Sebagai Kader Ideologis, Rizki Akbar Fatoni Optimis Pimpin Kota Bandung

Akbar Fatoni

Sebagai Kader Ideologis, Rizki Akbar Fatoni Optimis Pimpin Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Rizki Akbar Fatoni mengaku sebagai kader partai Golkar yang paling pantas dimandatkan bakal calon wali kota Bandung lima tahun ke depan.

Alasan Akbar Fatoni sapaan pria 41 tahun ini, dia merupakan pengurus inti di partai Golkar selain itu dia merupakan kader ideologis, representasi anak muda atau milenial, dan tidak memiliki rekam jejak buruk di masyarakat.

“Memang saya diberikan instruksi dari partai, ini suatu keterpanggilan bisa memimpin kota Bandung. Ada 6 orang yang diajukan yakni saya, Arfi, Juwanda, Haris Faisal, Attalia, dan Ketua DPD pak Edwin. Ada kemungkinan Bu Atta dan pak Edwin tidak maju, karenanya tidak ada lagi yang kader ideologis seperti mereka kecuali saya,” ujar Akbar ditemui di jalan Veteran, Jumat (5/7/2024).

Selain itu Akbar Fatoni pun mengaku selama ini sudah terbukti loyalis terhadap partai.

“Kalau ada figur baru masuk ini menandakan kemunduran demokrasi. Surat rekomendasi turun ada mekanismenya. Dilakukan dulu survei 3x ke 2 pekan ini entah itu Sabtu Minggu atau Senin lembaga survei langsung dari DPP, akan dinilai kinerja, popularitas dan elektabilitas. Survei kedua penentu, akan dilakukan 7 hari, data diolah dan dikirim ke pusat, DPP akan mempunyai data siapa nanti yang mendapat mandat cawalkot,” paparnya.

Bicara soal Kota Bandung sendiri, Akbar Fatoni mengaku kecil dan besar di kota kembang ini sangat paham kondisi dan situasi kota Bandung.

Untuk kemacetan Akbar Fatoni punya solusinya yakni akan menerapkan pemisahan jam masuk kantor atau kerja dengan jam sekolah.

“Luas jalan tidak bisa nambah tapi volume kendaraan yang nambah. Kemacetan itu kita lihat ada positif dan negatif, ketika macet artinya ekonomi tumbuh baik. Sisi negatifnya perlu dikendalikan jangan sampai jadi bumerang. Saya punya harapan sistem angkutan publik kedepan harus memadai sehingga bisa mengarahkan ke kendaraan pribadi bahkan kalau bisa gratis,” harapnya.

Selain kemacetan, Akbar dengan tag line akrab babarengan nya itu menyampaikan ia ingin keberpihakan perempuan pun ke depan dioptimalkan.

“Kita mengistimewakan perempuan dengan visi misi sejahtera dinamis harmonis dan berkeadilan, bagaimana kita melibatkan perempuan. Ideal 30% perempuan bisa ditempatkan di banyak posisi,” ucapnya lagi.

Soal pengangguran pun Akbar mengaku bisa menyelesaikan tidak dengan APBD namun melalui Keputusan Wali Kota (Kepala) atau Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Misal musisi di jalanan didata, asalkan asli kota Bandung beri fasilitas beri pengakuan dalam wadah kita arahkan kreatifitas space ini dalam bangunan saja. Pemerintah dan pelaku usaha berikan ruang kreatif kepada mereka misal kerjasama dengan pemilik kafe, nah untuk pemilik kafe yang memperkerjakan mereka kita beri stimulus pengurangan pajak. Intinya saya ini mengurangi pengangguran, menguranginkemiskinan, dan melindungi anak yatim,” tegasnya.




Ilham Habibie Sebut Jabar Ujung Tombak Indonesia

partai NasDem - ilham habibie

Ilham Habibie: Siap Jika Koalisi Menugaskan

BANDUNG, Prolite – Indonesia Emas 2025 menurut putra mantan presiden ke tiga BJ Habibie, Ilham Habibie berawal dari Jawa Barat. Jika Jawa Barat sudah menjadi emas maka Indonesia pun akan menjadi emas.

“50% industri Indonesia ada di Jawa Barat. Sumber daya alam dan sumber daya manusia pun ada disini, karena itu Jawa Barat ujung tombak Indonesia,” jelas calon Gubernur dari partai NasDem itu usai silahturahmi di hotel Grand Mercure Setia Budi Kota Bandung, Sabtu (29/6/2024).

Pria kelahiran Jerman ini juga menyampaikan bahwa agar negara maju maka industri tekstil harus ada bukan seperti saat ini malah gulung tikar hingga ribuan karyawannya di PHK.

Bicara soal pencaloan, Ilham Habibie optimis mampu bersaing dengan bakal calon-calon gubernur Jawa Barat yang saat ini ramai disebut. Seperti incumbent Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Ono Surono dan lainnya.

Namun jika dalam proses koalisi partai Ilham Habibie diharuskan menjadi wakil gubernur, dia mengaku siap.

“Prinsipnya saya berkeinginan Jabar 1, diskusi dengan partai-partai pengusung belum ada kesepakatan itu. Intensif dengan PKS belum ada kesepakatan final proses hasil ke depan saya tidak mau mengawali hasil, tetapi saya berkeyakinan dan berkeinginan Jabar 1,” tegasnya.

Untuk memperkenalkan diri ke masyarakat Jawa Barat sendiri, Ilham Habibie mengaku sudah mulai dilakukan, bahkan dia sudah paham daerah Jawa Barat banyak ditemukan di sektor agro dan industri.

“Kita dimana-mana bawa lapangan kerja karena itu kunci negara maju. Kriteria saya untuk wakil gubernur sangat penting orang Sunda, mau artis atau agama. Karena yang bersangkutan harus lebih faham dari saya dan memang harus kultural,” bebernya.

Disinggung soal politik dinasti atau kekuasaan diturunkan turun temurun, Ilham Habibie menampiknya. Kata Ilham Habibie, ia berani mencalonkan diri karena memang memiliki kemampuan.

“Kemauan penting bagi saya, saya berpendapat siapapun yang maju harus mampu. Soal nama ayah, saya tidak bisa melarikan dari hal itu namun saya nyalon 2024 setelah ayah saya meninggal, saya kira itu bukan dinasti. Namun untuk nama ada kesan tapi saya disini lebih ke kemampuan. Kalaupun bapak mewarisi anaknya asal dia memiliki kemampuan tidak masalah, yang penting pimpinan terbaik,” tutup Ilham Habibie mengakhiri.

partai NasDem - ilham habibie

Sementara itu Ketua DPW Partai NasDem, Saan Mustofa menyampaikan bahwa komunikasi dengan beberapa partai cukup intensif seperti dengan PKS, PKB, PDI-P, PPP.

“Dengan PKS, PKB baik level provinsi maupun pusat kita relatif intensif ya dengan Gerindra juga kita komunikasi, dengan Golkar. Komunikasi tetap tapi berharap lebih menjajaki calon karena masing-masing sudah punya calon, tapi fokus sampai hari ini PKS, PKB, dan kang Ilham diundang PDIP juga komunikasi PPP dan Gerindra juga,” jelas Saan.

Partai NasDem kata Saan sependapat dengan Ilham bahwa Indonesia mau jadi emas lewat Jawa Barat. Oleh karenanya, NasDem sudah berbagai kegiatan guna memperkenalkan lebih intens lagi Ilham ke masyarakat Jawa Barat.

“Kita sudah merancang ya, kebetulan kita kerjasama dengan salah satu studio CGV. Rencana ada nonton bareng Habibie Ainun dan itu salah satu media komunikasi kita untuk mengingatkan masyarakat sekaligus juga ada kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat sana. Karena kang Ilham juga akademisi akan ada kuliah umum di kampus daerah dan sedang kita rancang dan ada segmen-segmen ke masyarakat yang di daerah plus nobar dan tentu konsolidasi struktur partai yang lebih gress root lagi, dalam waktu dekat ini muter di Jabar,” tegasnya.




PKS Sudah 80% Lakukan Safari Politik ke Partai Parlemen dan Non Perlemen

PKS safari politik ke ppp

PKS Sudah 80% Lakukan Safari Politik ke Partai Parlemen dan Non Perlemen

BANDUNG, Prolite – DPD PKS kembali melakukan safari politik. Kali ini PKS menjalin komunikasi dengan partai yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Kota Bandung, salah satunya, PPP Kota Bandung yang dikunjungi PKS Kota Bandung pada Sabtu (14/6/2024) sore.

“Kita ingin bersilaturahmi (safari politik, red) dengan semua partai, baik parlemen maupun non parlemen supaya membangun kebersamaan, ” ungkap Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama.

Saat ini, ungkapnya, komunikasi dengan seluruh partai di parleman secara informal sudah dilakukan. Secara formal, safari politik sudah mencapai 80 persen. Sementara dengan partai non parlemen, secara formal sudah dilakukan dengan Partai Buruh dan PPP.

“Kita sampaikan ke mereka mudah- mudahan setelah pertemuan bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama dalam bentuk konkret, yakni koalisi dengan kesepahaman yang sama, ” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengajak PPP untuk berkolaborasi dalam membangun Bandung.

“Untuk membangun Kota Bandung itu perlu kolaborasi dan kerja sama. Kita mengajak semua elemen termasuk partai di parlemen maupun non parlemen bahwa untuk membangun Kota Bandung itu,” ungkapnya.

PKS safari politik ke ppp

Kendati PKS Kota Bandung memiliki tiket untuk maju di Pilwalkot. Namun, untuk membangun Kota Bandung tidak bisa dikerjakan sendiri oleh PKS dan diperlukan kolaborasi serta komunikasi.

Hal ini pun, ungkapnya, berlaku dengan partai non parlemen. “Iya ada kesepahaman, tergantung hasil pembicaraan dengan mereka (partai non parlemen, red), kita ajak. Intimnya untuk membangun Kota Bandung, ” tuturnya.

“Mudah-mudahan mereka bisa gabung. Meski mereka tidak punya kursi, tapi kan punya suara punya dan simpul simpul suara dan itu bisa memperkuat jaringan kita, ” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Bandung Lia Nurlaela mengatakan, inti dari pertemuan tersebut dari 10 partai non parlemen, mungkin PKS lebih membidik PPP untuk menjalani silaturahmi pertama. Alasannya kemungkinan karena PKS menganggap, meski PPP tidak ada di parlemen, namun merupakan salah satu partai tertua dan pengalaman PPP bisa diterima oleh masyarakat.

Kemudian, kata Lia, PPP dan PKS memiliki visi yang lebih sama, memperjuangkan kepentingan umat. Selain itu, saat ini pun di Kota Bandung terdapat agenda Pilkada sehingga pertemuan ini juga untuk menjajaki koalisi. “Mudah-mudahan PPP bisa turut berkoalisi, ” jelasnya.

Untuk calon, kata Lia, di pertemuan tersebut PKS tidak memunculkan nama karena memang masih sama. PKS memiliki dua calon yakni Asep Mulyadi dan Siti Muntamah Oded. Diharapkan, awak bulan nanti lebih akan mengecurut namanya.

“Jadi pertemuan ini pertama silaturahmi dan kedua mengajak berkoalisi karena memiliki dasar yang sama, ” terangnya.

Terkait koalisi, Lia mengatakan PPP saat ini masih terus bersilaturahmi dengan partai lain. PPP secara kebijakan politik masih belum memberikan jawaban yang pasti.

“Tapi intinya, PPP dengan siapa pun akan silaturahmi, dengan siapa lain dilakukan, ” ungkapnya.

Lia mengaku langkah PPP dalam berkoalisi akan lebih hati-hatu. Pasalnya, PPP tidak ada di parlemen dan ingin mengusung calon yang betul betul memberikan perubahan, memperjuangkan kepentingan umat dan juga bisa menjadi pemenang, ” pungkasnya.

Ahmad mengatakan, safari politik dan pertemuan PKS Kota Bandung dengan PPP Kota Bandung digelar kantor DPC PPP Kota Bandung di Jalan Jendral Sudirman Gang Ibu Karees.




Arfi Rafnialdi: Saya Mengenal Ummi dan Kang Asmul, Sosok Kompeten Bangun Kota Bandung

Arfi Rafnialdi

Arfi Rafnialdi: Saya Mengenal Umi dan Kang Asmul, Sosok Kompeten Bangun Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Salah satu kandidat bakal calon Wali Kota Bandung di Pilkada 2024 dari partai Golkar Arfi Rafnialdi mengatakan mengenal bacawalkot dari PKS Ummi Siti Muntamah Oded dan Asep Mulyadi.

Arfi Rafnialdi menilai kedua sosok tersebut kompeten menjadi pemimpin Kota Bandung lima tahun ke depan.

“Saya kenal keduanya dan beliau-beliau adalah orang yang sangat kompeten dan punya niatan mulia membangun kota. Tapi tentu saya sebagai kader Golkar ada mekanisme internal oleh PKS harus kita hormati sampai siapa yang dipilih. Yang pasti kandidat harus siap dicalonkan dan siap dijodohkan dan keputusan politik itu sepenuhnya bukan di kandidat tapi di DPP,” jelas Arfi Rafnialdi usai pertemuan dengan PKS di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Rabu (11/6/2024) malam.

Pertemuan itu sendiri kata Arfi, sebagai upaya melengkapi 7 kursi Golkar di DPRD Kota Bandung sehingga bisa memenuhi syarat. Selain itu berkomunikasi dengan para kandidat dilakukan supaya bisa dapat perjodohan.

“Hari ini seru tadi disampaikan chemistry terjalin karena memang suasana akrab, ngobrol hangat, ketawa bercanda, dan dalamnya pun ada kesamaan gagasan untuk membangun kota Bandung,” ujar kang Arfi sapaan akrabnya.

Arfi pun menjelaskan bahwa kota Bandung 20 tahun ke depan sedang dipersiapkan dalam RPJPD 2045 harus ada perubahan signifikan. Nah kalau sama saja, berarti tidak ada program yang terasa untuk masyarakat.

Alasan itulah Golkar merasa cocok dengan PKS, pasalnya gagasannya sebangun dan iti didasarkan kecocokan platfrom ideologi kedua belah pihak antara partai Golkar dan PKS.

“Dua duanya cocok kelihatan ini lemon kuning dan jeruk kuning makin menyegarkan kan,” imbuhnya.

Disinggung koalisi di Kota Bandung apakah akan sama dengan di pusat yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM) Arfi Rafnialdi mengatakan bisa saja, namun bisa juga koalisi terjadi dengan partai di luar KIM.

“DPP dalam halal bihalal bulan Syawal lalu pun sudah kehadiran ketua DPP PPP pak Mardiono, padahal kita tahu Pilpres tidak bersama koalisi Indonesia maju. Jadi kami sudah dicontohkan pimpinan di DPP bahwa komunikasi dengan partai politik di luar koalisi Pilpres sangat memungkinkan,” ucapnya.

“Karena bagaimanapun orientasi kita ini end user, pasangan politik ini bagaimana warga dapat manfaat sebesar-besarnya jadi jangan hanya pengen menangnya tapi bisa apa yang bisa deliver ke masyarakat. Makanya kami mencari kawan koalisi dan jodoh untuk membangun kota Bandung bukan hanya KIM tapi partai diluar itu,” pungkasnya.

Sementara itu tugas Arfi Rafnialdi sendiri sebagai kandidat bacawalkot yang diberi surat tugas oleh partai Golkar dan Demokrat diminta harus berkomunikasi dengan partai lain.

“Pekan lalu surat tugas dari Demokrat Insyaa Allah partai lain menyusul. Demokrat memang belum bentuk MoU tapi surat tugas sebagai bacawalkot sudah ada. Demokrat paham saya ini kader Golkar yang mendaftar via Demokrat, dan surat tugas itu kemungkinan juga untuk berkoalisi pengusungannya,” terangnya.




Bukan Pertemuan Biasa, Silahturahmi Partai Golkar dan PKS Penuh Canda Tawa

koalisi partai (golkar-pks)

Partai Golkar Bangun Komunikasi dengan PKS

BANDUNG, Prolite – Perkuat koalisi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bandung bersama DPD PKS menggelar silaturahmi politik di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (11/6/2024) malam.

Ketua DPD Partai Golkar, Edwin Senjaya membenarkan, pertemuan itu bukan sekadar pertemuan biasa.

“Tidak ada yang biasa-biasa saja, pasti luar biasa. Alhamdulillah hari ini dari Partai Golkar bertemu kembali, bersilahturahmi dengan saudara-saudara kita dari PKS Kota Bandung yang diikuti juga dua bacawalkot Partai Golkar Kang Arfi Rafnialdi dan saya sendiri,” kata Edwin usai pertemuan.

Edwin menyampaikan sebagai kandidat mendapat tugas membangun komunikasi dengan partai lain terlebih dengan partai PKS.

Namun demikian belum ada kesepakatan resmi kedua partai ini untuk berkoalisi di Pilwalkot Bandung. Hanya saja, kata Edwin kedua partai sudah menemukan kecocokan dalam gagasan-gagasan membangun Kota Bandung.

koalisi partai (golkar-pks)

“Ada chemistry yang luar biasa dan Insya Allah ini bukan pertemuan terakhir. Kita akan mendalami lebih lanjut komunikasi lebih intens karena banyak hal yang perlu kita bahas ke depan, ” ungkapnya.

Kata Edwin, selain silaturahmi dengan PKS membahas kemungkinan koalisi di Pilwalkot Bandung, kesepakatan koalisi yang sebelumnya sudah terjalin antara Partai Golkar, Partai Gerindra dan PSI tidak akan lepas terlebih sudah menandatangani MoU. Dan Edwin tidak menampik jika ada rencana untuk membuat koalisi besar di Pilwalkot Bandung.

“Kita sangat berharap kalau bisa menuju koalisi besar kenapa tidak. Kemungkinan untuk menang bisa lebih besar lagi kan. Membangun Kota Bandung tidak bisa sendiri. tetap harus bekerja sama dengan semua pihak, ” tandasnya.

Edwin menegaskan, bahwa partai Golkar dan PKS sama-sama partai besar, PKS meraih perolehan suara di DPRD Kota Bandung sebanyak 11 kursi sebaliknya partai Golkar raih perolehan suara terbanyak di DPRD RI, atau sebanyak 102 kursi.

” Tetapi kita terbuka dengan siapa pun bahkan lawan kotak kosong pun sangat memungkinkan,” ucap Edwin.

Dalam kesempatan itu Edwin pun menyampaikan bacawalkot Bandung dari partai Golkar yang telah menerima surat tugas ada 3 kandidat yakni Edwin Senjaya, Arfi Rafnialdi, dan Atalia Praratya. Namun ada juga nama Juanda dan Akbar, hanya saja Edwin belum tahu apakah kedua nama itu sudah menerima surat tugas atau belum.

“Kita betul-betul menunggu penetapan DPP, siapa kandidat yang akan ditetapkan untuk menjadi calon kepala daerah di kota Bandung. Sama halnya dengan PKS kita ada harapan posisi Wali Kota atau B1,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai PKS Ahmad Rahmat Purnama mengatakan pertemuan dengan partai Golkar hangat, cair, saling bercanda sehingga terbangun chemistry.

“Artinya harapan kita membangun kota Bandung lebih baik. Kita sengaja berkolaborasi dan kerja sama, partai Golkar ini nasionalis religius dan PKS religius nasionalis, cocok kan kenapa tidak,” ungkap Ahmad.

Pertemuan ini kata dia perlu ditindaklanjuti lebih detail, lebih teknis konstruksi koalisi atau konstruksi kerjasamanya lebih baik agar ada kesepahaman.

Soal posisi sendiri kata Ahmad, PKS memiliki tiket untuk mengusulkan cawalkot bahkan pasangan cawalkot dan cawawalkot atau B1 maupun B2 .

“Memang kami ditugaskan DPP mengambil posisi B1. Ini kita komunikasi ke semua partai termasuk Golkar, tapi kan perkembangan kita pastikan sangat dinamis. DPP juga akan melihat perkembangan seperti apa ke depan. Yang penting kan pasangan itu cocok dan menang,” ungkapnya.

Ahmad sendiri belum bisa menyebutkan partai mana yang cocok koalisi dengan PKS, kendati dengan partai Golkar memiliki kesamaan historis dan ideologis.

Lanjutnya, PKS sudah silaturahmi 80 persen semua partai baik masuk ke parlemen maupun yang tidak. Dua partai yang belum formal ditemui yakni Demokrat dan PSI.




Edwin Senjaya: Jangan Paksakan Anak Masuk Ke Sekolah Favorit

Edwin Senjaya - TPA Sarimukti - harga beras

Edwin Senjaya: Jangan Paksakan Anak Masuk Ke Sekolah Favorit

BANDUNG, Prolite –  Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menghimbau agar para orang tua yang akan menyekolahkan anaknya agar tidak memaksakan diri masuk ke sekolah favorit.

Namun masukan mereka sesuai kemampuan akademisnya. Pasalnya kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terjadi salah satunyanya karena orangtua yang memaksakan anaknya masuk sekolah favorit.

“Dan himbauan pada Disdik agar benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik, terbuka dan adil. Kita berharap lancar tidak seperti yang sudah-sudah prinsipnya tidak boleh ada siswa di Bandung yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Saya gak faham sistemnya namun apapun itu tidak boleh ada siswa tidak bisa mendapatkan sekolah semua harus bisa karena ini kan amanat konstitusi,” ungkap Edwin Senjaya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2024).

Edwin Senjaya mengaku selama ini banyak warga mengeluhkan masalah sistem zonasi.

“Kenapa yang rumahnya jarak dekat ke sekolah kalah dengan yang lebih jauh. Disitu pengawasan dari kita, jangan sampai diterapkan tidak adil. Kemudian jalur prestasi, banyak keluhan anak prestasinya tidak jelas tapi diterima dibanding yang prestasi secara individu dan menonjol,” ujarnya.

Disinggung soal titip menitip, Edwin tidak mempermasalahkannya selama normatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau tiipan ini, dewan juga kan titipan masyarakat. Tapi selama normatif bisa dipertanggungjawabkan tidak masalah kita kan tugasnya memperjuangkan aspirasi masyarakat, kalau memang memenuhi persyaratan harus kita kawal,” ungkapnya.

Sedang soal pungutan liar, Edwin Senjaya menegaskan hal itu tidak boleh terjadi.

“Kalau itu gak boleh, kita berharap tidak ada lagi pungli, oleh siapapun ke PPDB untuk keuntungan pribadi tidak boleh. Kalau sampai ada kita minta proses sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.




Panglima Ulung, Dewan Muda Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Panglima Ulung

Panglima Ulung: Dulu Rela Berantem Demi Bela Teman Di-Bully

BANDUNG, Prolite – Muhammad Reza Panglima Ulung menyampaikan bahwa keputusannya ingin menjadi wakil rakyat agar hidupnya bisa bermanfaat.

Menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ternyata tak lah mudah, terlebih bagi para wakil rakyat berusia muda.

“Saya baru berumur 24 tahun. Menurut saya usia muda bukan halangan justeru kita harus ada kegiatan bermanfaat. Selama ini juga banyak kok anak muda yang aktif apalagi mahasiswa sifatnya kritis terhadap masyarakat,” ungkap Panglima Ulung sapaan akrabnya.

Panglima Ulung pun menyangkal kalau anak muda seumurannya kebanyakan masih senang hura-hura. Kata dia anggapan itu jangan dipukul rata pada semua anak muda.

“Saya tidak. Tujuan saya ingin hidup bermanfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan cita-cita saya bisa tercapai dengan baik,” jelas putra pertama Wakil DPRD Kota Bandung dari Partai Golkar Edwin Senjaya.

Duduk dikursi wakil rakyat sendiri kata dia memang pengalaman baru, namun ia akan berusaha mempelajari tugas fungsi sebagai wakil rakyat.

“Mulai legislasi, fungsi, budgeting, kontrol semua harus saya pelajari. Saya pribadi ingin concern ke pendidikan dan kesehatan. Semisal pendidikan saya akan mengawal sesuai aturan,” jelasnya seraya mengatakan untuk tugas fungsi menjadi dewan, Panglima Ulung belum tahu dan masih menunggu arahan partai.

Bicara soal kampanye calon legislatif beberapa waktu lalu, Ulung mendapat pengalaman pasalnya ia menemukan bahwa masih ada satu rumah dipetak-petak ukuran 2 x 5 meter, mirisnya satu rumah itu dihuni 3 KK bisa sampai 15 jiwa ditambah ada anggota keluarganya yang berkebutuhan khusus, autis dan sebagainya.

Ia pun beranggapan solusi bagi keluarga itu pemerintah harus menyediakan dan menjamin rumah layak huni, sekolah, dan kesehatannya.

Nah bicara soal masa remajanya ternyata pemuda berkulit hitam manis ini mengaku saat bersekolah di SMP 13 saat kelas 8 dan di SMA 8 kelas 11, kedua orang tuanya sering dipanggil gara-gara berantem dengan kakak kelas 12.

“Saya tidak suka ada orang dibully, waktu itu kakak kelas membully teman saya. Jadi saya lawan, tapi hanya nakal itu ya, saya juga pernah mencoba merokok tapi kerena tidak suka jadi sampai sekarang tidak merokok,” imbuh bapak dua anak itu.

Disinggung menjadi anggota dewan Ulung mengaku tidak dipaksa ayahnya. Namun memang keinginan dia untuk menggapai cita-cita menjadi manusia bermanfaat.

“Sejak kecil sudah dididik disiplin, olahraga, beladiri hingga menjadi atlet tinju dan renang. Tertekan? Mungkin dari beberapa aspek, tapi selebihnya saya menerima didikan ayah saya.




Pilkada Kota Bandung, Sonny Salimi Dinilai Jadi Sosok Kuda Hitam

Sonny Salimi - pilkada kota bandung

Nama Sonny Salimi Muncul di Survei Pilkada Kota Bandung, Pengamat Menilai Wajar

BANDUNG. Prolite – Pengamat Kebijakan Publik Unpad, Mudiyati Rahmatunnisa, Ph.D menganggap munculnya nama Sonny Salimi pada survei Pilkada Kota Bandung yang dilakukan lembaga survei Polsight dinilai wajar karena Sonny sudah lama menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Tirtawening yang telah melewati 3 masa kepemimpinan Walikota Bandung yang berbeda. Malah Mudiyati menilai Sonny sosok kuda hitam.

“Mungkin sosok seperti beliau lah yang akan menjadi kuda hitam dalam kontestasi Pilkada Kota Bandung
2024 ini karena kalangan profesional mendapat angka penerimaan yang cukup tinggi untuk memimpin Kota Bandung” ujar Mudiyati.

Pada survei itu dibahas dua isu utama, yaitu permasalahan di Kota Bandung dan Pilkada Kota Bandung. Berkaitan dengan permasalahan di Kota Bandung, hasil survei menunjukkan bahwa masalah ekonomi menjadi isu utama yang harus dibereskan.

Sebanyak 24,50% responden menginginkan Walikota Bandung pada Pilkada Kota Bandung tahun berikutnya dapat memperbanyak lapangan pekerjaan, dan 22,25% responden menginginkan Walikota Bandung dapat menurunkan harga kebutuhan pokok di Kota Bandung. Selaras dengan dua permasalahan tersebut, 14,25% responden mengharapkan Kota Bandung bebas dari kemiskinan.

“Isu-isu ini sangat relevan di Kota Bandung, masalah pengangguran, bonus demografi, dan akses terhadap kebutuhan pokok terjangkau harus menjadi concern Wali Kota Bandung selanjutnya.” ujarnya.

Mudiyati menegaskan bahwa Kota Bandung harus segera berbenah tidak hanya soal ekonomi, namun
pemerintahan selanjutnya secara simultan harus bisa memperbaiki manajemen transportasi dan lingkungan.

Sementara itu dari Lembaga survei Polsight sendiri mengaku cukup terkejut dengan munculnya nama Sonny Salimi pada survei elektabilitas bakal calon wali kota Bandung yang dilakukannya.

“Ada satu nama yang cukup mengejutkan terdapat nama tokoh profesional, Sonny Salimi, yang saat ini
menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Tirtawening. Munculnya nama Sonny Salimi pada pertanyaan terbuka survei ini cukup mengejutkan mengingat nama tersebut baru muncul sebagai salah satu bakal calon Walikota pada Pilkada Kota Bandung yang mencalonkan diri melalui Partai Gerindra” jelas Direktur Eksekutif Polsight, Dr. Yusa Djuyandi.

Yusa menyampaikan pada tanggal 20 – 24 Mei 2024, Lembaga Survei Polsight melakukan survei preferensi politik
masyarakat Kota Bandung. Survei tersebut menghimpun 400 responden yang tersebar secara proporsional.

Sampel diperoleh melalui metode Stratified-Systematic Random Sampling dengan jumlah Sampel 400
responden yang tersebar di 30 Kecamatan di Kota Bandung. Adapun Margin of Error dalam survei ini adalah ± 4,89% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Masih kata Yusa, tiga profesi atau latar belakang yang dipandang pantas memimpin Kota Bandung mulai dari tokoh agama, politisi, hingga akademisi dan profesional.

“26,50% responden memandang bahwa tokoh agama yang sebaiknya menjadi Wali Kota Bandung berikutnya, 26,25% beranggapan bahwa politisi yang sebaiknya menjadi Wali Kota Bandung selanjutnya, dan lebih menarik lagi 25,00% beranggapan bahwa akademisi dan profesional yang pantas menjadi Wali Kota Bandung selanjutnya.” bebernya.

Untuk partai politik sendiri, kata Yusa hasil survei PKS dan Partai Gerindra masih menjadi partai yang
paling diinginkan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Bandung

Perlu diketahui melalui pertanyaan terbuka, hasil survei beberapa nama santer terdengar, seperti: Atalia Praratya, Muhammad Farhan, Siti Muntamah, Erwin, Asep Mulyadi, Edwin Sanjaya, Andri Gunawan.

Selanjutnya, pada simulasi tertutup calon wali kota, hasil survei menunjukan elektabilitas M. Farhan mendapat persentase paling tinggi yakni sebesar 29,00%, diikuti Siti Muntamah 14,25%, Erwin 13,50%, Edwin Senjaya 7,25%, Asep Mulyadi 7,25%, Sonny Salimi 4,50%, Dandan Riza Wardana 4,00%, Arfi Rafnialdi 1,50% sementara 18,75% masyarakatbelum mempunyai pilihan calon walikota.

“Dalam simulasi tertutup ini kami tidak mencantumkan nama Atalia Praratya karena santer terdengar beliau tidak akan maju menjadi calon walikota Bandung” jelas Yusa seraya mengatakan kemungkinan perubahan pilihan masih tinggi, hal ini ditunjukkan dengan angka 71,25% responden mungkin mengubah pilihan.




Versi Polsight Sonny Salimi Masuk Bakal Calon Wali Kota Bandung

Sonny Salimi - polsight

Pengamat Unpad: Sonny Salimi Sosok Kuda Hitam

BANDUNG, Prolite – Lembaga Survei Polsight menyebut nama Sonny Salimi dalam hasil survei Bakal Calon Wali Kota Bandung yang dilakukannya.

Nama Sonny berada di posisi enam dari sembilan nama bakal calon Wali Kota Bandung dengan raihan 4,50 persen dari total 400 responden.

Munculnya nama Sonny dalam jajaran hasil survei cukup mengejutkan. Apalagi nama Sonny berjejer dengan nama-nama beken yang telah malang melintang di dunia politik seperti Atalia Praratya, Muhammad Farhan, Edwin Senjaya, hingga Siti Muntamah Oded.

“Munculnya nama Sonny Salimi pada pertanyaan terbuka survei ini cukup mengejutkan mengingat nama tersebut baru muncul sebagai salah satu bakal calon Walikota Bandung yang mencalonkan diri melalui Partai Gerindra” ujar, Direktur Eksekutif Polsight, Yusa Djuyandi

Pada simulasi tertutup Bakal Calon Wali Kota Bandung, hasil survei menunjukan elektabilitas M. Farhan mendapat persentase paling tinggi yakni sebesar 29,00 persen, diikuti Siti Muntamah 14,25 persen, Erwin 13,50 persen, Edwin Senjaya 7,25 persen, Asep Mulyadi 7,25 persen, Sonny Salimi 4,50 persen, Dandan Riza Wardana 4,00 persen, Arfi Rafnialdi 1,50 persen. Sementara itu, 18,75 persen masyarakat belum mempunyai pilihan Calon Wali Kota Bandung.

“Dalam simulasi tertutup ini kami tidak mencantumkan nama Atalia Praratya karena santer terdengar beliau tidak akan maju menjadi calon walikota Bandung” ungkap Yusa.

Yusa menambahkan, survei yang dilakukan pada 20-24 Mei 2024 itu memiliki margin eror 4,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Yusa tak menampik jika hasil survei masih bersifat dinamis hingga 2 bulan ke depan.

Sonny Salimi sendiri baru ikut daftar dan menyerahkan berkas syarat untuk penjaringan bakal calon walikota ke Partai Gerindra Kota Bandung pada 8 Mei 2024. Hal itu menguatkan jika sosok Sonny telah mendapat dukungan dan dorongan untuk maju di pesta demokrasi meski belum muncul ke publik.

“Perubahan pilihan masih tinggi, hal ini ditunjukkan dengan angka 71,25 persen responden mungkin mengubah pilihan. Masih dinamis dan terbuka bagi semua calon,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjajaran (Unpad), Mudiyati Rahmatunnisa menilai munculnya nama Sonny Salimi merupakan hal yang wajar.

Sonny Salimi merupakan sosok yang tidak asing di kalangan profesional maupun warga Kota Bandung. Apalagi, Sonny Salimi telah menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Tirtawening melewati 3 masa kepemimpinan Wali Kota Bandung yang berbeda.

Sonny Salimi dinilai bisa menjadi ‘Kuda Hitam’ di Pilkada 2024 Kota Bandung mengingat penerimaan masyarakat terhadap kalangan profesional cukup tinggi.

Hal itu selaras dengan hasil survei Polsight dimana ada tiga latar belakang Calon Wali Kota Bandung yang dinilai cocok untuk memimpin Kota Bandung mulai dari tokoh agama (26,50 persen), politisi (26,25 persen), dan akademi atau profesional sebesar persen.

“Mungkin sosok seperti beliau lah yang akan menjadi kuda hitam dalam kontestasi Pilkada Kota Bandung 2024 ini karena kalangan profesional mendapat angka penerimaan yang cukup tinggi untuk memimpin Kota Bandung” kata Mudiyati.




Kunjungan Ke Lampung, Pansus III Pelajari Perda Riset dan Inovasi Daerah

Pansus iii DPRD Jabar - kunjungan lampung

Pelajari Perda Riset dan Inovasi Daerah, Pansus III Berkunjung Ke Provinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG, Prolite – Pansus III DPRD Provinsi Jawa Barat Mengunjungi Provinsi Lampung untuk mempelajari Peraturan Daerah no 5 Tahun 2021 tentang Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Lampung.

Ketua Pansus III DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Perwira mengatakan, Provinsi Lampung merupakan salah satu dari dua provinsi di Indonesia yang sudah mempunyai perda tentang riset dan inovasi sejak tahun 2021 lalu.

“Kami menilai bahwa Lampung ini memiliki kemajuan yang sangat luar biasa kerena mereka sudah punya perda ini (riset dan inovasi-red) sejak 2021 lalu. Kita bisa menjadi provinsi ke-3 yang akan mempunyai perda tersebut,” ujar Yunandar usai kunjungan ke Balitbangda Provinsi Lampung, Rabu (29/5/2024)

Yunandar menambahkan, Pansus III berharap bisa membentuk satu lembaga baru yang namanya BRIDA, yang bertanggung jawab mengenai riset dan inovasi didaerah. Balitbangda Provinsi Lampung juga banyak memberikan masukan, informasi dan rekomendasi untuk peraturan daerah yang sedang disusun oleh Pansus III DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Kedepannya kita harapkan kita bisa membentuk satu lembaga baru yang bernama BRIDA, lembaga yang akan bertanggung jawab untuk riset dan inovasi di daerah yang lebih efektif dibanding dengan BP2D atau Balitbang yang ada saat ini. Dan selama di Lampung kita juga banyak sekali mendapatkan masukan dan rekomendasi dari Balitbangda Lampung untuk bahan acuan yang bisa kita masukkan dalam raperda yang sedang kita susun ini,” Tutup Yunandar Eka Perwira.