Penerima Bantuan Sosial Kota Bandung Diklaim Turun

BANDUNG, Prolitenews – Penerima Bantuan Sosial di Kota Bandung diklaim menurun kendati angka penurunan tidak signifikan.

“Jumlah penerima bantuan sosial pada tahun 2025 Mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” jelas Kepala Dinas Sosial Yorisa Sativa saat dihubungi.

Sampai hari ini jumlah keluarga penerima manfaat atau KPM bantuan sosial yang diterima masyarakat Kota Bandung sebagai berikut, yang pertama program keluarga harapan atau PKH sebanyak KPM, bantuan pangan non tunai atau sembako sebanyak KPM, bantuan stimulus ekonomi triwulan 2 sebanyak KPM.

“Untuk bantuan langsung tunai subsidi Kesejahteraan Rakyat atau BLTS Kesra, nah ini yang hanya dilakukan di triwulan 4 saja jadi pemberiannya hanya 3 bulan saja terakhir kemarin sebanyak keluarga penerima manfaat. Data tersebut merupakan jumlah penerima bantuan sosial yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dan basis data yang berlaku pada masing-masing program,” imbuhnya.

Yorisa pun menyampaikan perubahan jumlah penerima disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adanya penurunan angka kemiskinan di Kota Bandung walaupun tidak signifikan tetapi ada penurunan sehingga kuota bantuan sosial yang dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial turut menyesuaikan artinya berkurang.

Kedua adanya peningkatan desil kesejahteraan atau peningkatan kemiskinan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengakibatkan sebagian KPM atau keluarga penerima tidak lagi memenuhi kriteria penerimaan bantuan sosial.

“Jadi mungkin ini para KPM nya sudah keluar dari Desil 1 sampai 5, mungkin masuk Desil 6 sampai 10 sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan sosial tersebut,” terangnya.

Faktor ketiga kata  Yorisa, hasil pemantauan dan evaluasi pemanfaatan bantuan sosial ditemukan sebagian keluarga penerima manfaat tidak menggunakan bantuan sesuai peruntukannya sehingga menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi dalam proses pemutakhiran dan penetapan penerima bantuan berikutnya.

“Pemerintah daerah bersama kewilayahan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan tentunya dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tegasnya.