Pemkot Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027, Dewan: Pengangguran Jadi Perhatian Serius

Pemkot Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027, Dewan: Pengangguran Jadi Perhatian Serius
BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 beberapa waktu lalu.
Forum ini menjadi tahapan awal dalam penyusunan arah pembangunan Kota Bandung tahun 2027 dengan menitikberatkan pada pengurangan pengangguran, penurunan kemiskinan, serta peningkatan kualitas belanja daerah.
“Forum konsultasi publik ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan saran dari para pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan rancangan awal RKPD Kota Bandung tahun 2027,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain.
Menanggapi itu, anggota komisi IV DPRD Kota Bandung Christian Julianto budiman membenarkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memang menjadi perhatian serius.
“Bagaimana TPT kota bandung 2025 angkanya masih 2,7 sekian yang mana angka ini masih diatas dari TPT Jabar yang angkanya 6,7 dan masih diatas angka nasional tentunya,” jelas politisi PSI ini.
Christian tak menampik jika mengacu ke tahun sebelumnya 2024 angka TPT ini sudah menurun, sudah membaik begitu, tapi itu bukan menjadi alasan berpuas diri, harus terus berbenah memperbaiki memperbanyak program supaya angka TPT ini bisa terus membaik.
“Dari komisi IV sendiri kita sudah melakukan audensi dengan kementerian ketenagakerjaan pada Januari kemarin, beberapa hal yang kita angkat yaitu mengenai program-program. Dari kemenaker sendiri untuk 2026 kita berharap program magang misalnya yang ada di kemenaker bisa diturunkan dilevel kota begitu sehingga banyak tenaga kerja dari kota bandung bisa mengikuti program-program yang ada di kemenaker,” harapnya.
Selain itu pihaknya, juga mendorong dinas ketenagaankerja kota untuk mereplikasi program yang ada di pemerintah pusat, program magang misalnya atau program berbasis kebutuhan industri dan juga lain-lain.
“Kita benar-benar berharap agar pemerintah kota bandung bisa terus bersinergi baik dengan kementerian ketenaga kerjaan ataupun instansi-instansi terkait maupun dengan lembaga pelatihan untuk fokus bagaimana berkolaborasi untuk mengurangi tingkat penganguran yang ada di kota Bandung,” tegasnya.
Menurut pemikiran komisi IV beban ini bukan hanya di dinas ketenagakerjan saja tetapi juga lintas OPD harus bekerjasama, bersinergi agar masalah ketenagakerjaan dan pengangguran di kota Bandung ini bisa segera diatasi.
“Toh bekerja kan tidak harus secara formal tapi bekerja-bekerja yang informal, mendukung baru bisa lahir dan juga bisa bertahan juga menjadi satu solusi untuk bisa mengurangi tingkat pengangguran yang ada di kota Bandung,” ujarnya.
Tentunya lanjut dia, hal ini perlu dikerjakan dengan lintas dinas bukan hanya dinas ketenagakerjaan tapi dinas lain seperti dinas koperasi umkm atau dinas perindustrian dan perdagangan juga harus berkolaborasi untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang ada di kota Bandung