“Mudah-mudahan ada festival tingkat kota, sehingga anak-anak bisa berekspresi bukan hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga di tingkat Kota Bandung dan dapat diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Saya yakin kalau diberikan permainan tradisional seperti ini, anak-anak sekarang sangat antusias,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Apep Wahid mengatakan, festival tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman. Permainan tradisional juga dinilai dapat menjadi alternatif aktivitas bagi anak-anak untuk mengurangi waktu yang dihabiskan dengan gawai.
“Tujuannya untuk memeriahkan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional. Jangan sampai olahraga tradisional tergerus zaman bahkan hilang. Sekarang kita gali lagi supaya anak-anak tingkat SD tidak banyak bermain HP,” ujarnya.
Ia menilai, antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut cukup tinggi. Para peserta mengikuti setiap permainan dengan semangat, sekaligus mendapatkan pengalaman berolahraga dalam suasana yang menyenangkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan