Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Usul Relokasi Warga Gang Cue

BEKASI, Prolite – Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Arif Rahman Hakim merekomendasikan untuk merelokasi warga yang tinggal di Gang Cue, Jalan Ir Juanda, Duren Jaya, Bekasi Timur.

Arif menilai, kondisi permukiman di sana sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali. Terlebih, kondisi drainase sudah rusak dan menyebabkan kawasan itu selalu jadi langganan banjir.

“Kami melihatnya, harus ada tindakan yang berani, yaitu merelokasi masyarakat. Kalau kami membuat saluran kali irigasi yang ada di sana, itu cukup jauh jaraknya,” kata Arif, Rabu (15/3).

Selain jarak yang jauh, rumah warga dan ruko juga harus dibongkar. Oleh sebab itu, pembebasan lahan warga Gang Cue diharapkan bisa menjadi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan banjir.

Baca Juga : DPRD Kabupaten Bekasi Usulkan Pj Bupati Diganti

“Jadi, mungkin ada alternatif lain untuk mengalokasikan atau membebaskan lahan-lahan yang ada di sana untuk pembangunan-pembangunan lain yang bisa dibutuhkan seperti polder air atau hal lain,” kata Arif.

Puluhan rumah di kawasan Gang Cue, Jalan Raya Ir Juanda, Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi menjadi langganan banjir selama kurang lebih 3 tahun. Karena banjir, ada belasan rumah yang kini ditinggal oleh pemiliknya akibat air yang sangat lama untuk surut.

Berbeda dengan banjir pada umumnya, air di sana lebih hitam pekat dan mengeluarkan bau. Terlihat juga sampah-sampah plastik yang ikut terendam di kawasan tersebut.

Dinding rumah dan jalanan juga dipenuhi dengan lumut. Terlihat saluran air di lingkungan tersebut tak berjalan sama sekali.

Got yang seharusnya mengalirkan air, justru hanya terendam tanpa mengalir sedikit pun. Ketua RT 06 di wilayah setempat yakni Kelik (56) mengatakan, banjir di wilayahnya memang kerap terjadi selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga : Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Musrenbang Tingkat Kota

Sejauh ingatannya, air sudah mengenang sejak banjir besar di tahun 2020. Diketahui, meski air kerap surut, namun genangan akan tetap ada dan tak menghilang.

“Iya, sudah tahunan,” ujar Kelik saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (3/3).

Kelik mengatakan, akibat banjir tersebut, 25 kepala keluarga di wilayahnya ikut terdampak. Ia tidak mengetahui pasti penyebab banjir. Namun, ia menduga saluran yang ada di kampungnya mampet.

“Mampet begini (aliran airnya). Entah saluran di toko kedelai itu macet, terus tembus ke kali gitu. Diperkirakan gitu, padahal ini sudah dibikinin got atau saluran baru,” jelas Kelik. (*/ino)

 




Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Musrenbang Tingkat Kota

BEKASI, Prolite – Dalam Rangka Penyusunan RKPD Tahun 2024 Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan Musrenbang tingkat Kota yang dilaksanakan di Hotel Santika.

Acara tersebut dibuka oleh plt. Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi H.M Saifuddaulah, SH., M.H. , para Pejabat Pemerintah Kota Bekasi dan Stakeholder.

Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah dalam sambutannya menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan kota Bekasi tahun 2024 brtumpu pada 5 arah kebijakan.

“Perencanaan Pembangunan kota Bekasi tahun 2024 bertumpu pada 5 arah kebijakan yaitu pengutana fungsi pemerintah melalui reformasi birokrasi dan transformasi layanan berbasis digital, yang kedua penguatan kualitas manusia melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan yang inklusif dan merata, tiga pengutana Ketahanan keluarag dan mendorong kewirausahaan secara inklusif, empat Peningkatan ketahanan kota melalui penguatan kualitas pelayanan dasar infrastruktur dan lingkungan dan yang kelima Peningkatan kekuatan dan kemantapan perekonomian kota melalui kemudahan berusaha di sektor jasa, perdagangan, industri dan usaha kecil alternatif berbasis ekonomi kerakyatan” Paparnya.

“Musrenbang merupakan aspirasi-aspirasi masyarakat terhadap pembangunan. Musrenbang merupakan hal yang amat penting dalam proses perencana pembangunan di seluruh tingkatan dari hulu hingga hilir Pemerintahan.”lanjutnya.

“Musrenbang juga menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah tepat sasaran, akuntabel, transparan yang sejalan dengan prinsip good governance serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat”.

Diakhir ketua DPRD Kota Bekasi menyampaikan  kepada para anggota DPRD untuk terus mengawal pokok-pokok pikiran DPRD untuk dapat terakomodasi di dalam Rancangan RKPD Kota Bekasi Tahun 2024 dan meminta kepada Wali Kota Bekasi, Sekretaris Daerah, dan para Kepala OPD untuk memedomani hasil yang telah disepakati di dalam Forum Perangkat Daerah. Kami juga meminta intgerasi dan sinkronisasi RKPD dengan Rancangan Renja PD Tahun 2023 perencanaan pembangunan dalam dokumen perencanaan bisa diimplementasikan dengan baik.

Lanjut PLT Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M menjelaskan bahwa Perencanaan yang ada di Kota bekasi ini memang sangat datar dan kemampuan saluran yang hanya kuat untuk hujan dalam kurun waktu selama 1 tahun.

“Untuk itu,  perencanaan memang ada yang button up dan ada yang top down, tetapi yang perlu di akselerasi adalah diberikannya kesempatan dan juga anggaran yang bisa dilakukan di tiap kecamatan. Selain itu juga dengan membuka ruang terbuka hijau.”Paparnya.

“Maka dalam kesempatan ini, kita secara bersama-sama saling mendengarkan dan memahami satu sama lain serta berkomitmen untuk bekerja sama dalam merencanakan dan dapat mencapai pembangunan yang lebih baik.” lanjutnya. (*/ino)

 




Survei CSI, Anies Kuat, Ridwan Kamil dan Yana Mulyana Bisa Dua Periode

Lembaga CSI

BANDUNG, Prolite – Lembaga Citra Survei Indonesia (CSI) bekerjasama dengan Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) merilis hasil survei potensial Pemilu Presiden 2024, Pilkada Gubernur Jabar dan Pilkada Kota Bandung, yang dilakukannya kurang lebih 10 hari sejak tanggal 27 Febuari – 9 Maret 2023 di Jawab Barat.

Metode yang mereka gunakan adalah multistage random sampling, wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Dengan jumlah responden 1200 orang dilengkapi riset kualitatif dengan margin of eror 2,8%.

“CSI ini lembaga ke 45 di daftar KPU, pada survei kami perlihatkan foto potensi. Lalu kami tanya mereka pernah datang sosialisasi gak?, pernah bagi-bagi sembako gak?, memberi kaos gak?, sampai semua itu ada dipertanyaan,” jelas Direktur Strategi CSI Hermana disela penyampaian rilisnya, di Bandung, Selasa (21/3/2023).

Hasilnya, potensi Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai petahana tipis elektabilitasnya, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil masih unggul sehingga berpotensi menjadi Gubernur dua periode.

Baca Juga : Mengejutkan! Ada Nama Irfan Hakim di Survei Bursa Calon Wakil Wali Kota

Sedang selentingan Ridwan Kamil menjadi capres, menurut CSI, masih stagnan dan kurang mendongkrak.

“Saat kami tanya kan wali kota, masih ada yang menjawab almarhum Oded. Kami mendapatkan 10 nama yakni Yana Mulyana 16,0%, Nurul Arifin 11,4%, Tedy Rusmawan 15,8%, M Farhan 14,5%, Atalia Praratya 8,7%, Andri Kartaprawira 4,1%, Edwin Senjaya 6,8%, Andri Gunawan 9,2%, Rediana Awangga 4,3%, dan Erwin 4,5%, tidak tahu 3,4%, belum tentukan pilihan 1,3%,” jelasnya lagi.

Peran media pun kata dia saat ini dominan dari media sosial disusul media cetak atau surat kabar, lalu TV dan radio. Dan untuk golongan putih (golput) hanya 4-5%, pasalnya mereka yang golput hanya yang EGP (emang gue pikirin) selebihnya generasi Gen-Z malah peduli dengan pemilu.

Sedang untuk survei Gubernur lanjut dia ada 10 nama juga yakni Ridwan Kamil 22,5%, Ono Surono 17,3%, dan Dedi Mulyadi 11,1%, M Iriawan 10,6%, Uu Ruzhanul Ulum 9,5%, Saan Mustopa 7,4%, Bima Arya 5,0%, Netty Prasetiyani 4,2%, Celica Nurrachadiana 1,6%, dan Taufik Hidayat 3,1%, tidak tahu 3,1%, belum tentukan pilihan 6,7%.

Baca Juga : Tedy: Akses ke Masjid Al Jabbar Harus Diperlebar

Dan untuk survei Presiden, Anis Baswedan 28,5%, Prabowo 24,2%, Ganjar Pranowo 12,1%, Agus Harimurti Yudhoyono 5,9%, Puan Maharani 4,9%, Ridwan Kamil 3,0%, Khofifah Indar Parawansa 2,9%, Airlangga Hartato 1,4%, Sandiaga Salahaudin Uno 1,1%, dan Erick Thohir 1,0%, tidak tahu 7,0%, belum tentukan pilihan 10,2%.

Di tempat yang sama Ketua PKKPI DR Gede Moenanto Soekowati menyampaikan metode ini tersebar diseluruh Jawa Barat, menariknya belum ada satupun kandidat mencapai lebih 30%.

“Untuk di Pilpres unggul Anies dan Prabowo, di Jabar Ridwan Kamil dan Ono Surono walau kita tahu pak RK belum tentu maju lagi tapi itu yang kelihatan. Di Kota Bandung masih petahana Yana Mulyana masih tinggi disusul bu Atalia dan lainnya, itu akan terus berubah seperto pilkada lalu dari sedikit terus naik naik,” ucapnya seraya mengatakan baligo dan kegiatan yang tidak tercover media akan menaikan elektabilitas dan populer para calon tersebut.

Sementara itu pengamat sosial Wanhat APIB, Dr Memet Hakim mengatakan bahwa rekam jejak atau track record selama ini para calon akan jadi penilaian sendiri bagi masyarakat.

“Misal satu pejabat yang berbuat akan mendapat nilai lebih dibanding calon yang tidak berbuat,” jelasnya.(kai)




Narkotika Menyeret 38 Siswa SMA 1 Lembang

KABUPATEN BANDUNG BARAT, Prolite – Sebanyak 38 siswa SMA 1 Lebang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil diamnkan oleh aparat kepolisian karena terbukti mengonsumsi salah satu jenis narkotika.

Mulanya polisi menangkap 17 pelajar pada hari Senin (13/3) di salah satu tempat di Lembang. Selang beberapa hari polisi berhasil mengamankan beberapa siswa lainnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Cimahi AKP Kusmawan mengatakan penangkapan terhadap para siswa itu diawali dari tertangkapnya seorang siswa yang mengedarkan barang haram itu.

“Awalnya kami dapat informasi adanya oknum siswa yang mengedarkan salah satu jenis narkotika. Kemudian kami mendalami informasi tersebut. Kami selidiki dan profiling dan kami dapatkan kalau dia salah satu siswa sekolah di Lembang,” ujar Kusmawan.

Secara keseluruhan, kata Kusmawan, ada 38 siswa kelas 11 dan kelas 12 yang diamankan. Mereka dinyatakan mengkonsumsi narkotika jenis tembakau sintetis yang dikuatkan dengan hasil tes urine yang telah dilakukan.

“Dari pengakuan satu siswa itu, akhirnya didapatlah 38 siswa SMA itu yang notabene sudah melakukan penyalahgunaan narkotika tersebut. Sehingga kami amankan semuanya,” ujar Kusmawan.

Humas SMAN 1 Lembang, Bambang Setiawan mengatakan, penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh para plajar tersebut dipastikan di luar sekolah, sehingga hal itu seharusnya menjadi tanggungjawab orang tuanya.

Atas hal tersebut pihak sekolah memastikan bahwa semua pelajar itu tidak dikeluarkan dari sekolah, tetapi untuk ke depan pihaknya akan melakukan pencegahan bersama orangtua dan polisi agar mereka tidak melakukan hal yang sama.

Ia mengatakan, saat ini para siswa tersebut sudah menjalani rehabilitasi dan sudah bisa masuk ke sekolah lagi mengingat mayoritas dari mereka yakni kelas XII yang sedang melaksanakan ujian.

“Kalau yang kelas XII kasihan mereka lagi ujian, kalau kita cut masa depannya bagaimana. Sudah apes, terus sama sekolah dikenakan sanksi, ya kasihan juga,” kata Bambang. (*/ino)

 




Latansa, Pelatihan Perempuan dan “Emak-Emak” Kader PKS

Latansa

BANDUNG, Prolite – Setelah beberapa pekan lalu sukses menggelar acara Kemah Bakti Nusantara (Kembara), kali ini DPD PKS Kota Bandung berhasil menyelenggarakan acara Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa).

Sesuai dengan nama acaranya, Latansa merupakan acara pelatihan dan pembinaan, khusus untuk kader perempuan PKS yang diadakan di alam terbuka, dimana penyelenggaraanya kali ini diadakan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada hari Minggu, tanggal 5 Maret 2023.

Meskipun lokasi acara terbilang cukup jauh dari tempat tinggal para peserta, namun, peserta yang didominasi oleh emak-emak ini terlihat sangat antusias dan berhasil menghadirkan sejumlah 638 peserta.

“Terus terang saya sangat bangga dan kagum dengan peserta Latansa kali ini, apresiasi kepada seluruh peserta karena telah antusias hadir diacara Latansa tepat waktu, dan berhasil mengalahkan jumlah peserta Kembara yang lalu,” ungkap Ahmad Rahmat Purnama, Ketua DPD PKS Kota Bandung dalam Upacara Pembukaan Latansa.

Meskipun Latansa ini acara perempuan, namun terbukti dari acara ini kita bisa melihat bahwa kaum perempuan, emak-emak kader PKS mampu menunjukkan soliditas dan karakternya yang sangat kuat.

Hal ini merupakan modal yang sangat besar dalam cita-cita pemenangan PKS Kota Bandung di tahun 2024 mendatang, jelas Ahmad.

Ahmad juga mengajak kepada seluruh kader, terutama kader perempuan PKS Kota Bandung untuk bisa lebih aktif mensosialisasikan program PKS yang sangat dekat dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“PKS Itu ingin, kita bersama masyarakat, warga kota Bandung mendapatkan PKS, yaitu Perut kenyang, Kerja gampang dan Sehat tenang,” terang Ahmad yang disambut meriah oleh peserta.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta, kaum perempuan PKS Kota Bandung untuk menyampaikan tujuan PKS tersebut kepada tetangga kita, teman-teman kita, serta seluruh warga kota Bandung yang kita jumpai dengan komunikasi yang baik. Sudahi perdebatan dan obrolan yang sia-sia. Mulai saat ini, mari kita berkomunikasi dengan 3A, Adem, Akur, Asyik,” lanjutnya.

Seperti Kembara, Latansa DPD PKS Kota Bandung kali ini juga mengusung tema Menembus Batas Kemustahilan. Namun tema ini sebetulnya sudah sangat biasa dialami atau dilalui oleh para kaum perempuan, jelas Haru Suandharu, Ketua DPTW PKS Jawa Barat yang juga menjadi pemateri dalam Latansa lalu.

“Untuk tema ini (Menembus Batas Kemustahilan) saya yakin, perempuan khususnya ibu-ibu sudah sangat biasa mengalami dan melaluinya. Berapa banyak pengorbanan, waktu, tenaga hingga nyawa yang dipertaruhkan oleh kaum perempuan hingga berhasil dilalui,” Sambut Haru.

Maka dari itu, target DPD dalam meraih kemenangan di Pileg Kota Bandung 2024 yang akan datang, bagi peserta Latansa dan kaum perempuan PKS sudah bukan menjadi hal yang mustahil, tegas Haru yang kembali disambut antusias oleh peserta.

Haru menambahkan bahwa militansi dan soliditas kader Perempuan PKS merupakan sebuah kekuatan dan modal yang sangat besar bagi kemenangan PKS.

Dalam Latansa kali ini, peserta diajak untuk berperan aktif disetiap sesi kegiatannya yang berlangsung. Peserta mendapatkan beberapa materi seputar peran serta perempuan dalam politik di Indonesia.

Disamping itu, materi seperti permainan simulasi dan kekompakkan juga dihadirkan oleh panitia. Menurut catatan panitia penyelenggara, Latansa kali ini diikuti oleh berbagai usia peserta dan mereka digabungkan dalam satu kelompok, sehingga diharapkan bisa terjalin keakraban dan kekompakkan diatara mereka.

Tercatat usia termuda peserta Latansa kali ini 27 tahun dan yang tertua adalah 62 tahun. Walapun ada beberapa yang perlu didampingi oleh tim medis, namun secara keseluruhan peserta dapat mengikuti acara ini dengan baik hingga acara tuntas.(rls/kai)

Baca juga:

Sampah Faktor Utama Pencemaran Sungai

Festival Qosidah Syarikat Islam, Tingkatkan Iman Taqwa




Mengejutkan! Ada Nama Irfan Hakim di Survei Bursa Calon Wakil Wali Kota

Calon Wali Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Nama Atalia Praratya untuk menjadi calon Wali Kota Bandung 2024 berdasarkan beberapa survei masih terbilang tinggi. Namun uniknya berdasarkan survei Polsight muncul nama Irfan Hakim tertinggi untuk posisi Wakil Wali Kota.

Direktur Eksekutif Polsight Dr. Yusa Djuyandi, ., menyampaikan menyongsong pemilihan Wali Kota Polsight pada tanggal 7-14 Februari 2023 telah menyelenggarakan survei tentang “Preferensi Masyarakat Kota Bandung dalam Menyongsong Pemilihan Walikota”.

Direktur Eksekutif Polsight
Dr. Yusa Djuyandi, .,

“Survei ini menggunakan metode Stratified-Systematic Random Sampling. Jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 400 responden yang tersebar di 30 Kecamatan dan 40 Kelurahan yang dipilih dengan acak secara proporsional dengan Margin of Error ± 4,89% dan tingkat kepercayaan 95%,” jelas Yusa, Rabu (22/2/2023).

Polsight lanjutnya melakukan Quality Control yang sangat ketat dalam survei tersebut agar menjaga validitas data serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral calon Walikota Bandung menjelang Pilkada serentak pada tahun 2024. Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut,” ujarnya.

Masih kata Yusa, pertama, terkait peta kekuatan elektoral calon Wali Kota Bandung. Dalam survei, Polsight mencantumkan sejumlah nama tokoh yang paling sering dibicarakan oleh masyarakat Kota Bandung untuk menjadi calon Walikota Bandung.

11 nama calon Walikota Bandung, terdapat dua nama dengan elektabilitas yang cukup tinggi yakni Atalia Praratya (29,50%) dan Yana Mulyana (25,25%). Sedangkan nama-nama lainnya memilki jarak yang cukup jauh yakni Haru Suandharu (8,75%), Tedy Rusmawan (6,50%), M. Farhan (4,75%), Siti Muntamah (4,75%), Nurul Arifin (3,00%), Aan Andi Purnama (2,50%), Ema Sumarna (1,50%), Erwin (1,50%) dan M. Al-Haddad (1,00%).

Pada simulasi ini, terdapat 11,00% masyarakat yang belum menentukan pilihan calon Wali Kota.

Kedua, peta kekuatan elektoral calon Wakil Wali Kota Bandung. Dalam survei Polsight mencantumkan sejumlah nama tokoh yang paling sering dibicarakan oleh masyarakat Kota Bandung untuk menjadi calon Wakil Walikota Bandung.

11 nama calon Wakil Walikota Bandung, terdapat dua nama dengan elektabilitas yang cukup tinggi yakni Irfan Hakim (18,75%) dan Atalia Praratya (16,25%), sedangkan nama-nama lainnya memiliki jarak yang cukup jauh yakni Siti Muntamah (8,75%), Hanan Attaki (8,50%), Tedy Rusmawan (7,25%), M. Farhan (5,25%), Edwin Senjaya (3,75%), Erwin (2,75%), M. Al-Haddad (2,75%), Ema Sumarna (2,50%) dan Aan Andi Purnama (2,25%).

Pada simulasi calon Wakil Walikota ini, terdapat 21,25% masyarakat yang belum menentukan pilihan.

Ketiga, dalam peta sebaran pilihan Partai Politik, PKS menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi yakni 25,75%, diikuti PDI-P (14,75%), Demokrat (11,50%), Golkar (10,25%), Gerindra (9,50%) dan Nasdem (6,00%). Sedangkan partai politik lainnya berada di bawah 5,00% serta terdapat 11,50% masyarakat yang belum menentukan pilihan Parpol mereka.

Dan keempat, terkait latar belakang Partai Politik yang dikehendaki masyarakat Kota Bandung untuk menjadi Walikota Bandung berikutnya, PKS mendapat persentase tertinggi dengan 18,00%, diikuti PDI-P (8,25%), Demokrat (7,75%), Gerindra (7,00%), Golkar (5,25%) dan Nasdem (4,75%). Sementara Parpol lainnya di bawah 3,00% dan 41,75% masyarakat belum menentukan pilihan mereka terkait latar belakang Parpol yang cocok untuk menjadi Walikota Bandung berikutnya.

“Temuan ini merupakan potret terbaru kekuatan politik elektoral Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung serta Partai Politik saat ini. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, melihat Pemilu dan Pilkada serentak 2024 masih cukup lama. Tetapi, melihat tendensi peta kekuatan politik terbaru akan mengarah pada beberapa figur seperti yang terekam dalam hasil survei ini. Meskipun dinamika dan momentum politik yang akan terjadi ke depan, sangat berpotensi mengubah kekuatan masing-masing calon,” tutupnya. (kai)




398 Kader Pelopor PKS Ditempa di Kembara

BANDUNG, Prolite – 398 kader pelopor PKS Kota Bandung mengikuti kegiatan Kemah Bakti Nusantara (Kembara). Kembara sendiri merupakan sarana penempaan kader PKS untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan di alam terbuka.

Kegiatan ini sempat terhenti beberapa tahun akibat Pandemi, dan baru kali ini DPD PKS Kota Bandung kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kegiatan penempaan kader selama dua hari Jumat dan Sabtu lalu itu mengusung tema ‘Menembus Batas Kemustahilan’ Kembara 2023, dilakukan melalui camping bersama ini. Agar kader pelopor PKS siap terlatih untuk menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga, seperti hujan, panas dingin, dan sebagainya.

“Karenanya kader pelopor PKS senantiasa antusias dalam mangikuti acara Kembara ini,” jelas Juprianto selaku Ketua Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Bandung, Jumat (17/2/2023).

Lebih lanjut, Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bandung, Eko Kurnianto, seluruh kader pelopor PKS akan mengikuti acara Kembara yang dilakukan secara bertahap. Jika Kembara ini, dikhususkan untuk para lelaki, maka, PKS Kota Bandung juga akan menyelenggarakan Latihan Dasar Perempuan (Latansa), yang dikhususkan untuk kader perempuan PKS.

Karenanya Eko berharap, seluruh kader PKS bisa mengikuti kegiatan Kembara atau Latansa nanti.

Membuka acara Kembara kali ini, Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama menyambut baik serta memberikan apresiasi kepada seluruh pesera Kembara yang hadir.

“Kehadiran kita semua di Kembara kali ini, membuktikan bahwa PKS Kota Bandung siap dalam menyambut kemenangan di Kota Bandung.” Tegasnya.

“Dengan Kembara, kita akan menjumpai berbagai situasi dan berbagai kondisi yang bisa jadi diluar rencana kita, karenanya para Pelopor peserta Kembara ini, akan senantiasa mampu beradaptasi, bertahan hingga mampu keluar dari segala tantangan yang dihadapi.“ Semangat Ahmad dalam membuka Kembara ditengah kabut. (kai)

 

 




DPRD Pringsewu Lampung Kunjungi Kota Bekasi

KOTA BEKASI, Prolite – Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja terkait Pendataan Pemilih Pemula Menjelang Pemilihan Umum di ruang rapat Disdukcapil.

Pemimpin rombongan selaku Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu, Suryo Cahyono menjelaskan pada sambutannya maksud dan tujuan datang.

” Kedatangan kami ingin mengetahui bagaimana dengan langkah yang diambil pemerintah khususnya Disdukcapil dalam menjaring pemilih Pemula dan juga perubahan status penduduk karena di wilayah kami masih kebingungan karena masih ditemui data yang tidak sama antara pusat dan daerah, ” jelas Suryo.

Beliau juga menjelaskan bahwa data yang tidak sama ditemui juga di penerimaan bantuan sosial dan sebagainya.

” Ketika kami turun ke lapangan masih ditemukan penerima bantuan sosial yang sudah tiada, padahal sistem sudah berbasis elektronik, ” lanjutnya.

Selanjutnya, bergantian memberikan sambutan Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Bekasi, Siti Wachidah didampingi, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, serta beberapa Jafung ADB Ahli Muda Kependudukan Subkor dari masing-masing bidang.

” Disdukcapil sebenarnya mempunyai 2 orang tua yaitu Kepala Daerah dan Dirjen dukcapil, untuk landasan hukum yang sama se-Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 2019, ” ujar Siti.

Menurut data yang diambil 2020 lalu, Kota Bekasi memiliki penduduk mencapai 2.4 juta jiwa dan luas wilayah 210 Km². Data pemilih dari KPU tahun 2024 ,sebanyak . Dengan jumlah proyeksi hampir sama antara pemilih pria maupun wanita.

Beberapa langkah – langkah Disdukcapil Kota Bekasi dalam menjaring pemilih pemula dan update status penduduk diantaranya ; penggunaan aplikasi E-Open dalam layanan adminduk, penempatan alat rekam di 56 kelurahan secara bertahap, kegiatan jemput bola perekaman KTP pemula di wilayah kelurahan dan SMA atau sederajat , jemput bola pembuatan akta kelahiran dan kematian, kerjasama buku pemakaman dengan uptd pemakaman disperkimtan dan kecamatan/kelurahan.

” Semua langkah tersebut didorong oleh kemauan dari Kepala Daerah yang mengedepankan pelayanan prima sehingga menjadi beberapa inovasi pelayanan publik, saat ini beliau pun juga sedang berkeliling ke sekolah-sekolah dalam rangka wawasan kebangsaan, ” terangnya.

Namun beliau pun membenarkan saat ini Disdukcapil mengalami kesulitan karena terbatas nya akses data oleh kebijakan pusat.

” Mulai tahun 2022 awal, Disdukcapil diseluruh Kota/Kabupaten tidak diberikan akses BNBA (By Name By Adress) oleh pusat sehingga mengalami masalah apabila sedang ada update status kependudukan seperti kelahiran dan kematian maupun pindah dan sebagainya, ” jelasnya.(**/red)




Imbas Macet Al-Jabbar, Warga Geruduk DPRD

BANDUNG, Prolite – Imbas macet Al-Jabbar ,warga geruduk kantor DPRD Kota Bandung di jalan Sukabumi. Mereka merupakan warga Cimencrang Kecamatan Gedebage yang mengaku gerah dengan kondisi kemacetan saat ini di wilayahnya paska dibuka Masjid Al Jabbar milik Provinsi Jawa Barat.

Salah seorang perwakilan warga, Lia Noerhambali mengaku kini saat harus beraktivitas keluar rumah berkendaraan butuh 1 jam untuk ke jalan besar dari komplek rumahnya di Cimencrang.

Karenanya warga meminta agar peresmian museum dan wisata air di mesjid Al Jabbar dihentikan sementara.

“Seharusnya kan jalan Cimencrang termasuk yang dilebarkan baru dibangun mesjid ini kan diabaikan. Disini Wali Kota harus peduli ya minta pertanggungjawaban ke pemerintah provinsi yang mengabaikan rekomendasi Dishub Kota Bandung,” jelas Lia usai audensi di dewan diterima langsung para pimpinan dewan dan komisi C.

“Dampaknya sekarang masyarakat tersiksa kalau mau keluar rumah, maka kami minta stop dulu peresmian museum dan wisata air agar tidak terjadi penumpukan 2 x lipat lebih di masjid,” tambahnya.

Kata Lia, ada alternatif lain jika tetap dibuka, yakni lebarkan jalan samping Polda.

“Tunda dulu gagayan peresmian, pertimbangkan juga kepentingan masyarakat yang ribuan KK dari dua komplek perumahan dan wilayah Rancanumpang Cimencrang ini,” gerutunya.

Begitupun ada wacana pembukaan akses dari jembatan Summarecon ke Rancanunpang, kata dia selama tidak ada pelebaran maka tidak boleh difungsikan.

“Kita akan tuntut itu, pembongkaran dua pohon di dekat rel yang saat ini menganggu. Kalau harus dibongkar, ya bongkar saja. Lalu bangunan yang menutup badan jalan agar ditertibkan, Gubernur juga harus punya kemampuan itu jangan mengabaikan,” tegasnya.

Didukung Wakil Ketua Komisi A Khairullah, sebaiknya aktivitas kunjungan ke Masjid Al Jabbar dihentikan sementara.

Hal ini karena sering ia menerima laporan warga lain pun terdampak. Warga Bandung lain yang mau berkunjung ke mesjid Al Jabbar untuk perjalanan kesana butuh 4 jam dan pulang sekitar 2 jam.

“Ini hanya sekali apalagi warga setempat tiap hari berhadapan kondisi ini. Maka memperhatikan keluhan, saya rekomendasikan pertama hentikan dulu sementara aktivitas kunjungan ke mesjid Al Jabbar sampai fasilitas infrastruktur memadai dan tidak membuat masalah dampak negatif imbas macet Al-Jabbar bagi warga,” tegas politisi PKS itu.

Kedua, lanjut dia, re-planing terhadap rencana induk masjid Al Jabbar. Karena jangan sampai membuat suatu bangunan yang sudah dipresdiksi akan dikunjungi atau destinasi ibadah tapi infrastrukturnya belum terbangun sehingga menghambat kunjungan.

“Perhatikan juga anggarannya, ini strategis bagi provinsi tapi kalau dibebankan ke Kota Bandung tidak ada. Siklus anggaran kita kan ada dua kali pembahasan, anggaran murni dan perubahan,” paparnya.(kai)




Oden Haryadi Dilantik PAW DPRD Jabar

BANDUNG, Prolite – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi  Jawa Barat menggelar Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pengganti Antar Waktu (PAW) Sisa Masa Jabatan 2019-2024 Oden Haryadi dari Fraksi Partai Golongan Karya, Rabu (18/1/2023).

Pengambilan sumpah/janji dimpimpin langsung oleh, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) H. Taufik Hidayat.

Oden Haryadi dilantik sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menggantikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Golongan Karya H. Ade Barkah Surahman.

Taufik dalam kesempatan tersebut mengucapkan, selamat bekerja kepada Oden Haryadi.

Taufik berharap, Oden yang baru saja diambil sumpah/janjinya tersebut dapat memberikan kinerja yang optimal dan penuh rasa tanggungjawab.

Kemudian dapat mencurahkan segala daya dan kemampuan yang ada dalam menjalankan tugas, wewenang, dan kewajiban sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Kami atas nama Pimpinan dan segenap Anggota DPRD mengucapkan selamat datang di lingkungan DPRD Provinsi Jawa Barat dan selamat bekerja kepada bapak Oden Haryadi yang baru saja diambil sumpah sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat” ucap Taufik.

Selanjutnya Taufik mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ade Barkah Surahman yang telah memberikan dedikasinya kepada lembaga DPRD Provinsi Jawa Barat dan mendarmabhaktikan dirinya untuk masyarakat di Jawa Barat.

Pengambilan sumpah/janji tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Unsur Forkompinda, serta tamu undangan rapat paripurna. (*/red)