Super Mario Bros 3 Diprediksi Tayang 2029, Nintendo dan Illumination Disebut Tak Mau Asal Cepat

Prolite Kabar terbaru datang untuk para penggemar dunia Mario yang sudah mengikuti petualangan plumber ikonik Nintendo ini sejak lama.

Setelah kesuksesan besar dua film sebelumnya, kini muncul bocoran bahwa film animasi ketiga Super Mario Bros diprediksi baru akan hadir di bioskop pada tahun 2029.

Meski terdengar masih sangat lama, kabar ini justru membuat banyak penggemar semakin penasaran.

Pasalnya, pihak produksi disebut sengaja mengambil jeda waktu lebih panjang demi menjaga kualitas film agar tetap spektakuler seperti dua pendahulunya.

Informasi ini pertama kali mencuat lewat wawancara eksklusif Keegan-Michael Key, pengisi suara karakter Toad, yang mengungkap bahwa tim kreatif memang tidak ingin terburu-buru mengembangkan sekuel berikutnya.

Bagi penggemar animasi modern, keputusan ini sebenarnya cukup masuk akal. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak franchise besar yang memilih memperlambat produksi demi menjaga kualitas visual, cerita, dan pengalaman sinematik.

Dan tampaknya, Nintendo bersama Illumination benar-benar ingin memperlakukan semesta Super Mario Bros sebagai proyek jangka panjang, bukan sekadar mesin uang cepat.

Kesuksesan Mario Masih Sulit Ditandingi

Sulit dipungkiri, film pertama “The Super Mario Bros. Movie” yang rilis tahun 2023 menjadi salah satu fenomena terbesar dalam industri animasi modern.

Film tersebut sukses meraup pendapatan fantastis sekitar 1,36 miliar dolar AS di box office global. Angka itu menjadikannya salah satu film animasi terlaris sepanjang masa.

Bukan hanya sukses secara komersial, film tersebut juga berhasil mendapatkan tiga nominasi Golden Globes dan mendapat respons positif dari penggemar Nintendo lintas generasi.

Banyak orang menilai film ini berhasil menangkap nuansa dunia Mario dengan sangat baik. Mulai dari desain visual penuh warna, referensi game klasik Nintendo, hingga chemistry para karakter yang terasa nostalgia sekaligus modern.

Kesuksesan tersebut kemudian dilanjutkan oleh film kedua bertajuk “The Super Mario Galaxy Movie” yang baru saja menyelesaikan penayangan bioskop globalnya pada awal 2026.

Film kedua ini membawa skala cerita lebih besar dengan latar petualangan luar angkasa khas seri game Mario Galaxy. Hasilnya juga tidak kalah impresif. Film tersebut dikabarkan berhasil meraih pendapatan sekitar 967 juta dolar AS dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2026.

Kenapa Harus Menunggu Sampai 2029?

Pertanyaan terbesar dari penggemar tentu saja sederhana: kenapa harus menunggu selama itu?

Menurut laporan terbaru yang dilansir ScreenRant pada Mei 2026, jeda waktu tiga tahun ini memang sengaja diambil oleh tim produksi. Duo sutradara Aaron Horvath dan Michael Jelenic disebut memiliki ambisi besar untuk terus meningkatkan kualitas franchise ini.

Mereka tidak ingin sekadar membuat film lanjutan yang terasa repetitif atau terburu-buru. Keegan-Michael Key juga menyebut bahwa proses pengembangan cerita dan visual membutuhkan waktu sangat panjang.

Hal ini cukup masuk akal mengingat film animasi blockbuster modern memang membutuhkan proses produksi kompleks. Mulai dari pengembangan storyboard, animasi CGI, rendering visual, hingga proses voice acting semuanya memakan waktu bertahun-tahun.

Apalagi standar visual animasi saat ini semakin tinggi. Penonton modern kini jauh lebih kritis terhadap kualitas detail animasi, world-building, hingga kedalaman cerita.

Nintendo Kini Lebih Hati-Hati Mengembangkan Film

Keputusan untuk tidak terburu-buru sebenarnya menunjukkan perubahan besar dalam strategi Nintendo.

Jika dulu perusahaan game asal Jepang ini dikenal sangat berhati-hati membawa IP mereka ke layar lebar setelah kegagalan film live-action Mario tahun 1993, kini mereka justru mulai membangun semesta film dengan pendekatan lebih serius.

Kolaborasi Nintendo dengan Illumination dianggap menjadi salah satu keputusan paling sukses dalam sejarah adaptasi video game. Tidak seperti banyak film game lain yang gagal memahami materi aslinya, franchise Mario justru berhasil menjaga identitas khas Nintendo.

Bahkan banyak pengamat industri menilai kesuksesan Mario ikut membuka era baru film adaptasi video game modern.

Setelah Mario sukses besar, berbagai studio kini semakin agresif mengembangkan film dari IP game populer. Mulai dari Sonic the Hedgehog, Minecraft, The Legend of Zelda, hingga adaptasi game horor dan RPG besar lainnya.

Karakter Lama Dipastikan Tetap Kembali

Meski detail cerita film ketiga masih dirahasiakan, para penggemar tampaknya tidak perlu khawatir soal jajaran pengisi suara. Pihak internal disebut ingin mempertahankan para aktor utama demi menjaga kedekatan emosional dengan penonton.

Artinya, nama-nama besar seperti Chris Pratt sebagai Mario, Anya Taylor-Joy sebagai Peach, Charlie Day sebagai Luigi, Jack Black sebagai Bowser, hingga Keegan-Michael Key sebagai Toad kemungkinan besar akan kembali.

Jack Black sendiri sebelumnya sempat mengungkap bahwa tim produksi sangat serius menjaga kualitas franchise ini.

Ia bahkan meminta penggemar bersabar karena menurutnya film berikutnya akan terasa “lebih besar dan lebih emosional”. Pernyataan tersebut membuat banyak penggemar mulai berspekulasi tentang arah cerita film ketiga.

Beberapa teori bahkan menyebut kemungkinan kemunculan karakter baru dari semesta Nintendo atau crossover yang lebih luas.

Penggemar Tetap Bisa Menikmati Film Kedua

Meski film ketiga masih harus menunggu cukup lama, penggemar tetap punya banyak cara menikmati semesta Mario.

Film kedua “The Super Mario Galaxy Movie” dijadwalkan hadir dalam format Blu-ray dan DVD pada pertengahan Juni 2026.

Versi digitalnya sendiri sudah mulai tersedia di beberapa platform streaming dan pembelian film.

Selain itu, popularitas Mario juga terus berkembang lewat game terbaru Nintendo, merchandise, hingga wahana taman hiburan Super Nintendo World yang semakin ramai dikunjungi.

Fenomena ini membuktikan bahwa Mario bukan hanya karakter game biasa. Ia sudah berkembang menjadi ikon budaya pop global lintas generasi.

Menunggu yang Mungkin Akan Terbayar

Bagi sebagian penggemar, menunggu hingga 2029 memang terasa sangat lama. Namun melihat bagaimana dua film sebelumnya berhasil memuaskan penonton, banyak orang percaya keputusan untuk memperlambat produksi justru menjadi langkah yang tepat.

Di era ketika banyak franchise besar dipaksa merilis sekuel terlalu cepat demi mengejar keuntungan, pendekatan Nintendo dan Illumination terasa cukup menyegarkan.

Karena pada akhirnya, penggemar bukan hanya ingin film yang cepat rilis. Mereka juga ingin petualangan Mario berikutnya benar-benar terasa spesial saat akhirnya kembali hadir di layar lebar.

Ananditha Nursyifa
Editor