Pengalaman Sebagai Istri Wali Kota, Ummi Oded Siap Pimpin Kota Bandung

Siti Muntamah - Ummi Oded - PKS

Pengalaman Sebagai Istri Wali Kota, Ummi Oded Siap Pimpin Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Siti Muntamah Oded ( Ummi Oded) menyatakan siap maju di Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 mendatang setelah terpilih menjadi salah satu bakal calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ummi Oded sapaan akrabnya mengaku siap mengemban amanah memimpin Kota Bandung untuk meneruskan kebaikan yang telah ditorehkan Oded M Daniel suaminya sekaligus mantan Wali Kota Bandung periode 2020-2024

“Jabatan itu tidak diminta, tapi saat diberi tidak menghindar. Saat PKS memberikan amanah kepada saya untuk menjadi bakal calon Walikota, Insya allah saya siap mengemban sebaik-baiknya. Sekuat tenaga, pikiran dan kemampuan. Tentu didukung oleh semua masyarakat, kader, simpatisan dan elemen lain yang terlibat.” ungkap Ummi Oded bersemangat.

Amanah dari warga Kota Bandung itu sesuai dengan program-program yang ia perjuangkan kepada warga saat kampanye Pemilu 2024. Pengalaman lulusan Administrasi Pemerintahan Universitas Pasundan Bandung itu saat mendampingi almarhum Walikota Bandung Oded M. Danial itu tahu betul apa yang menjadi direction untuk mewujudkan Bandung kedepan lebih baik.

Siti Muntamah - Ummi Oded - PKS

“Sejak mendampingi Almarhum, dari wakil wali kota hingga wali kota Bandung, rangkaian saya di DPRD Provinsi Jawa Barat hingga beragam amanah pengurus di berbagai lini mulai dari PKK, YKI, Puspaga dan lainnya menjadikan modal pengalaman untuk kesejahteraan warga Bandung, Insya Allah,” Sambungnya.

Program yang telah disusun meliputi jaminan layanan dasar publik. Selama lima tahun terakhir di DPRD Provinsi Jawa Barat, Ummi Siti Oded dipercaya menangani isu seputar kesejahteraan rakyat di komisi 5 seperti pendidikan, kesehatan, pemuda dan sebagainya.

Kedua isu diawal ditambah rangsangan ekonomi penunjang kesejahteraan warga ia yakini menjadi kunci untuk membangun Kota Bandung yang jauh lebih baik, aman-nyaman dan humanis.

“Insya allah semua untuk Bandung yang tercinta, untuk Bandung yang jauh lebih baik, aman nyaman untuk semua” ungkapnya.

Masih kata Ummi, dirinya sudah mendapat banyak dukungan dari warga untuk memimpin Kota Bandung.

“Jadi saat saya berkampanye untuk menjadi calon anggota DPR RI, amanah dari warga khususnya para pendukung saya itu memang bermunculan, bersahutan, menyampaikan harapan bahwa sudah saatnya perempuan menjadi pemimpin Kota Bandung,” ungkap Ummi Oded, di Bandung.

“Sesuai perjuangan saya sejak lama bahwa Bandung harus Harmonis, Unggul, Mandiri, Sejahtera. Dan itu diawali dari ketahanan keluarga,” ungkapnya.




Demokrat: Arfi Rafnialdi Punya Kapasitas Pimpin Kota Bandung

Arfi Rafnialdi Serahkan Formulir - Partai Demokrat - Pilwalkot Bandung

Arfi Rafnialdi Serahkan Formulir Penjaringan Bakal Calon Wali Kota Bandung ke Partai Demokrat

BANDUNG, Prolite – Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandung Aan Andi Purnama menilai, bakal calon Wali Kota (Bacawalkot) Bandung Arfi Rafnialdi adalah sosok yang punya kapasitas pimpin Kota Bandung.

Hal itu ia sampaikan usai Arfi Rafnialdi menyerahkan formulir penjaringan Bacawalkot Bandung kepada Partai Demokrat di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Jalan Cijagra, Kota Bandung, Jumat (24/5/2024).

Menurut Aan, Arfi mempunyai lataberlakang akademis dan pengalaman dalam birokrasi yang mumpuni.

“Saya mengenal (Arfi Rafnialdi) sudah lama. Saya di dewan dari 2014 saat itu Kang Arfi jadi tim kebijakan pak Ridwan Kamil. Saya sering komunikasi, ngobrol. Saya kira Kang Arfi punya wawasan baik, basic akademisnya layak, bagus, memahami tentang Bandung. Apalagi dia juga menjadi tim pak Gubernur (Ridwan Kamil) saya kira beliau mumpuni,” ucap Aan.

Arfi Rafnialdi Serahkan Formulir - Partai Demokrat - Pilwalkot Bandung

Aan menuturkan, Partai Demokrat memang sudah membuka penjaringan bacawalkot sejak April lalu. Ia pun menegaskan, proses penjaringan diharapkan bisa melahirkan figur terbaik untuk Kota Bandung.

“Partai Demokrat sudah buka sejak April dan sudah ada dua nama dengan Kang Arfi Rafnialdi. Hari ini kami berterima kasih atas kehadirannya daftar di Partai Demokrat,” tutur Aan.

“Saya sebagai ketua DPC merasa senang Pilwalkot di depan mata ini, Partai Demokrat menargetkan menang sehingga dengan banyak calon yang daftar membuat kita mudah mencari siapa yang bakal dipinang oleh Partai Demokrat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Arfi mengapresiasi langkah Partai Demokrat yang membuka pintu bagi semua pihak untuk berkontestasi di Pilwalkot Bandung.

“Dalam Pilwalkot ini banyak pihak yang punya itikad baik untuk memperbaiki Kota Bandung. Seperti Partai Demokrat yang membuka kesempatan para tokoh yang mau maju dan ini gayung bersambut. Alhamdulillah karena Partai Demokrat memberikan kesempatan kepada para tokoh yang peduli dan punya kapasistas dan mau maju di Pilwalkot pendaftaran ini diperbolehkan orang di luar Partai Demokrat,” tutur Arfi.

Arfi tak menampik upayanya tersebut sekaligus bagian dari ajakan kepada Partai Demokrat untuk ikut bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju. Sebab sebelumnya, Partai Golkar, PSI dan Gerindra sudah mendeklarasikan untuk berkoalisi pada Pilwalkot 2024.

Arfi Rafnialdi Serahkan Formulir - Partai Demokrat - Pilwalkot Bandung

“Golkar, Gerindra, PSI ini adalah tulang punggung Koalisi Indonesia Maju. Tadi salah satu poin dalam kesepahaman kemarin ditugaskan juga membuka komunikasi dengan partai politik lain. Bahasa tersiratnya kami rindu Demokrat gabung, rindu bersama lagi dengan Demokrat. Jadi saya langsung hadir ke kantor DPC Demokrat dan diterima dengan baik dalam rangka menyerahkan formulir dan silahturahmi dengan para pengurus,” paparnya.

Sebagai bacawalkot, Arfi mengaku terus melakukan sosialisasi dengan masyarakat dan bertemu dengan para tokoh Kota Bandung. Ia pun banyak mendengar masukan dan aspirasi dari masyarakat tentang kondisi Kota Bandung saat ini.

Salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan yakni, masalah transportasi, pengelolaan sampah dan ekonomi.

“Sambil berproses melakukan komunikasi politik, tugas saya meningkatkan elektabilitas, sosialisasi menyampaikan dan menerima gagasan dari banyak warga. Baik masyarakat, akademisi, praktisi profesional, politisi yang punya kecintaan dan kepedulian terhadap Kota Bandung. Banyak sekali (aspirasi) dalam setiap pertemuan, saya mencatat semua masukan untuk kota,” jelasnya.




Koalisi 3 Partai: Golkar, Gerindra, PSI Siap Menangkan Wali Kota Bandung

koalisi 3 partai

Koalisi 3 Partai: Siapapun Yang Diusung Akan Diperjuangkan Menang

BANDUNG, Prolite – Kontestasi pemilihan kepala daerah Kota Bandung mulai memanas. Setelah sebelumnya PKS berkoalisi dengan Nasdem. Kini koalisi 3 partai Golkar, Gerindra, dan PSI resmi berkolaborasi.

Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya menatakan pertemuannya petang ini sebagai tindak lanjut komunikasi dan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan. Ketiga partai ini sepakat melakukan pertemuan dan menguatkan komunikasi itu dalam bentuk nota kesepakatan kerjasama.

“Kami masing-masing Golkar, Gerindra, PSI (koalisi 3 partai) juga mendapat arahan dari DPP (Dewan Pengurus Pusat)untuk membangun dan meneruskan koalisi Indonesia maju di tingkat pusat ke level kabupaten dan kota. Alhamdulillah hari ini bisa kami hadirkan,” ujar Edwin, di jalan Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (22/5/2024).

Tetapi kata Edwin, tidak menutup kemungkinan jika ke depan masih ada partai yang akan bergabung untuk bersama-sama selain koalisi 3 partai ini untuk berjuang menyukseskan kandidat yang diusungnya, sayangnya pada pertemuan itu para petinggi partai di koalisi 3 partai ini tidak menyebut figur siapa yang akan diusung menjadi calon wakil wali kota ataupun wakilnya.

koalisi 3 partai

“Tetapi yang kami bangun adalah koalisi ya (koalisi 3 partai), kesepakatan kerja sama terlebih dahulu. Karena masalah figur kami masih menunggu dari DPP masing-masing, walaupun partai Gerindra ada 10 nama, Golkar ada 3 nama, PSI, yang terpenting tujuan kita membentuk koalisi menghadapi kontestasi pilkada yang akan datang,” tandasnya.

Disinggung ketidakhadiran partai Demokrat padahal tingkat pusat masuk dalam koalisi Indonesia maju, kata Edwin kemungkinan dalam waktu dekat akan menyusul.

“Bukan tidak hadir tetapi ada yang harus diselesaikan masalah internal terlebih dahulu, pada prinsipnya komunikasi terus dibangun Insyaa Allah ke depan tidak menutup kemungkinan ada partai-partai bergabung dan kerja sama dengan koalisi ini,” ujarnya.

“Tentu koalisi Indonesia maju sesuai dengan pusat tapi kota Bandung kita buka untuk semua pihak bisa bergabung, kerja sama, bersinergis, kolaborasi sesuai visi misi dan tujuan kita sama kan ingin sama-sama membangun kota Bandung, menyejahterakan, membuat kota Bandung ini merasa aman menerapkan secara adil dan kesejahteraan merata bagi semua pihak,” terangnya seraya mengatakan kesepakatan ini disaksikan oleh para senior pimpinan-pimpinan partai ditingkat provinsi dan pusat.

“Ia harapan kami koalisi 3 partai sudah ditandatangan resmi ini tidak akan pecah walaupun bisa terjadi bila ada sesuatu,” ucapnya lagi.

Edwin pun menegaskan bahwa koalisi 3 partai ini akan terus dibangun dengan komunikasi karena tingkat DPP atau pusat pun sudah kerjasama bentuk kabinet Prabowo – Gibran, sehingga akan lebih cair lagi.

Edwin meyakini jika koalisi 3 partai ini solid, siapapun yang akan diusung akan diperjuangkan bersama sehingga diharapkan menang, ia juga meyakini jika solid maka kemenangan ada didepan mata.

Ditempat yang sama Ketua DPD Gerindra Tony Wijaya mengatakan koalisi hari ini bukan baru dibahas sekarang namun melanjutkan pertemuan berapa kali dan sebelumnya memang merasa ada kecocokan.

“Perintah DPP sebisa mungkin berkoalisi seperti dipusat,” ucapnya.

koalisi 3 partai

Tony pun menyampaikan bahwa dari partainya ada 10 nama yang sudah mendaftar menjadi bakal calon wali kota. Ke 10 nama itu syarat pendaftarannya sudah diserahkan ke DPD untuk diserahkan ke DPP.

5 nama dari internal partai dan 5 nama dari eksternal yakni Sodik Mujahid anggota DPR RI, Arief Hamid Rahman anggota DPRD provinsi Jabar , Heri Haryadi DPRD Kota Bandung, Buky Wibawa Karya anggota DPRD provinsi Jabar, dan Jali kader partai Gerindra kota Bandung.

“Untuk Melly Goeslaw kebetulan dikonsentrasikan ke DPR RI, tapi sebenarnya kami kalau diperintahkan kami siap,” ucapnya seraya mengatakan 5 nama dari luar partai yakni Dandan Riza Wardana, Dirut Perumda Tirtawening Kota Bandung Sony Salimi, Reza Arfah, Deni Chandra, dan Ujang Koswara.

Soal kedepannua siapa yang akan menjadi wali kota dan wakil, kata Tony ia hanya akan menyerahkan kisi kisi ke DPD dan DPP untuk diambil kebijakan nantinya.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Yoel Yosefat menyampaikan bahwa sebelum resmi, PSI sering berinteraksi dengan Golkar dan Gerindra dari sejak pilpres (pemilihan presiden)

“Kita bahagia, kerjasama bareng ini lanjut ke pilkada, kita tahu mereka semua punya fighting spirit yang besar besar sehingga kita terpacu dan sama-sama punya kursi di DPRD kota Bandung bahkan menjai pimpinan,” jelasnya.

Koalisi Indonesia maju ini kata dia jika dilanjutkan di daerah maka akan mempermudah dalam menjalankan pemerintahan.

“Karena dari pusat ke kota pembangunan akan lebih cepat. Kita chemistry dapat hari ini. Untuk bacawalkot kita ada penjaringan sudah ada beberapa orang ambil formulir penaftaran, kader ataupun non kader, seperti Marshal, pak Dandan, Yudi, dan Diah Pitaloka,” tuturnya.




Sedih Kondisi Kota Bandung, Atalia Praratya Siap Jadi Wali Kota

Atalia Praratya - Sonny Salimi

Berpasangan dengan Sonny Salimi, Atalia Praratya: Sangat memungkinkan

BANDUNG, Prolite – Atalia Praratya mengaku sedih dengan kondisi Kota Bandung saat ini, karenanya saat ia ditugaskan partai Golkar untuk maju menjadi Wali Kota Bandung, Atalia mengaku siap dan akan berjuang maksimal pada Pilwalkot.

“Saya hanya berharap yang terbaik untuk kota Bandung, karena rasanya sedih ketika informasi yang muncul bukan hal-hal kebaikan dari. Kita juga merasa sakit oleh karena itu kita berharap yang terbaik saja siapapun itu,” jelas Atalia Praratya usai memberikan sembako kepada salah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jalan Sarijadi , Rabu (22/5/2024).

Namun meski siap, Atalia belum berani menegaskan dirinya calon wali kota dari partai Golkar, hanya saja kata Atalia sampai hari ini Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar masih menunjuknya untuk tetap maju.

“Tapi nampaknya ini menjadi diskusi cukup alot saya dan kang Emil, karena saya dalam keluarga juga harus memosisikan sesuatu yang sesuai dengan posisi tepat dan sesuai kapasitas dan sebagainya. Kami harus fokus juga kepada keluarga, jadi informasi yang mungkin nanti diberikan nanti berbarengan dengan kang Emil ya yang secara resminya,” tegas isteri Ridwan Kamil mantan wali kota periode 2013-2018.

Masih kata dia, partai hingga hari ini belum memastikan siapa yang akan mencalonkan sebagai wali kota, namun sampai hari ini dorongan apalagi dari masyarakat untuk Atalia masih ada.

“Tinggal bagaimana kami berdiskusi secara internal,” singkatnya.

Terkait pasangan pilkada nanti dengan direktur utama (dirut) Perumda Tirtawening Sonny Salimi, Atalia Praratya mengaku sangat memungkinkan, bahkan mereka berdua sudah intens berkomunikasi.

“Dengan Pak Sonny? Sangat memungkin sekali, kami sering bekerja sama. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, tentu yang namanya politik itu dinamis, saya belajar banyak 10 tahun ini dari perjalanan kang Emil tapi Insyaa Allah,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pun Atalia mengaku siap melepas jabatan sebagai anggota DPR RI yang baru saja terpilih pada pileg beberapa waktu lalu

“Betul sekali, sebetulnya ketika orang memutuskan untuk terjun ke masyarakat tentu dia punya pertimbangan tertentu. Saya sendiri selama itu untuk kepentingan masyarakat apapun posisinya yang ditakdirkan tentu kita akan maksimalkan. Ditempatkan di mana pun akan siap, hanya tadi jadi pertimbangannya, tidak hanya siap atau tidak siap kalau ditanya saya siap banget tapi ketika harus berhadapan dengan hal-hal lain ya termasuk posisi kang emil ini juga tidak semudah itu,” bebernya.

Atalia Praratya - Sonny Salimi

Menanggapi itu, Dirut Perumda Tirtawening Sonny Salimi mengatakan ia dan Atalia sudah sering bekerjasama. Seperti saat ini di ‘Jabar Bergerak’ Atalia merupakan pendiri dan Ketua Umumnya, sedang Sonny menjabat sebagai koordinator wilayah Bandung raya (kota Bandung, kabupaten Bandung, kab Bandung Barat, kota Cimahi, dan kabupaten Sumedang).

“Beliau menitipkan ini, kami dari dulu sering bekerja sama, jadi diskusi-diskusi kami tentang bekerja itu sudah biasa dan sering kali terjadi. Kebetulan saya mencalonkan diri dan bu Atalia juga didorong-dorong oleh partainya, tadi sudah dengar kita semua bahwa sangat mungkin kalau dipasangkan dengan saya. Kalau saya sih merasa luar biasa karena kami sudah kenal sudah terbiasa bekerja sama, beliau itu populer, saya merasa terhormat dan dihargai pekerjaan saya,” ucap Sonny.

Disinggung menerima atau tidak jika berpasangan dengan Atalia kemungkinan diposisi wakil wali kota, Sonny mengaku hal itu bukan urusannya, karena itu urusan partai.

“Kalau saya nanti ditugaskan nanti seperti apa ya saya ikuti saja, yang penting buat saya bekerja, kita lihat saja, masih jauh, kita lihat jadi sesuatu yang cair,” tutupnya.




Bangun Chemistry Koalisi Untuk Pilwalkot Bandung, Partai Nasdem Kunjungi PKS

koalisi nasdem-pks

Bangun Chemistry Koalisi Untuk Pilwalkot Bandung, Partai Nasdem Kunjungi PKS

BANDUNG, Prolite – Jelang Pilwalkot Bandung di tahun ini, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bangun chemistry koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara formal partai pimpinan Surya Paloh ini datang ke kantor PKS Kota Bandung Jalan Katamso.

Baik Nasdem maupun PKS mengaku pertemuan ini selain mencari chemistry, kecocokan juga ingin lebih dalam, saling memahami visi misi dalam rencana membangun kota Bandung ke depan yang akan dipimpin kader terbaiknya.

Namun demikian pertemuan ini bukan sebagai harga mati koalisi karena ke depan bisa berubah atau tetap bahkan koalisi bertambah dengan partai lainnya.

Ketua Nasdem DPD Kota Bandung Rendiana Awangga menyampaikan bahwa sebenarnya chemistry ataupun koalisi  Nasdem dan PKS sudah terjalin lama.

“Pertama memang bersama PKS sudah terjalin chemistry cukup lama baik di fraksi ataupun di pertemuan informal berapa waktu sebelumnya termasuk berjuang bersama pada saat Pilpres, kita sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing,” ujar Awangga sapaan akrabnya, Senin (20/5/2024).

Bahkan Awangga mengaku optimis berkoalisi dengan PKS Pilwalkot Bandung akan dimenangkan.

koalisi nasdem-pks

Namun disinggung Nasdem memilih posisi wali kota atau wakil wali kota, ditegaskan Awangga saat ini tugas dan hasil pleno bahwa Nasdem untuk calon wali kota.

“Namun keputusan akhir ada di DPP. Dan sampai hari ini masih dua nama yang diajukan. Saya (Rendiana Awangga) dan Muhammad Farhan, keputusan seperti apa itu nanti,” tandasnya.

“Yang pasti kami kesini ingin membangun chemistry menyamakan visi misi memajukan kota Bandung dan memastikan siapa pun yang nanti ditetapkan memiliki peluang menang. Ini komunikasi pertama kami dilakukan dengan PKS,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama mengapresiasi kunjungan formal itu terlebih Nasdem hadir fullteam.

Ahmad mengaku ada chemistry atau kecocokan antara PKS dan Nasdem. Bahkan bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional 20 Mei diharapkan menjadi momentum yang baik

“Alhamdulillah ini pertemuan formal partai Nasdem ke PKS dan baru Nasdem silahturahmi formal ke kantor. Kami sangat bahagia, kami sepertinya memiliki chemistry banyak kecocokan mudah-mudahan berjodoh dihari kebangkitan ini dan akan bertemu syukuran berjodoh menang pilwalkot mendatang di bulan November,” harap Ahmad.

Hasil pertemuan itu akan dilaporkan ke DPW (Dewan Pengurus Wilayah) Provinsi Jawa Barat untuk kemudian ke DPP (Dewan Pengurus Pusat).

“Kami sudah konsultasikan ke DPW bahwa pertemuan hari ini dipersilahkan dan jika ada kesepakatan dipersilahkan nanti kami lapor lagi,” ujarnya.

Masih kata Ahmad sesuai instruksi DPP dan DPW, tetap menginginkan PKS untuk posisi wali kota atau Bandung 1 dan Nasdem no 2.

“Meskipun final dari DPP nanti dan sudah daftar ke KPU ya. Kita harus bangun terus komunikasi ini. Kami membuka komunikasi informal dengan siapapun namun yang formal baru Nasdem. Ini sebagai bukti keseriusan dan kami merasa cocok begitu pun kedua bakal calon wali kota kami. Kalau ada yang bergabung semakin kuat kan, sekarang saja 11 kursi + 6 kursi jadi 17 kursi. Kalau ada yang bergabung lagi sepakat kandidat, sesuai visi misi kita kenapa tidak, kan semakin kuat,” bebernya mengakhiri.




Nama Haru Suandharu Muncul Untuk Calon Gubernur Jabar Dari PKS

Haru Suandharu

Nama Haru Suandharu Muncul Untuk Calon Gubernur Jabar

BANDUNG, Prolite – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mengantongi dua nama bakal calon Gubernur (bacagub) Jawa Barat yakni Haru Suandharu mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Menurut Haru, Dewan Pengurus Pusat (DPP) nanti yang akan menentukan nama siapa yang diberi mandat menjadi Gubernur, apakah dirinya atau Idris atau bahkan nama yang lain.

Soal koalisi partai sendiri kata Haru semua partai sudah berkomunikasi tinggal satu partai lagi.

“Pada kunjungan itu telah dikonfirmasi nama-namanya ada yang sama dengan media ada yang tidak. Ya yang koalisi saat pilpres masih lebih mudah dan niat baik,” ujar Haru usai menghadiri acara Silakbar 2024 PKS di Gor Arcamanik, Minggu (20/5/2025) lalu.

Terkait siapa yang akan menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur, Haru belum mengungkapnya. Menurut dia kesepakatan itu akan ada di nota kesepahaman antar partai nanti.




Kaukus Perempuan Parlemen Jawa Barat dan Kalimantan Tengah Bahas Program Kerja hingga Indeks Pemberdayaan Gender

Kaukus Perempuan Parlemen

Kaukus Perempuan Parlemen Jawa Barat dan Kalimantan Tengah Bahas Program Kerja hingga Indeks Pemberdayaan Gender

BANDUNG, Prolite – Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Jawa Barat bersama KPP Kalimantan Tengah bahas program dan kegiatan KPP 2024 hingga Indeks Pemberdayaan Gender atau IDG.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja untuk konsultasi dan koordinasi yang dilakukan Kaukus Perempuan Parlemen Kalimantan Tengah ke KPP Jawa Barat. Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, dan Sekretaris KPP Jawa Barat Cucu Sugyati.

Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, KPP Kalimantan Tengah konsultasi dan koordinasi terkait program dan kegiatan Kaukus Perempuan Parlemen 2024. KPP Jawa Barat menjadi acuan KPP Kalimantan dalam membuat program atau kegiatan KPP Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2024.

”Kita (KPP Jawa Barat dan KPP Kaliman Tengah) sharing program dan kegiatan 2024. Alhamdulilah program dan kegiatan KPP Jawa Barat berjalan dengan baik, lancar. Sudah banyak program dan kegiatan yang kami lakukan,” kata Ineu Purwadewi Sundari, Kota Bandung, Senin (20/5/2024).

Salah satu kegiatan dan program KPP Jawa Barat diantaranya, bakti sosial yang rutin dilakukan, pelatihan-pelatihan hingga capacity building atau peningkatan kemampuan, skills, pengetahuan hingga program-program untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen.

Kaukus Perempuan Parlemen

“Program KPP Jawa Barat tak berdiri sendiri, kita kadang kerja sama dengan OPD Jabar dan pihak lainnya,” ucapnya.

Terkait upaya peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD Jawa Barat tambah Ineu Purwadewi Sundari, di Jabar terdapat sekolah politik perempuan. Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. Selain itu, dalam pertemuan disinggung pula soal Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), IDG di Jabar meningkat setiap tahunnya.

Sementara itu, Sekretaris Kaukus Perempuan Parlemen Jawa Barat Cucu Sugyati menambahkan, dengan adanya keterwakilan perempuan di parlemen kebijakan yang dibuat dipastikan harus berbasis gender, termasuk produk hukum yang mengakomodir kepentingan perempuan.

Salah satunya Jawa Barat sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan.

“Perda Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan ini sangat dibutuhkan,” tambah Cucu Sugyati.

Dalam Perda tersebut disebutkan, pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai upaya untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya ekonomi, politik, sosial, budaya. Agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah. Sehingga mampu membangun kemampuan dan konsep diri.

Sedangkan perlindungan perempuan merupakan segala upaya yang ditujukan untuk melindungi perempuan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten, terstruktur dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender.




Diusung Bacawalkot Bandung, Umi Oded: Harus Siap, Asep: Banyak Yang Harus Diselesaikan

Silakbar PKS - Pilwalkot Bandung - bacawalkot

Diusung Bacawalkot Bandung, Umi Oded: Harus Siap, Asep: Banyak Yang Harus Diselesaikan

BANDUNG, Prolite – Dimintai tanggapannya disebut DPD dan DPW PKS sebagai bakal calon Wali Kota (bacawalkot) Bandung Siti Muntamah atau Umi Oded mengaku mau tidak mau dia harus siap.

Malah istri almarhum wali kota Bandung periode 2020-2024 Oded M Daniel ini mengaku akan melanjutkan program-program suaminya yang sudah baik.

“Mau tidak mau siap tidak siap haru siap dan berani. Saya akan me-repeat apa yang dilakukan almarhum m oded. Banyak kebaikan dirasakan tadi jadi catatan penting menjawab ini semua, siap gak siap harus siap dan berani, sudah konsekuensi kita ketika sudah ditentukan dan memilih mundur dari legislatif untuk ke cawalkot. Di PKS ini bukan hanya jabatan tapi pengorbanan memohon ridha Allah,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan kang Asep Mulyadi bahwa ia direkomendasikan DPD dan DPW menjadikan Bandung lebih baik dengan menjadi wali kota.

Asep mengakui di kota Bandung banyak masalah, lanjutnya beberapa poin yang harus diselesaikan semisal lapangan kerja setelah covid-19.

“Bandung ini kreatif, ada pusat kuliner, fashion dan lainnya. Itu harus digali, undang pariwisata dengan cara adakan event, meeting, conference untuk menarik warga luar datang ke Bandung. Pariwisata ini berkaitan dengan ekonomi juga ya,” tutupnya.




Pilwalkot Bandung, Haru: Siti Muntamah dan Asep Mulyadi Terpilih Jadi Bacawalkot dari PKS

Silakbar PKS - Pilwalkot Bandung - bacawalkot

Pilwalkot Bandung, Haru: Siti Muntamah dan Asep Mulyadi Terpilih Jadi Bacawalkot dari PKS

BANDUNG, Prolite – Jelang Pilwalkot Bandung, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung Haru Suandharu menyebutkan Siti Muntamah dan Asep Mulyadi adalah dua nama kader PKS yang terpilih menjadi bakal calon Wali Kota Bandung.

“Evaluasi kita bersyukur suara PKS terbanyak itu harus kita syukuri tetapi penurunan kursi juga harus kita evaluasi. Kenapa tetap kita lakukan, karena tidak lama kita mau menghadapi Pilwalkot Bandung. Seperti kita ketahui ada bu Siti Muntamah atau lebih dikenali isteri mang Oded juga calon legislatif DPRD Provinsi Jabar terpilih dengan suara terbesar pertama jadi sudah ada rekam jejaknya dan incumbent,” ujar Haru usai menghadiri acara SilAkbar PKS 2024 di Sport Center Arcamanik, Minggu (19/4/2024).

Dan untuk nama Asep Mulyadi sendiri kata Haru adalah nama hasil penjaringan yang diusulkan anggota dan pengurus DPD dan DPW untuk nanti diserahkan ke DPP (Dewan Pengurus Pusat). Selain itu Asmul sapaan akrabnya merupakan anggota DPRD Kota Bandung terdahulu dan terpilih kembali.

“DPP minta dua nama dan itu terserah DPP mau dari dua nama ini atau yang lain. Kewenangan calon terbaik sampai wilayah, berkas dari DPW sudah kami sampaikan, pengennya besok keluar dari dua nama ini. Nanti dari pusat kapan SK keluar, kan juga ada pilkada kota-kab dan provinsi,” jelasnya lagi.

Kendati keduanya merupakan anggota DPRD Kota dan Provinsi namun jika nanti terpilih diajukan menjadi wali kota pada Pilwalkot Bandung ini maka mereka bersedia mundur dari legislatif.

Haru pun menyampaikan di Kota Bandung ini raihan suara saat pilpres dan pilkada beberapa waktu lalu terbanyak dibanding partai lain. Sehingga perolehan kursi di legislatif sebanyak 11 kursi otomatis bisa mengajukan cawalkot saja atau sepaket dengan cawawalkot pada Pilwalkot Bandung mendatang.

“Ya kalau Kota Bandung beda ya, tiket full tinggal koalisi partai mana, orangnya siapa dan peluang PKS menang besar. Target kita wali kota dari PKS menang dan karena sudah pernah menjadi wali kota kita sekarang prioritas wali kota lagi,” tegasnya.

Bahkan kata Haru, tidak menutup kemungkinan wakil wali kota bisa dari non partai atau independen. Sudah ada sekitar 5 pengajuan dari partai ataupun non yang ingin menjadi cawawalkot.

Di tempat yang sama Ketua DPD Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama mengatakan PKS tidak membuka pendaftaran dari luar tidak. Penjaringan untuk nama Umi Oded dan kang Asep Mulyadi sendiri cukup lama beberapa tahap.

Setelah ada satu nama resmi yang diberi SK oleh DPP akan didaftarkan ke KPU, namun tugas umi Oded dan kang Asep Mulyadi kini adalah menyosialisasi diri (jelang Pilwalkot Bandung) guna meyakini bahwa mereka kader terbaik untuk menjadikan Bandung lebih baik.

“Salah satunya yakni melanjutkan apa yang sudah dilakukan almarhum mang Oded. Dengan partai lain kami sudah komunikasi seperti Gerindra, Golkar, PKB, secara umum ingin koalisi. Saat ini kami mencalonkan Bandung 1 ya bukan Bandung 2,” jelas Ahmad.

Ahmad pun mengharapkan segala permasalahan umum di kota Bandung bisa diselesaikan oleh wali kota mendatang semisal kemacetan, banjir, sampah, dan lapangan kerja.

“Bisa mencalonkan cawalkot dan wakilnya sendiri tapi kita membuka koalisi karena pembangunan bisa berjalan dengan baik didukung semua pihak. Bisa juga dari calon wakil dari independen, kita lihat sejauh mana cocok, bakalan menang tidak, karena politik itu dinamis ya,” tegasnya.




Siti Muntamah: Pentingnya Peran Perempuan Dalam Politik

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah

Terima Kunjungan SMPN 7, Siti Muntamah Bahas Implementasi Demokrasi hingga Karakter Pemimpin

BANDUNG, Prolite – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah terima kunjungan dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Bandung di lobby ruang rapat paripurna DPRD Jabar.

Dalam kunjungan tersebut, Siti Muntamah menjelaskan bagaimana implementasi demokrasi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Termasuk menjelaskan keterwakilan perempuan di DPRD Jawa Barat hingga karakter yang wajib dimiliki pemimpin.

“Saya mengapresiasi kunjungan SMPN 7 dengan tema suara demokrasi, ini tentu sangat menginspirasi dan bermanfaat. Saya di Komisi V DPRD Jawa Barat, tadi saya menjelaskan mitra kerja dan aspek yang dikerjakan Komisi V DPRD Jawa Barat dan lain-lain,” kata Siti Muntamah, Kota Bandung, Kamis (16/5/2024).

Selama kunjungan sempat disinggung terkait keterwakilan perempuan di Jawa Barat lanjut Siti Muntamah, pihaknya menilai peran perempuan di parlemen atau politik sangat penting. Kemudian terkait pembahasan karakter yang wajib dimiliki pemimpin disampaikan agar siswa-siswi SMPN 7 paham pemimpin yang baik harus punya karater .

Siti Muntamah - kunjungan SMPN 7

Pertama, karakter pemimpin harus jujur, kedua amanah tidak khianat penuh dedikasi dan bertanggung jawab. Ketiga, pemimpin harus punya karakter fathonah atau cerdas, responsif penuh inovasi dan sebagainya.

Kepala Sekolah SMPN 7 Lukman Surya Saputra menambahkan, kunjungan siswa-siswi SMPN 7 merupakan pelaksanaan dari kurikulum merdeka, dengan nama proyek penguatan profile pelajar pancasila dengan tema suara demokrasi,

“Iya kita hari ini membawa 350 siswa ke DPRD Jawa Barat bertujuan untuk belajar. Belajar bagaimana sebetulnya demokrasi di Indonesia, khususnya di Jabar,” jelas Lukman Surya Saputra.

Besar harapannya, setelah kunjungan ke DPRD Jawa Barat siswa-siswi SMPN 7 lebih memahami demokrasi di Indonesia, khususnya demokrasi berdasarkan sila ke 4 dari Pancasila.