Tetapi otonomi yang kuat tentu membutuhkan keadilan fiskal. Daerah yang merawat hutan, menjaga sumber air, melindungi lingkungan, dan menjadi penopang kehidupan nasional harus memperoleh penghargaan dan manfaat yang lebih berkeadilan.

Sebab keadilan bukan hanya tentang membagi hasil, tetapi juga menghargai kontribusi.

Inilah semangat peradaban Sunda:

Ngamumule alam, ngawangun kamajuan.

Ngajaga budaya, nguatkeun bangsa.

Ngahijikeun keberagaman, ngahontal kaadilan.

Kita semua tahu bahwa Sunda tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Sunda harus hadir membawa gagasan, ilmu, dan karya untuk Indonesia masa depan.

“Budaya adalah akar kita. Ilmu adalah cahaya kita. Kolaborasi adalah kekuatan kita. Keadilan adalah cita-cita kita,” jelas Rahmat Hidayat Djati.

Tentu kita ingin mewariskan kepada generasi mendatang bukan hanya kebanggaan terhadap sejarah, tetapi juga tanggung jawab untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Rizki Oktaviani
Editor