Pengaruh Pola Asuh terhadap Prestasi: Bukan Soal Keras atau Lembek

Di dunia psikologi, pola asuh secara umum dibagi menjadi empat tipe: otoritatif, otoriter, permisif, dan penelantar. Dan dari keempatnya, penelitian secara konsisten menunjukkan satu pemenang yang jelas.

Meta-analisis besar yang dipublikasikan di American Educational Research Journal (2025) — yang menganalisis 22 meta-analisis sebelumnya dengan ribuan partisipan — menemukan bahwa hanya pola asuh otoritatif yang secara positif berkorelasi dengan prestasi akademik anak. Pola asuh otoriter, permisif, maupun penelantar semuanya tidak menunjukkan hubungan positif yang signifikan.

Apa yang membuat otoritatif berbeda? Pola asuh ini menggabungkan kehangatan (warmth) dan struktur (structure) secara seimbang. Orang tua otoritatif menetapkan ekspektasi yang jelas, tapi menyampaikannya dengan kehangatan dan penjelasan yang masuk akal. Mereka mendukung otonomi anak sambil tetap memberikan bimbingan yang konsisten.

Sementara itu, pola asuh yang terlalu mengontrol secara psikologis — termasuk penggunaan rasa bersalah atau malu sebagai alat motivasi — justru terbukti berkorelasi negatif dengan prestasi akademik. Kontrol psikologis seperti ini merusak kepercayaan diri anak dan membangun kecemasan yang menghambat pembelajaran.

Studi literatur dari jurnal GEMATI (2025) juga menegaskan bahwa pola asuh demokratis yang memberi kebebasan anak untuk memilih dan berpendapat terbukti paling efektif dalam membangun prestasi belajar anak usia dini — jauh lebih baik dibandingkan pola asuh otoriter yang sering kali justru menghambat kreativitas dan motivasi intrinsik.

Ananditha Nursyifa
Editor