Kompensasi Libur 2 Ribu Angkot Bandung Masih Dihitung

BANDUNG, Prolitenews – Wacana meliburkan angkot selama dua hari tanggal 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 masih dalam pembahasan.

Menurut Wali Kota Bandung M Farhan kemarin pihaknya tengah membahas detail kompensasi yang akan diberikan pemerintah kepada para sopir angkutan umum tersebut.

“Hari ini didetailkan oleh pemerintah provinsi, kita sudah mendaftarkan sekitar hampir angkot dan pengemudi angkot sedang diverifikasi,” ujar Farhan.

Lanjut Farhan, Verifikasi itu penting agar semua trayek dan sopir terdata semua.

“Nah itu lagi diverifikasi semuanya, baik data penerimanya maupun trayek-trayeknya.

Karena bagaimanapun juga kita mesti mempertimbangkan untuk yang ada di daerah pemukiman,” jelasnya.

Namun demikian ditegaskan Farhan bahwa angkot di kota Bandung selama dua hari itu resmi diliburkan.

“Resminya diliburkan. Untuk konvensasi, ya nanti lagi dihitung pemerintah provinsi,” tegasnya.




Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

Ema Sumarna mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus (dok Pemkot Bandung).

Transformasi Transportasi, Tahun 2024 Pemkot Bandung Konversi Angkot Jadi Mikrobus

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mengonversi transportasi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus. Hal ini sebagai upaya menghadirkan transformasi di Kota Bandung yang nyaman dan aman.

Rencana tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung sebagai bagian dari perbaikan dan pembangunan infrastruktur.

“Persoalan besar kita di kota besar seperti ini adalah masalah kemacetan. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan transformasi transportasi,” kata Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna saat peringatan Hari Perhubungan tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 17 September 2023.

“Jadi nanti diganti dengan public transport yang jauh lebih representatif dari kenyamanan keamanan dan sopir sudah tidak ada lagi saling kejar-kejar setoran karena dia sudah dibayar oleh operator,” imbuhnya.

teras jabar
teras jabar

Menurut Ema, saat ini laju pertumbuhan kendaraan rata-rata Kota Bandung berada di atas 10 persen. Sedangkan pertumbuhan sarana prasarana penunjang perhubungan seperti jalan bergerak lambat.

Untuk itu, transformasi transportasi publik harus segera dilakukan.

Ema mengatakan transformasi angkutan baru diusulkan hadir di tahun 2024. Pemkot Bandung bekerja sama dengan koperasi-koperasi angkutan di Kota Bandung untuk menyelaraskan program ini.

Nantinya biaya operasional mikrobus akan disubsidi langsung oleh Pemkot Bandung sehingga operator tidak perlu lagi menunggu penumpang penuh dan hanya perlu mematuhi headway (waktu keberangkatan) yang ditetapkan.

“Kita sudah siap dengan subsidi itu. Mudah-mudahan nanti dengan dewan ini clear. Kita nanti menyubsidi para sopir angkot. Harapannya menjadi pegawai operator. Jadi mereka tidak terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan ada kepastian dalam sisi pendapatan,” kata dia.

Ema berharap dengan hadirnya fasilitas transportasi publik yang nyaman dan aman dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

“Kalau public transport ini sudah benar artinya kita juga akan berpindah dengan sendirinya. Tanpa ada perubahan public transport, perilaku dipastikan tidak mau berubah. Kemacetan akan tetap hadir,” ujarnya. (rob)**