Pernikahan Menarik Anak Pendiri Padepokan Wewe Gombel di Banyumas

Viral pernikahan anak pemilik padepokan Wewe Gombel (TikTok Temantenanyar).

Pernikahan Menarik Anak Pendiri Padepokan Wewe Gombel di Banyumas

Prolite – Viral acara pernikahan pasangan pengantin yang di hadiri oleh tamu tak biasa beredar di media sosial TikTok.

Dalam unggahan TikTok @ membagikan momen bahagia pernikahan klientnya yang unik.

Dalam unggahan video yang brdurasi 32 detik itu memperlihatkan penampilan beberapa tamu undangan yang mengenakan pakaian tak biasa.

Pakain yang di kenakan oleh beberap tamu undangan tersebut bukanlah batik maupun baju pesta lainnya, tampak terlihat mereka mengenakan busana layaknya seorang dukun atau paranormal.

Ada salah seorang tamu yang mengenakan busana penuh aksesoris, dari kalung berbahan manik kayu hingga mengenakan blangkon.

@

Mayoritas tamu yang datang juga memakai baju yang hampir serupa, namun tetap dengan ciri khas masing-masing. Tak hanya itu, ada pula rombongan yang tampil dengan mengenakan busana identik dengan para ulama. Baju putih, sarung, hingga sorban.

Para tamu berpakaian serba hitam pun tak ketinggalan memenuhi undangan pernikahan tersebut. Bahkan, pemilik akun menunjukkan lokasi kosong penuh hiasan bunga dan menyebut di sana ada tamu yang tak kasat mata. Bahkan, terlihat seorang pria yang bertugas seperti sedang membakar kemenyan.

Rupanya diketahui acara pernikahan tersebut merupakan anak dari pemilik ‘Padepokan Wewe Gombel’.

TikTok Temantenanyar
TikTok Temantenanyar

“Pov: Dapat client pemilik Padepokan Wewe Gombel,” tulis pemilik akun dalam video dari TikTok @.

Menurut informasi video viral pernikahan anak dari pemilik Padepokan Wewe Gombel ini berada di Banyumas dengan pengantin bernama Sukma dan Alfian.

Namun meski sebagian besar tamu undangan mengenakan pakaian yang tak biasa namun pernikahan Sukma dan Alfian berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.

Bahkan video yang viral tersebut juga ikut di komentari beragam oleh warganet yang menontonnya.

“Ini energinya nggak ada yang bentrok yaa?,” tulis akun @mitaa.

“ws gk kaget lak Banyuwangi,” tulis akun @alinmojo.

“hogwarts jawa version ga sieee,” tulis akun @beatrixkim08.

“pngn tw menu untuk tamu tak kasat mata apa kado nya apa?” tulis akun @steffypinky.

“Tapi keren mereka seniman abis,” tulis akun @leuvhoney.




Salat Gaib untuk 8 Penambang Emas yang Terjebak pada Kedalaman 70 Meter

Operasi SAR terhadap 8 penambang emas yang terjebak sudah dihentikan, Tim SAR bersama keluarga korban melakuka salat gaib dan tabur bunga di lokasi (kompas.com).

Prolite – 8 penambang emas illegal yang berada di Banyumas harus terjebak di dalam lubang yang sempit dan juga minim oksigen sejak hari Selasa 25 Juli 2023 lalu.

Lokasi penambangan tersebut hanya cukup untuk dimasuki satu orang saja bahkan lubang tersebut sering penuh dengan air yang menguap sehingga penambang rentan untuk tenggelam.

Menurut penyelidikan lokasi penambangan tersebut ternyata illegal alis seharusnya tidak bosa beropersi. Namun kenyataannya masyarakat sekitar menggantungkan hidupny dengan pencaharaian sebagai penambang emas di tempat tersebut.

Lokasi penambangan yang terletak di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Posisi tambang yang sempit bak sumur kecil membuat siapa saja yang terjebak di dalam lubang akan susah untuk keluarnya.

Lakukan Penyelamatan Terhadap 8 Penambang Emas

Untuk menyelamatkan ke-8 penambang yang terjebak pada lubang tambang illegal tersebut mengerahkan Tim SAR untuk membantu melakukan pencarian.

Salah satu warga yang pernah menambang di tempat tersebut menyebutkan bahwa ukuran lebar lubang tersebut hanya cukup untuk satu orang.

Bahkan penambang harus berposisi tegak kala bermanuever di lubang vertikal tersebut.

Penyelamatan terhadap 8 penambang emas yang terjebak dalam lubang sempat terhenti karena terkendala dengan lubang yang terisi penuh air.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Czi Mohammad Andhy Kusuma di lokasi kejadian, Rabu (26/7/3023) malam harus memutar otak untuk menyelamatkan kedelapan penambang lantaran lubang penuh dengan air.

Andy menjelaskan pihaknya sudah melakukan penyedotan dengan menggunakan 37 pompa secara bergantian pada 26 lubang tambang agar air yang terdapat pada lubang bisa berkurang dan Tim SAR bisa melanjutkan pencarian lagi.

Koordinator lapangan Basarnas Cilacap Amin Riyanto melaporkan bahwa penambang kini terjebak di kedalaman 70 meter di bawah permukaan bumi.

Jika ditakar, posisi para penambang sudah mencapai perut bumi yang notabene minim oksigen dan pencahayaan.

Berikut Nama 8 Penambang Emas yang Terjebak Dalam Lubang

Portal Purwokerto
Portal Purwokerto

Cecep Suriyana, 29 tahun

Muhamad Rama A. Rohman, 38 tahun

Ajat, 29 tahun

Mad Kholis, 32 tahun

Marmumin, 32 tahun

Muhidin, 44 tahun

Jumadi, 33 tahun

Mulyadi, 40 tahun

Seluruh penambang tercatat sebagai warga Bogor.

Tim SAR dan Keluarga Korban 8 Penambang Emas Lakukan Salat Goib dan Tabur Bunga 

Setelah melakukan pencarian selama 7 hari tim SAR gabungan tidak mampu lagi untuk menjangkau lokasi korban yang berada pada kedalaman 70 meter.

Operasi SAR ditutup secara resmi oleh Kepala Basarnas Cilacap sekaligus juga SAR Mission Coordinator Adah Sudarsa.

Tim SAR bersama perwakilan seluruh keluarga korban yang terjebak pada lubang tambang emas yang berada di Ajibarang, Banyumas melakukan salat gaib.

Salat gaib dilakukan untuk mendoakan kepada semua korban yang terjebak pada lubang galian tambang emas illegal tersebut.




Kasus Tahanan Tewas, Polisi Tetapkan 11 Anggota Jadi Tersangka

Polda Jateng menetapkan 11 anggota sebagai tersangka atas kasus tahanan tewas di Polresta Banyumas.

11 Anggota Dianggap Lalai Hingga Tahanan Tewas

SEMARANG, Prolite – Polda Jawa Tengah telah menetapkan tersangka kasus tahanan berinisial Oki Kristodiawan (26), tahanan tewas karena dikeroyok oleh tahanan lain saat di Polresta Banyumas.

OK (tahanan tewas dalam pengeroyokan) di tangkap karena kasus dugaan pencurian motor. Terdapat 11 anggota yang terlibat dalam tewasnya OK di dalam tahanan.

“Ada 11 anggota terlibat. Dilakukan pemeriksaan anggota, empat anggota disiplin dan tujuh orang terkait kode etik. Dalami kembali empat orang anggota karena masuk ranah pidana. Hari ini sudah lakukan penahanan,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng, Semarang, dikutip detikjateng.

Anggota polisi yang ditetapkan bersalah karena melakukan pelanggaran diantaranya lalai karena tidak mengawasi tahanan sehingga terjadi pengeroyokan dan mengakibatkan tahanan tewas. Sedangkan empat polisi yang masuk ranah pidana disebut berkaitan dengan proses penangkapan.

“Jadi ada lalai, tidak mengawasi tahanan. Kode etik, tidak sesuai peraturan perundangan. Saat proses penangkapan empat anggota terbukti pidana, entah mukul atau apa nanti dibuktikan,” jelasnya.

Luthfi menambahkan, telah dibentuk tim khusus untuk menangani kasus tahanan tewas berinisial OK itu.

Silvia Soembarto, pengacara memperlihatkan foto berisi bukti luka-luka di tubuh OK (Foto ).
Silvia Soembarto, pengacara memperlihatkan foto berisi bukti luka-luka di tubuh OK (Foto ).

Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah LBH Yogyakarta menemukan kejanggalan tewasnya Oki.

LBH Yogyakarta bersama pihak keluarga menduga ada pelanggaran HAM dan pembunuhan di luar hukum atau extrajudicial killing atas kasus tewasnya Oki.

Keluarga menyimpan curiga, pasalnya Oki ditangkap dalam keadaan normal tanpa ada luka. Namun selang beberapa saat di dalam mobil polisi terlihat badan dan muka Oki berdarah.

Selang beberapa jam setelah Oki masuk ISG RSUD Margono Soekarjo Banyumas dengan diagnosis cedera otak sedang, Oki mengalami koma pada Jumat (19/5) WIB dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul WIB. Pihak keluarga baru mendapat pemberitahuan meninggalnya Oki pada Jumat (2/6).




Bejat ! Kasus Inses Lagi, Kali Ini Ayah dan Anak Kandung Sampai Bunuh 7 Bayi

Tersangka kasus Inses E diamankan karena membunuh 7 bayi hasil inses dengan anak kandung (kompas.com)

Bejat ! Kasus Inses Lagi, Kali Ini Ayah dan Anak Kandung Sampai Bunuh 7 Bayi

BANYUMAS, Prolite – Kasus inses kembali terjadi, pria berinisial R 57 tahun asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini tega bunuh 7 bayi hasil berhubungan badan dengan anaknya sendiri.

Pria asal Banyumas itu melakukan hubungan initim dengan anak kandungnya sendiri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi mengakui terjadinya kasus inses ini dan sudah melakukan penyelidikan.

Tersangka mengungkapkan alasan inses dengan anak kandungnya sendiri karena atas arahan guru spriritualnya. Bayi yang baru dilahirkan oleh anaknya lalu di bunuh total tersangka bunuh 7 bayi.

Kini R sudah di tetapkan sebagai tersangka karena bukan hanya inses dengan anak sendiri namun R juga bunuh 7 bayi hasil inses dengan anaknya itu.

Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi bahwa perbuatan yang dilakukan oleh R tidak menutup kemungkinan kasus tersebut terkait praktik perdukunan karena R dikenal sebagai dukun pengobatan.

“Tersangka R ini sehari-hari sebagai dukun pengobatan. Aktivitas kesehariannya biasanya mancing di sungai,” ujarnya,

Setiap bayi yang dilahirkan oleh anak dari hasil inses nya itu di buhuh lalu dimakamkan di halaman sekitar rumah.

Tersangka kasus inses ini merenggut nyawa ke 7 bayi itu sesaat setelah bayi itu dilahirkan. Hingga kini polisi baru menemukan empat kerangka bayi yang di kubur di kebun belakang rumahnya.

Menurut pengakuan tersangka R telah melakukan hubungan initin dengan anaknya sejak tahun 2013 lalu. R juga diketahui memiliki tiga istri sedangkan korban adalah anak dari istri yang ke tiga.

Istri pertama tersangka diketahui menikah secara sah sedangkan istri kedua dan ketiga hanya dinikahi secara siri namun kini diketahui bahwa R sudah menceraikan isti pertama dan keduanya.

Korban yang berinisial E 26 tahun itu diketahui adalah anak dari istri ketiganya yang dinikahi secara siri.

Tersangka diketahui sudah melakukan hubungan intim sejak E berumur 13 tahun hingga kini korban berumur 26 tahun.

Pelaku melakukan aksi bejadnya itu di gubug rumahnya. Bahkan ibu kandung E juga mengetahui perbuatan bejad suami terjhadap anaknya itu. Namun ibu kandung E tidak bisa berbuat apa-apa karena diancar akan dibunuh bila berani melapor.