Luar Biasa ! Gamer Asal Cimahi Raih MVP Riyadh Masters 2023 Mengalahkan Pemain Pro Dota 2

Gamer

Prolite – Gamer profesional Dota 2 Indonesia untuk Talon Esports, Rafli Fathur Rahman (Mikoto), berhasil meraih gelar Most Valuable Player (MVP) dalam ajang Riyadh Masters 2023.

Kejuaraan Dota 2 Riyadh Masters 2023 telah mencapai puncaknya, dengan Team Spirit berhasil menjadi juara. Tidak hanya satu, bahkan tiga gamer dari Indonesia turut meramaikan persaingan di Riyadh Masters 2023.

Cr. ggscore

Ketiga gamer ini, yaitu Fbz, Mikoto, dan Whitemon, menunjukkan skill yang luar biasa dalam permainan mereka. Fbz bermain untuk tim Eropa, Mikoto mewakili Hong Kong, sementara Whitemon membela tim dari Amerika Serikat, seperti dilansir oleh Liquipedia.

Keikutsertaan mereka dalam turnamen ini menjadi kebanggaan bagi komunitas gaming Indonesia dan menunjukkan bahwa para pemain Indonesia memiliki kemampuan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kompetisi yang diikuti oleh 20 tim dari seluruh dunia ini tidak hanya memperebutkan gelar juara dengan hadiah miliaran rupiah, tetapi juga menawarkan bonus bagi pemain yang dinilai sebagai pemain paling berpengaruh atau MVP pada ajang kali ini.

Gamer Asal Cimahi Berhasil Meraih MVP dan Mendapat Ratusan Juta Rupiah

Cr. Gamers8 Twitter

Tak disangka, Rafli Fathur Rahman, yang dikenal dengan nama Mikoto, berhasil meraih gelar MVP dengan mengungguli gamer pro dari negara-negara lain. Sebagai gamer asal Cimahi, Mikoto telah memulai kariernya sejak 2017 dan berhasil mengantongi USD atau setara Rp 151 juta untuk gelar perseorangan tersebut.

Prestasi Mikoto dalam meraih gelar MVP ini cukup mengejutkan. Meskipun memang ia bermain dengan sangat impresif sepanjang turnamen, tim yang dibelanya, Talon Esports, hanya mampu meraih peringkat ketiga dan membawa pulang hadiah sebesar USD 1,7 juta atau sekitar Rp 25 miliar.

Biasanya, gelar MVP pada umumnya diberikan kepada pemain dari tim juara, namun kali ini Mikoto berhasil memenangkannya meskipun tidak menjadi juara. Hal ini tentunya menjadikan pencapaiannya semakin istimewa.

“Mikoto menjadi midlaner terbaik dan memiliki kemampuan yang luar biasa di turnamen kali ini, dan dia layak mendapatkan gelar tersebut,” ujar Ephey dan Cr1t-, selaku panel komentator yang setuju dengan keputusan memberikan gelar MVP kepada Mikoto.

Cr. genmedia

Reaksi positif dari para penggemar, terutama yang berasal dari Indonesia, penggemar langsung membanjiri akun-akun media sosial Mikoto. Mereka memberikan ucapan apresiasi yang tulus kepada pemain asal Cimahi tersebut atas kemenangan dan prestasi yang luar biasa di ajang tersebut.

Hasil gemilang ini juga membuat Mikoto menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar MVP di turnamen internasional tier 1. Fakta ini tentunya membanggakan Indonesia dan mengukuhkan posisi Mikoto sebagai salah satu pemain Dota 2 terbaik dari negaranya.

Turnamen Berikutnya Yang Akan Diikuti Mikoto

Cr. liquipedia

Berikutnya, Mikoto dan Talon Esports akan berpartisipasi dalam turnamen tertinggi Dota 2, yaitu The International 2023, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

Kehadiran mereka di ajang tersebut merupakan hasil dari perolehan DPC Points sebanyak poin, dan ini menjadi kesempatan besar bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia Dota 2.

Semangat untuk Mikoto dan Tim Talon Esports! Semoga mereka dapat terus mengukir prestasi gemilang di dunia Dota 2 dan memberikan yang terbaik di ajang The International 2023.

Dukungan dan semangat dari para penggemar, termasuk dari Indonesia, akan menjadi energi positif bagi mereka dalam meraih keberhasilan dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Mari kita bersama-sama mendukung dan mendoakan kesuksesan mereka di setiap langkah perjalanan mereka dalam dunia esports. Go Mikoto and Talon Esports! You can do it!




Mengagumkan ! Naini, Pemuda Indonesia Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun!

Gelar Doktor

Prolite – Al Arofatus Naini sukses dapet gelar Doktor di Program Doktor Ilmu Kimia Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran. Yang bikin makin keren, Naini dapat gelar Doktor pada usia muda yaitu, 26 tahun.

Promosi Doktornya digelar di Ruang Einstein Kampus FMIPA Unpad, Jatinangor, pada hari Rabu (12/07/2023) kemarin. Pada promosi itu, Naini berhasil mempertahankan disertasinya di depan tim dosen pembimbing, tim dosen lawan, dan beberapa guru besar.

Dengan disertasinya yang bertajuk “Terpenoid dari Kulit Batang Dyxoxylum parasiticum dengan Imunomodulator Toll-Like Receptor 4 (TLR4) dan Sifat Nge-Cel Sel Kanker Payudara (MCF-7) serta Sel Kanker Serviks (HeLa)”, Naini berhasil dapet gelar Doktor dengan predikat “Dengan Pujian”.

Strategi Naini Untuk Dapatkan Gelar Doktor

Foto :

Naini merupakan mahasiswa Sarjana Kimia di Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2015. Dan dia berhasil ngelesain studinya cuma dalam waktu 3,5 tahun aja. Setelah itu, langsung deh dia sibuk nyiapin diri buat daftar program beasiswa PMDSU.

“Masuk Sarjana pada 2015 dan lulus awal 2019, jadi bisa ada waktu mempersiapkan diri sebelum pembukaan beasiswa PMDSU. Begitu beasiswa dibuka saya sudah siap, jadi tidak ada gap year,” kata Naini.

Naini Penerima Program Beasiswa PMDSU

Sampai akhirnya Naini berhasil juga mendapatkan beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemendikbudristek RI pada tahun 2019. Keren banget!

Saat mendapat beasiswa itu, dia memilih calon promotor Prof. Dr. Unang Supratman, ., dari Unpad. Dasarnya, karena topik riset Prof. Unang cocok dengan minatnya, berfokus pada proses pencarian senyawa baru sumber daya alam asli Indonesia. Dia pun langsung mendaftar, dan berhasil bergabung menjadi tim riset Unang melalui program PMDSU.

Perempuan yang lahir di Lamongan tanggal 21 April 1997 ini bener-bener nggak buang-buang kesempatannya setelah dapet beasiswa PMDSU. Dia langsung ngebutbuat ngelakuin studi dan risetnya.

Sebagian besar risetnya dilakuin di Laboratorium Sentral Unpad. Nah, riset yang dia lakuin tuh fokusnya di isolasi senyawa dari kulit batang Dyxoxylum parasiticum yang berasal dari alam. Dia ngadepin kajian fitokimia, hasilnya 28 terpenoid, termasuk delapan senyawa sesquiterpenoid dan sesquiterpenoid dimer baru, serta tujuh senyawa tetranortriterpenoid baru.

Penemuan senyawa baru yang nggak cuma itu aja, tapi juga punya aktivitas biologisnya, itu penting banget buat perkembangan dunia farmakologi, khususnya dalam nyari senyawa baru dari tumbuhan endemik Indonesia buat pengobatan kanker payudara dan kanker serviks.

Menghasilkan 13 Publikasi Internasional Bereputasi

Kerja keras Naini dapet hasil yang memuaskan. Walaupun studi dan risetnya keganggu sama pandemi Covid-19, dia berhasil lulus dari Program Magister di awal tahun 2021, terus dilanjutin ke Program Doktor sampe lulus di bulan Juli 2023.

Tapi nggak cuma lulus aja, Naini juga punya target lain yang berhasil dia capai, yaitu bikin publikasi internasional. Gila nih, dia bisa hasilin 13 publikasi internasional yang punya reputasi bagus. Dari 13 publikasi itu, dia jadi penulis pertama di empat publikasi, dan jadi penulis kedua di yang lainnya.

Sepuluh publikasi dari situ masuk ke kategori Q1, yang artinya yang paling top lah. Naini bilang, “Selalu ada target, karena kalau mahasiswa PMDSU itu tidak bisa lulus tanpa publikasi, sehingga dari awal sudah didesain seperti itu,” ujar Naini

Dia juga cerita bahwa artikel ilmiahnya sempet ditolak beberapa kali sebelum akhirnya diterima. Selain itu, dia juga berhasil jadi mahasiswa Sandwich Program di Ubon Ratchatani University, Thailand dari Juli 2022 sampe Agustus 2023, trus di Osaka University, Jepang dari Desember 2022 sampe Juni 2023. Keikutsertaannya dalam program ini pun berpengaruh banget buat dia nyelesain studinya dengan sukses.

Bercita-Cita Menjadi Dosen dan Punya Potensi

Dari dulu, Naini udah punya tekad kuat buat dapetin gelar Doktor di usia muda. Tujuannya biar bisa nyampein cita-citanya jadi dosen yang udah dia niatin sejak awal kuliah Sarjana.

Dia cerita, “Saat memilih prodi Kimia sebagai jurusan perkuliahan, saya sudah targetkan ingin jadi dosen di prodi Kimia. Untuk bisa mewujudkan hal itu, satu-satunya cara pastinya harus dapatkan gelar Doktor, sehingga beasiswa PMDSU ini cocok buat tujuan hidup saya,”

Nah, setelah itu, Naini bakal melanjutkan program Postdoctoral selama setahun di Unpad dengan bimbingan dari Prof. Unang Supratman.

Dengan prestasi meraih gelar Doktor di usia 26 tahun, Prof. Unang yakin banget bahwa Naini bakal lebih gampang mengembangkan ilmunya, khususnya di bidang kimia organik bahan alam.

“Setelah ada chemistry-nya, akselerasi belajarnya yang cepat. Ini menandakan jika yang berpotensi kalau difasilitais dengan baik tentu akan bisa lulus lebih cepat,” ujar Prof. Unang.

Mereka berharap dengan adanya masa pengabdian yang lebih lama, potensi akademik di Indonesia bisa bersaing sama negara-negara lain.

“Saya menangkap program PMDSU ini untuk menjaring bibit unggul indonesia, dan diberi kesempatan, karena S-2 dan S-3 itu kan sesuatu yang mahal. Karena itu, pemerintah sediakan beasiswa ini. Ini kesempatan terbaik,” sambung Prof. Unang.