Sejalan dengan itu, PGN mulai mempersiapkan infrastruktur agar semakin adaptif terhadap perkembangan sumber energi masa depan. Salah satunya melalui pengembangan injection point yang dapat mendukung penyaluran gas dari sumber energi alternatif seperti Coal Bed Methane (CBM) dan biomethane di Sumatera Selatan.

“Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam. Langkah ini penting untuk memperkuat fleksibilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang,” jelas Arief.

Transformasi tersebut juga didukung digitalisasi dalam pengelolaan infrastruktur gas bumi. PGN antara lain mengoperasikan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau, mengontrol, dan mengelola jaringan gas bumi secara real-time dari jarak jauh. Integrasi data operasional melalui sistem tersebut mendukung pengambilan keputusan berbasis data, efisiensi operasional, serta keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan.

Rizki Oktaviani
Editor