Buat kamu yang lagi butuh dorongan untuk tumbuh jadi versi terbaik dirimu — buku “Becoming High Value Muslimah” karya Muyassaroh mungkin yang selama ini kamu cari.

Prolite Pernah nggak, kamu merasa stuck? Bukan stuck dalam artian tidak punya aktivitas — tapi stuck dalam arti kamu merasa hidupmu stagnan, nggak berkembang, dan entah kenapa susah banget untuk menghargai diri sendiri? Kalau pernah, kamu tidak sendirian.

Dan mungkin itulah juga kenapa buku “Becoming High Value Muslimah” karya Muyassaroh (@muyassarohzuhri) ini langsung mencuri perhatian begitu beredar di pasaran.

Diterbitkan oleh Wahyu Qolbu, buku ini hadir di tengah maraknya tren self-improvement yang kini banyak diikuti generasi muda muslimah Indonesia.

Tapi yang bikin buku ini berbeda dari self-help biasa adalah pendekatannya: ia tidak sekadar membahas cara tampil kece atau sukses di dunia — tapi mengajak pembacanya untuk bertumbuh dari dalam, dengan landasan keislaman yang kuat.

Mengenal Muyassaroh: Penulis yang Berbicara dari Hati

Sebelum membahas isinya, penting untuk kenalan dengan sang penulisnya. Muyassaroh — yang akrab dikenal di media sosial dengan username @muyassarohzuhri — adalah seorang penulis buku multigenre sekaligus ilustrator buku anak yang berbasis di Jakarta.

Ia merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK) di Pesantren An-Nur III Bululawang, Malang — latar belakang pendidikan yang menjelaskan mengapa tulisan-tulisannya selalu kaya dengan nilai-nilai Islam yang autentik, bukan sekadar motivasi kosong.

Dengan lebih dari 20 judul buku yang sudah diterbitkan di berbagai genre dan 189 ribu pengikut Instagram, Muyassaroh bukan nama baru di dunia literasi Indonesia.

Karya-karyanya yang sebelumnya seperti Melelahkan tapi Ada Allah yang Selalu Menguatkan dan Tenangkan Hatimu, Sertakan Allah di Setiap Langkahmu sudah membuktikan bahwa ia punya kemampuan unik untuk menyentuh hati pembaca lewat tulisan yang terasa personal dan hangat. Dan “Becoming High Value Muslimah” adalah kelanjutan alami dari perjalanan kreatif itu.

Apa Itu “High Value Muslimah”? Bukan yang Kamu Kira

Ini pertanyaan pertama yang mungkin muncul di kepalamu saat melihat judulnya. Dan buku ini menjawabnya dengan sangat jelas sejak halaman-halaman awal: “High Value Muslimah” bukan tentang menjadi wanita yang sempurna, kaya, atau cantik.

Muslimah bernilai tinggi — atau high value — adalah muslimah yang memahami seberapa penting dirinya. Ia menghargai dirinya sendiri bukan karena validasi dari orang lain, tapi karena ia tahu siapa dirinya di hadapan Allah. Ia mandiri secara mental dan emosional, tapi tidak kehilangan kelembutan dan keimanannya.

Definisi ini terasa menyegarkan di tengah banjir konten media sosial yang sering mendefinisikan “high value” hanya dari sisi material atau pencapaian duniawi. Muyassaroh dengan cerdas menempatkan nilai diri seorang muslimah dalam bingkai yang lebih dalam dan abadi.

Isi dan Pembahasan: Apa yang Dibahas dalam Buku Ini?

“Becoming High Value Muslimah” membahas perjalanan pemberdayaan diri muslimah secara komprehensif. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya menjadi muslimah yang salihah secara ritual, tapi juga muslimah yang mandiri, berkelas, dan berkualitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Beberapa tema utama yang diangkat dalam buku ini antara lain tentang self-worth dan menghargai diri sendiri — buku ini membantu pembaca mengenali nilai intrinsik dirinya sebagai seorang muslimah, tanpa harus menunggu diakui orang lain terlebih dahulu.

Muyassaroh mengingatkan bahwa harga diri yang sesungguhnya bersumber dari kedekatan dengan Allah, bukan dari seberapa banyak “likes” yang kita dapat.

Buku ini juga membahas tentang kemandirian dan pertumbuhan personal tanpa meninggalkan identitas sebagai muslimah. Muyassaroh membahas bagaimana seorang muslimah bisa punya ambisi, mimpi, dan karier — sambil tetap menjaga nilai-nilai islamnya sebagai kompas utama.

Di samping itu, ada pembahasan mendalam soal menjaga izzah dan iffah di era digital — yaitu tentang harga diri dan kesucian — di tengah tekanan zaman yang seringkali mendorong perempuan untuk tampil berlebihan demi mendapat perhatian.

Pendekatan Muyassaroh di sini sangat relevan untuk pembaca Gen Z dan Milenial yang hidup di tengah bombardir konten media sosial setiap harinya.

Yang juga menjadi kekuatan buku ini adalah bagaimana ia membahas hubungan yang sehat dengan diri sendiri, sesama, dan Allah sebagai fondasi dari menjadi muslimah yang benar-benar bernilai tinggi — bukan hanya di mata manusia, tapi juga di sisi-Nya.

Gaya Penulisan: Hangat, Relatable, dan Tidak Menggurui

Salah satu hal yang paling menonjol dari gaya menulis Muyassaroh adalah kemampuannya untuk berbicara seperti teman yang paham betul perasaanmu — bukan seperti guru yang menggurui dari atas.

Tulisannya mengalir, ringan, tapi penuh makna. Setiap paragraf terasa seperti ditulis dengan ketulusan yang genuine, bukan sekadar memenuhi halaman.

Bagi pembaca yang sudah familiar dengan karya-karya Muyassaroh sebelumnya, konsistensi gaya ini akan langsung terasa seperti bertemu teman lama. Dan bagi pembaca baru, buku ini adalah pintu masuk yang sangat nyaman ke dalam dunia literasi self-improvement Islami.

Buku “Becoming High Value Muslimah” sangat cocok untuk kamu yang sedang dalam perjalanan menemukan kembali harga diri dan kepercayaan diri, muslimah muda yang ingin tumbuh tapi bingung harus mulai dari mana, perempuan yang merasa hidupnya stagnan dan butuh perspektif baru yang segar, serta siapa saja yang ingin menjadi muslimah yang tidak hanya baik hati, tapi juga kuat, mandiri, dan penuh tujuan.

Sudah Waktunya Berinvestasi pada Dirimu Sendiri

Pada akhirnya, “Becoming High Value Muslimah” adalah buku yang mengingatkan kita bahwa menjadi muslimah yang berkelas bukan soal apa yang kamu pakai atau berapa yang kamu hasilkan — tapi soal siapa kamu sesungguhnya, dan seberapa dalam kamu mengenal nilai dirimu sendiri.

Kalau kamu sedang mencari bacaan yang bisa jadi teman tumbuh, buku ini layak banget masuk ke dalam daftar bacaanmu. Dapatkan “Becoming High Value Muslimah” di Gramedia, Shopee, atau marketplace favorit kamu, dan mulailah perjalananmu menjadi muslimah versi terbaik yang bisa kamu capai.

Ananditha Nursyifa
Editor