Bencana

PKS - posko bantuan banjir 2

Turut Prihatin, PKS Bangun Posko Bantuan  Banjir Di Lokasi Bencana

BANDUNG, Prolite -Posko bantuan banjir didirikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung sebagai keprihatinan terhadap bencana banjir bandang di Gang Apandi Jl Braga Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung.

Ketua DPD PKS Ahmad Rahmat Purnama menyampaikan keprihatinannya saat meninjau lokasi bencana. Menurut dia warga Kelurahan Braga sedang menghadapi musibah.

Karenanya Kamis (11/1/2024) malam beberapa jam setelah banjir bandang datang ke lokasi dan langsung melakukan bantuan.

PKS - posko bantuan banjir 2
Ketua DPD PKS Ahmad Rahmat Purnama. PKS mendirikan posko bantuan banjir atas keprihatinan atas bencana yang menimpa warga kampung Braga Kota Bandung.

“Ini adalah sebuah musibah yang dihadapi oleh warga di sini, kita datang kesini meninjau untuk memberikan perhatian, memberikan empati kepada warga. Semalam bahkan kita sudah mengirimkan tim kesini membantu membersihkan mesjid kemudian rumah yang terdampak kemudian kira berikan beberapa bantuan berupa selimut, makanan, minuman dan sebagainya sesuai dengan kemampuan kita untuk membantu meringankan beban yang sedang di hadapi oleh warga di sini,” ujar Ahmad, Jumat (12/1/2024).

Kata Ahmad, mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan apa yang sedang dihadapi oleh warga di sini. Untuk keberadaan posko bantuan banjir PKS sendiri disiapkan makanan, beberapa selimut, makanan bayi, dan mi instan.

“Baru kita berikan bantuan sebagian, mudah-mudahan bisa kita suplai lagi kesini. Kita harus punya perhatian punya empati kepada mereka yang terkena musibah ini. Mudah-mudahan diberikan kesabaran dan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah yang sedang dihadapi ini,” harapnya.

Dan bagi masyarakat yang tidak terdampak, Ahmad mengimbau agar bisa memberikan empatinya apa pun itu termasuk doa.

Masih kata Ahmad sekarang sudah turun ke lapangan dari pemerintah pusat, provinsi, pemkot melalui Damkar, DLHK yang memberikan bantuan.

PKS - posko bantuan banjir 2

“Saya berikan apresiasi yah tentu mudah-mudahan bisa sampai tuntas. Tadi saya melihat juga ada rumah yang di pinggiran sungai jebol sehingga airnya masuk ke situ. mudah-mudahan ini yang terdampak langsung bisa segera di tutup.

Sementara itu salah seorang korban banjir bandang Deni Sukmaya (56) mengatakan akibat banjir semua harta bendanya ludes terbawa banjir.

“Wah habis semua kalau dalaman mah, barang-barang terbawa banjir semua seperti kursi, tempat tidur, kulkas habis semua. Sekarang tinggal bersihkan lumpur,” ujar ayah 3 anak itu seraya mengatakan di rumahnya terdapat 7 anggota keluarga yakni ibu, istri, dan anak,” terangnya.

“Kalau di Gang Apandi kebanyakan tinggal di lantai dua. Di sini ada 4 RW yang terkena yaitu RW 3, RW 4, RW 7 dan Rw 4. Tentu kami membutuhkan makanan, karena masyarakat tidak bisa masak itu semuanya kompor dan gas sudah hancur semua tidak ada yang terpakai lagi,” jelasnya.

Untuk kebutuhan yang lebih urgent sendiri kata dia pengangkutan sampah-sampah karena saat ini masyarakat tidak bisa gerak kalau sampah masih banyak.

“Kalau untuk makanan Insya Allah sudah ada dari Dinsos, Diskar PB, ada juga dari partai PKS. PKS bikin dua Posko Bantuan Banjir di sini (Gang Apandi) dan posko bantuan banjir yang di belakang. Alhamdulillah ada makanan yang sudah jadi seperti nasi goreng langsung di kirim ke warga untuk makan malam, sama tadi pagi sarapan dari PKS. Mudah-mudahan tanggul yang jebol segera di tutup, agar air sungai tidak ikut naik. Takutnya kalau belum di tutup airnya bakal langsung masuk kan, di sini pinggir kali,” ujar ketua DPC Kelurahan Braga itu.