Salah satu landasan utama Psikologi Islam dan Pendidikan Karakter Anak adalah konsep fitrah. Dalam ajaran Islam, setiap anak lahir dalam keadaan fitrah—bersih, cenderung pada kebaikan, dan memiliki potensi tauhid.

Dari perspektif psikologi modern, ini selaras dengan gagasan bahwa anak memiliki potensi bawaan (nature) yang akan berkembang sesuai lingkungan (nurture).

Artinya, tugas orang tua dan pendidik bukan “mencetak” anak menjadi sesuatu yang dipaksakan, tetapi membantu potensi baik itu tumbuh optimal.

Kalau anak menunjukkan rasa ingin tahu, arahkan. Kalau anak sensitif secara emosional, dampingi. Kalau anak aktif dan energik, fasilitasi dengan aktivitas positif.

Pendekatan ini menghindari pola asuh otoriter yang menekan, dan lebih mengarah pada pola asuh suportif yang membimbing.

Integrasi Pendidikan Agama dan Psikologi: Bukan Dua Dunia Terpisah

Sering kali pendidikan agama dianggap hanya fokus pada hafalan dan ritual, sementara psikologi dianggap sekadar ilmu modern tentang perilaku.

Ananditha Nursyifa
Editor